Anda di halaman 1dari 16

Gudang Nya Gudang

HOME
TUTORIAL
o Tutorial Blogspot
o Tutorial
TIPS
o Tips Blogspot
o Tips Sosial
o Tips Kesehatan
DOWNLOAD
o Software
LAPORAN
o Laporan
PUISI
search... go

Minggu, 25 Desember 2011

Praktikum Biologi Mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

BAB I

PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu sifat dari makhluk hidup. Kita
terkadang mengalami kesulitan dalam membedakan dua hal tersebut, karena dua hal tersebut
selalu berjalan secara beriringan, bersama dan saling melengkapi satu sama lain. Pertumbuhan
diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara
irreversiabel atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Pertumbuhan dapat juga diartikan
sebagai proses fisiologis dalam organisme yang berupa perubahan bentuk dan ukuran sebagai
akibat adanya pembelahan, pembesaran dan perbanyakan sel. Perkembangan adalah suatu proses
menuju keadaan yang lebih dewasa. Dalam kenyataannya kedua istilah tersebut sulit dipisahkan.
Banyak faktor yang mempengaruhi proses tersebut.
Tujuan dari praktikum ini membuktikan bahwa tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang.
Dalam hal ini yang digunakan adalah tanaman jagung dan kacang tanah untuk diamati
pertumbuhan dan perkembangannya. Manfaatnya adalah mengamati secara langsung pada
tanaman jagung dan kacang tanah yang mengalami petumbuhan dan perkembangan dan
mengalami perubahan dari waaktu ke waktu. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangannya serta dapat membedakan beberapa periode pertumbuhan
suatu organisme dengan menggambarkan ke dalam grafik.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang
mengakibatkan bertambah besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya
pembelahan mitosis, dan bersifat irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan
kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis
(Istamar, 2003). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor
yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon
yang merangsang pertumbuhan.
Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur-angsur dari
kompleksitas rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi diferensiasi.Perkembangan dapat
dinyatakan melalui berbagai cara, mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total
perkembangan tanaman. Pada tanaman, aktifitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang
tindih (Champbell, 2002). Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului
morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena pembesaran sel
sel setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.

2.2. Tahap tahap pertumbuhan dan perkembangan


Pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan
sekunder. Pertumbuhan primer terjadi sebagai hasil pembelahan sel jaringan meristem
primer. Pertumbuhan primer diakibatkan oleh aktivitas meristem apikal yang terdapat pada ujung
akar dan pucuk tunas, menghasilkan selsel bagi tumbuhan untuk tumbuh
memanjang (Champbell, 2002). Pada ujung akar, batang dan daun terdapat sel-sel meristem yang
dapat berdeferensisasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi khusus (Istamar,
2003). Pertumbuhan primer terdiri dari tiga system jaringan yaitu jaringan dermal, jaringan
pembuluh, dan jaringan dasar. Pertumbuhan primer akan mendorong akar untuk menembus
tanah. Pada ujung akar terdapat tiga zona , yaitu zona pembelahan sel, zona pemanjangan, dan
zona pematangan (Champbell, 2003).
Aktivitas kambium mengakibatkan pertumbuhan sekunder yaitu besar batang dan akar
tanaman. Pertumbuhan sekunder yaitu adanya aktivitas penebalan secara progersif. Pertumbuhan
sekunder diakibatkan aktivitas meristem lateral, silinder silinder yang bterbentuk dari sel sel
yang membelah ke samping di sepanjang tunas dan pertumbuhan sekunder kearah dalam
membentuk xylem dan ke arah luar membentuk floem(Champbell, 2002). Bermacam ragam
bentuk yang dihasilkan dari proses pertumbuhan dan perkembangan, yang pertama adalah
pembelahan sel, pembesaran dan periklinan (Salisbury dan Cleon, 2002).
2.3. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan adalah faktor dari
dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan adalah faktor intern dan ekstern (Salisbury dan Cleon, 2002). Faktordari dalam
(intern) yaitu faktor yang terdapat pada tanaman itu sendiri berupa hormon hormon dan
faktor dari luar (ekstern) yaitu faktor lingkungan hidup tumbuhan tersebut. Faktor intern meliputi
zat dan hormon tumbuh yang berperan penting dalam proses perrtumbuhan. Hormon adalah
suatu senyawa yang dihasilkan oleh salah satu bagian tubuh dan kemudian diangkut ke bagian
tubuh yang lain, dimana hormon tersebut akan memicu respon respon di dalam sel dan jaringan
sasaran. Hormon, berpengaruh dalam proses pembelahan sel dan pemanjangan sel untuk proses
pertumbuhan (Yandaru, 2001) . Secara umum hormon mengontrol pertumbuhan dan
perkembangan tumbuh dengan cara ,mempengaruhi pembelahan, pemanjangan, dan diferensiasi
sel. Hormon tumbuhan meliputi auksin, sitokinin, giberelin, asam absisat, dan etilen
(Champbell, 2002). Hormon auksin berfungsi pada pemanjangan dan diferensiasi sel. Hormon
sitokinin berfungsi sebagai pertumbuhan, perkembangan dan pembungaan. Hormon giberalin
berfungsi pada pertumbuhan, pemanjangan dan perkecambahan. Asam absisat berfungsi untuk
stomata. Sedang hormon etilen berfungsi dalam pematangan buah.
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan yaitu intensitas
cahaya, air, nutrisi, suhu atau kelembaban, dan oksigen. Peran nutrisi adalah sebagai penunjang
pertumbuhan dan perkembangan. Cahaya sangat berpengaruh karena dengan adanya cahaya
dapat melakukan fotosintesis. Perkembangan sangat dipengaruhi oleh lingkungan yaitu cahaya
(Salisbury dan Cleon, 2002). Oksigen pada pertumbuhan dan perkembangan merupakan bahan
utama untuk respirasi. Air berfungsi untuk perkecambahan biji dan menjaga kelembaban
media (Salisbury dan Cleon, 2002).
BAB III

