Anda di halaman 1dari 7

PERENCANAAN PEMASARAN

Proses Perencanaan Pemasaran :


Mengenali adanya kebutuhan perencanaan hanyalah langkah pertama dalam
perencanaan pemasaran. Perencanaan pemasaran mengandalkan pada keterampilan-
keterampilan yang mungkin agak baru bagi para administrator yang ahli dalam
mengelola secara sukses operasi setiap harinya dan telah tidak terlibat dalam
perencanaan.

Pertanyaan-Pertanyaan Yang Dihadapi Dalam Perencanaan Pemasaran :


1) Bagaimana perencanaan pemasaran digunakan?
2) Apa langkah-langkah dalam perencanaan strategis?
3) Apa komponen-komponen dari rencana pemasaran taktis?
4) Apa yang dapat dikontribusikan oleh sistem-sistem perencanaan formal terhadap
keefektivan lembaga?
5) Bagaimana sistem kontrol pemesaran dapat membantu dalam penilaian
keberhasilan pemasaran?

Evolusi Perencanaan Pemasaran :


1) Tahapan tanpa rencana
Pada tahapan ini semua bagian perusahaan masih disibukkan dengan kegiatan
yang mendesak untuk diselesaikan. Perusahaan yang berada pada tahapan ini
biasanya perusahaan yang baru mengawali pengorganisasiannya.
2) Tahapan sistem penganggaran
Pada tahap ini, perusahaan mulai berusaha menyusun sistem penganggaran supaya
pengendalian arus kas dapat ditingkatkan. Pihak manajemen memperkirakan
jumlah penjualan selama tahun yang akan datang beserta biaya dan arus kasnya,
manajer setiap departemen menyiapkan anggaran bagi departemennya. Anggaran
ini masih pada anggaran finansial.
3) Tahapan perencanaan tahunan
a. Top-down planning
Penetapan sasaran dan rencana oleh manajemen puncak untuk dilaksanakan
oleh jenjang dibawahnya.
b. Bottom-up planning
Berbagai unit dalam perusahaan menetapkan sasaran dan rencana lalu dikirim
ke manajemen yang lebih tinggi untuk memperoleh persetujuan.
c. Goals down-plan-up planning
Manajemen puncak mengadakan pembahasan peluang, kelemahan dan
kekuatan perusahaan, barulah kemudian menetapkan sasaran perusahaan untuk
tahun yang akan datang.

4) Tahapan perencanaan jangka panjang


Pada dasarnya, perencanaan tahunan didasarkan pada perencanaan jangka panjang
yang biasanya lima tahunan. Perencanaan jangka panjang ini dipecah menjadi
rencan tahunan dan diadakan evaluasi untuk menjawab apakah rencana jangka
panjang perlu ditinjau atau tidak.
5) Tahapan perencanaan strategis
Perencanaan strategis mencakup segala upaya yang dilakukan agar perusahaan
secara menyeluruh dan optimal dapat menyesuaikan diri pada peluang-peluang
terbaik dalam rangka menghadapi perubahan lingkungan.

Adapun Manfaat Perencanaan Dalam Suatu Usaha Antara Lain :


Mendorong pola berpikir ke depan yang sistematis bagi seluruh manajemen.
Mengarah pada koordinasi seluruh kegiatan perusahaan dengan lebih baik.
Mendorong peningkatan standar prestasi untuk kepentingan pengendalian.
Melatih para eksekutif mempertajam formulasi tujuan dan kebijaksanaan.
Membuat lebih siap dalam menghadapi perkembangan yang tiba-tiba.
Membuat para eksekutif bersikap yang lebih dinamis & bertanggung jawab.

Rencana Perusahaan : Rencana perusahaan memperlihatkan keseluruhan rencana


usaha perusahaan tersebut. Isi rencana perusahaan mencakup visi misi perusahaan,
strategi pertumbuhan, penanaman modal, tujuan dan sasaran perusahaan.

Rencaana Divisi : Rencana divisi mencakup rencana pertumbuhan dan profitabilitas


yang ingin dicapai oleh divisi.

Rencana Lini Produk : Rencana lini produk mencakup sasaran, strategi dan teknik
yang akan diterapkan pada suatu lini produk tertentu.

Rencana Produk : Rencana produk mengungkapkan segala sasaran strategi dan


teknik yang akan diterapkan pada suatu produk tertentu atau kriteria produk tertentu.

Rencana Merek : Rencana merek mengungkapkan segala sasaran strategi dan teknik
yang akan diterapkan pada merek tertentu dalam kategori.

Rencana Pasar : Rencana pasar adalah suatu rencana untuk mengembangkan dan
melayani pasar industri atau geografis tertentu.

