Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TRICHISNOSIS

OLEH ;

Nama ;Ria M Kosaplawan

NPM ;12113201140092

Tugas ; Epidemologi

UNIVERSITAS KRISTEN INONESIA MALUKU

FAKULTAS KESEHATAN

TAHUN

2016
Daftar Isi

LEMBARAN JUDUL.1
DAFTAR ISI...2
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...3
B. Rumusan Masalah .4
C. Tujuan ....5
BAB II: TINJAWAN PUSTAKA
A. Tinjawan Umum Tentang Penyakit yang Menjadi Tugas 6
B. Tinjawan Umum Tentang Faktor Resiko..7
BAB III ; PEMBAHASAN ..8
A.Gambaran Epidemiologi Desakriptif Dari Penyakit TRICHINOSIS ..9
B.Gambaran Skema Penularan Penyakit Trichinosis..10
C.Pencegahan Penyakit Trichinosis11
D.Strategi Pengendalian Penyakit Trichinosis12
BAB IV PENUTUP
A,Kesimpulan13
B.Saran14

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang

Trichinosis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing trichinella


spiralis. Penyakit Trichinosis banyak terdapat di negeri dimana penduduknya
makan daging babi yang tak dimasak dan tidak di kiringkan dahulu.
Trichinosis disebabkan oleh cacing nematoda, Trichinella spiralis (dan beberapa
spesies lain Trichinella) cacing ini tidak menimbulkan efek klinis pada babi tapi
merupakan bahaya zoonosis besar kepada orang-orang mengkonsumsi daging
babi kurang matang atau produk sembuh sempurna. Infeksi ini terjadi di negara
dengan babi hutan lebar atau terinfeksi oleh populasi karnivora. Larva dimakan
sebagai kista dalam daging, excyst di usus kecil, pasangan dan betina
bersembunyi ke dalam dinding usus menimbulkan larva yang encyst dalam otot.
Encysted larva dapat tetap bertahan selama 10 tahun dan menimbulkan
trichinosis dalam manusia bila dimakan .

B.Tujuan
Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas dari zoonosis,selain itu
juga agar para pembaca makalah ini dapat lebih memahami dan megerti
tentang penyakit trichinosis yang berkaitan dengan :
Tinjawan umum tentang penyakit trichinosis.
Tinjawan umum tentang faktor resiko dari penyakit trichinosis.
Gambaran epidemiologi dari penyakit trichinosis.
Gambaran skema penularan dari penyakit trichinosis.
Cara pencegahan penyakit trichinosis.
Strategi pegendalian dari penyakit trichinosis.

BAB II
TINJAWAN PUSTAKA

A.Tinjawan Umum Tentang Trichisnosis.


Pegertian
Trichinosis atau bisa di sebut dengan trichinella,yang merupakan penyakit
parasite,yang di sebabkan oleh infeksi parasite atau trichinella.trichinosis pada
manusia dapat terjadi karena memakan daging menta atau yang di masak
kurang matang,yang telah terinfeksi oleh larva cacing trichinella.

Arasit ini ertama kali di temukan di dalam jarigan manusia,sewaktu otopsi pada
permulaan tahun 1800-an,baru pada tahun 18 60-an,Fredrich von Zenker,dia
menyimpulkan bahwa ,infeksi di sebabkan karena manusia memakan sosis
mentah.beberaa tahun kemudian,di buktikan secara pasti bahwa ,penyakit ini
merupakan penyakit zoonosis.

Penyebab Trichinosis. Trichinosis adalah penyakit yang disebabkan oleh


cacingtrichinella spiralis. Penyakit Trichinosis banyak terdapat di negeri dimana
penduduknya makan daging babi yang tak dimask dan tidak di kir dahulu.

Penularan
Terjadinya infeksi Trichinosis. Bila manusia makan daging bagi yang mengadung
tempayak cacing yang masih hidup (disebut juga fin) maka dalam usus tempayak akan
keluar dari sarangnya. Tempayak akan masuk ke dalam pembuluh lymphe kemudian
masuk ke dalam pembuluh darah sampai akhirnya menetap dalam otot.

Gejala Trichinosis. Hal ini bergantung pada banyak sedikitnya tempayak yang
masuk ke dalam tubuh dan bergantung pula pada tempat di mana tempayak itu
menetap. Mula-mula gejalanya adalah: nafsu makan hilang, mual, muntah,
mules, kadang disertai dengan buang air besar yang encer dengan lendir dan
sedikit darah (dalam hal ini gejala menyerupai gejala dysentrie). Kemudian 1-2
minggu sesudahnya terdapat rasa nyeri pada otot, otot sedikit membengkak.
Yang terasa nyeri adalah otot di mana tempayak itu menetap. Bila terdapat pada
lengan tungkai, maka bagian itu pada pergerakan terasa nyeri dan kaku.
Biasanya penyakit ini disertai demam. Demikianlah secara ringkas yang perlu
dikemukakan.
B.Tinjauan Umum Tentang Faktor Resiko Dari Trichinosis.

Faktor resiko utama untuk tertular penyakit trichinosis adalah ada manusia yang
makan daging babi mentah atau kurang matang.resiko untuk terkena infeksi berkaitan
dengan jumbla larva yang tertelan ,sekitar 10 larva per gram daging dan larva yang
tertelan megakibatkan infeksi rigan,sedangkan jika larva yang tertelan sebanyak 50-500
megakibatkan infeksi moderat,sementara jika larva yang tertelan lebih dari 1.000 akan
megakibatkan infeksi yang parah,dan akibat dari menghilangkan jumbla larva dalam
daging yag terinenfsi baik risiko dan beratnya infeksi.

