Anda di halaman 1dari 2

Keadaan standar dari suatu sistem adalah bentuk stabil suatu unsur atau Suhu adalah derajat panas

panas atau dinginnya suatu benda, sedangkan kalor


senyawa pada tekanan 1 atm dan suhu tertentu (umumnya 25oC) adalah energi yang dipindahkandari suatu benda ke benda lainnya kerena
Untuk zat cair dan padat, keadaan standar adalah keadaan stabil secara perbedaan suhu/temperature.
termodinamika pada tekanan 1 atm dan suhu tertentu
Untuk gas, keadaan standar adalah fasa gas pada tekanan 1 atm, pada suhu Sistem dapat diartikan sebagai bagian alam semesta yang diamati. Sistem
tertentu dan menunjukkan sifat gas ideal dapat berupa tabung reaksi, dapat berupa tubuh manusia, mesin mobil, dan
Untuk spesies yang terlarut, keadaan standar adalah 1 M larutan pada banyak lagi.
tekanan 1atm, pada suhu tertentu dan menunjukkan sifat larutan ideal
Sistem Isotermal adalah perubahan sistem, di mana suhu tetap
Distribusi Kecepatan Molekular yaitu suatu besaran rata-rata, karena itu konstan: T = 0. Ini biasanya terjadi ketika suatu sistem berada
jelas bahwa dalam keadaan sesungguhnya partikel-partikel gas mempunyai dalam kontak dengan reservoir panas luar (mandi panas), danperubahan terj
kecepatan yang berbeda-beda atau dengan kata lain memiliki suatu adi perlahan cukup untuk memungkinkan sistemuntuk terus-menerus meny
distribusi kecepatan. esuaikan diri dengan suhu reservoirmelalui pertukaran panas.
dalam proses isotermal,nilai T 0 = tapi Q 0
Rumus tersebut merupakan bentuk persamaan dari Hukum Termodinamika
I. Hukum Termodinamika I ini menyatakan bahwa suatu sistem yang Sistem Adiabatik adalah tidak ada kalor yang ditambahkan pada sistem atau
terisolasi, jumlah energinya selalu tetap. Sistem terisolasi adalah suatu meninggalkan sistem (Q = 0). Proses adiabatik bisa terjadi pada sistem
sistem yang tidak memungkinkan terjadinya pertukaran panas, materi, dan tertutup yang terisolasi dengan baik. Untuk sistem tertutup yang terisolasi
kerja dengan lingkungannya. dengan baik, biasanya tidak ada kalor yang dengan seenaknya mengalir ke
E=q+W dalam sistem atau meninggalkan sistem. Proses adiabatik juga bisa terjadi
pada sistem tertutup yang tidak terisolasi. Untuk kasus ini, proses harus
dilakukan dengan sangat cepat sehingga kalor tidak sempat mengalir
q bertanda+bila energi diserap sistem menuju sistem atau meninggalkan sistem

q bertandabila energi dilepas sistem Sistem tertutup adalah sistem yang tidak memungkinkan terjadinya
pertukaran materi

W bertanda+bila sistem dikenai kerja Sistem terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadinya
pertukaran materi dengan lingkungan sekitar sehingga massanya berubah-
ubah.
W bertandabila sistemmelakukan kerja
Sistem terisolasi adalah suatu sistem yang tidak memungkinkan terjadinya
E=peruba h an energi dalam sistem pertukaran panas, materi, dan kerja dengan lingkungannya.

