Anda di halaman 1dari 37

KARYA ILMIAH

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN


MENGGUNAKAN BAHAN ALAM PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
DI TK. YAPIS III WOSI MANOKWARI

DISUSUN OLEH
SITI MIFTAKHUS SHOIMAH
825198912

KELOMPOK BELAJAR MANOKWARI


UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SORONG
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PAUD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA
2016

1
ABSTRAK

SITI MIFTAKHUS SHOIMAH. Meningkatkan Kemampuan


Mengenal Lambang Bilangan Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-
6 Tahun di TK. YAPIS III Wosi Manokwari, di bimbing oleh PUDJIONO,
M.Pd.

Perkembangan kemampuan menganal lambang bilangan dari konsep


bilangan 1 hingga 20 setelah diberikan perlakuan menggunakan bahan alam
pada kegiatan pengembangan kemampuan yang telah dilakukan pada siklus I
hingga siklus II. Pada kegiatan prasiklus tanpa penggunaan media/bahan alam
belum terjadi peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak
hal ini sesuai dengan hasil penilaian yang menunjukkan bahwa pada prasiklus
masih terdapat banyak anak yang hasil penilaiannya belum berkembang,
sedangkan pada siklus I anak mulai menunjukkan perkembangan kemampuan
sehingga pada siklus II diperoleh hasil penilaian dari kegiatan, anak
berkembang sesuai harapan dan waktu yang telah ditentukan.
Selain itu, penggunaan bahan alam yang bersifat konkret mendorong
antusias dan semangat anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran selama
disekolah khususnya hal ini terjadi pada kelompok B2 di TK YAPIS III Wosi.

Kata kunci : mengenal lambang bilangan, bahan alam, dan anak usia TK.

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 angka 14 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dalam Permendiknas No 58 Tahun 2009 menyatakan bahwa :
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang
ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut. PAUD memberikan layanan kepada anak usia dini untuk
memberikan stimulasi-stimulasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara
optimal. Pertumbuhan dan perkembangan anak akan bermanfaat bagi kehidupan
selanjutnya. Anak usia dini disebut golden age karena pada usia ini pertumbuhan
dan perkembangan fisik motorik, sosial emosional, intelektual, dan bahasa
berlangsung dengan sangat pesat (Slamet Suyanto, 2005: 6).
Masa golden age merupakan waktu yang paling tepat untuk memberikan
bekal yang kuat kepada anak (Siti Aisyah, 2010: 2). Rentang usia ini anak mudah
menyerap dan menerima apapun yang diajarkan oleh orang-orang disekitarnya,
sehingga pada masa ini perlu dioptimalisasikan masa peka bagi anak untuk
mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang akan berguna bagi
kehidupannya kelak.
Prestasi ataupun pencapaian kemampuan materi bidang
kognitif di kelas B TK YAPIS III Wosi saat ini belum tuntas. Sebagai
seorang pendidik menghadapi masalah tersebut perlu lebih
memperhatikan mereka. Bagaimana cara membantu mereka
untuk dapat menguasai materi kemampuan mengenal lambang
bilangan. Penggunaan metode yang tepat akan membantu
mengembangkan kemampuan tersebut anak dengan baik
(Masitoh, dkk, 2005:5.13). Metode yang dapat dilakukan adalah
dengan menggunakan bahan alam untuk meningkatkan

3
mengenal konsep bilangan, karena dengan adanya bahan yang
berbeda-beda dan dapat dipahami anak, akan membuat anak
tertarik dalam mengenal konsep bilangan, selain itu anak tidak
jenuh terhadap proses pembelajaran terutama dalam
mengenalkan konsep bilangan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis berkeinginan
melakukan penelitian tentang masalah kemampuan mengenal
lambang bilangan anak dalam proses pembelajaran, dengan
judul penelitian. Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang
Bilangan Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-6 Tahun di
TK. YAPIS III Wosi Manokwari.

B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka secara umum
pokok permasalahan yang diangkat pada penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang
Bilangan Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-6
Tahun di TK. YAPIS III Wosi Manokwari?.
2. Bagaimana efektivitas penggunaan media bahan alam dalam meningkatkan
Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan ?.

C. TUJUAN PERBAIKAN
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka tujuan
perbaikan adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh gambaran kemampuan anak dalam mengenal
lambang bilangan menggunakan bahan alam,
2. Untuk mengetahui efektivitas penggunaan media bahan alam dalam
meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan,
3. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media bahan alam
dalam meningkatkan kemampuan mengenal lambang
bilangan pada anak usia 5-6 tahun di TK. YAPIS III Wosi
Manokwari.

4
D. MANFAAT PERBAIKAN
Dari tujuan Perbaikan tersebut, maka manfaat hasil perbaikan ini sebagai
berikut:
1. Bagi Siswa
Tujuan penelitian ini bagi siswa adalah untuk meningkatkan kemampuan
mengenal lambang bilangan pada anak melalui media bahan alam dan
memotivasi belajar anak melalui suatu kegiatan menggunakan bahan alam.
2. Bagi Guru
Bagi guru penelitian ini bertujuan menjadi gambaran guru dalam
mengembangkan media pembelajaran di kelas untuk mengenal lambang
bilangan.
3. Bagi Lembaga/Sekolah
Tujuan penelitian ini bagi lembaga/ sekolah adalah menjadi umpan balik bagi
sekolah agar memberikan program mengenal lambang bilangan pada anak
menggunakan bahan alam.

5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN


Kognitif merupakan suatu proses berpikir seseorang yang terjadi dalam otak
anak yang digunakan untuk memahami dan menghadapi suatu kejadian. Menurut
Yuliani Nurani Sujiono (2011: 78), perkembangan kognitif ditandai oleh suatu
kemampuan untuk merencanakan, menjalankan suatu strategi untuk mengingat
dan untuk mencari solusi terhadap suatu permasalahan. Sunardi dan Sunaryo
(2007: 147) menambahkan bahwa perkembangan kognitif seseorang bertambah
sesuai dengan usia, mengikuti dimensi-dimensi yang dimulai dari hal sederhana
menuju ke hal yang kompleks, sesuatu yang konkret menuju ke sesuatu yang
abstrak, subjektif menuju ke objektif, dan hal yang dikenal menuju hal yang asing.
Perkembangan kognitif seseorang akan berkembang sesuai dengan
pengalaman-pengalaman yang didapat. Dari pengalaman-pengalaman tersebut,
seseorang akan belajar dan mendapatkan pengetahuan baru sehingga proses
berpikir seseorang berkembang. Adanya perkembangan kognitif membuat anak
mampu untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang berguna bagi
kehidupan sehari-hari.
Menurut Sudaryanti (2006: 1) bilangan adalah konsep matematika yang
sangat penting untuk dikuasai anak karena akan mendasari penguasaan konsep
matematika selanjutnya pada jenjang pendidikan formal. Bilangan merupakan
suatu ukuran dari besaran, tetapi juga dipakai dalam suatu cara abstrak (tak
terwujud) tanpa menghubungkannya dengan berapa banyak atau
pengukurannya. Bilangan itu sendiri tidak dapat dilihat, ditulis, dibaca, dan
dikatakan karena merupakan suatu idea yang hanya dapat dihayati atau dipikirkan
saja.

