Anda di halaman 1dari 18

ASMA BRONCHIALE

Apakah Asma Bronchiale itu ?

Asma Bronchiale adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan, bagian


cabang-cabang saluran pernapasan. Asma ini tidak menular, bukan pula penyakit
keturunan. Meskipun bukan penyakit keturunan tapi ada keterikatan keluarga.
Darimana bila ada satu anggota keluarga yang sakit maka anggota keluarga yang lain
jadi mudah terkena.

Asma Bronchiale biasanya dicetuskan oleh alergen. Alergen adalah zat yang
membuat alergi. Ada banyak zat alergen, misal : debu dalam rumah (karena
mengandung tungau), bulu kambing atau kelinci, beberapa jenis makanan, serbuk sari
bunga, dll. Apabila penderita pasien asma terkena alergen ini maka akan kambuh.

Cara pencegahan :

1. Penderita asma harus hapal apa alergennya.


2. Hindari pencetus (menyapu pakai masker).
3. Jauhi binatang berbulu lembut.
4. Jangan menghirup atau meniup bunga dengan serbuk sari yang banyak.
5. Jaga kesehatan, misal dengan berenang.
AIDS

AIDS adalah penyakit menular.

Penyebabnya adalah :

1. Virus AIDS.
Dulu penderita AIDS terbanyak pada PSK dan pelanggan, sekarang sudah ke
berbagai lapisan masyarakat.
2. AIDS menular lewat darah dan cairan tubuh (sperma, ASI).

Cara penularan :

1. Jangan sering berganti-ganti (pada pengguna narkoba).


2. Hubungan sex dengan penderita AIDS dengan kondom.
3. Dari ibu ke bayi.
Meskipun tidak banyak, tapi bisa menular.
4. Penolong kecelakaan lalu lintas dengan korban berdarah dan penolong punya luka
di tangan sebelumnya.
5. Lewat tranfusi darah (meskipun amat sangat kecil kemungkinannya).

Cara mencegah :

1. Jangan berganti-ganti pasangan sex. Setialah dengan suami atau istri.


2. Bila menolong orang terluka dengan darah yang keluar pakailah bahan yang tidak
tembus terkena darah (misal pakai plastik).
TBC

Tuberkulosis(TuberculosisdisingkatTbc)atauTb(singkatandari"Tubercle bacill
us")merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat
mematikan.

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya


Mycobacterium tuberculosis (disingkat "MTb" atau "MTbc").Tuberkulosis biasanya
menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya.
Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk,
bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. Infeksi TB umumnya
bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten
yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila Tuberkulosis tidak diobati maka lebih
dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Penyebab TBC :

1. Mikobakteria
Penyebab utama penyakit TB adalah Mycobacterium tuberculosis, yaitu
sejenis basil aerobik kecil yang non-motil.
2. Faktor-faktor resiko
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mengapa orang lebih rentan
terhadap infeksi TB. Di tingkat global, faktor resiko paling penting adalah HIV, 13%
dari seluruh kasus TB ternyata terinfeksi juga oleh virus HIV.Tuberkulosis terkait erat
dengan kepadatan penduduk yang berlebihan serta gizi buruk.
Orang-orang yang memiliki resiko tinggi terinfeksi TB antara lain: orang yang
menyuntik obat terlarang, penghuni dan karyawan tempat-tempat berkumpulnya
orang-orang rentan (misalnya, penjara dan tempat penampungan gelandangan), orang-
orang miskin yang tidak memiliki akses perawatan kesehatan yang memadai,
minoritas suku yang beresiko tinggi, dan para pekerja kesehatan yang melayani orang-
orang tersebut. Penyakit paru-paru kronis adalah faktor resiko penting lainnya.Orang-
orang yang merokok memiliki resiko dua kali lebih besar terkena TB dibandingkan
yang tidak merokok. Adanya penyakit tertentu juga dapat meningkatkan resiko
berkembangnya Tuberkulosis, antara lain alkoholisme/kecanduan alkoholdan diabetes
mellitus (resikonya tiga kali lipat).

