Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan hidayah yang tiada hentinya kepada kita semua. Sehingga kami berhasil
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya dengan judul Andai Saya Menjadi Sekjen
ASEAN : Apa yang Akan Saya Lakukan Dalam Menciptakan Integrasi ASEAN. Makalah
ini disusun sebagai tugas mata kuliah Regionalisme.

Pada makalah ini dibahas mengenai visi misi apa yang akan saya lakukan jika suatu
saat nanti saya menjadi sekjen ASEAN. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Terimakasih kepada dosen
pembimbing DR. Agus Subagyo, S.IP,. M.Si yang senatiasa membimbing kami dalam
pembuatan makalah ini. Makalah ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan
bagi pembaca lainnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. aamin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cimahi, Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI
1
Kata Pengantar.........................................................................................................................1

Daftar
Isi....................................................................................................................................2

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................3


1.2 Rumusan Masalah..................................................................................5
1.3 Teori yang Digunakan............................................................................5

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Definisi Sekertaris Jenderal..................................................................10

2.2 Tugas dan Fungsi Sekertaris Jenderal ASEAN....................................11

2.3 Andai saya menjadi Sekjen ASEAN : apa yang akan saya lakukan

dalam menciptakan integrasi ASEAN..................................................12

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan...........................................................................................17

Daftar Pustaka........................................................................................................................19

BAB 1

2
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara.


Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di
sekitarnya. Nama untuk kawasan ini pertama kali dipakai pada abad ke-20. ASEAN
(Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah oerganisasi geo-politik
dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini bertujuan
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosialm dan pengembangan
kebudayaan negara-negara anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat
regionalnya.

Terbentuknya ASEAN didasari oleh adanya kepentingan-kepentingan bersama


dan masalah-masalah bersama di Asia Tenggara. Dengan terbentuknya ASEAN
diharapkan akan memperkukuh ikatan solidaritas, terciptanya perdamaian, integrasi
kawasan, dan kerjasama yang saling menguntungkan diantara negara-negara anggota
ASEAN.

ASEAN telah mengalami banyak perubahan serta perkembangan positif dan


signifikan yang mengarah pada pendewasaan ASEAN. Kerjasama ASEAN kini
menuju tahapan baru yang lebih integrasi dan berwawasan ke depan dengan akan
dibentuknya Komunitas ASEAN (ASEAN Community) pada tahun 2015. Hal ini
diperkuat dengan disahkannya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang secara khusus
akan menjadi landasan hukum dan landasan jati diri ASEAN ke depannya.

Integrasi, baik integrasi ekonomi, integrasi politik, atau pun integrasi sosial
negara-negara dalam saru kawasan (regional) atau regionalisme, tampaknya telah
menjadi cara yang ditempuh oleh tiap negara atau kumpulan negara dalam satu
kawasan saat ini sebagai upaya untuk menghadapi globalisasi dan liberalisasi dunia.
Namun gejala atau fenomena regionalisme sebenarnya bukan hal yang baru terjadi
saat ini saja, jika kita melihat sejarah, gejala pertumbuhan regionalisme telah dimulai
pada abad ke-19.

3
Pembentukan Komunitas ASEAN diawali dengan komitmen para pemimpin
ASEAN dengan ditandatanganinya ASEAN Vision 2020 di Kuala Lumpur pada tahun
1997 yang mencita-citakan ASEAN sebagai suatu komunitas yang berpandangan
maju, hidup dalam lingkungan yang damai, stabil dan makmur, dipersatukan oleh
hubungan kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan masyarakat yang saling
peduli. Tekad untuk membentuk Komunitas ASEAN kemudian dipertegas lagi pada
KTT ke-9 ASEAN di Bali pada tahun 2003 dengan ditandatanganinya ASEAN
Concord II. ASEAN Concord II yang menegaskan bahwa ASEAN akan menjadi
sebuah komunitas yang aman, damai, stabil, dan sejahtera pada tahun 2020.

Namun, pada KTT ke-12 ASEAN di Cebu, Filipina pada Januari 2007,
komitmen untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dipercepat dari tahun 2020 menjadi
tahun 2015 dengan ditandatanganinya Cebu Declaration on the Acceleration of the
Establishment of an ASEAN Community by 2015. Tujuan dari pembentukan
Komunitas ASEAN adalah untuk lebih mempererat integrasi ASEAN dalam
menghadapi perkembangan konstelasi politik internasional. ASEAN menyadari
sepenuhnya bahwa ASEAN perlu menyesuaikan cara pandangnya agar dapat lebih
terbuka dalam menghadapi permasalahan-permasalahan internal dan eksternal.

