Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

I. 1. LATAR BELAKANG
Bagian Sumber Daya Manusia adalah suatu bagian dari rumah sakit yang
memberikan pelayanan pemenuhan sumber daya manusia khususnya tenaga kesehatan yang
sesuai dengan standar profesi dan mempunyai kompetensi yang dapat dipertanggung
jawabkan. Seleksi tenaga kesehatan tersebut harus dapat memenuhi permintaan atau
kebutuhan dari setiap unit kerja yang ada di rumah sakit.
Untuk dapat menunjang pencapaian dalam hal pelayanan maka proses Manajemen
Sumber Daya Manusia diperlukan sebuah pedoman kerja sehingga didapatkan hasil yang baik
dan bermutu. Pelayanan yang bermutu di rumah sakit akan membantu setiap karyawan untuk
dapat berkarya sesuai dengan profesi, pendidikan serta kemampuan yang dimiliki, membantu
proses pelayanan pada customer di rumah sakit sehingga customer yang datang berobat ke
rumah sakit merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan, yang berarti pula customer
tersebut nantinya akan sebagai sarana dalam mempromosikan rumah sakit. Keuntungan lain
jika pasien cepat sembuh adalah mereka dapat segera kembali mencari nafkah untuk diri dan
keluarga.
Pelayanan Manajemen tersebut adalah rangkaian kegiatan dalam melayani semua
karyawan baik untuk semua hak dan kewajiban karyawan, serta merupakan salah upaya
peningkatan sumber daya manusia untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik sesuai
dengan standar rumah sakit.
Bentuk penyelenggaraan pelayanan untuk karyawan di rumah sakit bisa secara
Sistem Outsourcing atau Sistem Swakelola. Pada Sistem Outsourcing, pengusaha tenaga kerja
selaku penyelenggara sumber daya manusia dalam merencanakan, merekrut dan menentukan
standar karyawan sesuai dengan spesifikasi standar karyawan yang telah ditetapkan oleh
rumah sakit dalam lembar kontrak kerja. Sistem Swakelola, dalam penyelenggaraan pelayanan
untuk karyawan dilakukan dengan cara merekruitmen sendiri sesuai dengan standar yang
diberikan oleh rumah sakit.
Pendidikan atau pelatihan adalah alat untuk mengubah ketrampilan ataupun
kemampuan untuk perorangan, group dan organisasi, sehingga menjadi lebih terampil dan ahli
sesuai dengan profesinya. Dalam manajemen sumber daya manusia juga dibahas tentang
pelatihan dan pengembangan sehingga dapat kita simpulkan bahwa pelatihan dan
1
pengembangan merupakan salah satu penunjang untuk mencapai mutu pelayanan suatu
perusahaan menjadi lebih optimal.

I. 2. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kegiatan pokok pelayanan untuk karyawan di Rumah Sakit Mulia
Insani terdiri dari :
1) Penyediaan dan penambahanan tenaga kerja.
2) Pemberian upah, bonus dan THR
3) Kesejahteraan karyawan (cuti, izin pulang cepat dan berobat)
4) Pengembangan karir.
5) Pengembangan kemampuan (pelatihan dan pendidikan).
Penyediaan dan penambahan tenaga kerja meliputi pemasangan iklan, proses seleksi
dan orientasi tenaga kerja. Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan
tenaga kerja yang diperlukan di rumah sakit baik untuk semua untuk semua unit kerja.
Penyelenggaraan upah, bonus dan THR meliputi pemberian upah sesuai dengan
standar rumah sakit dan pemerintah, pemberian bonus berupa jasa service serta pemberian
bonus THR sebagai bonus hari raya. Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi
hak hak karyawan sesuai dengan standar rumah sakit dan pemerintah.
Kesejahteraan karyawan meliputi semua hak hak yang harus diterima oleh
karyawan yaitu untuk jatah cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, izin pulang cepat dan berobat.
Rangkaian kegiatan tersebut adalah untuk memenuhi hak hak karyawan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Pengembangan karir meliputi pemindahan karyawan dari satu unit kerja ke unit kerja
yang lain atau dari satu jabatan di unit kerja ke jabatan lain di unit kerja yang berbeda tetapi
setaraf. Serta pemindahan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lainnya yang lebih tinggi
dari sebelumnya dikarenakan prestasi, kemampuan dan pendidikan yang dimiliki. Rangkaian
kegiatan ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang
berlaku baik untuk kemampuan dan kualitas perunit kerja.
Pengembangan kemampuan meliputi memberikan pelatihan bagi karyawan lama
sebagai upaya refresh sehingga kemampuan yang sudah dimiliki akan makin terasah dan bagi
karyawan baru sebagai upaya pengenalan lingkup dan job desk dalam suatu pekerjaan di unit
kerja. Serta pendidikan bagi karyawan lama yang harus mempunyai sertifikasi ataupun
pendidikan lebih tinggi dari yang dimiliki untuk menunjang pekerjaan yang dilakukan.

2
Rangkaian kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kemampuan kerja karyawan sesuai
dengan profesi dan sertifikasi rumah sakit.

I. 3. LANDASAN HUKUM
- Undang - Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan
- Undang - Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 1996 tentang Tenaga
Kesehatan

I. 4. KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT SDM


1. Semua data calon pencari kerja/pelamar harus melalui Unit
SDM
2. Semua karyawan baru harus melalui proses rekruitmen dan
seleksi oleh Unit kerja terkait dan Unit SDM.
3. Semua data karyawan yang sudah lulus proses rekruitmen
dan seleksi harus dimasukkan pada daftar karyawan Rumah Sakit sesuai
peraturan yang berlaku
4. Semua data file karyawan harus disimpan di Unit SDM
5. Semua karyawan baru atau mutasi harus mengikuti Masa
Orientasi yang diadakan oleh Unit SDM.
6. Semua karyawan baru atau mutasi yang sudah lulus Masa
Orientasi harus dilaporkan pada Unit SDM oleh Unit kerja terkait.
7. Setiap karyawan yang sudah menjalani Masa Orientasi dan
dinyatakan lulus akan mendapatkan atribut/perlengkapan kerja dan harus
didata ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
8. Proses pemberian jaminan sosial pada karyawan dilakukan
pada Unit SDM
9. Proses pengupahan, tunjangan dan bantuan pada karyawan
dilakukan pada Unit SDM
10. Proses pemberian penghargaan pada karyawan berdasarkan
produktifitas dan kinerja dilakukan pada Unit SDM
11. Proses pemindahan tugas oleh Unit Kerja terkait harus
berkoordinasi dengan Unit SDM
3
12. Semua Manajer pada Unit kerja yang telah mendelegasikan
tugas/pelimpahan wewenang sementara kepada pejabat pengganti harus
dilaporkan pada Unit SDM
13. Semua karyawan pada Unit kerja yang telah mendapat
tugas/pelimpahan wewenang sementara dari Manajer Unit kerja terkait harus
dilaporkan pada Unit SDM
14. Pengaturan waktu kerja karyawan ditetapkan oleh Unit
SDM dengan berkoordinasi pada Unit Kerja terkait
15. Semua karyawan yang mendapatkan tugas untuk pertemuan
ke luar rumah sakit harus dilaporkan pada unit SDM
16. Proses pendistribusian dokumen ke/dari luar dan dalam
rumah sakit melalui Unit SDM
17. Pelaksanaan rapat di masing masing Unit Kerja
dilaksanakan berdasarkan kepentingan Unit Kerja terkait dan Manajemen
18. Proses Istirahat mingguan, hari libur, cuti dan izin
ditetapkan oleh Unit SDM dengan berkoordinasi pada Unit Kerja terkait

