Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi
pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan
ekonomis. Untuk pencapaian tujuan tersebut maka terjadi perubahan
paradigma kesehatan. Paradigma sehat berubah dari yang tadinya fokus
pada upaya kuratif dan rehabilitatif menjadi fokus pada upaya preventif
dan promotif.
Pada abad ke-21 ini, dimana teknologi bidang kesehatan
berkembang pesat mengakibatkan derajat kesehatan masyarakat semakin
meningkat. Hal ini tentu berakibat pada peningkatan usia harapan hidup,
menurunnya angka kematian ibu dan bayi terjadi transisi epidemiologis
penyakit. Populasi lansia semakin meningkat dan tentu saja kebutuhan
perawatan kesehatan juga semakin meningkat. Disisi lain konsekuensi dari
perubahan epidemiologi penyakit dari penyakit menular ke penyaki tidak
menular dan dari penyakit akut ke penyakit kronis maka pola perawatan
jangka panjang sangat dibutuhkan.
Seiring dengan itu maka konsep pelayanan kesehatan pun harus
berubah, yang tadinya masyarakat yang mendatangi institusi pelayanan
kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas menjadi pelayanan kesehatan
yang mendatangi masyarakat. Hampir semua orang setuju bahwa rumah
merupakan tempat terbaik untuk melakukan perawatan kesehatan untuk
meningkatkan tingkat kemandirian pasien.
Pelayanan kesehatan dirumah (home care) merupakan penyediaan
pelayanan dan peralatan profesional perawat bagi pasien dan keluarganya
dirumah untuk menjaga kesehatan, edukasi, pencegahan penyakit,
diagnosis dan penanganan penyakit, terapi paliatif, dan rehabilitatif.
Wright, CEO, Visiting Nurses Association di Amerika mengatakan
perawatan dirumah tidak lagi hanya tentang berbicara dengan psien,
memandikan dan memeriksa tekanan darah. kita sekarang mendapatkan
psien sakit kritis yang dibuang dari rumah sakit dan dikirim kembali ke
masyarakat, dia menyatakan.perawatan kami sangat berteknologi tinggi
dan sangat terampil serta profesional.
Di negara seperti indonesia yang jumlah pertumbuhan
penduduknya meningkat pesat dan bnyak usia lanjut, angka penyakit
degeneratif yang semakin meningkat dan kondisi demografi yang terdiri
dari pulau-pulau maka konsep home care sangat cocok digunakan. Konsep
home care ini merupakan solusi paling tepat untuk mengantisipasi jumlah
pasien yang tertampung dirumah sakit. Dengan konsep home care maka
pasien yang sakit dengan kriteria tertentu (terutama yang tidak
memerlukan peralatan rumah sakit) tidak lagi harus ke rumah sakit, tetapi
tenaga kesehatan yang mendatangi rumah psien dengan fokus utama pada
kemandirian pasien dan keluarganya.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan Teori Lingkungan menurut Florence
Nightingale?

1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui Teori Lingkungan menurut Florence Nightingale?

BAB II

PEMBAHASAN
1. TEORI LINGKUNGAN (FLORENCE NIGHTINGALE)
Lingkungan menurut Nightingale adalah merujuk pada lingkungan
fisik eksternal yang mempengaruhi proses penyembuhan dan kesehatan
yang meliputi lima komponen lingkungan terpenting dalam
mempertahankan kesehatan individu yang meliputi:
a. Udara bersih
b. Air yang bersih
c. Pemeliharaan yang efisien
d. Kebersihan, serta
e. Penerangan atau pencahayaan.

Nightingale lebih menekankan pada lingkungan fisik dari pada


lingkungan sosial dan psikologis. Penekanannya terhadap lingkungan
sangat jelas melalui pernyataannya bahwa jika ingin meramalkan masalah
kesehatan, maka yang harus dilakukan adalah mengkaji keadaan rumah,
kondisi, dan cara hidup seseorang daripada mengkaji fisik atau tubuhnya.

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN
2. SARAN
DAFTAR PUSTAKA