Anda di halaman 1dari 101

KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN RIWAYAT


SECTIO CAESAREA DENGAN KEJADIAN
PLASENTA PREVIA DI RSI IBNU SINA
YARSI SIMPANG EMPAT
TAHUN 2016

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Karya Tulis Ilmiah


Program Study D-III Kebidanan

DILLA ISDA YULIANA


1301357

YAYASAN PENDIDIKAN SUMATERA BARAT (YPSB) PADANG


AKADEMI KEBIDANAN PASAMAN BARAT
(AKBID PASBAR)
TAHUN 2016
Lembar Pengesahan

KARYA TULIS ILMIAH INI TELAH DI SETUJUI


PADA TANGGAL, 2016

Oleh :

Pembimbing

( Timmy Larasati, S.ST )


Lembar Persetujuan

KARYA TULIS ILMIAH INI TELAH DI SETUJUI DAN


DI PERTAHANKAN
PADA TANGGAL, 2016

Oleh :

Penguji I Penguji II

( Efriza Destineldi, SKM, M.PH ) ( Hj. Sri Yenita, Amd.Keb,SKM, M. Kes )

Pembimbing

( Timmy Larasati, S.ST )


Nama : DILLA ISDA YULIANA
NIM : 1301357

HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN RIWAYAT SECTIO CAESAREA


DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA di RSI IBNU SINA YARSI
SIMPANG EMPAT TAHUN 2016
ABSTRAK
Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2013,
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 390 per
100.000 kelahiran hidup. Menurut Kementrian Kesehatan RI Tahun 2010, 3 faktor
utama kematian ibu melahirkan adalah perdarahan (28%), eklampsia (24%), dan
infeksi (11%). Anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil
menjadi penyebab utama terjadinya perdarahandan infeksi yang merupakan faktor
utama kematian ibu (DepKes 2010).
Berdasarkan data awal yang dikumpulkan dari rekam medik RSI Ibnu Sina Yarsi
Simpang Empat Tahun 2015, frekuensi kejadian plasenta previa adalah 213 dari
1.587 persalinan, dan sampel nya sebanyak 813 yaitu persalinan yang multipara.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara Paritas dan
Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi
Simpang Empat Tahun 2015.
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik, dilaksanakan pada bulan
Agustus 2016 di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat. Populasi dalam penelitian
ini adalah semua ibu bersalin yang melahirkan di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang
Empat Tahun 2015 yaitu 1.463 orang, besar sampel pada penelitian ini adalah 813
orang. Dalam penelitian ini tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah
Total Sampling.
Berdasarkan analisa Univariat dan Bivariat maka didapatkan bahwa dari
813 responden sebanyak 108 responden (13,3%) memiliki paritas yang beresiko,
sebanyak 301 responden (37%) ibu riwayat sectio caesarea yang beresiko, dan
sebanyak 128 responden (15,7%) ibu mengalami kejadian plasenta previa.
Terdapat Hubungan antara Paritas dan Riwayat Sectio Caesarea Ibu Bersalin
dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Tahun
2016.
Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara
paritas ibu dengan kejadian plasenta previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang
Empat Tahun 2015. Disarankan bagi Rumah Sakit agar mampu melaksanakan dan
meningkatkan promosi kesehatan secara menyeluruh agar informasi yang
diperoleh mengenai kejadian plasenta previa dapat dipahami oleh ibu-ibu dan juga
dapat mencegah terjadinya bahaya kehamilan dan persalinan.

Kata Kunci : Kejadian Plasenta Previa, Paritas, dan Riwayat Sectio


Caesarea
Daftar Pustaka : (2006-1014)
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Atas rahmat

dan Karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyusun Karya Tulis Ilmiah ini dengan

judul Hubungan antara Paritas Ibu dan Riwayat Sectio Caesarea dengan

Kejadian Plasenta Previa di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Simpang Empat

2016 .

Karya Tulis Ilmiah penelitian ini disusun untuk memenuhi dan melengkapi

salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III di Akademi

Kebidanan Pasaman Barat. Peneliti menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini

masih jauh dari kesempurnaan baik isi maupun susunan bahasanya, oleh karena

itu dengan kerendahan hati peneliti mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun dari pembaca, untuk kesempurnaan penyusunan Karya Tulis Ilmiah

ini.

Dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini, peneliti banyak mengalami

hambatan dan kesulitan namun berkat bantuan bimbingan dan arahan yang sangat

berharga dari beberapa pihak, akhirnya peneliti dapat menyelesaikan Karya Tulis

Ilmiah ini sebagaimana mestinya.

Untuk itu perkenankanlah peneliti menyampaikan rasa terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Ibu DR. Hj. Nurtati, SE, MM, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Sumatera

Barat (YPSB) Padang.


2. Ibu Hj. Sri Yenita Amd.keb. SKM, Mkes, selaku Direktur Akademi

Kebidanan Pasaman Barat.


3. Ibu Timmy Larasati S.ST selaku dosen pembimbing yang telah banyak

memberikan arahan kepada peneliti.


4. Bapak dan Ibu Dosen di Akademi Kebidanan Pasaman Barat, yang telah

memberikan ilmu pengetahuan, bimbingan serta nasehat.


5. Bapak dr. Agung Mulia selaku Direktur RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat

Pasaman Barat.
6. Teristimewa kepada kedua orang tua dan seseorang, keluarga dan orang-orang

yang saya sayangi, terima kasih yang tak terhingga atas limpahan kasih

sayang yang tulus, memberikan dorongan moril, materil, dukungan dan doa

restu yang tulus sepanjang waktu sehingga penulis dapat menyelesaikan

pendidikan di Prodi Kebidanan Pasaman Barat.


7. Seluruh teman-teman mahasiswi di Kebidanan Pasaman Barat angkatan VI,

khususnya anak-anak 6.a yang telah banyak membantu dan memberikan

saran serta dorongan kepada penulis selama perkuliahan hingga penyusunan

proposal penelitian.

Peneliti berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat di manfaatkan demi

kemajuan dan kesuksesan kita bersama. Akhir kata semoga Allah SWT. selalu

melindungi kita.Amin Yarobbal Alamin

Pasaman Barat, 2016

Peneliti

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI .........................................................................................................iii

DAFTAR TABEL...................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vi

DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................vii

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
....................................................................................................................................
1

B. Rumusan Masalah
....................................................................................................................................
3

C. Tujuan Penelitian
....................................................................................................................................
4

1. Tujuan Umum
....................................................................................................................................
4

2. Tujuan Khusus
....................................................................................................................................
4

D. Manfaat Penelitian
....................................................................................................................................
5

E. Keaslian Penelitian
....................................................................................................................................
5

BAB II : TINJAUAN TEORI


A. Pengertian Paritas
....................................................................................................................................
6

B. Pengertian Plasenta Previa


....................................................................................................................................
8

C. Patofisiologi Plasenta Previa


....................................................................................................................................
10

D. Tanda dan Gejala Plasenta Previa


....................................................................................................................................
11

E. Klasifikasi Plasenta Previa


....................................................................................................................................
12

F. Kerangka Konsep
....................................................................................................................................
19

G. Hipotesa Penelitian
....................................................................................................................................
20

BAB III : METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
....................................................................................................................................
21

B. Tempat dan Waktu Penelitian


....................................................................................................................................
21

C. Populasi dan sampel


....................................................................................................................................
21

D. Definisi Operasional
....................................................................................................................................
22

E. Pengolahan Data
....................................................................................................................................
24

F. Analisa Data
....................................................................................................................................
24

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisa Univariat
....................................................................................................................................

2. Analisa Bivariat
....................................................................................................................................

B. Pembahasan

1. Analisa Univariat
......................................................................................................................

2. Analisa Bivariat
....................................................................................................................................

BAB V : PENUTUP

A. Kesimpulan
....................................................................................................................................

B. Saran
....................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Nomor Tabel

Halaman

Tabel 1 Data Plasenta Previa...................................................................


Tabel 2 Definisi Operasional...................................................................
Tabel 3 Distribusi Frekuensi Paritas........................................................
Tabel 4 Distribusi Frekuensi Riwayat Sectio Caesarea...........................
Tabel 5 Distribusi Frekuensi Kejadian Plasenta Previa...........................
Tabel 6 Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa..................
Tabel 7 Hubungan Riwayat Sectio Caesarea dengan Plasenta Previa ....
DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Halaman

Gambar 1 Kerangka Konsep Penelitian...................................................