Penularan TBC :
Penularan tuberculosis terjadi dari seorang penderita positif TBC dan
kemudian ditentukan juga berdasarkan dari jumlahnya kuman yang aada di dalam
paru-paru si penderita, biasanya penyebaran kuman yang terjadi di udara dari dahak
yang berbentuk droplet.

Cara mencegah :

1. Mengurangi kontak langsung dengan penderita penyakit TBC aktif.


2. Menjaga pola hidup yang baik, dengan mengkonsumsi makanan bergizi,
lingkungan yang sehat serta rutin berolahraga.
3. Pemberian Vaksin BCG, vaksin ini diberikan secara rutin pada semua balita.
4. Cukup istirahat, hindari stres fisik dan stres mental.
5. Perlu diingat bahwa penderita yang sudah terkena TBC dan diobati, akan kembali
mengalami penyakit yang sama apabila tidak melakukan pencegahannya dan
menjaga kesehatan tubuhnya.

STROKE
Stroke adalah disfungsi neurologis yang umum dan timbul secara mendadak
sebagai akibat dari adanya gangguan suplai darah ke otak dengan tanda dan gejala
sesuai dengan daerah otak yang terganggu (WHO, 1989).

Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh


darah otak atau pecahnya pembuluh darah di otak. Sehingga akibat penyumbatan
maupun pecahnya pembuluh darah tersebut, bagian otak tertentu berkurang bahkan
terhenti suplai oksigennya sehingga menjadi rusak bahkan mati. Akibatnya timbullah
berbagai macam gejala sesuai dengan daerah otak yang terlibat, seperti wajah lumpuh
sebelah, bicara pelo (cedal), lumpuh anggota gerak, bahkan sampai koma dan dapat
mengancam jiwa.

Penyebab Stroke :

1. Faktor risiko medis


Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain
hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan
pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga
(faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80%
pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis.

2. Faktor risiko perilaku


Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak
sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol
gemar mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko
perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak/olah raga dan obesitas. Salah
satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah
tanpa alasan yang jelas.

Tanda dan Gejala Stroke :


Stroke dapat mempengaruhi organ indra, ucapan, perilaku, pikiran,
memori, dan emosi. Salah satu sisi tubuh mungkin menjadi lumpuh atau lemah
akibat stroke.
Tanda-tanda dan gejala stroke yang paling sering, antara lain:
1. Tiba-tiba mati rasa atau lumpuh atau kelemahan pada lengan, wajah, atau kaki.
2. Kebingungan mendadak.
3. Kesulitan berbicara, bicara pelo, cedal atau sulit memahami kata-kata orang
lain.
4. Gangguan penglihatan secara tiba-tiba pada satu atau kedua mata.
5. Pusing mendadak, kesulitan berjalan, atau kehilangan keseimbangan atau
koordinasi.
6. Mendadak sakit kepala parah dengan tidak diketahui penyebabnya.

Cara Mencegah Stroke :

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis


(pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda
menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tensi darah secara rutin.

Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah


Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan
gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

3. Kendalikan penyakit jantung.

Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti


detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-
hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke.
Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi.

Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan


korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat
menimbulkan problem jangka panjang.

5. Makanlah dengan sehat.

Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun


penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi
buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah
terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh
darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat
mengendalikan lemak dalam darah.

6. Kurangi garam.

Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan Anda.

Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko


Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan
diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktif.

Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda


menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak
yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alcohol.

Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena


itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan
darah tinggi.

10. Mencari Informasi.

Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang


kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari
kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah,
beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon
HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung
mudah menggumpal.
DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang


ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau
hiperglikemi, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik yang
disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-
duanya.

Diabetes Mellitus juga sering disebut sebagai The great


imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh
dan menimbulkan berbagai macam keluhan dan gejala yang sangat
bervariasi. Seringkali orang menganggap penyakit Diabetes Mellitus
disebabkan oleh faktor keturunan saja, padahal faktor utama
penyebab diabetes justru merupakan pola hidup tidak sehat seperti
mengkonsumsi makanan tinggi kalori, obesitas, rendah serat dan
jarang berolahraga.

