Anda di halaman 1dari 11

Masalah kependudukan dan lingkungan hidup

1. Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan di Indonesia adalah jumlah
penduduk yang besar dan distribusi yang tidak merata. Hal itu dibarengi dengan
masalah lain yang lebih spesifik, yaitu angka fertilitas dan angka mortalitas
yang relatif tinggi. Kondisi ini dianggap tidak menguntungkan dari sisi
pembangunan ekonomi.. Hal itu diperkuat dengan kenyataan bahwa kualitas
penduduk masih rendah sehingga penduduk lebih diposisikan sebagai beban
daripada modal pembangunan. Logika seperti itu secara makro digunakan
sebagai landasan kebijakan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk
Secara mikro hal itu juga digunakan untuk memberikan justifikasi mengenai
pentingnya suatu keluarga melakukan pengaturan pembatasan jumlah anak.

2. MASALAH LINGKUNGAN HIDUP


Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan
hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap
kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.

BENTUK KERUSAKAN AKIBAT ULAH MANUSIA


a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas
Prinsip dan Upaya pelestarian SDA dan lingkungan Hidup

- Mengoptimalkan SDA sesuai kebutuhan


- Mencari alterenatif pengganti SDA yang tidak dapat diperbaharui
- Tidak marusak lingkungan hidup di sekitar kita
- Berusaha menghijaukan bumi kembali
- Menjaga Lingkungan kita .
ABSTRAK
Lingkungan, yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lainnya, karena itu fakta yang menunjukkan bahwa tingkat
kerusakan lingkungan sudah sangat tinggi dan cenderung makin meninggi,
relatif mudah untuk ditemukan. Berita tentang terjadinya pencemaran
lingkungan, baik pencemaran udara, air maupun tanah dengan segala aspek
dapat dikatakan bahwa kerusakan lingkungan sudah merupakan bagian yang
tidak dapat dihindarkan dari kegiatan pembangunan. Lingkungan yang tercemar
akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan berdampak negative pada
kesehatan, kenikmatan hidup, kemudahan, efisiensi, keindahan, serta
keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. Dengan kata lain dapat
dikatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup merupakan penaggulangan
dampak negatif kegiatan manusia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu
lingkungan. Adapun juga Teknik Penilaian Dampak Pembangunan Terhadap
Lingkungan.

A. LATAR BELAKANG
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya, lebih
dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi
kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradapan istilah Toynbee-
sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan. Lingkungan
hidup tidak bisa di pisahkan dari ekosistem atau system ekologi. Ekosistem
adalah satuan kehidupan yang terdiri atas suatu komunitas makhluk hidup ( dari
berbagai jenis ) dengan berbagai benda mati membentuk suatu system.
Lingkungan hidup pada dasarnya adalah suatu system kehidupan dimana
terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem. Manusia adalah
bagian dari ekosistem. Lingkungan dapat pula berbentuk lingkungan fisik dan
non fisik. Lingkungan alam dan buatan adalah Lingkungan fisik. Sedangkan
lingkungan nonfisik adalah lingkungan social budaya dimana manusia itu
berada. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada
pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan
hidup manusia, karma lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan
lingkungan untuk mendukung perkehidupan manusia dan makhuk hidup lainya
arti penting lingkungan bagi manusia karena lingungan merupakan tempat
hidup manusia, Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia,
Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang
mendiaminya.

