Anda di halaman 1dari 12

HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT MEROKOK DENGANKEJADIAN STROKE NON

HEMORAGIKDI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG


TAHUN 2015

Aniek Dzunnurain
11310039
Mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Umum
Universitas Malahayati Bandar Lampung

ABSTRAK
Latar Belakang: Stroke adalah penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor
dua di dunia. Data statistik dunia bersama WHO Tahun 2002-2006, menunjukkan 15 juta orang
menderita stroke diseluruh dunia setiap tahun. Setiap tahun sekitar 500.000 orang penduduk
Indonesia terkena serangan stroke. Penyebab utama dari stroke adalah aterosklerosis, embolisme,
perdarahan intraserbral dan salah satu faktor risiko yang memegang peranan penting dalam
timbulnya aterosklerosis adalah merokok. Pada tahun 2007 Indonesa menempati peringkat ke
lima dalam mengkonsumsi rokok sekitar 215 milyar batang. Tujuan Penelitian: Untuk
mengetahui mengetahui hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian stroke non
hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Metode Penelitian:
Jenis penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah
seluruh pasien stroke non hemoragik di ruang Bogenvil RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Lampung pada bulan 5 Desember 2015-5 Januari 2016, sampel diambil sebanyak 62 orang.
Analisis data yang digunakan adalah pearson chi square dan regression test. Hasil Penelitian:
Insiden stroke non hemoragik berulang yaitu 39 orang (62,9%). Yang baru yaitu 23 orang
(37,1%), riwayat merokok yaitu 47 orang (75,8%). Tidak merokok yaitu 15 orang (24,2%)
dengan p-value = 0,013 dan OR = 12,320. Kesimpulan: Ada hubungan antara riwayat merokok
dengan kejadian stroke non hemoragik
Kata Kunci : Riwayat Merokok, kejadian stroke non hemoragik

ABSTRACT
Background: Stroke is the number one cause of disability and the number two cause of death in
the world. WHO Data Years 2002-2006, 15 million people affected by stroke worldwide each
year. About 500,000 residents of Indonesia affected by stroke each year. Stroke is caused by a
type of vascular disorders, are: ischemic or hemorrhagic. Objective: To determine the
association between smoking history determine the incidence of non-hemorrhagic stroke in dr. H.
Abdul Moeloek Lampung Province in 2015. Methods: The study was a quantitative analytic
with cross sectional approach. The population is all non-hemorrhagic stroke patients in the room
bougainvillea dr. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 5 December 2015-5 January 2016,
samples taken as many as 62 people. Analysis of the data used is the Pearson chi-square and
regression test. Results: The incidence of non-hemorrhagic stroke repeated that 39 people
(62.9%). The new one is 23 people (37.1%), history of smoking is 47 people (75.8%). Do not
smoke are 15 people (24.2%) with a p-value= 0.013 and OR = 12.320. Conclusion: There
is a relationship between a history of smoking and non-hemorrhagic stroke
Keywords: History of Smoking, non - hemorrhagic stroke incidence
PENDAHULUAN
Stroke merupakan penyakit yang Rumah Sakit (RS) seluruh Indonesia tahun
sering dijumpai pada masyarakat moderen 2011 jumlah penderita stroke sebesar 45 per
sekarang ini. WHO (World Health 100.000 penduduk. Profile klinis stroke rata-
Organization) menetapkan bahwa stroke rata usia adalah 58,8 tahun (range 18-95
merupakan suatu sindrom klinis dengan tahun) dengan kasus pada pria lebih banyak
gejala berupa gangguan fungsi otak secara dari pada wanita.9
fokal atau global yang dapat menimbulkan Berdasarkan hasil Riset Kesehatan
kematian atau kelainan yang menetap lebih Dasar (Riskesdas) oleh Badan Penelitian
dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali Dan Pengembangan Kesehatan (BP2K)
gangguan vaskular.1 Kementerian Kesehatan RI tahun 2013.
Stroke kini menjadi masalah yang Prevalensi stroke di Provinsi Lampung
cukup serius di dunia karena jumlah berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan
penderita stroke dan angka kematian serta sebesar 3,7% per mil dan yang terdiagnosis
kecacatan akibat stroke semakin bertambah tenaga kesehatan atau gejala sebesar 5,4%
setiap tahunnya. Data statistik dunia per mil.10
bersama WHO Tahun 2002-2006, Faktor risiko yang memicu tingginya
menunjukkan 15 juta orang menderita stroke angka kejadian stroke adalah faktor yang
diseluruh dunia setiap tahun. Diperkirakan tidak dapat dimodifikasi (non-modifiable
setiap tahun sekitar 500.000 orang penduduk risk factors) seperti usia, ras, jenis kelamin,
Indonesia terkena serangan stroke.1 Badan genetik, dan riwayat Transient Ischemic
kesehatan dunia American Heart Association Attack atau stroke sebelumnya. Sedangkan
memprediksi bahwa kematian akibat stroke faktor yang dapat dimodifikasi (modifiable
akan meningkat seiring dengan kematian risk factors) berupa hipertensi, merokok,
akibat penyakit jantung dan kanker kurang penyakit jantung, diabetes, obesitas,
lebih enam juta pada tahun 2010 menjadi penggunaan oral kontrasepsi, alkohol,
delapan juta di tahun 2030.2 Di Indonesia hiperkolesterolemia. Merokok dapat
data nasional menunjukkan bahwa stroke menyebabkan peningkatan risiko
sebagai angka kematian tertinggi yaitu aterosklerosis sehingga terjadi penyumbatan
15,4%. 3 aliran darah menuju otak dan suplai 0 2 ke
Pada tahun 2002 Indonesia otak menurun yang berdampak pada infark
mengkonsumsi 182 milyar batang rokok jaringan otak. 11
menduduki peringkat ke lima konsumsi Berdasarkan uraian pada latar
rokok setelah Cina, Amerika Serikat, Rusia, belakang masalah di atas, maka peneliti
dan Jepang. Tobacco Atlas 2009 tertarik untuk melakukan penelitian dalam
menunjukkan bahwa peringkat Indonesia kajian untuk melihat lebih dekat dan analisis
pada tahun 2007 tetap pada posisinya yaitu yang lebih mendalam tentang hubungan
peringkat ke lima (215 milyar batang). 6,7 antara riwayat merokok dengan kejadian
Studi epidemiologi ASEAN stroke non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul
Neurological Association (ASNA) di 28 Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015.

