Anda di halaman 1dari 23

MODUL FAAL PARU KLINIS

PROGRAM PENDIDIKAN
DOKTER SPESIALIS
ILMU PENYAKIT PARU

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ILMU
PENYAKIT PARU
MODUL FAAL PARU
FAKULTAS KEDOKTERAN KLINIS
UNIVERSITAS
UDAYANA / RSUP SANGLAH DENPASAR
MODUL RADIOLOGI
PROGRAM PENDIDIKAN
DOKTER SPESIALIS
ILMU PENYAKIT PARU

DOSEN PENGAMPU :

Prof.Dr.dr. I Putu Gede Adiatmika , M.Kes, Sp.Erg, AIFO

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ILMU
PENYAKIT PARU
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
UDAYANA / RSUP SANGLAH DENPASAR

1
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar belakang


Program Pendidikan Dokter Spesialis Paru bertujuan menghasilkan Spesialis Paru
yang mempunyai kompetensi yang dapat mendukung peran, tugas, dan tanggung jawab
mereka setelah lulus. Salah satu kompetensi yang wajib dikuasai adalah pengetahuan tentang
fisiologi paru dan pemeriksaannya, karena pemeriksaan fisiologi paru (faal paru) sering
dijumpai dalam praktek klinik sehari-hari. Untuk itu dibutuhkan suatu modul untuk mencapai
pengetahuan fisiologi paru yang dibutuhkan oleh seorang Dokter Spesialis Paru.
Modul ini mencakup penguasaan ilmu di bidang fisiologi paru dalam hal embriologi
paru, anatomi paru, fisiologi pernapasan, faal paru statis, faal paru dinamis, faal paru difusi,
analisis gas darah, dan pemeriksaan faal paru. Diharapkan dapat dicapai kompetensi sebagai
seorang spesialis paru dalam penguasaan ilmu faal paru klinis.
Modul ini berlangsung selama 2 minggu pada semester 2 yang terdiri dari 3 SKS.

1.2. Tujuan
1.2.1. Tujuan Umum
Peserta didik harus mampu bersikap dan beretika yang baik, menguasai pengetahuan faal
paru klinis serta melakukan pemeriksaan faal paru dengan baik

1.2.2. Tujuan khusus


1.2.2.1 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang embriologi paru
1.2.2.2 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang anatomi paru
1.2.2.3 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang fisiologi paru.
1.2.2.4 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru statis.
1.2.2.5 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru dinamis.
1.2.2.6 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru difusi
1.2.2.7 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang analisis gas darah.
1.2.2.8 Peserta didik mampu melaksanakan pemeriksaan spirometri dengan
menerapkan prinsip keselamatan pasien
1.2.2.9 Mampu bekerjasama dalam tim dengan dokter dan tenaga kesehatan

2
MODUL FAAL PARU KLINIS
lainnya yang terkait dengan pemeriksaan spirometri dan berkomunikasi
secara efektif dengan pasien, keluarga dan pihak-pihak lain yang terlibat
dalam pemeriksaan spirometri.

3
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB II

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik yang dapat mengikuti Modul Faal Paru Klinis adalah peserta PPDS Ilmu
Penyakit Paru FK Unud/ RSUP Sanglah semester 2.
Modul faal paru klinis berlangsung selama 2 minggu di bagian/SMF Fisiologi (Faal) RSUP
Sanglah.

4
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB III

Sasaran Pembelajaran

Setelah menyelesaikan Modul Faal Paru Klinis, peserta didik PPDS 1 Ilmu Penyakit Paru FK UNUD
diharapkan mampu:
3.1 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang embriologi paru
3.2 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang anatomi paru
3.3 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang fisiologi paru.
3.4 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru statis.
3.5 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru dinamis.
3.6 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang faal paru difusi
3.7 Peserta didik mengetahui dasar-dasar ilmu tentang analisis gas darah.
3.8 Peserta didik mampu melaksanakan pemeriksaan spirometri dengan menerapkan prinsip
keselamatan pasien

5
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB IV

Lingkup Bahasan

Lingkup bahasan pada Modul Faal Paru Klinik untuk PPDS 1 Ilmu Penyakit Paru difokuskan
pada materi terkait pencapaian kompetensi tingkat 4A sesuai dengan Standar Kompetensi
Dokter Paru Indonesia. Uraian mengenai lingkup bahasan yang dicakup pada modul ini dapat
dilihat pada tabel berikut:

Sasaran Pokok/Topik Lo Subpokok/Subtopi Rujuka


Pembelajaran Bahasan A k Bahasan n (pakai
nomer)
Peserta didik oPeserta didik 4A Pemahaman dan 1
harus mampu mengetahui dasar- penjelasan tentang
bersikap dan dasar ilmu tentang embriologi paru,
beretika yang embriologi paru anatomi paru,
oPeserta didik
baik, menguasai fisiologi paru.
mengetahui dasar-
4A
pengetahuan faal dasar ilmu tentang Pemahaman dan
paru klinis serta anatomi paru penjelasan tentang
melakukan oPeserta didik faal paru statis, faal
mengetahui dasar-
pemeriksaan faal paru dinamis, faal
dasar ilmu tentang 4A
paru dengan baik paru difusi.
fisiologi paru.
oPeserta didik Pemahaman dan
mengetahui dasar- penjelasan tentang
dasar ilmu tentang 4A analisis gas darah
faal paru statis. Pemeriksaan
oPeserta didik
spirometri
mengetahui dasar-
Interpretasi hasil
dasar ilmu tentang
4A pemeriksaan
faal paru dinamis.
oPeserta didik spirometri
mengetahui dasar-
dasar ilmu tentang
faal paru difusi
oPeserta didik 4A
mengetahui dasar-
dasar ilmu tentang

6
MODUL FAAL PARU KLINIS
analisis gas darah.
oPeserta didik mampu
4A
melaksanakan
pemeriksaan
spirometri dengan
menerapkan prinsip
keselamatan pasien 4A

Rujukan Utama

7
MODUL FAAL PARU KLINIS
1. Hughes JMB, Pride NB. Lung function test, physiological principles and clinical
applications. London: W.B Saunders; 2001Kompetensi Spesialis Penyakit Paru dibagi 2
(dua) yaitu kompetensi utama dan kompetensi tambahan. Kompetensi utama adalah
kompetensi yang diajarkan selama menjalani pendidikan, sedangkan kompetensi
tambahan adalah kompetensi yang didapatkan di luar masa pendidikannya dan melalui
pelatihan yang tersertifikasi oleh PDPI.

Kompetensi utama dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu :

1. Kompetensi umum
2. Kompetensi bidang
3. Kompetensi keadaan khusus
Kompetensi bidang dibagi menjadi 2 (dua) yaitu

1. Kompetensi penyakit
2. Kompetensi keterampilan klinis
Kompetensi penyakit dan kompetensi keterampilan klinis terdiri dari 4 tingkat
kompetensi yang disusun berdasarkan modifikasi piramida Miller (knows, knows how, shows,
does). Pada gambar berikut ini disajikan tahapan pencapaian kompetensi sekaligus cara
evaluasinya.

Gambar 1. Pembagian tingkat kemampuan menurut Piramida Miller dan alternatif cara
mengujinya pada peserta didik

Kompetensi penyakit

Tingkat Kompetensi Definisi

Tingkat Kemampuan 1 : Mampu mengenali, menjelaskan, mengerti,

8
MODUL FAAL PARU KLINIS
Mengenali dan memahami, menganalisis, merumuskan dan
menjelaskan mengevaluasi penyakit dan tatalaksananya,
gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang
paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih
lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya
menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien.

Tingkat Kemampuan 2 : Mampu membuat diagnosis klinik (diagnosis kerja)


terhadap penyakit tersebut dan menentukan
Mendiagnosis dan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien
merujuk selanjutnya.
Dokter spesialis juga mampu menindaklanjuti
sesudah kembali dari rujukan.
Tingkat Kemampuan 3 : Mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi
penanganan pasien selanjutnya
Mendiagnosis, Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari
melakukan rujukan.
penatalaksanaan awal
dan merujuk

Kompetensi keterampilan klinis

Tingkat Kompetensi Definisi

Tingkat kemampuan 1 : Mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk


aspek biomedik dan psikososial keterampilan
Mengetahui dan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada
menjelaskan pasien/klien dan keluarganya, teman sejawat, serta
profesi lainnya tentang prinsip, indikasi, dan
komplikasi yang mungkin timbul.

Tingkat kemampuan 2 : Menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan


ini dengan penekanan pada clinical reasoning dan
Pernah melihat atau problem solving serta berkesempatan untuk melihat
didemonstrasikan dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk
demonstrasi atau pelaksanaan langsung pada
pasien/masyarakat.