I. 5. KEBIJAKAN PELAYANAN UNIT DIKLAT


1. Semua Unit Kerja harus memberikan program pendidikan dan pelatihan setiap
akhir tahun pada Unit Diklat.
2. Semua karyawan wajib mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
yang diadakan Unit Diklat.
3. Semua karyawan yang mengajukan mengikuti program pendidikan dan
pelatihan dengan biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus melalui Unit
Kerja terkait dan Unit Diklat.
4. Semua karyawan yang mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
yang dibiayai oleh rumah sakit 100% (seratus persen) harus mendapatkan
surat tugas dari Unit SDM dan Direktur.
5. Semua karyawan yang mengikuti semua program pendidikan dan pelatihan
atas biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus menandatangi Surat Ikatan
Dinas dari Unit Diklat.
6. Semua karyawan yang sudah mengikuti program pendidikan dan pelatihan
atas biaya rumah sakit 100% (seratus persen) harus menyerahkan sertifikat dan
materi pendidikan atau pelatihan tersebut pada Unit Diklat.
4
7. Semua Mahasiswa Praktek Kerja Lapangan harus mengikuti peraturan sesuai
dengan Kesepakatan Kerja Sama.

BAB II
STANDAR KETENAGAAN

II. 1. KUALIFIKASI SDM

NO NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKASI JUMLAH


KEBUTUHAN
1. Manajer SDM S2 D3 Manajemen Rumah Manajemen SDM 1 orang
Sakit
2. Penanggung Jawab D3 Akutansi- SMK Memahami tentang 1 orang
Payroll Akutansi/perkantoran Manajemen SDM
3. Ka. Instalasi Diklat S1 Manajemen Rumah Sakit Memahami tentang 1 orang
Manajemen SDM
4. Staf Diklat D3 Manajemen Rumah Sakit Memahami tentang 1 orang
Manajemen SDM

II. 2. DITRIBUSI KETENAGAAN


II. 2. 1. PENETAPAN JAM KERJA
Hari kerja di perusahaan adalah 6 (enam) hari kerja seminggu dan jam kerja standar
perusahaan adalah 40 jam seminggu. Rumah Sakit Mulia Insani merupakan rumah sakit yang
dibuka selama 24 jam sehari untuk melayani masyarakat umum dan disesuaikan dengan
ketentuan jam kerja standar perusahaan.
Bagi karyawan yang bekerja secara shift, maka waktu kerjanya akan diatur tersendiri
oleh perusahaan dan tetap mengacu pada jam kerja standar 40 jam/6 hari kerja seminggu.
Untuk karyawan yang waktu kerjanya melebihi jam kerja standar, maka kelebihan waktu
kerjanya akan diperhitungkan sebagai lembur.
Adapun untuk tata tertib jam kerja sebagai berikut :
- Batas toleransi keterlambatan 30 (tigapuluh) menit/Bulan
- Apabila keterlambatan terjadi lebih dari 30 (tigapuluh) menit/bulan, akan
diberikan evaluasi disiplin berupa pemberian informasi dari atasan langsung.
- Apabila terjadi keterlambatan terjadi pada 3 bulan berturut turut maka akan
diberikan Surat Teguran.

5
- Ijin meninggalkan jam kerja maksimal 2 (dua) jam dengan persetujuan atasan
langsung dengan alasan yang dapat dipertanggung jawabkan urgensinya, dengan
jumlah maksimal 3 (tiga) kali dalam setahun.
Pengaturan tenaga kerja di Rumah Sakit Mulia Insani ini berdasarkan berdasarkan shift dan
non shift.
a. Dinas Non Shift
Hari Kerja : Senin s/d Jumat
Jam Kerja : 08.30 WIB s/d 16.00 WIB (Istirahat 30 Menit)
Hari kerja : Sabtu
Jam Kerja : 08.30 WIB s/d 14.00 WIB (Istirahat 30 Menit)
b. Dinas Shift
Shift 1 : Pukul 07.00 WIB s/d 14.30 WIB
Shift 2 : Pukul 13.30 WIB s/d 21.00 WIB
Shift 3 : Pukul 20.30 WIB s/d 07.30 WIB

II. 2. 2. KUANTITAS SDM


Pengaturan tenaga kerja di Unit SDM Rumah Sakit Mulia Insani ini berdasarkan non
shift. Tenaga kerja di Unit SDM Rumah Sakit Mulia Insani saat ini berjumlah 3 orang yang
terdiri dari jam kantor biasa dengan komposisi sebagai berikut :
Jam kantor Biasa
a. Yang bertugas 3 orang karyawan untuk Unit SDM
Terdiri dari :
1 Manajer SDM
1 Penanggung Jawab Payroll dan Kepegawaian
1 Staf Pelaksana Instalasi Unit Diklat

II. 3. ANALISA SDM


Kebutuhan ketenagaan di Rumah Sakit Mulia Insani dihitung berdasarkan Beban
Kerja dan telah mencukupi untuk melayani semua karyawan sebanyak kurang lebih 154
orang karyawan.
Pengadaan, pembinaan dan pengembangan karyawan di Rumah Sakit Mulia Insani
memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak, oleh karena itu maka diperlukan suatu

6
perencanaan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan kebutuhan perunit kerja di rumah
sakit.
Penerimaan calon karyawan adalah aktifitas atau usaha yang dilakukan untuk
mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga Unit SDM memiliki kesempatan
yang luas untuk menentukan calon yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang
diinginkan.
Penerimaan calon karyawan dapat dilakukan melalui Internal dan Eksternal
Recources. Internal Recources adalah proses rekruitment dari dalam Rumah Sakit Mulia
Insani dimana pelamar adalah sudah menjadi karyawan rumah sakit namun ingin mencoba di
unit yang berbeda atau karyawan yang memang dipromosikan oleh atasan langsung untuk
dapat menempati jabatan tertentu sebagai upaya untuk peningkatan karir. Sedangkan untuk
Eksternal Recources adalah proses rekruitment dari luar Rumah Sakit, dimana pelamar
adalah dari orang luar rumah sakit. Proses rekruitmen dapat dilakukan melalui iklan,
Depnaker, Outsourching, Lembaga pendidikan. Adapun proses rekruitment tersebut pada tiap
unit mempunyai kualifikasi sendiri berdasarkan unit kerjanya