Negara-negara ASEAN menyadari perlunya meningkatkan solidaritas,


kohesivitas dan efektifitas kerjasama. Kegiatan kerjasama dalam ASEAN tidak lagi
hanya terfokus pada kerjasama ekonomi namun juga harus didukung oleh kerjasama
lainnya di bidang keamanan dan sosial budaya. Untuk menjaga keseimbangan itu,
pembentukan Komunitas ASEAN 2015 berlandaskan pada 3 pilar, yaitu :

1. Komunitas Keamanan ASEAN (ASEAN Security Community)


2. Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community)
3. Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Socio-Cultural Community)

Namun demikian, masih terdapat berbagai macam tantangan yang dihadapi


ASEAN. ASEAN harus dapat melakukan berbagai penyesuaian seiring dengan
adanya perkembangan yang pesat di bidang politik, keamanan, ekonomi, sosial
budaya, teknologi dan pengetahuan serta bidang-bidang lainnya yang terjadi di
negara-negara di luar kawasan Asia Tenggara. Dan mari kita lihat bagaimana untuk
menjawab tantangan-tantangan yang muncul melalui kacamata Sekertaris Jenderal

4
ASEAN. Bagaimana seorang Sekertaris Jenderal ASEAN dalam menciptakan
integrasi ASEAN.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis paparkan sebelumnya, maka


penulis dapat menentukan beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :

1. Apa itu Sekjen ASEAN?


2. Apa saja tugas dan fungsi Sekjen ASEAN?
3. Andai saya menjadi Sekjen ASEAN : apa yang akan saya lakukan dalam
menciptakan integrasi ASEAN?

1.3 Teori yang Digunakan

Saya menggunakan teori integrasi dalam teori Ilmu Hubungan Internasional.


Integrasi merupakan istilah yang cukup familiar dalam studi hubungan internasional.
Fenomena intergrasi ini telah menjadi perhatian sejak berabad-abad yang lalu. Dua
perang besar membawa perhatian yang lebih besar terhadap masalah integrasi antara
negara.

Studi mengenai integrasi didasarkan kepada asumsi yang diantaranya :

1. Permusuhan antara manusia atau negara akan berakhir jika mereka memiliki
kesamaan.
2. Terdapat cross pressure penghalang timbulnya konflik, pihak-pihak terkait akan
dihadapkan pada banyak isu.
3. Adanya pengendalian kolektif terhadap konflik (adanya pemerintahan).
4. Adanya perkembangan bidang kerjasama dari bidang isu sempit, non strategis,
non ideologis kepada kerjasama yang lebih signifikan dan mendalam.

Dalam konsep integritas terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan


institusional, yaitu integrasi sebagai pembentukan badan politik, adanya badan yang
mewadahi kesetiaan, harapan dan kegiatan politik dari bagian-bagian yang
membentuknya serta integrasi behavioral, yaitu integrasi adalah tindakan kolektif
untuk menyelesaikan permasalahan bersama, menitik beratkan kepada perilaku atau
sikap dibandingkan dengan kehadiran dari sebuah badan atau istitusi sebagai wadah
integrasi tersebut. Meskipun terdapat dua perbedaan pendekatan namun keduanya
tidak memiliki pertentangan yang cukup signifikan.

5
Dengan adanya integritas merupakan sebagai tindakan kolektif untuk
menyelesaikan permasalahan bersama. Dunia modern bergerak secara perlahan kearah
pembentukkan komunitas dunia, walaupun meski bukan berbentuk pemerintahan
dunia (world government). Peningkatan teknologi komunikasi dan transportasi akan
meningkatkan pemahaman mengenai masyarakat diluar sana. Tidak dilakukan oleh
manusia secara parsial namun harus secara massive.

Pertentangan terjadi dalam tataran keberhasilan ruang lingkup integrasi, yaitu


integrasi hanya mungkin dilakukan pada tataran regional atau intergrasi dapat
dilakukan pada tataran global. Secara umum integrasi dapat diartikan sebagai
membentuk bagian-bagian menjadi suatu kesatuan.

