Anda di halaman 1dari 13

POLITEKNIK NEGERI

SRIWIJAYA

Penentuan Asam Lemak Bebas (ALB)


Pada Minyak Goreng

1. TUJUAN

Mahasiswa dapat melakukan penentuan asam lemak pada minyak goreng dengan cara
titrasi.

2. ALAT DAN BAHAN

a. Alat Yang Digunakan

Kaca arloji 2
Erlenmeyer 250 ml 6
Buret 50 ml 2
Pipet ukur 25 ml, 10 ml 2
Gelas kimia 100 ml 250 ml 2
Labu takar 250 ml 2
Spatula 2
Pengaduk 2
Neraca analitik 1
Bola karet 4

b. Bahan Yang Digunakan

Minyak goreng ( curah )


Minyak goreng ( jelantah )
CPO
KOH 0,1 N
Asam palmitat
Indikator thymol blue
Aquadest
Page 1
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

Rincian Kerja
v Standardisasi larutan baku KOH
v Penentuan kadar asam lemak bebas pada CPO

3. DASAR TEORI

Minyak kelapa sawit mempunyai peranan penting dalam perdangangan dunia berbagai
industri. Baik pangan maupun non pangan banyak mengunakannya sebagai bahan baku.
Beradasarkan peran dan kegunaan minya sawit itu, maka mutu dan kualitasnya harus
diperhatikan sebab sangat menentukan harga dan nilai komoditas ini.Dalam hal ini syarat
mutu diukur berdasarkan spesifikasi standar mutu internasional yaitu meliputi kadar ALB, air
,kotoran, logam, peroksida dan ukuran pemucatan.

ALB dengan konsentrasi tinggi dalam minyak kelapa sawit sangat merugikan. Tingginya
ALB ini mengakibatkan rendeman minyak turun sehingga mutu minyak menjadi menurun.
Apabila kadar ALB pada CPO meningkat melebihi standar mutu yang telah ditetapkan maka
CPO tersebut tidak dapat dijual. Hal ini menyebabkan kerugian pada perusahaan penghasil
CPO.

Kenaikan kadar ALB ditentuka pada saat tandan buah sawit dipanen sampai tandan diolah
dipabrik. Pembentukan ALB pada buah disebabkan pecahya membran vacuola (yang
memisahkan minyak dari komponen sel ), sehingga minyak bercampur dengan air sel.
Dengan dikatalisir oleh enzim lipase, lemak terhidrolisa membentuk ALB dan gliserol.
Semakin lama reaksi ini berlangsung, maka semakin banyak ALB yang terbentuk .
Reaksi hidrolisa pada minyak sawit:

O
CH2-O-C-R CH2-OH
O O
PANAS , AIR
CH -O-C-R KEASAMAN , ENZIM CH OH + R-C -OH
O

Page 2
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

CH2-O-C-R CH2- OH

MINYAK SAWIT GLISEROL ALB

O O

R-C OH + KOH R-C-OK + H2O

Penentuan mimyak ALBpada CPO menggunakan metode titrasi asam basa, dengan
menggunakan titran larutan KOH dengan indikator thymol blue. Sebelumnya larutan KOH
distandardisasi terlebih dahlu dengan asam palmintat.

4. LANGKAH KERJA

4.1 Standardisasi Larutan baku KOH dengan asam Palmintat

1. Membuat larutan 0,1 N KOH sebanyak 250 ml dan memasukkanya kedalam labu
ukur
2. Menempatkannya ke dalam buret 50 ml
3. Menimbang 1 gr asam palmitat yang telah dilarutkan dengan etanol 96% 25 ml
kedalam erlenmeyar 250 ml
4 Menambahkan didalamnya indikator thymol blue 2-3 tetes
5 Menitrasikan dengan KOH , kemudian mencatat volume titran
6 Menghitung normalitas larutan KOH

Page 3
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

4.2 Penentuan Kadar ALB pada CPO

1. Menempatkan 1 gr CPO didalam erlenmeyer 250 ml


2. Melarutkan dengan etanol 96% 25 ml
3. Menambahkan 2-3 tetes indikator thymol blue
4. Menitrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning bening
menjadi kebiru-biruan.
4. Mengulangi percobaan sebanyak tiga kali

4.3 Penentuan Kadar ALB pada Minyak Goreng Curah

1. Menempatkan 1 gr minyak goreng curah didalam erlenmeyer 250 ml


2. Melarutkan dengan etanol 96% 25 ml
3. Menambahkan 2-3 tetes indikator thymol blue
4. Menitrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning bening
menjadi kebiru-biruan.
5. Mengulangi percobaan sebanyak tiga kali

4.4 Penentuan Kadar ALB pada Minyak Goreng Jelantah

1. Menempatkan 1 gr minyak goreng jelantah didalam erlenmeyer 250 ml


2. Melarutkan dengan etanol 96% 25 ml
3. Menambahkan 2-3 tetes indikator thymol blue
4. Menitrasi dengan KOH sampai terjadi perubahan warna dari kuning bening
menjadi kebiru-biruan.
5. Mengulangi percobaan sebanyak tiga kali