LINGKUNGAN
Gambaran Umum
Lingkungan, yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya,
keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya,
yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lainnya, bagaimanapun juga akan tercemar, dengan
masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen
lain kedalam lingkungan dan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke
tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Oleh karena itu fakta yang menunjukkan bahwa tingkat kerusakan lingkungan
sudah sangat tinggi dan cenderung makin meninggi, relatif mudah untuk
ditemukan. Berita tentang terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran
udara, air maupun tanah dengan segala aspek yang terdapat didalamnya sering
kita temukan baik di dalam media massa cetak maupun media elektronik.
Fenomena mengindikasikan bahwa kerusakan lingkunagn sudah merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Mengingat bahwa
pembangunan merupakan aktifitas utama dari setiap Negara dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan warganya, dapat dikatakan bahwa kerusakan
lingkungan sudah merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan dari kegiatan
pembangunan.
Pengelolaan Lingkungan
Lingkungan yang tercemar akibat kegiatan manusia maupun proses alam akan
berdampak negative pada kesehatan, kenikmatan hidup, kemudahan, efisiensi,
keindahan, serta keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam. Oleh karena
itu perlindungan lingkungan merupakan suatu keharusan apabila meninginkan
lingkungan yang lestari sehingga kegiatan ekonomi dan kegiatan lain dapat
berkesinambungan. Apabila demikian halnya maka pengelolaan lingkungan
hidup merupakan suatu keharusan. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya
terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan,
pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.

Pengelolaan lingkungan hidup bertujuan :


1. Memperoleh keselamatan hubungan antara manusia dan lingkungan.
2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
3. Mewujudkan manusia Indonesia sebagai pembina lingkungan hidup.
4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup untuk generasi
sekarang maupun yang akan datang.
5. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang
menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengelolaan lingkungan hidup
merupakan penaggulangan dampak negatif kegiatan manusia yang bertujuan
untuk meningkatkan mutu lingkungan. Dengan telah ditentukannya tujuan
pengelolaan lingkungan hidup maka tugas selanjutnya ialah menetukan strategi,
kebijaksanaan dan langkah/ taktik pengelolaan lingkungan hidup. Strategi dalam
hal ini adalah haluan dalam garis besar sedang kebijaksanaan adalah upaya
atau tindakan umum untuk mencapai tujuan, langkah atau taktik adalah upaya
terinci untuk mencapai tujuan yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi
setempat.
Perlindungan lingkungan yang bertujuan memperoleh kualitas lingkungan yang
baik, baik sekarang maupun yang akan datang, memerlukan usaha yang
sungguh-sungguh terutama dalam hal :
1. Inventarisasi situasi lingkungan sekarang
2. Lembaga serta organisasi yang khusus menangani masalah lingkungan baik
di pusat maupun di daerah terutama menentukan penyimpangan, denda,
kepada siapa denda harus dibayar, serta yang membuat laporan tahunan situasi
kualitas lingkungan per tahun.
3. Cara penyelesaian soal secara ilmiah, terencana dan politis
4. Evaluasi terus-menerus terhadap program-program lingkungan serta
persyaratan-persyaratan pembangunan proyek-proyek yang harus memenuhi
atau mengajukan laporan, selain dampak sosial ekonomis proyek, juga dampak
proyek pada lingkungan hidup.

Berbagai kebijaksanaan yang baik untuk mengelola lingkungan hidup dapat


ditempuh dan ditujukan pada keadaan udara, air, tanah serta segala racun di
dalam lingkungan.
Kebijaksanaan Lingkungan
Sementara ini telah diundangkan Undang-undang RI No. 23 tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk menggantikan Undang-undang No. 4 tahun
1982. Undang-undang inilah yang akan menjadi pokok dasar tolak undang-
undang lain, peraturan pelaksanannya serta kebijaksanaan pemerintah.
Untuk dapat menilai apakah kebijaksanaan itu cukup baik atau tidak tergantung
pada apakah kebijaksanaan tersebut memenuhi kriteria tertentu. Kriteria
menilai kebijaksanaan terhadap lingkungan tersebut adalah :
1. Kebijaksanaan harusa dapat diandalkan (dependable) artinya kebijaksanaan
itu harusa dapat dipercaya dalam hal mencapai tujuan yang telah digariskan
dan kebijaksanaan tersebut dapat dilaksanakan secara pasti dan otomatis.
2. Kebijaksanaan yang baik itu sedapat mungkin dapat diperlakukan secara
permanen dan dapat disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.
3. Kebijaksanaan harus mengarah kepada pemerataan.
4. Kebijaksanaan harus dapat mendorong orang untuk berusaha secara
maksimum.
5. Kebijaksanaan harus mengarah ke efisiensi.
6. Kebijaksanaan itu baik bila terdapat penerimaan suka rela dari pihak-pihak
yang bersangkutan.