MATERI DAN METODE


Praktikum biologi dengan materi Pertumbuhan dan Perkembangan organisme
dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 07 November 2011, Pukul 15.0017.00 WIB di
Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro
Semarang.

3.1. Materi
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum mengenai pertumbuhan dan
perkembangan organisme ini antara lain media tanam yang berupa kapas yang dibasahi air, biji
jagung dan kacang tanah, polybag atau pot sebagai tempat menanam jagung dan kacang tanah,
pengaris atau meteran yang berfungsi untuk mengukur tinggi tanaman, serta label untuk
menunjukkan umur tanaman tersebut.

3.2. Metode
Praktikum biologi ini dilaksanakan untuk mengetahui proses pertumbuhan dan
perkembangan pada organisme yaitu dengan metode mengukur tinggi pada tanaman jagung dan
pada tanaman kacang tanah, mengukur diameter tanaman jagung dan kacang tanah, menghitung
jumlah daun jagung dan kacang tanah, mengukur panjang tanaman jagung dan tanaman kacang
tanah, serta mengukur panjang akar jagung dan kacang tanah.Cara kerja yang pertama mengisi 2
polybag atau pot dengan kapas sebagai media tanam, kemudian basahi dengan air. Pada minggu
pertama menanam 2 hingga 3 biji jagung pada polybag 1, dan melakukan hal yang sama pada
biji kacang tanah. Pada minggu kedua menanam biji jagung dan kacang tanah dengan jumlah
yang sama dan dengan perlakuan yang sama pada polybag 2. Pada minggu ketiga menanam lagi
biji jagung dan kacang tanah pada polybag 3 dengan perlakuan yang sama. Dan pada minggu
keempat menanam biji jagung dan kacang tanah dengan perlakuan yang sama. Pada setiap
polybag mendapatkan perlakuan yang sama dan pada lingkungan yang sama yaitu yang tidak
terkena sinar matahari secara langsung. Kemudian melakukan penyiraman setiap hari pada
masing-masing polybag dengan air secukupnya untuk menghindari kekeringan pada media
tanam. Setelah minggu keempat, bongkar semua tanaman dan bersihkan dari tanah yang
menempel pada masing-masing tanaman. Kemudian mengamati panjang tanaman, panjang akar,
tinggi tanaman, jumlah daun, serta diameter batang pada setiap minggunya.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung


Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan di dapatkan hasil
sebagai berikut :

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi 2011 Sumber :


Ilustrasi 27 Gambar Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman Jagung
Keterangan : Keterangan :
1. Kuncup Daun 1. Daun
2. Daun 2. Koleoptille
3. Batang 3. Kuncup daun
4. Biji 4. Biji Jagung
5. Akar
Tabel 1. Hasil Pengamatan Tanaman Jagung

Umur Panjang Tinggi Jumlah Diameter Panjang Sumber : D


Tanaman Tanaman Daun (cm) Akar (cm) ata Primer
(cm) (cm) (helai) Praktikum
1 minggu 11,5 4 - 0,2 7,5 Biologi,
2 minggu 37,5 18,5 3 0,15 19 2011
Ilustrasi
3 minggu 56 27 3 0,13 29
28. Tabel
4 minggu 63 28 4 0,19 35
Pengamatan
pada Tanaman Jagung