II. 3. 1. KUALIFIKASI UMUM


1. Unit Pelayanan Medis
- Pendidikan minimal Lulusan S-1 Kedokteran
- Pengalaman minimal 1 tahun
- Mempunyai sertifikast ACLS, ATLS
- Bersedia membuat SIP (Surat Ijin Praktek) di RS. Mulia Insani
2. Unit Keperawatan
- Pendidikan minimal lulusan D-3 Keperawatan
- Diutamakan yang bersertifikat
- Pengalaman minimal 1 tahun di Unit kerjanya
- Memiliki SIP (Surat Ijin Keperawatan)
- Memiliki KTA PPNI (Kartu Tanda Anggota PPNI)
- IPK minimal 2,75
3. Instalasi Radiologi
- Pendidikan minimal D-3 ATRO (Akademi Teknik Rontgen)
- Memiliki SIR (Surat Ijin Radiografer)
- Diutamakan yang bersertifikat
4. Instalasi Laboratorium
7
- Pendidikan minimal D3 Analis Kesehatan
- Diutamakan yang bersertifikat Plebotomy
5. Instalasi Farmasi
- Pendidikan minimal S-1 Apoteker untuk Penanggung Jawab Farmasi
- Pendidikan minimal SMF (sekolah Menengah Farmasi)/D-3 Farmasi
untuk Asisten Apoteker
- Minimal SMA jurusan IPA untuk Juru Resep
- Memiliki SIKAA (Surat Ijin Kerja Asisten Apoteker)
6. Unit Marketing
- Pendidikan minimal S-1, diutamakan Jurusan Public Relation
- Dapat berkomunikasi dan berbahasa Inggris dengan baik
- Memiliki kemampuan analisa dengan baik
- Berpenampilan menarik
- Pengalaman minimal 2 tahun di bidang marketing
7. Unit Customer Service
- Pendidikan minimal SLTA
- Dapat berkomunikasi dan berbahasa Inggris dengan baik
- Memiliki daya tangkap yang baik
- Berpenampilan menarik
- Pengalaman minimal 2 tahun di bidang marketing
8. Unit Rekam Medis dan Admission
- Pendidikan minimal D-3 Rekam Medis
- Diutamakan yang bersertifikat
- Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya
9. Unit Keuangan
- Pendidikan minimal Lulusan D-3 Akutansi
- Pengalaman minimal 1 tahun di bagian Keuangan
- Bisa program komputer khususnya Excell
10. Unit SDM
- Pendidikan minimal D3 Akutansi/Manajemen RS
- Mengerti dan memahami tentang Manajemen SDM
- Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya
11. Unit Sekretariat/Adm Umum
- Pendidikan minimal D-3 Sekretaris/SMK Pekantoran
8
- Pengalaman minimal 1 tahun di unit kerjanya

12. Unit Umum (Satpam, Kurir, Sopir,IPSRS)


- Pendidikan minimal D-3 ATEM untuk Penanggung Jawab IPSRS
- Pendidikan minimal SMA/SMK
- Memiliki sertifikat dari kepolisian untuk Satpam
13. Unit Kasir/ADM IRNA/Log. Umum/TPK/Gizi
- Pendidikan minimal SMA/SMK
- Diutamakan yang bersertifikat
14. Unit Cleaning Service/Laundry/Taman
- Pendidikan minimal SMA/SMK

II.3. 1. KUALIFIKASI KHUSUS


Setiap unit kerja mempunyai kualifikasi khusus untuk tenaga kerja yang
diperlukannya, khususnya tenaga kesehatan harus berdasarkan profesinya masing masing.
Standar Profesi adalah batasan batasan yang harus diikuti oleh tenaga kesehatan dalam
melaksanakan pelayanan kesehatan kepada klien/pasien secara professional. Standar Profesi
tersebut terdiri dari:
a. Standar Kompetensi, yaitu semua hal yang mencakup tentang pelaksanaan tugas seorang
tenaga kesehatan mulai dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam mengerjakan dan
menyelesaikan di tempat kerja serta menerapkannya dalam situasi dan lingkungan yang
berbeda
b. Etika Profesi, yaitu semua hal yang mencakup tentang hak dan kewajiban yang harus
dijalankan oleh seorang tenaga kesehatan

II. 4. REKRUITMEN DAN SELEKSI


II. 4.1. REKRUITMEN (PENERIMAAN) CALON KARYAWAN
Rekruitment adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan induksi
untuk mendapatkan karyawan yang efektif dan efisien guna tercapainya tujuan rumah
sakit.
Penerimaan calon karyawan atau rekruitment dilakukan berdasarkan analisa
kebutuhan tenaga dimana ditentukan berdasarkan jenis pekerjaan yang dilakukan.
Dilihat dari sumbernya penerimaan calon karyawan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Dari dalam Rumah Sakit Mulia Insani sendiri (Internal Resources).

9
Menerima calon dari dalam Rumah Sakit Mulia Insani sendiri memiliki keuntungan
lebih yaitu calon sudah dikenal dan proses dapat dilakukan dengan lebih cepat
dibanding dengan mengambil calon dari luar Rumah Sakit Mulia Insani. Calon
karyawan nantinya akan masuk ke Unit SDM akibat mutasi atau promosi. Untuk
mendapatkan calon pelamar dapat melalui :
- Informasi dari mulut ke mulut.
- Berkas berkas pelamar yang datang sendiri.
- Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya kebutuhan
tenaga di Instalasi Latbang.
2. Dari luar RS. Mulia Insani (Eksternal Resources)
Proses penerimaan calon dari luar Rumah Sakit Mulia Insani, ini dapat dilakukan
dengan cara :
- Dari mulut ke mulut
- Media Sosial
- Iklan
- Lembaga lembaga pendidikan
II. 4.2. SELEKSI (PENYARINGAN) CALON KARYAWAN
A. Seleksi Umum
Proses Seleksi calon karyawan baru adalah proses penyaringan dan pemilihan pelamar
untuk diterima di perusahaan dilaksanakan oleh Unit SDM dan bagian bagian terkait di
Rumah Sakit Mulia Insani yang meliputi seleksi administratif berupa pengecekan file dan
dokumen lamaran/curiculum vitae. Penerimaan karyawan baru di rumah sakit diadakan satu
tahun sekali atau sewaktu waktu disesuaikan dengan kebutuhan tenaga di setiap unit kerja,
sehingga tidak terjadi kekosongan atau pemborosan dalam hal ketenaga kerjaan.
Proses seleksi tersebut meliputi dari beberapa hal, yaitu :
1. Pemeriksaan Administratif, yaitu proses pengecekan kelengkapan surat
lamaran/curiculum vitae (Ijazah, KTP, Pas Foto, Sertifikat Kursus, Surat Ijin
Bekerja dari Depnaker, Surat Ijin Profesi).
2. Pengisian Formulir lamaran, yaitu proses pengisian formulir lamaran di rumah
sakit
3. Pemeriksaaan psikologis (psiko test), yaitu proses tes untuk bakat, minat dan
kepribadian pada diri pelamar
4. Wawancara Akhir, yaitu proses wawancara pada pelamar sesuai dengan
rekomendasi unit kerja yang membutuhkan
10
5. Pemeriksaan Kesehatan, yaitu proses tes kesehatan baik jasmani dan rohani
pada diri pelamar. Standar kesehatan yang harus dimiliki yaitu :
- Sehat Jasmani maupun rohani.
- Berpenampilan bersih dan menarik
- Berkepribadian baik
A. Seleksi Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar diseleksi
secara khusus oleh semua unit kerja dengan berkoordinasi dengan Unit SDM yang
memerlukan penambahan atau penggantian karyawan. Hal ini menyangkut pengetahuan dan
kemampuan dalam menjalankan tugas sesuai dengan profesi, standar kompetensi dan kode
etik masing masing serta upah yang diterima oleh karyawan sesuai dengan peraturan dan
standar yang berlaku di pemerintah dan rumah sakit.
Sedangkan bentuk tes khusus yang dilakukan bagi semua calon karyawan disetiap unit kerja,
terdiri dari :
1. Test Ketrampilan Teknis (Tes Tulis dan Praktek), yaitu proses tes untuk
kemampuan dan ketrampilan sesuai dengan unit kerjanya.
Tes tertulis diberikan dalam bentuk pilihan ataupun tanya jawab dengan materi
yang meliputi : Pengetahuan, Ketrampilan, Sikap dan Wawasan yang harus dimiliki
calon karyawan. Batas keseluruhan benar adalah 70% benar.
2. Wawancara Pendahuluan, yaitu proses wawancara pada pelamar sesuai dengan
curriculum vite yang dikirmkan dan unit kerja yang membutuhkan.
Tes ini dilakukan untuk mengetahui peminatan terhadap karyawan yang akan
bekerja di salah satu unit kerja yang ada di rumah sakit sesuai dengan tenaga yang
dibutuhkan di unit kerja tersebut dan berdasarkan kemampuan dan kualitas calon
karyawan.