6
Bilangan merupakan sesuatu yang hanya dapat digambarkan saja dan harus
dituliskan dengan simbol agar bilangan tersebut dapat dilihat dan dibaca. Berbeda
dengan bilangan yang sifatnya abstrak, lambang bilangan atau angka merupakan
simbol dari bilangan. Menurut Rukmansyah (2006: 19) lambang bilangan adalah
sesuatu seperti tanda yang menyatakan jumlah atau banyaknya bilangan tertentu.
Lambang bilangan atau angka merupakan lambang-lambang untuk bilangan. Anak
usia 4-6 tahun belajar bahwa satu ditulis sebagai 1 dan itu berarti kuantitas
dari satu. Lambang bilangan digunakan untuk menulis banyaknya bilangan.
Slamet Suyanto (2005: 107) mengemukakan bahwa angka adalah simbol
dari suatu bilangan. belajar bilangan dimulai dari objek nyata, setelah anak benar-
benar bisa baru dilatih untuk menghubungkan antara jumlah benda dengan simbol
bilangan. Mengajarkan lambang bilangan anak dimulai dari benda-benda konkret
terlebih dahulu kemudian baru mengenalkan lambang bilangan.

B. MEDIA BAHAN ALAM


Mengingat bahwa dalam bermain anak memerlukan media untuk
mendukung proses pembelajaran. Menurut Mukhtar Latif (2014:152) jika
dikaitkan dengan anak usia dini, maka media memiliki makna, yaitu: Segala
sesuatu yang dapat dijadikan bahan (software) dan alat (hardware) untuk bermain
yang membuat anak usia dini mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan,
dan menentukan sikap. Media yang digunakan dalam PAUD adalah Alat
Permainan Edukatif (APE). Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi
sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual.
Sekitar pertengahan abad Ke-20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan
digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam
bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran
menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Buah dan sayur adalah materi/media dari alam yang dapat diperoleh dari
alam yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan baik bagi lingkungan dan bagi
kita manusia khususnya bagi kesehatan tubuh kita.Berdasarkan uraian di atas,
maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain dengan menggunakan bahan

7
alam khususnya menggunakan buah dan sayur yang dilakukan anak-anak sering
dijumpai suasana yang menyenangkan, penuh kegembiraan. Kegembiraan anak-
anak dapat ditandai dengan beberapa ciri yang ditimbulkan oleh keaktifan dan
kebebasan untuk bergerak, bereksperimen, berlomba, berkomunikasi dan
sebagainya.

C. ANAK USIA 5-6 TAHUN


Anak usia taman kanak-kanak mempunyai keunikan yaitu sepanjang
kegiatan sehari-hari selalu diwarnai dengan kegiatan bermain, sehingga dikatakan
bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Oleh karena itu strategi pembelajaran di
taman kanak-kanak paling tepat bila dilakukan dengan bentuk bermain.
Anak Taman Kanak-kanak berada pada usia 4-6 tahun termasuk kategori
anak prasekolah pada sub tingkat berpikir intuitif. Ciri khas masa ini adalah
kemampuan anak menggunakan simbol yang mewakili sesuatu konsep.
Kemampuan simbolik ini memungkinkan anak melakukan tindakan-tindakan
yang berkaitan dengan hal-hal yang dilalui. Ditinjau dari perkembangan kognitif,
anak usia 4-6 tahun ditandai dengan kemampuan anak melakukan kegiatan
representasi mental yaitu suatu kemampuan untuk menghadirkan benda, objek,
orang, dan peristiwa secara mental. Hal ini berarti anak telah memiliki
kemampuan untuk membayangkan benda, objek, orang, dan peristiwa didlaam
pemikirannya walaupun semuanya tidak hadir secara empirik dihadapan anak.
Penggunaan media dan sumber belajar yang tepat dalam pembelajaran akan
sangat membantu siswa dalam menerima pesan yang disampaikan oleh guru.
Selain itu siswa akan mempunyai gairah dan motivasi unutk belajar. Dengan
menggunakan media dan sumber belajar yang tepat, kemampuan siswa dalam
memahami apa yang disampaikan dapat diterima secara baik, disamping itu juga
guru dituntut untuk memiliki keahlian dalam memilih dan membuatnya.
Pembelajaran dengan menggunakan media dan sumber belajar di taman kanak-
kanak akan menggali informasi tambahan untuk memperkaya materi yang akan
diberikan kepada siswa sehingga guru dalam menyajikannya tidak bersifat text
book. Namun demikian perlu kita ketahui bersama bahwa kualitas media dan
sumber belajar yang digunakan juga mempengaruhi kemurnian dari informasi

8
yang dikandungnya. Pemahaman guru taman kanak-kanak akan pentingnya
media dan sumber belajar akan mempengaruhi dalam proses pembelajaran.

D. DESKRIPSI TK YAPIS III WOSI MANOKWARI


Pemantapan Kemampuan Profesional ini dilakukan di TK YAPIS III Wosi,
terletak kelurahan wosi, kecamatan Manokwari barat, Kabupaten Manokwari. TK
YAPIS III Wosi berdiri pada tanggal 20 Desember 1982 , di bawah naungan
Yayasan Pendidikan Islam cabang Papua kabupaten Manokwari. Sekolah ini
mempunyai 8 kelas, yaitu kelompok A1, A2, B1, B2, B3, B4, B5, dan B6 yang
masing-masing diatur berdasarkan pembelajaran kelompok dengan sudut
pengaman. TK YAPIS III Wosi dikelola 8 orang pendidik dengan jumlah peserta
didiknya 103 anak.
Tabel 1. Jumlah peserta didik pada masing-masing kelompok belajar di TK
YAPIS III Wosi Manokwari.
Nama Jumlah Jumlah
No
ROMBEL Murid Guru
1 A1 13 1
2 A2 15 1
3 B1 10 1
4 B2 14 1
5 B3 12 1
6 B4 13 1
7 B5 13 1
8 B6 13 1

Penelitian ini, dilaksanakan di kelompok B2 dengan jumlah peserta didik 14


anak yang terdiri dari 5 anak perempuan dan 9 anak laki-laki yang berada pada
rentang usia 5-7 tahun, namun ada 1 anak yang usianya kurang dari 6 tahun.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Kondisi
ruang kelas di TK YAPIS III Wosi cukup baik, terdapat sudut-sudut pembelajaran
disetiap ruang kelasnya dan beberapa poster. Setiap kelas sudah terdapat almari
untuk menyimpan buku-buku penunjang pembelajaran dan almari penyimpanan

9
alat permainan edukatif. Kondisi di luar kelas terdapat gantungan tas dan rak
sepatu untuk meletakkan tas dan sepatu anak-anak. Fasilitas alat permainan
edukatif dan media pembelajaran sudah cukup baik.

