Anda di halaman 1dari 4

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembatas Kecepatan Kendaraan (speed bump) adalah bagian jalan yang
ditinggikan berupa tambahan aspal atau semen yang dipasang melintang di jalan
untuk pertanda memperlambat laju/kecepatan kendaraan. Untuk meningkatkan
keselamatan dan kesehatan bagi pengguna jalan ketinggiannya diatur dan apabila
melalui jalan yang akan dilengkapi dengan rambu-rambu pemberitahuan terlebih
dahulu mengenai adanya pembatas kecepatan kendaraan (speed bump), khususnya
pada malam hari, maka speed bump dilengkapi dengan marka jalan dengan garis
serong berwarna putih atau kuning yang kontras sebagai pertanda.
Speed bump ini pertama kali dicetuskan oleh seorang fisikawan bernama Arthur
Holly Campton. Ketika itu, ia merasa terganggu dengan cepatnya laju kendaraan
yang melintas di depan kantornya yang begitu bising terdengar. Maka keluarlah
gagasan untuk membuat sebuah konsep pembatas kecepatan laju kendaran di tahun
1927, yang hingga kini sering disebut speed bump.
Persoalan penting lain yang dihadapi pemerintah Indonesia adalah kemacetan
lalu lintas yang disebabkan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Jumlah
kendaraan bermotor yang melintas jalan raya sekarang ini semakin meningkat. Rasio
kendaraan beromotor yang melintas di jalan raya semakin cepat sehingga kondisi
jalan raya jarang sepi. Jutaan energi gerak kendaraan di jalan raya atau jalan sekitar
kampus dengan kerapatan 10 detik/kendaraan perlu dimanfaatkan. Salah satu
pemanfaatannya adalah dengan membangun pembangkit listrik tenaga roda berjalan
atau pemanfaatan energi gerak yang terbuang pada saat kendaraan melintasi polisi
tidur. Bila semua masa kendaraan memiliki potensi energi yang dapat dibangkitkan
menjadi energi listrik, maka dengan memanfaatkan media jalan raya dan suatu

1
2

mekanisme tertentu yang dirancang pada jalan raya, memungkinkan dapat dihasilkan
energi listrik dari sumber yang belum disadari sebelumnya.
Speed bump (polisi tidur) adalah gundukan yang dibuat melintang dijalan untuk
membatasi kecepatan laju kendaraan. Fungsi polisi tidur adalah untuk menjaga
keteraturan berlalu lintas dan juga menjaga agar para pengendara kendaraan
bermotor untuk memperlambat laju kendaraan. Dengan persoalan ini speed bump
dapat dimanfaat sebagai salah satu sumber penghasil energi yang terbarukan guna
dalam menghasilkan energi listrik. Proses penghasilan energi listrik ini adalah
dengan melakukan perubahan energi kinetik dari kendaraan bermotor menjadi energi
mekanik yang berupa putaran pada generator. Cara kerjanya adalah ketika speed
bump dilewati sepeda motor, akibat bobot kendaraan motor bagian depan dan
belakang tersebut, speed bump akan turun. Akibat penurunan itu, lantai speed bump
akan menekan dan memutar crank shaft 45 derajat, crank shaft tersebut akan
meneruskan putaran menuju poros dan transmisi one way kemudian diteruskan
menuju generator dan listrik yang dihasilkan disimpan di dalam aki.
Melalui ulasan diatas penulis mendapat ide untuk merancang dan membuat
speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme crank shaft dimana jumlah energi
kinetik yang berasal dari kendaraan bermotor dapat dimanfaatkan semaksimal
mungkin agar potensi dari energi ini tidak terbuang secara sia-sia.

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang akan dibahas dalam rancang bangun speed bump (polisi tidur)
energy harvester adalah bagaimana merancang dan membuat polisi tidur dengan
mekanisme crank shaft yang dapat menghasilkan energi listrik.
3

1.3 Batasan Masalah


Agar tidak meluasnya permasalahan yang akan dibahas maka perlu adanya
batasan masalah. Batasan masalah dalam penulisan laporan ini adalah bagian statis
dan dinamis yaitu sebagai berikut:
Perencanaan mur dan baut.
Perencanaan bantalan.
Perencanaan rodagigi.
Perencanaan poros.
Perencanaan bearing.
Perencanaan pegas.
Proses permesinan statis tertentu.

1.4 Tujuan dan Manfaat


1.4.1 Tujuan
Tujuan dari rancang bangun speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme
crank shaft dalam Proyek Akhir ini adalah:
a. Merancang dan membuat speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme crank
shaft bagian statis.
b. Merancang dan membuat speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme crank
shaft bagian dinamis.

1.4.2 Manfaat
Manfaat dari rancang bangun speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme
crank shaft dalam Proyek Akhir ini adalah:
a. Bagi Mahasiswa
1) Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya (D3) Teknik Mesin
Universitas Jember.
2) Sebagai suatu penerapan teori dan praktek kerja yang didapatkan selama
dibangku kuliah.
3) Menambah pengetahuan tentang cara merancang dan membuat suatu karya
teknologi yang bermanfaat.
4

b. Bagi Perguruan Tinggi


1) Dapat memberikan informasi perkembangan teknologi khususnya Jurusan
Teknik Mesin Universitas Jember kepada institusi pendidikan lain.
2) Sebagai bahan kajian kuliah di Jurusan Teknik Mesin Universitas Jember
dalam mata kuliah bidang teknik mesin.
c. Bagi Masyarakat
1) Diharapkan dengan adanya speed bump (polisi tidur) dengan mekanisme
crank shaft ini dapat digunakan sebagai alat alternatif dalam penghasil
sumber energi listrik untuk masyarakat.