Tingkat kemampuan 3 : Menguasai pengetahuan teori keterampilan ini


termasuk latar belakang biomedik dan dampak
Pernah melakukan atau psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan
pernah menerapkan di untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut
bawah supervisi dalam bentuk demonstrasi atau pelaksanaan
langsung pada pasien/masyarakat, serta berlatih
keterampilan tersebut pada alat peraga dan/atau

9
MODUL FAAL PARU KLINIS
standardized patient

Tingkat Kemampuan 4A : Mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan


penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri
Mendiagnosis, melakukan dan tuntas, maupun rawat bersama.
penatalaksanaan secara
mandiri dan tuntas

Pembagian dan definisi tingkat kompetensi penyakit di Standar Kompetensi Dokter


Spesialis Paru (SK DSP) mengacu pada SKDI 2014, yaitu 1, 2, 3A, 3B, dan 4A. Untuk
mengakomodasi kasus penyakit paru yang lebih kompleks dari kasus level 4A di SKDI.

10
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB V

Metode Pengajaran

Metode pembelajaran yang digunakan pada Modul Faal Paru Klinis yaitu kuliah, diskusi,
praktikum secara simultan selama dua minggu di Bagian/SMF Fisiologi FK Universitas
Udayana. Tugas ilmiah yang dibebankan pada modul faal paru adalah journal reading.

Sasaran Pokok/Topik LoA Subpokok/ Topik Metode Pengajaran


Pembelajar Bahasan Bahasan Orient Latiha Umpan
an asi n Balik
Peserta didik oPeserta didik 4A Pemahaman dan Diskusi Praktik Pre test
harus mengetahui penjelasan tentang topik um dan post
journal dibawa test
mampu dasar-dasar embriologi paru,
readin h
bersikap dan ilmu tentang anatomi paru, g supervi
embriologi si
beretika yang fisiologi paru.
paru
baik, oPeserta didik Pemahaman dan
menguasai mengetahui 4A penjelasan tentang
pengetahuan dasar-dasar faal paru statis, faal
faal paru ilmu tentang paru dinamis, faal
klinis serta anatomi paru paru difusi.
oPeserta didik
melakukan Pemahaman dan
mengetahui
pemeriksaan penjelasan tentang
dasar-dasar 4A
faal paru analisis gas darah
ilmu tentang
dengan baik fisiologi paru. Pemeriksaan
oPeserta didik spirometri
mengetahui Interpretasi hasil
dasar-dasar
4A pemeriksaan
ilmu tentang
spirometri
faal paru
statis.
oPeserta didik
mengetahui
dasar-dasar
4A
ilmu tentang
faal paru
dinamis.

11
MODUL FAAL PARU KLINIS
oPeserta didik
mengetahui
dasar-dasar
ilmu tentang 4A
faal paru difusi
oPeserta didik
mengetahui
dasar-dasar
ilmu tentang 4A
analisis gas
darah.
oPeserta didik
mampu
melaksanakan
pemeriksaan
spirometri 4A
dengan
menerapkan
prinsip
keselamatan
pasien

12
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB VI

Sumber Daya

Modul Faal Paru terdiri dari dua SKS dan diselesaikan dalam waktu dua minggu.
Sasaran pembelajaran diselesaikan dalam waktu 2 minggu. Kuliah interaktif, dan diskusi
topik dilakukan setiap hari Senin-Jumat pukul 12.00 - 13.00 WITA. Pre test diadakan
sebelum modul faal paru dimulai dan post test diadakan setelah modul faal paru selesai. Ujian
sumatif tahap satu dilakukan di akhir semester tiga yang salah satunya memuat materi modul
faal paru.

6.1 Matriks Kegiatan

Semester 2 Minggu ke 1-2 (Bagian Fisiologi (Faal) )

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat

07.30-
Kuliah Kuliah Kuliah Kuliah Kuliah
09.00

Pemeriksa
09.00- Pemeriksaa Pemeriksaa Pemeriksaa Pemeriksaan
an
12.00 n spirometri n spirometri n spirometri spirometri
spirometri

12.00-
Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
13.00

13.00-
Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi Diskusi
14.00

Belajar Belajar Belajar Belajar Belajar


14.00--
Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri

6.2 Sumber Daya Manusia

13
MODUL FAAL PARU KLINIS
Tugas Narasumber
Penanggung jawab modul Prof.Dr.dr. I Putu Gede Adiatmika ,
M.Kes, Sp.Erg, AIFO
Pengampu/penyelenggara modul Staf Bagian/SMF Fisiologi FK Unud-
RSUP Sanglah Denpasar

Persyaratan staf pengajar

1 Narasumber
Staf pengajar yang menjadi narasumber adalah staf pengajar di Bagian/SMF Fisiologi
FK Unud Denpasar, dengan pendidikan minimal S2.