Tipe Diabetes Mellitus :

a. Diabetes Mellitus Tipe I


Diabetes Mellitus tipe I disebut juga Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (IDDM).
Pada diabetes jenis ini pankreas tidak dapat memproduksi insulin sama sekali.
Sehingga penderita harus menerima insulin dari luar dengan cara disuntik. Itulah
sebabnya mengapa diabetes jenis ini disebut diabetes tergantung insulin, karena
jika penderita tidak diberikan insulin penderita bisa tiba-tiba tidak sadarkan diri
atau koma diabetik. Penderita diabetes tipe ini jumlahnya sangat sedikit, di
indonesia sendiri hanya sekitar 1 persen dari total penderita diabetes. Diabetes
Tipe I biasanya mengenai anak dan remaja. Faktor utamanya adalah autoimmune
dimana sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel penghasil insulin di pankreas.
b. Diabetes Mellitus Tipe II
Diabetes Mellitus tipe II, yaitu DM yang tidak tergantung insulin (Non-Insulin
Dependent Diabetes Mellitu s(NIDDM)).
Diabetes tipe ini juga disebut juga diabetes lifestyle, karena selain faktor
keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat. Diabetes tipe 2
berkembang dengan lambat dan bisa melalui proses tahunan. Penderita diabetes
tipe ini tidak harus selalu memerlukan insulin suntik karena pankreas masih dapat
menghasilkan insulin, tetapi insulin tidak dapat bekerja efektif karena terjadi
resistensi insulin dalam tubuh sehingga kadar gula dalam darah naik.
Penyebab Diabetes Mellitus :
1. Genetik
Penyebab diabetes bisa diakibatkan oleh pengaruh keluarga atau genetik. Sehingga
anak anak atau remaja bisa mengalami penyakit diabetes walaupun usia nya masih
muda. Hal ini bisa dikarenakan oleh ada nya gangguan pada organ tubuh.
2. Gagguan daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang tidak normal atau ada nya kelainan juga dapat menjadi
penyebab diabetes. Karena produksi insulin yang kurang, sehingga dapat
menyebabkan sel darah putih yang berkurang. dan jika kondisi ini tidak segera diatasi
dengan baik maka dapat memicu untuk terserang berbagai penyakit.
3. Makanan
Makanan yang memiliki kadar gula yang cukup banyak atau cukup tinggi juga dapat
memicu untuk menjadi penyebab penyakit diabetes. Makanan seperti permen, atau
makanan yang menggunakan banyak gula jika sering di konsumsi dalam jumlah
banyak bisa menjadi penyebab diabetes.
4. Infeksi bakteri
Infeksi bakteri di dalam tubuh juga dapat menjadi penyebab diabetes. Organ tubuh
seperti hal nya pankreas bisa rusak atau terganggu dan menurunkan fungsi nya
sehingga memicu terjadi nya penyakit diabetes. Oleh sebab itu infeksi bakteri cukup
berbahaya jika terjadi dan memasuki tubuh, karena dapat menimbulkan berbagai
penyakit yang ringan hingga yang parah.
5. Obesitas
Penyebab diabetes dari penyakit obesitas juga memungkinkan untuk terjadi, dan
memiliki resiko yang cukup tinggi. obesitas tidak akan terjadi jika kolesterol dan juga
gula di dalam tubuh tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu tinggi. oleh sebab itu
menjaga pola makan dengan baik dapat di lakukan agar tidak menjadi penyebab
diabetes.
6. Rokok
Rokok selain merusak paru paru atau jantung juga bisa menjadi penyebab diabetes.
Penggunaan rokok yang berlebihan dan bertahun tahun lama nya akan menimbulkan
penyakit diabetes di waktu yang mendatang. Sehingga rokok tidak baik untuk di
konsumsi.
7. Alkohol
Alkohol juga dapat memicu terjadi nya penyakit diabetes. Karena rokok tidak hanya
akan merusak sel tetapi juga menjadi penyebab diabetes.