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Persetujuan Melaksanakan Penelitian

Lampiran 2 : Lembar Izin Pengambilan Data Awal

Lampiran 3 : Tabel Analisis Univariat dan Bivariat

Lampiran 4 : Daftar Checklist

Lampiran 5 : Master Tabel

Lampiran 6 : Lampiran SPSS

Lampiran 7 : Lembaran konsultasi proposal penelitian


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesepakatan dunia yang tertuang dalam Millinium Development Goals

(MDGs), menargetkan Angka Kematia Ibu (AKI) sebesar 102/100.000 ibu

melahirkan dan ditargetkan tercapai pada tahun 2015. Data statistic WHO

(World Health Organization) tahun 2011, membagi AKI menjadi 5, yaitu

kurang dari 15 per 100.000 kelahiran hidup, 15 sampai 199 per 100.000

kelahiran hidup, 200 sampai 499 kelahiran hidup, 500 sampai 999 per

100.000 kelahiran hidup dan lebih dari 1.000 per 100.000 kelahiran hidup. Di

negara ASEAN, hanya Singapura yang mencapai AKI kurang dari 15 yaitu 9

per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan di Indonesia 228 per 100.000

kelahiran hidup, AKI ini meningkat ditahun 2012 menjadi 359 per 100.000

kelahiran hidup (DepKes RI,2012).

Menurut SDKI tahun 2013 AKI dan Angka Kematian Bayi Baru Lahir

(AKBBL) di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu 390 per 100.000

persalinan hidup. Jika perkiraan persalinan di Indonesia sebesar 5.000.000

orang, maka akan terdapat sekitar 19.500 sampai 20.000 kematian ibu tiap

tahunnya yang terjadi setiap 26 sampai 27 menit sekali. Dimana sekitar 3

sampai 10% disebabkan oleh khasus komplikasi obstetrik, seperti khasus

berat pendarahan antepartum (karena plasenta previa atau karena solusio


plasenta), pendarahan postpartum, kepala janin dan ruang panggul yang tak

seimbang, ruptura uteri serta malpresentasi letak janin (DepKes RI, 2012).

Menurut Kementrian kesehatan RI tahun 2010, 3 faktor utama kematian

ibu melahirkan adalah Perdarahan (28%), Eklampsia (24%) dan Infeksi

(11%). Anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi

penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor

utama kematian ibu (DepKes 2010).

Masalah kesehatan ibu merupakan masalah yang perlu mendapat

priorotas utama, karena sangat menentukan kualitas sumber daya manusia

mendatang. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), serta lambatnya

penurunan angka kematian ibu, menunjukkan bahwa pelayanan KIA sangat

mendesak untuk ditingkatkan baik dari segi jangkauan maupun kualitas

pelayanan.

Kematian maternal di Indonesia adalah perdarahan (42%), eklampsia (13%),

komplikasi abortus (11%), infeksi (10%), dan persalinan lama (9%).

Penelitian Chowdhury (2007) yang dilakukan di Pakistan, mengatakan bahwa

terdapat empat komplikasi penyebab langsung kematian ibu, yang tertinggi

adalah partus lama sebanyak 1270 (24,5%), perdarahan 601 (11,6%), infeksi

485 (9,3%) dan kejang 166 (3,2%). (DepKes RI,2014).

Plasenta Previa adalah Plasenta yang implantasinya tidak normal,

sehingga menutupi seluruh atau sebagian ostium internum karena faktor

predisposisi yang masih sulit dihindari, prevalensinya masih tinggi serta


punya andil besar dalam angka kematian maternal dan perinatal yang

merupakan parameter pelayanan kesehatan.

Prevalensi Plasenta previa di negara maju berkisar antara 0,26 2,00 % dari

seluruh jumlah kehamilan. Sedangkan di Indonesia dilaporkan oleh beberapa

peneliti berkisar antara 2,4 3,56 % dari seluruh kehamilan. (Sarwono 2010).

Penyebab Plasenta Previa secara pasti sulit ditemukan, tetapi ada

beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya Plasenta Previa yaitu

pada grandemultipara, primigravida tua, bekas sectio caesarea, usia ibu lanjut

(lebih dari 35 tahun), bekas aborsi, kelainan janin, dan leiomioma uteri.

(Sarwono 2010).

Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan Plasenta Previa adalah

perdarahan dan mengakibatkan syok, anemia karena perdarahan, plasentitis,

prematuritas janin dan asfiksia berat, peningkatan mortalitas janin,

perdarahan pascapartum karena perdarahan pada tempat pelekatan plasenta.

