Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan Hidrolisis Mentega

Lemak dan minyak dapat mengalami hidrolisis karena pengaruh asam


kuatatau enzim lipase membentuk gliserol dan asam lemak. Misalnya,
hidrolisisgliseril tristearat akan menghasilkan gliserol dan asam stearat. Hasil
hidrolisisakan memisah karena gliserol larut dalam air, sedangkan asam
lemak tidak larut.Pada uji kelarutan lipid, hampir semua jenis lipid yang
dilakukan, yaitulemak sapi dan kuning telur ayam, tidak larut dalam pelarut
polar seperti aquadesdan bensin, namun larut sempurna dalam pelarut non
polar seperti kloroform, eter,aseton dan benzena. Asam oleat dan gliserol
larut dalam air maupun alkohol. Halini disebabkan karena pada gliserol dan
asam oleat mempunyai kepala polarberupa gugus -OH yang dapat berikatan
hidrogen dengan molekul air ataupunalkohol. Lemak sapi dan kuning telur
ayam dapat terdispersi menjadi misel yangmegubah asam-asam lemak
penyusunnya menjadi sabun.Pada percobaan yang di lakukan lemak tidak
larut dalam aquades danbensin ini membuktikan bahwa aquades termasuk
dalam air (bukan termasuk dalam pelarut organik), lemak sedikit larut dalan
alcohol 96% karena alkohol(ROH)/(CH2OH) R adalah gugus alkil masih
memiliki kesamaan rumus kimia. engan air (H2O). sehingga tidak terjadi
kelarutan. Lemak larut sempurna padaeter dan NaOH. Hal ini dikarenakan
etanol merupakan zat pelarut yang baik.alasan selanjutnya terlihat dari rumus
kimiannya terdapat dua gugus alkil (etilalkohol) sehingga apa bila terjadi
reaksi gugus alkil yang paling luar lebih mudahuntuk lepas sehingga terjadilah
ikatan kimia.Lemak adalah suatu gliserida dan merupakan suatu ester.
Apabila ester inibereaksi dengan basa maka akan terjadi saponifikasi yaitu
proses terbentuknyasabun dengan residu gliserol. Sabun dalam air akan
bersifat basa. Sabun ( RCOONa atau R COOK ) mempunyai bagian yang
bersifat hidrofil (- COO -) danbagian yang bersifat hidrofob (Ratau alkil).
Bagian karboksil menuju air danmenghasilkan buih (kecuali pada air sadah),
sedangkan alkil (R) menjauhi airdan membelah molekul atau kotoran (flok)
menjadi partikel yang lebih kecilsehingga air mudah membentuk emulsi atau
suatu lapisan film dengan kotoran.Air adalah senyawa polar sedangkan
minyak adalah senyawa non polar, jadikeduanya sukar bercampur oleh
karena itu emulsinya mudah pecah. Untuk memantapkan suatu emulsi perlu
ditambahkan suatu zat emulgator atau zatpemantap. Reaksi lemak atau
minyak dengan suatu basa kuat seperti NaOH atauKOH menghasilkan sabun.
Oleh karena itu, reaksinya disebut reaksi penyabunan(saponifikasi). Reaksi
penyabunan menghasilkan gliserol sebagai hasilsampingan.Hasil dari
pembuatan sabun secara teoris,lemak dapat langsung direaksikandengan
NaOH. Namun hal itu dapat saja terbalik secara prakteknya. Lemak
merupakan senyawa organik dengan sifat nonpolar, sementara NaOH
adalahsenyawa anorganik dengan sifat polar. Senyawa dengan sifat polar
dan nonpolartidakl akan saling bercampur, sehingga dalam reaksinya antara
NaOH denganlemak diperlukan suatu medium pereaksi untuk reaksi
penyabunan tersebut.Medium pereaksi yang digunakan dalam bentuk suatu
pelarut yaitu etanol.Etanol adalah alkohol dengan dua atom C. Etanol
merupakan senyawaorganik yang bersifat semipolar yaitu senyawa yang
dapat bersifat polar karenamengandung gugus OH dan bersifat nonpolar
yaitu CH3+. Dengan pelarut inilahNaOH terlarut dan dapat bercampur dengan
lemak dalam reaksi penyabunan.