Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Manajemen Nyeri


Sub Topik : Manajemen Nyeri pada Luka Post Operasi
Sasaran : Keluarga dan Pasien Post Operasi
Tempat : Lontara 4 bawah depan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo
Hari / Tanggal : Kamis / 30 Maret 2017
Waktu : Pukul 09.30 10.00 Wita (1 x 30 menit)

A. Latar Belakang Masalah


Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan
kesehatan. Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersama
banyak proses penyakit atau bersamaan dengan beberapa pemeriksaan
diagnostik atau pengobatan. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan lebih
banyak orang dibanding suatu penyakit manapun.
Perawat menghabiskan lebih banyak waktunya bersama pasien yang
mengalami nyeri dibanding tenaga profesional perawatan kesehatan lainnya
dan perawat mempunyai kesempatan untuk menghilangkan nyeri dan efeknya
yang membahayakan. Peran pemberi perawat primer adalah untuk
mengidentifikasi dan mengobati penyebab nyeri dan meresepkan obat-obatan
untuk menghilangkan nyeri.
Manajemen nyeri merupakan suatu proses atau tindakan keperawatan yang
dilakukan baik secara kolaboratif ataupun secara individu pada pasien pasca
pembedahan guna mengontrol atau mengurangi nyeri serta mengendalikan
rasa nyeri yang di rasa oleh pasien. Manajemen nyeri penting dilakukan dan
paling tidak harus mendapat perhatian dari petugas perawat atau petugas
kesehatan lainnya untuk mengurangi keluhan nyeri pada pasien. Pengendalian
nyeri pada pasien pasca pembedahan dapat mengurangi keluhan serta resiko
lain akibat dari nyeri. Manajemen secara individu dapat dilakukan dengan
cara mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi berupa nafas dalam dan
teknik pengalihan perhatian guna mengurangi resiko nyeri pada pasien.
Faktor penyebab nyeri biasanya muncul karena luka post operasi yang
masih basah atau matur dan belum lepas dari 2 x 24 jam sebagai ukuran
pantauan untuk mengkaji status nyeri. Nyeri juga ditimbulkan karena gerak
atau mobilisasi dini pada pasien post operasi. Untuk mencegah atau
mengontrol nyeri perlu perhatian atau monitoring dan evaluasi serta kaji
status nyeri pasien. Pada dasarnya pelayanan kesehatan dari suatu tim terpadu
yang terdiri dari dokter, perawat, fisioterapis, ataupun tenaga kesehatan
lainnya diperlukan agar terapi yang dilakukan pada pasien berjalan dan
dilakukan optimal oleh penderita atau pasien itu sendiri. Manajemen nyeri
bertujuan untuk membantu pasien dalam mengontrol nyeri ataupun
memanajemen nyeri secara optimal, mengurangi resiko lanjut dari efek
samping nyeri tersebut, yang pada akhirnya pasien mampu mengontrol
ataupun nyeri yang dirasa tersebut hilang.

B. Tujuan
1. Tujuan instruksional Umum
Setelah dilakukan proses penyuluhan kesehatan selama 30 menit,
diharapkan ibu-ibu dengan gangguan sistem reproduksi diharapkan klien
mampu memahami tentang manajemen nyeripada luka post operasi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti proses penyuluhan kesehatan, pasien dan keluarga
diharapkan mampu:
a. Menyebutkan pegertian nyeri.
b. Menyebutkan macam macam manajemen nyeri
c. Memperagakan salah satu teknik untuk menghilangkan nyeri.

C. Metode
Presentasi, demonstrasi dan diskusi/tanya jawab

D. Media
Flipchart dan leaflet.

E. Materi Penyuluhan
1. Pengertian Nyeri
2. Macam macam manajemen nyeri
3. Cara-cara Mengatasi Nyeri pada Luka Post Operasi
(Materi Terlampir)
F. Evaluasi
Evaluasi dilakukan secara lisan dengan memberikan pertanyaan :
1. Apa pengertian dari nyeri?
2. Sebutkan Macam macam manajemen nyeri!
3. Sebutkan Cara-cara Mengatasi Nyeri pada Luka Post Operasi

G. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan


Tahap Kegiatan Kegiatan
Hari/Tgl/J Kegiatan Penyuluhan
Penyuluhan Pasien dan
am Kesehatan
Kesehatan keluarga
Kamis 30 1. Pembukaan 1.Mengucapkan salam. 1. Pasien dan
Maret 2017 (5 menit) keluarga
Pukul 2.Menyebutkan nama dan asal. membalas
09.30 salam.
10.00 Wita 3.Menjelaskan tujuan. 2. Pasien dan
keluarga
menerima
4.Mengkaji tingkat kehadiran
pengetahuan Pasien dan mahasiswa
keluarga tentang nyeri. dengan
baik.
3. Pasien dan
keluarga
memaham
i tujuan
dengan
baik.
4. Pasien dan
keluarga
berpartisip
asi dalam
diskusi
awal.