Page 4
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

5. DATA PENGAMATAN

5.1 Standardisasi larutan baku KOH dengan Asam palmintat

No percobaan Volume KOH Hasil Pengamatan

1 27,5 ml Kebiruan

2 38,8 ml Kebiruan

3 33,5 ml Kebiruan
33,3 ml
Volume Rata Rata

5.2 Penentuan Kadar ALB pada CPO

No percobaan Volume KOH Hasil Pengamatan

1 1,3 ml Kebiruan

2 1,3 ml Kebiruan

3 1,3 ml Kebiruan

Volume Rata Rata 1,3 ml

5.3 Penentuan Kadar ALB pada minyak goreng jelantah


Page 5
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

No percobaan Volume KOH Hasil Pengamatan

1 1,4 ml Kebiruan

2 1,5 ml Kebiruan

3 1,1 ml Kebiruan

Volume Rata Rata 1,3 ml

6. PERHITUNGAN

6.1 Standarisasi penentuan Normalitas KOH

a. Secara Teori

N KOH = gram KOH

Vlarutan x BM KOH

= 1,3 gram

0,25 L x 56,11 gr/ek

= 0,1 ek/L

b. Secara Praktek

N KOH = gram asam palmitat

Vlarutan x BM asam palmitat

= 1,0 gram

0,04623 L x 256,43 gr/ek

= 0,084 ek/L

Page 6
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

% kesalahan Normalitas = Vteori - praktek x 100

Nteori

= 39 ml - 33,3 ml x 100

39 ml

= 14 %

* menentukan N KOH

N KOH 0,1teori

gr Asam Palmitat
V KOH . N KOH
BM

1 gr
0,0333 L. N KOH
gr
256,43
mol

0,0333 L. N KOH0,0039 mol

0,0039 mol
N KOH
0,0333 L

0,11

PraktekTeori
kesalahan x 100
Praktek

0,110,1
x 100
0,11

Page 7
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

6.3 Penentuan Kadar ALB pada CPO

1. Minyak

% ALB= V KOH x N KOH x 256 x 100

Gr CPO x 1000

= 1,3 ml x 0,11 N x 256 x 100 = 3,66%

1 gr x 1000\

2. pada Minyak goreng jelantah

% ALB= V KOH x N KOH x 256 x 100

Gr sampel x 1000

= 1,3ml x 0,11 N x 256 x 100 = 3,66%

1 gr x 1000

7. ANALISA PERCOBAAN

Pada percobaan kali ini yang harus dilakukan pertama yaitu membuat larutan KOH
sebagai titran dengan menimbang 1,4 gr KOH dan di larutkan kedalam labu takar 250 ml
aquadest lalu menimbang 1 gr asam palmitat dan di larutkan dengan etano 50 ml
menambahkan indikator thymol blue sebanyak 3 tetes selanjutnya mentitrasikan dengan
KOH, dari perubahan warnanya dari kuning menjadi kebiru biruan sama halnnya dengan
penetuan ALB pada CPO dan minyak jelantah.

Page 8
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

Pada Saat standarisasi larutan baku KOH dengan asam palmitat volume yang
didapatkan yaitu 27,5 ml , 38,8 ml dan 33,5 ml sehingga volume rata ratanya 33,3 ml dan N
KOH di dapatkan 0,11 N dengan % kesalahan % Pada penentuan kadar ALB pada CPO dan
minyak jelantah di peroleh dengan volume rata ratanya 1,3 ml dan % kesalahan yaitu 3,66
%, dapat disimpulkan bahwa semakin bessar Nilai ALB yang terdapat dalam suatu minyak
semakin rendah pula mutu / kualitas Minyak tersebut.

8. KESIMPULAN

Asam Lemak Bebas (ALB) merupakan asam yang di bebaskan pada hidrolisa lemak.

Berdasarkan percobaan, maka

v Persen Kesalahan Normalitas = 9 %

v Kadar ALB dalam sampel CPO adalah 3,66 %

v Kadar ALB dalam sampel minyak goren jelantah 3,66%

Apabila suatu sampel mempunyai kadar ALB yang cukup tinggi maka mutu suatu
CPO atau minyak goreng menjadi buruk

Page 9
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

9. PERTANYAAN

1. Dari percobaan diatas zat apakah yang merupakan:

-standar primer

-standar sekunder

-analit

-indikator

Jawab:

-standar primer : KOH

-standar sekunder : Asam Palmitat

-analit : CPO dan Minyak goreng

-indikator : Thymol Blue

2. Tuliskan standar primer yang digunakan untuk titrasi asam basa?

Jawab:

KHP, asam sulfat, natrium karbonat, kalium hidrigen iodat,

Page 10
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

DAFTAR PUSTAKA

Joob sheet Penuntun praktikum Kimia Analisis Dasar Politeknik Negeri Sriwijaya
2016/2017
Laporan sementara kelompok 2 ( Penentuan Asam Lemak Bebas )

Page 11
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

GAMBAR ALAT

Gelas kimia Neraca

Pipet Volum Buret

Labu Takar Kaca Arloji

Page 12
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )
POLITEKNIK NEGERI
SRIWIJAYA

Boa Karet Spatula

Page 13
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS
( ALB )