Anda di halaman 1dari 2

SEJARAH BBIA

3.1 Sejarah Balai Besar Industri Agro

Balai Besar Industri Agro (BBIA) merupakan institusi yang memberikan jasa
pelayanan teknis kepada masyarakat industri, khususnya industri hasil pertanian,
dalam rangka mewujudkan pengembangan industri yang berdaya saing
kompetitif baik secara nasional maupun internasional.

Awal berdiri tahun 1890 dengan nama Agricultuur Chemisch Laboratorium dalam
lingkungan Departement van Landbouw, Nijverheid en Handel
a. Melayani para ahli dan sarjana pertanian dalam meneliti tanaman-tanaman tropis
terutama yang ada di Kebun Raya serta arti ekonomi dari tanaman-tanaman tersebut.
b. Memeriksa/menguji barang-barang dan bahan untuk intansi pemerintah terutama
dalam bidang pertanian, perdagangan dan sebagainya.
Tugas pengujian berkembang dengan pesat dengan mengikuti kemajuan bidang pertanian dan
perdagangan terutama dengan barang-barang ekspor serta perdagangan dalam negeri sebagai
hasil pembinaan dari bagian Nijverheid dalam Departement Van Lanbouw, Nijverheiden
Handel. Maka dalam tahun 1909 nama Laboratorium diganti menjadi Bureau voor Landbouw
en Handal-analyse berdasarkan keputusan Gubernur Jendral Ned. Indie tanggal 29 Januari 1909
dan tercatat dalam Javasche Couran sebagai Besluit van Directuur voor Landbouw No. 3952
Tanggal 27 Mei 1909.
Tugas pengujian makin berkembang di samping tugas-tugas rutin penelitian, dan dengan
perbaikan serta penambahan fasilitas, tempat dan peralatan menjadikan Laboratorium ini paling
terkemuka di Indonesia pada waktu itu. Dengan makin meningkatkan peranan Laboratorium ini
dalam menguji barang-barang ekspor, impor dan perdagangan dalam negeri, serta dalam
penelitian-penelitian agrokimia yang merintis pertumbuhan agro industri dalam negeri maka
terjadi penggantian nama Laboratorium, yaitu dalam tahun 1911 menjadi Handels
Laboratorium dan tahun 1918 menjadi Analytisch Laboratorium.
Dalam tahun 1934 Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan (Phytochemisch Laboratorium)
dalam lingkungan Kebun Raya dan balai penelitian yang tergabung dalam Balai Besar
Penyelidikan Pertanian (Algemeen Proefstation voor de Landbouw ) melebur diri kedalam
Analytisch Laboratorium, dan gabungan menamakan diri sebagaiLaboratorium voor
Scheikundig Onderzoek terdiri dari Laboratorium-laboratorium sebagai berikut :
a. Laboratorium Analitika
b. Laboratorium Kimia Tumbuh-tumbuhan
c. Laboratorium Kimia Pertanian
d. Laboratorium Harsa
e. Laboratorium Minyak Atsiri
Penelitian-penelitian di bidang agrokimia berjalan dengan seiring tugas pengujian
yaitu pengujian hasil-hasil pertanian dalam arti yang luas untuk kepentingan ekspor
dan memajukan industri pengolahan hasil pertanian dalam negeri. Penelitian
phytokimia dan minyak atsiri sudah dirintis sejak didirikannya Laboratorium ini.
Diberlakukannya sistem pengawasan susu, ditunjuknya Laboratorium ini sebagai
penguji kulit kina oleh pabrik kina Bandung, sistem pengujian air minum dan pengawasan
minuman beralkohol, membuat Laboratorium voor Scheikundig Onderzoek menjadi
Laboratorium terkemuka di jaman Hindia Belanda.
Di jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Balai Penyelidikan Kimia di beri
nama Gunsaikanbu Kagaku Kenkyusyu dengan tugas terutama melakukan applied research.
Tugas ini menjadi cirri Balai seterusnya.
Pada jaman Revolusi Fisik, Balai di masukan dalam Kementrian Kemakmuran Republik
Indonesia dan ikut hijrah ke Klaten, Solo dan Yogyakarta, Pada waktu kantor di bogor dikuasai
Belanda. Pada tahun 1950, pemerintah R.I. kembali ke Jakarta dan Balai Penyelidikan Kimia
kembali melakukan tugasnya seperti biasa. Lanjutan hijrah ke Klaten telah melahirkan Balai
Penyelidikan Kimia Surabaya (Sekarang Balai Riset dan Standarisasi /BARISTAN
SURABAYA)
Tahun 1951 Balai Penyelidikan Kimia dimasukan ke dalam Departemen Perdagangan dan
Perindustrian yang kemudian berubah menjadi kementrian Perekonomian, Tahun 1957 Balai
dimasukan ke dalam Kementrian Perindustrian dan tahun 1959 di dalam Departemen
Perindutrian Rakyat.
Tahun 1980 Balai Penyelidikan Kimia/Balai Penelitian Kimia berubah menjadi Balai Besar
Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian (BBPPIHP) dan berada dibawah
Departemen Perindustrian
Tahun 2002 Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian berubah
menjadi Balai Besar Industri Agro (BBIA) sampai saat ini dan berada dalam
lingkungan Departemen Perindustrian