METODE
Jenis penelitian yang digunakan merokok dengan kejadian stroke non
adalah kuantitatif analitik dengan hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
menggunakan pendekatan cross sectional Provinsi Lampung tahun 2015. 28
untuk mengetahui hubungan antara riwayat
Populasi dalam penelitian ini adalah Variabel independent adalah riwayat
seluruh pasien stroke non hemoragik di merokok dan Variabel dependent adalah
ruang Bogenvil RSUD dr. H. Abdul kejadian stroke non hemoragik. Data yang
Moeloek Provinsi Lampung pada 5 digunakan adalah data primer yang di
Desember 2015 5 Januari 2016. Sampel lakukan dengan cara wawancara dengan
dalam penelitian ini adalah 62 responden menggunakan kuisioner dan observasi
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. langsung dan melihat data rekam medik.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian terhadap 62 orang non hemoragik lebih banyak pada rentan
pasien stroke non hemoragik pada 5 umur 50-60 tahun. Usia> 55 tahun resiko
desember 2015 - 5 januari 2016 di RSUD dr. berlipat ganda setiap kurun waktu sepuluh
H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun. 2 per tiga dari semua serangan stroke
mengenai karakteristik responden diperoleh terjadi pada orang yang berusia di atas 65
data sebagai berikut: tahun. akan tetapi stroke tidak terjadi hanya
pada sekelompok umur tua saja apalagi
Tabel 4.1 Karakteristik Pasien Stroke dengan adanya pola hidup yang tidak sehat
Non Hemoragik Berdasarkan Umur di stroke terjadi pada semua kelompok umur.13
RSUD dr. H.Abdul Moeloek Provinsi
Lampung tahun 2015 Tabel 4.2 Karakteristik Pasien Stroke Non
Hemoragik Berdasarkan Jenis Kelamin di
Umur Frekuensi Persentase (%) RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Remaja Akhir (17-
1.6
Lampung tahun 2015
25tahun) 1 Jenis Kelamin Frekuensi Persentase(%)
Dewasa Awal (26-35 Laki-laki 28 45,2
3.2
tahun) 2 Perempuan 34 54,8
Dewasa Akhir (36- 8 12.9 Jumlah 62 100
45tahun)
Lansia Awal (46-55
Berdasarkan tabel 4.2 diketahui
tahun) 17
27.4 bahwa sebagian besar pasien stroke non
Lansia Akhir (56-65 hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
25.8 Provinsi Lampung tahun 2015 berjenis
tahun) 16
Manula (>65 tahun) 18 29.0 kelamin perempuan yaitu sebanyak 34 orang
Jumlah 62 100 (54,8%),sedangkan selebihnya adalah laki-
Berdasarkan tabel 4.1 diketahui laki yaitu sebanyak 28 orang (45,2%).
bahwa sebagian besar umur pasien stroke Dari banyak penelitian Pria lebih
non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul berisiko terkena stroke dari pada wanita,
Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 risiko stroke pada pria 1,25 lebih tinggi
termasuk dalam kategori manula (>65 daripada wanita, tetapi serangan stroke pada
tahun) yaitu sebanyak 18 orang (29,0%). pria terjadi di usia lebih muda sehingga
Pada umumnya risiko terjadinya tingkat kelangsungan hidup juga lebih
stroke mulai usia 35 tahun dan akan tinggi. Dengan kata lain, walau lebih jarang
meningkat dua kali dalam decadeberikutnya. terkena stroke, pada umumnya wanita
40% berumur 65 tahun dan hampir 13% terserang pada usia lebih tua, sehingga
berumur di bawah 45 tahun. Hasil penelitian kemungkinan meninggal lebih besar. 13
ovina dari penelitianya terhadap 81 kasus
stroke didapatkan yang mengalami stroke
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Riwayat stroke non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul
Merokok Pada Pasien Stroke Non Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015
Hemoragik di RSUDdr. H. Abdul Moeloek adalah > 10 tahun yaitu sebanyak 40 orang
Provinsi Lampung tahun 2015 (85,1%), sedangkan selebihnya < 10 tahun
Riwayat merokok Frekuensi Persentase(%) sebanyak 7 orang (14,9%).
Merokok 47 75,8
Tidak merokok 15 24,2 Tabel 4.6 Karakteristik Pasien Stroke Non
Jumlah 62 100 Hemoragik Berdasarkan Jenis Rokok di
Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
sebagian besar pasien stroke non hemoragik Lampung tahun 2015
Jenis Rokok Frekuensi
di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Non filter 10
Lampung tahun 2015 mempunyai riwayat Filter 37
merokok yaitu sebanyak 47 orang (75,8%).
Jumlah 47
Sedangkan selebihnya adalah tidak
Berdasarkan tabel 4.6 diketahui
mempunyai riwayat merokok yaitu sebanyak
bahwa sebagian besar jenis rokok pasien
15 orang (24,2%).
stroke non hemoragik di RSUD dr. H. Abdul
Tabel 4.4 Karakteristik Pasien Stroke Non Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015
Hemoragik Berdasarkan Tipe Perokok di adalah filter yaitu sebanyak 37 orang
RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi (78,7%), sedangkan selebihnya non filter
Lampung tahun 2015 sebanyak 10 orang (21,3%).
Tipe Perokok Frekuensi Persentase(%
) Tabel 4.7 Karakteristik Pasien Stroke Non
Tidak merokok 15 24,2 Hemoragik Berdasarkan Faktor Risiko di
Perokok ringan 6 9,7 RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Perokok sedang 22 35,5 Lampung tahun 2015
Perokok berat 19 30,6 Faktor Risiko Frekuensi Persentase (%)
Jumlah 62 100 Hipertensi 25 59,5
DM 17 40,5
Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa
Jumlah 42 100
pasien stroke non hemoragik di RSUD dr. H.
Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun Berdasarkan tabel 4.7 diketahui
2015 yang tidak merokok sebanyak 15 orang bahwa faktor risiko pada pasien stroke non
(24,2%), perokok ringan sebanyak 6 orang hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
(9,7%), perokok sedang sebanyak 22 orang Provinsi Lampung tahun 2015 adalah
(35,5%) dan perokok berat sebanyak 19 hipertensi yaitu sebanyak 25 orang (59,5%),
orang (30,6%). sedangkan selebihnya DM sebanyak 17
orang (40,5%). Hipertensi merupakan faktor
Tabel 4.5 Karakteristik Pasien Stroke Non risiko utama yang menyebabkan pengerasan
Hemoragik Berdasarkan Lama Merokok di dan penyumbatan arteri. Hipertensi
RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi meningkatkan risiko terjadinya stroke
Lampung tahun 2015 sebanyak empat sampai enam kali ini sering
Lama Merokok Frekuensi Persentase(%) disebut the silent killer dan merupakan
> 10 tahun 40 85,1 risiko utama terjadinya stroke non
< 10 tahun 7 14,9 hemoragik dan stroke hemoragik.32 DM
Jumlah 47 100 memiliki resiko tiga kali lipat terkena stroke
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui dan mencapai tingkat tertinggi pada usia 50-
bahwa sebagian besar lama merokok pasien 60 tahun. Setelah itu, risiko tersebut akan
menurun. Kadar gulakosa dalam darah
tinggi dapat mengakibatkan kerusakan
endotel pembuluh darah yang berlangsung
secara progresif..32
Tabel 4.8 Insiden Kejadian Stroke Non
Hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung Tahun 2015
Kejadian Stroke Frekuensi Persentase
non hemoragik (%)
Baru 23 37,1
Berulang 39 62,9
Jumlah 62 100