BAB III
RENCANA PERBAIKAN

A. INFORMASI SUBJEK PENELITIAN


1. Lokasi dan Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan didalam ruang kelas pada TK YAPIS III Wosi
kabupaten Manokwari. Penelitian ini pada tanggal 18 Oktober 2016 02
November 2016 setiap waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan
menggunakan sebanyak 2 siklus. Subjek pada kegiatan penelitian yaitu anak
murid kelas B2 usia 5,5 6,5 pada kegiatan Kognitif yaitu mengenal lambang
bilangan dengan menggunakan media bahan alam.

2. Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan pada hari sekolah dan disesuaikan dengan
tema pembelajaran. Adapun pelaksanaan penelitian sebagai berikut :
a. Pra siklus dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2016
b. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 25 Oktober 2016
c. Siklus II dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 02 November 2016
d. Setiap siklus ada lima kali pertemuan
e. Waktu pertemuan pukul 07.30 10.30 WIT

3. Tema
Tema yang dipilih dalam penelitian ini menggunakan tema
TANAMAN dengan sub tema yaitu Buah dan Sayur. Karakteristik siswa
di kelompok B2 yaitu murid laki-laki 9 orang dan perempuan 5 orang dengan
jumlah murid 14 orang. Umur murid di kelas B2 berkisar 5,5 - 6,5 tahun.
Anak murid dikelas B2 proaktif dalam mengikuti setiap kegiatan
pembelajaran, sangat menyukai hal-hal yang baru dilihat dan memiliki rasa

10
ingin tahu yang tinggi terhadap informasi yang diberikan oleh guru atau
teman sekelas.

4. Kelompok
Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok B (usia 5-6 tahun) dengan
jumlah murid dikelompok B2 yaitu 14 anak yang terdiri dari 5 anak
perempuan dan 9 anak laki-laki. Karakteristik anak pada kelompok ini
bersifat aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, hal ini disebabkan oleh
latar belakang keluarga anak yang berbeda-beda satu sama lain.

5. Karakteristik Anak
Pada umumnya karakteristik anak dikelompok B2 pada TK YAPIS III
Wosi merupakan anak yang kreatif, hal ini didasarkan oleh pengamatan kami
dan disesuaikan kembali oleh pernyataan Munandar Utami (2009:73) bahwa
ciri anak kreatif yaitu: a) Imajinatif b) Mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi
c) Percaya diri d) Berani mengambil risiko e) Mandiri dalam berpikir.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan mengenai ciri-ciri
anak kreatif pada anak usia dini memiliki kesamaan. Ciri-ciri tersebut terlihat
sangat jelas bahwa anak yang kreatif memiliki ciri kepribadian secara
individual. Biasanya anak yang kreatif selalu ingin tahu, memiliki minat yang
luas, dan mempunyai kegemaran dan aktivitas yang kreatif.

B. DESKRIPSI TIAP SIKLUS


a. Siklus Pertama
Sebelum pelaksanaan penelitian mahasiswa merancang siklus perbaikan
pembelajaran dari 2 siklus, dengan membuat rencana kegiaran harian (RKH)
untuk perbaikan pembelajaran. Pada setiap siklus da scenario perbaikan
pembelajaanya, dilakukan dengan memotivasi anak untuk meningkatkan
kreativitasnya melalui mdia permainan geometri.
Adapaun langkah-langkah perbaikan dlakukan sebagai berikut :
1. Guru mempersiapkan RKH yang akan dilaksanakan.
2. Penataan ruangan sesuai skenario permainan.
3. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada hari ini.
4. Guru memberi stimulasi agar anak berekspresi, berkreasi melalui media
permainan geometri.

11
1. Pelaksanaan
Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan sklus I ini diawali dengan refleksi terhadap
pengembangan yang dilakukan guru pada kegiatan prasiklus. Refleksi ini
dilakukan untuk mengidentifikasikan msalah yang terjadi dan kemudian
menjadi jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut.
Pelaksanaan keguaran pengembangan ini dinilai oleh Penilai I yaitu
teman sejawat dan Penilai 2 oleh kepala sekolah tempat mahasiswa mengajar
menggunakan APKG-PKP 1 dan APKG-PKP 2. Sedangkan dalam merancang,
melaksanakan dan membuat laporan, mahasiswa dibimbing oleh tutor
pembimbing/supervisor.
Adapun nama dan tugas penilai serta tutor pembimbing/supervisor,
disajikan pada table 1 sebagai berikut :

Table 3.1.
Nama dan Tugas Penilai Serta Tutor Pembimbing/Supervisor
No Nama/NIP Peran/Tugas
1 Pudjiono, S.Pd, M.Pd Tutor/Supervisor 1
NIP.196805071998031011 a. Membimbing dalam turorial,
membimbing mata kuliah
pemantapan kemampuan
professional.
b. Membantu mahasiswa dalam
merancang, melaksanakan dan
membuat laporan perbaikan
kegiatan pengambangan.
c. Menilai kemampuan mahasiswa
dalam merancang da
melaksanakan kegiatan
pengembangan
2 Irene M.S. Saija, S.Pd. Supervisor 2
AUD a. Menilai SKH/RK dengan
menggunaka APKG-PKP 1.
b. Menilai pelaksanaan
kegiatan pengembangan
dengan menggunakan
APKG-PKP 2.
c. Membantu mahasiswa

12
membuat rancangan siklus I
dan Siklus II
d. Membantu mahasiswa
membuat RK dan SKH
setiap siklus.
e. Membantu mahasiswa
membuat skenario
perbaikan.
3 Suprihatin, S.Pd.AUD Penilai 2
196401071986032019 a. Menilai SKH/RK dengan
menggunakan APKG-RK 1
b. Menilai pelaksanaan kegiatan
dengan menggunakan APKG-
RK 2.

2. Observasi
Dan pengamatan yang dilaksanakan guru terhadap anak didik pada
pelaksanaan kegiatan pembelajaran sebabagai berikut :
1. Dari 20 anak masih ada beberapa anak yang masih belum mengenal
media geometri.
2. Gambar geometri yang diberikan pada anak secara acak.
3. Beberapa anak bingung meminta bantuan guru.
4. Ada beberapa anak kreatif membentuk sesuai ide dan gagasan anak
sendiri dan ada beberapa anak yang meniru dari apa yang dicontohkan
oleh gurunya serta ada beberapa anak meniru karya temannya.
Dalam proses perbaikan pembelajaran ini akan dilanjutkan pada
perbaikan pembelajaran siklus II, sampai mencapai indicator perkembangan
yang diharapkan.

