Anda di halaman 1dari 13

TUGAS :1

MATA KULIAH : REKAYASA LINGKUNGAN TAMBANG

RESUME CHAPTER 1-5

LUVIANI ALDILLA
D621 14 304

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

GOWA
2017
CHAPTER I: STATE OF THE ENVIRONTMENT
Pemanasan global membawa dampak terhadap peningkatan suhu global
sekitar 2o-3o C pada setiap dekade terakhir. Ini menyebabkan es di kutub
mulai mencair di mana apabila tidak terjadi pemanasan global, es tidak
akan mencair. Salah satu contoh dari dampak pemanasan global yang
timbul dari tingginya intensitas pembangunan adalah penggunaan AC di
India akan meningkat 7-8 % pada tahun 2020.
Sumber daya terbagi atas dua yakni yang terbarukan dan tak
terbarukan. Dan banyak sekali penggunaan sumber daya tak terbarukan
seperti bahan bakar fosil yang banyak sekali digunakan dalam kehidupan
sehari hari. Penggunaan akan air, kertas dan bahan lainnya akan meningkat
berkali-kali lipat. Sementara semakin lama sumber daya semakin sedikit.
Isu lain mengenai lingkungan adalah ditemukannya jejak polutan
organik yang terdapat di bawah es benua antartika yang diakbatkan oleh
aktivitas antropogenik. Sumber pencemaran antropogenik adalah istilah
untuk pencemaran yang terjadi karena ulah manusia seperti aktivitas
transportasi, industri, pembakaran sampah, dan rumah tangga. Sumber
antropogenik hasil pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur
sangat mendominasi pada daerah perkotaan. Ini termasuk :
1. Sumber pokok (pembangkit tenaga listrik, pabrik pembakaran,
pertambangan dan pengolahan logam)
2. Sumber daerah (pemanasan domestik dan distrik)
3. Sumber bergerak (mesin diesel)
CHAPTER II: ENVIROMENTAL MOVEMENT