Berdasarkan tabel 4.8 diketahui


bahwa sebagian besar insiden stroke non
hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015 adalah
berulang yaitu sebanyak 39 orang (62,9%).
Sedangkan selebihnya adalah baru yaitu
sebanyak 23 orang (37,1%).
Tabel 4.9 Hubungan antara riwayat
merokok dengan kejadian stroke non
hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015.
Stroke non hemoragik Total OR
Riwayat merokok P-value
Baru Berulang n % 95% CI
N % n %
Merokok 22 46,8 25 53,2 47 100 12,320
Tidak merokok 1 6,7 14 93,3 15 100 0,013 (1,496-
Jumlah 25 37,1 39 62,9 62 100 101,426)

Berdasarkan tabel 4.9 diketahui


bahwa pasien stroke non hemoragik dengan
riwayat merokok dan mengalami stroke non
hemoragik baru sebanyak 22 orang (46,8%),
sedangkan responden dengan riwayat
merokok dan mengalami stroke non
hemoragikberulang sebanyak 25 orang
(53,2%).
Hasil uji statistik dengan chi square
diperoleh p-value = 0,013 yang berarti
bahwa ada hubungan antara riwayat
merokok dengan kejadian stroke non
hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015. Kemudian
diperoleh OR = 12,320 yang berarti bahwa
responden dengan riwayat merokok
mempunyai risiko sebesar 12,320
mengalami stroke non hemoragik berulang
dibandingkan dengan responden tanpa
riwayat merokok.

Tabel 4.10 Hubungan antara tipe perokok


dengan kejadian stroke non hemoragik di
RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Lampung tahun 2015.
Stroke non hemoragik Total OR
P-value
Tipe perokok Baru Berulang 95% CI
n %
n % n %
Tidak merokok 1 6,7 14 93,3 15 100
Perokok ringan 3 50,0 3 50,0 6 100
Perokok sedang 12 54,5 10 45,5 22 100 0,026 -
Perokok berat 7 36,8 12 63,3 19 100
Berdasarkan
Jumlah tabel4.10
23 diketahui
37,1 bahwa
39 62,9 Hasil62 uji statistik
dengan chi square
100
responden dengan tipe perokok ringanyang diperoleh p-value = 0,026 yang berarti
mengalami stroke non hemoragik baru bahwa ada hubungan antaratipe perokok
sebanyak 3 orang (50,0%) danyang dengan kejadian stroke non hemoragik di
mengalami stroke non hemoragikberulang RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
sebanyak 3 orang (50,0%). Responden Lampung tahun 2015.
dengan tipe perokok sedang yang Tabel 4.11 Hubungan antara lama merokok
mengalami stroke non hemoragik baru dengan kejadian stroke non hemoragik di
sebanyak 12 orang (54,5%) danyang RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
mengalami stroke non hemoragik erulang Lampung tahun 2015.
sebanyak 10 orang (45,5%). Responden
dengan tipe perokok beratyang mengalami
stroke non hemoragik baru sebanyak 7 orang
(36,8%) dan yang mengalami stroke non
hemoragik berulang sebanyak 12 orang
(63,3%)
OR
Stroke non hemoragik Total P-value
95% CI
Lama merokok
Baru Berulang
n %
n % N %
Tidak merokok 1 6,3 15 93,8 16 100
< 10 tahun 3 42,9 4 57,1 7 100
0,012 -
> 10 tahun 19 48,7 20 51,3 39 100
Jumlah 23 37,1 39 62,9 62 100
Berdasarkan tabel 4.11 diketahui bahwa
responden dengan lama merokok< 10
tahunyang mengalami stroke non hemoragik
baru sebanyak 3 orang (42,9%) danyang
mengalami stroke non hemoragik berulang
sebanyak 4 orang (57,1%).Responden
dengan lama merokok> 10 tahunyang
mengalami stroke non hemoragik baru
sebanyak 19 orang (48,7%) dan yang
mengalami stroke non hemoragik berulang
sebanyak 20 orang (51,3%). Hasil uji
statistik dengan chi square diperoleh p-
value = 0,012 yang berarti bahwa ada
hubungan antara lama merokok dengan
kejadian stroke non hemoragik di RSUD dr.
H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun
2015.

