Anda di halaman 1dari 7

SURAT KUASA

No. /SK.KHS/PTUN/IXI/2013
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Umur :
Pekerjaan :
Kewarganegaraan :
Alamat :
Selanjutnya disebut PEMBERI KUASA.
Dalam hal ini memilih domisili hukum di kantor kuasanya tersebut di bawah ini, menerangkan
bahwa dengan ini memberi kuasa penuh kepada .. , Advokat/Pengacara dan Konsultan
Hukum pada Kantor Hukum Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum .., beralamat di
., untuk selanjutnya disebut sebagai PENERIMA KUASA.
---------------------------------------------- KHUSUS -------------------------------------------
Untuk dan atas nama pemberi kuasa, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama
mengurus kepentingan pemberi kuasa untuk mengurus perkara : Atas diterbitkannya Surat Keputusan
Tata Usaha Negara No. 780/SK/TUN/XII/2011 tertanggal 4 JANUARI 2011, Tentang penolakan
penerbitan Sertifikat atas sisa tanah 250 M atas nama oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional
.
Untuk itu penerima kuasa dikuasakan untuk melakukan perbuatan hukum untuk mengajukan
gugatan, menghadap pejabat-pejabat, menghadap maupun mengadiri semua persidangan di Pengadilan,
menghadap instansi-instansi, menghadap hakim-hakim, mengajukan dan menandatangani surat-surat,
mengajukan segala permohonan, mengajukan segala keterangan yang di perlukan, mengajukan bukti-
bukti surat maupun saksi-saksi, mengajukan memori banding atau kontra memori banding, mengajukan
memori kasasi atau kontra memori kasasi, mengadakan perdamaian dengan syarat-syarat yang
dianggap baik oleh yang diberi kuasa dengan malakukan perbuatan hukum berupa pencabutan gugatan,
meminta penetapan-penetapan, izin membaca berita acara perkara, dan segala perbuatan lain yang
penting dan berguna sehubungan dengan menjalankan perkara, serta dapat melakukan perbuatan yang
umumnya dapat dilakukan oleh penerima kuasa/wakil untuk kepentingan diatas, juga mengajukan
Banding dan Kasasi.
Demikian surat kuasa dan kekuasaan ini dapat dialihkan kepada orang lain dengan hak
substitusi dan seterusnya menurut hukum, seperti yang dimaksud dalam Pasal 1812 KUH Perdata dan
menurut syarat-syarat lainya ditetapkan dalam Undang-undang.
Semarang, 5 September 2010.
PENERIMA KUASA PEMBERI KUASA
SURAT GUGATAN

.........., 25 November 2013


Kepada
Yth. Bapak Ketua
Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram
Jl..
.........
Kode Pos.
Hal : Gugatan
Dengan hormat,
Nama : ............
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : .............
Alamat : ................
Dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada :
...................................S.H
Advokat dan Pengacara dari kantor bertindak
dan untuk atas nam..selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT
Dengan ini mengajukan Gugatan terhadap :
......................................
Nama : ......................
Kewarganegaraan : .......................
Pekerjaan : ........................................
Alamat : ..................................
Selanjutnya akan disebut dengan TERGUGAT.
DASAR GUGATAN
1. ...............................................
2. Surat Keputusan tersebut adalah :
...........................................................................................................
...............................................................................................
3. ..............................................................
.
ALASAN GUGATAN
Bahwa Keputusan Tata Usaha Negara tersebut telah melanggar pasal ....................................................
1..............................................................................
2............................................................................
3..........................................
4.........................................................
Oleh sebab itu sesuai dengan ketentuan Undang-undang No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata
Usaha Negara, penggugat berhak untuk menuntut ;
Menuntut agar tergugat membayar ganti rugi dalam perkara ini seperti yang diatur dalam pasal 53
ayat 1 Undang-undang No. 5 Tahun 1986, dikarenakan penggugat telah mengalami kerugian materiil
dan immateriil, karena dengan keluarnya SK tersebut pemasukan penggugat mengalami penurunan
serta telah menimbulkan perasaan tak nyaman dan pencemaran nama baik.
Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 98 ayat (1) Undang-undang No. 5 Tahun 1986, penggugat
mohon agar pemeriksaan dalam perkara ini dilakukan dengan acara cepat; dengan alasan agar perkara
ini tidak semakin berlarut-larut mengigat penggugat harus menghidupi keluarganya.
Bahwa karena surat keputusan tergugat telah tidak sesuai dengan peraturana perundang-undangan
yang berlaku, maka penggugat mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram
untuk membatalkan demi hukum SK ..
Penggugat memohon PTUN
Berdasarkan uraian tersebut diatas, penggugat mohon agar Pengadilan Tata Usaha
Negara ........................... berkenan memutuskan :
I. Dalam Menyatakan Keputusan Batal demi hukum.
Menyatakan batal atau tidak sah SK tergugat, yaitu
II. Dalam Pokok Perkara .
1. Menghukum tergugat untuk mencabut kembali SK No.
2. Menghukum tergugat untuk membayar uang denda atas kerugian materil dan immateriil dalam
perkara ini sebesar Rp.
3. Menghukum tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp.1.00.000,-00 (seratus ribu rupiah)
untuk setiap hari keterlambatannya dalam menjalankan keputusan ini.
4. Menghukum tergugat untuk membayar biaya dalam perkara ini.
Atau,
Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, memberikan putusan lain yang adil
menurut hukum
Hormat

