Anda di halaman 1dari 22

PRESISI & AKURASI

Nia Kristiningrum, M.Farm., Apt.


Fakultas Farmasi Universitas Jember
PRESISI
Adalah kedekatan dari
suatu seri pengukuran
yang diperoleh dari
sampel yang homogen
semakin kecil
perbedaan hasilnya
maka semakin presis
PRESISI
Terdiri dari :
Repetability
Intermediate Precision
Reproducibility
Repeatability
Menunjukkan presisi pada kondisi yang sama
dan interval waktu yang singkat
Disebut juga Intra-assay precision
dilakukan dengan menganalisis minimal 9
determinasi (3 konsentrasi/3 replikasi) atau
minimal 6 determinasi pada konsentrasi 100%
Intermediate Precision
Disebut juga within-laboratory variations
Berbeda hari, atau analis, atau
instrument (dalam satu laboratorium)
Sebagai bagian Ruggedness menurut
USP
Reproducibility

Repeatability test pada laboratorium yang


berbeda

Berbeda analisis atau instrument dari


laboratorium yang berbeda
Penilaian Presisi
Menghitung nilai Relative Standard
Deviation (RSD) atau Coefficient
variacy (CV)
SD
RSD 100%
x
( xi x )
2
SD
n 1
xi
x
n
Repeatability & Intermediate Precision

Day 1 Day 2
100.6 99.5
100.8 99.9
100.1 98.9
100.3 99.2
100.5 99.7
100.4 99.6

Mean = 100.5 Mean = 99.5


RSD = 0.24% RSD = 0.36%
Grand
Mean = 100.0
RSD = 0.59%
Reproducibility
Lab 1 Lab 2 Lab 3

Day 1 Day 2 Day 1 Day 2 Day 1 Day 2

Man 1 Man 2 Man 1 Man 2 Man 1 Man 2

3 Prep 3 Prep 3 Prep 3 Prep 3 Prep 3 Prep


KURVA HORWITZ
Nilai simpangan baku relatif atau disebut juga koefisien
variasi (RSD, KV ) akan meningkat dengan menurunnya
konsentrasi analit. HORWITZ telah melakukan kajian
terhadap 3000 hasil analisis yang diambil dari studi
kolaboratif AOAC dan memberikan hasil sebagai berikut

KV = + 2(1-0,5 log C)

Di mana C adalah konsentrasi yang dinyatakan sebagai


fraksi desimal
Misalnya untuk kadar C = 100%, maka fraksi
desimalnya = 100/100 = 1
KV = + 2(1-0,5 log 1) = 2%
Hubungan RSD/KV terhadap C digambarkan sebagai
kurva berupa terompet. Oleh karena itu kurva
tersebut dinamakan kurva HORWITZ

Jika nilai RSD/KV dari percobaan dibandingkan


terhadap RSD/KV yang dihitung dari persamaan
HORWITZ akan diperoleh HORWITZ RATIO atau
HORRAT:

HORRAT = KVobs/KVcalc
Jika nilai HORRAT <2 menandakan metode analisis
mempunyai presisi yang memadai
Harga RSD yang dihitung dari persamaan HORWITZ

Konsentrasi relatif RSD (%)


100 (100%) 2,00
10-1 (10%) 2,83
10-2 (1%) 4,00
10-3 (0,1 %) 5,66
10-4 8,00
10-5 11,31
10-6 (ppm) 16,00
10-7 22,63
10-8 32,00
10-9 (ppb) 45,25
10-10 64,00
10-11 90,51
10-12 (ppt) 128,00
Analyte concentration versus
precision
Analyte % Analyte ratio Unit RSD (%)
100 1 100 % 1.3
10 10-1 10 % 2.7
1 10-2 1% 2.8
0.1 10-3 0.1% 3.7
0.01 10-4 100 ppm 5.3
0.001 10-5 10 ppm 7.3
0.0001 10-6 1 ppm 11
0.00001 10-7 100 ppb 15
0.000001 10-8 10 ppb 21
0.0000001 10-9 1 ppb 30
AOAC manual for the Peer-Verified Methods program
AKURASI
Adalah kedekatan hasil
analisis dengan nilai
yang sebenarnya
Semakin kecil
perbedaan hasil
analisis dengan harga
benar metode
semakin akurat
Cara Menentukan Akurasi

METODE

ADISI STANDAR ADISI STANDAR


PADA PLASEBO PADA SAMPEL
Cara Menentukan Akurasi
Menggunakan minimal 3 level konsentrasi
dan masing-masing replikasi 3 kali (total
ada 9 data)
Adisi standar pada blanko/plasebo
dianjurkan konsentrasi 80% - 120 %
Adisi standar pada sampel dianjurkan
pada konsentrasi 30 60% dari kadar
hasil presisi
Penilaian Akurasi
Biasanya dinyatakan dalam persen
perolehan kembali (% recovery)
Dapat dilakukan melalui pebandingan
hasil analisis antara metode yang
divalidasi dengan metode standar uji t
harus tidak berbeda makna
Persen perolehan kembali (% recovery)
Analyte recovery at different concentration
Analyte Ingred. Analyte Mean recovery
Unit
(%) ratio (%)
100 1 100 % 98-102
10 10-1 10 % 98-102
1 10-2 1% 97-103
0.1 10-3 0.1% 95-105
0.01 10-4 100 ppm 90-107
0.001 10-5 10 ppm 80-110
0.0001 10-6 1 ppm 80-110
0.00001 10-7 100 ppb 80-110
0.000001 10-8 10 ppb 60-115
0.0000001 10-9 1 ppb 40-120

AOAC manual for the Peer-Verified Methods program 20


Accuracy & Precision Accuracy without Precision

Precision without Accuracy No Precision &


No Accuracy