Grafik 1. Grafik pertumbuhan dan perkembangan jagung

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2011


Ilustrasi 29. Grafik Pertumbuhan dan Perkembangan Jagung

Berdasarkan hasil praktikum biologi pertumbuhan dan perkembangan dapat diketahui


bahwa tanaman jagung yang ditanam pada minggu pertama hingga minggu keempat perubahan
yang terjadi dari pertumbuhan dan perkembangan terlihat sangat jelas. Pada umur 1 minggu
panjang tanaman 11,5 cm dan terus bertambah panjangnya, pada minggu ke 2 panjangnya
mencapai 37,5 cm, pada minggu ketiga bertambah menjadi56 cm dan terus bertambah hingga
minggu keempat mencapai 63 cm. Pertambahan tinggi tanaman jagung pada minggu pertama
adalah 4 cm dan pada minggu kedua tingginya bertambah menjadi 18,5 cm, minggu ketiga
tingginya semakin bertambah hingga mencapai27 cm dan pada minggu keempat tingginya
mencapai 28 cm, dari minggu pertama hingga keempat pertumbuhan dan perkembangan pada
diameter juga terus bertambah, yang semula pada minggu pertama diameternya 0,2 cm
bertambah menjadi 0,15 cm pada minggu kedua, pada minggu ketiga 0,13 cm dan pada minggu
keempat mecapai 0,19 cm. Hal itu dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan
merupakan akibat dari aktivitas meristem lateral (Champbell, 2002). Panjang akar tanaman
jagung dari minggu pertama hingga keempat juga terus bertambah panjang. Jika pada minggu
pertama panjang akar 7,5 cm, minggu kedua bertambah hingga mencapai 19 cm, pada minggu
ketiga panjang akar mencapai 29 cm dan pada minggu keempat panjangnya bertambah
hingga 35 cm. Hal ini dikarenakan pada ujung akar sel selnya selalu membelah karena adanya
aktifitas meristem apikal. Hal ini dibuktikan oleh pernyataan Salisbury dan Cleon(2002) yang
menyatakan bahwa pertambahan ukuran mudah dirancukan dengan pembelahan sel di meristem,
karena pada ujung akar dan daerah ujung tajuk (apeks) mempunyai meristem. Pertumbuhan dan
perkembangan juga terjadi pada daun jagung. Pada minggu pertama jumlah daun jagung belum
tumbuh, pada minggu kedua jumlah daunnya tumbuh menjadi 3 helai. Pada minggu
ketiga jumlah daun tetap yaitu 3 helai dan minggu keempat mengalami kenaikan yaitu tumbuh
menjadi 4 helai. Hal ini sesuai dengan pendapat Champbell (2002) yang menyatakan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan tidak selalu diindentikkan dengan jumlah yang terus
bertambah karena pada pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor hormon yang
mempengaruhi pemanjangan, dan pembelahan sel. Hal ini dipertegas oleh pendapat Salisbury
dan Cleon (2002) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan adalah faktor intern dan ekstern.

4.2. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Kacang tanah


Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan di dapatkan hasil
sebagai berikut :

Sumber : Data primer Praktikum Biologi, 2011 Sumber :


Ilustrasi 30. Gambar Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Tanah
Keterangan : Keterangan :
1. Akar 1. Batang
2. Biji 2. Daun
3. Batang 3. Akar
4. Daun 4. Biji kacang tanah
5. Pot

Tabel 2. Hasil Pengamatan pada Tanaman Kacang Tanah


Umur Panjang Tinggi Jumlah Diameter Panjang
tanaman tanaman daun (cm) akar (cm)
(cm) (cm) (helai)
1 minggu 3,5 1 0 0,34 2,5
2 minggu 16,5 13 12 0,2 3,5
3 minggu 20 15 16 0,21 5
4 minggu 31 21 16 0,2 10
Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2011
Ilustrasi 31 Data Pengamatan pada Kacang Tanah