Pada tempat tersebut, kontraksi serat otot uterus kurang efektif, sindrom

Sheehan dan efek pembekuan dapat terjadi, namun lebih sering terjadi pada

abrupsio plasenta. (Sarwono 2010).

Paritas adalah keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang

dilahirkan (Ramalli dkk, 2005). Anak lebih dari 3 dapat menimbulkan

gangguan pertumbuhan janin perdarahan saat kehamilan kerena keadaan

rahim biasanya sudah lemah. Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman

ditinjau dari sudut kematian maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari

3) mempunyai angka kematian maternal lebih tinggi. Lebih tinggi paritas,


lebih tinggi kematian maternal. Risiko pada paritas 1 dapat ditangani dengan

asuhan obstetrik lebih baik, sedangkan risiko pada paritas tinggi dapat

dikurangi atau dicegah dengan keluarga berencana. Sebagian kehamilan pada

paritas tinggi adalah tidak direncanakan. (Sarwono 2010).

Riwayat persalinan saesarea akan meningkatkan risiko terjadinya

Plasenta Previa yaitu (3,9 %) lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka

(1,9 %) untuk keseluruhan populasi obstetric ( Cunningham, 2010 )

Seksio saesarea yaitu pembedahan untuk melahirkan janin dengan

membuka dinding perut dan dinding uterus (Prawirohardjo, 2011). Dalam

hubungan ini perlu diingat bahwa seorang ibu yang telah mengalami

pembedahan itu merupakan seorang yang mempunyai perut dalam uterus dan

tiap kehamilan serta persalinan berikut memerlukan pengawasan yang cermat

berhubung dengan bahaya rupture uteri.

Tabel 1
Data Persalinan Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi
dan RSUD Pasaman Barat tahun 2015

N Tempat Jumlah Ketuban Pecah Dini


Jumlah %
o Persalinan
1 RSI Ibnu Sina Yarsi 1.463 213 13,4
2 RSUD Pasaman Barat 682 74 10,8

Berdasarkan Profil Kesehatan Sumatera Barat, tercatat AKI Sumatera

Barat tahun 2013 sebesar 111 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKI di
Sumatera Utara tercatat sebesar 268 per 100.000 kelahiran hidup di tahun

2013. (Dinkes Sumbar 2013).

Data Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat tahun 2012 sebesar 87,2%

dengan jumlah kematian 7 orang, jumlah kematian ibu ini meningkat ditahun

2013 menjadi 9 orang. (Dinkes PasBar 2013).

Berdasarkan data awal yang dikumpulkan dari rekam medik RSI Ibnu

Sina Simpang Empat tahun 2015 frekuensi kejadian Plasenta Previa adalah

213 dari 1.463 persalinan sedangkan di RSUD Pasaman Barat adalah 74 dari

682 periode Januari Desember pada tahun 2015. Selama ini penulis belum

pernah melihat ada penelitian tentang hubungan paritas dan riwayat sectio

caesarea dengan kejadian plasenta previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat

Pasaman Barat. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian di

RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat.

B. Perumusan Masalah

Apakah ada Hubungan antara Paritas Ibu dan Riwayat Sectio Caesarea

dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman

Barat tahun 2015 ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui Hubungan antara Paritas Ibu dan Riwayat Sectio

Caesarea dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Simpang

Empat Pasaman Barat tahun 2015.


2. Tujuan Khusus

a. Diketahuinya distribusi frekuensi paritas ibu bersalin di RSI Ibnu Sina

Simpang Empat Pasaman Barat tahun 2015.


b. Diketahuinya distribusi frekuensi riwayat sectio caesarea di RSI Ibnu

Sina Simpang Empat Pasaman Barat tahun 2015.


c. Diketahuinya distribusi frekuensi kejadian plasenta previa di RSI Ibnu

Sina Simpang Empat Pasaman Barat tahun 2015.


d. Diketahuinya hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan kejadian Plasenta

Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat tahun 2015.
e. Diketahuinya hubungan Riwayat Sectio Caesarea dengan kejadian

Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat 2015.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Sebagai bahan latihan bagi peneliti untuk menambah wawasan,

pengetahuan dan keterampilan guna mengaplikasikan berbagai teori yang

di dapat dibangku perkuliahan.

2. Bagi Institusi Pendidikan

Penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pendidikan, khususnya

bagi Mahasiswa Akademi Kebidanan Pasaman Barat.