Saat ini terdapat tiga aspek yang membutuhkan perhatian penuh dan
menjadi isu global dikalangan masyarakat, yaitu pertama lubang ozon,
kedua efek rumah kaca dan global warming, dan yang ketiga adalah hujan
asam. Dari hal tersebut telah terjadi kerusakan lingkungan hidup,
diantaranya:
1. Lapisan ozon menipis.
2. Sekurang-kurangnya 140 jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan punah
setiap harinya.
3. Tingkat karbon dioksida di atmosfer yang merupakan perangkap
panas mengalami peningkatan tidak kurang dari 26% daripada
konsentrasi pada zaman pra industri dan masih mengalami
peningkatan terus.
4. Permukaan bumi lebih panas pada tahun 1990 daripada tahun
sebelumnya sejak pencatatan mulai dilakukan pada pertengahan
abad kesembilan belas,dan dan enam dari tujuh tahun-tahun yang
tercatat paling panas terjadi sejak tahun 1980.
5. Hutan-hutan lenyap dengan kecepatan sekitar 17 hektar pertahun.
Isu global pertama yaitu ozon. Ozon (O3) adalah molekul yang terdiri
dari tiga atom oksigen yang berbentuk gas pada suhu kamar. Ikatan
antaratom oksigen dalam molekul ozon ini agak lemah dibandingkan
dengan molekul oksigen yang terdiri atas dua atom (O 2), sehingga salah
satu dari ketiga atom oksigennya mudah lepas dan bereaksi dengan
molekul yang lain. Lapisan ozon adalah suatu lapisan yang terletak di
lapisan stratosfir, 20 45 km diatas permukaan bumi, yang terdiri dari
molekul-molekul ozon. Lapisan ini dapat menyerap radiasi ultra violet yang
dipancarkan matahari.
Perubahan iklim terjadi akibat lapisan ozon yang semakin menipis yang
di sebabkan oleh adanya radiasi matahari atau terperangkapnya panas
matahari yang disebabkan oleh gas efek rumah kaca yang salah satunya
gas chloro floro carbon atau biasanya lebih dikenal dengan CFC. Dampak
bagi kesehatan mahluk hidup dari menipisnya lapisan ozon yaitu masalah
pernapasan, berkurangnya sistem kekebalan tubuh.
Chloro Floro Carbon (juga disebut CFC) adalah gas terdiri dari tiga
unsur Klor, Flor dan Carbon. Mereka pernah digunakan secara luas sebagai
pendingin dalam kulkas dan sebagai pendorong dalam kaleng aerosol. Pada
dasarnya CFC tidak berbahaya, tetapi karena pemakaiannya yang berlebih
CFC dapat merusak lapisan ozon yang melindungi bumi dari radiasi
matahari.
Banyak sekali dampak yang merugikan yang di sebabkan oleh
perubahan iklim yang di akibatkan oleh CFC dan banyak pencegahan yang
dapat kita lakukan untuk menekan perubahan iklim lebih parah lagi dengan
menjaga lingkungan kita. Contohnya salah satunya kita harus menjaga
hutan dari pembalakan atau penebangan hutan secara liar. Karena hutan di
areal hutan, tanaman menyerap karbon dioksida dari atmosfer dan
melepaskan gas oksigen ke atmosfer sebagai proses photosintesis.
Global Warming atau pemanasan global adalah peningkatan suhu
bumi, yang meliputi peningkatan suhu atmosfer, hidrosfer, dan suhu