Rencana Produk/Pasar : Rencana produk/pasar adalah rencana yang disusun untuk


memasarkan produk tertentu ke dalam suatu pasar industri atau geografis tertentu.

Rencana Fungsional : Rencana fungsional adalah rencana yang disusun untuk suatu
fungsi pokok seperti pemasaran, produksi, SDM, keuangan atau R&D.

Pada Umumnya Rencana Pemasaran Meliputi Bagian-Bagian Berikut Ini :


1) Rangkuman Pimpinan
Tujuan bagian ini adalah menyajikan uraian singkat dari seluruh rencana untuk
mengetahui sekilas garis besar seluruh rencana yang disiapkan terutama
diperuntukkan untuk manajer puncak.
2) Situasi Pemasaran Saat Ini
Tujuannya adalah menyajikan data penting yang melatarbelakangi seluruh situasi
yang mencakup pasar, produk, distribusi dan lingkungan makro.
3) Analisis Peluang Dan Masalah
Meringkas hal-hal pokok yang menjadi peluang dan ancaman serta kekuatan dan
kelemahan serta masalah-masalah mengenai produk yang harus dipecahkan oleh
rencana ini.
4) Sasaran
Sasaran Keuangan
Pemilik perusahaan selalu berusaha mendapatkan keuntungan jangka panjang
terhadap seluruh penanaman modal yang telah diinvestasikan.
Sasaran Pemasaran
Bagian pemasaranlah yang akan menentukan hasil tidaknya sasaran tersebut,
yaitu degan menarik suatu garis sehingga akan tersusun beberapa jumlah
penjualan yang dapat menghasilkan keuntungan sasaran berupa market share
yang harus dikuasai, bagaimana iklan yang digunakan supaya efektif dan
sebagainya.
5) Strategi Pemasaran
Tujuan strategi pemasaran adalah menyajikan garis besar pendekatan pemasaran
yang akan dilakukan agar sasaran dapat tercapai. Strategi pemasaran adalah
pendekatan pokok yang digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang
telah ditetapkan lebih dahulu.
6) Program Kegiatan
Maksud dari program kegiatan adalah untuk menjawab pertanyaan apa yang akan
dilakukan, siapa yang akan melakukan, kapan dilakukan dan seberapa besar
biayanya.
7) Anggaran rugi-Laba
Maksud dari anggaran laba rugi adalah merangkum hasil keuangan yang
diharapkan dari rencana.
8) Pengendalian
Menguraikan sistem pengawasan atas realisasi yang dibandingkan dengan
rencana, biasanya sasaran anggaran dipecah menjadi bulanan atau triwulan.

Tiga Langkah Perencanaan Digunakan Yang Terdiri Dari :


1) Penganggaran dan penjadwalan proses.
2) Perencanaan taktis jangka pendek perekrutan siswa, keputusan-keputusan
pembangunan fisik, upaya-upaya pengembangan, dan perubahan-perubahan
program dan kurikulum.
3) Perencanaan jangka panjang yang berorientasi strategi untuk memusatkan
rencana-rencana jangka pendek mereka.

Dua Tipe Perencanaan :


Lembaga-lembaga pendidikan harus melaksanakan perencanaan formal dua tipe, yaitu
perencanaan strategis dan perencanaan taktis. Rencana takti mengikuti rencana
strategis dan didasarkan pula pada rencana strategis. Rencana taktis tersebut meliputi
sasaran-sasarn dan sebuah rencana tindakan untuk masing-masing area, jumlah siswa,
keuangan dan aspek lainnya.

Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Strategis :


Perencanaan strategis dapat didefinisikan sebagai proses pengembangan dan
pemeliharaan suatu kesesuaian strategis antara tujuan dan kemampuan lembaga
dengan peluang-peluang pemasaran yang berubah. Perencanaan ini mengandalkan
pengembangan visi misi lembaga yang jelas, tujuan dan sasaran yang mendukung,
strategi yang benar dan implementasi yang tepat.

Proses Perencanaan Strategi Antara Lain Berikut Ini :


1) Menganalisa lingkungan sekarang dan yang akan datang
2) Meninjau sumber utamanya untuk mengusulkan apa yang harus dikerjakan
3) Menetapkan tujuan keseluruhan dan sasaran-sasarannya
4) Meninjau visi misinya dan menyeleksi strategi yang paling efektif biayanya untuk
mencapai tujuan dan sasarannya.
5) Mengimplementasikan strategi.

Menilai Sumber-Sumber Lembaga :


Mengikuti analisis lingkungan, lembaga tersebut harus mengidentifikasi sumber-
sumber yang dimiliki yang berupa kekuatan dan yang tidak dimilikinya yang berupa
kelemahan.