II. 5. PROGRAM ORIENTASI


Program Orientasi atau Masa Percobaan merupakan salah satu program di bidang
Sumber Daya Manusia dalam memberikan pengarahan dan bimbingan serta mempersiapkan
para karyawan baru agar dapat bekerja cepat, tepat dan efisien sesuai dengan peran dan
fungsinya.
Program Orientasi di Rumah Sakit Mulia Insani terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:
1. ORIENTASI UMUM

11
Program orientasi umum adalah proses pengenalan secara umum tentang organisasi,
tanggung jawab, hak dan kewajiban untuk seluruh calon karyawan.
Masa Orientasi Umum diadakan selama 1 hari (jadwal terlampir).
2. ORIENTASI KHUSUS
Program orientasi khusus adalah proses pengenalan secara khusus tentang organisasi,
tanggung jawab, hak dan kewajiban, standar prosedur perunit kerja untuk seluruh
calon karyawan berdasarkan profesi.
Masa Orientasi Khusus diadakan selama 3 hari (jadwal terlampir) dan kemudian
dilanjutkan dengan penempatan di ruangan untuk 3 (tiga) bulan kedua sesuai dengan
pengalaman yang dimiliki.
Setelah menjalani masa percobaan selama 3 (tiga) bulan pertama, calon karyawan
dinyatakan lulus pada masa orientasi 3 (tiga) bulan kedua oleh Ka. Instalasi/Manajer perunit
kerja. Kemudian calon karyawan tersebut diberi Surat Kelulusan dan diserahkan pada HRD
untuk dapat diproses untuk dingakat sebagai karyawan Kontrak dengan menggunakan SPK
(Surat Penjanjian Kontrak)

II. 6. PROGRAM PRAKTEK KERJA


Program Praktek merupakan salah satu program SDM untuk memberikan lahan
pendidikan dan pelatihan bagi siswa/mahasiswa yang harus menjalani Praktek Kerja
Lapangan sesuai dengan jurusan yang diambilnya sehingga pada saat bekerja nanti sudah siap
dan terlatih.
Namun sebagai siswa/mahasiwa praktek kerja tetap harus mentaati peraturan yang
berlaku dan menjaga kerahasiaan pasien sesuai dengan tugas dan wewenang yang diberikan
oleh pihak manajemen rumah sakit.

12
BAB III
STANDAR FASILITAS UNIT
SUMBER DAYA MANUSIA

III.1. DENAH RUANGAN


Dengan adanya denah ruangan untuk Unit SDM, maka dengan jelas dapat diketahui
letak dan posisi serta penempatan semua karyawan yang ada di Unit SDM. Adapun
perinciannya sebagai berikut :
1. Ruang Unit SDM
2. Ruang Rapat
3. Ruang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan

III. 2. STANDAR FASILITAS


Agar kegiatan penyelenggaraan pelayanan terhadap karyawan yang diselenggarakan
oleh Unit SDM Rumah Sakit Mulia Insani dapat berjalan optimal, maka perlu didukung
dengan sarana, peralatan dan perlengkapan yang memadai baik terutama Ruang Pelayanan
Untuk Karyawan dan Ruang Rapat.
1. Fasilitas Ruang Unit SDM
Untuk Ruangan terdiri dari :
o meja sedang
o meja komputer
o meja kecil
o kursi
o pesawat telephone
o komputer
o papan tulis
o 1 buah AC
2. Fasilitas Ruang Rapat
Ruang Rapat RS. Mulia Insani terletak di Lantai 3

13
Sarana terdiri dari :
o Meja
o Kursi
o 1 buah pesawat telephone
o 1 buah AC
3. Fasilitas di Ruang Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan (Auditorium)
Ruang Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan RS. Mulia Insani terletak di
Lantai 4
Sarana terdiri dari :
o meja panjang
o kursi
o 1 buah LCD
o 6 buah AC

14
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

IV. 1. ARUS KERJA UNIT SDM


Permintaan pelayanan untuk karyawan dilakukan berdasarkan Kesepakatan Kerja
Bersama (KKB) dan Peraturan Internal Kepegawaian yang berlaku di Rumah Sakit Mulia
Insani

Karyawan

Permintaan
Pelayanan

Proses
BAB VII

IV. 2. ARUS KERJA UNIT DIKLAT


Permintaan dana untuk pelatihan dan pengembangan karyawan dari masing masing
unit kerja dilakukan berdasarkan informasi dari pihak penyelenggara yang telah disetujui oleh
Direktur Rumah Sakit serta Direktur Umum dan Keuangan langsung diterima oleh Unit
Diklat untuk diberikan pada peserta atau pada pihak penyelenggara pendidikan dan pelatihan.

Permintaan Dana

Peserta Pelatihan Pihak Penyelenggara


15
Persiapan

Pelatihan

IV. 3. PELAYANAN UNTUK KARYAWAN


IV. 3. 1. Pemenuhan SDM
* Penggantian/Penambahan Karyawan
Permintaan akan penyediaan karyawan baik untuk penggantian atau penambahan harus
menggunakan form khusus untuk permintaan karyawan berdasarkan Analisa Beban Kerja
yang ada di semua unit kerja (form terlampir).
Semua karyawan yang telah menjalani proses seleksi maka diadakan wawancara dan
pengisian untuk data awal yang nantinya akan diproses untuk penerimaan karyawan
sesuai dengan kebutuhan (form terlampir).
* Pengisian Data Karyawan
Semua karyawan yang telah lulus masa percobaan/orientasi selama 3 6 bulan akan
mengisi semua data diri yang nantinya akan disimpan oleh Personalia/HRD untuk dapat
diproses sehingga karyawan tersebut sudah dapat menggunakan haknya secara penuh
dalan hal berobat (form terlampir).
* Permohonan Cuti/Izin
Sebelum bekerja secara terus menerus selama 1 (satu) tahun tidak berhak mendapat
cuti akan tetapi ijin meninggalkan tugas dapat diberikan melalui pertimbangan atasan
langsung
Alpa, ijin dan lain sebagainya tidak dapat langsung diperhitungkan dengan hak cuti
kecuali dengan persetujuan Direksi
Bagi Pegawai yang tidak masuk kerja dengan alasan ijin atau alasan penting lainnya
maupun pelanggaran disiplin akan dipotong : sesuai hari ijin atau alpa / 30 x gaji
pokok perbulan, Tunjangan Transport dan tunjangan makan. Apabila tidak masuk
kerja dengan alasan sakit berdasarkan surat keterangan dokter dari Poli Umum RS.
Mulia Insani, atau dari klinik/rumah sakit lain yang dekat dengan alamat tempat
tinggal Pegawai yang sudah dilegalisasi oleh dokter UGD/Poli Umum RS Mulia
Insani maka akan dipotong tunjangan makan dan transportnya

16
Karyawan berhak atas cuti selama 12 hari kerja / tahun kalender
Semua karyawan yang telah menjalani tugas/kerja selama 6 tahun berturut turut
terhitung dari mulai pertama kali kerja maka akan mendapatkan hak cuti besar
selama 25 hari kerja. Adapun jangka waktu jatuh tempo cuti besar adalah selama
1 tahun terhitung dari keluarnya cuti besar tersebut.