lithosfer. Pemanasan global terjadi akibat meningkatnya gas sulfur dioksida
dan gas-gas rumah kaca, seperti CO2 akibat dari pembakaran bahan bakar
fosil. Proses pemanasan global ini terjadi ketika radiasi dari sinar matahari
akan masuk ke bumi. Radiasi dari sinar matahari tersebut akan sampai bumi
dan menghangatkan bumi. Sebagian dari radiasi matahari akan diserap oleh
bumi, dan sebagian bumi akan memantulkan kembali ke angkasa. Jika
atmosfer bumi penuh dengan gas-gas rumah kaca maka panas dari bumi
tidak dapat diteruskan ke angkasa. Akibatnya, panas kembali ke bumi.
Akibat yang ditimbulkan dari global warming adalah:
1. Iklim Mulai Tidak Stabil
2. Peningkatan Permukaan Laut
3. Suhu Global Cenderung Meningkat
4. Gangguan ekologis
5. Dampak sosial dan politik
6. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
7. Perdebatan tentang Pemanasan Global
Adapun beberapa upaya untuk mengurangi pemanasan global yaitu dengan
menamam pohon, menghijaukan hutan yang gundul, melakukan efisiensi
terhadap penggunaan bahan bakar fosil, serta mencari alternatif energi lain
yang lebih ramah lingkungan.
Hujan asam adalah hujan yang bersifat asam daripada hujan biasa.
Deposit asam dari atmosfer dapat bersifat abash (dari hujan, salju, atau
hujan es) atau kering (dari pertukaran turbulen dan pengaruh gravitasi yang
tidak berkaitan dengan hujan). Hujan asam dikenal pertama kali pada tahun
1950, yaitu pada saat hujan asam tersebut memberikan dampak negative
berupa air yang bersifat asam di danau Skandinavia dan Kanada.
Singkatnya proses hujan asam terjadi karena gas sulfur oksida yang
mayoritas dikeluarkan dari asap-asap pabrik dan gas nitrogen oksida yang
dihasilkan dari banyaknya kendaraan bermotor berkumpul menjadi satu dan
bereaksi dengan uap air yang ada diudara. Proses reaksi ini menghasilkan
asam sulfat, asam nitrit dan asam nitrat yang berkondensasi membentuk
awan yang menjadikannya hujan asam.
Terjadinya hujan asam secara alamiah disebabkan oleh aktivitas
gunung berapi dan proses-proses biokimia yang terjadi dibumi ini seperi di
rawa-rawa, tanah, laut, dan dimanapun itu. Tapi saat ini terjadinya hujan
asam lebih banyak dikarenakan campur tangan manusia seperti dari industri
dan kendaraan bermotor. Gas emisi yang dihasilkan dibumi dibawa oleh
angin ke atmosfer. Adapun upaya-upaya untuk mengurangi dan mencegah
dampak dari hujan asam, antara lain:
1. Menggunakan bahan bakar dengan kandungan belerang rendah.
2. Pengendalian pencemaran selama pembakaran.
3. Pengendalian setelah pembakaran.
4. Untuk mengurangi dampak buruk yang muncul dari hujan asam
terhadap tanah ataupun danau dapat dilakukan dengan
menambahkan zat kapur kedalam tanah atau kedalam danau.
Penambahan kapur kedalam tanah maupun danau dapat menetralkan
sifat asam.
5. Melakukan Reboisasi atau penanaman kembali.
CHAPTER III: DEFINITIONS OF ENVIRONMENTAL TERMS

