Anda di halaman 1dari 35

TUGAS FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH PENEMUAN TEORI DAN TEKNOLOGI


DALAM BIDANG BIOLOGI

Oleh
Gusti Ayu Oka Utami
1629061001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2016
Sejarah Munculnya Teori Evolusi

1
Pada dasarnya teori evolusi muncul sebagai salah satu jalan untuk mencari tahu asal
mula makhluk hidup. Salah satu tokoh pencetus evolusi adalah Darwin. Berikut akan dibahas
mengenai sejarah munculnya teori tersebut. Selama lima tahun Darwin menjelajahi beberapa
belahan dunia. Di dalam perjalanannya itu, Darwin sangat takjub dengan adanya beragam
spesies burung finch dan kura-kura raksasa di Kepulauan Galapagos (suatu kepulauan
terletak di sebelah barat daratan Amerika Selatan). Burung-burung itu memiliki kemiripan
satu sama lain, hanya paruhnya yang berbeda. Menurut dugaan Darwin, variasi pada paruh
burung-burung itu disebabkan oleh proses adaptasi habitat. Ketakjuban terhadap burung-
burung finch inilah yang mendasari Darwin mengemukakan teori Evolusi.

Pada gambar di samping tampak bahwa terdapat berbagai


jenis burung finch. Menurut Darwin, burung finch yang
terdapat di Kepulauan Galapagos semula berasal dari
satu spesies burung finch pemakan biji yang terdapat di
daratan Amerika Selatan. Burung-burung itu bermigrasi
karena faktor makanan. Selama bermigrasi burung-
burung itu terdampar di tempat yang berbeda-beda.
Burung-burung itu harus mencari makanan, terutama
biji-bijian seperti di daerah asalnya agar dapat bertahan
hidup. Sementara itu, beberapa burung finch mencoba
mencari jenis makanan lain, seperti serangga, madu,
kaktus, dan buah. Akibat proses adaptasi terhadap variasi
jenis makanan inilah burung-burung finch itu akhirnya mempunyai bentuk paruh yang
bervariasi. Burung finch pemakan serangga mempunyai paruh tebal, lurus, dan berlidah
pendek. Sementara burung finch pemakan kaktus mempunyai paruh lurus dan agak panjang.
Selain burung-burung finch, Darwin juga mengamati kurakura raksasa di Kepulauan
Galapagos.
Darwin melihat adanya dua jenis kura-kura yang sangat berbeda pada kepulauan itu.
Kura-kura Galapagos berukuran besar dengan tipe cangkang yang melengkung seperti kubah.
Kura-kura ini ditemukan pada habitat basah. Sementara itu, di kepulauan lain yang habitatnya
kering, ditemukan kura-kura berukuran kecil dengan cangkang berbentuk pelana (lihat
Gambar diatas). Menurut Darwin, penyebabnya adalah adanya perbedaan habitat. Dari sini,
pemikiran Darwin mengenai variasi makhluk hidup mulai berkembang. Fenomena burung
finch dan kura-kura Galapagos tersebut menimbulkan gagasan Darwin dan menyatakan
2
bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan baik akan mewariskan
sifat-sifat mereka yang unggul kepada generasi berikutnya.
Lebih jauh Darwin menyatakan bahwa sifat-sifat unggul atau menguntungkan ini
lama-lama terakumulasi dan mengubah populasi menjadi spesies yang sama sekali berbeda
dengan nenek moyangnya. Berdasarkan hal ini pula Darwin menganggap manusia merupakan
spesies paling maju. Melalui mekanisme ini pula spesies baru akan terbentuk. Oleh Darwin,
mekanisme ini dinamakan evolusi melalui seleksi alam dan mempublikasikan pandangannya
tersebut dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection
pada tahun 1859. Darwin banyak mempelajari buku-buku karya ilmuwan lain untuk
memperkuat hipotesisnya. Buku-buku tersebut di antaranya buku Principles of Geology
karya Charles Lyell (17971875) yang terbit pada tahun 1830 dan buku The Principles of
Population karya Thomas Malthus yang terbit pada tahun 1798.
Berdasarkan tulisan Charles Lyell, Darwin mendapat masukan bahwa bumi
mengalami perubahan terus-menerus, sehingga hal ini menyebabkan adanya variasi karena
pengaruh alam. Sementara itu dalam tulisan Malthus, dikatakan bahwa populasi tumbuhan
dan hewan (termasuk manusia) cenderung mengalami peningkatan secara geometri,
sedangkan persediaan pangan cenderung meningkat secara aritmatis. Keadaan ini
mengakibatkan pangan yang tersedia lebih sedikit daripada yang membutuhkan. Akibatnya,
terjadilah perebutan makanan di antara makhluk hidup yang memiliki jenis makanan sama.
Berdasarkan pandangan tersebut, Darwin menyimpulkan adanya seleksi alam berdasarkan
ketersediaan pangan. Di samping itu, ada juga seleksi alam berdasarkan kondisi habitat,
iklim, dan lain-lain. Makhluk hidup yang memenangkan persaingan dapat melangsungkan
kehidupannya. Sebaliknya, yang kalah dalam persaingan akan mengalami kepunahan.
Sebelum mempublikasikan pendapatnya, Darwin mendapat dukungan pula dari ilmuwan
Inggris yaitu Alfred Russel Wallace (18231913). Wallace mengirimkan makalahnya kepada
Darwin dari Malaysia. Dalam makalahnya, Wallace juga membahas tentang evolusi oleh
seleksi alam. Akan tetapi, teori Wallace ini berkembang tanpa terpengaruh oleh Darwin.
Artinya, kedua ilmuwan itu mengemukakan pendapat yang sama, yaitu adanya evolusi oleh
seleksi alam.
Seperti halnya Darwin, teori Wallace ini dipengaruhi juga oleh makalah Malthus yang
diterbitkan tahun 1798 (The Principles of Population). Sebenarnya hipotesis Darwin tentang
evolusi terilhami oleh pernyataan ahli biologi Prancis yaitu J.B. de Lamarck (17441829).
Lamarck mengajukan teori Evolusi jauh sebelum Darwin mengemukakan tentang teori

3
Evolusinya. Lamarck mengemukakan teorinya yang dikenal dengan paham digunakan dan
tidak digunakan, dalam bentuk postulat sebagai berikut.
1. Semua organisme mempunyai kemampuan menjadi organisme yang lebih kompleks.
2. Organisme dapat berubah sebagai respon terhadap lingkungan.
3. Organ tubuh makhluk hidup yang sering digunakan akan berkembang terus, sedangkan
organ yang tidak sering digunakan akan mengalami atropi (penyusutan) dan bahkan
mereduksi (hilang).

Selain itu, menurut Lamarck, makhluk


hidup mewariskan sifat-sifat yang
diperoleh selama hidupnya dari satu
generasi ke generasi berikutnya sehingga
terjadilah evolusi. Dalam bukunya yang
berjudul Philosophie Zoologique,
Lamarck menjelaskan tentang evolusi
jerapah Menurut Lamarck, jerapah
berevolusi dari binatang sejenis antelop.
Perubahan mulai terjadi ketika binatang-
binatang itu memanjangkan lehernya
sedikit demi sedikit dan dari generasi ke
generasi untuk meraih dedaunan yang lebih tinggi sebagai makanannya.
Akhirnya binatang itu memiliki leher panjang seperti yang kita lihat pada leher
jerapah saat ini. Namun, teori Evolusi Lamarck ternyata tidak benar karena sifat yang
diperoleh setelah lahir tidak dapat diwariskan kepada keturunannya. Darwin menggunakan
hipotesis tentang pewarisan sifat-sifat yang diperoleh sebagai faktor yang menyebabkan
makhluk hidup berevolusi. Secara ringkas teori Evolusi yang dikemukakan Darwin memuat
dua hal pokok berikut.
1. Spesies yang berkembang sekarang berasal
dari spesies-spesies yang hidup pada masa
lampau.
2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Penemuan Penicillin