2. Siklus II
a. Rencana Kegiatan

13
Rencana kegiatan berfokus pada kelemahan-kelemahan yang ada pada
pelaksanaan kegiatan siklus I. Adapun kegiatannya sebagai berikut :
1. Guru mempersiapkan RKH yang akan dilaksanakan.
2. Guru menata ruang pelaksanaan.
3. Guru mempersiapkan materi pemberlajaran serta alat peraga.
4. Guru memberi stimulasi dan motivasi agar anak kreatif.

b. Langkah-langkah perbaikan
1. Guru mengajak anak duduk membentuk huruf U dan juga membentuk
lingkaran.
2. Guru memperlihatkan berbagai bentuk bahan .
3. Guru memberikan contoh atau mendemonstrasikan cara kerja yang akan
dilakukan.
4. Guru menyuruh anak untuk melakukan hal yang dicontohkan guru.
5. Guru memberikan motovasi, stimulasi anak untuk berkreasi dan memberi
penghargaan bagi setiap anak yang berhasil membuat kreasi sendiri.

c. Pelaksanaan
Prosedur yang akan dilalui adalah observasi tindakan dan refleksi guru
terhadap kegiatan perbaikan pengembangan pada siklus I.
Hasil pengembangan pada siklus I sebagai acuan untuk melakukan
kegiatan pengembangan pada siklus II.
Pelaksanaan kegiatan pengembangan ini dinilai oleh Penilai I yaitu
teman sejawat dan Penilai 2 oleh kepala sekolah tempat mahasiswa
mengajar menggunakan APKG-RK 1 dan APKG-RK 2.
Sedangkan dalam merancang, melaksanakan dan membuat laporan,
mahasiswa dibimbng oleh Tutor Pembimbing/Supervisor.

Adapun nama dan tugas penilai serta Tutor pembimbing/Supervisor,


disajikan pada tabel.

Tabel 3.2.
Nama dan Tugas Penilai Serta Tutor Pembimbing/Supervisor
No Nama/NIP Peran/Tugas
1 Pudjiono, S.Pd, M.Pd Tutor/Supervisor 1
196805071998031011 a. Membimbing dalam turorial,
membimbing mata kuliah
pemantapan kemampuan
profesional.

14
b. Membantu mahasiswa dalam
merancang, melaksanakan dan
membuat laporan perbaikan
kegiatan pengambangan.
c. Menilai kemampuan mahasiswa
dalam merancang dan
melaksanakan kegiatan
pengembangan
2 Irene M.S. Saija, S.Pd. Supervisor 2
AUD a. Menilai SKH/RK dengan
menggunaka APKG-PKP 1.
b. Menilai pelaksanaan kegiatan
pengembangan dengan
menggunakan APKG-PKP 2.
c. Membantu mahasiswa membuat
rancangan siklus I dan Siklus II
d. Membantu mahasiswa membuat
RK dan SKH setiap siklus.
e. Membantu mahasiswa membuat
skenario perbaikan.

3 Suprihatin, S.Pd.AUD Penilai 2


196401071986032019 a. Menilai SKH/RK dengan
menggunakan APKG-RK 1
b. Menilai pelaksanaan kegiatan
dengan menggunakan APKG-
RK 2.

d. Observasi
Dalam pengamatan siklus II ini di dapat hasil sebagai berikut :
1. Anak-anak sangat antusias dalam kegiatan media permainan geometri.
2. Anak-anak berkreasi menciptakan bentuk sesuai ide, sehingga hasil karya
anak bervariasi.
3. Ada beberapa anak yang masih meniru dan karya teman dan gurunya.

e. Refleksi
Dalam scenario perbaikan pembelajaran, guru mengoptimalkan
pemakaian media pembelajaran dengan menggunakan macam-macam gambar

15
dan bentuk geometri dalam mendemonstrasikan kegiatan dengan baik. Media
yang menarik, membaut anak untuk terus berkreasi membentuk dan
menstimulasi anak untuk terus mencoba dan berimajinasi serta
menuangkannya dalam berbagai macam kreasi bentuk dan geometri.
Anak-anak diberi kebebasan dan kesempatan untuk berkreasi sesuai ide
dan gagasan anak. Tempat bermain yang luas, nyaman, aman, membuat anak
senang dan asik dalam kegiatan yang berarti.
Adapun kelemahan-kelemahan dalam kegiatan perbaikan ini, guru harus
menyediakan atau mengumpulkan gambar-gambar dan bentuk geometri yang
mana berukuran besar karena anak untuk menstimulasi imajinasi anak untuk
berkreasi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PERBAIKAN TIAP SIKLUS


Berdasarkan temuan-temuan pada hasil kegiatan perbaikan selama 2 siklus
yang terdiri dari 10 kali pertemuan atau 10 kegiatan yang masing-masing siklus
terdiri dari 5 kegiatan. Sehingga diperoleh data perbaikan yang dihasilkan sebagai
berikut :
1. Siklus I
Berdasarkan observasi dan pengumpulan data melalui penilaian ceklist
dalam proses kegaiatan pembelajaran, menunjukkan adanya peningkatan
kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan. Berdasarkan hal ini
maka dibuat rancangan satu siklus untuk perbaikan kegiatan pengembangan
siklus I sebagai berikut :

a. Rancangan satu siklus untuk siklus I

Tujuan Perbaikan :

16
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang
Bilangan Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-6
Tahun di TK. YAPIS III Wosi Manokwari.

Identifikasi Masalah :
1. Keengganan anak untuk mengenal lambang bilangan
2. Kegiatan mengenal lambang bilangan yang membosankan
3. Masalah perilaku belajar anak yaitu kondisi kelas yang agak
gaduh/ribut akibat rebutan dan saling tegur sesama anak.
4. Kurangnya kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan dari
angka 10 hingga angka 20.

Analisis Masalah :
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, maka masalah yang akan
dipecahkan yaitu Kurangnya kemampuan anak dalam mengenal lambang
bilangan dari angka 10 hingga angka 20.
Perumusan Masalah :
Bagaimana penggunaan media bahan alam (buah dan sayur) dalam
meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan dari
angka 10 hingga angka 20.

Tabel 4.1 . Rencana Kegiatan Siklus I


SKH
Pembukaan Inti Penutup
Ke-
1 Melempar dan - Mewarnai, menggunting Menyanyikan lagu
menangkap dan menempel gambar Paman Datang
kantong biji- semangka dari Desa
bijian. - Berhitung potongan buah
semangka sebanyak 11
potong
- Menyususn kata
semangka
2 Melempar bola - Membuat buah pisang dari Menyanyikan lagu
kedalam plastisin Paman Datang
keranjang - Berhitung buah pisang dari Desa
sebanyak 12 buah
- Menghubungkan kata

17
dengan sesuai bendanya
3 Berjalan diatas - Menjahit gambar buah apel Menyanyikan lagu
papan titian - Berhitung potongan buah papaya, manga,
Apel sebanyak 13 potong pisang dan jambu
- Menuliskan kata Buah
Apel
4 Meloncat dari - Kolase buah pisang Menyanyikan lagu
ketinggian 30- - Berhitung buah pisang papaya, manga,
40 cm sebanyak 14 buah pisang dan jambu
- Melengkapi kata buah
pisang
5 Gerak dan - Mencocok gambar buah Gerak dan lagu
Lagu semangka Marina Menari
- Berhitung potongan buah
semangka sebanyak 15
potong
- Menyusun kata semangka