Tabel 4.12 Hubungan antara jenis rokok


dengan kejadian stroke non hemoragik di
RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Lampung tahun 2015
Stroke non hemoragik Total
OR
Baru Berulang P-value
Jenis rokok n % 95% CI
n % n %
Tidak merokok 1 6,7 14 93,3 15 100
Filter 18 48,6 19 51,4 37 100
0,017 -
Non filter 4 40,0 6 60,0 10 100
Jumlah 23 37,1 39 62,9 62 100
Berdasarkan tabel 4.12 diketahui bahwa
responden dengan jenis rokok filter yang
mengalami stroke non hemoragik baru
sebanyak 18 orang (48,6%) dan yang
mengalami stroke non hemoragik berulang
sebanyak 19 orang (51,4%). Responden
dengan jenis rokok non filter yang
mengalami stroke non hemoragik baru
sebanyak 4 orang (40,0%) dan yang
mengalami stroke non hemoragik berulang
sebanyak 6 orang (60,0%). Hasil uji statistik
dengan chi square diperoleh p-value = 0,017
yang berarti bahwa ada hubungan antara
jenis rokok dengan kejadian stroke non
hemoragik di RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015.

Tabel 4.13 Pengaruh antara riwayat


merokok dengan kejadian stroke non
hemoragikdi RSUD dr. H. Abdul Moeloek
Provinsi Lampung tahun 2015.
Coefficientsa
Standardized
Unstandardized Coefficients
Model Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1.130 .179 6.323 .000
Riwayat_merokok .401 .136 .356 2.950 .005
a. Dependent Variable: Stroke_non_hemoragik
Berdasarkan tabel 4.13 diketahui sehingga dapat meningkatkan terjadinya
bahwa hasil uji statistik dengan regresion penggumpalan (thrombosis) dan pengapuran
test diperoleh p-value = 0,000 yang berarti atau pengerasan dinding pembuluh darah
ada pengaruh antara riwayat merokok (arterosklerosis), juga merusak pembuluh
dengan kejadian stroke non hemoragik di darah perifer. 21,26,27
RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Hasil penelitian Ovina dkk tentang
Lampung tahun 2015. hubungan pola makan, olah raga, dan
Hubungan antara banyaknya rokok merokok terhadap prevalensi penyakit
yang dikonsumsi dan peningkatan risiko stroke non hemoragik di Poli Saraf RSUD
stroke tidak meyakinkan. Beberapa peneliti Raden Mattaher Jambi. Hasil penelitian
menyimpulan hubungan yang biasa saja, didapat frekuensi penderita stroke non
khususnya pada perokok yang hemoragik berdasarkan merokok 53 orang
mengkonsumsi lebih dari 20 rokok/hari. (65,4%) dan tidak merokok sebesar 28 orang
Walaupun belum terdapat hubungan yang (34,6%). Hasil uji chi square didapat p value
begitu jelas antar jumlah rokok dengan = 0,015, ada hubungan merokok dengan
stroke, tetapi berhenti merokok terbukti kejadian penyakit stroke non hemoragik.13
menurunkan insiden stroke. Tell dkk Hasil penelitian Marisa tahun 2012
menunjukkan penurunan risiko tergantung yang menyatakan bahwa seseorang yang
pada banyaknya rokok yang dikonsumsi telah merokok >10 tahun berisiko 4 kali
sebelum berhenti. Perokok ringan lebih besar terkena serangan stroke
(<20rokok/hari) kembali kenilai risiko dibandingkan dengan mereka yang merokok
normal, tetapi perokok berat membawa kurang dari 10 tahun, dan mereka yang
risiko dua kali dari pada bukan perokok.21 merokok 11-20 batang perhari berisiko 2,5
Lama seseorang merokok dapat kali untuk terjadinya stroke. Jumlah rokok
diklasifikasikan menjadi kurang dri 10 tahun yang dihisap akan memberi pengaruh yang
atau lebih dari 10 tahun. Semakin awal sangat besar terhadap kejadian aterosklerosis
seseorang merokok makin sulit untuk terutama pada pembuluh darah otak sebagai
berhenti merokok. Rokok juga mempunyai pemicu stroke. Semakin lama dan banyak
efek dose response effect. Apabila perilaku seseorang merokok menunjukkan semakin
merokok dimulai sejak usia remaja, banyaknya bahan berbahaya dari rokok yang
merokok dapat berhubungan dengan telah masuk kedalam tubuh.14
arterosklerosis. Racun yang terdapat pada
rokok akan terakumulasi dalam tubuh,

KESUMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan insiden stroke non hemoragik di RSUD dr.
pembahasan, maka dapat diambil H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun
kesimpulan sebagai yaitu sebagian besar 2015 adalah berulang yaitu sebanyak 39
orang (62,9%). Sedangkan selebihnya 15 orang (24,2%). Sehingga terdapat
adalah baru yaitu sebanyak 23 orang hubungan antara riwayat merokok dengan
(37,1%). Dan mempunyai riwayat merokok kejadian kejadian stroke non hemoragik di
yaitu sebanyak 47 orang (75,8%). RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Sedangkan selebihnya adalah tidak Lampung tahun 2015 dengan p-value =
mempunyai riwayat merokok yaitu sebanyak 0,013 dan OR = 12,320.

SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka hemoragik selain riwaayat merokok. Dan
dapat diberikan beberapa saran, antara lain: dapat menjadi bahan informasi bagi petugas
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi kesehatan RSUD dr. H. Abdul Moeloek
bahan referensi dan informasi khususnya Provinsi Lampung tentang hubungan antara
bagi Mahasiswa Kedokteran Universitas riwayat merokok dengan kejadian stroke
Malahayati serta menambah pengetahuan non hemoragik sehingga dapat dijadikan
peneliti tentang hubungan antara riwayat sebagai bahan pertimbangan untuk
merokok dengan kejadian stroke non melakukan sosialisasi pencegahan stroke
hemoragik, sehingga dapat dilakukan dengan mengurangi kebiasaan merokok
penelitian lebih lanjut mengenai faktor- pada pasien.
faktor lain penyebab kejadian stroke non