* Permohonan Permintaan Pensiun


Semua karyawan yang telah memasuki masa bakti 55 tahun masa diatur oleh
peraturan yang berlaku
* Permohonan Pengunduran Diri
Semua karyawan yang ingin mengajukan pengunduran diri diatur oleh peraturan yang
berlaku (Pengajuan terulis diajukan 1bulan sebelumnya)

IV. 3. 2. Kesejahteraan Karyawan


* Penggajian
Penetapan gaji pada dasarnya ditetapkan berdasarkan pada keahlian, kecakapan,
prestasi kerja, kondite, jabatan dan lain lain dari masing masing karyawan atau
kemampuan perusahaan dan pajak atas gaji karyawan adalah menjadi tanggungan
perusahaan.
Peninjauan gaji dilakukan setiap satu tahun sekali dan peninjauan gaji karyawan ini
tidak dilakukan secara otomatis, tetapi berdasarkan pertimbangan pertimbangan atas
kemampuan perusahaan, prestasi dan kondite masing masing karyawan.
Gaji bagi karyawan paruh waktu akan dihitung dan diberikan oleh perusahaan sesuai
dengan jumlah waktu kerjanya di perusahaan sesuai gaji dan waktu kerja yang ditetapkan
oleh perusahaan. Perusahaan tidak akan membayar gaji kepada karyawan yang :
- Tidak masuk tanpa pemberitahuan selama 3 (tiga) hari berturut turut
- Melakukan unjuk rasa :
a. Pada hari karyawan yang bersangkutan melakukan unjuk rasa.
b. Selama ketidakhadiran kerja karyawan sebagai akibat dari proses dan
tindakan hukum yang dikenakan kepada karyawan yang bersangkutan.
- Diskorsing oleh perusahaan sebagai akibat dari tindakan ketidakdisiplinan atas
pelanggaran tata tertib.

17
Penggajian terdiri dari :
a. Gaji pokok :
Yaitu gaji yang diberikan berdasarkan pada pendidikan karyawan (SMA/sederajat,
SMAK/SMA+/D1, D3, S1, S2) dan lamanya bekerja
b. Tunjangan Kemahalan/Harkat (hanya bagi karyawan tertentu) dan merupakan
kelebihan gaji pada saat negosiasi awal
c. Tunjangan Profesi berdasarkan standar kompetensi tenaga kesehatan
d. Tunjangan jabatan (hanya bagi karyawan yang memangku jabatan), yaitu :
Manajer, Kepala Instalasi/Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, Kepala Ruangan,
Koordinator/Penanggung Jawab/MOD)
e. Tunjangan makan diberikan sesuai dengan jumlah hari kedatangan karyawan di
tempat kerja dengan ketentuan minimum 4 jam kerja untuk setiap kedatangan.
f. Tunjangan Lain lain (bila ada)
Tunjangan lain lain adalah setiap tunjangan yang diberikan kepada karyawan dan
bersifat tidak mengikat atau permanen, sehingga dapat sewaktu waktu dapt dicabut
kembali oleh perusahaan.
* Penghargaan
Pemberian penghargaan diberikan pada karyawan berdasarkan hasil Penilaian Kinerja
Karyawan yaitu Key Performance Indeks (KPI), Absensi dan Kedisiplinan Karyawan.
Penilaian dilakukan setiap bulannya dan dikumpulkan setiap 1 (satu) bulan sekali di bagian
HRD untuk diolah secara sistem komputer untuk mendapatkan insentif berdasarkan job point
masing masing unit kerja dan berdasarkan jumlah pasien rawat inap.
Penghargaan tidak diberikan kepada karyawan sedang dalam masa percobaan, masa
berlakunya surat peringatan atau kepada siapa saja yang menurut penilaian perusahaan
kurang pantas untuk menerimanya.
* Pemberian Jatah Makan
Pemberian jatah makanan diberikan pada karyawan berdasarkan jadwal dinas
karyawan tersebut. Sedangkan untuk yang dinas malam tidak mendapat makan dan hanya
berupa uang makan. Pemberian jatah makanan tersebut dilakukan dengan cara SDM
berkoordinasi dengan Instalasi Gizi untuk mengetahui berapa banyak jumlah karyawan
yang harus mendapatkan jatah makan setiap shiftnya.

18
* Jaminan Sosial

19
I. KETENTUAN RUANG RAWAT INAP PEGAWAI :
A. Pegawai Masa Percobaan Tidak Dijamin
B. Pegawai tanpa Jabatan Kelas III
C. Pegawai dengan Jabatan Kelas II
Dokter Umum Pegawai
D. Tetap Kelas I
E. Direksi Kelas VIP
II. Apabila Dokter memberikan fasilitas Free baik Jasa Dokter maupun Tindakan, maka biaya yang untuk Rumah Sakit tetap harus dibayar
sesuai ketentuan yang berlaku
III. Pegawai
B. Kelas III naik ke Kelas II DP 50%
C. Kelas III naik ke Kelas I DP 100%
D. Kelas III naik ke VIP DP 100%
E. Kelas II naik ke Kelas I DP 50%
F. Kelas II naik ke VIP DP 100%
G. Pembelian Obat dibawah Rp. 20.000,- harus bayar Cash (tidak boleh potong gaji)
H. Pemeriksaan penunjang wajib melampirkan form rujukan dari dokter RSMI
I. Selisih harga kamar untuk pegawai karena tempat yang penuh(dititipkan maksimal 2 hari) & naik kelas tidak bayar selisih
IV. Keluarga Inti
Pegawai
A. Keluarga Inti pegawai yang ditanggung adalah :
B. Istri/Suami yang sah
C. Anak ke-1 dan ke-2 yang sah dengan usia kurang dari 21 th dan belum menikah dan atau belum bekerja
D. Kelas III DP 0%
E. Kelas III naik ke Kelas II DP 50%
F. Kelas III naik ke Kelas I DP 100%
G. Kelas III naik ke VIP DP 100%
H. Kelas II naik ke Kelas I DP 50%
I. Kelas II naik ke VIP DP 100%
J. Penempatan Kelas Keluarga Inti adalah Kelas III tanpa melihat posisi pegawai (kecuali dokter umum pegawai tetap)
V. ORANG TUA KANDUNG (TANPA MELIHAT POSISI ANAK/PEGAWAI)
A. Kelas III DP 0%
B. Kelas II DP 50%
C. Kelas I DP 100%
D. VIP DP 100%
VI. DOKTER SPESIALIS PEGAWAI & BUKAN PEGAWAI (BERLAKU HANYA UNTUK DIRINYA SENDIRI)

20
A. Kelas VIP
B. Diskon untuk Rawat Jalan & Rawat Inap berlaku seperti Pegawai Kontrak
C. Untuk keluarga : kelas & diskon berlaku seperti pasien umum
VII. DOKTER UMUM VISITING / JAGA (BERLAKU HANYA UNTUK DIRINYA SENDIRI)
A. Kelas I
B. Diskon untuk Rawat Jalan & Rawat Inap berlaku seperti Pegawai Kontrak
C. Untuk keluarga : kelas & diskon berlaku seperti pasien umum
VIII. PEMERIKSAAN YANG TIDAK DIJAMIN :
A. Pemeriksaan yang berhubungan dengan kesuburan, Kecantikan & kehamilan Anak Ke- 3
B. Pemeriksaan Laboratorium di rujuk keluar RS. Mulia Insani
C. Pemeriksaan Laboratorium yang berhubungan dengan imunology

21
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan
1. Setiap karyawan akan memperoleh Jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Jaminan BPJS Ketenagakerjaan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24
tahun 2011 terdiri dari :
(1) Jaminan kecelakaan
(2) Jaminan kematian
(3) Jaminan hari tua
3. Iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan
pemeliharaan kesehatan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan.
4. Iuran jaminan hari tua sebesar 3,70% dari upah sebulan ditanggung oleh perusahaan dan
sebesar 2% dari upah sebulan ditanggung oleh karyawan.