2 Tutor
Tutor adalah staf pengajar tingkat pendidikan minimal S2.

6.3 Sarana dan prasarana

a Waktu pembelajaran
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan modul faal paru klinik adalah 2 minggu
(3 SKS).

b Gedung/ruangan/kapasitas dan peralatan belajar


1. Ruang pemeriksaan spirometri SMF/Bag Fisiologi di FK Unud
2. Perpustakaan di Bagian/SMF Fisiologi di FK Unud

BAB VII

14
MODUL FAAL PARU KLINIS
Evaluasi

Sasaran Pokok/Topik Subpokok/Sub topic Metode EHP


Pembelajaran Bahasan Bahasan
Peserta didik harus oPeserta didik Pemahaman dan Formatif:
mampu bersikap mengetahui dasar- penjelasan tentang Journal reading,
logbook, pre-test
dan beretika yang dasar ilmu tentang embriologi paru,
dan post test
baik, menguasai embriologi paru anatomi paru, Sumatif:
oPeserta didik
pengetahuan faal fisiologi paru. Ujian sumatif
mengetahui dasar-
tahap 1
paru klinis serta dasar ilmu tentang Pemahaman dan
melakukan anatomi paru penjelasan tentang
pemeriksaan faal oPeserta didik faal paru statis, faal
mengetahui dasar-
paru dengan baik paru dinamis, faal
dasar ilmu tentang
paru difusi.
fisiologi paru.
oPeserta didik Pemahaman dan
mengetahui dasar- penjelasan tentang
dasar ilmu tentang analisis gas darah
faal paru statis. Pemeriksaan
oPeserta didik
spirometri
mengetahui dasar-
Interpretasi hasil
dasar ilmu tentang
pemeriksaan
faal paru dinamis.
oPeserta didik spirometri
mengetahui dasar-
dasar ilmu tentang
faal paru difusi
oPeserta didik
mengetahui dasar-
dasar ilmu tentang
analisis gas darah.
oPeserta didik mampu
melaksanakan
pemeriksaan
spirometri dengan
menerapkan
prinsip
keselamatan
pasien

15
MODUL FAAL PARU KLINIS
Sebelum peserta PPDS dapat mengikuti evaluasi hasil pembelajaran modul faal paru klinik
yang tergabung dalam ujian sumatif tahap 1, terdapat beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi:
1 Telah mengisi logbook.
2 Telah menyelesaikan tugas journal reading dengan nilai minimal 70.
3 Telah menyelesaikan ujian pre-test dan post test dengan nilai minimal 70.
4 Memiliki afektif yang baik selama bertugas di Bag/SMF Fisiologi FK Unud.
Apabila peserta PPDS tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut, maka peserta didik
tidak dapat mengikuti ujian dan harus menyelesaikan persyaratan tersebut.

Nilai batas lulus untuk evaluasi hasil pembelajaran akhir minimal 70 dari rata-rata
penilaian yang dilakukan. Bagi peserta PPDS yang tidak lulus ujian sumatif tahap 1 dapat
melakukan remedial evaluasi tahap akhir setelah jeda dua minggu.

Kriteria evaluasi hasil pembelajaran dan persentase pembobotannya adalah sebagai


berikut:

Bentuk Sifat Instrumen Bobot Nilai Batas


Lulus
Ujian Formatif Pre-test 20% 70 (skala 1-
pengetahuan Post-test 99)
dasar
Penilaian Formatif Mini-PAT 10% 70 (skala 1-
afektif 99)
Makalah Formatif Journal reading 20% 70 (skala 1-
evidence- 99)
based critical
review
Ujian tulis Sumatif Ujian sumatif 50% 70 (skala 1-
dan lisan tahap 1 99)

Konversi nilai hasil evaluasi pembelajaran ke dalam transkrip nilai adalah sebagai berikut:

Nilai (angka) Nilai (abjad) Keterangan


85-100 A Lulus dengan sangat
memuaskan
70-84 B Lulus
55-69 C Tidak lulus (remedial)

16
MODUL FAAL PARU KLINIS
<55 D Tidak lulus (remedial)

17
MODUL FAAL PARU KLINIS
BAB VIII

Lampiran

Lampiran Instrumen Penilaian

Pedoman Pemakaian Instrumen Peer Assessment Tool (mini PAT) Untuk Menilai
Kompetensi Klinik (Good Medical Practice) PPDS

Mini PAT adalah suatu metode untuk menilai prestasi klinik PPDS. Berbeda dengan metode
penilaian lain, mini-PAT ditunjukkan menilai prestasi PPDS dalam menelola pasien yang
didasarkan pada kemampuan PPDS secara rutin dalam menangani pasien.