4
Sejarah penemuan antibiotik pada tahun 1928 oleh Sir Alexander Fleming merupakan
sebuah penemuan terbesar dalam dunia medis. Karena adanya Antibiotik milliaran nyawa
bisa diselamatkan. sebelum anti biotik ditemukan banyak jenis-jenis infeksi penyakit yang
tidak bisa disembuhkan sehingga menyebabkan kematian. Alexander fleming adalah seorang
ilmuan ahli mikrobiologi dari inggris. Penemuan anti biotik dimulai ketika fleming
melakukan penilitian pada bakteri Stephylococcus dan saat meninggalkan

labotatorium nya fleming lupa membersihkan cawan petri yang mengandung bakteri tersebut.
sehingga terkontaminasi oleh jamur Penicillium Chrysogenum. Saat kembali untuk
melanjutkan penelitian flaming melihat perkembangan bakteri menjadi terhambat akibat
Gambar Sir Alexender Fleming
kontaminasi jamur itu.
Sumber:http://www.idmedis.com/2014/11/
sejarah-penemuan-antibiotik-yang.html
Penemuan Antibiotik

Penelitian pun terus dilanjutkan untuk mengetahui senyawa yang terkandung pada
jamur Penicillium Chrysogenum sehingga lahirlah antibiotik pertama yang
disebut Penicillin..Ternyata setelah itu perjalanan flaming tidak mulus. Flaming mengalami
kendala terhadap cara budidaya dan osolasi jamur tersebut. Sampai akhirnya Penelitiannya
dihentikan. Penelitian tentang penicillin kemudian dilanjutkan oleh Howard
Florey dan Ernest Boris Chain dengan biaya dari pemerintah Amerika dan Inggris. Mereka
berhasil memurnikan penicillin sehingga mampu digunakan untuk mengobati berbagai
penyakit. Selain itu Fleming juga menemukan bahwa penggunaan antibiotik dengan dosis
yang terlalu rendah dan durasi penggunaan terlalu singkat bisa menyebabkan resistensi
bakteri terhadap obat tersebut sehingga bakteri menjadi lebih kuat dan tidak mempannya
antibiotik. Karena jasa nya yang besar atas penemuannya tersebut, Alexander Fleming
mendapatkan penghargaan Nobel Prize in Medicine pada tahun 1945 bersama Florey dan
Chain. Antibiotik-antibiotik jenis baru kemudian ditemukan setelah penemuan penicillin.
Itulah sejarah penemuan antibiotik yang dapat menyelamatkan milliaran nyawa.

5
Sejarah Penemuan Virus

Istilah virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun.


Sejarah penemuan virus diawali dengan ditemukannya virus pertama
kali oleh ilmuwan jerman, Adolf Mayer, pada tahun 1883 ketika
sedang meniliti dalam pencarian penyebab penyakit mosaik pada
tanaman tembakau. Penyakit mosaik tersebut menyebabkan bercak-
bercak pada daun tembakau sehingga menghambat pertumbuhan
tanaman, oleh karena itu disebut "mosaik". Adolf Mayer berhasil

Gambar Adolf Mayer 6


Sumber:https://www.google.co.id/?gws_
rd=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q=Adolf_mayer
memindahkan penyakit tersebut dari tanaman yang sakit ke tanaman lain yang masih sehat
dengan menyemprotkan getah yang

diekstraksi dari daun tanaman sakit ke tanaman sehat. Tanaman sehat itu pun kemudian
menjadi sakit. Melalui pengamatan di mikroskop, Mayer tidak dapat melihat bentuk bakteri
yang menjadi penyebab penyakit tersebut. Mayer menduga bahwa penyakit mosaik tersebut
disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya, dan tidak dapat diamati dengan
mikroskop biasa.
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky (seorang ilmuwan
Rusia) melakukan percobaan menyaring getah tanaman tembakau
berpenyakit dengan saringan yang dideasin khuus untuk menyaring
bakteri. Kemudian hasil saringan itu ditularkan pada tanaman sehat.
Ternyata, filtrat masih menimbulkan penyakit mosaik pada tembakau
sehat. Sepert halnya Mayer, Ivanowsky mengambil kesimpulan dalam

penelitiannya bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogenik yang sangat kecil
atau bakteri penghasil toksin yang dapat melewati saringan.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1897, seorang ahli


botani Belanda bernama Martinus Beijerinck melakukan eksperimen
yang akhirnya membuktikan bahwa agen penginfeksi yang terdapat di
dalam getah tembakau dapat berkembang biak. Beijerinck kemudian
menyemprotkan getah yang telah disaring ke tanaman lainnya.
Setelah tanaman tersebut sakit, maka getahnya digunakan untuk
menginfeksi tanaman berikutnya, dan seterusnya hingga beberapa kali
pemindahan. Ternyata, kemampuan patogen tersebut sama sekali
Gambar Martinus Beijerinck
sumber: https://www.google.co.id/?gws_
rd=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q=
Martinus_Beijerinck

7
tidak berkurang setelah beberapa kali pemindahan. Beberapa kali pemindahan. Berbeda
dengan bakteri, agen penginfeksi tersebut tidak dikembangbiakkan dalam medium nutrisi di
dalam cawan petri dan tidak dapat dinonaktifkan dengan alkohol. Beijerinck memperkirakan
agen penginfeksi tersebut adalah partikel yang jauh lebih kecil dan lebih sederhana
dibandingkan dengan bakteri. Ia menyebutnya sebagai virus lolos saringan (filterable virus).
Pada tahun 1935, Wendell Stanley (ilmuwan Amerika), berhasil
mengkristalkan partikel penginfeksi tanaman
tembakau tersebut, yang kemudian dikenal
dengan nama tobacco mosaic virus (TMV).
Penemuan Wendell Stanley yang dapat
dikristalkan virus menjadi berita yang sangat
menarik, tetapi sekaligus membingungkan.
Sel makhluk hidup yang paling sederhana
pun tidak dapat dikristalkan lantas apakah
virus termasuk benda mati? Seandainya virus
termasuk benda mati, mengapa dia dapat bereproduksi?.
Gambar Wendell Stanley
Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=3jta
WL6pMqCQvQTrx7SACw#q=Wendell+Stanley+

Sejarah Penemuan Sel

Sejarah Penemuan Sel Menurut Para Ahli,


Berikut adalah para tokoh ilmuan yang telah berhasil mempelajari tentang sel.
1. Robert Hooke
Teorinya
merupakan penemu sel,
setelah mengamati sayatan
gabus kering. Pada awalnya
sel digambarkan pada

8
tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang
telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang
dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari katabahasa
Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Pada tahun 1835,

Robert Hooke
Sumber : http://liaherliana.weebly.
com/sejarah-penemuan-sel.html

sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan
dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel.
Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan
hidupnya terpenuhi.

2.Scheilden & Schwann


Teorinya yaitu sel merupakan
kesatuan struktural Scheiden &
Schwan adalah tokoh ilmuan yang telah
berjasa dalam dunia mikrobiologi,
dengan teori sel merupakan suatu
kesatuan struktural (berdasarkan
bentuk). Scheilden mengamati sel pada
tumbuhan dan Schwann mengamati sel
pada hewan. Berikut adalah hasil
pengamatannya:

Gambar Scheiden & Schwan


Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=3jta
WL6pMqCQvQTrx7SACw#q=Scheiden+Schwan
Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
9
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak

3) Max Schultze

Teorinya yaitu sel merupakan kesauan fungsional


Namanya sangat dikenal karena karyanya pada teori sel. Dengan
menggabungkan teori Felix Dujardindari konsep sarcode pada
binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada
sayuran, ia menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di
bawah nama umum protoplasma, mendefinisikan sel sebagai
nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-dinding
(Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein
Beitrg zur Theorie der Zelle,1863).
Gambar: Max Schultze
Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Max Schultze
Rudholf Virchow

4) Rudholf Virchow

Teorinya yaitu sel merupakan kesatuan pertumbuhan (omne


cellulae e cellula). Virchow berperan dalam banyak penemuan
penting. Meskipun dia dan Theodor Schwann tidak disebutkan
bersamaan, dia paling banyak diketahui karena theorinya
tentang sel. Ia adalah orang pertama yang menemukan sel-sel
leukemia. Dia adalah orang pertama yang menerima dan
10
Gambar: Rudholf Virchow
Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Rudholf
Virchow
menjiplak hasil kerja Robert Remak yang memnyatakan asalu usul sel adalah pembagian
unsur sebelumnya. Teori ini ia tuangkan dalam epigram Omnis cellula e cellula (setiap sel

berasal dari sel sebelumnya) yang dipublikasikan tahun 1858. (epigram ini sebenarnya
ditemukan Franois-Vincent Raspail tapi dipopulerkan oleh Virchow). Ini adalah penolakan
terhadap konsep generasi spontan (spontaneous generation), yang menyatakan organisme
berasal dari benda mati.

