Anda di halaman 1dari 3

1.1.2.

Asam Basa Brnsted-Lowry


Johannes Bronsted dan Thomas Lowry pada tahun 1923, menggunakan asumsi sederhana yaitu:
Asam memberikan ion H+ pada ion atau molekul lainnya, yang bertindak sebagai basa. Contoh,
disosiasi air, melibatkan pemindahan ion H+ dari molekul air yang satu dengan molekul air yang
lainnya untuk membentuk ion H3O+ dan OH
2H2O(l) H3O+(aq) + OH(aq)
Reaksi antara HCl dan air menjadi dasar untuk memahami definisi asam dan basa menurut
Brnsted-Lowry. Menurut teori ini, ketika sebuah ion H+ ditransfer dari HCl ke molekul air, HCl
tidak berdisosiasi dalam air membentuk ion H + dan Cl. Tetapi, ion H+ ditransfer dari HCl ke
molekul air untuk membentuk ion H3O+, seperti berikut ini.
HCl(g) + 2H2O(l) H3O+(aq) + Cl(aq)
Sebagai sebuah proton, ion H+ memiliki ukuran yang lebih kecil dari atom yang terkecil, sehingga
tertarik ke arah yang memiliki muatan negatif yang ada dalam larutan. Maka, H + yang terbentuk
dalam larutan encer, terikat pada molekul air. Model Brnsted, yang menyebutkan bahwa ion
H+ ditransfer dari satu ion atau molekul ke yang lainnya, ini lebih masuk akal daripada teori
Arrhenius yang menganggap bahwa ion H+ ada dalam larutan encer.
Dari pandangan model Brnsted, reaksi antara asam dan basa selalu melibatkan pemindahan ion
H+ dari donor proton ke akseptor proton. Asam bisa merupakan molekul yang netral.
HCl(g) + NH3(aq) NH4+(aq) + Cl(aq)

Bisa ion positif

NH4+(aq) + OH(aq) NH3(aq) + H2O(l)

Atau ion negatif

H2PO4(aq) + H2O(l) HPO42(aq) + H3O+(aq)


Senyawa yang mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1 dapat menjadi asam. Yang
termasuk asam Brnsted adalah HCl, H2S, H2CO3, H2PtF6, NH4 +, HSO4 , and HMnO4. .Basa Brnsted
dapat diidentifikasi dari struktur Lewis. Berdasarkan model Brnsted, sebuah basa adalah ion atau
molekul yang dapat menerima proton. Untuk memahami pengertian ini, lihat pada bagaimana
suatu basa seperti ion OH menerima proton.
H2PO4 (aq) + H2O(l) HPO42(aq) + H3O+(aq)
Untuk membentuk ikatan kovalen dengan ion H+ yang tidak memiliki electron valensi, harus
tersedia dua elektron untuk membentuk sebuah ikatan. Maka, hanya senyawa yang memiliki
pasangan elektron bebas, yang dapat bertindak sebagai akseptor ion H + atau basa Brnsted.

Model Brnsted menambah jenis zat yang dapat bertindak sebagai basa, baik yang berbentuk ion
ataupun molekul, selama senyawa tersebut memiliki satu atau lebih pasangan elektron valensi tak
berikatan dapat menjadi basa Brnsted.
Teori Brnsted menjelaskan peranan air pada reaksi asam-basa. Air terdisosiasi membentuk ion
dengan mentransfer ion H+ dari salah satu molekulnya yang bertindak sebagai asam ke molekul air
lain yang bertindak sebagai basa.
H2O(l) + H2O(l) H3O+(aq) + OH(aq)

Asam basa

Asam bereaksi dengan air dengan mendonorkan ion H+ pada molekul air yang netral untuk
membentuk ion H3O+.
HCl(g) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl(aq)

asam basa

Karena reaksi asam basa merupakan reaksi yang reversibel, bagian yang terbentuk ketika suatu
asam kehilangan proton cenderung bersifat basa, dan bagian yang menerima proton cenderung
bersifat asam. Sebuah asam dan sebuah basa yang dihubungkan oleh sebuah proton disebut
pasangan asam basa konjugasi.

H A + :B B H+ + A

Asam Basa Asam Basa

Sehingga pada:

H2O(l) + H2O(l) H3O+(aq) + OH(aq)

Asam Basa Asam Basa

Terdapat pasangan asam basa konjugasi: H2O OH dan H3O+ H2O, juga

dalam reaksi pelarutan HCl:

HCl(g) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl(aq)

Asam Basa Asam Basa

dengan pasangan asam basa konjugasi: HCl-Cl dan H3O+ H2O


Model Brnsted bahkan dapat diperluas untuk reaksi yang tidak terjadi dalam larutan. Contoh yang
paling klasik adalah reaksi antara gas hidrogen klorida dengan uap amoniak membentuk amonium
klorida.Reaksi ini mencakup transfer ion H+ dari HCl ke NH3 dan kemudian reaksi asam basa terjadi
melalui fasa gas. Namun teori asam basa Brnsted-Lowry ini tidak dapat menjelaskan bagaimana
suatu reaksi asam basa dapat terjadi tanpa adanya transfer proton dari asam ke basa. Kekurangan
ini kemudian mendorong peneliti lain, yaitu G.N. Lewis untuk mendefinisikan lebih lanjut asam
dan basa ini
Sang Ilmuwan

JOHANNES NICOLAUS BRNSTED 1879- 1947)

ahir pada 22 Februari pada tahun 1879 di West Jutland Denmark. Brnsted, merupakan ahli kimia
fisik yang dikenal dengan konsep asam basanya. merupakan perumus sifat katalik dan kekuatan
asam basa. Ia sangat tertarik mempela ari termodinamika,dan men adi perintis studi
termodinamika tentang interkonversi modifikasi belerang, namun ia juga menger akan penelitian
dalam bidang larutan lektrolit. Pada tahun 1903 ia menikah dengan Charlotte Lou se Warberg,
yang merupakan ahli teknik perempuan pertama yang ada di Denmark