Anda di halaman 1dari 10

Daftar Isi

Daftar Isi................................................................................................................. i
Daftar Gambar........................................................................................................ i
Daftar Tabel............................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................. 1
1.2 Tujuan........................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI........................................................................................ 3
BAB III PROSEDUR PERCOBAAN............................................................................. 6
3.1 Alat Dan Bahan............................................................................................ 6
3.1.1 Alat........................................................................................................ 6
3.1.2 Bahan..................................................................................................... 6
3.2 Cara Kerja..................................................................................................... 6
3.3 SkemaAlat.................................................................................................... 7
Equation................................................................................................................ 9

Daftar Gambar
Gambar 1: Stopwatch............................................................................................ 7
Gambar 2: Mistar................................................................................................... 7

Daftar Tabel
Table 1: Bandul Sederhana.................................................................................... 8

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu fisika, dimulai dari apa yang
ada pada diri kita seperti gerak yang kita lakukan setiap saat, energi yang kita pergunakan
setiap hari sampai pada sesuatu yang berada di luar diri kita, salah satu contohnya adalah
permainan di taman kanak-kanak, yaitu ayunan. Sebenarnya ayunan ini juga di bahas
dalam ilmu fisika, dimana dari ayunan tersebut kita dapat menghitung periode yaitu
selang waktu yang di perlukan beban untuk melakukan suatu getaran lengkap. Benda
yang dikatakan melakukan satu getaran jika benda bergerak dari titik dimana benda
tersebut mulai bergerak dan kembali lagi ke titik tersebut. Satuan periode adalah sekon
atau detik. Dan juga kita dapat menghitung gravitasi bumi yaitu besarnya gaya tarik
menarik yang terjadi antara semua pertikel yang mempunyai massa di alam semesta.
Bandul sederhana merupakan model yang terdiri dari sebuah massa titik yang ditahan
oleh benang kaku tak bermassa. Jika massa titik ditarik kesalah satu sisi dari posisi
kesetimbangan dan dilepaskan, maka massa tersebut akan berisolasi disekitar posisi
kesetimbangan.
Sebuah bandul sederhana merupakan alat paling tepat dan meyakinkan untuk
mengukur percepatan gravitas, karena panjang tali dan periode dapat diukur dengan
mudah dan tepat. Adanya percepatan gravitasi atau gaya gravitasi menyebabkan benda-
benda tetap beredar pada garis edarnya (tidak saling menabrak). Dapat kita contohkan
didalam kehidupan sehari-hari. Misalnya seperti sebuah ayunan, dimana dari ayunan
tersebut kita dapat menghitung berapa besar gravitasi bumi disuatu tempat.
Pada percobaan ini yang dipergunakan adalah ayunan yang di buat sedemikian rupa
dengan bebannya adalah bandul fisis. Pada dasarnya percobaan dengan bandul ini tidak
terlepas dari getaran, dimana pengertian getaran itu sendiri adalah gerak bolak balik
secara periode melalui titik kesetimbangan. Getaran dapat bersifat sederhana dan dapat
bersifat kompleks. Getaran yang dibahas tentang bandul adalah getaran harmonik
sederhana yaitu suatu getaran dimana resultan gaya yang bekerja pada titik sembarangan
selalu mengarah ke titik kesetimbangan dan besar resultan gaya sebanding dengan jarak
titik sembarang ke titik kesetimbangan tersebut.

1
Sehingga dalam praktikum kali ini akan dilakukan pengukuran terhadap percepatan
gravitasi secara eksperimen. Kami melakukan praktikum ini agar dapat lebih memahami
serta mengerti didalam melakukan perhitungan percepatan gravitasi secara eksperimen
dan mengetahui pengaruh panjang tali terhadap percepatan gravitasi.

1.2 Tujuan

Percobaan ini berttujuan untuk menentukan nilai percapatan gravitasi bumi (g) secara
eksperimen