Dijelaskan puka bahwa banyaknya kerja bergantung pada jalannya proses. Penyamaratan Energi
W memang dapat mempunyai banyak nilai, tetapi nilai-nilai itu harus Kita telah mempelajari bahwa salah satu cara sebuah molekul menyimpan
energy adalah dalam bentuk energi kinetik. Bila kita memanaskan suatu gas
memenuhi persamaan q + W = konstan. E tidak bergantung pada berarti kita menaikkan energi partikel yang berati juga menaikkan
momentumnya. Energi kinetic rata-rata yang dimiliki oleh satu molekul
jalannya proses, besaran ini hanya bergantung pada keadaan awal dan adalah sebesar 3/2kT. Prinsip penyamarataan energi menyatakan bahwa
keadaan akhir. energi yang dimiliki oleh sebuah molekul didistribusika secara merata
E dikenal sebagai fungsi keadaan karena hanya bergantung pada
kesemua jenis gerak yang dimiliki oleh partikel tersebut. Jenis-jenis erak
tersebut biasa dinamakan pula sebagai derajat kebebasan. Molekul gas
kondisi yang mencirikan sistem dan tidak bergantung bagaimana kondisi itu nyata tidak hanya memiliki gerak kinetic atau translasi saja, tetapi juga
tercapai. memiliki gerak vibrasi dan rotasi.untuk gerak translasi dan rotasi tiap
derajat kebebasan mempunya energi kT, sedang untuk gerak vibrasi,
Reaksi eksotermik adalah suatu reaksi yang melepaskan panas. Jika reaksi karena terdiri dari dua komponen yaitu energi kinetic dan ebergi potensial,
derajat kebebasan akan mempunyai energi sebesar kT.
berlangsung pada suhu tetap, berdasarkan perjanjian, H akan
Kapasitas panas didefinisikan sebagai banyaknya panas yang diperlukan
bernilai negatif, karena kandungan panas dari sistem akan menurun. untuk menaikkan suhu suatu zat sebanyak 1oC (atau 1K). banyaknya panas
Reaksi endotermik adalah reaksi yang membutuhkan panas, berdasarkan yang dibutuhkan akan bergantung pada cara panas itu diserap atau
perjanjian,
H akan mempunyai nilai positif.
dilepaskan. Panas dapat diserap dalam keadaan volume tetap atau dalam
keadaan tekanan tetap.
Panas pembentukan atau Entalpi pembentukan molar standar
( H of ) suatu senyawa adalah banyaknya panas yang diserap atau
Volume tetap ( Cv ) = [ ]E
T
v

dilepaskan ketika 1 mol senyawa tersebut dari unsur-unsurnya dalam


) [ ]
keadaan standar. H
Tekanantetap ( Cp = p
1 mol gas N2 bereaksi dengan 3 mol H2 membentuk 2 mol NH3. Reaksi ini
T
akan membebaskan panas sebesar 100kJ.
Fungsi NaOH: (1) Penetralisir dalam pengkilangan minyak (2)Natrium
Panas merupakan energy yang ditransformasikan sebagai akibat adanya hidroksida digunakan dalam pemurnian alumina yang mengandung bijih
perbedaan suhu. Energi panas selalu berpindah dari sistem panas ke sistem (bauksit) untuk menghasilkan alumina (aluminium oksida) (3)NaOH
yang dingin. Tampak bahwa energy kinetic rata-rata molekul pada sistem digunakan dalam proses pembuatan sabun padat (4)Penghilangan impuritis
bersuhu tinggi lebih besar daripada energy kinetic rata-rata molekul pada dalam produk garam (5)Natrium hidroksida digunakan sebagai zat aditif
sistem bersuhu rendah. Sebagai akibat dipindahkannya energy panas dari dalam lumpur pengeboran untuk meningkatkan alkalinitas dan menetralkan
sitem yang bersuhu tinggi ke sistem yang bersuhu rendah, molekul-molekul segala gas asam (seperti hidrogen sulfida, dan karbon dioksida) (6)Natrium
pada sistem bersuhu tinggi akan kehilangan energy kinetic dan suhunya hidroksida dapat ditambahkan ke minyak mentah berkualitas buruk untuk
akan menjadi lebih rendah. Pengertian panas adalah faktor ekstensif yang menghilangkan belerang kotoran dalam proses yang dikenal sebagai
artinya bergantung pada jumlah zat. Sedangkan suhu adalah faktor intensif kaustik mencuci (7)Suatu proses untuk memisahkan asam lemak bebas dari
dan besarnya tidak bergantung pada jumlah zat (bandingkan: tekanan minyak atau lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan
(internsif) dan volume (ekstensif)) basa atau pereaksi lainnya sehingga membentuk sabun (soap stock). Agar
lebih efisien digunakanlah NaOH yang juga dapat membantu mengurangi
Kalor (q) adalah cara pengalihan energi dari benda panas ke benda yang zat warna dan kotoran dalam minyak (8)Digunakan dalam pembuatan
lebih dingin bila keduanya ditempatkan dan secara termal disentuhkan satu kertas sebagai perendam (9)Sebagai katalis dalam pembuatan biodiesel
sama lain. Kalor termasuk energi internal yaitu jumlah energi total dari (10)NaOH dapat digunakan sebagai pembersih karena dapat membersihkan
sistem yang disebabkan oleh energi potensial antar molekul-molekul, energi tangki penyimpanan, lemak dll (11)NaOH dapat menetralisasi minyak pada
kinetik akibat gerakan-gerakan molekul dan energi kimia yang disimpan pengilangan minyak ikan.
dalam bentuk ikatan kimia.
NaOH merupakan jenis basa. Bereaksi dengan asam membentuk garam. 20+120
Natrium merupakan unsure golongan 1A atau yang disebut golongan alkali. Mcampuran=
Disebut logam alkali karena oksidanya mudah larut dalam air dan 500
menghasilkan larutan yang bersifat basa (alkalis).

