Anda di halaman 1dari 38

PERSAMAAN DIFERENSIAL LINIER ORDE DUA

NONHOMOGEN DENGAN KOEFISIEN KONSTANTA

Kelompok 8

1. Inas Alviyah Adibah 14221044


2. Isnania Eliza Putri 14221049
3. Purnama Sari 14221075

Dosen Pengampu
Rieno Septra Nery, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
RADEN FATAH PALEMBANG
2016
PD Linier Orde Dua Nonhomogen Dengan Koefisien
Konstanta

Bentuk umum PD Orde dua nonhomogen dengan koefisien


konstanta adalah :
a0 y ' ' +a 1 y ' +a2 y=G ( x ) ,

Dengan a0 , a1 dan a2 merupakan kosntanta serta G ( x )

0. Misal y h merupakan penyelesaian PD homogen yang

mana telah dibahas pada bab sebelumnya, dan y p adalah

penyelesaian nonhomogennya. Penyelesaian umum PD linier


orde dua nonhomogen adalah :
y= y h + y p

Untuk mencari y p dapat digunakan metode :

1. Koefisien tak tentu


2. Variasi parameter

5.1 Koefisien Tak Tentu


Untuk menyelesaikan PD di atas dengan menggunakan metode
koefisien tak tentu dapat dibagi menjadi beberapa kasus, yaitu
Kasus 1 :

Jika bentuk fungsi G( x) pada PD merupakan fungsi

eksponensial, yaitu Eeax , maka yp adalah fungsi berbentuk

x k ( Aeax ) , dengan k adalah banyaknya akar yang sama pada PD

homogennya dan A merupakan koefisien tak tentu yang dicari

dengan cara substitusi y p dan turunan y p dua kali terhadap x

ke dalam PD. Jika G ( x )= Eeax , maka PD menjadi


' ax
a0 y ' '+a 1 y + a2 y=Ee ,
ax
Misalkan y p= Ae , dan turunkan y p dua kali terhadap x ,

diperoleh
y 'p = Ae ax dan y ''p = Aa2 e ax .

Substitusikan yp , y p ' , dan y p' ' pada persamaan (5.1),

diperoleh
Aa
( 2 e )+ a1 ( Aae ax )+a 2( Ae ax )=Ee ax ,
ax

a0

Yang kemudian bagi kedua ruas dengan e ax , didapat


2
a0 Aa + a1 Aa+a2 A=E ,

Atau
A (a 0 a2+ a1 a+a2 )=E .

E
A=
Sehingga diperoleh 2
a 0 a + a1 a+a2 . Dari persamaan ini,

diperoleh bahwa
a0 a2 +a 1 a+ a2=0 ,

Maka
y p=x k ( Ae ax ) ,

Dengan k banyak akar yang sama pada PD homogennya dan a


adalah akar persamaan karakteristiknya. Jadi penyelesaian
umum PD berbentuk
y= y h + y p ,

Atau
y=c1 y 1+c 2 y 2 +x k ( Aeax ) ,

dengan c 1 dan c2 konstanta sebarang.


Kasus 2:

Jika fungsi G( x ) pada PD berbentuk polinomial bererajat m,

yaitu x
m
, dengan m 0, maka y p dipilih berbentuk

x k ( A 0 + A 1 x ++ A m x m ) , dengan k adalah banyaknya akar yang

m m1
sama pada PD homogennya. Jika G ( x )=b0 x + b1 x ++ bm , PD

menjadi
a0 y ' ' + a1 y ' +a2 y=b 0 x m +b 1 x m1 ++b m . (5.2)

Untuk memperoleh penyelesaian PD nonhomogen, dimisalkan


y p= A 0+ A 1 x ++ A m x m

Dan diperoleh
' m1
y p=m A m x + + A 1 ,

y 'p' =m ( m1 ) A m x m2+ +2 A 2

Substitusikan yp , y 'p , dan y ''p ke persamaan (5.2), diperoleh

a0 [ m ( m1 ) A m x m2 ++ 2 A2 ] + a1 ( m Am x m1 ++ A1 ) a 2 ( A 0 + A 1 x ++ A m xm ) =b 0 x m +b 1 x m1 +

.
(5.3)
Samakan koefisien ruas kiri dan ruas kanan, diperoleh
a2 A m=b0 ,

a2 A m1 + m a1 A m=b1 ,

a2 A 0 +a1 A 1 +2 a0 A 2=b m ,

a
Sehingga didapat Am= , dengan a2 0 . Jika a2 = 0 dan
a2

a1 0 , maka ruas kiri pada persamaan (5.3) menjadi polinomial

berderajat m 1, dan tidak memnuhi persamaan (5.3). untuk

'' '
menjadikan a0 y p + a1 y p polinomial berderajat m , dan

penyelesaian tidak homogen yp harus diubah menjadi

polinomial berderajat m + 1, sehingga


m
y p=x ( A0 + A 1 x ++ A m x ) .

Jika a2=0 dan a1=0 , maka ruas kiri pada persamaan (1.3)

menjadi polinomial berderajat m 2 , sehingga pilihan yp

berbentuk
y p=x 2 ( A0 + A1 x++ Am x m ) .

Jadi secara umum penyelesaian PD non homogen adalah :


k m
y p=x ( A 0+ A 1 x ++ A m x ) .

Dengan k adalah banyaknya akar yang sama pada PD


homogennya. Dengan demikian penyelesaian umum PD adalah :
y=c1 y 1+ c 2 y 2 + x k ( A 0 + A1 x+ + A m x m) ,

Dengan c1 dan c2 konstanta sebarang, dan A0 , A1 , ,

Am merupakan koefisien tak tentu yang dicari dengan cara

substitusi yp dua kali terhadap x pada PD.