Cara mencegah Diabetes Mellitus :

1. Diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Akan tetapi diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan
menerapkan pola hidup sehat.
2. Makan makanan sehat dengan rendah kalori dan lemak.
3. Sering melakukan aktifitas fisik seperti dengan berolahraga Menjaga berat badan agar
selalu ideal.
HIPERTENSI

Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga


dengan hipertensi arteri, adalah kondisi medis kronis dengan tekanan darah di arteri
meningkat.

Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya
untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah melibatkan dua
pengukuran, sistolik dan diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi
(sistole) atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah normal pada saat
istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan atas) 100140 mmHg dan diastolik
(bacaan bawah) 6090 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus berada
pada 140/90 mmHg atau lebih.

Penyebab hipertensi :

Belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus. Seiring bertambahnya
usia, kemungkinan untuk menderita hipertensi juga akan meningkat. Berikut ini
adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi peningkatan risiko
hipertensi :

1. Berusia di atas 65 tahun.


2. Mengonsumsi banyak garam.
3. Kelebihan berat badan.
4. Memiliki keluarga dengan hipertensi.
5. Kurang makan buah dan sayuran.
6. Jarang berolahraga.
7. Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
8. Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Cara mencegah Hipertensi :

Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut
turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan
pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus
pencegahannya. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui :
1. Mengonsumsi makanan sehat.
2. Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
3. Berhenti merokok.
4. Berolahraga secara teratur.
5. Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
6. Mengurangi konsumsi minuman keras.

KANKER PAYUDARA
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis
kanker paling umum yang diderita kaum wanita.

Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya


lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah
dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Penyebabnya :

1. Memiliki anggota keluarga yang menderita kankert payudara (ibu, nenek, saudara
perempuan).
2. Usia di atas 40 tahun.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia 40-60 tahun. Resiko terbesar
ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun
3. Menstruasi pertama pada usia muda, menopause yang terlambat.
4. Wanita yang tidak punya anak atau melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun.
5. Pernah terdapat tumor atau kanker payudara sebelumnya.
6. Mendapatkan terapi pengganti hormone jangka panjang.
7. Kelebihan berat badan.
8. Kebiasaan minum alcohol.
9. Paparan bahan kimia yang mungkin terdapat dalam suatu bahan makanan atau
bekerja pada suatu pabrik dengan menggunakan bahan produksi yang
mengandung kimia yang cukup berbahaya.

Cara mencegah :

1. Berolahraga secara teratur.


2. Mengurangi makanan berlemak.
3. Jika makan daging, jangan memasaknya terlalu matang.
4. Makan lebih banyak buah dan sayur.
5. Mengkonsumsi suplemen anti oksidan.
6. Makan makanan yang mengandung kedelai.
7. Banyak mengkonsumsi kacang-kacangan.
8. Jangan memakai narkoba.
9. Selalu memperhatikan berat badan.
10. Kurangi xeno-estrogens dengan cara mengonsumsi makanan daging, ayam, itik,
dan produk susu.
11. Banyak berjemur dibawah sinar matahari pagi.
12. Berikan ASI kepada bayi anda.

KANKER RAHIM
Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim). Kanker
rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan
oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.

Penyebabnya :

Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks.


Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16
dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan,
tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum
yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya
jika tidak membersihkannya dengan baik.

Cara penularan :

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang
dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik
dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun
secara manual ke genital.

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu


berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui
cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.

Pencegahan Kanker Serviks :

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal
mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:

1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan
bergizi.
2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan.
3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor.
4. Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini.
5. Hindari berhubungan intim saat usia dini.
6. Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan
hubungan intim.
7. Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya
bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim.
8. Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi
HPV.
9. Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup
banyak, konsumsi vitamin c dan e.
NYERI PUNGGUNG BAWAH /LOW BACK PAIN

Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) adalah pengalaman universal yang
pernah dialami oleh hampir semua orang. Bagian punggung bawah, yang dimulai di
bawah tulang rusuk, disebut daerah pinggang (Lumbar Region). Nyeri yang dialami
pada bagian ini bisa sangat intens. Untungnya, nyeri punggung bawah seringkali
membaik dengan sendirinya. Bila tidak membaik, ada pengobatan yang efektif.