IV. 4. Pendidikan dan Pengembangan Karyawan

1. Tujuan
Untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja karyawan secara optimal dan
perkembangan karir karyawan, maka perusahaan akan memberi kesempatan kepada
karyawan yang berpotensi untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan :
a. Perkembangan produk perusahaan, usaha atau organisasi perusahaan.
b. Lowongan atau pemindahan tugas.
2. Waktu
a. Pendidikan/ pelatihan karyawan harus dilakukan diluar jam kerja, kecuali untuk jenis
pelatihan on-job training.
b. Pendidikan/ pelatihan karyawan tidak diperhitungkan sebagai jam kerja di
perusahaan, kecuali on-job training, atau karena sesuatu hal terpaksa diadakan di jam
kerja karyawan.
3. Kewajiban atasan terhadap bawahannya
a. Atasan karyawan dan departemen pengembangan dan pengawasan SDM
berkewajiban untuk memantau dan mengevaluasi kinerja karyawan untuk menentukan
jenis pendidikan dan atau pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan karyawan, serta kualitas dan produktifitas kerja karyawan.
b. Atasan karyawan berkewajiban untuk menjadi tenaga pendidik dan pelatih.

22
c. Modul pendidikan dan atau pelatihan bagi pengembangan karyawan disesuaikan
dengan kebutuhan unit kerja dimana karyawan tersebut berada, dimana jenis modul
dan pelaksanaan pendidikan dan atau pelatihan harus dibuat atau mendapat
persetujuan terlebih dahulu dari Departemen Pengembangan dan Pengawasan SDM.
4. Kewajiban karyawan untuk mengikuti diklat
a. Setiap karyawan wajib untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang telah
ditetapkan dan disediakan oleh perusahaan.
b. Bagi karyawan yang telah dikukuhkan untuk mengikuti pendidikan/ pelatihan dan
tidak dapat hadir, harus memberikan alasan tertulis yang disahkan oleh atasannya.
Karyawan yang lalai melaksanakan hal tersebut dapat diberi surat peringatan I
(pertama) dan dikenakan sangsi administratif.
5. Syarat dan ketentuan.
Untuk mengikuti pendidikan / pelatihan, setiap karyawan wajib memenuhi
persyaratan sebagai berikut :
a. Tujuan pendidikan & pelatihan sesuai dengan kebutuhan perusahaan
b. Prestasi kerja
c. Masa kerja minimal 3 tahun
d. Usia dengan memperhatikan kecukupan waktu pasca pendidikan untuk mengabdikan
keahliannya bagi kepentingan perusahaan
e. Menyerahkan seluruh materi pendidikan kepada Departemen Pengembangan dan
Pengawasan SDM.
f. Mengajar dan mengalihkan pengetahuan (transfer knowledge) kepada karyawan yang
ditunjuk perusahaan.
Bagi karyawan yang mengikuti diklat, jika :
- Waktu kerjanya kurang dari waktu kerja standar perusahaan, maka upah karyawan
yang bersangkutan akan dibayar secara proporsional, atau mendapatkan upah penuh
atas persetujuan perusahaan.
- Menurut penilaian perusahaan pekerjaannya menjadi terganggu, maka perusahaan
dapat melakukan pemindahan tugas atau demosi dan menyesuaikan upah sesuai
dengan tugas dan posisi yang baru, atau kepada karyawan yang bersangkutan dapat
diberi ijin meninggalkan pekerjaan tanpa mendapatkan upah selama menjalankan
masa pendidikan.
Pendidikan dan Pelatihan dilakukan sebagai sarana untuk menunjang karir/pekerjaan
dari karyawan di unit kerja. Pendidikan dan pelatihan tersebut diatur oleh ketentuan yang
23
berlaku dan setiap peserta yang dikirim untuk pelatihan diajukan oleh Manajer perunit
kerja(lampiran).

IV. 5. Kedisiplinan Karyawan


1. Tujuan dari tindakan kedisiplinan adalah agar :
a. Setiap karyawan mewujudkan kewajiban dan tanggung jawabnya, mengerti apa yang
harus dan tidak seharusnya dikerjakan satu dan lain sesuai ketentuan perusahaan dan
norma-norma yang berlaku di masyarakat, termasuk apa yang benar dihati nurani.
b. Terciptanya budaya kerja yang selaras
c. Mayoritas karyawan yang alam dan kepribadian baik jangan sampai terpengaruh oleh
minoritas karyawan yang alam dan kepribadiannya nakal, vokal dan jahat. (sikap
malas tapi mau dapat banyak atau serakah. Hal ini, cenderung membuat dirinya
menjadi penjahat dan membuat hidupnya yang bersifat sementara ini sirna).
Sedangkan bagi karyawan yang nakal, vokal dan jahat, diberi kesempatan untuk
instropeksi dan memperbaiki sikap dan perilakunya sampai dengan batas waktu
tertentu, atau diambil langkah-langkah lain yang diperlukan sesuai dengan bobot
pelanggarannya.
2. Setiap pimpinan, yaitu mulai dari jabatan Kepala Ruang sampai dengan Kepala Bidang
berwenang, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk melaksanakan tindakan
kedisiplinan bagi setiap karyawan dibawah pimpinannya yang telah melakukan
pelanggaran Tata Tertib yang berlaku di Perusahaan atau norma-norma yang berlaku di
masyarakat.
3. Pengenaan tindakan disiplin didasarkan pada :
a. Jenis dan besar kecilnya masing-masing pelanggaran.
b. Frekwensi pelanggaran.
c. Unsur-unsur kesengajaan.
4. Jenis tindakan kedisiplinan adalah :
a. Peringatan/ teguran lisan.
Teguran ini diberikan apabila karyawan tidak mengikuti aturan-aturan kerja dan atau
melanggar tata tertib perusahaan, yang dilakukan tidak berulang kali. Teguran lisan
hanya dilakukan bagi jenis pelanggaran ringan dan sedang sebanyak maksimal 2 (dua)
kali, dan lebih dari itu wajib diberikan Surat Peringatan.
b. Surat Peringatan.