DAFTAR PUSTAKA
1) 6)
World Health Organization. The Who Hainawati,S. Editor Profil Kesehatan
Stepwise Approach To Stroke Indonesia. Jakarta: Departemen
Surveillance. 2009 [cited 2014 Sep 8]. Kesehatan Indonesia; 2009. h. 35
7)
Available from : Sugito, J. Stop Rokok, Jakarta: Swadaya;
http://www.who.int/chp/steps/stroke/en/i 2007. h. 6
8)
ndex.html Carnethon. Epidemiologi Stroke; 2011.
2)
American Heart Association. Stroke Dalam www.scribd.com diakses tanggal
Risk Factor. 2010 [cited 2014 Sep 8]. 12 Januari 2015
9)
Available from : Heart Disease and Stroke Statistics,
http://www.strokeassociation.org/present 2012. Heart Disease and Stroke
er.html Statistics2012 Update: A Report from
3)
Lumbantobing,S.M. Stroke Bencana American Heart Association Dalam
Pendarahan Otak. Jakarta : FKUI; 2007. www.jurnalhealth. com diakses tanggal
h. 2. 12 Januari 2015
4) 10)
Goldstein LB dkk. Guidelines for the ASEAN Neurological Association
primary prevention of stroke. On behalf (ASNA). Modified National Institute of
of the American Heart Association Health Stroke Scale for Use in Stroke
Stroke Council. 2011;42:517584. Clinical Trials. USU Digital Library;
5)
Shah RS, Cole JW. Smoking and stroke: 2011.
11)
the more you smoke the more you Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar
stroke. Expert Rev Cardiovasc Ther. (Riskesdas).Jakarta; 2013
2010;8:917932.
12) 22)
Tumelang P, Runtuwene T, Kembuan Misbach.Stroke: Aspek Diagnostik
M .Sebaran Kebiasaan Merokok Pada Patofisiologi,Manajemen. Jakarta: Balai
Pasien Stroke Iskemik. Manado:Fakultas Penerbit FK-UI; 2008. h. 75-120
23)
KedokteranUniversitas Sam Ratulangi Dourman, Karel. Waspadai Stroke Usia
Manado. 2014. h. 262 Muda. Jakarta: Pt Niaga Swadaya. 2013.
13)
Ovina dkk. Hubungan Pola Makan, h. 46-47
24)
Olahraga dan Merokok Terhadap Deri T. Hubungan Kadar Kolesterol LDL
Prevalensi Penyakit Stroke Non Dalam Serum, Kadar Gula Darah dan
Hemoragik. Jambi: Fakultas Kedokteran Kebiasaan Merokok dengan Derajat
dan Ilmu KesehatanUniversitas Jambi. Keparahan Klinis Stroke Iskemik.
2013. h. 1-10 Surabaya: Fakultas Kedokteran
14)
Marisa. Hubungan Perilaku Merokok Universitas Katolik Widya Mandala.
dengan Kejadian Stroke. Pontianak: 2014. h.11-25
25)
Fakultas Kedokteran-Universitas Suryo S. Filosofi Rokok. Yogyakarta:
Tanjungpura .2012. h. 1-11 Pinus Book Publisher. 2007. h. 79-116
15) 26)
Saleh. Faktor Risiko Kebiasaan Sitepoe M. Rokok dan Merokok. Dalam
Merokok Terhadap Kejadian Stroke. Kekhususan Rokok Indonesia. Jakarta:
Kendari: Fakultas Kedokteran- PT Grasindo. 2004. h. 62
27)
Universitas Haluoleo .2007. h. 1 Aripin. Pengaruh Aktifitas Fisik,
16)
Burhanuddin M. Faktor Risiko Kejadian Merokok dan Riwayat Dasar Terhadap
Stroke pada Dewasa Awal. Makassar: Terjadinya Hipertensi. Denpasar:
Fakultas Kesehatan Masyarakat- Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Hasanudin.2012. h.1 Universitas Udayana. 2015. h. 18-21
17) 28)
Junaidi, Iskandar. STROKE, Waspada Notoatmojo, Sokidjo. Metodologi
Ancamannya. Yogyakarta: Andi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
OFFSET. 2011. h. 13-145 Cipta. 2010. h.115-6, 182-3
18) 29)
Sofyan AM, Sihombing IY, Hamra Y. Dahlan S. Besar sampel dan cara
Hubungan Umur, Jenis Kelamin, dan pengambilan sampel dalam penelitian
Hipertensi dengan Kejadian Stroke. kedokteran dan kesehatan. Edisi 3.
Kendari: Fakutlas kedokteran Haluoleo. Jakarta: salemba medika; 2010. h.76-77
30)
2012. h. 25 Dahlan S. Statistik untuk kedokteran dan
19)
Soertidewi L, dkk. Buku Modul Induk kesehatan. Edisi 6. Jakarta: salemba
Neurovaskular. Jakarta: PERDOSSI. medika; 2014. h.185-187
31)
2009. h. 8,41,108 Departemen Kesehatan Republik
20)
Setyopranoto I. Stroke : Gejala dan Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia,
Penatalaksanaan. Yogyakarta: Fakultas 2009
32)
Kedokteran Universitas Gajah Mada. Sudoyo. Ilmu Penyakit Dalam FKUI.
2011. H.247 Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
21)
Pradipta T. Hubungan Antara Kebiasaan Penyakit Dalam FKUI. Jakarta. 2006.
Merokok dengan Stroke hemoragik Hal 233- 239
berdasarkan Pemeriksaan CT-SCAN 33)
Kepala. Surakarta: Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret. 2010. h. 4-20 34)
35)
36)