5) Thomas Huxley
Teorinya yaitu sel merupakan kesatuan fisik kimia

Gambar: Thomas Huxley


Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Thomas
-huxley

6) Watson and Crick


Teorinya yaitu sel merupakan kesatuan hereditas

Gambar: Watson dan Crick


Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Watson +Crick

7) Robert Brown

11
Pada sel terdapat inti sel ( Nukleus ) adalah botanis Skotlandia yang memberikan
sumbangan penting terhadap botani melalui penemuan inti sel dan aliran sitoplasma,
pengamatan pertama dari Gerakan Brown, penelitian awal terhadap penyerbukan dan
pembuahan tumbuhan. Brown juga salah satu yang pertama mengenali perbedaan mendasar
antara tumbuhan gimnosperma dan angiosperma, dan melakukan studi awal palinologi. Dia
juga memberikan banyak
Gambar: Robert Brown
Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Robert_ Brown

sumbangan terhadap taksonomi tumbuhan, termasuk penggolongan sejumlah familia


tumbuhan yang masih diterima saat ini, dan banyak marga dan spesies tumbuhan Australia,
hasil penjelajahannya beserta Matthew Flinders
8) Felix DujardinFlix

Dujardin adalah seorang ahli biologi Perancis . Dia dikenang untuk


penelitiannya tentang protozoa, konsepnya tentang Protoplasma dan
invertebrata lainnya. Pada tahun 1850 dia adalah orang pertama yang
menggambarkan badan jamur seranga yang merupakan kunci dalam
sistem struktur saraf serangga.

Gambar: Felix Dujardi


Felix Dujardin lahir 5 April 1802 di Tours,
Sumber:https://www.google.co.id/?gws_rd Perancis. Ia merupakan anggota dari
=cr,ssl&ei=3jtaWL6pMqCQvQTrx7SACw#q= Felix_Dujardi
akademi sains yang terkenal di Prancis. Pada tahun 1840 ia ditunjuk sebagai profesor dari
geologi dan mineralogi di Universitas Toulouse. Dan pada tahun 1841, dia juga menjadi
seorang profesor dari zoology dan botani di Rennes. Sebagian besar latar belakang
pendidikannya didapat secara otodidak.
Ia dikenal dikenal karena karyanya dalam kehidupan binatang mikroskopis. Pada
tahun 1834 ia mengusulkan bahwa kelompok baru organisme bersel satu yang disebut "
Rhizopoda "; yang berarti "akar-kaki". Nama itu kemudian berubah menjadi " Protozoa ". Dia
membantah konsep seorang naturali,s Christian Gottfried Ehrenberg yang menyebutkan
bahwa organisme mikroskopis "organisme lengkap" yang mirip dengan hewan yang lebih
tinggi. Selain studi tentang mikroskopis, ia melakukan penelitian yang luas dari kelompok
invertebrata termasuk echinodermata, cacing dan cnidari.
Pada tahun 1835 Felix Dujardin menyatakan bahwa bagian terpenting dalam sel
adalah protoplasma, yang merupakan cairan yang terdapat di dalam lumen (ruang) sel.
12
Peryataan ini merupakan penegasan dari pendapat MaxSchultze (1825-1914) yang
menyatakan bahwa protoplasma merupakan struktur dasar organisme dan merupakan bagian
penting dari sel. Di Foraminifera, ia menemukan zat hidup yang tak berbentuk yang ia beri
nama " sarcode ", kemudian berganti nama menjadi protoplasma oleh Hugo von Mohl (1805-
1872).
Setelah meneliti protozoa, Felix Dujardin berani membantah konsep naturalis
Gottfries Ehrenberg yang menyatakan bahwa mikro organisme adalah organisme lengkap
yang mirip dengan makro organisme. Felix Dujardin menyatakan bahwa mikroorganisme
adalah suatu organisme bersel satu yang tidak memiliki kelengkapan organ dan sistem organ
seperti makhluk-makhluk makrokospis bersel banyak. Felix Dujardin juga melakukan
penelitian yang luas, termasuk penelitian terhadap kelompok hewan tidak bertulang
punggung (Invertebrata) Echinoderms, Helminths dan Cnidarians.

Sejarah Penemuan Mikroskop

Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat


alat yang bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen
sendiri sehari-harinya adalah seorang yang kerjanya membuat
kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat mikroskop
pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada
saat itu mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari
ukuran asli.
Gambar Zacharias Janssen
Sumber:http://www.biografiku.com/2011/09/
biografi-zacharias-janssen-penemu.html

Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia),
untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta

13
pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610. Galileo menyelesaikan pembuatan
mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang sama dengan
penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik,
sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik memiliki
kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh limit
difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis, panjang
gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop berbasis
lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.
Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek (1632-
1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van Leeuwenhoek
sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai
wine terster di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati
serat-seratpada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta
menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi. Leewenhoek mwnggunakan
mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses dan
lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang
tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan animalcule
yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini membuatnya
lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya.
Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan
perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200-300
kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut danmengirimkannya
ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September
1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan
protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai
hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral
yang sekarang dikenal dengan bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar
akan adanya bentuk kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu
mikrobiologi.
Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk
melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang
menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa buku-
buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail. Mikroskop Cahaya Keterbatasan

14
pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan. Untuk
mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata pengamat yang
disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut lensa obyektif) dapat
diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada perkembangan selanjutnya
ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk mempertajam fokus, cermin atau
sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat digerakkan dan lain-lain, yang semua
ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop modern yang kemudian disebut
mikroskop cahaya Light Microscope (LM). LM modern mampu memberikan pembesaran
(magnifikasi) sampai 1.000 kali dan memungkinkan mata manusia dapat membedakan dua
buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar 0,0002 mm (disebut daya resolusi 0,0002
mm). Seperti diketahui mata manusia yang sehat disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0,2
mm. Pada pengembangan selanjutnya diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk
memberikan resolusi tinggi sudah sampai pada batasnya, meskipun kualitas dan jumlah
lensanya telah ditingkatkan. Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari
sumber cahaya yang digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang
lebih tinggi. Diketahui bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang
cahaya yang digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang
pendek seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan, kemudian
ditambah dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak),
resolusi dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Hal ini belum memuaskan
peneliti pada masa itu, sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan.
Ditemukannya Mikroskop Elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di
mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa
udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali
lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet
dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas dalam
mikroskop cahaya. Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer, diperlukan
mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932 mikroskop
elektron semakian berkembang lagi. Sebagaimana namanya, mikroskop elektron
menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari cahaya. Karena
itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek (resolusi) yang lebih
tinggi dibanding mikroskop optik.

15
Mikroskop electron mampu pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang menggunakan
elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta
memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus daripada
mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi
elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya. Sebenarnya, dalam
fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga menggunakan lensa, namun bukan
berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat
medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi elektron yang melaluinya, sehingga
bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada mikroskop optik.
Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam kondisi
hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat alirannya bila
menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat ruang pengamatan
obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa terhindarkan. Dengan mikroskop
elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek mikroskop
dengan lebih detail. Perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan di bidang
biologi, seperti penemuan sel, bakteri, dan partikel mikroskopis yang akan dipelajari berikut
yaitu virus. Penemuan virus melalui perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari
banyak ilmuwan.