2. Inti 1. Menjelaskan tentang 1. Pasien dan


(20 menit) pengertian, macam macam keluarga
manajemen nyeri,cara-cara mendenga
Mengatasi Nyeri pada luka rkan dan
post operasi. memperha
2. Memberi kesempatan pada tikan
pasien dan keluarga untuk dengan
menanyakan hal-hal yang baik.
kurang jelas.
2. Pasien dan
keluarga
mengajuka
n
pertanyaan
.
3. Penutup 1. Mengevaluasi tujuan 1. Pasien
(5 menit) penyuluhan kesehatan. dan
keluarg
a
2. Mengucapkan terima kasih mampu
atas perhatian yang menjaw
diberikan dan memberi ab/menj
salam penutup. elaskan
kembali
.
2. Pasien
dan
keluarg
a
membal
as
salam.

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Nyeri
1. Nyeri adalah suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau
perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan (Alimul, 2012).
2. Nyeri adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya
rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan
diikuti oleh reaksi fisik, fisiologis, dan emosional (Alimul, 2012).
B. Macam macam Manajemen Nyeri
1. Distraksi
Adalah teknik untuk mengalihkan perhatian terhadap hal hal lain
sehingga lupa terhadap nyeri yang dirasakan. Contoh :
a. Membayangkan hal hal yang menarik dan indah
b. Membaca buku, Koran sesuai dengan keinginan
c. Menonton TV
d. Medengarkan musik, radio, dll
2. Relaksasi
Teknik relaksasi memberi individu control diri ketika terjadi rasa tidak
nyaman atau nyeri, stres fisik dan emosi pada nyeri Sejumlah teknik
relaksasi dapat dilakukan untuk mengendalikan rasa nyeri ibu dengan
meminimalkan aktivitas simpatik dalam system saraf otonom .
Tahapan relaksasi nafas dalam adalah sebagai berikut :
a. Ciptakan lingkungan yang tenang
b. Usahakan tetap rileks dan tenang
c. Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan
udara melalui hitungan 1,2,3
d. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan
ekstrimitas atas dan bawah rileks
e. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
f. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui
mulut secara perlahan-lahan
g. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks
h. Usahakan agar tetap konsentrasi / mata sambil terpejam
i. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
j. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
k. Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali.
3. Imajinasi Terbimbing
Imajinasi terbimbing (guided imagery) adalah sebuah teknik relaksasi
yang bertujuan untuk mengurangi stres dan meningkatkan perasaan
tenang dan damai serta merupakan obat penenang untuk situasi yang sulit
dalam kehidupan. Imajinasi terbimbing atau imajinasi mental merupakan
suatu teknik untuk mengkaji kekuatan pikiran saat sadar maupun tidak
sadar untuk menciptakan bayangan gambar yang membawa ketenangan
dan keheningan
Cara melakukan imajinas terbimbing :
a. Anjurkan klien mengenakan pakaian yang longgar.
b. Tidur dengan posisi yang nyaman.
c. Anjurkan klien untuk menutup mata dengan lembut.
d. Minta klien menarik napas dalam dan perlahan untuk menimbulkan
relaksasi.
e. Minta klien untuk menggunakan seluruh pancaindranya dalam
menjelaskan bayangan dan lingkungan bayangan tersebut.
f. Mulailah membayangkan tempat yang menyenangkan dan dapat
dinikmati
g. Minta klien untuk menjelaskan perasaan fisik dan emosional yang
ditimbulkan oleh bayangannya, dan bantu klien untuk mengekplorasi
respons terhadap bayangannya.
h. Ulangi 10 sampai 15 menit sampai Anda tertidur.