Teknik Penilaian Dampak Pembangunan Terhadap Lingkungan


Ada empat segi pendekatan / teknik penilaian dampak pembangunan terhadap
lingkungan yaitu :
A. Segi Manfaat
B. Segi Biaya
C. Teknik Input-Output
D. Programasi Linier

A. Segi Manfaat
Dari segi manfaat ada empat pendekatan :
1. Teknik Nilai Pasar / Produktivitas
Teknik ini biasanya dipakai untuk meneliti pengaruh pembangunan sistem alami
seperti pada perikanan, kehutanan, pertanian; pengaruh pada sistem yang
dibangun manusia yaitu gedung, jembatan, bahan; juga pengaruh pada produk
di sektor produsen dan rumah tangga.
Kualitas lingkungan disini adalah faktor produksi. Perubahan dalam kualitas
lingkungan menjurus pada perubahan dalam produktivitas dan biaya produksi,
sehingga harga-harga serta tingkat hasil juga berubah dan ini dapat diukur.

2. Pendekatan Pasar Pengganti (Surrogate Market)


Pendekatan ini dibagi dalam :
1) Barang-barang dan jasa-jasa lingkungan yang dapat dipasarkan.
Jasa lingkungan merupakan subtitut barang privat yang dapat dipasarkan.
Misalnya kolam renang swasta merupakan subtitut danau atau sungai, sehingga
manfaat tambahan penawaran jasa lingkungan mengakibatkan berkurangnya
pembelian barang privat.
2) Pendekatan Nilai Tanah
a) Pendekatan Nilai Milik
Nilai tanah atau milik dipakai untuk menentukan kesediaan orang untuk
membayar barang lingkungan, yaitu pemanfaatan nilai pasar untuk
mengestimasi secara tidak langsung suatu kurva permintaan barang lingkungan
sehingga dapat dihitung manfaat atau kerugian dari perubahan dalam kualitas
atau suplai di lingkungan tertentu.
b) Pendekatan Nilai Tanah Lainnya
Misalnya diadakan pemeliharaan barang-barang lingkungan untuk maksud
sejarah, pendidikan, kebudayaan, ilmiah dan lain-lain; terutama untuk generasi
mendatang.

3) Pendekatan Selisih Upah


Seperti diketahui upah tergantung pada permintaan dan penawaran terhadap
tenaga kerja. Secara teoritis permintaan terhadap tenaga kerja tergantung pada
produk fisik marjinal (marginal physical product) tenaga kerja, sedang
penawaran tenaga kerja tergantung pada kondisi kerja dan kondisi hidup. Oleh
karena itu pengendalian polusi udara, perbaikan keindahan atau amenities kota
dan pengurangan resiko kesehatan akan mempertinggi tingkat upah di kota-
kota. Dengan demikian jelas perbaikan lingkungan akan berpengaruh besar
pada tingginya upah.
4) Pendekatan Berdasarkan Biaya Perjalanan / Bepergian
Pendekatan ini dipakai untuk menilai barang-barang yang underpriced atau
dinilai terlalu rendah, misalnya untuk mencari nilai kurva permintaan barang-
barang rekreasi. Biasanya makin tinggi penghasilan seseorang makin besar
permintaan terhadap barang rekreasi.

3. Pendekatan Pemanfaatan Data Litigasi (Acara, Proses) atau Kompensasi


Dengan acara pengendalian atau proses perhitungan ganti rugi atau
kompensasi/pampasan dibayarkanlah kepada mereka yang menderita rugi atau
kerusakan, sejumlah uang agar mereka menyerahkan hak terhadap barang
lingkungan. Misalnya saja untuk penangkapan ikan di Cilacap diberikan ganti
rugi sebesar rata-rata keuntungan tahunan mereka dibagi dengan tingkat bunga
yang berlaku agar mereka menyerahkan hak menangkap ikan mereka di daerah
yang tercemar oleh pabrik-pabrik di industrial estate Cilacap.

