Anda di halaman 1dari 2

Waktu Pelaksanaan Shalat Witir

Bagikan :
Anda mungkin ada yang bertanya, kapan waktu pelaksanaan shalat witir ? Apakah ada batas
waktu untuk mengerjakan shalat witir ? Tapi mungkin ada sebagian sobat yang sudah tahu waktu
shalat witir karena memang sudah terbiasa mengerjakan shalat sunat witir secara rutin.

Baiklah, agar pelaksanaan shalat witir kita sesuai dengan tuntunan ilmu fiqih, menurut
keterangan beberapa hadits, waktu yang dipakai untuk melaksanakan shalat witir adalah :
1. setelah shalat isya
2. setelah shalat malam
3. sebelum/menjelang shalat subuh

Shalat Witir Setelah Isya


Dasarnya adalah hadits Rasulullah :

Telah bercerita kepada kami Al Hasan bin Bisyir, telah bercerita kepada kami Al Mu'afiy dari
'Utsman bin Al Aswad dari Ibnu Abu Mulaikah berkata; "Mu'awiyah melaksanakan shalat witir
setelah 'Isya' sebanyak satu raka'at sementara itu di sebelahnya ada maula Ibnu 'Abbas. Lalu
maula ini menemui Ibnu 'Abbas. Maka Ibnu 'Abbas berkata; "Biarkanlah dia, karena dia telah
mendampingi (bershahabat) dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam".
(Shahih Bukhari : 3480)

Shalat Wtir Setelah Shalat Tahajjud/Shalat Malam


Dasarnya adalah hadits Rasul :

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya
berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku
Bapakku dari 'Aisyah berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah berdiri shalat malam
sedangkan aku berbaring membentang di atas tikarnya. Apabila akan melaksanakan shalat witir,
beliau membangunkan aku hingga aku pun mengerjakan shalat witir."
(Shahih Bukhari : 942)

Hadits yang semakna bisa dilihat pada kitab Shahih Bukhari : 482, Shahih Muslim : 1229,
Musnad Ahmad : 24421 dan 24514.

Shalat Witir Sebelum/Menjelang Waktu Subuh


Dasarnya adalah sebuah hadits :

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, katanya; aku menyetorkan hapalan di
hadapan Malik dari Abu Bakar bin Umar bin Abdurrahman bin Abdullah bin Umar bin Khattab,
dari Sa'id bin Yasar, katanya; "Aku pernah mengadakan perjalan bersama Ibnu Umar lewat
jalanan Makkah. Sa'id melanjutkan; "Ketika aku khawatir kehilangan waktu subuh, maka
akupun singgah, aku lalu melakukan shalat witir, yang di teruskan dengan shalat shubuh. Maka
Ibnu Umar berkata kepadaku; "Apa maksud dari apa yang telah kamu lakukan?" Aku
menjawab; "Aku sangat khawatir kehilangan shalat shubuh, maka aku pun singgah dan
kulakukan shalat witir." Abdullah bin Umar berkata; "Bukankah pada diri Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam terdapat teladan yang baik?" Aku menjawab; "Demi Allah, benar."
Abdullah bin Umar berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dulu juga pernah
melakukan witir diatas untanya."
(Shahih Muslim : 1133)

Hadits yang semakna bisa dilihat di Shahih Bukhari : 944 dan Al Muwatha : 249.

Jadi dari kesimpulan hadits di atas, Anda sekarang tambah yakin bahwa shalat witir itu bisa
dikerjakan pada salah satu 3 waktu di atas. Bisa langsung setelah melaksanakan shalat isya dan
shalat sunatnya, bisa setelah shalat tahajjud dan bisa juga diakhirkan menjelang subuh. Pilihan
ada di tangan Anda. Intinya Anda bisa melaksanakan shalat witir sebelum tidur ataupun setelah
tidur, sesuai keterangan Nabi :

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami
Hafsh dan Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir, ia berkata; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang khawatir tidak bisa bangun di akhir
malam, hendaklah ia melakukan witir di awal malam. Dan siapa yang berharap mampu bangun
di akhir malam, hendaklah ia witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam disaksikan
(oleh para malaikat) dan hal itu adalah lebih afdlal (utama)." Abu Mu'awiyah berkata;
"Mahdlurah (dihadiri oleh para malaikat)."
(Shahih Muslim : 1255)