2
BAB II
LANDASAN TEORI

Pendulum sederhana terdiri dari sebuah benda kecil (bola pendulum) yang
digantungkan di ujung tali yang ringan. Anggap bahwa tali tidak teregang dan massanya
dapat diabaikan relatif terhadap bola. Gerak bolak-balik pendulum sederhana dengan
gesekan yang dapat diabaikan menyerupai gerak harmonik sederhana. Pendulum
berosilasi sepanjang busur sebuah lingkaran dengan amplitudo yang sama di setiap sisi
titik setimbang (dimana ia tergantung vertikal) dan sementara melalui titik setimbang
lajunya bernilai maksimum.
Simpangan pendulum sepanjang busur dinyatakan dengan X= L, dimana adalah
sudut yang dibuat tali dengan garis vertikal dan L adalah panjang tali. Dengan demikian,
jika gaya pemulih sebanding dengan X atau dengan , gerak tersebut adalah gerak
harmonik sederhana. Gaya pemulih adalah komponen berat mg , yang merupakan tangen
terhadap busur : F= - mg sin dimana, tanda minus berarti bahwa gaya mempunyai arah
yang berlawanan dengan simpangan sudut . Perbedaan antara ( dalam radian ) dan sin
lebih kecil dari 1 persen. Berarti sampai pendulum dekatan yang sangat baik untuk
sudut kecil F = -mg sin = -mg. Dengan menggunakan X = L, kita dapatkan:
mg
F = - L X.

Bandul sederhana juga memberikan cara pengukuran harga g, percepatan oleh


gravitasi, yang cukup sederhana. Di sini kita tidak perlu melakukan percobaan jatuh
bebas, cukup hanya dengan mengukur I dan T saja. Pengukuran-pengukuran semacam ini
sering digunakan dalam geofisika. Simpanan biji besi atau minyak mempengaruhi nilai
lokal dari g karena densitasnya berbeda dengan lingkungannya. Pengukuran presisis dari
besaran ini sepanjang daerah yang disurvei sering kali memberikan informasi berharga
mengenai kandungan alam yang terdapat didalamnya (Young & Freedman, 2002 : 406).
Sebuah bandul puntiran (torsional pendulum) ditunjukkan sebuah piringan yang
digantungkan pad ujung sebuah batang kawat yang dipasang pada pusat massa piringan.
Pada posisi seimbang, piringan ditarik sebuah garis radial dari pusat piringan ke titik p.
Jika pitingan dirotasikan dalam bidang horizontal ke arah radial q, kawat akan terputir.
Kawat yang terputir akan melakukan torka pada piringan, yang cenderung akan
mengembalikannya ke posisi p. Ini adalah torka pemulihnya, untuk putiran yang kecil

3
torka pemulihnya ternyata sebanding dengan banyaknya putiran atau geseran sudut
(hukum Hooke) sehingga :
= - k
Sebuah pendulum sederhana atau simple pendulum merupakan model yang
disempurnakan yang terdiri dari sebuah massa titik yang ditahan oleh benang kaku tak
bermassa. Jika massa titik ditarik dari sebuah disalah satu sisi lain dari posisi
kesetimbangannya dan dilepaskan, massa tersebut akan berosilasi di sekitar posisi
kesetimbangannya. Situasi serupa seperti bola penghancur pada kabel penderet, timah
kecil yang ditahan oleh suatu tali pada tempat pengukuran tanah, dan seorang anak pada
suatu ayunan dapat dimodelkan sebagai pendulum sederana (Halliday, 1985 : 459).
Lintasan dari massa tutuk kadang-kadang disebut bob pendulum tidak berupa garis
lurus akan tetapi berupa busur dari suatu lingkaran dengan jari-jari L yang sama dengan
panjangnya tali. Kita menggunakan jarak x sebagai koordinat kita yang diukur panjang
busur. Jika geraknya merupakan harmonik sederhana, gaya pemulihnya harus berbandig
lurus dengan x atau dengan (Halliday, 2010 : 424).
Kita kemali pada osilator harmonik sederhhana dimana pegas diasosiasikan dengan
gaya gravitasi ketimbang dengan sifat elastis kawat bengkok atau suatu pegas terenggang.
Beberapa sistem fisis yang bergerak mengikuti gerak harmonik sederhana akan
ditinjau dalam bagian ini, yang lain akan dibahas dari saat ke saat pada waktunya di
dalam teks.
Suatu pendulum fisis atau physical pendulum adalah sembarang pendulum nyata,
menggunakan suatu benda dengan ukuran terhingga kontras dengan model idealisasi dari
pendulum sederhana dengan semua massanya terkonsentrasi pada satu titik tunggal.
Untuk osilasi-osilasi kecil, menganalisis gerak nyata dari pendulum fisis adalah ampir
semudah seperti pendulum sederhana. Jika benda tersebut dipindahkan sebagaimana telah
ditunjukkan berat mg menyebabkan suatu osilasi atau torsi pemulih :

= - (mg) (d sin )

tanda negatif menunjukkan bahwa torsi pemulih berorientasi searah jarum jam jika
perpindahan berlawanan arah jarum jam dan sebaliknya, akan tetapi jika kecil kita
kmbali dapat mendekati sin dengan dalam radian dan geraknya mendekati gerak
harmoni sederhana dengan pendekatan seperti ini (Muklisan, 2012).