Lingkungan merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya,


keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang
memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia
serta makhluk hidup lain yang dapat mempengaruhi hidupnya. Kerusakan
lingkungan merupakan salah satu ancaman yang paling berbahaya untuk
kelangsungan hidup manusia dan sudah diperingatkan langsung oleh High
Level Threat Panel PBB. Rusaknya lingkungan terdiri dari beberapa tipe.
Saat alam rusak karena dihancurkan dan kehilangan sumber daya, itu
merupakan tanda bahwa lingkungan mengalami kerusakan.
Beberapa istilah dalam kerusakan lingkungan seringkali diangap sama
namun, kenyataannya berbeda. Salah satunya yaitu polusi dan degradasi.
Kedua istilah ini merupakan istilah dalam kerusakan lingkungan tetapi
keduanya tidak sama. Polusi merupakan proses masuknya atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke
dalam lingkungan sehingga menyebabkannya kualitas lingkungan akan
menurun dan tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Sedangkan
degradasi lingkungan merupakan hasil dari proses terjadinya perununan
kemampuan lingkungan yang disebabkan karena turunnya kualitas dari
lingkungan tersebut, sehingga komponen-komponen lingkungannya tidak
dapat berfungsi dengan baik.
Hal lainnya yang perlu diketahui yaitu kualitas lingkungan. Kualitas
lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat
memberikan daya dukung optimal bagi kelangsungan hidup manusia pada
suatu wilayah. Kualitas lingkungan dicirikan dengan suasana yang membuat
orang merasa betah atau tinggal di tempatnya sendiri.
Sehubungan dengan baku mutu lingkungan, ada istilah nilai ambang
batas yang merupakan batas-batas daya dukung, daya tenggang dan daya
toleransi atau kemampuan lingkungan. Nilai ambang batas tertinggi dan
terendah dari kandungan zat-zat, makhluk hidup atau komponen-komponen
lain dalam setiap interaksi yang berkenaan dengan lingkungan khususnya
yang mempengaruhi mutu lingkungan. Jadi jika terjadi kondisi lingkungan
yang telah melebihi nilai ambang batas (batas maksimum dan minimum)
yang telah ditetapkan berdasarkan baku mutu lingkungan maka dapat
dikatakan bahwa lingkungan tersebut telah tercemar.
Perubahan lingkungan dan degradasi lingkungan menyebabkan
munculnya pradigma penggunaan sumber daya alam yang tidak sesuai
dengan aturan lingkungan yang ada. Pradigma ini muncul pada tahun 1920-
an. Salah satu pradigma penggunaan sumber daya yang tidak sesuai yaitu
Take Make Waste, yang isinya :
1. Manusia mengambil sumberdaya alam seperti mineral, ikan, kayu,
batubara, minyak, gas, dsb.
2. Lalu menggunakannya untuk membangkitkan ekonomi dengan
mengolah bahan tersebut menjadi barang konsumsi dan jasa untuk
dinikmati.
3. Hasil sampingnya berupa limbah yang dirilis ke alam berupa gas
penyebab efek rumah kaca, pencemaran air, pencemaran tanah, dan
limbah B3.
4. Produktivitas industri dinilai dengan peningkatan kuantitas bahan
produk, tak peduli limbah.
Adanya pradigma penggunaan sumber daya alam mengakibatkan
munculnya beberapa pandangan terhadap lingkungan yang memengaruhi
perubahan lingkungan tersebut. Pandangan tersebut antara lain yaitu:
1. Frontier economies, pandangan ini mengatakan bahwa alam
merupakan sumber daya ekonomi bagi manusia. Terdapat tiga hal
pokok dalam pandangan ini, yaitu:
- Sumber daya alam terbatas, karena adanya pradigma ini maka
setiap individu atau kelompok melakukan eksploitasi pada alam
secara terus-menerus tanpa batasan.
- Manusia merupakan ras tertinggi, pradigma ini menyatakan
bahwa manusia yang berada dipermukaan bumi merupakan
penguasa tertinggi, sehingga apa yang ada di alam menjadi milik
manusia dan dapat diambil tanpa memikirkan kondisi alam.
- Bumi merupakan penyerap abadi, apapun yang diberikan ke bumi
zat, energi, bahan dan sebagainya akan diserap oleh bumi tanpa
memikirkan bahaya dari zat, energi, ataupun bahan tersebut
terhadap bumi dan lingkungan.
2. Deep Ecology, salah satu pendekatan dalam memandang isu
lingkungan. Secara harfiah dapat diartikan sebagai kearifan mengatur
hidup selaras dengan alam sebagai sebuah rumah tangga dalam arti
luas. Deep ecology merupakan pandangan yang menetang frontier
economies. Beberapa prinsip dalam deep ecology sebagai suatu
perubahan lingkungan:
- Prinsip biospheric egalitarianism in principle, yaitu pengakuan
bahwa semua organisme dan mahluk hidup adalah anggota yang
sama statusnya dari suatu keseluruhan yang terkait sehingga
mempunyai martabat yang sama.
- Prinsip Non Antroposentrisme, yaitu manusia merupakan bagian
dari alam, bukan di atas atau terpisah dari alam. Manusia tidak
dilihat sebagai penguasa dari alam semesta, tetapi sama
statusnya sebagai ciptaan Tuhan.deep ecology melihat bahwa
manusia tergantung pada lingkungan (perspektif bioregional).
- Manusia berpartisipasi dengan alam, sejalan dengan kearifan
prinsip-prinsip ekologis. Hal ini mengarahkan bahwa manusia
harus mengakui keberlangsungan hidupnya dan spesies lainnya
tergantung dari kepatuhan pada prinsip-prinsip ekologis. Disini
sikap dominasi igantikan dengan sikap hormat kepada alam
- Prinsip Realisasi Diri (Self-Realization), manusia merealisasikan
dirinya dengan mengembangkan potensi diri. Hanya melalui itu
manusia dapat mempertahankan hidupnya.
3. Reform Philosopy, merupakan pandangan yang merespon frontier
economies dan deep ecology. Pandangan ini memiliki dua hal penting
dalam penerapannya, yaitu:
- Menajemen sumber daya : fokus terhadap bagaiaman menajemen
penggunaan sumber daya yang akan mempengaruhi kualitas
hidup manusia sekarang dan masa depan.
- Pengelolahan dan pengendalian lingkungan.