Definisi Integritas menurut para ahli, yaitu :

Ernest Hass, mengatakan bahwa integrasi merupakan sebuah proses dimana aktor-
aktor politik dibeberapa wilayah nasional terdorong untuk memindahkan
kesetiaan, harapan, dan kegiatan politik mereka ke suatu pusat baru yang
lembaga-lembaganya memiliki atau menuntut juridiksi atas negara-negara
nasional yang ada sebelumnya.

Definisi ini didasarkan kepada pendekatan institusional karena merujuk kepada


kehadiran dari adanya badan yang mewadahi kesetiaan, harapan dan kegiatan
politik dari bagian-bagian yang membentuknya.

Karl Deutsch, mendefinisikan integrasi dalam konteks komunitas keamanan


dimana komunitas keamanan adalah suatu komunitas politik yang didalamnya
terdapat jaminan nyata bahwa para anggota-anggota komunitas tersebut tidak akan
saling berperang, tetapi akan menyelesaikan pertikaian mereka dengan cara-cara
damai.

Definisi ini lebih didasarkan kepada pendekatan behaviral karena menitik


beratkan kepada perilaku atau sikap dibandingkan dengan kehadiran dari sebuah
badan/ institusi sebagai wadah integrasi tersebut.

6
Definisi dari integrasi membawa kita memahami bahwa integrasi adalah
sebuah hierarkis. Satu tahapan integrasi akan membawa kepada tahapan integrasi
berikutnya. Joseph Nye, melihat hal tersebut dengan memecah konsep integrasi
menurut bidang-bidangnya (ekonomi, sosial, dan politik). Penggunaan konsep
integrasi saling berkaitan tanpa harus diputuskan secara a priori mana yang lebih dulu
dan mana yang lebih mudah.

1. Integrasi Ekonomi

Tidak dapat dipungkiri bahwa ekonomi menjadi indikator penting dalam


mengukur integrasi. Validitas empiris dalam mengukur integrasi ekonomi ini
didapatkan dalam bentuk data kuantitatif yang berupa :

1. Interdependensi perdagangan : proporsi ekspor intra-regional terhadap ekspor


total di wilayah tersebut.

2. Jasa-jasa bersama yaitu total belanja tahunan yang dikelola bersama sebagai
presentasi GNP ( Pendapatan nasional ) setiap negara.

Meskipun interdependensi perdagangan sebenarnya bukan merupakan


indikator yang bagus untuk menunjukan sisi positif dari intergasi ekonomi.
Interdependensi perdagangan lebih dipengaruhi oleh ukuran ekonomi sebuah
negara. Pendapat ini melupakan fenomena yang terjadi di Eropa terkait dengan
integrasi ekonomi kawasan tsb. Hal yang perlu diperhatian dalam integrasi
ekonomi terkait dengan keseragaman ekonomi yang kemudian menyertai
interdependensi perdagangan (persamaan sistem ekonomi dan mata uang).

2. Integrasi Sosial

Menurut Nye, integrasi sosial merujuk kepada pertumbuhan komunikasi


dan transaksi ( sebagai contoh, yaitu perdagangan, surat menyurat, pariwisata
dsb ) yang melintasi batas-batas nasional. Hasilnya akan berwujud jaringan
hubungan antar unit-unit non pemerintah atau yang biasa disebut dengan
masyarakat transnasional. Transnasional adalah hubungan yang mem-by pass
yuridiksi pemerintah dalam proses lintas batas.

7
Integrasi sosial melibatkan kontak dan interaksi pribadi, tetapi belum tentu
melibatkan kesadaran akan interdependensi atau penerimaan akan tanggungjawab
resiprokal yang muncul akibat transaksi tersebut. Integrasi sosial harus dilihat dari
pelaku atau aktor sosial itu sendiri, yaitu integrasi sosial massa dan integrasi sosial
elite. Integrasi sosial massa diukur dengan indikator transaksi umum. Integrasi
sosial elite diukur dengan indikator kontak antar kelompok khusus atau elite.
Indikator integrasi sosial elite adalah presentase mahasiswa yang belajar ke luar
negeri tetapi masih berada dalam kawasan tersebut. Pertukaran mahasiswa intra-
region. Indikator integrasi sosial massa adalah adalah arus informasi intra-regional
( cetak dan elektronik ).