Merumuskan Misi Dan Tujuan Lembaga :


Analisis lingkungan dan sumber menyediakan latar belakang dan stimulus
untuk memikirkan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran dasar lembaga tersebut. Proses
perumusan tujuan melibatkan penentuan, pertama adalah misi lembaga tersebut,
kedua adalah tujuan jangka panjang dan jangka pendek lalu yang ketiga adalah
sasaran-sasaran spesifik sekarang.

Cara Menyelidiki Misi Sekolah :


Sebuah cara yang bermanfaat untuk menyelidiki misi sekolah adalah dengan
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : (1)Apa fungsi sekolah dalam masyarakat?
(2)Apa yang sekolah tawarkan? (3)Siapa yang dilayani? (4)Apa yang kita tawarkan
kepada mereka yang kita layani? dan (5)Apa yang seharusnya ditawarkan?

Merumuskan dan Mengimplementasikan Strategi :


Perencanaan strategis berkulminasi dalam suatu strategi keseluruhan untuk
lembaga tersebut atau unit perencanaan. Sebuah strategi kelembagaan mencakup
keputusan-keputusan mengenai program yang sekarang dan program baru dimasa
yang akan datang dan peluang-peluang pasar. Strategi bukanlah inspirasi semata.
Begitu pula perumusan strategi tidak sama dengan perumusan tujuan. Strategi yang
lebih baik, memperbaiki pengajaran, menggalang sumbangan yang lebih besar,
tumbuh dan merupakan refleksi dari analisis lingkungan, sumber, dan langkah-
langkah perumusan tujuan. Kecuali jika lembaga tersebut mempunyai tujuan yang
ingin dicapainya, tidak ada kebutuhan untuk perumusan strategi.
Beberapa alat analisis membantu para perencana pendidikan untuk
melaksanakan tujuan ini. Dua yang tepat antara lain strategi portofolio akademis dan
strategi peluang produk/pasar untuk mengidentifikasi potensial perubahan-perubahan
program dan pasar. Semua alat analisis disajikan dalam masalah yang memperhatikan
strategi pemasaran secara mendalam.

Format Rencana Pemasaran :


Perencanaan pemasaran taktis harus mengikuti perencanaan strategis.
Perencanaan strategis menunjukkan program-program tertentu dan pasar-pasar yang
akan ditekankan oleh lembaga tersebut. Untuk masing-masing strategi atau pasar yang
dipilih, lembaga tersebut harus megembangkan suatu strategi pemasaran.
Rencana pemasaran formal meringkas informasi-informasi dan analisis-
analisis yang mendasari suatu strategi yang diusulkan dan menguraikan rincian-
rincian tentang bagaimanastrategi tersebut akan dilaksanakan.

Bagian-Bagian Utama Dari Perencanaan Pemasaran :


1) Ringkasan Pelaksanaan : Menyajikan gambaran singkat untuk peninjauan
manajemen secara cepat.
2) Situasi Pemasaran Sekarang : Menyajikan data-data latar belakang yang relevan
tentang pasar, publik, persaingan, distribusi dan lingkungan makro.
3) Analisis Peluang dan Masalah : Mengidentifikasi peluang dan ancaman utama,
kelemahan dan kekuatan utama, dan isu-isu yang dihadapi lembaga/program
tersebut.
4) Sasaran-Sasaran : Mendefinisikan tujuan-tujuan yang ingin dicapai rencana
tersebut dalam bidang-bidang jumlah siswa, donasi, perbaikan kualitas, dll.
5) Strategi Pemasaran : Menyajikan pendekatan pemasaran yang luas yang akan
digunakan untuk mencapai sasaran-sasaran rencana tersebut.
6) Program-Program Tindakan : Menjawab pertanyaan : (1)Apa yang akan
dilakukan? (2)Siapa yg melakukan? (3)Kapan dilakukan? (4)Berapa biaya?
7) Anggaran : Menguraikan biaya-biaya dan ramalan-ramalan keunggulan
yangdiharapkan dan hasil-hasil lain dari rencana tersebut.
8) Kontrol : Menunjukkan bagaimana implementasi dan keefektifan rencana tersebut
akan dimonitoring.
Sistem-Sistem Perencanaan Pemasaran :
Langkah perencanaan mengharuskan lembaga tersebut mengidentifikasi
peluang yang menarik, mengembangkan strategi-strategi pemasaran yang efektif dan
membangun program-program tindakan yang terperinci. Langkah kedua melibatkan
pelaksanaan implementasi program-program tindakan yang yang tertulis dalam
rencana pemasaran tersebut. Langkah ketiga meminta aktivitas kontrol pemasaran
untuk memastikan bahwa sasaran-sasaran sedang dicapai. Kontrol pemasaran meliputi
mengukur hasil-hasil, menganalisa penyebab-penyebab dari hasil-hasil yang buruk
dan mengambil tindakan-tindakan koreksi penyesuaian dalam rencana tersebut,
implementasinya, atau keduanya.
Memonitor Proses Pemasaran :
Kontrol pemasaran adalah sebuah sistem peringatan dini. Setelah rencana
pemasaran diimplementasikan, banyak kejutan-kejutan yang mungkin terjadi yang
mana membutuhkan penyesuaian-penyesuaian suatu perubahan dalam pendanaan
pemerintahan federal, gempa bumi, keluarnya staf pegawai dsb. Sistem kontrol
pemasaran meliputi teknik-teknik untuk menentukan kapan tujuan-tujuan tersebut
tidak terpenuhi.