Ketiga pandangan tersebut dikenal dengan istilah jalur evolusi dalam


perubahan lingkungan atau Evolutionary Track of Environmental Movement.
CHAPTER IV: WATER POLLUTANTS

Polutan memiliki beberapa efek pada rantai makanan, mencakup pada


piramida rantai makanan, pada setiap tingkatan, konsentrasi polutan akan
semakin meningkat.
1. Food cain contamination: ikan sayur yang merupakan sumber
makanan yang terkena efek dari polutan. Polutan (partikel pestisida,
insektisida, rodentisida) akan bergabung bersama-sama dan akan
bergerak keatas pada rantai makanan dan akhirnya polutan tersebut
akan sampai pada makanan kita.
2. Food cain disruption. Populasi yang sensitive terhadap polutan tidak
akan bertahan. Sehingga akan mengakibatkan ada populasi yang
meningkat dan ada populasi jenis tertentu yang akan mengalami
penurunan.
Oxygen demanding waste
Pada umumnya, terdapat tiga gelas kemudian diisi dengan air dengan
jumlah yang sama. Gelas pertama disi dengan gula atau limbah biokimia
atau sisa daun atau sisa hewan dll. Semua yang berada pada gelas pertama
merupakan limbah biokimia. Gelas yang satu dimasukkan garam (limbah
anorganik). Dan gelas yang satu dimasukkan limbah plastic (limbah poli
hidrokarbon).
Reaksi yang terjadi pada limbah biokimia yaitu
Hidrokarbon sederhana dengan adanya oksigen kemudian dibantu oleh
mikroorganime dan sinar matahari akan menghasilkan CO 2 , H2O dan gas
nitrogen
(CH2O)n +O2 CO2 +H2O + gas nitrogen + komponen stabil
lainnya
Sehingga dapat anda lihat bahwa O 2 akan mengalami penurunan. Hal inilah
yang disebut dengan oxygen demanding waste. Penurunan tingkat oksigen
yang disebabkan oleh limbah biokima seperti kotoran hewan, kotoran
manusia, daun-daun, dll
Level dari oksigen dibawah STP berkisar antara 0 sampai 15
miligram/liter. Ini merupakan range dimana oksigen terdapat dalam air. 0
15 merupakan kisaran yang tidak terlalu tinggi.
Jika tingkat oksigen dalam air turun dibawah 4 miligram/liter akan
membuat populasi ikan yang besar tidak dapat bertahan hidup. Hal tersebut
berdampak pada terganggunya rantai makanan. Berkurangnya pupolasi
ikan akan mengakibatkan peningkatan yang tidak diinginkan dari populasi
serangga. Jika air tersebut diminum oleh manusia maka akan menimbulkan
berbagai macam penyakit diantaranya diare dan berbagai macam penyakit
lainya yg berhubungan dengan air.
Pathogen merupakan mikroorganisme yang dapat menyebabkan
penyakit. Pathogen pada dasarnya bukan polutan tetapi pathogen
mempunyai hubungan dengan polutan. Jika kandungan oksigen turun dan
konsentrasi limbah meningkat sehingga mengakibatkan populasi pathogen
juga meningkat. Polutan organik ataupun inorganik berfungsi sebagai
nutrisi atau makanan bagi pathogen.
1. Virus
2. Bakteri
3. Protozoa
4. Jamur
Pada dasarnya keempat point diatas dapat menyebabkan penyakit
diantaranya .
1. Water borne disease atau Penyakit yang ditularkan oleh air,
Diantaranya diare
2. Water contac. Yaitu penyakit yang disebabkan kontak dengan air
seperti schistosomiosis, Diantaranya mana didalam air terdapat
hewan invertebrate seperti cacing yang akan masuk ke dalam tubuh
3. Water higyn, Penyakit yang disebabkan karena kekurangan air seperti
gatal-gatal dan sebagainya.
CHAPTER V: WATER POLLUTANTS