Carl Frederich menyebut integrasi sosial sebagai grass roots integration.


Indikatornya adalah kontak-kontak antar masyarakat dan lembaga dalam
masyarakat tersebut. Kerjasama antar universitas, perjalanan intra-regional,
keterkaitan antara kelompok bisnis dan buruh yang melintasi batas nasional.

3. Integrasi Politik

Integtrasi politik merupakan bentuk integrasi yang paling sulit untuk


dibuatkan indikator untuk mengukurnya. Namun meskipun demikian Joseph Nye
menawarkan sebuah konsep terkait dengan sistem politik transnasional yang
memiliki ciri-ciri :

1. Memiliki beberapa struktur institusional walaupun sederhana.

2. Terdapat interdependensi dalam perumusan kebijakan.

3. Terdapat perasaan identitas yang sama dan kewajiban timbal balik.

Inegrasi institusional adalah adanya sumbangan sumber daya manusia


yang efisien dalam menjalankan institusi tersebut. Integrasi kebijakan adalah
sampai sejauh mana suatu kelompok negara ketika membuat kebijakan bertindak
sebagai sebuah kelompok ( kepentingan individual atau akomodasi kepentingan
bersama ). Integrasi sikap, yaitu terkait dengan perasaan identitas dan komunitas
regional ( we feeling ).

8
Security Community merupakan kondisi dimana masing-masing negara
mengharapkan hubungan tanpa kekerasan satu dengan lainnya. Merupakan
indikator yang sulit untuk diukur, namun dapat digunakan untuk menjawab
pertanyaan apakah penciptaan organisasi ekonomi kawasan bisa mendorong
terbentuknya security community diantara negara-negara anggotanya. Dimana
jawabanya harus merujuk kepada studi kasus sehingga tidak dapat digeneralisir.

9
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Sekertaris Jenderal

Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967,


peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat
bersama. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN
dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan
kajian-kajian yang dibutuhkan. Sekretariat ini dikepalai atau dipimpin oleh seorang
Sekretaris Jenderal dan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.

Sekretaris Jenderal ASEAN diangkat oleh Sidang Menteri ASEAN. Jabatan


Sekjen ASEAN dijabat secara bergilir oleh setiap negara-negara anggota menurut
nama negara berdasarkan abjad. Masa jabatan seorang Sekretaris Jenderal adalah lima
tahun. Sekretaris Jenderal ASEAN bertanggung jawab kepada Sidang Menteri
manakala bersidang dan kepada Komite Tetap pada waktu-waktu lainnya. Selain itu,
Sekretaris Jenderal ASEAN bertanggung jawab atas pelaksanaan semua fungsi dan
tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya oleh Sidang Menteri ASEAN dan
Komite Tetap.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Sekertaris Jenderal ASEAN, dibantu


oleh empat orang wakil Sekertaris Jenderal dan Sekretariat ASEAN.

Berikut adalah nama-nama Sekretaris Jenderal ASEAN hingga saat ini:

Hartono Rekso Dharsono (Indonesia), 7 Juni 1976 - 18 Februari 1978


Umarjadi Notowijono (Indonesia), 19 Februari 1978 - 30 Juni 1978
Datuk Ali Bin Abdullah (Malaysia), 10 Juli 1978 - 30 Juni 1980
Narciso G. Reyes (Filipina), 1 Juli 1980 - 1 Juli 1982
Chan Kai Yau (Singapura), 18 Juli 1982 - 15 Juli 1984
Phan Wannamethee (Thailand), 16 Juli 1984 - 15 Juli 1986
Roderick Yong (Brunei Darussalam), 16 Juli 1986 - 16 Juli 1989
Rusli Noor (Indonesia), 17 Juli 1989 - 1 Januari 1993
Datuk Ajit Singh (Malaysia), 1 Januari 1993 - 31 Desember 1997
Rodolfo C. Severino (Filipina),1 Januari 1998 - 31 Desember 2002
Ong Keng Yong (Singapura), 1 Januari 2003 - 31 Desember 2007

10
DR. Surin Pitsuwan (Thailand), 1 Januari 2008 - 31 Desember 2012
Le Luong Minh (Vietnam), 1 Januari 2013 - 31 Desember 2017

