Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENGAJARAN

PENTINGNYA MAKANAN TAMBAHAN PADA


BALITA

AYU NOVITA SARI

P1337420114027

PRODI S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG

2017
Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Pokok Bahasan : Pentingnya Pemberian Makanan Tambahan pada Balita


Sasaran : Ibu yang memiliki balita
Target : Ny. A dan keluarga
Penyuluh : Ayu Novita Sari
Waktu : 10.00-10.30 WIB
Hari/Tanggal : Selasa / 18 April 2017
Tempat : Rumah Ny. A rt 06/04 Tembalang

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Namun, dengan bertambahnya
umur bayi dan tumbuh kembang, bayi memerlukan energi dan zat-zat gizi
yang melebihi jumlah ASI. Bayi harus mendapat makanan tambahan atau
pendamping ASI. Setelah bayi berumur 6 bulan maka makanan pendamping
ASI dapat mulai diberikan.
Dalam pengkajian yang telah dilakukan oleh mahasiswa Program
Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember pada Kelurahan Tegal Gede
Dusun Krajan Barat pada bulan April didapat data bahwa pemberian makanan
pendamping ASI diberikan lebih awal yaitu ketika bayi baru berumur 1 hari.
Hal ini merupakan suatu masalah kesehatan karena bayi yang baru lahir
belum siap untuk menerima makanan.

B. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU):


Setelah dilakukan penyuluhan ini, diharapkan ibu yang memiliki bayi mampu
mengerti dan menerapkan pentingnya pemberian makanan tambahan pada
bayi di waktu yang tepat.
C. TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS:
Setelah mengikuti proses penyuluhan, ibu-ibu yang memiliki bayi atau balita
dapat memahami tentang pengertian PMT, manfaat PMT, dan macam-macam
PMT.

D. SUB POKOK BAHASAN:


1. Pengertian PMT bayi
2. Manfaat PMT pada bayi
3. Macam-macam PMT
4. Saat tepat pemberian PMT

E. METODE
Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi

F. MEDIA
Leaflet dan bahan pembuatan PMT.

G. Rencana Kegiatan Penyuluhan


Kegiatan Penyuluhan
Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Pemateri Kegiatan Peserta
Pendahulua 1. memberikan salam, Memperhatikan dan 5 menit
n memperkenalkan diri, dan menjawab salam
membuka penyuluhan.
2. menjelaskan gambaran Memperhatikan
umum tentang materi
yang akan diajarkan
beserta manfaatnya.
Penyajian 1. menjelaskan pengertian Memperhatikan 15 menit
PMT bayi dan balita.
a. Menanyakan kepada Menmberikan
peserta apabila ada pertanyaan
yang kurang jelas
b. Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan peserta
2. menjelaskan manfaat Memperhatikan
PMT pada bayi dan balita.
a. Menanyakan kepada Menmberikan
peserta apabila ada pertanyaan
yang kurang jelas
b. Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan peserta
3. menjelaskan macam- Memperhatikan
macam PMT
a. Menanyakan kepada Menmberikan
peserta apabila ada pertanyaan
yang kurang jelas
b. Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan peserta
4. Menjelaskan saat tepat Memperhatikan
pemberian PMT
a. Menanyakan kepada Menmberikan
peserta apabila ada pertanyaan
yang kurang jelas
b. Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan peserta

Penutup 1. menutup pertemuan Memperhatikan 10 menit


dengan membacakan
kesimpulan materi yang
telah dibahas bersama
dengan anak.
2. membagikan leaflet Menerima leaflet
3. memberi salam Memperhatikan dan
penutup. menjawab salam.

H. EVALUASI:
Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktural
Kesepakatan pertemuan dengan lansia pengidap
hipertensi
Kesiapan penyaji

b. Evaluasi Proses
Peserta

- Lansia penderita hipertensi.


- Pertemuan berjalan dengan lancar
c. Evaluasi Hasil
Tes tidak tertulis /lisan (tanya jawab) di akhir ceramah.

I. REFERENSI:
Juwono, L. 2004. Pemberian Makanan Tambahan untuk Anak Menyusu.
Jakarta: EGC
Nadesul, H. (2005). Makanan Sehat Untuk Bayi. Jakarta: Puspa Swara

Soetjiningsih. (2002). ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan Seri Gizi.