Nutrien adalah unsur atau senyawa kimia yang digunakan untuk


metabolisme atau proses fisiologi organisme. Nutrien di suatu perairan
merupakan salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
kelimpahan fitoplankton. Nutrien dapat menyediakan energi dan digunakan
sebagai komponen untuk struktur sel.
1.Unsur Makro
Unsur Hara Makro adalah unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan
dalam jumlah yang relatif besar. Unsur makro yaitu, Nitrogen (N), Fosfor (P),
Kalium (K), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Sulfur (S),
Unsur hara N termasuk unsur yang dibutuhkan dalam jumlah paling
banyak sehingga disebut unsur hara makro primer. N berfungsi untuk
menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil
pada tanaman, sehingga dengan adanya N, tanaman akan merasakan
manfaat sebagai berikut:
a) Membuat tanaman lebih hijau
b) Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah
cabang)
c) Menambah kandungan protein hasil panen.
Tanaman yang kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala :
a) Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat
kekurangan klorofil
b) Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah
cabang sedikit
c) Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak
sebelum waktunya
Unsur P juga merupakan salah satu unsur hara makro primer sehingga
diperlukan tanaman dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berproduksi.
Tanaman mengambil unsur P dari dalam tanah dalam bentuk ion H 2PO4-.
Fosfor dapat ditemukan di bumi di dalam tanah, air dan sedimen
Peningkatan kadar fosfat dalam air laut, akan menyebabkan terjadinya
ledakan populasi (blooming/ eutrofikasi) fitoplankton yang akhirnya dapat
menyebabkan kematian ikan secara massal. Keberadaan unsur P berfungsi
sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme
tanaman, sehingga dengan adanya unsur P maka tanaman akan merasakan
manfaat sebagai berikut:
a) Memacu pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang
baik
b) Memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga
mempercepat masa panen
c) Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah
d) Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya
tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.
Tanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala :
a) Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
b) Sistem perakaran kurang berkembang
c) Daun berwarna keunguan
d) Pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat
2.Unsur Mikro
Unsur mikro adalah unsur yang diperlukan tanaman dalam jumlah
sedikit . Walaupun hanya diserap dalam jumlah kecil , tetapi amat penting
untuk menunjang keberhasilan proses-proses dalam tumbuhan. Unsur mikro
yaitu, Boron (B), Tembaga (Cu), Zinc (Zn), Besi (Fe), Natrium (Na), Cobalt
(Co), Mangan (Mn), Nikel (Ni), dll.
Eutrofikasi adalah suatu proses di mana suatu tumbuhan tumbuh
dengan sangat cepat dibandingkan pertumbuhan yang normal. Proses ini
juga sering disebut dengan blooming. Blooming merupakan kondisi dimana
perairan mengalami ledakan populasi, dengan kata lain merupakan
pencemaran air yang disebabkan oleh munculnya nutrient yang berlebihan
ke dalam ekosistem air.
Eutrofikasi terbagi menjadi dua yaitu cultural eutrophication dan
natural euthropication. Cultural eutrophication terjadi apabila peningkatan
unsur hara di perairan disebabkan oleh aktivitas manusia. Sedangkan
natural euthropication Terjadi jika peningkatan unsur hara diperairan
disebabkan aktivitas alam (bukan aktivitas manusia). Ada beberapa dampak
penyebab eutrofikasi, diantaranya:
1. Konsentrasi oksigen terlarut turun sehingga beberapa spesies ikan
dan kerang susah berkembangbiak.
2. Rusaknya kualitas area yang mempunyai nilai konservasi/ cagar alam
margasatwa.
3. Terjadinya blooming alga dan terproduksinya senyawa toksik yang
akan meracuni ikan dan kerang, sehingga tidak aman untuk
dikonsumsi masyarakat dan merusak industri perikanan. Pada masa
kini hubungan antara pengayaan nutrien dengan adanya insiden
keracunan kerang di perairan pantai/laut meningkat
4. Produksi vegetasi meningkat sehingga penggunaan air untuk navigasi
maupun rekreasi menjadi terganggu. Hal ini berdampak pada
pariwisata dan industri pariwisata.
Untuk penanggulangan eutrofikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara,
yaitu:
1. Melakukan perombakan phospat pada buangan kotoran.
2. Pengontrolan phospat yang terifusi dari pertanian.
3. Perombakan phospat dari deterjen.
4. Pengalihan tempat pembuangan kotoran.