2.2 Tugas dan Fungsi Sekertaris Jenderal ASEAN

Tugas yang diutamankan Sekjen ASEAN dalam masa bakti selama lima tahun
adalah memimpin, mengelola, dan mengawasi secara berhasil guna aktivitas
Sekretariat ASEAN dalam membantu, mengkoordinasikan dan menggelar semua
program aksi prioritas, diantaranya, yang khusus adalah pembangunan komunitas
ASEAN, rencana umum tentang konektivitas ASEAN, gagasan konektivitas ASEAN,
maupun semua program dan proyek untuk mempersempit kesenjangan dalam
perkembangan guna menjamim perkembangan yang berkesinambungan dan
berjangka panjang di semua negara anggota ASEAN.

Tugas dan Fungsi Sekretaris Jenderal ASEAN, yaitu :

1. Menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan tinggi ini sesuai dengan
ketentuan-ketentuan Piagam ASEAN dan instrumen-intrumen ASEAN yang
relevan, protokol-protokol, dan praktik-praktik yang berlaku.
2. Memfasilitasi dan memonitor perkembangan dalam pelaksanaan perjanjian-
perjanjian dan keputusan-keputusan ASEAN, dan menyampaikan laporan
tahunan mengenai hasil kerja ASEAN kepada KTT ASEAN.
3. Berpartisipasi dalam pertemuan-pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi
ASEAN, dewan-dewan komunitas ASEAN, dewan koordinasi ASEAN, dan
badan-badan kementrian sektoral ASEAN, serta pertemuan-pertemuan
ASEAN lain yang relevan.
4. Menyampaikan pandangan-pandangan ASEAN dan berpartisipasi dalam
pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak eksternal yang sesuai dengan
pedoman kebijakan yang telah disetujui dan mandat yang diberikan kepada
Sekretaris Jenderal.
5. Merekomendasi pengangkatan dan pengakhiran para Deputi Sekretaris
Jenderal kepada dewan koordinasi ASEAN untuk mendapat persetujuan.

2.3 Andai saya menjadi Sekjen ASEAN : apa yang akan saya lakukan

dalam menciptakan integrasi ASEAN

11
Kawasan Asia Tenggara secara geopolitik dan geoekonomi mempunyai nilai
strategis dan menjadi incaran bahkan pertentangan kepentingan negara-negara besar
paska Perang Dunia II. Dilatar belakangi perkembangan situasi di kawasan pada saat
itu, negara-negara Asia Tenggara menyadari perlunya dibentuk suatu kerjasama yang
dapat meredakan saling curiga sekaligus membangun rasa saling percaya serta
mendorong pembangunan di kawasan. Sebelum terbentuknya ASEAN tahun 1967,
negara-negara Asia Tenggara telah melakukan berbagai upaya untuk menggalang
kerjasama regional baik yang bersifat intra maupun ekstra kawasan.

Meredanya rasa saling curiga diantara negara-negara Asia Tenggara membawa


dampak positif yang mendorong pembentukan organisasi kerjasama kawasan.
Pertemuan-pertemuan konsultatif yang dilakukan secara intensif antara para Menteri
Luar Negeri Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand menghasilkan
rancangan Joint Declaration, yang antara lain mencakup kesadaran perlunya
meningkatkan saling pengertian untuk hidup bertetangga secara baik serta membina
kerjasama yang bermanfaat diantara negara-negara yang sudah terikat oleh pertalian
sejarah dan budaya.

Untuk menciptakan integrasi kawasan ASEAN saya menyadari akan


pentingnya upaya melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh rasa memiliki
(we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat
menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
ASEAN. Dengan demikian, diharapkan ASEAN tidak lagi menjadi forum kerjasama
para pejabat pemerintah negara-negara ASEAN atau kalangan elit tertentu, melainkan
dapat menjadi organisasi yang bertumpu pada masyarakat dan menjadi milik seluruh
masyarakat ASEAN dengan adanya sosialisasi, kerjasama-kerjasama dalam berbagai
bidang, dan lain-lain yang merupakan upaya untuk menumbuhkan rasa memiliki
tersebut.