Penggugat,

ALUR PERADILAN TATA USAHA NEGARA


Oleh
Oleh : Nurul Syafuan, SH.,SE.,MM
A. PERBEDAAN DENGAN HUKUM ACARA PERDATA
Hukum acara pengadilan tata usaha Negara merupakan hukum acara yangsecara bersama-sama diatur
dengan hukum materiilnya didalam Undang-undangNomor 5 tahun 1986.Ada beberapa ciri khusus
yang membedakan antara Pengadilan Tata UsahaNegara dengan Pengadilan lainnya, yaitu:
- Peranan hakim yang aktif karena ia dibebani tugas untuk mencarikebenaran materiil- Adanya
ketidak seimbangan antara kedudukan Penggugat dan Tergugat(Pejabat Tata Usaha Negara). Dengan
mengingat hal ini maka perlu diaturadanya kompensasi, karena diasumsikan bahwa kedudukan
Penggugat(orang atau badan hukum perdata), adalah dalam posisi yang lebih lemahdibandingkan
Tergugat selaku pemegang kekuasaan publik
Sistem pembuktian yang mengarah kepada pembuktian bebas.- Gugatan di Pengadilan tidak mutlak
bersifat menunda pelaksanaanKeputusan tata Usaha Negara yang digugat.- Putusan hakim tidak boleh
melebihi tuntutan Penggugat, tetapidimungkinkan membawa Penggugat ke dalam keadaan yang lebih
buruksepanjang hal ini diatur dalam Undang-undang.- Putusan hakim tidak hanya berlaku bagi para
pihak yang bersengketa,tetapi juga berlaku bagi pihak-pihak yang terkait.- Para pihak yang terlibat
dalam sengketa harus didengar penjelasannyasebelum hakim membuat putusannya.- Dalam
mengajukan gugatan harus ada kepentingan dari sangPenggugat.- Kebenaran yang dicapai adalah
kebenaran materiil dengan tujuanmenyelaraskan, menyerasikan, menyeimbangkan
kepentinganperseorangan dengan kepentingan umum.
B. PENYELESAIAN SENGKETA TATA USAHA NEGARA
Sengketa Tata Usaha Negara dikenal dengan dua macam cara antara lain:I. Melalui Upaya
Administrasi (vide pasal 48 jo pasal 51 ayat 3 UU no. 5tahun 1986)Upaya administrasi adalah suatu
prosedur yang dapat ditempuh dalammenyelesaikan masalah sengketa Tata Usaha Negara oleh
seseorang ataubadan hokum perdata apabila ia tidak puas terhadap suatu Keputusantata Usaha Negara,
dalam lingkungan administrasi atau pemerintahsendiri.Bentuk upaya administrasi:1. Banding
Administratif, yaitu penyelesaian upaya administrasi yangdilakukan oleh instansi atasan atau instansi
lain dari yang mengeluarkanKeputusan yang bersangkutan.2. Keberatan, yaitu penyelesaian
upaya administrasi yang dilakukansendiri oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang
mengeluarkanKeputusan itu.II. Melalui Gugatan (vide pasal 1 angka 5 jo pasal 53 UU no. 5 tahun
1986)
Apabila di dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku tidak adakewajiban untuk
menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tersebutmelalui Upaya Administrasi, maka seseorang atau
Badan Hukum Perdatatersebut dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara.Subjek
atau pihak-pihak yang berperkara di Pengadilan Tata UsahaNegara ada 2 pihak, yaitu:-Pihak
penggugat, yaitu seseorang atau Badan Hukum Perdata yangmerasa kepentingannya dirugikan dengan
dikeluarkannya Keputusan tataUsaha Negara oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara baik