Sejarah Kanker

Saat ini, karsinoma istilah Yunani adalah istilah medis untuk tumor ganas berasal dari
sel epitel. Ini adalah Celsus yang menerjemahkan''carcinos''ke''''kanker bahasa Latin, yang
juga berarti kepiting. Galen digunakan "oncos" untuk menggambarkan''semua tumor'', akar
untuk onkologi kata modern. Hippocrates dijelaskan beberapa jenis kanker. Ia disebut tumor
jinak''''oncos, tumor Yunani untuk pembengkakan, dan ganas''''carcinos, Yunani untuk
kepiting atau lobster. Nama ini berasal dari tampilan permukaan potongan tumor ganas solid,
dengan "urat-urat membentang di semua sisi sebagai hewan kepiting telah kakinya, dari mana
ia mendapatkan namanya. Dia kemudian menambahkan akhiran-oma'''' , Yunani untuk
pembengkakan, memberi nama''''karsinoma. Sejak itu melawan tradisi Yunani untuk
membuka tubuh, Hippocrates hanya dijelaskan dan membuat gambar dari tumor lahiriah
terlihat pada kulit, hidung, dan payudara Pengobatan didasarkan pada humor. teori empat

16
cairan tubuh (empedu hitam dan kuning, darah, dan dahak) Menurut humor pasien,.
pengobatan terdiri dari diet, darah-membiarkan, dan / atau obat pencahar. Selama berabad-
abad ditemukan bahwa kanker dapat terjadi di mana saja di tubuh, tapi humor-teori
pengobatan berdasarkan tetap populer hingga abad ke-19 dengan penemuan sel.
Deskripsi tertua dan pengobatan bedah kanker ditemukan di Mesir dan tanggal
kembali ke sekitar 1600 SM Papirus ini menjelaskan 8 kasus ulkus dari payudara yang
dirawat oleh kauterisasi, dengan alat yang disebut "latihan kebakaran." Menulis mengatakan
tentang penyakit itu, "Tidak ada pengobatan." Pengobatan lain bedah sangat awal untuk
kanker yang dijelaskan dalam 1020s oleh Ibnu Sina (Ibnu Sina) dalam''The Canon of
Medicine''. Dia menyatakan bahwa eksisi harus radikal dan bahwa semua jaringan yang sakit
harus dihapus, yang mencakup penggunaan amputasi atau penghapusan vena berjalan di arah
tumor. Dia juga merekomendasikan penggunaan kauterisasi untuk area yang sedang dirawat
jika perlu.
Pada abad 16 dan 17, menjadi lebih dapat diterima bagi dokter untuk membedah
tubuh untuk menemukan penyebab kematian. Profesor Jerman Wilhelm Fabry percaya bahwa
kanker payudara disebabkan oleh gumpalan susu di saluran susu. Profesor Belanda Francois
de la Boe Sylvius, seorang pengikut Descartes, percaya bahwa penyakit semua adalah hasil
dari proses kimia, dan cairan getah bening asam adalah penyebab kanker. Kontemporer Nya
Nicolaes Tulp percaya bahwa kanker adalah racun yang perlahan-lahan menyebar, dan
menyimpulkan bahwa itu menular.
Penyebab pertama kanker yang diidentifikasi oleh ahli bedah Inggris Percivall Pott,
yang menemukan pada 1775 bahwa kanker dari skrotum adalah penyakit umum di antara
menyapu cerobong asap. Pekerjaan dokter individu lain menyebabkan berbagai wawasan,
tapi ketika dokter mulai bekerja bersama-sama mereka bisa membuat kesimpulan tegas.
Dengan meluasnya penggunaan mikroskop pada abad ke-18, ditemukan bahwa menyebarkan
'kanker racun' dari tumor primer melalui kelenjar getah bening ke situs lain ("metastasis").
Pandangan dari penyakit ini pertama kali dirumuskan oleh ahli bedah Inggris Campbell De
Morgan antara 1871 dan 1874. Penggunaan operasi untuk mengobati kanker memiliki hasil
yang buruk karena masalah dengan kebersihan.
Skotlandia yang terkenal Alexander Monro melihat bedah hanya 2 pasien tumor
payudara dari 60 operasi bertahan selama dua tahun. Pada abad ke-19, asepsis bedah
meningkatkan kebersihan dan sebagai statistik kelangsungan hidup naik, operasi
pengangkatan tumor menjadi pengobatan utama untuk kanker. Dengan pengecualian William

17
Coley yang pada akhir 1800-an merasa bahwa tingkat kesembuhan setelah operasi sudah
lebih tinggi''sebelum''asepsis (dan yang menyuntikkan bakteri ke tumor dengan hasil yang
beragam), pengobatan kanker menjadi tergantung pada seni individual dari ahli bedah di
menghilangkan tumor. Selama periode yang sama, gagasan bahwa tubuh itu terdiri dari
berbagai jaringan, yang pada gilirannya terdiri dari jutaan sel, sisanya meletakkan humor-
teori tentang ketidakseimbangan kimia dalam tubuh. Usia patologi seluler lahir.
Ketika Marie Curie dan Pierre Curie menemukan radiasi pada akhir abad ke-19,
mereka tersandung pada pengobatan yang efektif pertama non-bedah kanker. Dengan radiasi
juga datang tanda-tanda pertama dari pendekatan multi-disiplin untuk pengobatan kanker.
Dokter bedah tidak beroperasi lagi dalam isolasi, tetapi bekerja sama dengan ahli radiologi
rumah sakit untuk membantu pasien. Komplikasi dalam komunikasi ini membawa, bersama
dengan kebutuhan perawatan pasien di fasilitas rumah sakit daripada di rumah, juga
menciptakan sebuah proses kompilasi paralel data pasien ke dalam file rumah sakit, yang
pada gilirannya mengarah pada studi pasien pertama statistik.
Sebuah kertas pendiri kanker epidemiologi adalah karya Janet Lane-Claypon, yang
menerbitkan sebuah studi perbandingan pada tahun 1926 dari 500 kasus kanker payudara dan
500 pasien kontrol dari latar belakang yang sama dan gaya hidup untuk Departemen
Kesehatan Inggris. Tanah-melanggar karyanya pada kanker epidemiologi dilakukan oleh
Richard Doll dan Austin Bradford Hill, yang menerbitkan "Kanker Paru dan Penyebab
Lainnya Kematian Dalam Hubungan Merokok. Sebuah Laporan Kedua pada Mortalitas
Dokter Inggris" diikuti pada tahun 1956 (atau dikenal sebagai studi dokter Inggris). Richard
Doll meninggalkan London Medical Research Center (MRC), untuk memulai unit Oxford
untuk epidemiologi kanker pada tahun 1968. Dengan penggunaan komputer, unit adalah yang
pertama untuk menyusun sejumlah besar data kanker. Metode epidemiologi modern terkait
erat dengan konsep saat ini penyakit dan kebijakan kesehatan masyarakat. Selama 50 tahun
terakhir, upaya-upaya besar telah dihabiskan untuk mengumpulkan data di seluruh praktek
medis, rumah sakit, propinsi, negara, dan bahkan batas negara, sebagai cara untuk
mempelajari saling ketergantungan faktor lingkungan dan budaya pada insiden kanker.
Pasien kanker pengobatan dan studi terbatas pada praktek dokter individu hingga
Perang Dunia II, ketika pusat-pusat penelitian medis menemukan bahwa ada perbedaan
internasional yang besar di kejadian penyakit. Wawasan ini mendorong badan-badan nasional
kesehatan masyarakat untuk memungkinkan untuk mengkompilasi data kesehatan di seluruh
praktik dan rumah sakit, sebuah proses yang banyak negara lakukan hari ini. Komunitas

18
medis Jepang mengamati bahwa sumsum tulang korban bom atom Hiroshima dan Nagasaki
hancur total. Mereka menyimpulkan bahwa sumsum tulang berpenyakit juga bisa
dihancurkan dengan radiasi, dan ini menyebabkan penemuan transplantasi sumsum tulang
untuk leukemia. Sejak Perang Dunia II, tren dalam pengobatan kanker adalah untuk
meningkatkan pada tingkat mikro metode pengobatan yang ada, standarisasi mereka, dan
globalisasi mereka sebagai cara untuk menemukan obat melalui kemitraan epidemiologi dan
internasional.

Sejarah Penemuan Bayi Tabung

Pada 25 Juli 1978, sesaat sebelum tengah malam, lahirlah bayi perempuan di Rumah
Sakit Umum Daerah Oldham, Manchester, Inggris. Berat bayi itu 2,61 kg dan dikeluarkan
dengan operasi caesar. Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi itu normal. Kondisi ibunya pun
baik. Bayi dari pasangan Lesley dan John Brown itu diberi nama Louise Joy Brown. Dialah
bayi tabung pertama di dunia.Lesley mengidap blocked fallopian tubes atau tertutupnya
saluran telur sehingga tak terjadi pembuahan karena sel telur dan sperma tak bertemu. Ini
menjadi penyebab utama ketidaksuburan perempuan. Pada 10 November 1977, Lesley
mendapat penanganan fisiolog Universitas Cambridge, Inggris, Robert G. Edwards dan ahli
bedah kandungan Patrick Steptoe. Akhir November 1977, dengan menggunakan teknologi in
vitro fertilization (IVF), embrio yang telah dibuahi di laboratorium ditanamkan di rahim
Lesley. Dia hamil dan delapan bulan kemudian melahirkan.