4. Pendekatan dengan Menggunakan Teknik Survey


Teknik ini ada 2 macam yang semuanya berdasarkan wawancara di lapangan:
a) Wawancara kemauan membayar atau menerima kompensasi atau pampasan
yang terdiri atas :
1) Pendekatan Tawar Menawar
Asumsi pada pendekatan tawar-menawar ini ialah bahwa harga barang-barang
atau jasa berbeda tergantung pada perubahan dalam jumlah kualitas yang
disuplai.
Orang ditanya untuk menilai kelompok-kelompok yang terdiri dari berbagai
barang dan jasa. Pernilaian didasarkan pada kesediaan orang untuk membayar
sekelompok barang yang lebih baik atau kesediaan menerima pembayaran bila
diperoleh barang dan jasa yang lebih inferior.
2) Konsep Alokasi Anggaran
Konsep alokasi anggaran pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari konsep
tawar-menawar. Hanya saja disini digunakan gambar- gambar menarik dan
responden diminta untuk memilih tempat-tempat mana yang ia lebih senangi
dari tempat-tempat lain dan seberapa besar anggaran yang ia bersedia untuk
menyediakan demi kepergian ke tempat yang ia senangi itu.
B. Segi Biaya
Dari segi biaya teknik / penilaian dibagi ke dalam :
1. Teknik Analisis Biaya, terdiri dari :
1.1 Teknik Pengeluaran Preventif
Teknik Pengeluaran Preventif mengestimasi nilai minimum kualitas lingkungan
berdasarkan kesediaan orang mengeluarkan biaya untuk menghilangkan atau
paling tidak mengurangi akibat buruk lingkungan.
1.2 Pendekatan Biaya Ganti
Pendekatan Biaya Ganti misalnya diterapkan pada kasus konservasi tanah
pegunungan. Nilai barang lingkungan yang dikonversi adalah sebesar usaha
melindungi tanah tersebut dari erosi dengan cara menutup tanah dengan alat
pelindung tertentu. Nilai tanah kemudian terdiri dari nilai atau harga pelindung
dan kebaikan atau manfaat yang diperoleh dari ditiadakannya banjir di bagian-
bagian bawah.

1.3 Pendekatan Proyek Bayangan


Pendekatan dengan berdasarkan pada Proyek Bayangan dilaksanakan dengan
mengemukakan secara hipotesis suatu proyek yang dapat ditanggulangi
persoalannya dengan berbagai alternative bayangan.
2. Teknik Analisis Keefektifan Biaya
Analisis keaktifan biaya juga hamper sama. Misalnya mengurangi SO dapat
dengan berbagai cara, yaitu dengan meninggikan cerobong asap, menggunakan
batubarayang baik, beralih memanfaatkan BBM dengan sulfur rendah, dan lain-
lain. Berapa masing-masing biayanya. Mana yang paling dapat
dipertanggungjawabkan dalam rangka mengurangi SO sampai mendekati angka
nol lb/kwh dengan biaya yang dapat ditenggang.

C. Teknik Input-Output
Teknik Input-Output yang dikembangkan oleh Wassily Leontief itu dapat
diterapkan pada masalah yang berhubungan dengan kualitas lingkungan. Data
yang perlu ada misalnya berhubungan dengan variabel kualitas lingkungan
seperti tata guna tanah, emisi SOx dan emisi debu pada misalnya sector-sektor
pertanian, usaha pengolahan dan jasa.
Jadi dengan teknik input-output dapat dicari dampak pembangunan terhadap
lingkungan. Tetapi penggunaan teknik ini mengandung berbagai batasan.

D. Teknik Programasi Linier


Teknik Programasi Linier juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan kualitas
lingkungan. Misalkan saja, di suatu daerah dihasilkan tenaga listrik sebesar
2.000 MW dan terdapat wisatawan sebanyak 1.500 orang dari suatu keadaan
dimana diperlukan dana investasi sebesar Rp 900 juta dan tenaga kerja
sebanyak 500 orang untuk suatu proyek; serta diketahui bahwa setiap MW
tenaga listrik (x1) memerlukan Rp 300.000,00 investasi dan tenaga kerja
sebanyak 1 orang dan lagi setiap wisatawan (x2) memerlukan investasi sebesar
Rp 200.000,00 dan pelayanan sebanyak 2 orang.

Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan.

Sejak awal, manusia merupakan subjek sekaligus objek dalam perjalanan


hidupnya guna mendapatkan kesejahteraan. Manusia membuat, menciptakan,
mengerjakan, dan memperbaiki berbagai hal yang di tunjuk untuk kepentingan
hidupnya. Di Negara penduduk merupakan salah satu modal dasar
pembangunan. Sebagai modal dasar atau asset pembangunan, penduduk tidak
hanya sebagai sasaran pembangunan, tetapi juga merupakan pelaku
pembangunan.
Hal yang berkaitan dengan penduduk Negara meliputi;
A. Aspek kualitas penduduk, mencangkup tingkat pendidikan,keterampilan, etos
kerja, dan kepribadian.
B. Aspek kuantitas penduduk yang mencangkup jumlah penduduk,
pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap
wilayah Negara ( Winarno, 2007)
Lingkungan alam seperti tanah, dirombak untuk menampung berbagai fasilitas
kebutuhan manusia. Misalnya, perumahan dan fasilitas lain seperti pelayanan
kesehatan, pendidikan, hiburan, pasar, jalan, saluran, dan lain-lain. Air tidak
hanya di manfaatkan untuk kebutuhan makan dan minum, tetapi juga sebagai
sarana rekreasi seperti taman, kolam, dan air mancur air jaga untuk pembangkit
listrik.
Tidak jarang, perombakan lingkungan berakibatkan pada kerusakan lingkungan
itu sendiri. Lingkungan telah kehilangan daya dukung lingkungan sebagai akibat
tindakan manusia yang berlebihan. Contohnya, pembangunan perumahan dan
vila-vila di lereng pegunungan telah mengakibatkan banjir besar pada daerah di
bawahnya. Jadi, jumlah penduduk semakin besar menyebabkan pemukiman
yang terus berkembang dan akhirnya berpengaru besar pula terhadap
lingkungan
Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang
memberikan dampak negative, yaitu kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan
lingkungan hidup merupakan problema besar yang di alami umat manusia
sekarang ini. Bahkan, isu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.

KESIMPULAN
Dapat kita simpulkan bahwasanya kita sebagai mahluk hidup harus dapat
menjaga dan merawat lingkungan karna sudah kita ketahui banyak bahaya yang
dapat terjadi apabila kita tidak merawat lingungan seperti:
1. pencemaran lingkungan yang mencangkup pencemaran udara, pencemaran
air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
2. Masalah kehutanan, seperti penggundulan hutan, pembalaan hutan, dan
kebakaran hutan. Erosi dan banjir.
3. Erosi dan banjir.
4. Tanah longsor, kekeringan, dan abrasi pantai
5. Menipisnya lapisan ozon dan efek rumah kaca.
6. Penyakit yang di sebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti gatal-gatal,
batuk, infeksi saluran pernafpasan, diare, dan tipes.
Oleh karena itu kita sebagai mahluk hidup harus menjaga dan melestarikan
lingkungan supaya bahaya itu tidak terjadi. Berkaitan dengan itu, maka
lingkungan perlu di kelola secara baik dan benar demi kemajuan dan
kesejahteraan rakyat Indonesia. Pengelolaan Lingkungan hidup adalah upaya
terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi
kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan,
pemulihan dan pengendalian Lingkungan hidup.

Daftar Pustaka
1. Reksohadiprodjo, S., 1988, Modul UT. Ek. Lingkungan, Penerbit Karunika
Jakarta.
2. Suparmoko, M., 1995, Ek. Sumber Daya Alam & Lingkungan, Pusat Antar
Universitas Studi Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
3. Reksohadiprodjo, S., 1998, Ekonomi Lingkungan (Suatu Pengantar), BPFE,
Yogyakarta.
4. Sugiharto, T., Ed. April 1999 nomor 1 th VII, Majalah Ilmiah Ekonomi &
Komputer, Universitas Gunadarma.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam
seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di
dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana
menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu
yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak
bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik
adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-
organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atauekologi. Ilmu lingkungan adalah
cabang dari ilmu biologi.