Sensitifitas dari NaOH terhadap suhu adalah kurang. Karena reaksi dari
Mcampuran=0,28 M
penggunaan NaOH adalah eksoterm, maka agar mencapai kesetimbangan,
maka harus dengan menurunkan suhu . Semakin tinggi suhu maka semakin
lambat reaksi dari NaOH ini didalam prosesnya. Sensitifitas NaOH pada Tentukan molalitas larutan yang terbentuk, jika dalam 100 gram benzena
suhu sangat kurang karena NaOH memiliki titik didih yang tinggi. NaOH dilarutkan 12,8 gram naftalena
pada H pembubaran untuk diencerkan berair -44,45 kJ / mol berair pada Mr naftalena (C10H8)= 128 gr/mol
suhu 12,3-61,8 C, mengkristal di monohidrat, dengan titik lebur 65,1 C. jumlah mol zat terlarut
Bentuk NaOH pada H -734,96 kJ / mol: Molalitas=
(a)Monohidrat dari -28 ke -24 C jumlahkilogram pelarut
(b)Heptahidrat dari -24 ke -17,7 C
(c)Pentahydrate dari -17,7 ke -5,4 C 12,8 gram
(d)Tetrahydrate (-berubah), di -5, 4-12,3 C
(e)Di atas 61,8 C mengkristal 128 gram/mol 0,1 mol
Molalitas= = =1 mol /kg
Larutan adalah gabungan antara dua zat atau lebih yang bersifat homogen
0,1 kg 0,1 kg
atau tidak bisa lagi dibedakan komponen penyusunnya.
Campuran adalah gabungan antara dua zat atau lebih yang bersifat
heterogen atau masih bisa dibedakan komponen penyusunnya. Hukum Termodinamika II
Hukum Termodinamika II berhubungan dengan entropi. Hukum ini dapat
Molaritas larutan yang dibuat dengan melarutkan 0,4 gr Natrium Karbonat dinyatakan Setiap proses dalam suatu sistem yang terisolasi akan
(Na2Co3) dalam air sehingga volume larutan 100 ml. meningkatkan entropinya.
Mr = 106 gr/mol Apabila kita anggap alam semesta sebagai suatu sistem yang terisolasi,
maka setiap proses yag terjadi didalam alam semesta akan meningkatkan
jumlah mol zat terlarut total entropi dalam alam semesta. Dengan kata lain, dengan adanya
Molaritas=
jumlah liter larutan berbagai proses yang terdapat dalam alam semesta, tingkay ketidakterauran
alam semesta cenderung untuk meningkat.
Hukum Termodinamika II meramalkan bahwa derajat ketidakteraturan
dalam alam semesta akan terus meningkat. Entropi akan terus meningkat
0,4 gram sampai suatu saat dimana segala sesuatu telah mencapai entropi maksimum.
Dalam keadaan ini, tidak ada lagi proses yang dapat berlangsung dan segala
106 gram/mol
sesuatu akan mati.
0,1 liter Hal yang menarik dari Hukum Termodinamika II adalah bahwa hukum ini
menunjuk pada awal terbentuknya alam semesta. Alam semesta seperti
yang kita percaya bukan ada begitu saja, tetapi diciptakan pada suatu saat
0,003 mol
=0,03 mol /liter tertentu. Kapn itu dimulai, tidak dapat diketahui dari hukum termodinamika
0,1 liter II.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas panas adalah volume konstan


Jika 100 mL larutan HCl 0,2 M dicampur dengan 400 mL larutan HCl 0,3
dan tekanan konstan. Kapasitas panas pada tekanan konstan lebih besar
M. Molaritas campuran?
daripada kapsitas gas pada volume konstan, karena pada tekanan konstan
McamuranVcampuran=M 1 V 1+ M 2V 2 gas melakukan kerja ekspansi terhadap lingkungannya.

Mcampuran500 mL=( 0,2 M )( 100 mL ) + ( 0,3 M ) ( 400 mL) Kapasitas kalor zat tergantung entalpi pada temperatur dan entalpi reaksi.
Kapasitas kalor pada volume tetap zat bergantung pada pada kondisinya
Kapasitas kalor pada tekanan tetap (Cp>Cv) kenaikan temperatur pada
tekanan tetap lebih kecil daripada kenaikan temperatur pada volume tetap.