19
Teknologi IVF mendapat tantangan. Saat itu, tak satu pun agama-agama utama
memiliki kebijakan resmi pada inseminasi buatan ini. Gereja Katolik Roma mengajukan
keberatan terkuat. Uskup Agung St. Andrews dan Edinburgh, Kardinal Gordon Gray berkata,
Saya punya keraguan serius tentang kemungkinan implikasi dan konsekuensi untuk masa
depan, katanya seperti dikutip news.bbc.co.uk, 25 Juli 1978.
Namun Edwards dan Steptoe tak gentar. Pada 1980,
mereka mendirikan Bourn Hall Clinic di Cambridge, klinik
pertama di dunia untuk terapi IVF. Steptoe menjadi direktur
medis sampai kematiannya pada 1988, dan Edwards sebagai
kepala penelitian hingga pensiun. Ginekolog dan ahli biologi
sel dari seluruh dunia dilatih di klinik ini. Di sini pula metode
IVF secara terus-menerus disempurnakan. Berkat ketekunan
para ilmuwan tersebut, teknik bayi tabung semakin baik
sehingga memiliki tingkat keberhasilan 1:5 atau tak beda
dengan peluang kehamilan dengan hubungan badan secara
Gambar Edwards
alami. https://www.google.co.id/search?
Sumber:
q=sejarah+penemu+bayi+tabung&hl

Atas jasanya, Edwards dianugerahi Nobel Kedokteran 2010. Sayang, Komite Nobel
tak memberikan penghargaan kepada orang yang telah meninggal sehingga Steptoe tak
disebut sebagai penerima penghargaan. Dalam pernyataan pers, 4 Oktober 2010, Komite
Nobel Kedokteran menyatakan bahwa lebih dari 10% pasangan tak subur ada di seluruh
dunia. Bagi kebanyakan dari mereka, ini adalah kekecewaan besar dan, untuk beberapa kasus,
menjadi penyebab trauma psikologis seumur hidup. Di masa lalu, kedokteran memiliki
kemampuan terbatas untuk membantu orang-orang ini. Setelah Edwards menemukan terapi
IVF, situasinya sama sekali berbeda.
Edwards lahir pada 27 September 1925 di Manchester, Inggris. Setelah
menyelesaikan pendidikan menengah di Manchester Central High School, dia menjadi tentara
di Angkatan Darat Inggris dan terlibat dalam Perang Dunia II. Selesai dinas, dia belajar Ilmu
Biologi di University Wales, Bangor, dan meraih gelar sarjana dengan spesialisasi utama
Zoologi, dan spesialisasi kecilnya Botani. Selanjutnya dia belajar di Institute of Animal
Genetics and Embryology pada Faculty of Science Universitas Edinburgh Skotlandia, tempat
dia meraih gelar Ph.D pada 1955.

20
Mulai 1950-an, Edwards dan Steptoe memulai penelitiannya tentang pembuahan
manusia dan menciptakan teknologi bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) untuk
menyelesaiakn masalah ketidaksuburan. Pada 1958 Edwards sempat menjadi staf ilmuwan di
National Institute for Medical Research di London hingga dia bergabung dengan Universitas
Cambridge sebagai direktur riset pada 1963. Dia juga menjadi editor beberapa jurnal ilmiah
terkemuka di bidang pembuahan. Saat ini, dia menjadi profesor emeritus di Universitas
Cambridge.Teknologi IVF juga hadir di Indonesia. Ketika Sudraji Sumapraja menjabat wakil
direktur medis Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Harapan Kita, niat mengembangkan
bayi tabung mulai dirintis. Pada 1 April 1987 dikembangkan Program Melati atau Melahirkan
Anak Tabung Indonesia. Mereka menerapkan teknologi bayi tabung, bekerjasama dengan
Universitas Erasmus di Belanda.
Upaya merintis bayi tabung di Indonesia terinspirasi dari naskah pidato Prof Dr Ing
BJ Habibie tentang alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang, tulis Suara
Pembaruan, 27 Jul 2006. Pada 2 Mei 1988 lahirlah bayi laki-laki bernama Nugroho
Karyanto, anak dari pasangan Markus dan Chai Ai Lian di RSAB Harapan Kita. Secara
mengejutkan, bayi tabung kedua lahir kembar tiga: Melati, Suci, dan Lestari, pada 27 Maret
1989. Ketika Louise Brown merayakan ulang tahun ke-21 di tahun 1999, waktu itu ada
300.000 perempuan di seluruh dunia yang mengandung melalui IVF,
tulis news.bbc.co.uk, 25 Juli 1978. Sekarang, di seluruh dunia, ada sekitar empat juta manusia
lahir berkat teknologi bayi tabung. Diperkirakan seribu di antaranya lahir di Indonesia
termasuk Yusuf Ivander Damares, anak dari pasangan Ratu Ngebor Inul Daratista dan
Adam Suseno. Banyak dari mereka sekarang sudah beranjak dewasa dan menjadi orangtua.
Dua tahun sejak penemuan teknologi ini hingga sekarang, para ulama di Indonesia tak
mempersoalkan keberadaan bayi tabung, sepanjang sperma dan ovum berasal dari pasangan
suami-istri yang sah. Pada 2004, Louise Brown menikah dengan Wesley Mullinder. Edwards
hadir di acara pernikahan itu. Dua tahun kemudian, Louise Brown melahirkan anak secara
normal, yang diberi nama Cameron. Ini mungkin bukti terbaik bagi keselamatan dan
keberhasilan terapi IVF. Hari ini, visi Robert Edwards menjadi kenyataan dan membawa
sukacita kepada orang-orang yang infertil (tak subur) di seluruh dunia,

21
Sejarah dan Penemuan Virus HIV/AIDS

Kasus Hiv/Aids Pertama


Kejadian ini berawal pada musim panas di Amerika Serikat tahun 1981, ketika
itu untuk pertama kalinya oleh Centers for Disease Control and Prevention dilaporkan
bahwa ditemukannya suatu peristiwa yang tidak dapat dijelaskan sebelumnya dimana
ditemukan penyakit Pneumocystis Carinii Pneumonia (infeksi paru-paru yang
mematikan) yang mengenai 5 orang homosexual di Los Angeles, kemudian berlanjut
ditemukannnya penyakit Sarkoma Kaposi yang menyerang sejumlah 26 orang
homosexsual di New York dan Los Angeles. Beberapa bulan kemudian penyakit
tersebut ditemukan pada pengguna narkoba suntik, segera hal itu juga menimpa para
penerima transfusi darah.
Sesuai perkembangan pola epidemiologi penyakit ini, semakin jelaslah bahwa
penyebab proses penularan yang paling sering adalah melalui kontak sexual, darah
dan produk darah serta cairan tubuh lainnya. Pada tahun 1983, ditemukan virus HIV

22
pada penderita dan selanjutnya pada tahun 1984 HIV dinyatakan sebagai faktor
penyebab terjadinya Aquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS).
Asal-Usul Virus Hiv
Penemuan kasus AIDS untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada tahun
1981, ternyata hanya sedikit memberi informasi tentang sumber penyakit ini.
Sekarang sudah terbukti bahwa AIDS disebabkan oleh virus yang dikenal dengan
HIV. Jadi untuk menemukan sumber AIDS kita perlu mencari asal-usul HIV. HIV
adalah bagian dari keluarga atau kelompok lentivirus. Lentivirus seperti HIV dapat
ditemukan dalam lingkup luas primata non-manusia. Lentivirus yang lain, diketahui
secara kolektif sebagai virus monyet yang dikenal dengan SIV (Simian
Immunodeficiency Virus). Dan sekarang secara umum diterima bahwa HIV
merupakan keturunan SIV.
Bagaimana HIV dapat menyeberang dari hewan ke manusia?
Telah lama diketahui secara pasti bahwa virus tertentu dapat menyeberang dari
hewan kepada manusia dan proses ini dikenal dengan zoonosis. Bagaimana proses
SIV menjadi HIV pada manusia?
1. Teori Pemburu, merupakan teori yang paling banyak dianut. Di dalam teori ini
dijelaskan bahwa, SIVcpz dapat berpindah ke manusia, ketika seseorang
berburu simpanse kemudian membunuh serta memakan dagingnya. Terkadang
virus yang masuk bisa tetap sebagai SIV, atau dalam suatu kesempatan akan
berubah menjadi HIV.
2. Teori Vaksin Polio, merupakan teori lain yang mengatakan bahwa HIV dapat
berpindah secara tidak sengaja karena kealpaan pihak medis, misalnya melalui
percobaan medis. Teori ini disebarluaskan secara baik dimana vaksin polio
yang memainkan peranan dalam perpindahan ini, karena vaksin tersebut
dibuat dengan menggunakan ginjal monyet.
3. Teori Kontaminasi Jarum Suntik, merupakan lanjutan dari Teori Pemburu,
dimana pada tahun 1950 sudah digalakkan untuk memakai jarum suntik yang
hanya sekali pakai serta menerapkan penataan untuk mensterilkan peralatan
medis, tetapi ini memakan banyak anggaran sehingga terkadang, satu jarum
digunakan untuk beberapa orang tanpa disterilkan terlebih dahulu. Hal tersebut
akan mempercepat terkontaminasinya dengan berbagai macam infeksi.

