Anda di halaman 1dari 2

Assalamu wr.

Wb
Tak ada ungkapan yang paling mulia di muka bumi dari seorang hamba kecuali
rasa syukur yang dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah senantiasa memberikan segala
nikmat dan rahmatnya sehingga kita semua masih diberikan kesempatan unuk menikmati setiap
nikmat yang diberikannya.
Perkenalkan nama saya adalah fadillah. Saya tinggal, tumbuh, dan lahir di pangkep,
tepatnya di Kecamatan ujung bulu. Hari kelahiran saya terjadi pada tanggal 26 maret 1995. Saya
lahir di sebuah rumah persalinan yang entah namanya apa, saya tentu saja tidak ingat. Rumah
Persalinan tersebut berada di daerah pangkepi. Menurut cerita Ibu dan orang-orang yang hadir
pada saat hari kelahiran saya, Rumah Persalinan tempat saya lahir pada awalnya sangat sepi,
bahkan menurut bidan yang ada disana pada saat sebelum ibu saya datang untuk dirawat sebelum
melahirkan saya, di Rumah Persalinan tersebut hanya ada dua orang pasien. Padahal Rumah
Persalinan tempat saya lahir tersebut terbilang cukup besar. Namun, singkat cerita pada saat
detik-detik menjelang kelahiran saya tiba-tiba Rumah Bersalin tersebut ramai dikunjungi
puluhan pasien yang akan melahirkan juga. Bahkan pada saat itu sampai tidak ada cukup kamar
dan tenaga ahli untuk menampung dan menangani para pasien tersebut. Sampai akhirnya bidan
pemilik Rumah Bersalin tersebut datang ke ibu saya dan bilang ,Subahanallah, anak ibu ini
benar-benar mengundang rezeki. Ujar bidan tersebut. Singkat cerita, saya pun lahir dengan
sehat dan disertai tangisan keras yang menggema di lorong-lorong rumah bersalin tersebut. Ibu
saya pun menangis gembira dengan kelahiran saya, dan semua bidan pun ikut menyambut
kelahiran saya yang katanya anak mengundang rezeki ini.

Mungkin kisah pertumbuhan saya dari seorang anak bayi yang baru lahir sampai menjadi
remaja berumur 21 tahun tidak terlalu menarik jika dibanding dengan kisah hidup anak-anak lain
seumuran saya. Tapi bagaimanapun juga, saya akan menceritakannya disini. Sejak saya lahir,
kehidupan rumah tangga di keluarga saya sangat menyenangkan. Saya tumbuh ditengah
seringnya pertengkaran yang terjadi antara Ayah dan Ibu saya. Bagaimana kalau tentang yang
menyenangkan-menyenangkan saja? Baiklah, sejak balita dan belum bersekolah saya selalu
dikelilingi teman-teman dan seorang abang yang menyenangkan. Kebetulan saya anak pertama
dari dua bersaudara. Di usai 6 tahun saya belajar di Taman Kanak-Kanak (TK) yang bernama TK
Cempaka, lucunya TK tersebut berada tepat di depan rumah saya. Jadi setelah mandi dan
bersiap-siap saya akan tidur lagi terlebih dahulu, dan baru berangkat setelah dibangunkan oleh
bunyi bel TK yang menandakan waktu belajar akan dimulai. Di TK saya terbilang anak yang
cukup cerewet, saya sudah bisa membaca dan menulis dengan sangat lancer, walaupun tulisan
saya terbilang agak jelek tetapi saya satu dari hanya beberapa anak yang bisa membaca dan
menulis pada saat itu. Singkat cerita, setelah kurang lebih satu tahun belajar di TK, saya akhirnya
di sekolahkan di sebuah sekolah dasar yang tidak jauh dari rumah yang bernama SDN 28
tumpabua pagkp. Hari pertama sekolah rasanya menyenangkan sekaligus menegangkan, saya
mempunyai banyak teman-teman baru disana. Entah mengapa semua murid yang satu angkatan
dan bahkan kakak-kakak kelas dan guru mengenal saya, saya memiliki sangat banyak teman
disana. Saya masuk SMP pada usia 12 tahun, saya berhasil lolos tes masuk di SMPN 1 pangkep.
Senangnya bukan main bisa masuk ke sekolah yang terbilang cukup terfavorit di pangkajene. Di
tahun pertama sekolah, saya ditawarkan untuk masuk kedalam Ekstra Kulikuler Basket dan saya
pun mengiyakan untuk masuk ke dalam tim Basket tersebut. saya akhirnya dinyatakan LULUS
setelah melalui Ujian Nasional yang mengerikan itu. Dan hal itu sangat terasa membahagiakan
Lalu pada usia 15 tahun, saya masuk ke sebuah sekolah yang bernama SMA 1 pangkep tersebut
saya mengambil jurusan IPS Masa-masa di SMA adalah masa yang paling berkesan oleh saya,
sahabat-sahabat terbaik saya, semua saya kenal pada saat SMA. Mereka adalah teman-teman
yang mau diajak susah, senang, tertawa, bersedih, bahagia, dan berkumpul bersama. Bahkan
setelah 3 tahun saya bersekolah disana saya dinyatakan LULUS, namun tidak seperti saat SMP,
ketika saya dinyatakan lulus SMA saya tidak tahu bagaimana perasaan saya, atau bagaimana
seharusnya perasaan saya, saya merasa sangat senang bisa lulus tetapi disisi lain juga saya
merasa sangat sedih karena tahu saya akan segera berpisah dengan sahabat-sahabat yang akan
membuat cerita kehidupan mereka masing-masing. 3 Tahun bersekolah di SMA 1 pangkep saya
merasa masih belum cukup ilmu yang saya dapat untuk menjalani kehidupan saya kelak, dan
akhirnya saya memutuskan untuk berkuliah. Pada awalnya saya mengikuti SBMPTN untuk
masuk ke Universitas hasanuddin Namun apalah daya, saya gagal tahun lalu. Dan saya pun
memutuskan untuk tetap masuk Universitas Hasanuddin lagi, dan akhirnya tetap saya lulus juga
dan jurusan ilmu komunikasi . Masa-masa kuliah tidaklah semenyenangkan seperti masa sekolah
dulu, disini saya dituntut untuk serius belajar dan mengurangi bermain. Hingga sekarang saya
berada di semester 6, saya merasakan stress, takut dan lelah karena banyaknya hal-hal berat yang
harus saya lalui di perkuliahan.

Hal Yang Paling Menyenangkan


Mungkin tidak banyak hal menyenangkan yang terjadi dalam hidup saya, tetapi jika disuruh
memilih yang paling menyenangkan adalah saat-saat ketika saya SMA dan bisa berkumpul
bersama sahabat-sahabat setiap harinya, bisa bercanda, tertawa, dan bertukar pikiran bersama
adalah hal yang sangat menyenangkan dan sangat membantu kepada keluarga saya yang
mendukung selama ini.

Sekian uraian yang saya sampaikan mudah mudahan ada manfaatnya bagi kita semua,
mohon maaf apaila ada kata kata yang kurang berkenan dihati wabillahitaufiq walhidayah
assalamualaikum wr.wb