Dari rancangan satu siklus yang telah disusun, maka kegiatan


pengambangan selanjutnya disusun RPPH, skenario perbaikan dan refleksi
selama 5 kali pertemuan mulai tanggal 20 25 Oktober 2016 sebagai berikut :
b. Satuan Kegiatan Setiap Siklus pada Siklus I Hari Ke 1-5
RPPH Siklus I hari ke- 1

Tabel 4.2. Rencana Program pembelajaran Harian (RPPH) Hari ke -1


TAHAPAN
NAMA
PEMBELAJARA KEGIATAN KET
KEGIATAN
N
PEMBUKAAN - Kegiatan - Penyambutan anak di pagi hari
(07.00-07.30) Awal (lihat SOP)

(07.30-08.00) - Kegiatan - Berkumpul bersama dalam


30 Menit Berkumpu lingkaran : salam, berdoa
l Bersama pembukaan, doa surah-surah
pendek Al-quran beserta
hadist.
- Menyanyikan lagu yaitu :
Paman Datang dari Desa
- Mengenalkan tentang buah
Semangka (manfaat, rasa dan
warna)
- Melempar dan menangkap
kantong biji-bijian
- Mengajarkan sikap jujur

18
- Menyampaikan kegiatan yang
akan dilaksanakan

INTI - Kegiatan - Seni : Mewarnai, - Lembar


(08.00-09.15) Inti menggunting, dan menempel gambar,
75 Menit gambar semangka pensil warna,
gunting dan
lem

- Kognitif : berhitung - Kertas HVS,


potongan buah semangka piring
sebanyak 11 potong plastic,
potongan
buah
semangka
dan pencil
- Bahasa : menyusun kata krayon
Semangka - Kartu huruf

- Recalling - Tanya jawab tentang kegiatan


inti yang baru dilaksanakan

ISTIRAHAT - Kegiatan - Berdoa sebelum makan


55 Menit makan dan - Cuci tangan pakai sabun - Air, sabun
(09.15-10.10) istirahat dan lap
- Makan bersama bekal yang tangan
dibawa dari rumah
- Berdoa sesudah makan dan
minum
- Bermain bebas diluar kelas

PENUTUP - Kegiatan - Diskusi tentang kegiatan selama


20 Menit Akhir satu hari disekolah
(10.10-10.30) - Menyanyian lagu Paman
Datang dari Desa
- Memberi penguatan
pengetahuan tentang buah
Semangka (manfaat, rasa dan
warna)
- Menginformasikan kegiatan
esok hari
- Berdoa penutup dan keluar dari
gedung sekolah
- Pulang

19
Refleksi Siklus I hari ke-1
1. Bagaimana reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya
lakukan ?
Anak sangat antusias dalam kegiatan yang diberikan.
2. Secara keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan
pengembangan yang saya lakukan?
Waktu kegiatan yang sangat terbatas.
3. Secara keseluruhan apa saja kelebihan saya dalam kegiatan
pengembangan yang saya lakukan?
Pemahaman anak akan lambang bilangan dengan angka 11 sudah
lebih baik
4. Hal-hal unik apa saja yang saya temui dalam kegiatan pengembangan?
Ada anak yang terlalu semangat sehingga menghitung jumlah
potongan buah melampaui hingga angka 13.
5. Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka
pengembangan apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan
kualitas kegiatan pengembangan berikutnya?
Melakukan variasi dalam kegiatan pembelajaran dan penggunaan
media yang lebih beragam jenisnya.
Setelah dilakukan refleksi dan scenario perbaikan siklus pertama hari
pertama, akan dilanjutkan hingga siklus pertama hingga hari kelima. Sehingga
diperoleh data hasil penilaian setiap kegiatan pada siklus pertama dari hari
pertama hingga hari kelima pada tabel dibawah ini.

Tabel 4.7. Data Hasil Penilaian Siklus I Pertemuan 1-5


Pertemuan
N NAMA I II III
O ANAK B M BS B M BS B M BSH
B B H B B H B B
1 ALFATH
2 DIMAS
3 EZZAR
4 AQSHA
5 DAFFA
6 BILAL ROHIM
7 BILAL RAMA
8 TRIANA
9 FADHIL

20
10 TASYA
11 MAGFIRAH
12 FIRAH
13 RISYA
14 DILLA
JUMLAH 4 7 3 3 8 3 0 11 3

Lanjutan tabel . Data Hasil Penilaian Siklus I Pertemuan 1-5


Pertemuan
N NAMA IV V
O ANAK B M BS B M BS
B B H B B H
1 ALFATH
2 DIMAS
3 EZZAR
4 AQSHA
5 DAFFA
6 BILAL ROHIM
7 BILAL RAMA
8 TRIANA
9 FADHIL
10 TASYA
11 MAGFIRAH
12 FIRAH
13 RISYA
14 DILLA
JUMLAH 0 4 10 0 3 11
Keterangan :
BB : Belum Berkembang
MB : Mulai Berkembang
BSH : Berkembang Sesuai Harapan

2. Siklus II
Berdasarkan observasi dan pengumpulan data melalui penilaian ceklist
dalam proses kegaiatan pembelajaran, menunjukkan adanya peningkatan
kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan. Berdasarkan hal ini
maka dibuat rancangan satu siklus untuk perbaikan kegiatan pengembangan
siklus II sebagai berikut :

a. Rancangan satu siklus untuk siklus I

21
Tujuan Perbaikan :
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang
Bilangan Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-6
Tahun di TK. YAPIS III Wosi Manokwari.

Identifikasi Masalah :
1. Guru kurang memotivasi anak dengan media/bahan yang kurang
variatif dalam proses pembelajaran.
2. Keengganan anak untuk mengenal lambang bilangan
3. Kegiatan mengenal lambang bilangan yang membosankan
4. Masalah perilaku belajar anak yaitu kondisi kelas yang agak
gaduh/ribut akibat rebutan dan saling tegur sesama anak.
5. Kurangnya kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan dari
angka 10 hingga angka 20.

Analisis Masalah :
Dari keempat masalah yang teridentifikasi, maka masalah yang akan
dipecahkan yaitu Kurangnya kemampuan anak dalam mengenal lambang
bilangan dari angka 10 hingga angka 20 dan Keengganan anak untuk
mengenal lambang bilangan.
Perumusan Masalah :
Bagaimana penggunaan media bahan alam (buah dan sayur) dalam
meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan dari
angka 10 hingga angka 20.
Tabel 4.8 . Rencana Kegiatan Siklus II
SKH
Pembukaan Inti Penutup
Ke-
1 Melempar dan - Mewarnai, menggunting Menyanyikan lagu
menangkap dan menempel gambar Abang Tukang
bola Wortel Sayur
- Berhitung sayur wortel
sebanyak 16 buah sayur
- Menyususn kata wortel
2 Melempar bola - Menggambar dan Mewarnai Menyanyikan lagu
kedalam sayur Wortel Abang Tukang
keranjang - Berhitung sayur wortel Sayur
sebanyak 17 buah sayur
- Menuliskan Kata Wortel
sebanyak 1 halaman buku