23
4. Teori Penjajahan, dasar pemikiran teori ini mengacu pada teori pemburu.
Pada akhir abad XIX hingga awal abad XX, sebagian besar negara Afrika
mengalami penjajahan. Seperti layaknya warga yang terjajah, rakyat Afrika
diwajibkan mengikuti kerja paksa, mereka ditempatkan dalam satu camp
dimana sanitasinya sangat buruk, kerja fisik diluar batas serta kebutuhan
makanan tidak terjamin bahkan tidak menutup kemungkinan mereka
mendapatkan lauk berupa simpanse yang sedang mengidap SIV.
5. Teori Konspirasi. Beberapa orang mengatakan bahwa virus HIV adalah
rekayasa manusia. Dari survey yang dilakukan di Amerika Serikat, didapatkan
hasil bahwa sebagian besar responden berkulit hitam mempercayai bahwa
virus HIV memang diciptakan untuk memusnahkan sebagian besar orang
berkulit hitam serta para homoseksual. Beberapa bahkan meyakini bahwa
virus HIV disebarkan di seluruh dunia melalui program imunisasi campak
maupun melalui uji coba program vaksinasi Hepatitis B kepada kaum
homosexsual.
Sejauh ini, masih belum ada satu teoripun yang mampu menjelaskan dengan
memuaskan bagaimana SIV pada binatang bisa menyeberang menjadi HIV pada
manusia.

Kapan perpindahan itu terjadi?


Perkembangan dunia kedokteran sejauh ini membuat kita mampu untuk
mendeteksi HIV pada darah atau cairan tubuh lainnya, bahkan kita juga sudah mampu
menentukan subtype virus HIV. Penelitian terhadap subtype virus HIV pada kasus-
kasus awal dapat memberi petunjuk dalam menentukan kapan HIV pertama kali
menyerang manusia dan perkembangan berikutnya.
Ada tiga kejadian yang dianggap sebagai infeksi HIV paling awal, yaitu:
1. Contoh plasma (cairan darah) yang diambil dari seorang pria dewasa yang hidup
di Republik Demokratik Kongo tahun1959.
2. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pemuda AmerikaAfrika
yang meninggal dunia di St.Louis, AS, tahun 1969.
3. HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh dari seorang pelaut Norwegia yang
meninggal dunia sekitar tahun1976.

24
Analisis yang dilakukan pada tahun 1998 tentang contoh plasma dari 1959
mengesankan bahwa HIV-1 memasuki manusia sekitar 1940-an atau awal 1950-an,
lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Dimana virus HIV pertama kali muncul pada manusia?
Karena HIV berkembang dari satu jenis SIV yang ditemukan pada tipe simpanse di
Afrika Barat, banyak orang menganggap bahwa HIV pertama muncul pada manusia
di sana. Kemudian dianggap bahwa HIV menyebar dari Afrika ke seluruh dunia. Kita
mungkin tidak akan pernah tahu secara pasti kapan dan dimana virus HIV muncul
pertama kali, tetapi yang jelas pada suatu waktu di pertengahan abad 20-an ini, infeksi
HIV pada manusia berkembang menjadi epidemi penyakit di seluruh dunia yang saat
ini lebih dikenal sebagai AIDS.
Apa penyebab epidemi ini menyebar secara tiba-tiba?
Dipercayai ada 3 proses yang mempermudah penularan sehingga
menyebabkan penyebaran secara luas :
Kemudahan transportasi, memegang peranan dalam penyebaran HIV disorot pada
kasus yang sekarang dikenal sebagai Patient Zero. Patient Zero adalah seorang
pramugara pesawat terbang berkebangsaan Kanada dan bernama Gaetan Dugas yang
sering mengadakan perjalanan ke seluruh dunia. Analisis terhadap beberapa kasus
AIDS awal menunjukkan bahwa orang terinfeksi tersebut adalah orang yang
berhubungan seksual baik langsung maupun tidak langsung dengan pramugara ini.
Untuk lebih jelasnya bisa menonton film and the band played on.
Industri darah. Ketika transfusi darah menjadi bagian yang rutin dalam praktek
kedokteran, permintaan kebutuhan akan darah juga semakin meningkat. Di beberapa
negara seperti Amerika, mereka yang bersedia menyumbangkan darahnya akan
dibayar, termasuk pengguna narkoba suntik. Pada awal epidemi, para dokter belum
menyadari akan mudahnya virus ini menyebar melalui donor darah tanpa screening
sebelumnya. Akibatnya, banyak dari mereka yang mendapat transfusi dari seseorang
yang terinfeksi HIV akan tertular HIV.
Penggunaan Narkoba. Meningkatnya ketersediaan heroin seiring dengan
perang Vietnam tahun 1970-an, mendorong pertumbuhan penggunaan narkoba suntik.
Bersamaan dengan hal tersebut, untuk menghemat biaya, pemakaian alat suntik oleh
para pecandu dilakukan secara bersama-sama, satu jarum dipakai oleh banyak

25
pecandu tanpa disterilkan terlebih dahulu. Ini merupakan jalan lain virus HIV
berpindah dari pengidap yang satu ke pengidap lainnya.
Kenyataan Di Negara Kita
Rupaya era globalisasi saat ini menyebabkan dunia tampak semakin kecil,
negara tidak mempunyai batas-batas lagi. Perpindahan penduduk menjadi begitu
mudah, demikian juga dengan HIV, bisa berpindah dari satu negara ke negara lainnya
dengan leluasa hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Kasus HIV/AIDS pertama di
Indonesia diidentifikasi di Bali pada seorang laki-laki asing yang kemudian
meninggal pada April 1987. Akan tetapi, penyebaran HIV di Indonesia meningkat
setelah tahun 1995. Hal ini dapat dilihat pada tes penapisan (screening) darah donor
yang positif HIV meningkat dari 3 per 100.000 kantong pada 1994 menjadi 16 per
100.000 kantong pada tahun 2000. Peningkatan 5 kali lebih tinggi dalam waktu 6
tahun.
Pada tahun 2000 terjadi peningkatan penyebaran epidemi HIV secara nyata
melalui pekerja seks. Data dari Tanjung Balai Karimui Merauke, Propinsi Irian Jaya
prevalensi HIV pada pekerja seks amat tinggi yaitu 26,5% sedangkan di Propinsi
Jawa Barat 5,5% dan di DKI Jakarta 3,36%.
Sejak tahun 1999 terjadi fenomena baru penyebaran HIV/AIDS yaitu infeksi
HIV mulai terlihat pada para pengguna Narkoba suntik. Penularan pada kelompok ini
terjadi secara cepat karena penggunaan jarum suntik bersama. Sebagai contoh, pada
tahun 1999 hanya 18% pengguna narkoba suntik yang dirawat di Rumah Sakit
Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta yang terinfeksi HIV. Akan tetapi pada tahun
2000 angka tersebut meningkat dengan cepat menjadi 40% dan pada tahun 2001
menjadi 48%. Fakta baru pada 2002 menunjukkan bahwa penularan infeksi HIV juga
telah meluas ke rumah tangga. Di beberapa wilayah di Jakarta dilaporkan bahwa
sekitar 3% dari 500 ibu hamil yang dites secara sukarela dalam kegiatan VCT
(Voluntary Counseling and Testing) sudah terinfeksi HIV. Jadi, semua jenis penularan
HIV ada di negara kita dan sudah mengenai siapa saja bahkan hingga ke ibu rumah
tangga dan bayi yang dikandungnya.