3. Bagi Tempat Penelitian

Sebagai masukan bagi petugas kesehatan di ruang Kebidanan RSI Ibnu

Sina Simpang Empat Pasaman Barat tentang Hubungan antara Paritas Ibu

dan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta Previa .


E. Keaslian Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh Neli Safitri (2012), dengan judul

Hubungan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Plasenta Previa di RSUD

Lubuk Basung, dimana persamaan penelitian adalah meneliti hubungan

paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa di Rumah sakit.

Perbedaan penelitian adalah waktu, jumlah populasi dan sampel yang

berbeda.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Paritas

1. Pengertian

Paritas adalah jumlah anak yang dilahirkan, termasuk yang meninggal

dengan usia kehamilan 36 minggu. Paritas 1-3 merupakan paritas yang

paling aman bagi kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan

(Wiknjosastro, 2008).

Paritas adalah jumlah kehamilan yang dilahirkan atau jumlah anak yang

dimiliki baik dari hasil perkawinan sekarang atau sebelumnya. Paritas

adalah jumlah kehamilan yang menghasilkan janin yang mampu hidup

diluar rahim dengan usia kehamilan 28 minggu (Pusdiknakes, 2010).

Penyebab tidak langsung AKI antara lain dikenal dengan 4T yaiu :

terlalu muda (<20 tahun), terlalu tua (>35 tahun), terlalu sering (jarak

kehamilan <2tahun) dan terlalu banyak melahirkan (>3 orang). AKI di

Indonesia 65% disebabkan oleh karena 4T tersebut (Moctar, 2009).

Menurut Pardosi (2009), menyimpulkan bahwa paritas juga

berhubungan secara bermakna dengan kejadian Plasenta Previa. Ibu hamil

dengan paritas 5 memiliki resiko untuk terjadi Plasenta Previa 3 kali lebih

besar dibandingkan ibu hamil yang dengan paritas 2 sampai 5.

Paritas 2-3 merupakan paritas paling aman ditinjau dari sudut kematian

maternal. Paritas 1 dan paritas tinggi (lebih dari 3) mempunyai angka

kematian maternal yang tinggi. Lebih tinggi paritas, lebih tinggi kematian
maternal. Resiko pada paritas 1 dapat ditangani dengan asuhan obsetric

lebih baik, sedangkan resiko pada paritas tinggi dapat dikurangi atau

dicegah. Sebagian kehamilan pada paritas tinggi adalah tidak direncanakan

(Prawirohardjo, 2010).

Faktor yang mempengaruhi paritas adalah :

1. Pendidikan

Pendidikan adalah bimbingan yang dilakukan seseorang terhadap

perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita tertentu. Makin

tinggi tingkat pendidikan makin mudah dalam memperoleh dan

menerima informasi sehingga kemampuan ibudalam berfikir lebih

rasional. Ibu yang mempunyai pendidikan tinggi akan lebih berfikir

rasional bahwa jumlah anak ideal adalah 2 orang.

2. Pekerjaan

Pekerjaan adalah simbol status seseorang di masyarakat. Pekerjaan

jembatan untuk memperoleh uang dalam rangka memenuhi kebutuhan

hidup dan untuk mendapatkan tempat pelayanan kesehatan yang

diinginkan. Banyak anggapan bahwa status pekerjaan seseorang yang

tinggi maka mempunyai banyak anak karena mampu memenuhi

kebutuhan hidup sehari-hari.

3. Keadaan Ekonomi

Kondisi umum yang tinggi mendorong ibu untuk mempunyai anak

lebih karena keluarga merasa mampu dalam memenuhi kebutuhan.


4. Latar Belakang Budaya

Cultur universal adalah unsur-unsur budaya yang bersifat universal

yang ada didalam semua budaya di dunia seperti pengetahuan, bahasa

dan khasanah dasar cara pergaulan sosial, adat istiadat penilaian umum.

Kebudayaan telah mewarnai sikap anggota kelompok masyarakat karena

kebudayaan pula yang memberikan corak pengalaman individu-individu

yang menjadi anggota kelompok masyarakat asuhannya. Latar belakang

budaya mempengaruhi paritas antara lain adanya anggapan bahwa

semakin banyak jumlah anak semakin banyak rezeky.

5. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan domain dari prilaku. Semakin tinggi

tingkat pengetahuan seseorang maka akan bersikap langgeng. Dengan

kata lain ibu yang tahu dan paham tentang jumlah anak yang ideal maka

ibu akan berprilaku dengan apa yang ia ketahui.

