Anda di halaman 1dari 1

Pewarnaan Spora

Pewarnaan spora merupakan pewarnaan dengan menggunakan malachite green


dansafranin, yang dalam hasil pewarnaannya akan muncul warna hijau pada
sporanya, sertawarna merah pada sel vegetatifnya yaitu pada
Bacillus subtitulis
. Prinsip pewarnaanspora yaitu suatu metode pewarnaan yang menggunakan
malachite green dan safranin,yang dalam hasilnya pewarnaan akan muncul
warna hijau pada sporanya dan warnamerah pada sel vegetatifnya (Lay, B.W,
1994). Pewarnaan menggunakan bakteri
Bacillus subtitulis
. Endosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya,
akantetapi apabila sekali diwarnai, zat warna tersebut akan sulit hilang. Hal
inilah yangmenjadi dasar dari metode pengecatan spora secara umum. Pada
metode Schaeffer-Fultonyang banyak dipakai dalam pengecatan endospora,
endospora diwarnai pertama denganmalachite green dengan proses pemanasan.
Larutan ini merupakan pewarna yang kuatyang dapat berpenetrasi ke dalam
endospora. Setelah perlakuan malachite green, biakansel dicuci dengan air lalu
ditutup dengan cat safranin. Teknik ini akan menghasilkanwarna hijau pada
endospora dan warna merah muda pada sel vegetatifnya.Bacillus subtilis
memiliki endospora, endospora lebih tahan lama meski dalam
keadaanlingkungan ekstrim seperti kering, panas, atau bahan kimia yang
beracun. Selain itu,endospora juga lebih tahan terhadap pewarnaan. Sekali
berhasil diwarnai, spora sangatsukar untuk melepaskan zat warna sehingga saat
diberi warna dari saftranin
tetap berwarna hijau karena spora sudah mengkiat malachit green dan sulit men
gikat warnayang diberikan kemudian