26
Ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi, dianugerahi Hadiah Nobel
bidang Kedokteran 2016

Ilmuwan Jepang, Yoshinori Ohsumi, dianugerahi


Hadiah Nobel bidang Kedokteran tahun ini, untuk karyanya
autophagi, ilmu tentang bagaimana sel membelah diri dan
mendaur ulang materi yang dikandungnya. Ilmuwan biologi sel
dan profesor di Tokyo Institute of Technology ini lahir di
Fukuoka, Jepang pada 9 Februari 1945. Ia menerima
penghargaan Kyoto untuk Sains Dasar pada tahun 2012. Dan
tahun ini, di usia 71 tahun, ia meraih hadiah Nobel karena
Gambar Yoshinori Ohsumi
Sumber: https://www.google.co.id/search?q=Yoshinori+Ohsumi+
terima+Nobel+Kedokteran&biw

27
Dr Ohsumi dianggap berjasa atas penemuannya tentang degradasi dan daur ulang sel dalam
proses yang disebut sebagai autofagi. Penemuan Dr Ohsumi ini dianggap penting karena
membantu menjelaskan banyak hal yang menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari kanker
hingga Parkinson. Pemahaman akan proses tersebut mencakup mutasi sel dan infeksi yang
dapat menyebabkan penyakit Parkinson, diabetes dan juga penyakit saraf. Kesalahan pada
gen-gen menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit tersebut. Konsep autofagi sudah
diketahui selama 50 tahun terakhir, tetapi Dr Ohsumi membuat terobosan pemahaman dalam
penelitiannya pada ragi yang biasa digunakan oleh pembuat roti pada tahun 1980-an dan
1990-an. Penemuan Ohsumi itu melapangkan jalan bagi pemahaman tentang pentingnya
autophagi dalam banyak proses fisiologis, seperti dalam penyesuaian diri sel terhadap
kelaparan atau respon terhadap infeksi, kata Majelis Nobel di Institut Karolinska, Swedia,
dalam sebuah pernyataan mengenai pemberian hadiah $930.000 itu, seperti dikutip dari
voanews.com.
Institut Karolinska mengatakan autophagi telah dikenal selama lebih dari 50 tahun,
tapi arti pentingnya yang fundamental dalam fisiologi dan obat-obatan baru diakui setelah
penelitian pergeseran-paradigma yang dilakukan oleh Yoshinori Ohsumi pada tahun 1990-an.
Berkat Ohsumi dan para ilmuwan lain yang mengikuti jejaknya, kita sekarang tahu bahwa
autophagi mengontrol fungsi fisiologis penting di mana komponen-komponen sel perlu
didegradasi dan didaur ulang," kata lembaga itu. Ketika mengetahui ia mendapat Hadiah
Nobel Kedokteran 2016, ia dilaporkan terkejut tetapi 'benar-benar merasa terhormat'. Dalam
wawancara dengan televisi Jepang NHK, Dr Ohsumi mengatakan tubuh manusia, selalu
mengulang proses membusuk otomatis, atau kanibalisme, dan ada keseimbangan sempurna
antara formasi dan pembusukan. "Itulah hidup," katanya. Yoshinori Ohsumi telah bekerja di
Institut Teknologi Tokyo sejak 2009. Lebih dari 270 ilmuwan dicalonkan untuk mendapatkan
hadiah ini dengan pemenangnya mendapat hadiah sekitar Rp12 miliar.

28
Tokoh Penemu Vaksin Louis Pasteur,Edward Jenner dan Robert Koch

1. Biografi Louis Pasteur

Louis Pasteur 91822-1895) lahir di kota Dole


tahun 1822, bagian timur Perancis. Sebagai mahasiswa
di Paris dia memperdalam ilmu pengetahuan.
Kegeniusannya belum tampak tatkala jadi mahasiswa
bahkan salah seorang mahagurunya menganggap Pasteur
"sedang-sedang" saja dalam ilmu kimia. Baru sesudah
dia meraih gelar Doktor di tahun 1847, Pasteur
membuktikan ucapan profesornya keliru besar.
Penyelidikannya tentang asam traktat (tartaric acid) pada
kaca mengangkat derajatnya ke tingkat ahli kimia yang

Louis Pasteur
Sumber: http://kumpulanilmuan. /2015/07/tokoh-
penemu-vaksin-louis-pasteuredward.html

29
tersohor di saat umurnya baru dua puluh enam tahun. Kemudian dia mengalihkan
perhatiannya kepada penyelidikan tentang peragian dan membuktikan bahwa proses ini persis
seperti proses yang terjadi pada sejenis mikro organisme lainnya dapat memprodusir hasil-
hasil yang tidak dikehendaki dalam hal peragian minuman. Pendapat ini segera menuntunnya
kegagasan lain bahwa semacam mikro organisme dapat pula menghasilkan hal-hal yang tidak
diharapkan dan dapat membawa pengaruh baik terhadap manusia maupun hewan.

Pasteur dalam laboratoriumnya

Pasteur bukanlah orang pertama yang memasalahkan teori baksil penyakit. Hipotesa
serupa telah pernah dikembangkan lebih dulu oleh Girolamo Fracastoro, Friedrich Henle dan
banyak lainnya lagi. Tetapi, Pasteurlah yang paling menonjol dalam hal teori kuman penyakit
yang dibuktikannya lewat serentetan percobaan dan demonstrasi yang merupakan faktor
utama dan meyakinkan masyarakat cerdik pandai bahwa teorinya benar. Apabila penyakit
disebabkan oleh baksil, tampaknya masuk akal bahwa dengan mencegah masuknya baksil itu
ke dalam tubuh manusia, penyakit itu bisa dihindari. Karena itu Pasteur menekankan
pentingnya metode antiseptik buat para dokter, dan dia punya pengaruh besar terhadap Joseph
Lister yang memperkenalkan cara antiseptik kedalam bidang pembedahan.

Bakteri yang berbahaya dapat memasuki tubuh manusia lewat makanan dan
minuman. Pasteur mengembangkan teknik (biasa disebut pasteurisasi) untuk memusnahkan
mikro organisme dalam minuman. Teknik ini, jika dipraktekkan, dapat membinasakan susu
yang kejangkitan hama sebagai penyebab infeksi. Tatkala umurnya mendekati pertengahan
lima puluhan, Pasteur beralih lagi perhatiannya kepada penyelidikan baksil penyakit ternak,
sejenis penyakit infeksi serius yang menyerang binatang ternak dan binatang-binatang lain,
tidak kecuali manusia. Pasteur mampu menunjukkan bahwa sejenis baksil menjadi sebab
sesuatu penyakit. Karya lebih penting lainnya ialah pengembangan tekniknya memproduksi
corak baksil penyakit ternak yang sudah dilemahkan. Dengan cara disuntikkan ke tubuh
ternak, baksil penyakit yang sudah dilemahkan ini dapat menimbulkan penyakit yang ringan
dan tidak mengakibatkan fatal sehingga memungkinkan ternak-ternak itu memperoleh
kekebalan untuk menghadapi penyakit normal. Demonstrasi Pasteur di depan umum
mengenai efektivitas teknik mengebalkan hewan dari baksil penyakit ternak menimbulkan
kegemparan. Segera disadari bahwa metode umum dapat digunakan untuk pencegahan rupa-
rupa penyakit masyarakat.

30
Pasteur dengan alat bakterinya

Penemuan pribadi Pasteur yang paling termasyhur adalah pengembangan teknik


penyuntikan terhadap manusia untuk mencegah penyakit Rabies yang ditakuti. Lain-lain
ilmuwan, dengan meniru gagasan dasar Pasteur, sejak itu mengembangkan vaksin untuk
mencegah lain-lain penyakit berat seperti tifus dan poliomyelitis. Pasteur, seorang yang suka
kerja luar biasa banyak, menciptakan penemuan-penemuan kurang penting namun tetap
berguna bagi keharuman namanya. Adalah tak lain dari penemuannya --melebihi arti
penemuan orang-orang lain-- yang secara meyakinkan mendemonstrasikan bahwa mikro
organisme tidak tumbuh lewat pembiakan. Pasteur juga menemukan fenomena anaerobiosis,
misalnya sesuatu mikro organisme dapat hidup dalam ketiadaan udara maupun oksigen.
Karya Pasteur mengenai penyakit ulat sutera mendatangkan nilai komersial yang tinggi.
Penemuan lainnya adalah pengembangan vaksin untuk mencegah berjangkitnya penyakit
kolera pada ayam dan penyakit yang menyerang unggas. Pasteur menghembuskan nafas
terakhir di dekat Paris tahun 1895.