B. Plasenta Previa

1. Pengertian

Plasenta adalah organ sementara yang menghubungkan ibu dan fetus

dan mengirim oksigen dan nutrisi-nutrisi dari ibu ke fetus. Plasenta

berbentuk cakramdan pada masa sepenuhnya berukuran kira-kira tujuh

inches dalam diameternya (garis tengahnya). Plsenta melekat pada dinding

kandungan (uterus).

Plasenta atau ari-ari terdiri dari vili-vili dan kotiledon yang berfungsi untuk

jalan makanan dan oksigen bagi janin. Makanan akan diantar melalui
Plasenta. Plasenta juga menyaring racun maupun obat-obatan yang

membahayakan janin (Prawirohardjo, 2010).

Pada usia kehamilan awal, lokasi Plasenta berada pada bagian bawah

rahim, dekat dengan jalan lahir, tetapi seiring dengan perkembangan janin

dan pembesaran rahim maka Plasenta bergeser ke atas sehingga menempati

lokasi pada korpus atau fundus (bagian atas) rahim pada triwulan ketiga.

(Prawirohardjo, 2010)

1. Plasenta Previa adalah Plasenta yang letaknya abnormal, yaitu pada

segmen bawah uterus sehingga menutupi sebagian atau seluruh

pembukaan jalan lahir (Mansjoer, 2001).

2. Plasenta Previa adalah Plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah

rahim dan menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri internum

(Saefuddin, 2009).

3. Plasenta Previa adalah Plasenta yang tertanam pada segmen bawah

uterus dan terletak di daerah ostium internum serviks. Disini Plasenta

berada di depan bagian terendah janin (Harry, 2003).

b. Etiologi

Plasenta Previa meningkat kejadian nya pada keadaan-keadaan yang

endometriumnya kurang baik, misalnya karena atrofi endometrium atau

kurang baiknya vaskularisasi desisua. Keadaan endometrium yang kurang

baik menyebabkan Plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk mencukupi

kebutuhan janin. Plasenta yang tumbuh meluas mendekati atau menutup

ostium uteri internum.


Endometrium yang kurang baik juga dapat menyebabkan zigot mencari

tempat implantasi yang lebih baik, yaitu di tempat yang rendah dekat ostium

uteri internum. Plasenta Previa juga dapat terjadi pada Plasenta yang besar

dan yang luas, seperti pada eritroblastosis, diabetes melitus, atau kehamilan

multipel (FK UNPAD, 2005).

c. Faktor Resiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kejadian Plasenta Previa :

1) Umur
a) Umur muda karena endometrium masih belum sempurna.
b) Umur diatas 35 tahun karena tumbuh endometrium yang kurang

subur. Karena pada endometrium yang kurang subur atau kurang

baik menyebabkan Plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk

mencukupi kebutuhan janin (Sastrawinata, 2002).


2) Paritas

Pada paritas yang tinggi kejadian Plasenta previa makin besar

karena endometrium belum sempat tumbuh.

3) Endometrium yang cacat :


a) Bekas persalinan berulang dengan jarak pendek.
b) Bekas operasi, bekas curetage atau Plasenta manual.
c) Melahirkan dengan operasi ceasar mengakibatkan parut di dalam

rahim. Kejadian meningkat pada wanita yang sudah melakukan 4

kali atau lebih operasi ceasar.


d) Perubahan endometrium pada mioma uteri atau polip.
e) Pada kehamilan malnutrisi (Nugraheny, 2009).
4) Kehamilan multipel
Pada kehamilan multipel atau kembar beresiko tinggi terjadinya

Plasenta previa dibandingkan dengan kehamilan biasa.


5) Riwayat Plasenta Previa sebelumnya
Ibu hamil yang pernah mengalami Plasenta previa sebelumnya

dapat beresiko terjadinya kasus Plasenta previa lagi. (Barbara R.

Stright. 2004).

d. Patofisiologis

Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15-20

cm dan tebal 2,5 cm, berat rata-rata 500 gram. Tali pusat berhubungan

dengan Plasenta biasanya di tengah (insersio sentralis). Bila hubungan agak

pinggir (insersio marginalis), kadang-kadang tali pusat berada di luar

Plasenta dan hubungan dengan Plasenta melalui janin, jika demikian

disebut (insersio velamentosa) (Prawirohardjo, 2006).