Jakarta: EGC
Lampiran 1

PENTINGNYA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI

A. Pengertian PMT
PMT atau Pemberian Makanan Tambahan adalah pemberian makanan
pada bayi selain ASI setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Pemberian
makanan tambahan adalah masa saat bayi mengalami perpindahan menu dari
hanya minum susu beralih ke menu yang mengikutsertakan makanan padat.
Ini adalah bagian yang menyenangkan dan sangat penting dalam
perkembangan bayi. Susu akan terus menyuplai zat gizi yang dibutuhkan bayi
sampai saat tertentu, namun saat bayi semakin aktif, makanan padat menjadi
semakin berperan sebagai menu sehat, dan seimbang.
Makanan bayi selain Air Susu Ibu (ASI) untuk memenuhi seluruh
kebutuhan bayi terhadap zat-zat gizi yaitu untuk pertumbuhan dan kesehatan
sampai usianya enam bulan, sesudah itu ASI tidak dapat lagi memenuhi
kebutuhan bayi. Oleh karena itu, makanan tambahan mulai diberikan umur
enam bulan satu hari. Pada usia ini otot dan saraf di dalam mulut bayi cukup
berkembang untuk mengunyah, menggigit, menelan makanan dengan baik,
mulai tumbuh gigi, suka memasukkan sesuatu kedalam mulutnya dan
berminat terhadap rasa yang baru.

B. Manfaat PMT

1. Melengkapi zat gizi ASI yang sudah berkurang.

2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam-macam


makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.

3. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.

4. Mencoba adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi


tinggi.
C. Macam-Macam PMT
Pemberian makanan bayi tambahan sesuai dengan usia :
1. Usia 0 - 6 bulan, makanan yang diberikan berupa ASI
2. Usia 6 - 8 bulan, mulai di usia ini bayi bisa diberikan ASI, bubur susu,
dan nasi tim saring
3. Usia 8 - 10 bulan, beranjak di usia ini berikanlah ASI, buah, bubur
susu, dan nasi dihaluskan
4. Usia 10 - 12 bulan, mencapai usinya hampir satu tahun berikanlah ASI,
buah, dan nasi tim
5. Usia 12 - 24 bulan, di usia ini berikanlah ASI, nasi tim atau makanan,
serta makanan kecil

Macam-macam bahan makanan yang dapat dijadikan makanan tambahan untuk bayi
adalah:
1. Kentang, Umbi-Umbian
Makanan bayi tak harus berupa nasi tim saja. Bisa dimulai
pemberiannya pada usia 6 atau 7 bulanan (saat dimulainya pemberian
MPASI). Sumber karbohidrat lain seperti beras dan terigu, kentang,
ubi, jagung, roti gandum boleh saja diberikan
2. Daging Ayam
Perlu dicermati, sebagian besar sapi, ayam, dan binatang
peliharaan lain juga diternakkan dalam kondisi factory-like atau
dalam jumlah besar dan secara rutin diberi antibiotik dosis rendah
melalui makanan atau air minumannya. Di Amerika Serikat
diperkirakan 70% antibiotik dipergunakan untuk hewan ternak. Hal ini
potensial menyuburkan kuman yang resisten terhadap antibiotik.
Sebagian bakterinya ini bisa menyebar melalui daging yang dimasak
tidak sampai matang.
Residu bahan-bahan kimia pada daging ternak terkonsentrasi
pada lemak dan kulit. Untuk memperkecil risiko dampak buruknya,
buang lemak dan kulit dari daging ternak sebelum memasaknya.
3. Ikan Air Tawar atau Ikan Laut
Selain tinggi protein, ikan memiliki kandungan lemak tak jenuh
yang sangat bermanfaat bagi pembentukan otak bayi. Baik ikan air
tawar maupun ikan laut seperti tuna, tengiri, makarel, dan kakap besar
dapat diberikan kepada bayi usia 9 bulan ke atas. Pengolahannya bisa
ditim, dipanggang, ditumis, atau dipepes.
4. Telur Ayam
Telur merupakan makanan kaya protein. Namun, pemberian telur
kepada bayi terutama bagian putihnya, sering memicu alergi. Jadi
kalaupun ingin menyajikan menu telur berikan kuning telurnya saja,
itu pun setelah bayi usia 7 bulan. Sementara putih telur umumnya
direkomendasi baru setelah usia bayi di atas 9 bulan.
5. Buah-buahan
Buah yang paling sering diberikan kepada bayi di awal
pemberian MPASI adalah pisang. Namun, bukan berarti pisang adalah
buah terbaik. Banyak alternatif buah yang dapat diberikan, seperti
pepaya, pir, apel, melon, semangka, mangga, avokad, dan jeruk.
Sampai usia 7 bulan sebaiknya buah, kecuali avokad, diberikan setelah
dikukus sebentar atau direbus dengan sedikit air, lalu dilumatkan
menjadi seperti saus dengan atau tanpa susu.
6. Keju
Keju dapat diberikan kepada bayi mulai usia 7 atau 8 bulan.
Kandungannya tidak berbeda jauh dari susu ternak, yakni protein,
lemak, vitamin, dan mineral.