22
tulis
3 Berjalan pada - Membuat bentu bola dari Menyanyikan lagu
garis lurus potongan sayur Tomat Nama-nama
- Berhitung sayur tomat sayur
sebanyak 18 buah sayur
- Menyusun kata Tomat
4 Meloncat dari - Kolase terong Menyanyikan lagu
ketinggian 30- - Berhitung sayur terong Nama-nama
40 cm sebanyak 19 buah sayur sayur
- Menghubungkan gambar
dengan tulisan yang sesuai
5 Gerak dan - Mengayam bentuk rambut Menyanyikan lagu
Lagu anyaman Nama-nama
- Berhitung potongan sayur sayur
kacang panjang sebanyak
20 potong
- Membentuk huruf dengan
kacang panjang

Dari rancangan satu siklus yang telah disusun, maka kegiatan


pengambangan selanjutnya disusun RPPH, skenario perbaikan dan refleksi
selama 5 kali pertemuan mulai tanggal 28 Oktober 02 November 2016
sebagai berikut :

b. Satuan Kegiatan Setiap Siklus pada Siklus II Hari Ke 1-5


RPPH SIKLUS II hari ke-1

Tabel 4.9. Rencana Program pembelajaran Harian (RPPH) Hari ke -1


TAHAPAN
NAMA
PEMBELAJAR KEGIATAN KET
KEGIATAN
AN
PEMBUKAAN - Kegiatan - Penyambutan anak di pagi
(07.00- Awal hari (lihat SOP)
07.30) - Senam bersama (Lihat
SOP)
- Kegiatan
(07.30- Berkum - Berkumpul bersama dalam
08.00) pul lingkaran : salam, berdoa
30 Menit Bersam pembukaan, doa surah-
a surah pendek Al-quran
beserta hadist.
- Menyanyikan lagu yaitu :

23
abang tukang sayur
- Mengenalkan tentang
sayur wortel (manfaat
dan warna)
- Mengajak anak berhitung
1-16
- Menangkap dan melempar
bola
- Menyampaikan kegiatan
yang akan dilaksanakan

INTI - Kegiatan - Seni : Mewarnai, - Lembar


(08.00- Inti menggunting, gambar,
09.15) dan menempel pensil
75 Menit gambar wortel warna,
gunting
dan lem
- Kognitif : berhitung - Kertas
sayur HVS,
wortel piring
sebanyak 16 plastic,
sayur
wortel
dan
pencil
- Bahasa : menyusun krayon
kata - Kartu
wortel huruf

- Recallin - Tanya jawab tentang


g kegiatan inti yang baru
dilaksanakan

ISTIRAHAT - Kegiatan - Berdoa sebelum makan


55 Menit makan - Cuci tangan pakai sabun - Air,
(09.15- dan sabun
10.10) istirahat - Makan bersama bekal yang dan lap
dibawa dari rumah tangan
- Berdoa sesudah makan
dan minum
- Bermain bebas diluar kelas

PENUTUP - Kegiatan - Diskusi tentang kegiatan


20 Menit Akhir selama satu hari
(10.10- disekolah
10.30) - Menyanyikan lagu yaitu :

24
abang tukang sayur
- Memberi penguatan
pengetahuan tentang
sayur wortel (manfaat
dan warna)
- Menginformasikan
kegiatan esok hari
- Berdoa penutup dan keluar
dari gedung sekolah
- Pulang

Refleksi Siklus II hari ke-1


1. Bagaimana reaksi anak terhadap proses pengembangan yang saya
lakukan ?
Semua anak sudah antusias dalam kegiatan yang diberikan.
2. Secara keseluruhan apa saja kelemahan saya dalam kegiatan
pengembangan yang saya lakukan?
Waktu kegiatan yang sangat terbatas dan jumlah bahan yang terbatas.
3. Secara keseluruhan apa saja kelebihan saya dalam kegiatan
pengembangan yang saya lakukan?
Pemahaman anak akan lambang bilangan pada angka 1-16 sudah baik.
4. Hal-hal unik apa saja yang saya temui dalam kegiatan pengembangan?
anak-anak meminta sayur wortel Karena merupakan sayur yang
mereka yang mereka sukai.
5. Setelah mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, maka pengembangan
apa yang akan saya lakukan untuk meningkatkan kualitas kegiatan
pengembangan berikutnya?
Berusaha memenuhi jumlah bahan sesuai dengan jumlah murid yang ada
dan lebih kreatif lagi dalam menangani anak yang tidak suka akan
kegiatan berhitung.

Tabel 4.14. Data Hasil Penilaian Siklus II Pertemuan 1-5


Pertemuan
N NAMA I II III
O ANAK B M BS B M BS B M BSH
B B H B B H B B
1 ALFATH

25
2 DIMAS
3 EZZAR
4 AQSHA
5 DAFFA
6 BILAL ROHIM
7 BILAL RAMA
8 TRIANA
9 FADHIL
10 TASYA
11 MAGFIRAH
12 FIRAH
13 RISYA
14 DILLA
JUMLAH 0 4 10 0 4 10 0 3 11

Lanjutan tabel . Data Hasil Penilaian Siklus II Pertemuan 1-5


Pertemuan
N NAMA IV V
O ANAK B M BS B M BS
B B H B B H
1 ALFATH
2 DIMAS
3 EZZAR
4 AQSHA
5 DAFFA
6 BILAL ROHIM
7 BILAL RAMA
8 TRIANA
9 FADHIL
10 TASYA
11 MAGFIRAH
12 FIRAH
13 RISYA
14 DILLA
JUMLAH 0 2 12 1 13
Keterangan :
BB : Belum Berkembang
MB : Mulai Berkembang
BSH : Berkembang Sesuai Harapan

B. PEMBAHASAN TIAP SIKLUS


1. PRA SIKLUS

26
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan prasiklus yang
telah dilakukan yaitu kegiatan berhitung tanpa menggunakan media bahan
alam pada angka 1 -20 menunjukkan kurangnya kemampuan anak dalam
berhitung secara berurutan . hal ini disebabkan karena anak kurang
antusias dan tertarik dalam melakukan perhitungan. Sehingga anak merasa
kesulitan dalam melakukan kegiatan mengenal dan berhitung sesuai yang
diharapkan oleh guru dan waktu yang telah ditentukan
Hasil pembelajaran prasiklus yang diperoleh pada anak-anak TK.
YAPIS III Wosi pada usia 5-6 tahun tersaji pada tabel berikut ini :

Tabel 4.15. Data hasil penilaian pembelajaran Prasiklus


Har Hasil Belajar Jumla
i Jenis Kegiatan B M BS h
ke- B B H Anak
1 Berhitung menggunakan jari 7 6 1 14
tangan dan kaki
2 Berhitung menggunakan 6 7 1 14
gambar buah dan sayur

Pra Siklus
8
7
6
5
4
3
2
1
0

Grafik4. 1. Data hasil penilaian


pembelajaran Prasiklus

27
Berdasarkan data pada tabel diatas, menunjukkan kegiatan terdapat 7
anak pada hari pertama dan 6 anak pada hari kedua atau dengan kata lain
sekitar 50% anak yang belum berkembang sehingga masih
membutuhkan bimbingan guru untuk menyelesaikan tugasnya. Selain itu
pada hari pertama terdapat 6 anak dan hari kedua terdapat 7 anak yang
mulai berkembang artinya sekitar 45% dari jumlah anak yang telah
berkembang dalam memahami kegiatan pembelajaran dalam kegiatan
berhitung. Pada hari pertama terdapat 1 anak dan hari kedua terdapat 1
anak yang telah mencapai perkembangan sesuai harapan artinya sekitar
5% anak yang berkembang sesuai harapan. Sehingga pada tahap prasiklus
masih sangat membutuhkan bimbingan dari guru dan memperoleh
tindakan lanjut pada kegiatan siklus selanjutnya.