di pusatatau di daerah.-Pihak Tergugat, yaitu Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yangmengeluarkan
Keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atauyang dilimpahkan kepadanya.
HAK PENGGUGAT:
1. Mengajukan gugatan tertulis kepada PTUN terhadap suatu Keputusan Tata Usahan Negara. (pasal
53)2. Didampingi oleh seorang atau beberapa orang kuasa (pasal
57)3. Mengajukan kepada Ketua Pengadilan untuk bersengketa cuma-cuma(pasal
60)4. Mendapat panggilan secara sah (pasal 65).5. Mengajukan permohonan agar pelaksanaan
keputusan TUN itu ditundaselama pemeriksaan sengketa TUN sedang berjalan, sampai
ada putusanpengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap (pasal 67).6. Mengubah alasan yang
mendasari gugatannya hanya sampai denganreplik asal disertai alasan yang cukup serta tidak
merugikan kepentingantergugat (pasal 75 ayat
1)7. Mencabut jawaban sebelum tergugat memberikan jawaban (pasal 76ayat 1)8. Mempelajari
berkas perkara dan surat-surat resmi lainnya yangbersangkutan di kepaniteraan dan membuat kutipan
seperlunya (pasal81)9. Membuat atau menyuruh membuat salinan atau petikan segala suratpemeriksaan
perkaranya, dengan biaya sendiri setelah memperoleh izinKetua Pengadilan yang bersangkutan (pasal
82)10. Mengemukakan pendapat yang terakhir berupa kesimpulan pada saatpemeriksaan sengketa
sudah diselesaikan (pasal 97 ayat 1)11. Mencantumkan dalam gugatannya permohonan kepada
Pengadilansupaya pemeriksaan sengketa dipercepat dalam hal terdapat kepentinganpenggugat yang
cukup mendesak yang harus dapat disimpulkan darialasan-alasan permohonannya (pasal 98 ayat
1)12. Mencantumkan dalam gugatannya permohonan ganti rugi (pasal
120)13. Mencantumkan dalam gugatannya permohonan rehabilitasi (pasal121)14. Mengajukan
permohonan pemeriksaan banding secara tertuliskepada Pengadilan Tinggi TUN dalam tenggang waktu
empat belas harisetelah putusan Pengadilan TUN diberitahukannya secara sah (pasal
122)15. Menyerahkan memori banding dan atau kontra memori banding sertasurat keterangan bukti
kepada Panitera Pengadilan TUN denganketentuan bahwa salinan memori banding dan atau kontra
memoribanding diberikan kepada pihak lainnya dengan perantara PaniteraPengadilan (pasal 126 ayat
3)16. Mengajukan permohonan pemeriksaan kasasi secara tertulis kepadaMA atas suatu putusan tingkat
terakhir Pengadilan (pasal 131)17. Mengajukan permohonan pemeriksaan peninjauan kembali
kepadaMA atas suatu putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatanhukum tetap (pasal 132)
KEWAJIBAN PENGGUGAT:
Membayar uang muka biaya perkara (pasal 59)
HAK TERGUGAT:
1. Didampingi oleh seorang atau beberapa orang kuasa (pasal 57)2. Mendapat panggilan secara sah
(pasal 65)3. Mengubah alasan yang mendasari jawabannya hanya sampai denganduplik asal
disertai alasan yang cukup serta tidak merugikan kepentinganpenggugat (pasal 75 ayat 2)4. Apabila
tergugat sudah memberikan jawaban atas gugatan,pencabutan gugatan oleh penggugat akan dikabulkan
olen pengadilanhanya apabila disetujui tergugat (pasal 76 ayat 2)5. Mempelajari berkas perkara dan
