Anda di halaman 1dari 4

3.

4 Intervensi Keperawatan
Tabel 3.5 Intervensi Keperawatan pada Masalah Nyeri
Diagnosa Keperawatan 1 Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Nyeri berhubungan dengan Setelah dilakukan 1) Kaji nyeri dengan skala 1) Nyeri merupakan respons
trauma jaringan lunak, yang tindakan keperawatan selama 2 0-10 subjektif yang dapat dikaji
ditandai dengan klien x 24 jam, diharapkan nyeri 2) Pantau keluhan nyeri dengan menggunakan skala nyeri.
mengatakanNyeri pada paha kiri, berkurang atau teradaptasi lokal, apakah disertai 2) Deteksi dini untuk mengetahui
rasanya seperti nyilu, nyeri tidak dengan kriteria hasil: pembengkakkan. adanya tanda sindrom
menyebar ke area lain hanya di 1. Secara subjektif klien 3) Atur imobilisasi pada kompartemen.
paha kiri saja, skala 4 (0-10) nyeri melaporkan nyeri berkurang paha. 3) Imobilisasi yang adekuat dapat
sedang, nyeri hilang timbul nyeri 2. Skala nyeri 0-3 (0-10) 4) Ajarkan teknik mengurangi pergerakkan fragmen
berlangsung selama 15 menit 3. Ttv dalam batas normal : relaksasi pernapadan tulang.
terasa nyeri terutama pada saat - TD= 120/80 mmHg dalam kertika nyeri 4) Meningkatkan asupan O2
bergerak di tandai dengan - S= 36,37,50 C muncul. sehingga akan menurunkan nyeri
Perlukaan lokasi paha kiri dengan - N= 60-100x/menit 5) Ajarkan teknik sekunder akibat iskemia.
panjang 6 cm dan lebar 2 cm - RR= 16-24x/menit distraksi pada saat 5) Distraksi dapat menurunkan
dengan kondisi luka masih 4. Klien tidak gelisah dan nyeri stimulus internal.
terbalut verban elastis, terjadi tampak rileks 6) Manajemen lingkungan 6) Lingkungan yang tenang akan
pembengkakkan di femur sinistra, : batasi pengunjung, menurunkan stimulus nyeri
hasil pemeriksaan radiologi ciptakan lingkungan eksternal, pembatasan
terjadi patah tulang di femur yang tenang, dan pengunjung membantu
sinistra, TTV: TD = 130/90 istirahatkan klien. meningkatkan O2 ruangan.
mmHg, N = 90 x/menit, RR = 22 7) Kolaborasi dalam Istirahat akan menurunkan
x/menit, S = 36,50C. pemberian analgetik. kebutuhan O2 jaringan perifer.
7) Analgetik memblok lintasan nyeri
sehingga nyeri berkurang.

Tabel 3.6 Intervensi Keperawatan pada Masalah Hambatan Mobilitas Fisik

51
Diagnosa keperawatan 2 Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Hambatan mobilitas fisik Setelah dilakukan 1) Kaji mobilitas yang ada dan 1) Mengetahui tingkat kemampuan
berhubungan dengan observasi peningkatan klien dalam melakukan
tindakan keperawatan selama 3
terputusnya kontunuitas tulang kerusakan. Kaji secara aktivitas.
yang ditandai dengan klien x 24 jam, diharapkan klien teratur fungsi motorik. 2) Imobilisasi yang adekuat
mengatakan Pasien 2) Atur posisi imobilisasi pada mengurangi pergerakkan
mampu melakukan aktivitas
mengatakan selama ia sakit daerah frakur. fragmen tulang yang menjadi
semua aktivitasnya dilakukan fisik dengan kriteria hasil. 3) Ajarkan pasien untuk unsur utama penyebab nyeri
ditempat tidur dan semuanya di 1) Klien dapat ikut serta dalam melakukan latihan gerak pada paha.
bantu oleh keluarganya di program latihan. aktif pada ekstremitas yang 3) Gerakkan aktif memberikan
tandai dengan terjadi 2) Tidak terjadi kontraktur tidak sakit. massa, tonus, dan kekuatan otot
pembengkakkan di femur sendi 4) Bantu klien melakukan serta memperbaiki fungsi
sinistra, dari hasil pemeriksaan 3) Bertambahnya kekuatan latihan ROM, perawatan jantung dan pernafasan.
radiologi ada terjadi Patah otot. diri sesuai toleransi. 4) Untuk memelihara fleksibilitas
tulang di femur kekuatan otot 4) Klien menunjukkan 5) Kolaborasi dengan ahli sendi sesuai kemampuan.
ekstrimitas bawah kiri 1 dan tindakan untuk fisioterapi untuk latihan 5) Peningkatan kemampuan dalam
kanan 5 ( kekuatan utuh ). meningkatkan mobilisasi. fisik klien. mobilisasi ekstrimitas dapat
dicapai dengan latihan fisik dari
tim ahli fisioterapi.

52
3.5 Implementasi dan Evaluasi Keperawatan
Tabel 3.7 Implementasi dan Evaluasi pada Masalah Nyeri
Hari, tanggal Jam Implementasi Evaluasi (SOAP) TTD Perawat
Sabtu 12/03/2016 Diagnosa Keperawatan 1 S: Pasien mengatakan masih merasa nyeri, nyeri seperti rasa
1) Melakukan pengkajian nyilu, nyeri tidak menyebar, skala nyeri 4 (0-10), nyeri
19.00 WIB
pada pasien: anamnesa, hilang timbul terutama pada saat kaki di gerakkan.
pemeriksaan fisik.
2) Mengobservasi TTV O:
3) Menganjurkan pasien 1) Terjadi perlukaan di femur sinistra
Satria. P
untuk imobilisasi paha 2) Terjadi pembengkakkan di femur sinistra
sebelah kiri. 3) Patah tulang di femur sinistra
4) Pasien tampak meringis.
5) Hasil TTV TD = 130/90 mmHg, N = 78 x/menit, RR = 20
x/menit, S = 36,50C

A: Nyeri masih belum teratasi.

P: Lanjutkan intervensi nomor 3 dan 4.

53
Tabel 3.8 Implementasi dan Evaluasi pada Masalah Hambatan Mobilitas Fisik
Hari/Tanggal Jam Implementasi Evaluasi (SOAP) TTD Perawat
Selasa 12/03/2016 Diagnosa Keperawatan 2 S: Pasien mengatakan semua aktivitasnya masih
20.00 WIB 1) Melakukan pengkajian pada dilakukan ditempat tidur dan masih di bantu oleh
pasien: anamnesa, pemeriksaan keluarga
fisik, dan observasi TTV.
2) Mengobservasi TTV O:
1) Masih terpasang skin traksi dengan beban 4 kg di
kaki kiri.
2) Masih ada perlukaan di paha kiri.
3) Masih terjadi pembengkakkan di paha kiri. Satria. P
4) Hasil TTV
- TD = 130/90 mmHg
- N = 78 x/menit
- RR = 20 x/menit
- S = 36,50C

A: Hambatan Mobilitas Fisik belum teratasi.

P: Lanjutkan Intervensi 3,4 dan 5.

54