Keterangan kompetensi dalam Mini PAT :

1. Kemampuan membuat diagnosis (Ability to diagnose patient problems)


Kemampuan dalam mendiagnosis masalah pasien, mempormulasikan rencana tatalaksana
yang sesuai, kesadaran akan keterbatasan diri, kemampuan berespon terhadap aspek
psikososial penyakit, dan penggunaan sumber sumber yang sesuai yang diperlukan
dalam mendiagnosis pasien seperti permintaan pemeriksaan penunjang diagnostik :
laboratorium dll.

2. Menjaga praktek kedokteran yang baik (Maintaining good medical practice)


Kemampuan mempergunakan waktu dengan efektif dan mengetahui prioritas yang harus
dikerjakan terlebih dahulu dan kecakapan secara teknis dan melakukan tindakan medis
sesui dengan kasus yang ditangani

3. Mengajar, melatih menelaah dan menilai (Teaching and appraising and assessing)
Memiliki kemampuan dan keinginan mengajar / melatih / menilai teman sejawat
mahasiswa (dokter muda) secara efektif
4. Hubungan dengan pasien (relationship with patients)
Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan pasien, penunggu pasien dan / atau
keluarga pasien, serta dapat menghargai pasien dan dapat menjaga hak pasien atas
keberhasilan penyakitnya.

5. Kerjasama dengan teman sejawat (Working with colleagues)


Memiliki kemampuan komunikasi verbal maupun non verbal (tertulis) dengan teman
sejawat, dapat memahami dan menghargai / menilai kontribusi orang lain. Mudah
dihubungi, handal dan jujur dalam melakukan pekerjaan

18
MODUL FAAL PARU KLINIS
6. Penilaian secara keseluruhan.
Kemampuan dalam mencapai keputusan klinis sintesis, kepedulian (caring),
profesionalisme dalam menunjukkan praktek kedokteran serta kemampuan bekerja sama
dengan sejawat secara lege artis.

Catatan

Apabila dalam melakukan Mini-PAT ada asupan harap ditulis padas kolom yang tersedia, dan
nama penilai dapat tidak ditulis (anomim).

19
MODUL FAAL PARU KLINIS
BORANG MINI-PAT (Peer Assessment Tool)

Nama DPJP Penilai : ____________________ Tanggal : ___________________

Nama mahasiswa / PPDS : __________________ Tahap :

Bagaimanan anda menilai residen ini dalam


< 50 50-59 60-69 70-79 80-100
Hal ini : E D C B A

Kemampuan mendiagnosis pasien

1. Kemampuan untuk mendiagnosis


Masalah pasien

2. Kemampuan memformulasikan rencana


Tatalaksana yang sesuai

3. Kesadaran akan keterbatasan diri sendiri


4. Kemampuan berespon terhadap asepek
psikososial dari penyakit
5. Penggnaan sumber sumber yang sesuai
(misal : permintaan pemeriksan
laboratorium, dll)

Menjaga praktek kedokteran yang baik

6. Kemampuan mempergnakan waktu dengan


efektif / prioritas
7. Kecakapan secara teknis (sesuai dengan
kemampuan praktek kasus ini)

Mengajar, melatih, menelah dan menilai

20
MODUL FAAL PARU KLINIS
8. Keinginan dan efektifitas saat mengajar /
melatih temah sejawat, mahasiswa

Hubungan dengan pasien

9. Komunikasi dengan pasien


10. Komunikasi dengan penunggu pasien dan
atau keluarga
11. menghargai pasien dan haknya atas
keberhasilan

Kerjasama dengan teman sejawat

12. Komunikasi verbal dengan teman sejawat


13. Komunikasi tertulis sengan teman sejawat
14. kemampuan memahami dan menilai
kontribusi dari orang
15. assesibilitas / reabilitas
16. secara keseluruhan, bagaimana penilaian
anda terhadap residen ini

17. Apakah anda masukkan terhadap PPDS


ini ?

Bila ya, tuliskan asupan saudara :

Tanda tangan DPJP penilai

(_________________)

21
MODUL FAAL PARU KLINIS
TEAM PENYUSUN MODUL

1. Prof.Dr.dr. I Putu Gede Adiatmika , M.Kes, Sp.Erg, AIFO

22