surat-surat resmi lainnya yangbersangkutan di kepaniteraan dan membuat kutipan seperlunya
(pasal81)6. Mengemukakan pendapat yang terakhir berupa kesimpulan pada saatpemeriksaan sengketa
sudah diselesaikan (pasal 97 ayat 1)7. Bermusyawarah dalam ruangan tertutup
untuk mempertimbangkansegala sesuatu guna putusan sengketa tersebut (pasal 97 ayat 2)8.
Mengajukan permohonan pemeriksaan banding secara tertulis kepadaPengadilan Tinggi TUN dalam
tenggang waktu empat belas hari setelahputusan Pengadilan TUN diberitahukannya secara sah (pasal
122)9. Menyerahkan memori banding dan atau kontra memori banding sertasurat keterangan bukti
kepada Panitera Pengadilan TUN denganketentuan bahwa salinan memori banding dan atau kontra
memoribanding diberikan kepada pihak lainnya dengan perantara PaniteraPengadilan (pasal 126 ayat
3)10. Mengajukan permohonan pemeriksaan kasasi secara tertulis kepadaMA atas suatu putusan tingkat
terakhir Pengadilan (pasal 131)11. Mengajukan permohonan pemeriksaan peninjauan kembali kepada
MAatas suatu putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hokum tetap (pasal 132)
KEWAJIBAN TERGUGAT:
1. Dalam hal gugatan dikabulkan, badan/pejabat TUN yang mengeluarkanKeputusan TUN wajib (pasal
97 ayat 9):a. Mencabut Keputusan TUN yang bersangkutan; ataub. Mencabut Keputusan TUN yang
bersangkutan dan menerbitkanKeputusan TUN yang baru;c. Menerbitkan Keputusan TUN dalam hal
gugatan didasarkan pada pasal32. Apabila tidak dapat atau tidak dapat dengan sempurna
melaksanakanputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetapdisebabkan oleh
berubahnya keadaan yang terjadi setelah putusanPengadilan dijatuhkan dan atau memperoleh kekuatan
hukum tetap, iawajib memberitahukannya kepada Ketua Pengadilan dan penggugat(pasal 117 ayat
1)3. Memberikan ganti rugi dalam hal gugatan penggugat atas permohonanganti rugi dikabulkan oleh
Pengadilan (pasal 120)4. Memberikan rehabilitasi dalam hal gugatan penggugat ataspermohonan
rehabilitasi dikabulkan oleh Pengadilan (pasal 121)
PROSES PEMERIKSAAN GUGATAN DI PTUNPEMANGGILAN PIHAK-PIHAK:
Pada Pengadilan Tata Usaha Negara, pemanggilan pihak-pihak yangbersengketa dilakukan secara
administrative yaitu dengan surat tercatatyang dikirim oleh panitera pengadilan.Pemanggilan tersebut
mempunyai aturan
sebagai berikut:- Panggilan terhadap pihak yang bersangkutan dianggap sah apabilamasing-masing
telah menerima surat panggilan yang dikirim dengan surattercatat.(pasal 65 UU No 5
tahun 1986)- Jangka waktu antara pemanggilan dan hari sidang tidak boleh kurangdari 6 hari kecuali
dalam hal sengketa tersebut harus diperiksa denganacara (pasal 64 UU No 5 tahun 1986)
KEWAJIBAN HAKIM:
1. Mengadakan pemeriksaan persiapan untuk melengkapi gugatan yangkurang jelas (pasal
63)2. Menjaga supaya tata tertib dalam persidangan tetap ditaati setiaporang dan perintahnya
dilaksanakan dengan baik (pasal 68).3. Mengundurkan diri dari persidangan apabila
terikat hubungan keluargasedarah, atau semenda sampai derajat ketiga, atau hubungan suami atau