Selain itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai


perkembangan kerjasama ASEAN maka saya akan mewajibkan kepada Direktorat
Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri, untuk memberikan informasi.
Penyebarluasan informasi mengenai ASEAN diantaranya dilakukan melalui
penerbitan buku, penyelenggaraan seminar, ceramah, diskusi, ASEAN Festival, dan

12
kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat membantu memberikan pemahaman mengenai
ASEAN kepada masyarakat.

Agar integrasi kawasan tercipta maka salah satu upayanya, yaitu berperan
secara aktif dalam mepromosikan kerjasama diantara rakyat di kawasan Asia
Tenggara. Lebih mempererat kerjasama di dalam keanggotaan ASEAN. Tidak hanya
antar kepala negara, tetapi masyarakat ASEAN membangun komunitas dan masa
depan bersama.

Dalam upaya menciptakan integrasi ASEAN, saya akan merangkul dan


mengajak semua negara-negara anggota ASEAN, bahwa negara-negara Asia Tenggara
lah yang sama-sama bertanggung jawab untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan
sosial budaya kawasan ini dan menjamin pembangunan nasional mereka yang
berlangsung secara damai dan progresif dan bahwa mereka telah bertekat untuk
menjaga stabilitas dan keamanan mereka dari campur tangan pihak luar dalam segala
bentuk manifestasinya demi memelihara identitas nasional mereka sesuai dengan cita-
cita dan aspirasi-aspirasi rakyat mereka.

Dalam menghadapi persengketaan diantara negara-negara anggota ASEAN,


saya akan mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai. Dan meningkatkan
komitmen dengan negara-negara anggota ASEAN untuk bersama-sama dan
bertanggung jawab secara kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan, dan
kemakmuran di kawasan Asia Tenggara.

Setiap negara yang merdeka merupakan negara yang memiliki kedaulatan


penuh atas negaranya, sehingga saya akan menegaskan kepada negara-negara anggota
ASEAN untuk meningkatkan komitmennya agar tidak mencampuri urusan dalam
negeri negaranegara anggota ASEAN lainnya, penghormatan terhadap hak setiap
Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan
eksternal, subversi, dan paksaan, serta menghormati perbedaan budaya, bahasa, dan
agama yang dianut oleh rakyat ASEAN, dengan menekankan nilai-nilai bersama
dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman, Berpegang teguh pada aturan-
aturan perdagangan multilateral dan rezim-rezim yang didasarkan pada aturan
ASEAN untuk melaksanakan komitmen-komitmen ekonomi secara efektif dan
mengurangi secara progresif ke arah penghapusan semua jenis hambatan menuju

13
integrasi ekonomi kawasan, dalam ekonomi yang digerakkan oleh pasar. Hal-hal
tersebut akan saya lakukan demi terciptanya integrasi kawasan di Asia Tenggara.

Dalam meciptakan integrasi kawasan baik secara eksternal maupun internal,


saya akan memperbanyak Traktar Persahabatan dan Kerjasama. Hal ini sangat penting
untuk menciptakan stabilitas politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.

Jika salah satu negara-negara anggota ASEAN tertimpa musibah atau bencana,
saya atas nama ASEAN akan mendukung sepenuhnya negara tersebut. Saya akan
membawa ASEAN untuk berdiri dari pundak ke pundak dalam memulihkan harapan
masyarakat dari negara yang terkena musibah. Memberikan bantuan semaksimal
mungkin baik bantuan fisik maupun psikis. Dukungan tersebut bergantung pada apa
yang dibutuhkan oleh negara yang terkena bencana tersebut. Hal ini saya lakukan agar
kami negara-negara anggota ASEAN lainnya dapat secara bersama-sama membantu
untuk meringankan beban penderitaan negara sahabat yang terkena musibah.

ASEAN memerlukan satu lingkungan yang stabil dan damai untuk


menggelarkan secara sukses tugas-tugas yang telah dikeluarkan. Seorang Sekjen harus
memperhatikan dan mendorong pelaksanaan semua patokan tentang perilaku pada
latar belakang kawasan mengalami banyak perkembangan rumit. Untuk
mempertahankan perdamaian, kestabilan, dan menghapuskan semua ancaman
instabilitas, maka saya akan selalu menegaskan kepada negara-negara anggota
ASEAN untuk adanya penjamin pelaksanaan perjanjian Asia Tenggara tanpa ada
senjata nuklir. Perjanjian tersebut adalah South-East Asia Nuclear Weapon Free Zone
(SEANWFZ) Treaty ditandatangani di Bangkok pada tanggal 15 Desember 1995 dan
telah diratifikasi oleh seluruh negara ASEAN. Traktat ini mulai berlaku pada tanggal
27 Maret 1997. Pembentukan SEANWFZ menunjukkan upaya negara-negara di Asia
Tenggara untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas kawasan baik regional
maupun global, dan dalam rangka turut serta mendukung upaya tercapainya suatu
pelucutan dan pelarangan senjata nuklir secara umum dan menyeluruh.

Traktat SEANWFZ ini disertai protokol yang merupakan suatu legal


instrument mengenai komitmen negara ASEAN dalam upayanya memperoleh
jaminan dari negara yang memiliki senjata nuklir (Nuclear Weapon State/NWS)
bahwa mereka akan menghormati Traktat SEANFWZ dan tidak akan menyerang
negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, negara-negara ASEAN dan NWS

14
masih mengupayakan finalisasi formulasi beberapa masalah yang diatur dalam
Protokol dimaksud. Penandatanganan Traktat SEANWFZ merupakan tonggak sejarah
yang sangat penting bagi ASEAN dalam upaya mewujudkan kawasan Asia Tenggara
yang aman dan stabil, serta bagi usaha mewujudkan perdamaian dunia.

Sejak dibentuknya ASEAN sebagai organisasi regional pada tahun 1967,


negara-negara anggota telah meletakkan kerjasama ekonomi sebagai salah satu
agenda utama yang perlu dikembangkan. Pada awalnya kerjasama ekonomi
difokuskan pada program-program pemberian preferensi perdagangan (preferential
trade), usaha patungan (joint ventures), dan skema saling melengkapi
(complementation scheme) antar pemerintah negara-negara anggota maupun pihak
swasta di kawasan ASEAN, seperti ASEAN Industrial Projects Plan (1976),
Preferential Trading Arrangement (1977), ASEAN Industrial Complementation
scheme (1981), ASEAN Industrial Joint-Ventures scheme (1983), dan Enhanced
Preferential Trading arrangement (1987). Pada dekade 80-an dan 90-an, ketika
negara-negara di berbagai belahan dunia mulai melakukan upaya-upaya untuk
menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi, negara-negara anggota ASEAN
menyadari bahwa cara terbaik untuk bekerjasama adalah dengan saling membuka
perekonomian mereka, guna menciptakan integrasi ekonomi kawasan.

Dengan adanya konflik Laut China Selatan saat ini, yang melibatkan beberapa
anggota dari ASEAN, yaitu Vietnam, Filiphina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Dalam menghadapi konflik ini, saya akan lebih mempererat dan menyatukan negara-
negara anggota ASEAN, mengupayakan agar tetap bersama tidak akan terpecah oleh
tekanan pihak luar maupun oleh perbedaan pendapat di internal mengenai sengketa
Laut China Selatan. Berusaha untuk mencapai kesepakatan yang lebih tinggi dan
menyatukan keyakinan diantara negara-negara anggota ASEAN serta akan membuat
ASEAN menjadi lebih gesit dan efektif dalam menghadapi kekuatan luar. Negara-
negara anggota ASEAN harus melakukan survei lansekap, wilayah dan perairan itu
dengan sangat hati-hati, karena hal ini bisa menjadi isu kontroversi, supaya kita
mampu menghindari atau mengecilkan dampaknya.

Selain itu, saya akan membawa ASEAN agar tetap berpegang teguh pada
kebijakan diplomatik yang merdeka, mandiri, nertal dalam artian non blok, berupaya
meningkatkan kesatuan intern, menyelesaikan konflik regional agar Asia Tenggara

15
tetap stabil dan tidak tergoyahkan semangat persatuan dan kesatuannya, dari
pertentangan kerjasama, kemiskinan, dan lain sebagainya. Dan menjadikan ASEAN
semakin menjadi kekuatan penting demi mendorong perdamaian dan perkembangan
regional. ASEAN membentuk pula Pola ASEAN yang mempunyai ciri khas dalam
perkembangan dirinya dan pergaulan dengan dunia luar. Pola ASEAN ini menjadi
norma yang diakui ASEAN dan negara mitra ASEAN, memainkan peranan khas demi
memelihara kestabilan regional dan mendorong perkembangan regional. Dalam upaya
menciptakan integrasi di kawasan Asia Tenggara, saya akan membawa ASEAN untuk
lebih berperan aktif dalam membantu pembangungan negara-negara anggota ASEAN.
Dan saya akan menegaskan keberadaan ASEAN ke seluruh penjuru dunia.

16
BAB 3

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Definisi dari integrasi membawa kita memahami bahwa integrasi adalah


sebuah hierarkis. Satu tahapan integrasi akan membawa kepada tahapan integrasi
berikutnya. Dalam konsep integritas terdapat dua pendekatan, yaitu pendekatan
institusional, yaitu integrasi sebagai pembentukan badan politik, adanya badan yang
mewadahi kesetiaan, harapan dan kegiatan politik dari bagian-bagian yang
membentuknya serta integrasi behavioral, yaitu integrasi adalah tindakan kolektif
untuk menyelesaikan permasalahan bersama, menitik beratkan kepada perilaku atau
sikap dibandingkan dengan kehadiran dari sebuah badan atau istitusi sebagai wadah
integrasi tersebut.

Dalam dasawarsa pertama sejak berdirinya ASEAN pada tahun 1967,


peningkatan program kerjasama telah mendorong didirikannya sebuah sekretariat
bersama. Sekretariat ini berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN
dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN serta melakukan
kajian-kajian yang dibutuhkan. Sekretariat ini dikepalai atau dipimpin oleh seorang
Sekretaris Jenderal dan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.

Tugas yang diutamankan Sekjen ASEAN dalam masa bakti selama lima tahun
adalah memimpin, mengelola, dan mengawasi secara berhasil guna aktivitas
Sekretariat ASEAN dalam membantu, mengkoordinasikan dan menggelar semua
program aksi prioritas, diantaranya, yang khusus adalah pembangunan komunitas
ASEAN, rencana umum tentang konektivitas ASEAN, gagasan konektivitas ASEAN,
maupun semua program dan proyek untuk mempersempit kesenjangan dalam
perkembangan guna menjamim perkembangan yang berkesinambungan dan
berjangka panjang di semua negara anggota ASEAN.

17
Untuk menciptakan integrasi kawasan ASEAN saya menyadari akan
pentingnya upaya melibatkan masyarakat ASEAN sehingga tumbuh rasa memiliki
(we feeling) terhadap ASEAN. ASEAN harus memfokuskan dirinya untuk dapat
menjalin kerjasama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
ASEAN.

Dalam upaya menciptakan integrasi ASEAN, saya akan merangkul dan


mengajak semua negara-negara anggota ASEAN, bahwa negara-negara Asia Tenggara
lah yang sama-sama bertanggung jawab untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan
sosial budaya kawasan ini dan menjamin pembangunan nasional mereka yang
berlangsung secara damai dan progresif dan bahwa mereka telah bertekat untuk
menjaga stabilitas dan keamanan mereka dari campur tangan pihak luar dalam segala
bentuk manifestasinya demi memelihara identitas nasional mereka sesuai dengan cita-
cita dan aspirasi-aspirasi rakyat mereka. Dan saya akan menegaskan keberadaan
ASEAN ke seluruh penjuru dunia.

18
DAFTAR PUSTAKA

Slide perkuliahan Teori Integrasi mata kuliah Teori Ilmu Hubungan Internasional oleh Angga
Nurdin, S.IP., M.A

http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/128624-T%2026761-Proses%20negosiasi-Pendahuluan.pdf

http://adelinakurniasari.blogspot.co.id/2013/03/makalah-asean.html

http://kakauciha.blogspot.co.id/2012/03/sekjen-asean.html

http://oktaviakurni4.blogspot.co.id/2013/10/ips-kelas-vi-asean.html

http://princess-thedreams.blogspot.co.id/2010/05/blog-post.html

http://www.voaindonesia.com/content/sekjen-asean-desak-persatuan-soal-laut-cina-
selatan/1446921.html

http://www.satuharapan.com/read-detail/read/sekjen-asean-dalam-usia-46-tahun-asean-ingin-
tegaskan-posisinya-di-mata-dunia

http://indonesian.china.com/news/asia/985/20150916/462915.html

19

Anda mungkin juga menyukai