24
Surat Peringatan adalah surat resmi yang dikeluarkan oleh Kasi SDM Perusahaan
karena adanya tindakan atau perbuatan yang melanggar tata tertib atau peraturan yang
berlaku, atau karena diabaikannya teguran lisan.
Surat Peringatan tersebut terdiri dari :
Surat Peringatan Pertama.
Surat Peringatan Kedua.
Surat Peringatan Ketiga.
Pemberian surat peringatan ini tidak harus dilakukan secara bertahap, akan tetapi
disesuaikan dengan jenis dan bobot pelanggaran sesuai dengan Pasal 37 PKB ini.
Setiap surat peringatan harus melalui Kasi SDM Perusahaan.
Kasi SDM Perusahaan berwenang, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk
membuat, menanda tangani dan menyampaikan surat peringatan kepada setiap
karyawan yang melakukan pelanggaran Tata Tertib. Setiap surat peringatan dibuat
oleh Kasi SDM Perusahaan harus berdasarkan hasil pengamatannya sendiri atau
perintah dari atasannya atau usulan tertulis dari pimpinan karyawan yang
bersangkutan. Selanjutnya karyawan yang bersangkutan wajib menerima dan
menanda tangani surat teguran tersebut.
c. Skorsing.
Skorsing adalah pembebasan tugas sementara.
Skorsing dapat dikenakan kepada karyawan yang melakukan pelanggaran berat atau
melakukan pelanggaran setelah mendapat teguran, surat peringatan atau tindakan
yang merugikan Perusahaan.
Jangka waktu skorsing paling lama 1 (satu) bulan.
d. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pemutusan Hubungan Kerja dapat dilakukan oleh perusahaan, sanksi atas pelanggaran
berat yang dilakukan karyawan.
Dilihat dari tindakan pelanggarannya yang dilakukan oleh karyawan, maka tindakan
PHK dapat dibagi dalam 2 kategori :
1. Pelanggaran yang tidak termasuk dalam wilayah hukum pidana, maka akan
ditempuh prosedur PHK sesuai dengan PKB.
2. Pelanggaran yang termasuk wilayah hukum pidana, maka dapat ditempuh
prosedur PHK sesuai dengan PKB dan prosedur hukum pidana yang berlaku
secara paralel.

25
e. Wewenang melakukan tindakan PHK.
PHK terhadap jabatan Kepala Seksi dan keatas yang dilakukan oleh Kasi SDM harus
disetujui atas persetujuan Badan Pengurus terlebih dahulu, sedangkan PHK terhadap
setiap karyawan Perusahaan lainnya harus atas persetujuan Direksi perusahaan
terlebih dahulu.

IV. 6. Sistem File


Semua file yang berhubungan dengan karyawan disimpan oleh SDM dan bersifat
rahasia. File karyawan tersebut tidak boleh dipinjam atau dipindah tangan oleh pihak lain
kecuali oleh staf SDM yang berwenang.
Pengecekan file calon karyawan dilaksanakan pada tahap awal sebelum menjalani
proses rekruitmen. Setelah menjalani proses rekruitmen dan dinyatakan karyawan tersebut
diterima maka dilakukan proses verifikasi data. Proses verifikasi data dilaksanakan
beradasarkan pendidikan terakhir dan surat referensi kerja calon karyawan yang
bersangkutan. Setelah proses kelulusan sudah dilaksanakan pada calon karyawan tersebut
maka dilakukan kredensial berdasarkan standar kompetensi calon tersebut, yang kemudian
disyahkan dengan adanya Surat Penugasan Karyawan utnuk ditempatkan pada unit kerja
sesuai dengan satandar kompeteni yang dimilik karyawan tersbut.
Dengan adanya proses rekruitmen dan pengunduran diri karyawan serta banyaknya
dokumen yang berhubungan dengan karyawan makin bertambah dan memerlukan tempat
penyimpanan yang lebih luas. Sehingga untuk efisiensi dan utilitas ruangan yang ada maka
ada proses retensi/pemusnahan dokumen atau berkas karyawan setiap 10 (sepuluh) tahun
sekali yang disertai dengan berita acara

HUBUNGAN PELAYANAN UNIT SDM


RS. MULIA INSANI

UNIT SDM

INTERN EKSTERN

KEUANGAN PT. BPJS

UMUM DEPNAKER
26
INSTALASI GIZI

KOMED

IGD

IRJ

IRNA

ADM UMUM
PENUNJANG.
MEDIS

BAB VI
KESELAMATAN KERJA

KESELAMATAN KERJA
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan bagian dari kegiatan yang berkaitan erat
dengan kejadian yang disebabkan akaibat kelalaian petugas yang dapat mengakibatkan
penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja.
Kondisi yang dapat mengurangi bahaya dan terjadinya kecelakaan dalam proses
pelayanan terhadap karyawan ataupun penyelenggaraan pelatihan dikarenakan pekerjaan
yang terorganisir dengan baik, dikerjakan sesuai dengan prosedur, tempat kerja yang aman
dan terjamin kebersihannya serta istirahat yang cukup.
Kecelakaan kerja tidak terjadi dengan sendirinya, biasanya terjadi dengan tiba-tiba
dan tidak direncanakan sehingga menyebabkan kerusakan pada peralatan maupun dapat
melukai petugas.

VI. 1. PENGERTIAN

27
Keselamatan Kerja (Safety) adalah segala upaya atau tindakan yang harus diterapkan
dalam rangka menghindari kecelakaan yang terjadi akibat kesalahan kerja petugas ataupun
kelalaian dan kesengajaan.

VI. 2. TUJUAN
Menurut Undang-Undang Keselamatan Kerja tahun 1970, Syarat-syarat keselamatan
kerja meliputi seluruh aspek pekerjaan yang berbahaya, dengan tujuan :
1. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja
2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.
3. Mencegah dan mengurangi bahaya ledakan.
4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian lain yang berbahaya.
5. Memberi pertolongan pada kecelakaan.
6. Memberi perlindungan pada pekerja.
7. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban,
debu, kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara dan
getaran.
8. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik/psikis,
keracunan, infeksi dan penularan.
9. Menyelenggaraan penyegaran udara yang cukup.
10. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban.
11. Memperoleh kebersihan antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan
proses kerjanya.

VI. 3. PRINSIP KESELAMATAN KERJA


Prinsip keselamatan kerja di Unit SDM adalah :
1. Pengendalian Teknis, mencangkup :
Letak, bentuk dan konstruksi alat sesuai dengan kegiatan dan memenuhi
syarat yang telah ditentukan.
Ruangan harus cukup luas, denah sesuai dengan arus kerja dan ruangan
dibuat dari bahan-bahan atau konstruksi yang memenuhi syarat.
Perlengkapan alat kecil yang cukup disertai tempat penyimpanan yang
praktis.

28
Penerangan dan ventilasi yang cukup memenuhi syarat.
2. Adanya pengawasan kerja yang dilakukan oleh penanggungjawab dan
terciptanya kebiasaan kerja yang baik oleh pegawai.
3. Pekerjaan yang ditugaskan hendaknya sesuai dengan kemampuan kerja dari
pegawai.
4. Volume kerja yang dibebankan sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan.
5. Perawatan pada peralatan dilakukan secara kontinyu sehingga peralatan tetap
dalam kondisi yang layak.
6. Adanya pelatihan mengenai keselamatan kerja bagi pegawai.
7. Adanya fasilitas pelindung dan peralatan pertolongan pertama yang cukup.
8. Adanya petunjuk penggunaan peralatan keselamatan kerja.

VI. 4. PROSEDUR KESELAMATAN KERJA


1. Ruang Pelayanan Karyawan
Keamanan kerja di ruang pelayanan karyawan ini terlaksana apabila sesuai
prosedur kerja sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku pauing).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Menyimpan file/seragam milik karyawan pada lemari yang telah disediakan
dengan cara menutup secara perlahan lahan, sehingga jari tangan tidak
terjepit lemari.

