Anda di halaman 1dari 10

TUGAS REVIEW MINGGUAN KOMUNIKASI

DATA

DISUSUN OLEH:

ANUGERAH NURI SATRIA[14/363458/TK/41575]

RICO DHANIKA ARYANDARU [14/363507/TK/41620]

FANDY SONDOK [14/363505/TK41618]

MUHAMMAD ILHAM M [14/363517/TK/41630]

SAID NABIL K [14/363788/TK/41797]

DEPARTEMEN TEKNIK NUKLIR DAN TEKNIK FISIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2017
Sistem komunikasi merupakan hal yang sangat penting saat ini.
Komunikasi adalah sala satu cara untuk dapat bertukar informasi antara
satu orang dengan lainnya. Sistem komunikasi dibangun untuk sarana
memperlancar komunikasi tersebut. Terdapat banyak jenis komunikasi
yang dapat dilakukan diantaranya adalah komunikasi langsung dan tidak
langsung. Komunikasi langsung terjadi ketika informasi yang dapat ditukar
terjadi antara dua orang atau lebih yang saling bertukar informasi secara
face to face, sementara komunikasi tidak langsung terjadi dengan adanya
perantara seperti internet, telpon, dan lainnya yang membutuhkan
dukungan dari sebuah sistem jaringan informasi.

Salah satu contoh komunikasi yang membutuhkan sebuah


pembangunan jaringan adalah komunikasi menggunakan radio dimana
dibutuhkan sebuah station yang merupakan pusat komunikasi dan dapat
mengirim (transmit) dan menerima (receive) data yang dikirimkan. Data
yang dikirim ini berupa voice antara satu titik station dengan satation
yang lainnya. Pada kasus ini station komunikasi yang diharapkan dapat
melakukan pertukaran informasi adalah antara Jurusan Teknik Fisika
Universitas Gadjah Mada dengan station di Karimunjawa.

Pembangunan sebuah station tidak dapat dilakukan dengan


random, melainkan harus mempertimbangkan beberapa hal diantaranya
biaya, akses menuju tempat, letak tempat (daerah), fasilitas pada tempat
tersebut seperti listrik dan lainnya. Sebagai alat yang mempermudah
pengambilan keputusan untuk menempatkan sebuah station dapat
dilakukan dengan melakukan sebuah simulasi. Simulasi yang digunakan
untuk melakukan propagasi ini dapat menggunakan software Radio
Mobile.

RADIO MOBILE

Radio Mobile merupakan salah satu perangkat lunak yang


digunakan dalam simulasi untuk memperlihatkan peletakan tempat base
station untuk komunikasi data yang tepat karena software ini dapat
memerlihatkan pola pengiriman data dan penerimaan data antar kedua
station, data yang baik dapat terkirim dan diterima jika terdapat garis
penghubung antar koordinat yang berwarna hijau.

Keuntungan menggunakan software ini antara lain adalah dapat


memperkirakan peletakan station yang paling baik dalam transmisi dan
receive data.

Langkah-langkah:

1. Menjalankan untuk pertama kali


Pada saat pertama kali menggunakan radio mobile kita dapat
mengatur beberapa konten agar peta yang ditampilkan sesuai
dengan yang kita inginkan. Pertama klik icon maps properties pada
toolbar sehingga akan muncul kotak dialog seperti di atas. Kotak
dialog tersebut merupakan kotak dialog maps properties pada radio
mobile.

Pertama kita harus masuk ke sub menu select a city name


untuk mempermudah kita menemukan peta sesuai dengan yang
kita inginkan. Dalam kasus ini karena kita ingin memasang sebuah
antenna di DTNTF UGM maka kita bisa memilih kota Yogyakarta
terlebih dahulu. Selanjutnya karena rumah saya berada jauh di
Aceh, kita butuh mengatur Height lebih besar pada menu dan
memilih use cursor position sesuai titik tengah yang kita tentukan.
Setelah diatur semikian rupa, maka kita akan mendapat peta seperti
gambar di bawah.

Terlihat pada gambar, warna pada peta belum begitu detail


sehingga kita tidak dapat membedakan daratan dan lautan. Kita
bisa mengatur warna pada peta dengan mengklik ikon picture
properties pada toolbar sehingga akan muncul menu seperti gambar
di bawah.
Pada menu, kita masuk ke submenu colors seperti terlihat pada
gambar dan dapat mengatur elevations sesuai keinginan kita.
Setelah mengatur sedemikian rupa, maka kita akan mendapatkan
gambar peta yang lebih jelas seperti pada gambar di bawah.

2. Masukkan titik koordinat sebagai unit


Langkah selanjutnya adalah memasukkan titik koordinat tersebut
menjadi sebuah unit. Langkahnya adalah dengan klik pada ikon
units properties pada toolbar. Maka akan ditampilkan kotak dialog
seperti berikut.
Dalam kasus ini kita membuat 2 unit yatu antena yang terletak di
DTNTF UGM dan rumah yang terletak di rumah saya di Desa
Batuphat Barat, Lhokseumawe, Aceh. Langkah selanjutnya kita
harus menentukan koordinat tiap unit yaitu antena dan rumah.
Dalam kasus ini saya memakai bantuan Google Earth untuk
mempermudah menemukan koordinat kedua unit. Setelah
mendapatkannya di Google Earth selanjutnya kita bisa masuk ke
sub menu enter LAT ON or QRA seingga akan didapatkan tampilan
seperti di bawah ini. Selanjutnya kita hanya butuh memasukkan
koordinat yang kita dapatkan pada Google Earth untuk kedua unit
pada Radio Mobile. Setelah memasukkan koordinat kita bisa
mengganti symbol unit pada bagian menu paling bawah untuk
membedakan.
3. Menambahkan sistem koneksi
Langkah selanjutnya adalah menamahkan sebuah jaringan baru.
Yang perlu kita lakukan pertama kali adalah klik icon networks
properties pada toolbar. Kemudian akan muncul kotak dialog seperti
berikut ini.

Pada submenu parameters kita bisa mengatur minimum dan


maximum frequency dalam kasus ini 145 MHz dan 435 MHz. Selain
itu kita bisa mengatur polarization, mode of variability, climate, dll
seperti terlihat pada gambar. Selanjutnya kita masuk ke submenu
topology dan kita mengatur seperti gambar di bawah ini.
Selanjutnya kita masuk ke submenu membership dan memilih unit
rumah dan antena serta mengatur tinggi unit sebesar 24 meter.
Pada submenu systems dan style kita menggunakan pengaturan
seperti gambar di bawah ini.
4. Hasil dan simulasi
Pada minggu lalu diberikan tugas untuk melakukan simulasi dan
perancangan jaringan yang memancarkan gelombang radio dari
pusat stasiun yaitu Jurusan Teknik Fisika menuju receiver di rumah
mahasiswa. Dengan mengikuti langkah di atas saya hanya perlu
menampilkan unit dan network dengan mengklik icon show units
dan show networks pada toolbar. Selanjutnya kita akan
mendapatkan gambar seperti di bawah ini. Terlihat garis berwarna
merah yang artinya antena dan rumah tidak bisa terhubung.

Selanjutnya kita bisa masuk ke menu Radio Link pada toolbar untuk
analisis lebih lanjut.
Analisis saya mengapa kedua unit tersebut tidak terhubung yaitu
karena jarak keduanya sangat jauh mencapai 2068.13 km. Pada
radio link tersebut kita bisa melihat parameter-parameter lainnya
selain jarak seperti sudut elevasi dll. Hasil Radio Link tersebut bisa
ditampilkan dalam bentuk 3D pada Google Earth seperti gambar di
bawah ini.