Anda di halaman 1dari 7

KB DIAFRAGMA

KELOMPOK 9

1 DEFI SETYOWATI
2 INDAH SETIYAWATI

Akademi Kebidanan Yappi Sragen

2017
Pengertian kb diafragma

Diafragma adalah kap berbentuk bulat,


cembung, terbuat dari lateks (karet) yang
dimasukkan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual dan menutupi
serviks
Jenis
Jenis diafragma antara lain:
1. Flat spring (flat metal band).
2. Coil spring (coiled wire).
3. Arching spring (kombinasi metal
spring).
Flat spring (Diafragma pegas datar)
Jenis ini cocok untuk vagina normal dan
disarankan untuk pemakaian pertama kali.
Memiliki pegas jam yang kuat dan mudah
dipasang.
Coil spring (Diafragma pegas kumparan)
Jenis ini cocok untuk wanita yang
vaginanya kencang dan peka terhadap
tekanan. Jenis ini memiliki pegas
kumparan spiral dan jauh lebih lunak dari
pegas datar.
Arching spring
Jenis ini bermanfaat pada dinding vagina
yang tampak kendur atau panjang dan
posisi serviks menyebabkan pemasangan
sulit. Tipe ini merupakan kombinasi dari
flat spring dan coil spring, dan
menimbulkan tekanan kuat pada dinding
vagina.
Cara Kerja
Alat kontrasepsi metode barier yang
berupa diafragma ini mempunyai cara
kerja sebagai berikut:
Mencegah masuknya sperma melalui
kanalis servikalis ke uterus dan saluran
telur (tuba falopi).
1.Sebagai alat untuk menempatkan
spermisida.
Manfaat
Alat kontrasepsi diafragma memberikan
dua manfaat secara kontrasepsi dan non
kontrasepsi.
Manfaat kontrasepsi
Efektif bila digunakan dengan benar.
Tidak mengganggu produksi ASI.
1.Tidak mengganggu hubungan seksual
karena telah dipersiapkan sebelumnya.
2. Tidak mengganggu kesehatan klien.
3. Tidak mempunyai pengaruh
sistemik.
Manfaat non kontrasepsi
1.Memberikan perlindungan terhadap
penyakit menular seksual.
2. Dapat menampung darah
menstruasi, bila digunakan saat haid.
Keterbatasan
Meskipun alat kontrasepsi diafragma ini
mempunyai manfaat secara kontrasepsi
maupun non kontrasepsi, tetapi alat ini
juga mempunyai keterbatasan. Adapun
keterbatasan diafragma, antara lain:
1.Efektifitas tidak terlalu tinggi (angka
kegagalan 6-16 kehamilan per 100
perempuan per tahun pertama, bila
digunakan dengan spermisida).
2. Keberhasilan kontrasepsi ini
tergantung pada cara penggunaan yang
benar.
3. Memerlukan motivasi dari pengguna
agar selalu berkesinambungan dalam
penggunaan alat kontrasepsi ini.
4. Pemeriksaan pelvik diperlukan
untuk memastikan ketepatan
pemasangan.
5. Dapat menyebabkan infeksi saluran
uretra.
6. Harus masih terpasang selama 6 jam
pasca senggama.