Orang sering membuat bandingan antara Pasteur dengan Edward Jenner, ahli fisika
Inggris yang mengembangkan vaksin untuk pencegahan cacar. Meskipun Jenner
melakukannya 80 tahun sebelum Pasteur, saya menganggap arti penting Jenner tidaklah
sebesar Pasteur, karena sistem pengebalannya berlaku hanya untuk satu jenis penyakit saja,
sedangkan sistem Pasteur dapat --dan telah terbukti-- ampuh untuk mengebalkan terhadap
banyak penyakit.

Pasteur pada usia lanjut

Terhitung sejak pertengahan abad ke-19, kebutuhan hidup penduduk dunia nyaris
bertambah dua kali hpat. Pertambahan kebutuhan yang bukan kepalang cepat dan beraneka
luas jangkauannya ini lebih hebat dari apa yang pernah terjadi di sepanjang sejarah ummat
manusia. Akibatnya, pengetahuan modern dan dunia kedokteran sebetulnya telah
menyuguhkan kita masa kehidupan yang kedua. Apabila penambahan jangka perpanjangan
ini dapat dihubungkan dengan semata-mata karya usaha Pasteur, saya tidak ragu dan bimbang
lagi menempatkannya pada tingkat pertama dalam daftar urutan buku ini. Bagaimanapun,
sumbangan Pasteur begitu mendasarnya sehingga tak perlu dipertanyakan lagi bahwa Pasteur
punya saham besar dalam hal mencegah angka kematian pada akhir abad ini. Dan karena itu
Pasteur layak ditempatkan dalam urutan tinggi daftar buku ini.

31
2. Biografi Edward Jenner

Jenner dilahirkan tahun 1749, di kota kecil Berkeley di


Cloucestershire, Inggris. Selaku bocah berumur dua belas tahun
dia sudah magang jadi ahli bedah. Kemudian dia belajar anatomi
dan bekerja di rumah sakit. Tahun 1792 dia peroleh ijazah dokter
dari Universitas St. Andrew. Di usia pertengahan empat puluhan
dia sudah jadi dokter yang berbobot dan ahli bedah di
Goncestershire. Jenner sudah terbiasa dengan kepercayaan
--yang umum dianut oleh para petani dan wanita pemerah susu di
daerahnya-- bahwa orang yang kehinggapan penyakit "cacar
Edward Jennes
Sumber: http://kumpulanilmuan. /2015/07/tokoh-
penemu-vaksin- Edward -Jennes.html
sapi" semacam penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia, tak akan pernah
tertimpa penyakit cacar. ("cacar sapi" itu sendiri tidak berbahaya, meskipun gejala-gejalanya
mirip dengan cacar biasa). Jenner menyadari, bilamana kepercayaan para petani itu
mengandung kebenaran, maka menyuntikkan "cacar sapi" ke tubuh manusia akan merupakan
cara yang aman untuk membuat mereka kebal terhadap cacar. Dia pelajari dengan seksama
masalah ini, dan menjelang tahun 1796 dia betul-betul yakin bahwa kepercayaan para petani
itu memang ternyata tidak meleset. Maka Jenner memutuskan mencobanya secara langsung.

Di bulan Mei 1796 Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur
delapan tahun dengan sesuatu yang diambil dari bintik penyakit "cacar sapi" yang ada di
tangan seorang pemerah susu. Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil itu
kehinggapan "cacar sapi" tetapi segera sembuh. Beberapa minggu kemudian, Jenner
menyuntikkan Phipps serum cacar. Dan sebagaimana diharapkan pada bocah itu tak tampak
tanda-tanda penyakit.Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner
memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the
Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku
itulah yang jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum dan berkembang luas. Sesudah
itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi, dan bertahun-tahun dia
mengabdikan waktunya menyebarluaskan pengetahuan tentang tekniknya dan kerja keras
agar dapat diterima orang.

32
Praktek vaksinasi berkembang cepat di Inggris, kemudian menjadi hal yang
diharuskan dalam kalangan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Inggris. Dan berbarengan
dengan itu diterima pula oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia. Jenner dengan cuma-
cuma mempersembahkan tekniknya kepada dunia dan tak berusaha sedikit pun peroleh
keuntungan uang dari itu. Tetapi, di tahun 1802 parlemen Inggris sebagai tanda terimakasih
dan penghargaan menghadiahkannya uang sejumlah 20.000 pond. Maka Jenner pun menjadi
orang yang tennasyhur di jagad, dibanjiri rupa-rupa penghormatan dan medali. Jenner kawin
dan punya tiga anak. Dia hidup hingga umur 73 tahun, meninggal dunia di awal taliun 1823
di rumahnya di kota Berkeley. Seperti kita saksikan, Jenner menciptakan sendiri gagasan
bahwa serangan penyakit "cacar sapi" dapat memberikan kekebalan terhadap cacar; dia
dengar masalah itu dari orang lain. Dan juga ada bukti menunjukkan bahwa sudah ada yang
melakukan vaksinasi "cacar sapi" sebelum Jenner melakukannya.

Tetapi, kendati Jenner bukanlah seorang ilmuwan orisinal yang luar biasa, tidak
banyak orang yang sudah melakukan sesuatu yang begitu besar membawa manfaat bagi
kemanusiaan. Melalui penyelidikan-penyelidikannya, percobaan-percobaannya, dan tulisan-
tulisannya, dia salurkan dan alihkan kepercayaan rakyat awam yang tadinya tidak
diperhatikan secara serius oleh dunia pengobatan, menjadi praktek baku yang telah
menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Meskipun teknik Jenner hanya bisa dipakai untuk
mencegah satu jenis penyakit, tetapi penyakit itu betul-betul penyakit yang punya bobot
bahaya. Berkat hasil kerja itu dia peroleh puji dan penghormatan, baik pada masanya maupun
oleh generasi sesudahnya.

3. Robert Koch

Heinrich Hermann Robert Koch adalah seorang dokter Jerman. Dia menjadi terkenal
setelah penemuan anthrax bacillus (1877), tubercle bacillus (1882), dan kolera bacillus
(1883) dan pengembangan postulat Koch. Dia diberikan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi
atau Kedokteran pada 1905 dan dianggap sebagai pendiri bakteriologi.

33
Tokoh Penemu Vaksin Robert Koch

Pada 1883, Koch bekerja dengan tim riset dari Prancis di Alexandria, Mesir,
mempelajari kolera. Koch mengidentifikasi bakterium vibrio yang menyebabkan kolera,
meskipun dia tidak pernah membuktikannya dalam eksperimen. Pada 1885, dia menjadi
profesor higinitas di Universitas Berlin, dan kemudian, pada 1891, direktur di Institut
Penyakit Menular (Institute of Infectious Diseases) yang baru didirikan, dia mundur dari
posisi tersebut pada 1904. Dia kemudian mulai berkeliling dunia, mempelajari penyakit ini di
Afrika Selatan, India, dan Jawa. Kemungkinan sama pentingnya dengan penemuan
tuberkolosis yang membuatnya dihargai penghargaan Nobel, adalah Postulat Koch, yang
menyatakan bahwa untuk menandakan sebuah organisme sebagai penyebab penyakit, dia
harus:

1. ditemukan dalam seluruh kasus penyakit yang diperiksa

2. dipersiapkan dan mempertahankan dalam culture murni.

3. mampu memproduksi infeksi asal, meskipn setelah beberapa generasi dalam culture

4. dapat diambil dari hewan terinokulasi dan di"culture" lagi.

Tapi setelah kesuksesannya kualitas dari risetnya menurun (terutama setelah


kegagalan obat penyembuhan TBC-nya tuberculin), meskipun muridnya yang menggunakan
metodenya berhasil menemukan organisme yang bertanggung jawab atas diphtheria, typhoid,

34
pneumonia, gonorrhoea, cerebrospinal meningitis, leprosi, wabah bubonik, tetanus, dan
syphilis.

35