4. Pemijatan/ Massage
Massage adalah tindakan penekanan oleh tangan pada jaringan lunak,
biasanya otot tendon atau ligamen, tanpa menyebabkan pergeseran atau
perubahan posisi sendi guna menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi,
dan/atau meningkatkan sirkulasi. Gerakan-gerakan dasar meliputi :
gerakan memutar yang dilakukan oleh telapak tangan, gerakan menekan
dan mendorong kedepan dan kebelakang menggunakan tenaga,
menepuk- nepuk, memotong-motong, meremas-remas, dan gerakan
meliuk-liuk. Setiap gerakan gerakan menghasilkan tekanan, arah,
kecepatan, posisi tangan dan gerakan yang berbeda-beda untuk
menghasilkan efek yang di inginkan pada jaringan yang dibawahnya
(Henderson, 2006). Salah satu metode yang sangat efektif dalam
menanggulanginya adalah dengan massage yang merupakan salah satu
metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri
persalinan. Dasar teori massage adalah teori gate control yang
dikemukakan oleh Melzak dan Wall (dalam Depertemen Kesehatan RI,
1997). Teori ini menjelaskan tenteng dua macam serabut syaraf
berdiameter kecil dan serabut berdiameter besar yang mempunyai fungsi
yang berbeda. Bidan mempunyai andil yang sangat besar dalam
mengurangi nyeri nonfarmakologi. Intervensi yang termasuk dalam
pendekatan nonfarmakologi adalah analgesia psikologis yang dilakukan
sejak awal kehamilan, relaksasi, massage, stimulasi kuteneus, aroma
terapi, hipnotis, akupuntur dan yoga (Gadysa, 2009) Pijat (massage) cara
lembut membantu ibu merasa lebih segar, rileks, dan nyaman selama
persalinan. Sebuah penelitian menyebutkan, ibu yang dipijit 20 menit
setiap jam selama tahapan persalinan akan lebih bebas dari rasa sakit. Hal
itu terjadi karena pijat merangsang tubuh melepaskan senyawa
endorphin yang merupakan pereda sakit alami. Endorphin juga dapat
menciptakan perasaan nyaman dan enak. Dalam persalinan, pijat juga
membuat ibu merasa lebih dekat orang yang merawatnya. Sentuhan
seseorang yang peduli dan ingin menolong merupakan sumber kekuatan
saat ibu sakit, lelah, dan kuat. Banyak bagian tubuh ibu bersalin dapat
dipijat, seperti kepala, leher, punggung, dan tungkai. Saat memijat,
pemijat harus memperhatikan respon ibu, apakah tekanan yang diberikan
sudah tepat (Danuatmadja, dan Meiliasari, 2004).

C. Cara-cara Mengatasi Nyeripada Luka Post Operasi


1. Relaksasi Nafas Dalam
a. Ciptakan lingkungan yang tenang
b. Usahakan tetap rileks dan tenang
c. Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara
melalui hitungan 1,2,3
d. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan
ekstrimitas atas dan bawah rileks
e. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
2. Distraksi (Pengalihan nyeri) dengan cara mengalihkan focus bukan pada
rasa nyeri, melainkan pada fokus yang lain seperti berbincang-bincang,
menonton televisi, mendengarkan musik (terapi murottal).
Cara melakukan terapi murottal yaitu dengan memperdengarkan murotal
Ar Rahman yang dilantunkan Ahmad Saud. Bacaan Ar Rahman
diperdengarkan melalui headphone selama 13 menit 55 detik.
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A., A,. A. 2012. Pengantar kebutuhan dasar manusia 1. Jakarta: Salemba
Medika.

Potter, P.,A & Perry, A.,G.2005. Buku ajar fundamental keperawatan:


Konsep,proses,dan praktik (edisi 4) Jakarta : EGC.

Smeltzer, S. C.& Bare, B. G. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah


Brunner & Suddarth(Edisi 8). Jakarta: EGC.

Situs http://nursepoint.blogspot.com/2007/10/kelola-nyeri-pasien-
anda.htmlpadatanggal 23 Maret 2017

Situs http://www.google.co.id/kumpulbloger/manajemen-nyeri-pada-pasien-
pasca-pembedahan.html padatanggal 22 Maret 2017

Wirakhmi Ikit Netra, Arlyana Hikmanti. 2016. Pengaruh Terapi Murotal Ar


Rahman Pada Pasien Pasca Operasi Caesar Di RSUD Dr. R. Goeteng
Tarunadibrata Purbalingga. RAKERNAS AIPKEMA: Temu Ilmiah
Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.
DAFTAR HADIR
PENYULUHAN MANAJEMEN NYERI PADA LUKA POST OPERASI

No
Nama Pasien/Keluarga Paraf
.

Makassar, 28 Maret 2017

Mengetahui,
Preseptor Institusi, Preseptor Lahan,

( ) ( )