Gejalanya bisa berupa rasa sakit yang datang dan pergi, sendi yang terasa kaku
atau sulit digerakkan dan rasa tegang. Nyeri punggung dapat dipicu postur tubuh yang
salah saat duduk, berdiri, membungkuk, atau efek mengangkat benda yang berat.

Penyebab :

1. Pekerjaan
Jika pekerjaan Anda melibatkan gerakan mengangkat, menarik, atau apapun
yang melibatkan gerakan memutar dari tulang punggung, maka hal tersebut dapat
menyebabkan nyeri punggung. Namun, duduk di balik meja sepanjang hari juga
memiliki risikonya sendiri, terutama jika kursi Anda tidak nyaman atau posisi
duduk Anda cenderung bungkuk.
2. Penggunaan tas
Walaupun Anda mungkin mengenakan tas, ransel, atau tas kerja di atas bahu
Anda, namun punggung bagian bawahlah yang mendukung tubuh bagian atas, hal
ini termasuk berat beban tambahan yang Anda bawa. Jadi isi tas yang terlalu berat
dapat memperberat kerja punggung bawah, terutama jika Anda mengenakan
tasnya setiap hari. Jika Anda harus membawa beban yang berat, maka
pertimbangkan untuk beralih ke tas beroda.
3. Olahraga yang berlebihan
Olahraga berlebihan di tempat fitnes (gym) atau lapangan golf adalah salah
satu penyebab paling umum dari penggunaan otot berlebihan yang menyebabkan
nyeri punggung bawah. Anda sangat rentan mengalami hal ini jika Anda
cenderung tidak aktif selama seminggu dan kemudian menghabiskan beberapa
jam di tempat fitnes (gym) atau lapangan softball pada akhir pekan.
4. Postur
Ketika Anda berdiri, jagalah agar berat badan seimbang dan merata pada
kedua kaki.
5. Herniated Disc
Vertebrae tulang belakang dibantali oleh disc (piringan sendi) seperti gel yang
rentan terhadap keausan akibat penuaan atau cedera. Disc yang sudah melemah
mungkin pecah atau bengkak, sehingga menekan akar saraf tulang belakang. Hal
ini dikenal sebagai herniated disc dan dapat menyebabkan rasa sakit yang intense.
6. Kondisi Kronis

Beberapa kondisi kronis dapat menyebabkan nyeri punggung bawah :

1. Spinal stenosis adalah suatu penyempitan ruang di sekitar saraf tulang belakang, yang
dapat memberikan tekanan pada saraf tulang belakang.
2. Spondylitis mengacu pada nyeri punggung kronis dan kekakuan akibat peradangan
parah dari sendi tulang belakang.
3. Fibromyalgia menyebabkan nyeri otot yang meluas, termasuk nyeri punggung.
Yang beresiko terkena nyeri punggung bawah :

Kebanyakan orang merasakan nyeri punggung bawah untuk pertama kalinya


pada usia 30-an. Kemungkinan terjadinya serangan tambahan meningkat seiring
bertambahnya usia. Alasan lain punggung bawah Anda mungkin sakit meliputi:
1. Kelebihan berat badan
2. Gaya hidup yang tidak aktif
3. Pekerjaan yang perlu mengangkat beban berat

Cara mencegah :

1. Gunakan sepatu beralas datar sesering mungkin daripada sepatu hak tinggi.
2. Sejajarkan posisi keyboard komputer dengan pusar agar pundak tidak tertekan.
3. Sejajarkan posisi layar komputer dengan pandangan mata untuk menghindarkan leher
dari ketegangan.
4. Olahraga teratur seperti berenang dan jalan kaki.
5. Tingkatkan fleksibilitas otot punggung dengan olahraga yoga atau pilates.
6. Menjaga agar berat badan Anda sehat.
7. Mengangkat barang dengan kekuatan kaki, bukan punggung.