Grafik 3. Grafik Pertumbuhan dan Perkembangan pada Kacang Tanah


Sumber : Data Primer Praktikum Biologi 2011

Ilustrasi 32. Grafik Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Tanah


Berdasarkan hasil praktikum biologi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang
tanah, kita dapat melihat pertumbuhan dari sebuah biji yang pada tahapan awalnya biji tersebut
mengalami perkecambahan atau tumbuh tunas diantara kedua keping bijinya. Pada minggu
pertama panjang tanaman pada kacang tanah 3,5 cm dan pada minggu kedua panjangnya
bertambah menjadi 16,5 cm, begitu pula pada minggu ketiga panjangnya menjadi 20 cm dan
pada minggu keempat panjangnya semakin bertambah hingga mencapai 31 cm. Dari minggu ke
minggu panjang kacang tanah mengalami pertambahan panjang yang disebabkan oleh
pembelahan pada sel-selnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Istamar (2003) yang menyatakan
bahwa pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis. Pertumbuhan dan
perkembangan juga terjadi pada tinggi tanaman yang pada minggu pertama 1 cm, pada minggu
kedua tingginya justru menjadi 13 cm dan pada minggu ketiga mengalami pertambahan
menjadi 15 cm dan pada minggu terakhir bertambah hingga mencapai 21 cm. Pada pertumbuhan
dan perkembangan suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam tanaman maupun
faktor dari luar tanaman (lingkungan). Hal ini sesuai dengan pernyataan Salisbury dan
Cleon (2002) yang menyatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan dapat dipengaruhi oleh
lingkungan. Hal ini dipertegas oleh pendapat Istamar (2003) yang menyatakan bahwa faktor
lingkungan juga mempengaruhi terjadinya proses perkembangan, antara lain nutrisi yang terdiri
dari senyawa kimia dan diperlukan sebagai sumber energi, air dibutuhkan sebagai pelarut dan
media dalam reaksi kimia di dalam tubuh, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tubuh tumbuhan.Pada diameter kacang tanah terjadi penurunan, jika pada minggu
pertama diametertanaman 0,34 cm, pada minggu kedua diameternya menurun menjadi 0,2
cm dan pada minggu ketiga diameternya mengalami kenaikan yaitu menjadi 0,21 cm dan pada
minggu keempat mengalami penurunan yaitu menjadi 0,2 cm. Panjang akar kacang tanah dari
minggu pertama hingga keempat selalu mengalami pertumbuhan yaitu pada minggu pertama
panjangnya 2,5 cm, dan pada minggu kedua bertambah menjadi 3,5 cm. pada minggu ketiga
bertambah menjadi 5 cm dan terus bertambah hingga minggu keempat menjadi 10 cm. Hal
ini sesuai dengan pernyataan Salisbury dan Cleon (2002) yang menyatakan bahwa pertumbuhan
selanjutnya akar primer kecambah dan akar cabangnya membutuhkan aktifitas meristem
apikal. Pertumbuhan dan perkembangan jumlah daun pada kacang tanah pada minggu
pertama daun belum tumbuh. Pada minggu kedua menjadi 12 helai. Pada minggu ketiga
mengalami pertambahan menjadi 16 helai. Pada minggu keempat daun tidak mengalami
pertambahan atau tetap yaitu 16 helai.
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum pada pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan dan perkembangan organisme merupakan hasil dari pembelahan sel,
pembesaran sel serta diferensiasi sel. Proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung
dan kacang tanah khususnya dari waktu ke waktu mengalami perubahan tumbuh tanaman apabila
dilihat dari bertambahnya tinggi, jumlah daun, diameter akar dan batang pada tanaman.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut dipengaruhi oleh faktor dari luar maupun dari
dalam. Faktor dari dalam berupa hormon sedang faktor dari luar yaitu gen, cahaya matahari,
suhu udara, kelembaban udara, tanah, nutrisi dan air.

5.2. Saran
Dalam pelaksanaan praktikum sebaiknya para praktikan benar benar memperhatikan
semua bahan yang akan digunakan untuk praktikum. Mulai dari pemilihan bibit jagung dan
kacang tanah yang akan ditanam dan cara pemeliharaannya sehingga biji biji jagung dan
kacang tanah dapat tumbuh dengan baik. Dan dalam pengukuran harus dilakukan dengan
teliti dan cermat sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Champbell. N A. 2002. Biologi Jilid 2. Erlangga: Jakarta.
Champbell. N A. 2003. Biologi Jilid 3. Erlangga: Jakarta.
Nuranti, Yandaru. 2003. Biologi. Jakarta. Erlangga.
Salisbury, Frank B dan Cleon W Ross. 2002. Fisiologi Tumbuhan Jilid III. Institut Teknik
Bandung. Bandung.

Syamsuri, Istamar. 2003. Biologi. Jakarta. Erlangga.


di 04.25
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Biologi, Laporan
Poskan Komentar

Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Total Tayangan Laman

184009
Popular Posts

Praktikum Biologi Mengenai Anatomi Katak

Praktikum Biologi Mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Praktikum Biologi Mengenai Jaringan


Praktikum Produksi Ternak Unggas (Pengenalan Jenis, Anatomi dan Fisiologi, dan Formulasi /
Penyusunan Ransum)

Praktikum Penentuan Kadar Hemoblobin dalam Darah

Laporan Praktikum Mikrobiologi (Menhitung Koloni Mikroba, Medium Biakan NA dan PDA, Bakteri Gram
Positif dan Gram Negatif)

Praktikum Penentuan HCG dalam Urin


Enzim
Laporan praktikum Ilmu Nutrisi ternak (INT) klasifikasi bahan pakan dan saluran pencernaan
pseudoruminansia, dan ruminansia
Praktikum Biologi Mengenai Sel
Diberdayakan oleh Blogger.