2. SIKLUS I
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan siklus I yang
telah dilakukan yaitu kegiatan berhitung menggunakan media bahan alam
berupa buah-buahan pada angka 11-15 menunjukkan sedikit peningkatan
pada kemampuan anak dalam berhitung secara berurutan. Hal ini
disebabkan anak merasa antusias dan tertarik dalam melakukan perhitungan.
Selain itu, kesiapan yang telah dilakukan oleh guru juga ikut mendukung
kegiatan pembelajaran yang dapat membuat anak antusias dan
menyenangkan sehingga kegiatan mengenal dan berhitung sesuai yang
diharapkan oleh guru dan waktu yang telah ditentukan.
Hasil pembelajaran Siklus I yang diperoleh pada anak-anak TK.
YAPIS III Wosi pada usia 5-6 tahun tersaji pada tabel berikut ini :

28
Tabel 4.16. Data hasil penilaian pembelajaran Siklus I
Har Hasil Belajar Jumla
i Jenis Kegiatan B M BS h Anak
ke- B B H
1 Berhitung potongan buah 4 7 3 14
semangka sebanyak 11 potong
2 Berhitung buah pisang sabanyak 3 8 3 14
12 buah
3 Berhitung potongan buah apel 0 11 3 14
sebanyak 13 potong
4 Berhitung buah pisang sabanyak 0 4 10 14
14 buah
5 Berhitung potongan buah 0 3 11 14
semangka sebanyak 15 potong

Keterangan :
BB : Belum Berkembang
MB : Mulai Berkembang
BSH : Berkembang Sesuai Harapan

Grafik 4.2. Data hasil penilaian pembelajaran Siklus I

29
Siklus I
12

10

0
1 2 3 4 5

Hasil Belajar Siklus I BB Hasil Belajar Siklus I MB


Hasil Belajar Siklus I BSH

Kegiatan berhitung pada hari pertama yaitu berhitung potongan buah


semangka sebanyak 11 potong terdapat 4 anak yang belum berkembang
artinya terdapat sekitar 30% , Ada 7 anak yang mulai berkembang artinya
terdapat sekitar 50% , dan terdapat 3 anak yang telah berkembang sesuai
harapan artinya terdapat sekitar 20% anak yang telah mengalami
perkembangan yang sesuai dengan harapan guru dan waktu yang telah
ditentukan, sehingga anak sudah dapat mandiri dalam mengerjakan tugas
yang diberikan.
Kegiatan berhitung pada hari kedua yaitu berhitung buah pisang
sebanyak 12 buah, terdapat 3 anak yang belum berkembang artinya terdapat

30
sekitar 20% anak , Ada 8 anak yang mulai berkembang artinya terdapat
sekitar 60% anak . Serta terdapat 3 anak yang telah berkembang sesuai
harapan artinya terdapat sekitar 20% anak.
Kegiatan berhitung pada hari ketiga yaitu berhitung potongan buah apel
sebanyak 13 potong buah, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang
artinya sudah tidak ada lagi anak yang akan dibantu dan dibimbing guru
dalam hal menyelesaikan tugasnya. Ada 11 anak yang mulai berkembang
artinya terdapat sekitar 80% anak. Serta terdapat 3 anak yang telah
berkembang sesuai harapan artinya terdapat sekitar 20% anak
Kegiatan berhitung pada hari keempat yaitu berhitung buah pisang
sebanyak 14 buah, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang. Ada 4
anak yang masih mulai berkembang artinya terdapat sekitar 30% anak,
sehingga pada tahap ini sudah terdapat 10 anak yang telah berkembang sesuai
harapan artinya terdapat sekitar 70% anak .
Kegiatan berhitung pada hari kelima yaitu berhitung potongan buah
semangka sebanyak 15 potongan buah, sudah tidak terdapat anak yang belum
berkembang. Ada 3 anak yang masih mulai berkembang artinya terdapat
sekitar 20% anak. Sehingga pada tahap ini sudah terdapat 11 anak yang telah
berkembang sesuai harapan artinya terdapat sekitar 80% anak sehingga pada
tahap ini anak secara keseluruhan sudah dapat mandiri dalam mengerjakan
tugas yang diberikan. Tahap ini juga menunjukkan bahwa melalui kegiatan
prasiklus hingga siklus I kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan
kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan melalui kegiatan
berhitung, serta penggunaan bahan alam sebagai alat peraga juga turut
meningkatkan kemampuan anak dalam memahami lambang bilangan dan
berhitung secara berurutan.

3. SIKLUS II
Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan siklus II yang
telah dilakukan yaitu kegiatan berhitung menggunakan media bahan alam
berupa sayur-sayuran pada angka 16-20 menunjukkan peningkatan pada
kemampuan anak dalam berhitung secara berurutan. Hal ini disebabkan anak
merasa antusias dan tertarik dalam melakukan perhitungan. Selain itu,

31
kesiapan yang telah dilakukan oleh guru juga ikut mendukung kegiatan
pembelajaran yang dapat membuat anak antusias dan menyenangkan
sehingga kegiatan mengenal dan berhitung sesuai yang diharapkan oleh guru
dan waktu yang telah ditentukan.

Hasil pembelajaran Siklus II yang diperoleh pada anak-anak TK.


YAPIS III Wosi pada usia 5-6 tahun tersaji pada tabel berikut ini :

Tabel 4.17. Data hasil penilaian pembelajaran Siklus II


Har Hasil Belajar Jumla
i Jenis Kegiatan B M BS h Anak
ke- B B H
1 Berhitung sayur wortel sebanyak 0 4 10 14
16 sayur wortel
2 Berhitung sayur wortel sebanyak 0 4 10 14
17 sayur wortel
3 Berhitung sayur tomat sebanyak 0 3 11 14
18 sayur wortel
4 Berhitung sayur terong sebanyak 0 2 12 14
19 sayur terong
5 Berhitung sayur kacang panjang 0 1 13 14
sebanyak 20 sayur kacang
panjang

Keterangan :
BB : Belum Berkembang
MB : Mulai Berkembang
BSH : Berkembang Sesuai Harapan

Grafik 4.3. Data hasil penilaian pembelajaran Siklus II

32
Siklus II
14

12

10

0
1 2 3 4 5

Hasil Belajar BB Hasil Belajar MB Hasil Belajar BSH

Kegiatan berhitung pada hari pertama yaitu berhitung sayur wortel


sebanyak 16 sayur, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang.
Terdapat 4 anak yang mulai berkembang artinya terdapat sekitar 30% anak,
Ada 10 anak yang berkembang sesuai harapan artinya terdapat sekitar 70%
anak.
Kegiatan berhitung pada hari kedua yaitu berhitung sayur wortel
sebanyak 17 sayur, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang.
Terdapat 4 anak yang mulai berkembang artinya terdapat sekitar 30% anak.
Ada 10 anak yang berkembang sesuai harapan artinya terdapat sekitar 70%
anak . Faktor lain yang menyababkan kecilnya peningkatan pada siklus ini
yaitu keterbatasan bahan yang kurang mendukung, hal ini juga turut
mempengaruhi kecilnya peningkatan kemampuan berhitung dan mengenalkan
lambang bilangan.