29
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.

2. Ruang Rapat
Keamanan kerja di ruang rapat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.

3. Ruang Penyelenggaraan Pelatihan dan Perpustakaan


Keamanan kerja di ruang penyelenggaraan ini terlaksana apabila sesuai prosedur
kerja sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.

30
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.
Meletakkan sarana untuk pelatihan dengan teratur dan rapi (Laptop, LCD
dilemari)
Menyusun kursi yang tidak terpakai untuk pelatihan dengan tidak terlalu tinggi
sehingga tidak menimpa orang yang lewat.
Menyimpan buku buku perpustakaan pada lemari yang telah disediakan
dengan cara menutup secara perlahan lahan, sehingga jari tangan tidak
terjepit lemari.
Membersihkan konsumsi (makanan atau minuman) yang tumpah di meja
ataupun di lantai sehingga lantai dalam kondisi bersih dan tidak licin.
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.

4. Ruang Sekretariat
Keamanan kerja di ruang sekretariat ini terlaksana apabila sesuai prosedur kerja
sbb:
Menggunakan alat kaki/sepatu agar tidak tersengat listik/bagian dari alat yang
tajam (isi streples, paku payung).
Barang yang berat selalu ditempatkan di bagian bawah dan angkatlah dengan
alat pengangkut yang tersedia untuk barang tersebut.
Semua peralatan listrik yang tidak dipergunakan termasuk lampu harus
dimatikan bila tidak diperlukan.
Semua kabel kabel harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak melukai,
tidak membuat tersandung, tidak membuat tersengat petugas ataupun
karyawan yang lain.
Tidak mengangkat barang berat, bila tidak sesuai dengan kemampuan.
Tidak mengangkat barang dalam jumlah besar yang dapat membahayakan
badan dan kualitas barang.

31
Membersihkan bahan yang tumpah atau keadaan lantai yang licin akibat
pekerjaan rutin pemeliharaan sarana RS (pemberihan AC).
Tersedia alat pemadam kebakaran yang berfungsi baik di tempat yang mudah
dijangkau.

BAB VII
PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN MUTU

VII.1. PENGERTIAN
VII.1. 1. PENGAWASAN
Pengawasan merupakan suatu kegiatan yang mengusahakan agar pekerjaan terlaksana
sesuai dengan standar, pedoman, rencana, instruksi, peraturan serta hasil yang telah
ditetapkan sebelumnya agar mencapai tujuan yang diharapkan.
Pengawasan terhadap pelayanan karyawan harus selalu dikomunikasikan pada
Manajer perunit kerja, terutama masalah Cuti/Izin serta absensi sehingga Unit SDM dapat
menjalankan pelayanan tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku.

VII.1.2. PENGENDALIAN MUTU


Pengendalian mutu merupakan suatu kegiatan yang mengusahakan agar pekerjaan
yang terlaksana sesuai dengan standar, pedoman, rencana, instruksi, peraturan serta hasil
yang ditetapkan sebelumnya agar tidak terdapat keterlambatan dalam pelayanan .
Pengendalian dalam memberikan gaji/upah dan bonus untuk karyawan harus terus
dilakukan sehingga karyawan dapat mendapatkan haknya sesuai dengan pekerjaan yang
dilakukan. Adapun standar pelayanan sebagai berikut :

32
1. Pembagian Gaji/upah setiap bulannya paling lambat tanggal 29.
2. Pembagian THR dilakukan paling lambat 2 minggu sebelum hari raya.
Pengendalian terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan harus selalu
dikomunikasikan terhadap Manajer perunit kerja sehingga Unit Diklat dapat mengontrol
proses pelaksanaan serta peserta pelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

VII. 2. TUJUAN
1. Umum
Sebagai dasar acuan dalam melaksanakan dan meningkatkan mutu pelayanan unit SDM
di Rumah Sakit Mulia Insani.
2. Khusus
a. Tersusunnya system monitoring pelayanan Unit SDM melalui indikator mutu
pelayanan
b. Mengetahui cara cara /langkah langkah dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan Unit SDM
c. Peningkatan mutu pelayanan Unit SDM dapat dilakukan secara paripurna dan
berkesinambungan serta efisien dan efektif
VII. 3. MANFAAT
Adapun manfaat adanya pengawasan dan pengendalian mutu adalah sebagi berikut :
1. Untuk meningkatkan pelayanan Unit SDM Rumah Sakit Mulia Insani
2. Untuk mencegah dan menghindari masalah masalah yang berkaitan dengan
pelayanan Unit SDM sebagai support pelayanan kesehatan seperti : komplain
karyawan
VII. 4. SASARAN, WAKTU DAN PETUGAS PELAKSANAAN
Adapun sasarannya pengawasan dan pengendalaian mutu adalah :
1. Semua petugas Unit SDM
2. Karyawan
Waktu pelaksanaannya dilaksanakan setiap bulan
Petugas pelaksana dilaksanakan oleh tim pengendali mutu pelayanan yang ditunjuk
oleh SK Direktur
VII. 5. LANGKAH - LANGKAH
Dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanan unit umum maka perlu ditetapkan
langkah langkah kegiatan sebagai berikut :

33
1. Bidang Mutu Unit SDM mempunyai tugas menyusun rencana program penilaian mutu
pelayanan Unit SDM selama periode tertentu menyusun kriteria sebagai indikator
pelayanan mutu pelayanan Unit SDM, melaksanakan monitoring dan evaluasi dari
suatu penilaian yang dilaksanakan
2. Bentuk kegiatan dari bidang mutu Unit SDM yaitu melaksanakan pengelolaan mutu
kinerja pelayanan Unit SDM
3. Kegiatan dilakukan 1 bulan sekali :
Studi dokumentasi untuk evaluasi kelengkapan dokumen pelaporan
Unit SDM :
Melalui Laporan Tahunan
Unit Diklat :
Melalui Laporan Tahuanan
4. Hasil pengendalian mutu pelayanan Unit SDM dilaporkan pada panitia mutu
pelayanan

BAB VIII
PENUTUP

Dengan adanya Sumber Daya Manusia yang telah diberikan pelayanan baik terhadap
hak dan kewajibannya juga untuk menunjang karir atau pekerjaan yang dilakukan maka akan
terkumpul sebuah Sistem Infomasi Sumber Daya Manusia dimana didalamnya terdapat suatu
prosedur sistematik pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan dan perolehan semua data
data tentang semua karyawan.
Selain itu untuk Perencanaan Sumber Daya Manusia akan terus berorginisir dengan
baik sehingga jika terjadi permintaan ataupun penambahan karyawan perunit kerja sudah
tersedia Sumber Daya Manusia yang berkualitas sesuai dengan standar perunit kerja yang ada
di rumah sakit.
Adapun suplai Sumber Daya Manusia dapat berasal dari internal dan eksternal. Suplai
internal berasal dari karyawan yang sudah ada saat ini, karyawan yang dapat dipromosikan,
dipindahkan atau didemosikan untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan untuk suplai eksternal
adalah dari orang yang melamar pekerjaan.

34
Personalia sebagai badan kepegawaian harus terus selalu memperbaharui sistem dan
selalu memfile estimasi kebutuhan tenaga yang ada untuk mendukung semua proses
pelayanan di rumah sakit. Sehingga proses pelayanan terhadap customer dapat berjalan
dengan baik dan lancar.

35