OBESITAS

Kegemukan atau obesitas adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak
tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan
bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan
masalah kesehatan.
Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa
tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan
dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Tingkat obesitas individu harus diperhatikan karena meningkatkan risiko


banyak penyakit dan kondisi kesehatan termasuk:

1. Penyakit jantung koroner.


2. Diabetes tipe 2 (Tubuh kurang sensitif terhadap insulin).
3. Kanker (endometrium, payudara, dan usus besar).
4. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
5. Dislipidemia (misalnya, total kolesterol tinggi atau kadar trigliserida yang tinggi).
6. Masalah tidur apnea dan pernapasan.
7. Osteoarthritis (degenerasi tulang rawan dan tulang yang mendasarinya dalam sendi).

Penyebab obesitas antara lain adalah:

1. Kurang olahraga.
2. Konsumsi makanan berlebihan (lebih dari yang diperlukan tubuh).
3. Sering mengonsumsi alcohol.
4. Makanan yang tidak sehat seperti: fast food.
5. Hipotiroid (sekresi kelenjar Tiroid yang berkurang).
6. Menopause.
7. Stres, kurang tidur (dapat memicu nafsu makan)

Pencegahan dan Penanganan Obesitas

Pencegahan obesitas yang paling efektif adalah dengan mengkonsumi


makanan sesuai dengan kebutuhan kalori harian. Selain itu :

1. Olahraga yang teratur.


2. Makanan yang sehat.
3. Menghindari cemilan.
4. Meditasi dan yoga untuk menghilangkan stress

HIPERKOLESTEROLE

Hiperkolesterole adalah adanya tingkat tinggi kolesterol dalam darah dalam


bentuk hiperlipidemia (peningkatan kadar lipid dalam darah) dan atau
hiperlipoproteinemia (peningkatan kadar lipoprotein dalam darah).

Penyebab :
Sebagian besar penyebab hiperkolesterol berhubungan dengan gaya hidup
tidak sehat. Yang paling sering adalah dari kebiasaan mengkonsumsi makanan yang
mengandung kadar lemak yang tinggi.

Faktor resiko yang lain adalah: berat badan yang di atas berat badan yang
direkomendasikan, minum minuman yang mengandung alkohol secara berlebihan,
kurang olah raga dan gaya hidup yang inaktif (sedentari).

Beberapa masalah kesehatan lain juga bisa meningkatkan kadar lemak dalam
darah. Masalah kesehatan ini diantaranya: penyakit kencing manis, kelainan kelenjar
tiroid, kelain polisistik ovarium pada wanita, kelainan/problem pada ginjal, kehamilan
dan kondisi lain pada wanita yang bisa meningkatkan kadar hormon wanita.

Beberapa jenis obat dapat juga meningkatkan kadar lemak dalam darah,
beberapa obat misalnya pil kontrasepsi, diuretik (pil untuk melancarkan kencing), beta
bloker (obat untuk menurunkan tekanan darah) dan beberapa obat yang dipakai untuk
mengobati depresi.

Keturunan atau famili juga bisa mengambil peranan penting dalam masalah
kolesterol seperti kondisi yang dikenal dengan familial
hyperlipidemia/hiperkolesterol. Ada beberapa jenis famili hiperkolesterol dan ini
tergantung dari jumlah gene yang abnormal.

Cara mencegah :

1. Langkah yang paling penting dan efektif adalah diet modifikasi dan olah raga.
2. Diet yang mengandung kadar lemak rendah, protein (contoh: kedelai dan
ikan), buah-buahan dan sayur-sayuran.
3. Olah raga secara teratur: misalnya dengan berjalan cepat setiap hari selama 30
menit.

Langkah-langkah ini perlu diterapkan setidaknya 3-6 bulan untuk bisa


menurunkan kadar lemak darah yang sudah tinggi. Apabila kolesterol masih diatas
normal perlu ditambah dengan obat-obat. Dokter akan menuliskan resep untuk
menurunkan kadar lemak darah.