33
Kegiatan berhitung pada hari ketiga yaitu berhitung sayur tomat
sebanyak 18 sayur, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang.
Terdapat 3 anak yang mulai berkembang artinya terdapat sekitar 20% anak .
Ada 11 anak yang berkembang sesuai harapan artinya terdapat sekitar 80%
anak .
Kegiatan berhitung pada hari keempat yaitu berhitung sayur terong
sebanyak 19 sayur, sudah tidak terdapat anak yang belum berkembang.
Terdapat 2 anak yang mulai berkembang artinya terdapat sekitar 20% anak
yang masih sedikit memerlukan bantuan guru dalam hal menyelesaikan
tugasnya. Ada 12 anak yang berkembang sesuai harapan artinya terdapat
sekitar 80% anak .
Kegiatan berhitung pada hari kelima yaitu berhitung sayur kacang
panjang sebanyak 20 sayur, sudah tidak terdapat anak yang belum
berkembang. Terdapat 1 anak yang mulai berkembang artinya terdapat sekitar
10% anak , hal ini menunjukkan ketuntasan yang sesuai harapan dan
ketuntasan dalam berhitung 1-20. Ada 13 anak yang berkembang sesuai
harapan artinya terdapat sekitar 90% anak yang telah memahami berhitung
secara berurutan dari angka 1 hingga angka 20. Sehingga pada kegiatan
perbaikan ini dapat dikatakan sesuai dengan tujuan perbaikan dan
pengembangan yang diinginkan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perbaikan yang telah dilakukan pada setiap siklus, maka
diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan mengenalkan lambang bilangan dengan
menggunakan media bahan alam mengalami peningkatan setelah diberikan
tindakan melalui kegiatan menggunakan beberapa bahan/media alam sehingga
anak memiliki ketertarikan untuk mengenal lambang bilangan. Peningkatan
kemampuan anak menganal lambang bilangan dapat dilihat dari kondisi awal
pada kegiatan prasiklus kegiatan anak kelompok B2 berada pada kriteria belum
berkembang pada siklus I terjadi peningkatan menjadi mulai berkembang dan ada

34
beberapa anak yang mengalami perkembangan sesuai harapan. Pada siklus II
lebih terlihat peningkatan yang cukup signifikan, hal ini dibuktikan berdasarkan
data hasil penilaian kegiatan pada siklus II yang menunjukkan bahwa anak
dengan kategori belum berkembang sudah tidak terdapat lagi pada siklus ini.
Perkembangan anak dengan kategori mulai berkembang lebih sedikit
dibandingkan dengan kategori anak dengan perkembangan sesuai dengan harapan
yang jumlah secara kuantitas lebih banyak.
Berdasarkan hasil yang telah terurai, maka dapat dikatakan bahwa
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan
Menggunakan Bahan Alam pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK.
YAPIS III Wosi Manokwari, mengalami perkembangan yang
sesuai harapan penulis pada anak usia 5-6 tahun pada TK. YAPIS
III Wosi Manokwari. Hal ini juga dipengaruhi oleh, penggunaan
media/ bahan alam yang digunakan pada saat kegiatan
perbaikan memiliki daya tarik bagi anak-anak sehingga anak
dengan antusias dan perasaan yang senang dapat mengikuti
kegiatan dan menyelesaikan tugas yang telah diberikan.
Kegiatan perbaikan dengan menggunakan bahan alam berupa aneka sayur
dan buah dapat Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang
Bilangan pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK. YAPIS III Wosi
Manokwari.

B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan dari hasil kegiatan perbaikan yang telah
dipaparkan, maka peneliti memberikan saran.
1. Bagi Anak
Anak lebih mengeksplor bahan-bahan/ alat peraga khususnya bahan alam
sehingga dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak khususnya pada
pemahaman pada lambang bilangan.
2. Bagi Guru

35
Guru hendaknya lebih banyak menggunakan bahan/media yang terdapat
disekitar lingkungan anak khususnya pada media/bahan alam. Sehingga anak
dapat lebih mudah memahami suatu konsep secara konkrit.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan kegiatan perbaikan
dengan menggunakan bahan/media lain agar dapat mengetahui perbandingan
tingkat perkemdengan bahan alam.

DAFTAR PUSTAKA

Carrol Seefeldt dan Barbara A. Waisak, 2008. Pendidikan Anak Usia Dini :
Menyiapkan anak usia tiga, empat tahun masuk sekolah (edisi 2):Jakarta.
Diakses hari Kamis, 27 Oktober 2016, pukul 19.10 WIT.

Depdiknas, 2007. Pedoman Pembelajaran Permainan Berhitung Permulaan Di


Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Direktorat Jenderal Management.

Depdiknas. (2009). Permendiknas No. 58 Tahun 2009 tentang Standar


Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional,

36
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pendidikan Tenaga
Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Hurlock, E. B. (1996). Perkembangan Anak. ( Alih Bahasa: Meitasari


Tjandrasa & Muslichah Zarkasih). Jakarta: Erlangga.
http://tangguhabiyoga.wordpress.com/2011/02/14/pengertian belajar
motorik. Diakses hari Rabu, 19 Oktober 2016, pukul 17.10 WIT.

Rukmansyah. (2006). Kamus Pintar Matsains. Bandung: Epsilon Grup.

Siti Aisyah, dkk. (2010). Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak
Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka. Slamet Suyanto. (2005). Dasar-
dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Hikayat Publishing.

Soegeng Santoso. (2008). Dasar-dasar Pendidikan TK. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Sudaryanti. (2006). Pengenalan Matematika Anak Usia Dini. Yogyakarta: FIP


UNY.

Sunardi dan Sunaryo. (2007). Intervensi Dini Anak Berkebutuhan Khusus.


Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan
70 Tinggi, Direktorat Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan
Perguruan Tinggi. Diakses hari Sabtu, 29 Oktober 2016, pukul 17.10 WIT.

Yuliani Nurani Sujiono. (2011). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Jakarta: PT Indeks.

Zaman. dkk. 2008. Media dan Sumber Belajar TK. Jakarta : Universitas Terbuka.

37