Gerak periode merupakan suatu gerak yang berulang pada selang waktu yang tetap.
Contohnya gerak ayunan pada bandul. Dari suatu massa yang bergantung pada seutai tali

4
kebanyakan gerak tidaklah betul-betul periodik, karen pengaruh gaya gesekan yang
membuang energi gerak.

Gerak berayun karen berhenti bergetar, ini merupakan periodik terendah dengan
persamaan gerak harmonik sederhana. Gaya pada partikel sebanding dengan jarak
partikel dari posisi setimbang makan partikel tersebut melakukan gerak harmoni
sederhana. Teori Robert Hooke tahun 1635-1703 menyatakan bahwa jika seubah benda
diubah bentuknya maka benda yang diubah itu akan melawan perubahan bentuk dengan
gaya seimbang atau sebanding dengan deformasi, sedangkan pertambahan panjang pegas
adalah sama dengan simpangan osilasi atau getaran (Giancoli, 2001 : 306).

Gaya gesekan adalah sebanding dengan kecepatan benda dan mempunyai arah yang
berlawanan dengan kecepatan. Persamaan gerak dari suatu osilator harmonik terendam
dapat diperoleh dari hukum II Newton yaitu F = m.a dimana F adala jumlah dari gaya
balik kx dan gaya rendah yaitu b, dx/dt, b suatu tetapan positif.

5
BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat Dan Bahan


3.1.1 Alat
1. Mistar

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang, lebar dan tinggi suatu benda

2. Stopwatch

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur waktu

3. Statif

Adalah alat yang digunakan untuk menggantungkan bandul (bola)

3.1.2 Bahan
1. Pendulum atau beban
Adalah Suatu beban yang memiliki berat yang digunakan pada praktikum
2. Benang
Adalah suatu serat yang memiliki panjang digunakan pada praktikum ini

3.2 Cara Kerja


1. Disusun alat seperti pada gambar
2. Diatur tali sepanjang 90 cm
3. Diberi simpangan pada tali sekitar 15 cm kemudian lepaskan bandul
4. Dicatat waktu untuk 10 kali getaran pada tabel getaran
5. Dilakukan pengukuran pada poin 1 sampai 4 sebanyak 5 kali
6. Dilakukan pengukuran dengan cara yang sama pada poin 1 sampai 5 dengan variasi
panjang tali: 80cm, 70cm, 60cm, 50cm dan catat hasil pengukuran pada tabel yang
disediakan

6
3.3 SkemaAlat
a. Stopwatch

Gambar 1: Stopwatch

4
3
b. mistar

Skala

Gambar 2: Mistar

7
BAB IV

DATA PENGAMATAN

Panjang Tali Percoba Waktu Periode T2 ( (s2) L/T2 G


NO. (cm) an ke - untuk 10 (T) (s) (cm/s2) (m/s2)
kali ayunan
1 18,8 s 1,88 3,57 25,49 10,06
2 19,3 s 1,93 3,72 24,20 9.55
3 18,8 s 1,88 3,53 25,49 10,06
1. 90 cm 4 18,9 s 1,89 3,57 25,21 9,55
5 18,8 s 1,88 3,53 25,49 10,06
1 18,6 s 1,86 3,46 23,12 9,12
2 18,4 s 1,84 3,38 23,67 9,34
3 18,4 s 1,84 3,38 23,67 9,34
2. 80 cm 4 18,0 s 1,80 3,24 24,69 9,74
5 18,0 s 1,80 3,24 24,69 9,74
1 16,8 s 1,68 2,82 24,82 9,79
2 16,8 s 1,68 2,82 24,82 9,79
3 16,9 s 1,69 2,86 24,87 9,66
3. 70 cm 4 16,8 s 1,68 2,82 24,82 9,79
5 16,8 s 1,68 2,82 24,82 9,79
1 15,1 s 1,51 2,28 26,31 10,31
2 15,0 s 1,50 2,25 26,67 10,52
3 15,3 s 1,53 2,34 25,64 10,12
4. 60 cm 4 15,3 s 1,53 2,34 25,64 10,12
5 15,2 s 1,52 2,31 25,97 10,25
1 14,6 s 1,46 2,13 23,47 9,26
2 14,6 s 1,46 2,13 23,47 9,26
3 14,9 s 1,49 2,07 22,57 9,89
5. 50 cm 4 14,0 s 1,40 1,96 25,51 10,07

8
5 14,4 s 1,44 2,07 24,15 9,53
Table 1: Bandul Sederhana

Equation

m1 m2
F=G 2
r