Tabel Tipe-Tipe Kontrol Pemasaran :


TIPE TANGGUNG JAWAB KONTROL
TUJUAN
KONTROL UTAMA PENDEKATAN
Kontrol 1_Administrasi puncak Memeriksa apakah 1_Performance analysis
rencana 2_Manajemen hasil-hasil yang 2_Market share analysis
tahunan menengah direncanakan sedang 3_Marketing expense to
dicapai performance analysis
4_Market attitude
tracking
Kontrol 1_Pengontrol Memeriksa apakah Profitabilitas oleh :
penerimaan pemasaran organisasi tersebut 1_Program atau
dan biaya menghasilkan laba atau pelayanan
rugi 2_Lokasi
3_Segmen pasar
Kontrol 1_Administrasi puncak Memeriksa apakah Audit pemasaran
strategis 2_Auditor pemasaran lembaga tersebut
sedang mengejar
peluang-peluang terbaik

Kontrol Rencana Tahunan :


Kontrol rencana tahunan menunjukkan langkah-langkah yang diambil selama tahun
tersebut untuk memonitor dan mengkoreksi penyimpangan-penyimpangan kinerja
rencan tersebut. Kontrol rencana tahunan dirancang untuk memonitor pengaruh-
pengaruh dari pelaksanaan rencana tahunan.

Empat Langkah Kontrol Tahunan Antara Lain :


Performance analysis
Performance analysis adalah pengukuran dan evaluasi kinerja aktual yang diukur
dengan jumlah siswa, penerimaan dari uang kuliah dan donasi-donasi yang
berhubungan dengan sasaran kinerja.
Market share analysis
Lembaga harus meninjau secara periodik apakah mereka mengalami kemunduran
kaitannya dengan persaingan. Market share adalah indikator yang jauh lebih baik
untuk keefektifan pemasaran, namun market share harus digunakan secara hati-
hati.
Marketing expense to performance analysis
Kontrol tahunan juga harus mengevaluasi berbagai macam pengeluaran
pemasaran sebagai suatu perbandingan ke kinerja untuk memastikan bahwa
lembaga tersebut tidak membelanjakan terlalu banyak untuk mencapai sasarnnya.
Market attitude tracking
Lembaga-lembaga secara periodis harus memeriksa sikap-sikap klien terhadap
lembaga tersebut. Erosi sikap dapat membuat penurunan jumlah siswa dan donasi
di kemudia hari.

Kontrol Penerimaan Dan Biaya :


Kontrol penerimaan dan biaya terdiri dari usaha-usaha untuk menentukan pengaruh-
pengaruh keuangan aktual dari program-program, pelayanan-pelayanan, segmen-
segmen pasar atau lokasi-lokasi yang berbeda. Kontrol penerimaan dan biaya
membutuhkan pengidentifikasian semua penerimaan yang dihasilkan oleh sebuah unit
tertentu atau pelayanan tertentu dan semua biaya yang berhubungan dengannya,
kemudian membandingkan penerimaan dan biaya-biayanya untuk menentukan status
keuangan unit tersebut.

Kontrol Strategis :
Kontrol strategis terdiri dari suatu evaluasi sistematis mengenai kinerja pemasaran
lembaga dalam hubungannya dengan peluang-peluang pasarnya. Audit pemasaran
adalah alat diagnostik utama untuk menilai operasi-operasi dan peluang-peluang
pemasaran suatu lembaga. Kontrol strategis terdiri dari memastikan bahwa sasaran-
sasaran, strategi-strategi dan sistem-sistem pemasaran suatu lembaga diadaptasikan
secara optimal ke lingkungan pemasaran yang sekarang dan yang diperkirakan.