Penularan penyakit pada manusia


- Sumber penularan utama adalah daging babi.
- Gejala umum pada manusia adalah enteritis, diare dan sakit perut karena
penetrasi cacing dewasa pada mukosa usus.
- Manusia dapat terinfeksi cacing taenia dewasa di usus apabila makan daging
yang mengandung siste. Juga dapat terbentuk siste pada otot dan organ lain
apabila tertelan telur cacing.
- Sembilan hari setelah siste termakan, larva memasuki peredaran darah dan
memberikan gejala seperti influenza, rasa sakit pada otot (serupa reumatik)
yang disebabkan oleh toksin yang diproduksi pada otot atau organ lain.
- Penyakit pada manusia tergantung dari jumlah siste yang tertelan.
Diperkirakan adanya 2000 larva pada otot memberikan gejala dan 8000 larva
akan dapat menyebabkan kematian.
- Larva dapat menyebabkan myokarditis dan ensefalitis.

BAB III

PEMBAHASAN

A.Gambaran Epidemiologi Deskriptif dari Penyakit Trichinosis.


1.ini adalah gambaran epidemiologi dari cacing yang megakibatkan penyakit
trichinonis.

B. Skema Penularan Penyakit Trichinosis.

Penyakit trichinosis berasal dari cacing Trichinella. Dan kejadian pada hewanUmum
terdapat pada usus dan jaringan otot babi, tikus
Walaupun cacing dewasa terdapat dalam usus tapi larvanya jarang ditemukan dalam
otot- Induk semang utama adalah babi, manusia dan tikus. Predileksinya bervariasi
tergantung spesies induk semang.penyakit ini disebabkan oleh cacing Trichinella
spiralis (dan beberapa spesies lain Trichinella) tidak menimbulkan efek klinis pada babi
tapi merupakan bahaya zoonosis besar kepada orang-orang mengkonsumsi daging
babi kurang matang atau produk sembuh sempurna. Infeksi terjadi di negara dengan
babi hutan lebar atau terinfeksi, populasi karnivora.

Contoh: penularan dari cacing (trichisnella),tikus dan babi,kemudian ke manusia

Manusia
Tikus dan babi

Cacing (trichisnella)

C.Pencegahan Penyakit Trichinosis

Agar kita tidak terserang cacing gelang sejenis ini,maka kita dapat melakukan
encegahan dengan cara:

Memasak daging hingga benar-benar matang .


Makanan sampa yang akan di berikan pada babi,harus di masak lebih dahulu.
Bahan makanan yang meganung daging babi,seperti saus babi dan sate babi
perlu di masak sampe matang,gunanya untuk membunuh larva cacing yang
berada di dalam daging.
Khususnya pada manusia,bila memasak daging sebelum di komsumsi harus
masak sampai 77C dan pembekuan daging (-15C selama 20 hari,-23C selama
10 hari,-30C selama 6 hari).
Daging di simpan dalam suhu -25C selama 10-20 hari,itu akan menyebabkan
larva cacing mati.

D.Strategi Pengendalian Penyakit Trichinosis.


Penjagaan.
Jangan makan daging babi yang mentah atau kurang lama memasaknya (oleh
agama Islam makan daging babi yang diharamkan).
Dan bila tempayak masih berada dalam usus, obat cacing masih dapat
menolong. Tetapi bila sudah masak dalam otot, pengobatan tidak mungkin lagi.
Yang dapat dilakukan hanya menjaga supaya penderita menjadi sebaik-
baiknya. Maka dengan sendirinya tempayak yang berada dalam otot dapat
musnah.

BAB IV

PENUTUP

A.Kesimpulan

Bila manusia makan daging bagi yang mengadung tempayak cacing yang masih hidup
(disebut juga fin) maka dalam usus tempayak akan keluar dari sarangnya. Tempayak
yang akan masuk ke dalam pembuluh lymphe kemudian masuk ke dalam pembuluh
darah sampai akhirnya menetap dalam otot.
Jangan makan daging babi yang mentah atau kurang lama memasaknya. (oleh agama
Islam haruslah makan daging babi yang telah diharamkan).
DAFTAR PUSTAKA

Anonimous.1997.Standar Nasional Indonesia,Jakarta.

Anonimous.2004.Daging Ilegal Agar Segera Dimusnakan.HU.Pikiran Rakyat


p.3.Selasa 22 Juni,Bandung.

Alden M.B.1999.HACCP-Principles end Practices,Food Safety Short Course


Materials,Michigan State University,USA.

Dinas Peternakan Prop.Jabar.2003.Laporan Efakuasi Kesehatan Hewan Tahun


2003

Doddi Yudhabuntara.1999.Diskon Dalam Makanan Dan Pengharunya Terhadap


Kesehatan.Makalah Seminar Amankan Protein Hewani yang anda komsumsi
.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat,Bandung.

Hidayat,A.2000,Keamanan Pagan.Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman


Pangan,Bogor.

Roday,S.1999.Food Hygiene and Sanitation,Tata MC.Graw-Hill


Pub.Co.Lmtd,New Delhi.

Sofjan Sudradjat.2004.Epidemiologi & Ekonomi Veterine.Yayasan Agribisnis


Indonesia Mandiri,Jakarta.
Srikandi Fardias.1983.Keamana pangan Jilit 1.Jurusan Ilmu dan Teknologi
Pangan,Fakultas Teknologi Pertaniaan,IPB,Bogor.

Winamo,F,G.1992.Food Safety,Standard and Regulation in Development of Food


Sci.and Technol.I.Southeast Asia.IPB Pres,Bogor.