Anda di halaman 1dari 4

materi biologi sma terlengkap

Beranda

Sabtu, 05 Oktober 2013


LAPORAN PRAKTIKUM OSMOSIS PADA KENTANG

V. TUJUAN PRAKTIKUM
Membandingkan transpor secara difusi dan osmosis
VI. RUMUSAN MASALAH
Adakah perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah perlakuan ?
Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan osmosis ?
Bagaimanakah peristiwa yang terjadi pada sel-sel umbi kentang
tersebut!
Apakah terdapat variabel-variabel ?

VII. PENDAHULUAN
Peristiwa osmosis adalah pergerakan air dari suatu larutan yang mempunyai potensial air yang
tinggi ke potensial air yang lebih rendah, melalui selaput permeabel diferensial yang
memisahkan kedua larutan tersebut. Selaput permeabel diferensial mempunyai permeabilitas
yang berbeda bagi senyawa yang berbeda, dapat meneruskan molekul air tetapi menghambat
masuknya senyawa yang terlarut.
VIII. HIPOTESIS
Hipotesis satu (H1) berbunyi, Ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan
sesudah perlakuan.
Hipotesis nol (H0) berbunyi, Tidak ada perubahan berat silinder umbi kentang sebelum
dan sesudah perlakuan.
IX. ALAT DAN BAHAN
1. Neraca
2. Gelas kimia 3 buah
3. Alat pemotong / Pelubang gabus
4. Aquades
5. Umbi kentang dan tissue
6. Stopwatch
7. pisau
8. Larutan gula 5%
9. Larutan gula 30%
X. CARA KERJA

1. Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.

2. Potong kentang dengan ukuran 2 1 cm sebanyak 3 potong. Usahakan potongan kentang


tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas kentang dan memotongnya upayakan
jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.

3. Siapkan larutan gula 30 % dan 5 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume
sekitar 20 mL.

4. Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas ukur yang telah
diberi tanda A (larutan glukosa 30%), gelas ukur B (larutan glukosa 5%), dan gelas ukur
C berisi aquades.

5. Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 20 menit.

6. Setelah 20 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan kentang
tersebut, kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.

XI. HASIL PENGAMATAN


Berdasarkan percobaan diatas didapatkan massa kentang sebagai berikut :

TABEL PENGAMATAN SILINDER UMBI KENTANG


No JENIS MEDIA Berat silinder umbi Kentang
Sebelumpercobaan Setelah percobaan
1 AIR 2,8 gram 2,9 gram
2 Larutan gula 5% 2,8 gram 2,8 gram
3 Larutan gula 30% 2,8 gram 2,7 gram
XII. PEMBAHASAN
Perhatikan berat kentang semula sebelum direndam, semua sama 2,8 gr. Setelah perendaman
pada larutan gula 5% tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada larutan gula
30% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
Kiri: kentang menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa. Kanan : kentang
mengeras setelah direndam aquades.
Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis
melalui membran semipermeabel.
Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara
osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel
kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis.
Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari
larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air.
Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan
turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

v Peristiwa yang terjadi pada sel-sel umbi kentang berakibat dua hal :

1. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang
mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya
kentang menjadi empuk dan lembek

2. Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.

3. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin
hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak
pengurangan beratnya.

v Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :


Konsentrasi air dan zat yang terlarut
Ketebalan membran
Suhu dan cahaya matahari
Waktu
Berdasarkan hasil percobaan diatas terdapat macam-macam variabel yang ditemukan pada
percobaan tersebut!
Jawab :
v Variabel tak bebas : Berat akhir silinder umbi kentang
v Variabel bebas : Perlakuan perendaman
A. Air (Aquades)
B. Larutan gula 5%
C. Larutan gula 30%
v Variabel terkontrol : Jenis silinder umbi kentang, volume larutan, waktu perendaman,
ukuran silinder umbi kentang, berat awal silinder umbi kentang, stopwatch, kertas isap,
timbangan.
v Variabel terikat : kentang

XIV. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum tersebut diatas maka dapat disimpulkan Hipotesis satu (H1) diterima
yang berbunyi, Terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah
praktikum.
Jadi, peristiwa osmosis yang terjadi pada percobaan di atas adalah perpindahan zat cair dari
yang konsentrasinya rendah ke yang konsentrasinya tinggi. Seperti pada kentang dan air, air yang
memiliki konsentrasi rendah berpindah ke kentang yang memiliki konsentrasi tinggi sehingga
berat kentang bertambah. Sedangkan, pada larutan gula dan kentang peristiwa osmosis yang
terjadi adalah zat cair pada kentang yang memiliki knsentrasi rendah berpindah ke larutan gula
yang memiliki konsentrasi tinggi sehingga berat kentang berkurang.