Kasus 3:

Jika fungsi G( x ) pada PD berbentuk perkalian antara fungsi

polinomial dengan fungsi eksponensial, yaitu x m eax , maka

pilihan yp berbentuk

x k ( A 0 + A 1 x ++ A m x m ) e ax ,

Dengan k adalah banyaknya akar yang sama pada PD

homogennya. Jika G ( x )=(b 0 x m +b1 x m1+ +b m)e ax , maka PD

menjadi
b
( 0 x +b1 x m1+ +bm )
m
e ax .
a0 y ' ' +a1 y ' + a2 y =

(5.4)

Misalkan
m ax
y p=( A 0 + A1 x+ + A m x )e , atau y p= e ax u(x ) ,
m
Dengan u ( x ) =A 0 + A1 x+ + A m x . turunkan yp dua kali

terhadap x , diperoleh
y p' =e ax [u ( x )+ au ( x )]

Dan
'' ax '' ' 2
y p =e [u ( x )+ 2 au ( x )+ a u ( x ) ] .

' ''
Substitusikan yp , y p dan yp pada persamaan (5.4)

diperoleh
a0 [ u' ' ( x ) +2 au ' ( x )+a2 u ( x ) ] + a1 [ u' ' ( x )+ a u' ( x ) +a2 u ( x ) ]=

m m1 ax
(b 0 x +b 1 x ++b m) e ,

Atau
a0 u' ' ( x )+ ( 2 a0 a+a 1) u' ( x ) + ( a0 a2 +a 1 a+ a2 ) u ( x ) =P n (x)

Dengan Pn ( x )=(b 0 x m +b1 x m1+ +b m) e ax . jika a0 a2 +a1 a+a 2 0,

maka u ( x ) =A 0 + A1 x+ + A m x m , sehingga penyelesaian

persamaan (5.4) adalah :


y p=eax ( A 0 + A1 x++A m x m) .
2
Sedangkan jika a0 a +a 1 a+ a2=0 dan 2 a0 a+a1 =0 , maka dalam

hal ini
u ( x ) =x2 ( A 0+ A 1 x ++ A m x m )

ax ax
Dikarenakan e dan xe adalah penyelesaian PD

homogennya. Jadi penyeleaian PD homogen adalah :


k m ax
y p=x ( A 0+ A 1 x ++ A m x ) e ,

Dengan A0 , A1 , ... , Am adalah koefisien yang dicari

dengan cara substitusi yp dan turunkan yp dua kali terhadap

x pada persamaan (5.4) . dengan demikian penyelesaian umum


PD adalah :
y= y h + y p

c 1 y 1 +c 2 y 2+ x k ( A0 + A1 x+ + Am x m)e ax

Kasus 4:

Jika fungsi G ( x ) pada PD berbentuk xm sin B x + x n cos B x ,

dengan m dan n masing-masing adalah derajat polinomial, maka

yp yang dipilih berbentuk

( A 0+ A 1 x ++ A m x m ) cos B x +( B0 +B 1 x ++ Bm x m )
y p1 =x k
sin Bx

dan

( A 0+ A 1 x ++ A m x m ) cos B x +( B0 +B 1 x ++ Bm x m )
y p2 =x k

sin Bx

dengan A0 , A 1 , ... , Am dan B0 , B 1 , ... , Bm

merupakan koefisien tak tentu yang dicari dengan cara substitusi

yp dan diturunkan yp dua kali terhadap x pada PD. Maka PD

menjadi
a0 y ' ' + a1 y ' +a2 y=x m sin B x + x n cos B x . (5.5)

Untuk mencari penyelesaian partikulir persamaan (5.5) ,


dimisalkan

( A 0+ A 1 x ++ A s x s ) cos B x + ( B0 + B1 x ++ B s x s )
y p=x k

sin Bx ]

dengan s adalah derajat polinomial m dan n . dengan demikian


penyelesaian PD adalah
y= y h + y p c 1 y 1 +c 2 y 2+ yp .

Kasus 5:

Jika fungsi G( x ) pada PD berbentuk E1 cos B x atau E2 sin

Bx , dengan B 0 , maka yp yang dipilih berbentuk

A 0 cos Bx + B0
sin Bx ) , dengan A0 dan B0 koefisien tak
xk
tentu yang dicari dengan cara substitusi yp dan turunkan yp

dua kali terhadap x ke PD. Maka PD menjadi


a0 y ' ' + a1 y ' +a2 y=E 1 cos B x , (5.6)

Atau
a0 y ' ' + a1 y ' +a2 y=E 2 sin Bx , (5.7)

Untuk mencari penyelesaian persamaan (5.6) atau persamaan

A 0 cos Bx + B0
(5.7) , dimisalkan k sin Bx ) , dengan k adalah
y p =x

banyaknya akar yang sama pada PD homogennya. Jadi


penyelesaian umum PD adalah
y=c1 y 1+ c 2 y 2 + yp

A 0 cos B x + B 0
k sin Bx ),
c 1 y 1 +c 2 y 2+ x

Dengan c1 dan c 2 konstanta sebarang.

Kasus 6:

Jika fungsi G( x ) pada PD berbentuk E1 e ax cos B x atau E2

e ax sin B x , dengan E1 , E2 adalah konstanta yang tidak sama

A 0 cos Bx + B0
dengan nol, maka yp yang dipilih berbentuk sin
xk

Bx ).

Maka PD menjadi
'' ' ax
a0 y + a1 y +a2 y=E 1 e cos B x , (5.8)

Atau
a0 y ' ' + a1 y ' +a2 y=E 2 e ax sin Bx , (5.9)
Untuk mecari penyelesaian partikulir persamaan (5.8) atau
persamaan (5.9) , dimisalkan
A 0 e ax cos Bx + B0 e ax
sin Bx ).
y p =x k

Dengan demikian penyelesaian umum PD adalah :


y= y h + y p

ax ax
A 0 e cos Bx + B0 e
c 1 y 1 +c 2 y 2+ k sin Bx ) .
x

Disini k adalah banyaknya akar yang sama pada PD homogennya

dan A0 dan B0 adalah koefisien yang dicari dengan cara

substitusi yp dan turunkan yp dua kali terhadap x ke PD.

Untuk lebis memudahkan dalam mencari penyelesaian PD


dengan metode koefisien tak tentu, dapat dilihat pada Tabel 1 di
bawah ini.

Tabel 5.1 pemilihan yp untuk beberapa kasus khusus

G( x ) pada metode koefisien tak tentu

Bentuk Fungsi
No. Pilihan untuk yp
G( x )

1. xm x k ( A 0 + A 1 x ++ A m x m )

2. Ee
ax
x k ( A e ax )

3.
m ax
x e x k ( A 0 + A 1 x ++ A m x m ) e ax

E1 cos B x atau
A 0 cos Bx + B0
4. k sin Bx
x
E2 sin B x

5. x m sin B x + x n cos Bx ( A 0+ A 1 x ++ A m x m ) cos B x


xk

+ ( B0 + B1 x ++ Bm x m )
sin Bx

E1 eax cos B x atau ax ax


A 0 e cos Bx + B0 e
6. k sin Bx )
ax x
E2 e sin B x ,

Dalam mencari penyelsaian PD linier dengan menggunakan


metode koefisien tak tentu berlaku aturan-aturan sebagai berikut
:
A. Aturan Dasar

Jika G( x ) pada PD merupakan salah satu fungsi yang

terdapat di kolom pertama pada tabel 1, maka pilihlah

fungsi yp yang bersesuaian di kolom kedua, lalu

tentukan koefisien tak tentunya dengan cara substitusi

yp dan turunkan yp dua kali terhadap x ke persamaan

diferensialnya.
B. Aturan Modifikasi

Jika G( x) pada PD merupakan bentuk penyelesaian PD

homogen, maka kalikan yp yang dipilih dengan xk ,

dengan k adalah banyaknya akar yang sama dengan PD


homogennya.
C. Aturan Penjumlahan

Jika G( x) pada PD merupakan penjumlahan fungsi-fungsi

yang berasal dari beberapa baris pada kolom pertama

tabel 1, maka pilihla yp yang berupa penjumlahan dan

fungsi-fungsi dari baris yang bersesuain pada kolom kedua.

Contoh 1
Carilah penyelesaian umum PD
'' ' 2
y 3 y =2 x +1 (1)

Penyelesaian:
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari
'' ' 2
penyelesaian PD dari persamaan y 3 y =2 x +1 . PD

homogennya adalah
y ' ' 3 y ' =0 (2)

Misalkan m adalah akar-akar karakteristik dari persamaan (2)


adalah
m23 m=0 atau m ( m3 )=0 .

Sehingga akar-akarnya adalah m1=0 dan m2=3 . Penyelesaian

umum PD homogennya adalah


y h=c1 e 0 x + c 2 e 3 x = c 1+ c 2 e3 x ,

Dengan c1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, yaitu y p , maka aturan A

yang digunakan, sehingga


y p=x k ( A0 + A 1 x+ A 2 x 2 )

Karena 2 x 2 +1 ditulis dalam bentuk penyelesaian PD

homogennya, dengan akar yang sama tidak ada, artinya k =1,

sehingga
y p=x ( A0 + A1 x+ A 2 x 2 ) (3)

Persamaan (3) diturunkan terhadap x dua kali, diperoleh

y p' = A0 +2 A 1 x +3 A2 x 2 (4)

y p' ' =2 A1 +6 A 2 x (5)


Substitusikan persamaan (3), (4), dan (5) ke persamaan (1),
diperoleh
2 A 1+ 6 A 2 x3 A 06 A 1 x 9 A 2 x 2=2 x 2+ 1

Samakan koefisien ruas kiri dan ruas kanan, diperoleh


2 A 13 A 0=1 ,

6 A 26 A 1=0 ,

9 A 2=2

Penyelesaian sistem persamaan ini adalah


2 2 13
A 2=
9 , A 1=
9 dan A 0 = 27

Jadi Penyelesaian persamaan tidak homogennya


adalah:
13 2 2
y p= x x 2 x 3 .
27 9 9

Sedangkan penyelesaian umum PD adalah:


y= y h + y p

13 2 2
= c 1+ c 2 e3 x x x 2 x 3 .
27 9 9

Contoh 2
Carilah penyelesaian umum PD
y ' ' 5 y ' +6 y=4 e 2 x (6)

Penyelesaian:
Pertama-tama selesaikan persamaan homogennya
'' '
y 5 y +6 y=0 (7)

Persamaan karakteristik dari persamaan (7) adalah


m25 m+ 6=0 atau ( m2 ) ( m3 )=0 ,

Sehingga akar-akarnya adalah m1=2, m2 =3, penyelesaian umum

dari PD homogennya adalah:


y h=c1 e 2 x + c 2 e 3 x ,

Dengan c1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, yaitu y p , maka aturan B

yang digunakan, sehingga


y p=x k A e2 x .
2x
Karena Ae ditulis sebagai bentuk penyelesaian PD

homogennya dengan akar yang sama tidak ada, maka k =1 ,

sehingga
y p=x A e2 x (8)

Diturunkan terhadap x dua kali, diperoleh

y p' =2 Ax e2 x + A e 2 x (9)

Dan
'' 2x 2x
y p =4 Ax e +4 A e . (10)

Substitusikan persamaan (8), (9), dan (10) ke PD, diperoleh


4 Ax e2 x + 4 A e 2 x 5 ( 2 Ax e2 x + A e 2 x ) +6 x A e2 x =4 e2 x

4 Ax e2 x + 4 A e 2 x 10 Ax e2 x 5 A e2 x +6 x A e 2 x =4 e 2 x

A e2 x =4 e 2 x

A=4 .

Penyelesaian PD nonhomogennya adalah:


y p=4 x e 2 x

Jadi penyelesaian umum PD adalah:


2x 3x 2x
y=c1 e + c 2 e 4 x e

Contoh 3
Carilah penyelesaian umum PD
y ' ' 2 y ' + y=7 x e x (11)

Penyelesaian:
Persamaan homogen dari PD ini adalah:
y ' ' 2 y ' + y=0 (12)

Sehingga persamaan karakteristiknya adalah:


m22 m+1=0 atau (m1)2=0

Dengan demikian akar-akarnnya adalah m1=1 dan m2=1 .

Penyelesaian umum PD homogennya adalah


y h=c1 e x + c2 x ex ,

Dengan c 1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, dipilih yp sesuai dengan

aturan C, yaitu
k x
y p=x ( A 0 + A1 x e
x
Karena 7 xe ditulis sebagai bentuk penyelesaian PD

homogennya, dengan akar yang sama ada dua, maka k =2 ,

sehingga
2 x
y p=x ( A 0 + A1 x e (13)

Diturunkan terhadap x dua kali, diperoleh


A
' 2 x 2 3 x
y p = ( 2 A 0 x +3 A 1 x e + ( 0 x + A 1 x )e

(14)
A 2A
( 0 x + A 1 x 3) e x + ( 4 A 0 x +6 A1 x 2 e x + ( 0+6 A x )e x
2
1 (15)
y p' ' =

Substitusikan persamaan (13), (14) dan (15) ke PD, diperoleh:


A 2A
2 x
( 0 x + A 1 x 3) e x + ( 4 A 0 x +6 A1 x e + ( 0+6 A 1 x )e x
2
2(

A
2 A 0 x +3 A 1 x 2 e x + ( 0 x 2+ A 1 x 3)e x + ( A 0 x2 + A1 x 3 e x = 7 xe x

A 2A
2 3 x 2 x
( 0 x + A 1 x ) e + ( 4 A 0 x +6 A 1 x e x
+ ( 0+6 A 1 x )e (

2A
( 0 x +2 A1 x 3)e x + ( A 0 x2 + A1 x 3 e x =
2
7 xe x
4 A0 x+ 6 A 1 x 2 e x

2A
x x
( 0+6 A 1 x ) e = 7 xe

Samakan ruas kiri dan kanan, diperoleh


7
A 0 = 0 dan A1 = .
6

Penyelesaian PD nonhomogennya adalah


7 3 x
yp = x e
6

Jadi penyelesaian umum PD adalah


7
y=c1 e x + c2 x ex + x3 e x .
6
Contoh 4
Carilah penyelesaian umum PD
y ' ' +2 y ' + 2 y=3 ex +4 cos x

Penyelesaian:
Pertama-tama selesaikan persamaan homogennya yaitu:
y ' ' +2 y ' + 2 y=0 ,

Sehingga persamaan karakteristiknya, yaitu


m1=1+i , m2=1i

Penyelesaian umum PD Homogennya adalah:


x
y h=e ( c 1 cos x + c2 sin x )

Dengan c 1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, dipilih yp sesuai dengan

aturan C, sehingga
A 1 ex + A 2 cos x + A3 sin x
y p=x k )

x
Karena 3 e + 4 cos x bukan bentuk penyelesaian PD

homogennya, dan tidak ada akar yang sama maka


y p= A 1 ex + A2 cos x+ A 3 sin x (16)

Diturunkan dua kali terhadap x , didapat

y p' =A 1 ex A 2 sin x + A3 cos x (17)

Dan
'' x
y p = A 1 e A 2 cos xA 3 sin x (18)

Substitusikan persamaan (16), (17) dan (18) pada PD, diperoleh


x
A 1 e A2 sin x+ A 3 cos x x
A 1 e + A 2 cos x + A3 sin x =
A 1 ex A2 cos x A3 sin x+ 2 )+ 2(

3 ex + 4 cos x
x x x
A 1 e A2 cos x A3 sin x2 A 1 e 2 A 2 sin x+ 2 A3 cos x +2 A 1 e +2 A2 cos x +2 A 3 sin x

= 3 ex + 4 cos x (19)

Samakan ruas kiri dan ruas kanan persamaan (19), diperoleh


A 1 = 3, A 2 +2 A 3=4 , A 32 A2=0 .

Sistem persamaan ini diselesaikan, diperoleh


4 8
A 1 = 3, A 2= dan A 3=
5 5

Jadi penyelesaian PD nonhomogennya adalah:


x 4 8
y p=3 e + cos x + sin x
5 5

Penyelesaian umum PD adalah:


x 4 8
( c 1 cos x + c2 sin x )+ 3 e + 5 cos x+ 5 sin x
x
y=e

Contoh 5

Selesaikan y ' ' +2 y ' + 2 y=x cos x + x sin x

Penyelesaian
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari

penyelesaian PD dari persamaan y ' ' +2 y ' + 2 y=x cos x + x sin x . PD

homogennya adalah
y ' ' +2 y ' + 2 y=0 (20)

Sehingga persamaan karakteristinya, yaitu


m1=1+i , m2=1i

Penyelesaian umum PD Homogennya adalah:


x
y h=e ( c 1 cos x + c2 sin x )

Dengan c1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, yaitu y p , maka aturan A

yang digunakan, sehingga


B
( 0+ B1 x ) sinBx
y p=x k cos Bx +

Karena x 2 cos x + x sin x bukan bentuk penyelesaian PD

homogennya dan tidak ada akar yang sama , k=0, maka


A0 + A1 x

B

( 0+ B1 x ) sin x
y p=x 0

x + A1 x
y p= A 0 cos cos x + B 0 sin x + B1 xsin x (21)

Diturunkan terhadap x dua kali diperoleh,


'
y p = A 0 sin x + A 1 cos x A1 x sinx+B 0 cosx +B 1 sin x +B 1 x cos x

(22)
x A1 sin x A 1 sin x x+ B1 cos x B1 x sin x
''
y p =A 0 cos A 1 x cos xB0 sin x+ B1 cos

x 2 A 1 sin x x B 1 x sin x
''
y p =A 0 cos A 1 x cos xB0 sin x+2 B1 cos

(23)
Substitusikan persamaan (21), (22) dan (23) ke PD
y ' ' +2 y ' + 2 y=x cos x + x sin x
A 0 sin x
x 2 A 1 sin x
x B 1 x sin x +2 +
A 0 cos
A 1 x cos xB0 sin x+2 B1 cos

x + A 1 x
A 1 cos x A1 x s inx+B 0 cosx A 0 cos cos x +
+B 1 sin x +B 1 x cos x +2

B 0 sin x + B1 xsin x =x cos x + x sin x

x 2 A 1 sin x x B1 x sin x 2 A 0 sin x


A 0 cos A 1 x cos xB0 sin x+2 B1 cos +

x + 2 A 1 x
2 A 1 cos x2 A1 x sinx+2 B 0 cosx cos x
+2 B1 sin x+2 B1 x cos x +2 A 0 cos

+ 2 B0 sin x+ 2 B1 xsin x = x cos x + x sin x

Samakan koefisien ruas kiri dan ruas kanan, diperoleh


A 1 +2 B1=1

2 A1 +B1 = 1

A 0 +2 A 1 +2 B0 +2 B 1 = 0

2 A0 2 A 1+ B0 +2 B 1 = 0

12 1 16 3
A0 = , A 1= , B 0= dan B 1=
25 5 25 5

Penyelesaian PD nonhomogennya adalah:


12 1 16 3
y p= cos x x cos x sin x + xsin x
25 5 25 5

Jadi penyelesaian umum PD adalah


12 1
( c 1 cos x + c2 sin x ) + 25 cos x 5 x
x
y=e cos x

16 3
sin x + xsin x
25 5

Contoh 6
Carilah penyelesaian umum PD
'' ' 2x
y +2 y +5 y =4 e cos x

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari

penyelesaian PD dari persamaan y ' ' +2 y ' +5 y =4 e2 x cos x . PD

homogennya adalah
'' '
y +2 y +5 y =0 (20)

Sehingga persamaan karakteristinya, yaitu


m1=1+ 2i , m2=12 i

Penyelesaian umum PD Homogennya adalah:


x
y h=e ( c 1 cos 2 x +c 2 sin 2 x )

Dengan c1 dan c2 konstanta sebarang. Untuk mencari

penyelesaian PD nonhomogennya, yaitu y p , maka aturan A

yang digunakan, sehingga


x
A 0 cos x+ B 0 sin
y p =x k e 2 x

Karena 4 e2 x cos x bukan bentuk penyelesaian PD homogennya

dan tidak ada akar yang sama , k=0, maka


x
A 0 cos x+ B 0 sin
y p=e2 x

x A0 e 2 x sin x +2 B 0 e 2 x sin x + B0 e2 x cos x


y p' =2 A 0 e2 x cos

x4 A 0 e2 x sinx+5 B 0 e 2 x sin x+ 4 B0 e2 x cos x


y p' ' =3 A 0 e2 x cos

Substitusi yp , y p' dan y p' ' ke dalam PD:


2x 2x 2x 2x
x2 A 0 e sin x+ 4 B0 e sin x + 2 B0 e cos x+5 A 0 e cos x+ 5 B0 A 0 sin x
x4 A0 e 2 x sinx+5 B0 e2 x sin x + 4 B0 e 2 x cos x+ 4 A0 e 2 x cos =
3 A0 e 2 x cos

2x
4 e cos x

x= 4 e 2 x cos x
x6 A0 e sin x +14 B0 e2 x sin x + 6 B 0 e 2 x cos
2x

12 A 0 e 2 x cos

Samakan koefisien ruas kiri dan ruas kanan:


12 A 0+ 6 B 0=4

6 A 0+ 14 B 0=0

14
A 0=
51

6
B 0=
51

Penyelesaian PD nonhomogennya adalah:


x
14 6
cos x + sin
51 51
y p=e2 x

Jadi penyelesaian umum PD adalah


x
14 6
y=ex ( c 1 cos 2 x +c 2 sin 2 x )+ 51 cos x + 51 sin
e2 x

5.2 VARIASI PARAMETER


Jika fungsi G(x) pada PD bukan fungsi koefisien tak tentu, maka untuk
mencari penyelesaian umum PD nonhomogennya dapat diselesaikan dengan
mengunakan metode variasi parameter. Jika (y1, y2) merupakan himpunan
penyelesaian fudemental dari PD homogen orde dua, maka langkah-langkah yang
digunakan untuk menyelesaikan PD linier orde dua berkoefisien dengan
mengunakan metode variasi parameter adalah sebagai berikut :
1. Menyelesaikan PD homogennya yaitu
} + {a} rsub {1 } {y} ^ {'} + {a} rsub {2} y=0
a 0 y

Sehingga penyelesaian umum persamaan homogennya adalah


y h=c1 y 1+ c 2 y 2

Dengan c 1 dan c2 konstanta sembarang. Sedangkan y1 dan

y 2 adalah penyelesaian fundamental dari PD homogen.

2. Mengantikan konstanta-konstanta sembarang pada penyelesaian umum


PD homogennya dengan fungsi-fungsi x sembarang, sehingga
penyelesaian PD nonhomogen adalah
y p=u1 ( x ) y 1 ( x ) +u 2 ( x ) y 2 ( x ) ,

Dengan u1 ( x ) atau u2 ( x ) adalah fungsi sembarang yang belum

diketahui. Sedangkan y1 ( x ) dan y2( x ) adalah basis penyelesaian

PD homogennya.

3. Jika yp pada langkah (2) diturunkan terhadap x dua kali, maka

didapat
' ' '
y p=u1 ( x ) y 1 ( x ) +u1 ( x ) y 1 (x )+u 2 ' ( x ) y 2 ( x )+ u2 ( x ) y 2 ' ( x )

Karena u1 dan u2 merupakan dua fungsi sembarang dari x,

diperoleh
'
u1 ( x ) y 1 ( x ) +u2 ' ( x ) y 2 ( x )=0

Sehingga di peroleh
y 'p=u'1 ( x ) y 1 ( x ) +u 2 ( x ) y '2 (x )

Dan
' ' ' ''
y p =u1 ( x ) y 1 ' ( x ) +u1 ( x ) y 1 ( x )+ u2 ' ( x ) y 2 ' ( x ) +u2 ( x ) y 2 ' ' ( x )

4. Mensubtitusikan y p , y 'p dan y p pada langkah 3 ke PD, di dapat

a0 [ u'1 ( x ) y '1 ( x ) +u1 ( x ) y 1 (x) + u 2 ' (x) y 2 '(x)+ u2 (x) y2 ( x ) ] +

a1 [ u
1 ( x ) y 1 ( x ) +u2 ( x ) y 2 ' (x)] + a2 [ u1 (x) y 1 (x)+ u 2 (x) y 2 ( x ) ]
'

u1 ( x ) [ a0 y 1 ( x ) +a1 y '1 ( x ) +a 2 y 1 ( x ) ] +

a0 y 2 (x) + {a} rsub {1} {y} rsub {2} ' (x)+ {a} rsub {2} {y} rsub {2} (x)]+
u2 ( x )

a0 [u1 ' (x ) y 1 '( x )+u 2 ' ( x) y 2 ' ( x)]=G(x) (5.30)

Karena y1 dan y 2 merupakan penyelesaian dari persamaan

homogeny, mengakibatkan
a0 y 1 (x) + {a} rsub {1} {y} rsub {1} ' (x)+ {a} rsub {2} {y} rsub {1} =0

Dan
a0 y 2 (x) + {a} rsub {2} {y} rsub {2} ' (x)+ {a} rsub {2} {y} rsub {2} =0

Persamaan (5.29) menjadi


a0 [u1 ' (x ) y 1 ' (x )+u 2 ' ( x) y 2 ' ( x)]=G(x) (5.31)
5. Dari persamaan (5.29) pada langkah 3 dan persamaan (5.31) pada
langkah 4 diperoleh sistem persamaan
u'1 ( x ) y 1 ( x ) +u'2 ( x ) y 2 ( x )=0

G( X )
u'1 ( x ) y 1 ( x ) +u'2 ( x ) y 2 ( x )=
a0

6. Menyelesaikan sistem persamaan pada langkah 5, sehingga didapat


u'1 ( x ) '
dan u2 ( x )

7. Mengintegralkan u'1 ( x ) dan u'2 ( x ) pada langkah 6, diperoleh

u1 ( x ) dan u2 ( x )

8. Mensubtitusikan u1 ( x ) dan u2 ( x ) ke yp pada langkah 2,

diperoleh
y p=u1 ( x ) y 1 ( x ) +u 2 ( x ) y 2 ( x ) .

9. Menjumlahkan penyelesaian umum PD homogeny dengan


penyelesaian PD nonhomogen, sehingga penyelesaian umum PD

y= y h + y p

c 1 y 1 c 2 y 2 +u1 (x) y 1 +u2 ( x ) y 2 .

Contoh 5.5 :
Carilah penyelesaian umum PD
2 y - 4y' + 2y = 0

Persamaan karakteristiknya adalah :


2 m2 4 m+2=0 atau2 ( m1 )2=0

Sehingga akar-akarnyan adalah m1=1 dan m2=1 . Penyelesaian

umum persamaan homogennya adalah :


y h=c1 e x +c 2 x e x ,
Dengan c1 dan c2 konstanta sembarang serta e
x
dan xe
x

adalah penyelesaian fundamental PD homogenya. Langkah kedua, gantilah

c1 dan c2 pada penyelesaian umum persamaan homogen menjadi

fungsi-fungsi x sembarang, sehingga

y p=u1 (x )e x +u 2( x) x e x , (5.32)

Merupakan penyelesaian PD nonhomogennya. Langkah ketiga, turunkan

y p pada persamaan (5.32) dua kali terhadap x , didapat

x e x +e x ,
' ' 'x x
y =u ( x ) e +u2 ( x ) x e + u2 ( x)
p 1

Dari sini diperoleh


u'1 ( x ) e x +u'2 ( x ) x e x =0

Sehingga
y p '=u 1( x ) e x +u 2( x)[ x e x +e x ] (5.34)

Dan
y p = {u} rsub {1} '(x) {e} ^ {x} + {u} rsub {1} (x) {e} ^ {x} + {u} rsub {2} '(x)[x {e} ^ {x}

. (5.35)
Langkah keempat, substitusikan persamaan (5.32), (5.34) dan (5.35) ke PD,
diperoleh
2 [ u'1 ( x ) e x + u1 ( x ) e x + u'2 ( x ) [ x e x +e x ] u2 ( x ) [ 2 e x + x e x ] ]

4 [ u1 ( x ) e + u2 ( x ) [ x e +e ] ] +2 [u1 ( x ) e +u2 ( x ) x e ]
x x x x x

2[u1 ( x ) e x + u2 ( x ) [ x e x +e x ] ]=x 1 e x ,

Atau
u
1 x
x e
[ 1' ( x ) e x +u'2 ( x ) [ x e x + e x ]]= . (5.36)
2

Langkah kelima, bentuk sistem persamaan dari persamaan (5.33) dan (5.36),
yaitu
u'1 ( x ) e x +u'2 ( x ) x e x =0

1 x
x e
u'1 ( x ) e x +u'2 ( x ) [ x e x +e x ] = . (5.37)
2

Langkah keenam, menyelesaikan sistem persamaan (5.37), diperoleh


' '
u1 ( x )=u2 ( x ) x . (5.38)

Substitusi persamaan (5.38) pada persamaan kedua dari sistem persamaan


(5.37), diperoleh
1
x
u ( x ) x +u'2 ( x ) x +1=
'
2
2

Sederhanakan persamaan (5.391), diperoleh


' 1
u2 ( x )=
2x

Dan substitusikan ke persamaan (5.38), sehingga diperoleh


' 1
u1 ( x )=
2

Langkah ketujuh, mengintegralkan u1 (x) dan u2 (x) , diperoleh

1 x
u1 ( x )= dx=
2 2

Dan
1 ln x
u2 ( x )= dx=
2x 2

Langkah kedelapan, substitusikan u1 (x) dan u2 (x) ke persamaan

(5.32), diperoleh
x x ln x x
y p= e+ xe
2 2
Merupakan penyelesaian PD nonhomogennya. Langkah kesembilan,

menjumlahkan y h , yaitu penyelesaian umum PD homogen dengan yp

, yaitu penyelesaian umum PD nonhomogennya, diperoleh


y= y h + y p

x ln x x
c 1 e x + c2 x e x e x + xe
2 2

Contoh 5.6 :

Carilah penyelesaian umum PD y +y= sec x .

Penyelesaian :

PD homogennyo adalah y +y= sec x sehingga persamaan karakteristiknya

adalah
m2+1=0

Akar-akar persamaan karakteristik adalah m1=i dan m2=i . Jadi

penyelesaian PD homogennya, gantilah konstanta sebarang pada penyelesaian

umum PD homogennya menjadi fungsi-fungsi x sembarang, sehingga

y h=e0 x ( c1 cos x +c 2 sin x )

c 1 cos x +c 2 sin x ,

Dengan c1 dan c2 konstanta sembarang. Untuk mencari PD homogennya,

gantilah konstanta sembarang pada penyelesaian umum PD homogennya menjadi

fungsi-fungsi x sembarang, sehingga

y p=u1 ( x ) cos x +u2 ( x ) sin x . (5.40)

Turunkan y p dua kali terhadap x, diperoleh

x u1 ( x ) sin x+u '2 ( x ) sin x +u2 ( x ) cos x


y 'p=u '1 ( x ) cos .

Dari sini didapat


x u'2 ( x ) sin x=0
u'1 ( x ) cos (5.41)

Sehingga y 'p menjadi

y 'p=u1 ( x ) sin x +u2 ( x ) cos x (5.42)

Dan
y p = {u} rsub {1} (x) sin x- {u} rsub {1} (x) cos x+ {u} rsub {2} rsup {'} left (x right ) sin {x

. (5.43)
Substitusi persamaan (5.40) dan (5.43) ke PD, diperoleh sistem persamaan
u '1 ( x ) sin x +u'2 ( x ) cos x=sec x (5.44)

Dari persamaan (5.41) dan (5.44), diperoleh sistem persamaan


u'1 ( x ) cos x +u'2 ( x ) sin x=0

u '1 ( x ) sin x +u'2 ( x ) cos x=sec x

Selesaikan sistem persamaan ini, dapat


u'1 ( x )=tan x dan u'2 ( x )=1

Dengan demikian,
x
cos ,



x dx=ln
tan
u1 ( x ) =

2 ( x ) = 1 dx=x
u

Substitusikan u1 ( x ) dan u2 ( x ) ke y p , diperoleh

x
cos cos x + x sin x


y p=ln
x
cos + x sin x ,


x ln
cos

Merupakan penyelesaian PD nonhomogennya. Penyelesaian umum PD adalah :


y= y h + y p

x
cos + x sin x



x ln
x +cos
c 1 cos x +c 2 sin

LKS Persamaan Diferensial Linier Orde Dua Nonhomogen


dengan Koefisien Konstanta

1) Carilah penyelesaian umum PD

y ' ' 7 y ' +12 y=2 e 3 x

Penyelesaian :

Persamaan homogennya
'' '
a0 y a1 y +a 2 y =0

a0 m2a1 m+a2=0

m27 m+12=0
Atau

( m3 ) ( m4 ) =0

m1=3 , m2 =4

Karena m1 m2 adalah PD nonhomogen jadi,

3x 4x
y h=c1 e + c 2 e

Karena PD nonhomogen pada kasus 2 jadi

y p=x k ( A e ax )

xk ( A e3 x )

Karena m1 m2 jadi k = 1 , sehingga,

y p=x ( A e3 x )

Diturunkan terhadap x dua kali, diperoleh

y p=x A e3 x

y p' =3 A xe3 x + Ae3 x

'' 3x 3x
y p =9 A xe +3 Ae

Substitusikan ke y ' ' 7 y ' +12 y=2 e 3 x

9 A xe3 x +3 Ae3 x 7 ( 3 A xe 3 x + Ae3 x ) +12 ( A xe 3 x )=2 e 3 x

9 A xe3 x +3 Ae3 x 21 A xe 3 x 7 Ae3 x +12 A xe3 x =2 e3 x

9 A xe3 x 21 A xe 3 x +12 A xe 3 x +3 Ae3 x 7 Ae3 x =2 e3 x

3x 3x 3x
3 Ae 7 Ae =2 e
3x 3x
4 Ae =2e

4 A=2

2
A=
4

1
A=
2

Jadi , PD nonhomogen adalah

1 3 x
y p= xe
2

Jadi, penyelesaian umum PD adalah

1
y=c1 e 3 x + c 2 e 4 x x e 3 x
2

2) Carilah penyelesaian umum PD


y - 4y' + 4y = {{x} ^ {-1} {e} ^ {2x}} over {2} .

Penyelesaian :
Persamaan karakteristiknya adalah :
m 24 m+ 4=0 atau (m2)(m2)=0

Sehingga akar-akarnyan adalah m1=2 dan m2=2 . Penyelesaian

umum persamaan homogennya adalah :


2x 2x
y h=c1 e + c 2 x e ,

Dengan c1 dan c2 konstanta sembarang serta e2 x dan x e2 x

adalah penyelesaian fundamental PD homogenya. Langkah kedua, gantilah

c1 dan c2 pada penyelesaian umum persamaan homogen menjadi

fungsi-fungsi x sembarang, sehingga


2x 2x
y p=u1 (x )e +u2 (x ) x e , (i)

Merupakan penyelesaian PD nonhomogennya. Langkah ketiga, turunkan

y p pada persamaan (i) dua kali terhadap x , didapat

y 'p=u'1 ( x ) e 2 x +2 u1 ( x ) e2 x +u '2 ( x ) x e 2 x + u2 ( x)[2 x e 2 x +e 2 x ],

Dari sini diperoleh


u'1 ( x ) e 2 x + u'2 ( x ) x e 2 x =0

Sehingga
2x 2x 2x
y p '=2 u1 (x) e +u2 (x)[2 x e +e ] (ii)

Dan
y p = 2 {u} rsub {1} '(x) {e} ^ {2x} + 4 {u} rsub {1} (x) {e} ^ {2x} + {u} rsub {2} '(x)[2x {e

. (iii)
Langkah keempat, substitusikan persamaan (i), (ii) dan (iii) ke PD,
diperoleh

2u '1 ( x ) e2 x + 4 u1 ( x ) e 2 x + u'2 ( x ) [ 2 x e2 x + e2 x ] +u2 ( x ) [ 4 e2 x + 4 x e2 x ] 4 ( 2u 1 ( x ) e 2 x +u2 ( x ) [ 2 x e 2 x +e 2 x

2u '1 ( x ) e2 x + 4 u1 ( x ) e 2 x + u'2 ( x ) [ 2 x e2 x + e2 x ] +u2 ( x ) [ 4 e2 x + 4 x e2 x ] 8u 1 ( x ) e2 x 8 u2 ( x ) x e 2 x 4 u2 (

2x x1 e 2 x
+4 u2 ( x ) x e = 2
.

Atau
2u
1 2x
x e
[ 1' ( x ) e 2 x +u'2 ( x ) [ 2 x e 2 x + e2 x ]]= .
2

(iv)
Langkah kelima, bentuk sistem persamaan dari persamaan (ii) dan (iv),
yaitu
u'1 ( x ) e 2 x + u'2 ( x ) x e 2 x =0
2u
x1 e 2 x
[ 1' ( x ) e 2 x +u'2 ( x ) [ 2 x e 2 x + e2 x ]]=
2

(v)
Langkah keenam, menyelesaikan sistem persamaan (v), diperoleh
u'1 ( x )=u'2 ( x ) x . (vi)

Substitusi persamaan (vi) pada persamaan kedua dari sistem persamaan (v),
diperoleh
x 1
2 u'2 ( x ) x +u'2 ( x ) [2 x +1]=
2

1
u'2 ( x )=
2x

Dan substitusikan ke persamaan (vi), sehingga diperoleh


1
u'1 ( x )=
2

Langkah ketujuh, mengintegralkan u1 (x) dan u2 (x) , diperoleh

1 x
u1 ( x )= dx=
2 2

Dan
1 ln x
u2 ( x )= dx=
2x 2

Langkah kedelapan, substitusikan u1 (x) dan u2 (x) ke persamaan (i),

diperoleh
x 2 x ln x 2 x
y p= e + xe
2 2

Merupakan penyelesaian PD nonhomogennya. Langkah kesembilan,

menjumlahkan y h , yaitu penyelesaian umum PD homogen dengan yp

, yaitu penyelesaian umum PD nonhomogennya, diperoleh


y= y h + y p
2x 2x x 2 x ln x 2 x
c 1 e +c 2 x e e + xe
2 2

3) Carilah penyelesaian umum PD


y + 2y' + 2y = 5 {e} ^ {-x} -6 cos x

Penyelesaian :
y + 2y' + 2y = 0

Persamaan karakteristiknya :
m2+ 2m+2=0

Akar akar persamaan karakteristik

1
w= a0 a2 a12
4

1
w= ( 1 )( 2 ) 22
4

w= 21

+

w= 1=1

Maka,
1
m= a +iw
2 a0 1

1 +
m= 2+ i (
2(1)
1

1 +

m= 2+i (
2
1

+


m=1 i

m1=1+i dan m2=1i

Penyelesaian umum PD homogennya adalah :


1
a0 a1 x
2
y h=e

x
y h=e ( cos x+sin x )

Karena 5 ex 6 cos x bukan bentuk penyelesaian PD homogennya, dan tidak ada

akar yang sama, k = 0 maka


y p=c+ x=E ex + E 1 cos Bx

x k ( Aex + x k ( A 0 cos B x +B 0 sin B x ) )

x k ( Aex + A 0 cos B x + B0 sin B x)

y p=x k ( A1 ex + A2 cos x+ A 3 sin x )

A 1 ex + A 2 cos x + A3 sin x

Ditunrunkan terhadap x dua kali diperoleh,


y 'p= A1 eX A 2 sin x+ A 3 cos x

y p = {A} rsub {1} {e} ^ {-x} - {A} rsub {2} cos x- {A} rsub {3} sin x

Subtitusikan kepersamaan y + 2y' + 2y = 5 {e} ^ {-x} -6 cos x

A
A
X
( 1 e A 2 sin x + A 3 cos x )+
( 1 ex A2 cos x A 3 sin x)+2

A
2( 1 e + A 2 cos x+ A 3 sin x)=5 ex 6 cos x
x


x X x x
A 1 e A2 cos x A3 sin x2 A 1 e 2 A 2 sin x +2 A 3 cos x +2 A 1 e + 2 A2 cos x +2 A 3 sin x=5 e 6 co

A 1 ex A2 cos x A3 sin x+ 2 A2 cos x=5 ex 6 cos x

A 1 ex A2 cos x+ 2 A 3 cos x A 3 sin x2 A2 sin x=5 ex 6 cos x


A
( 32 A2 ) sin x=5 ex 6 cos x

A1 ex ( A 2+ 2 A3 ) cos x

Samakan ruas kiri dan ruas kanan


A 1 ex =5 ex

A 1=5

( A2 +2 A 3 ) cos x=6 cos x

( A2 +2 A 3 )=6

A
( 32 A2 ) sin x=0

A 32 A2=0

A 3=2 A2

Sistem persamaan ini diselesaikan dengan cara eliminasi

A 2 +2 A 3=6

2A
2( 2)=6
A 2 +

A 2 +4 A 2=6

5 A 2=6

6
A 2=
5

A 32 A2=0

6
A 32( )=0
5

18
A3+ =0
5
18
A 3=
5

6 18
Maka, A 1=5 ; A 2= 5 ; dan A 3=
5

Jadi penyelesaian PD nonhomogennya adalah


x
y p= A 1 e + A2 cos x+ A 3 sin x

x 6 18
y p=5 e cos x sin x
5 5

Jadi, penyelesaian umum PD adalah


y + 2y' + 2y = 5 {e} ^ {-x} -6 cos x

y= y h + y p

6 18
y=ex ( cos x +sin x )+5 ex cos x sin x
5 5

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Suprihatin, M.Si , Putera Bahtera Jaya Bangun ,


Muhammad Arhami. (2013). Persamaan Diferensial Biasa.
Yogyakarta: ANDI OFFSET.