Anda di halaman 1dari 3

KESEIMBANGAN PASAR

A. Pengertian keseimbangan pasar


Keseimbangan pasar adalah tingkat harga maupun jumlah barang yang diminta dalam
keadaan seimbang dan tidak ada kekuatan atau kecendrungan untuk berubah. Harga equilibrium
adalah harga yang terjadi pada saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang
yang di tawarkan. Sebaliknya yang dimaksud dengandisekuiblirium adalah harga yang terjadi
disaat jumlah yang diminta tidak sama dengan jumlah yang ditawarkan. Pada harga berapapun di
bawah harga equiblirium, maka akan menyebabkan kelebihan permintaan, sedangkan bila harga
terjadi di atas harga equiblirium maka akan terjadi kelebihan penawaran.
Efisiensi dalam ilmu ekonomi digunakan untuk merujuk pada sejumlah konsep yang terkait
pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses
produksi barang dan jasa.
Sebuah sistem ekonomi dapat disebut efisien bila memenuhi kriteria berikut:
- Tidak ada yang bisa dibuat menjadi lebih makmur tanpa adanya pengorbanan.
- Tidak ada keluaran yang dapat diperoleh tanpa adanya peningkatkan jumlah masukan.
- Tidak ada produksi bila tanpa adanya biaya yang rendah dalam satuan unit.
Sebuah sistem ekonomi yang efisien dapat memberi lebih banyak barang
dan jasa bagi masyarakat tanpa menggunakan lebih banyak sumber daya. Dalam ekonomi pasar
secara umum diyakini akan lebih efisien dibandingkan dengan alternatif lainnya . yang pertama
mendasar dalil kesejahteraan berdasarkan penyediaan kepercayaan oleh karena itu bagi yang
menyatakan bahwa setiap pasar berkeseimbangan sempurna berdasarkan kompetitif adalah
efisien (tetapi hanya ada bila tidak teradi ketidaksempurnaan pasar).
Kebijakan reformasi dalam ekonomi mikro adalah bertujuan membuat kebijakan yang
mengurangi distorsi ekonomi dan peningkatan efisiensi ekonomi. Namun, tidak ada teori dasar
yang jelas bahwa dengan menghapus distorsi pasar maka akan selalu dapat meningkatkan
efisiensi ekonomi. Selanjutnya yang kedua berdasarkan dalil yang menyatakan bahwa jika ada
beberapa distorsi pasar maka tidak dapat dihindari hanya dalam satu sektor saja yang akan
bergerak ke arah yang lebih besar dalam kesempurnaan pasar terdapat sektor lain yang bisa
menurunkan efisiensi.[3]

B. Pengaruh Perubahan Permintaan dan Penawaran ke Atas Keseimbangan


Permintaan atau penawaran akan mempengaruhi permintaan dan penawaran, akan
menimbulkan perubahan keadaan keseimbangan. Terdapat empat kemungkianan perubahan atau
pergeseran kurfa permintaan dan penawaran Hukum permintaan dan Penawaran[4]. Apabila
terjadi perubahan pada faktor- faktor selain harga baik pada kurva permintaan maupun kurva
penawaran maka akan menyebabkan pergeseran pergeseran pada kurva tersebut. Akibat
pergeseran tersebut maka akan mempengaruhi harga dan kuantitas keseimbangan. 4 hukum
permintaan dan penawaran, yaitu:
PERGESERAN PENGARUH TERHADAP HARGA
KONDISI
PERMINTAAN ATAU DAN KUANTITAS
PERUBAHAN
PENAWARAN KESEIMBANGAN
Bila permintaan Kurva permintaan bergeser Harga dan kuantitas keseimbangan
meningkat kekanan meningkat
Bila permintaan Harga dan kuantitas keseimbangan
Kurva permintaan bergeser kekiri
menurun menurun
Bila penawaran Kurva penawaran bergeser Harga menurun, sedangkan kuantitas
meningkat kekanan meningkat
Bila penawaran Harga meningkat, sedangkan kuantitas
Kurva penawaran bergeser kekiri
menurun menurun
Secara logis hukum hukum permintaan maupun penawaran yang terdapat pada tabel
diatas dapat dijelaskan dengan penalaran sebagai berikut :
1. Apabila jumlah permintaan meningkat, akan menyebabkan jumlah barang menjadi
berkurang sehingga para pembeli yang tidak terpuaskan mau menawar barang tersebut dengan
harga yang lebih tinggi. Harga yang lebih tinggi akan merangsang produsen untuk
memproduksan barang tersebut lebih banyak. Oleh sebab itu akan mengakibatkan tingkat
equilibrium berubah dimana harga maupun keseimbangan tersebut menjadi sama - sama
meningkat dengan adanya pertambahan permintaan.

2. Apabila terjadi penurunan permintaan, maka persediaan barang menjadi berlimpah


sehingga para penjual terpaksa menawarkan harga yang lebih murah, agar barang yang dijual
terbeli konsumen. Dengan turunya harga produsen menjadi enggan untuk memproduksi barang
tersebut, sehingga produk yang ditawarkan menjadi berkuran. Pada posisi titik keseimbangan
yang baru baik harga maunpun jmlah barang sama sama menurun.
3. Kenaikan penawaran biasanya terjadi pada saat panen raya , menyebabkan persediaan
suatu barang menjadi melimpah, oleh sebab itu bila produsen tidak mampu meningkatkan
penjualannya maka dengan terpaksa harga harus diturunkan. Penurunan harga akan menarik
konsumen untuk membeli barang tersebut. Oleh sebab itu equilibrium yang baru terjadi pada
harga yang lebih rendah sedangkan kualitas dan jumlah yang meningkat.

4. Turunnya penawaran, misalnya karena kegagalan panen atau kegagalan produksi


menyebabkan barang yang ditawarkan menjadi berkurang, oleh sebab itu harga yang ditawarkan
menjadi lebih tinggi. Dampak dari kenaikan harga tersebut menyebabkan jumlah kuantitas yang
diminta berkurang . Sehingga ekuilibrium yang baru terjadi pada harga yang ebih tinggi
sedangkan kuantitas dalam jumah yang lebih sedikit.[5]