Daftar isi
[sembunyikan]

1 Konsep lingkungan di Indonesia

2 Kerusakan lingkungan hidup

3 Upaya pelestarian

4 Kelembagaan

Konsep lingkungan di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup". Misalnya dalam Undang-Undang
no. 23 tahun 1997 tentangPengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan
perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lain.A.F.A Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang
ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta
saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya.

Pada suatu lingkungan terdapat dua komponen penting pembentukannya sehingga menciptakan
suatu ekosistem yakni komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik pada lingkungan
hidup mencakup seluruh makluk hidup di dalamnya, yakni hewan, manusia, tumbuhan, jamur dan
benda hidup lainnya. sedangkan komponen abiotik adalah benda-benda mati yang bermanfaat bagi
kelangsungan hidup makhluk hidup di sebuah lingkungan yakni mencakup tanah, air, api, batu,
udara, dan lain sebaiganya.

Pengertian lingkungan hidup yang lebih mendalam menurut No 23 tahun 2007 adalah kesatuan
ruang dengan semua benda atau kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya ada manusia dan
segala tingkah lakunya demi melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun
mahkluk hidup lainnya yang ada di sekitarnya.

Kerusakan lingkungan hidup[sunting | sunting sumber]

Kerusakan pada lingkungan hidup terjadi karena dua faktor baik fator alami ataupun karena tangan-
tangan jahil manusia. Pentingnya lingkungan hidup yang terawat terkadang dilupakan oleh manusia,
dan hal ini bisa menjadikan ekosistem serta kehidupan yang tidak maksimal pada lingkungan
tersebut.

Berikut beberapa faktor secara mendalam yang menjadikan kerusakan lingkungan hidup.

Faktor alami

Banyaknya bencana alam dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab terjadinya kerusakan
lingkungan hidup. Bencana alam tersebut bisa berupa banjir, tanah longsor, tsunami, angin puting
beliung, angin topan, gunung meletus, ataupun gempa bumi. Selain berbahaya bagi keselamatan
manusia maupun mahkluk lainnya, bencana ini akan membuat rusaknya lingkungan.

Faktor buatan

Manusia sebagai makhluk berakal dan memiliki kemampuan tinggi dibandingkan dengan makhluk
lain akan terus berkembang dari pola hidup sederhana menuju ke kehidupan yang modern. Dengan
adanya perkembangan kehidupan, tentunya kebutuhannya juga akan sangat berkembang termasuk
kebutuhan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Kerusakan lingkungan karena faktor manusia bisa berupa adanya penenbangan secara liar yang
menyebabkan banjir ataupun tanah longsor, dan pembuangan sampah di sembarang tempat
terlebih aliran sungai dan laut akan membuat pencemaran.

Upaya pelestarian[sunting | sunting sumber]

Penanaman kembali hutan yang gundul

Pencegahan terhadap buang sampah dan limbah di sembarang tempat


Pemberian sanksi ketat terhadap pelaku pencemar lingkungan

Menghentikan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan

Peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian tanah, air, udara dan
lingkungan

Kelembagaan[sunting | sunting sumber]

Secara kelembagaan di Indonesia, instansi yang mengatur masalah lingkungan hidup


adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (dulu: Menteri Negara Kependudukan dan
Lingkungan Hidup) dan di daerah atau provinsi adalah Bapedal. Sedangkan di Amerika Serikat
adalah EPA (Environmental Protection Agency). Selain itu, Pada 31 Agustus 2013, presiden
Republik Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No 62/2013
membentuk Badan Pengelola REDD+ (Reduksi Emisi dan Deforestasi dan Degradasi Hutan. [1]

http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan