Anda di halaman 1dari 8

BAB 2 FUNGSI DAN LATAR BELAKANG MUSIK

BAB 2

FUNGSI DAN LATAR BELAKANG MUSIK

A. LATAR BELAKANG MUSIK

1. Pengertian Umum Musik

Musik adalah bunyi yang mengandung unsur-unsur tertentu, yang di terima oleh
individu, kelompok, maupun golongan masyarakat yang berbeda-beda
berdasarkan sejarah, lokalisasi, budaya dan selera seseorang, berikut ini
terdapat beberapa definisi mengenai pengertian musik dari beberapa tokoh yang
berbeda-beda.

a. R.G. Escher, Ericson, dan Mantle Hood (ilmuwan)

Musik adalah sebuah gerakan yang dalam totalitasnya memiliki sifat-sifat ritmis,
melodis dan harmonis, musik adalah sebuah energi piskis yang mewujud dalam
nada-nada tertentu.

b. Aaron Complan (komposer)

Musik adalah bunyi yang terdiri dari 4 unsur pokok yakni, ritme, melodi, harmoni
dan tone color (warna nada)

c. Eduard Hanslick (komposer)

Musik adalah gerakan bunyi (the essense of music is sound in montion)

d. K.S. Lauria (penulis)

Musik adalah deretan nada yang secara objektif tidak lebih dari getaran-getaran
udara dan secara subjektif hanya merupakan kesan kesan pendengar saja.

e. Aristoteles (filsuf)

Musik adalah curahan kekuatan tenaga batin dan kekuatan tenaga


penggambaran yang berasal dari gerak rasa dalam suatu rentetan suara
(melodi) yang berirama

2. Asal Mula Musik

Musik berasal dari bahasa Yunani, mousike dan Latin, Musica. Kata Mousike
berasal dari kata Mousa (Jamak Mousas), dalam bahasa latin musa, yunani
mouskos, inggris muse, jadi dari kata musica lahir kata musik

3. Perkembangan Musik dari Zaman ke Zaman para ahli musik barat membagi
perkembangan musik dalam beberapa klasifikasi. Simak uraian berikut
a. Musik Kuno (Sebelum 476 M)

Sebutan musik kuno diberikan kepada musik yang berkembang dalam budaya
tulis,menggantikan musik prasejarah. Musik kuno mengacu pada sistem musik
yang dikembangkan di berbagai wilayah,seperti mesopotamia,mesir,persia
india,cina,yunani dan romawi. Pada masa ini juga ditemukan penulisan notasi
notasi musik dalam berbagai bentuk

b. Musik Sakral Abad Pertengahan (476-1450 M)

Musik mengalami perkembangan, perubahan dan perluasan dari masa ke masa


seriring dengan pertumbuhan kebudayaan dalam masyarakat tempat musik itu
tumbuh. Para ahli musik dari Barat membagi perkembangan musik ke dalam
beberapa klasifikiasi diantaranya:

a. Musik Kuno (Sebelum 476 M)

Sebutan musik kuno diberikan musik yang berkembang dalam budaya tulis,
menggantikan musik prasejarah. Musik kuno mengacu pada sistem musik yang
berkembang diwilayah Mesopotamia, persia, india, cina, yunani dan romawi.

b. Musik Sakral Abad Pertengahan (476-1450 M)

Musik abad ini bermula pada Gereja Katholik Roma di Barat Eropa Barat . musik
ini digunakan dalam ibadat terutama di katedral dan biara dan biasanya
dinyayikan oleh para biarawan/wati. Musik Gereja Abad Pertengahan biasa
disebut musik Gregorian dan bersifat plaincant (musik polos).

c. Musik sekunder Abad Pertengahan

Seperti musik sakral,musik sekuler juga berkembang melalui tradisional oral.


Musik ini kemudian menjadi musik populer yang syairnya ditulis oleh penyair
musik. Di prancis selatan para pemusik disebut dengantroubadours,di prancis
utara disebut trouvers,dijerman dan austria dikenal dengan istilah minnesinger

d. Musik Reanisanse (1450-1600)

Musik Renaisans adalah musik klasik yang muncul pada zaman renaisans tahun
1450-1600. Pada zama ini sebenarnya tidak terdapat perubahan yang signifikan
dalam dunia musik sehingga tidak ada batas yang jelas tentang awal zama
musik ini.

e. Musik Barok (1600-1750)

Musik Barok adalah musik klasik barat yang diciptakan pada zaman Barok
(Baroque), tahun 1600-1750. Kata barok berarti mutiara dengan bentuk tidak
wajar, yang secara umum mencerminkan seni dan arsitekturnbangunan pada era
ini. Musik Barok biasanya hanya mencerminkan suatu jenis emosi, jarang
memiliki modulasi atau rubato, terutama apabila dibandingkan dengan musik
klasik dan romantik, jika menggunakan piano, pedal jarang dimainkan..

f. Musik Klasik
Zaman Klasik dalam sejarah musik Barat sebagian besar terjadi pada abad ke 18
hingga awal abad ke 19. Ciri musik Zaman Klasik adalah sebagai berikut

Peralihan dinamika dar lembut sampai keras (cressendo) atau dari keras
menjadi lembut (decressendo).

Perubahan tempo dengan percepatan (accelerando) dan perlambatan


(ritardando)

Tidak banyak hiasan/ornamentik

Pemakaian akor 3 nada

g. Musik Romantik (1815-1910)

Musik Romantik dalam sejarah ilmu Musik Barat muncul pada awal 1800-an
sampai dekade pertama abad ke 20. Musik Zaman Romantik sering dikaitkan
dengan gerakan Romantik di bidang sastra, seni dan filsafat.

h. Musik Moderen/Abad ke-20 (1900-2000)

Musik moderen/abad ke 20 ditandai dengan pertumbuhan industri yang begitu


cepat dan munculnya teknologi canggih untuk merekam dan mendistribusikan
musik, serta inovasi dramatis dalam bentuk musik dan gaya. Karena musik tidak
lagi terbatas pada konser dan klub, para pemusik era ini berlomba untuk
mendapatka pengakuan global.

i. Musik Kontenporer/Abad ke-21 (2000-sekarang)

Di abad ke 21 ini, banyak musisi yang mulai bekerja secara individu karena
terbantu oleh teknologi yang mudah, praktis dan tepat guna. Dari sinilah muncul
istilah bedroom recording, yaitu merekam musik dikamar, dan mobile recording,
yaitu merekam musik dimana saja.

B. FUNGSI MUSIK

1. Fungsi Pengiring Upacara Budaya/Ritual

Sejak zaman dahulu musik sudah digunakan untuk mengiringi upacara-upacara


budaya atau ritual. Musik berperan penting untuk mengiringi kebangkitan,
keluhan duka pada peristiwa kematian dan perjamuan makan. Seperti saat ini
musik masih berperan untuk mengiri upacara budaya misalnya pernikahan,
kelahiran kematian, upacar kenegaraan dan ke agamaan

2. Fungsi Hiburan

Ketika indonesia masih terdiri dari banyak kerajaan, setiap tamu kerajaan akan di
sambut oleh iringan musik sebagai upacar penyambutan sekaligus sarana
hiburan bagi tamu kerajaan tersebut. Dan kebiasaan ini masih berlaku sampai
sekarang, sebagai salah satu cabang seni, musik berfungsi untuk menyenangkan
hati,membuat rasa puas akan irama, bahasa melodi atau keteraturan dari
harmoni nya

3. Fungsi Komunikasi

Sejak jaman dahulu musik sudah berfungsi sebagai alat komunikasi misalnya
sangkakala (sejenis terompet kerang di gunakan oleh masarakat pesisir
pantai,kentongan menjadi alat komunikasi masarakat pegunungan dan hutan.

4. Fungsi Pengungkapan Ekspresi

Musik merupakan salah satu media ber expresi bagi seorang untuk
mengungkapkan parasaan, pikiran, gagasan, cita cita tentang diri
masyarakat,Tuhan, dan dunia. Perasaan gembira, sedih, kecewa, putus asa
bahkan semangat dapat terungkap,baik lewat musik maupun tercemin teks lagu
yang dibuat. Sebuah musik mengungkap kan suasana dan expresi penciptanya.
Melodi dan sair merupakan salah satu expresi yang dapat dengan jelas
menggambarkan suasana hati

5. Fungsi Pendidikan

Musik memiliki fungsi pendidikan, yaitu sebagai media atau sarana untuk
mengajarkan sarana aturan aturan yang berlaku di masarakat, sekalipun itu
tidak tertulis. Sebagai contoh nyata adalah lagu anak ciptaan ibu kasur, A.T.
mahmud maupun ibu sud yang selalu mengajarkan anak untuk berprilaku
sopan, halus, hormat kepada orang tua cinta keindahan, menyayangi tanaman
dan keindahan, patuh pada guru dan semua norma norma kehidupan dan
masyarakat telah mendapat perhatian yang sangat penting dari pencipta lagu
tersebut

6. Fungsi Pelestari Kebudayaan

Lagu daerah berfungsi sebagai pelestari budaya karena dan tema tema dan
cerita dalam syairnya menggambarkan budaya daerah dengan sangat jelas.
Misalnya lagu lagu jawa baik klasik maupun populer, seperti campur sari,banyak
di gemari masyarakat dijawa tengah dan daerah yogyakarta.

7. Fungsi Respon Sosial

Fungsi respon sosial tercipta dari para pencipta lagu yang sangat peka terhadap
kondisi sosial,tingkat kesejahteraan rakyat. Dan kegelisahan masarakat. Para
pencipta lagu yang memilih tema tema sosial di antaranya adalah Iwan Fals,
Ebit. G Ade, dan Harry Roesli.

8. Fungsi Pemersatu Bangsa

Setiap bangsa memiliki lagu kebangsaan (National Anthem) yang meiliki cita
rasa estetik, semangat kebangsaan dan watak dari budaya setiap negara lagu
kebangsaan indonesia raya di ciptakan WR Soerpratman adalah lagu yang di
ciptakan untuk mempersatukan rakyat indonesia yang tinggal di berbagai
wilahayah nusantara.

9. Fungsi Promosi Dagang

Di masa modern seperti ini musik banyak di kreasikan sebagai sarana promosi,
terutama melalui iklan di televisi dan radio. Melalui musik konsumen di harapkan
lebih cepat mengingat produk yang diiklan kan yang kemudian berdampak pada
peningkatan penjualan.

10. Fungsi Ekonomi

Bagi para musisi dan artis profesional musik merupakan mata pencarian merka
di hargai lewat karya (lagu) yang mereka buat dan yang mereka mainkan.
Semakin bagus dan populer suatu karya seni, semakin tinggi pula penghargaan
yang di mainkan pada musisi tersebut.

C. MANFAAT MUSIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

1. Musik dan Pendidikan

Musik tidak hanya berfungsi mengasah kemampuan bermusik seseorang, tapi


juga berperan dalam bidang pendidikan atau bidang ilmu lain. Misal nya
meningkatakan kecerdasan di bidang matematika, sosial dan bahasa

2. Musik dan Kecerdasan Emosional

Musik merupakan perwujudkan fisik dari ekspresi emosi melaui media suara
yang dengan segala kekuatan nya dapat memengaruhi suasana hati, prilaku dan
sikap sesorang. Hal itu dapat terlihat dengan jelas dalam ekhidupan sehari hari
misal nya ketika mendengarkan musik sesorang bisa bergembira sedih terharu
bahkan agresif

3. Musik dan Kesehatan

Terapi musik adalah kegiatan terapi kesehatan manusia dengan menggunakan


musik. Jenis terapi yang di maksut antaralain pemulihan, penyembuhan, dan
peringanan terutama untuk tujuan kesehatan mental piskologis. Terapi musik
bisa dilakukan dengan mendengarkan musik maupun bermain musik
FUNGSI DAN LATAR BELAKANG MUSIK

Seni musik merupakan salah satu cabang seni yang menggunakan media bunyi
sebagai alat pengungkapan ekspresi senimannya, kedudukan musik sama
dengan cabang-cabang seni lainnya, seperti seni sastra, seni rupa, seni tari, seni
fotografi, seni teater, dan sebagainya.

Kata musik dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris
musik atau bahasa Belanda muziek. Kata musik ini, menurut beberapa sumber
berasal dari nama sekumpulan dewi kesenian bangsa Yunani Purba, yakni Musae.
Dari kata Musae inilah kemudian lahir istilah musik, musik, musique, dan muziek
sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Gambar 1: Pementasan Musik Karawitan Bali

Dalam khasanah kehidupan seni nusantara, Indonesia sesungguhnya memiliki


peristilahan tersendiri untuk seni musik ini, yakni seni karawitan. Akan tetapi,
penggunaan dan penerapan istilah karawitan hanya berlaku bagi jenis musik
tradisi saja sehingga dikenal adanya istilah karawitan Sunda, karawitan Jawa,
karawitan Bali, karawitan Minang, dan sebagainya.

FUNGSI MUSIK BERDASARKAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Pada awal perkembangan peradaban manusia, musik diciptakan bukan hanya


sebagai karya seni, namun musik muncul pada saat itu karena tuntutan yang
menyertai manusia dalam pelafalan mantera agar mampu menimbulkan suasana
magis. Musik digunakan sebagai salah satu sarana dalam upacara ritual
masyarakat prasejarah.

Secara periodis, perkembangan musik dengan fungsinya dapat disusun sebagai


berikut:

1. Musik tercipta untuk iringan ritual, lalu berkembang dan dijadikan simbol
atau tanda untuk suatu aktivitas. Musik digunakan untuk memanggil
orang untuk berkumpul, tanda peperangan, iringan upacara, dsb.
2. Periode Klasik Kuno. Berkembang di Yunani, Asiria, Babilonia, Persia, Mesir
Kuno. Alat musik mulai diciptakan. Bahkan Yunani memiliki dewa khusus
menangani musik. Musik sudah digunakan sebagai alat hiburan, iringan
pementasan teater, iringan tarian dan nyanyian, telah dimainkan secara
orchestral.

3. Abad Pertengahan (400 M 1400 M) banyak berkembang musik


monofonik (musik yang hanya terdiri dari melodi tunggal). Banyak musik
yang diciptakan sebagai bentuk musik tarian.

4. Akhir Periode Abad Pertengahan mengarah kepada bentuk-bentuk musik


liturgy (musik keagamaan) Nasrani. Periode ini mulai dikenal musik
polifonik (lebih dari satu melodi dimainkan secara serempak).

5. Periode Renaisance (1400-1600). Karakter musiknya lembut dan orang-


orang kembali mempelajari seni pada masa Yunani dan Romawi Kuno.

6. Zaman Barok (1600-1750) merupakan zaman peningkatan karya musik


Eropa. Periode ini menggambarkan suatu karya seni yang rumit, penuh
detail dan merupakan ekspresi berbagai emosi seperti kemarahan,
ketakutan, kekecewaan dan kebahagiaan. Sayangnya kreativitas para
komponis dibelenggu oleh aturan gereja yang ketat. Pada periode ini
dikenal system patronisasi di mana kekuasaan tertinggi ada di tangan
gereja. Setiap komponis besar pada saat itu memiliki tugas untuk
mencitakan karya-karya musik liturgy sekaligus pemain organ di gereja
dan aturan ini tidak boleh dilanggar.

7. Zaman Rokoko. Musik menjadi komoditas yang dimanfaatkan untuk


menaikkan gengsi kaum bangsawan. Tidak jarang keluarga-keluarga
bangsawan mengundang komponis dan kelompok musik untuk
memainkan karya-karya yang mereka pesan pada acara-acara tertentu.

8. Zaman Klasik (1740-1830) adalah awal penciptaan musik-musik simfoni.

9. Zaman Romantik (1820-1900). Para seniman mulai berani


mengekrspresikan emosi pribadinya sendiri setelah sebelumnya hanya
menciptakan karya musik yang terpaku pada aturan gereja. Musik telah
berfungsi sebagai alat ekspresi musikal individu komponis yang bebas dan
tidak terikat.

10.Periode Abad 20-an (1900-2000) sering disebut sebagai periode musik


modern.
Gambar 2: Pementasan Musik Orkestra

Perkembangan musik serius dari Eropa mengalami perkembangan yang relative


lambat setelah memasuki abad ke-20. Perkembangan kebudayaan dan seni kini
mulai meluas di seluruh dunia. Bangsa-bangsa Eropa mulai dikejutkan oleh
munculnya jenis musik baru yang lebih sederhana dan benar-benar memberikan
kebebasan yang kemudian melahirkan berbagai aliran dam musik dunia. Jenis
musik baru ini justru terlahir dari tradisi musikal budak-budak Negro yang
dipekerjakan di perkebunan-perkebunan di Amerika Serikat. Musik ini dikenal
dengan nama Spiritual Blues yang kemudian berkembang menjadi cikal-bakal
musik Jazz.

Gambar: Musik Jazz Modern