Umumnya Plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 16

minggu dengan ruang amnion telah mengisi seluruh cavum uterus, agak ke

atas ke arah fundus uteri. Meskipun ruang amnion membesar sehingga

amnion tertekan ke arah korion, amnion hanya menempel saja di depan atau

di belakang dinding uterus agak ke atas ke arah fundus uteri, Plasenta

sebenarnya berasal dari sebagian dari janin, di tempat-tempat tertentu pada

implantasi Plasenta terdapat vena-vena yang lebar(sinus) untuk menampung

darah kembali pada pinggir Plasenta di beberapa tempat terdapat suatu

ruang vena untuk menampung fungsu Plasenta (Prawirohardjo, 2006).

Fungsi Plasenta adalah mengusahakan janin tumbuh dengan baik

untuk pertumbuhan adanya zat penyalur, asam amino, vitamin dan mineral

dari ibu ke janin dan pembuangan CO2 serta sampah metabolisme janin ke

peredaran darah ibu (Prawirohardjo, 2006).


Perdarahan antepartum akibat Plasenta Previa terjadi sejak kehamilan

20 minggu saat segmen bawah uteri telah terbentuk dan mulai menebal serta

menipis. Umumnya terjadi pada trimester ketiga karena segmen bawah

uterus lebih banyak mengalami perubahan. Pelebaran segmen bawah uterus

dan permukaan serviks menyababkan sinus robek karena lepasnya Plasenta

dari dinding uterus atau karena robekan sinus marginalis dari Plasenta.

Perdarahan tidak dapat di hindarkan karena ketidakmampuan serabut otot

segmen bawah uterus untuk berkontraksi seperti Plasenta letak normal.

(Sujiyatini, 2009).

e. Tanda dan Gejala

Tanda utama Plasenta Previa adalah :

1) Gejala yang terpenting adalah perdarahan tanpa rasa nyeri.

Pasien mungkin berdarah sewaktu tidur dan sama sekali tidak

terbangun, baru pada saat pasien bangun pasien tersebut merasa bahwa

kainnya basah. Biasanya perdarahan karena Plasenta Previa baru timbul

setelah bulan ke tujuh.

Hal ini disebabkan oleh :

a) Perdarahan sebelum bulan ketujuh memberikan gambaran yang tidak

berbeda dari abortus.


b) Perdarahan pada Plasenta Previa disebabkan pergerakan antara

Plasenta dan dinding rahim.


Ini disebabkan karena setelah bulan ke empat terjadi regangan pada

dinding rahim lebih cepat tumbuhnya dari rahim sendiri, akibatnya


istmus uteri tertarik menjadi bagian dinding corpus uteri yang

disebut segmen bawah rahim.


Pada Plasenta Previa tidak mungkin terjadi tanpa pergeseran

antara Plasenta dan dinding rahim. Saat perdarahan bergantung pada

kekuatan insersi Plasenta dan kekuatan tarikan pada istmus uteri.

Jadi pada kehamilan tidak perlu ada his untuk menimbulkan

perdarahan, tetapi sudah jelas dalam persalinan his pembukaan

menyebabkan perdarahan karena bagian Plasenta di atas atau dekat

ostium akan terlepas dari dasarnya. Perdarahan pada Plasenta Previa

terjadi karena terlepasnya Plasenta dari dasarnya.


c) Perdarahan pada Plasenta Previa terjadi berulang-ulang karena

setelah terjadi pergeseran antara Plasenta dan dinding rahim. Oleh

karena itu regangan dinding rahim dan tarikan pada serviks

berkurang tetapi dengan majunya kehamilan regangan bertambah

lagi dan menimbulkan perdarahan baru.


d) Bagian terendah anak masih sangat tinggi karena Plasenta terletak

pada kutub bawah rahim sehingga bagian terendah tidak dapat

mendekati pintu atas panggul.


e) Pada Plasenta Previa ukuran panjang rahim berkurang maka Plasenta

Previa sering disertai kelainan letak jika perdarahan disebabkan oleh

Plasenta Previa lateral dan marginal serta robekannya marginal,

sedangkan Plasenta letak rendah, robekannya beberapa sentimeter

dari tepi Plasenta. (FK UNPAD, 2005).


f. Klasifikasi Plasenta Previa :
1) Plasenta Previa totalis apabila ostium uteri internum seluruhnya tertutup

oleh Plasenta.
2) Plasenta Previa parsialis apabila hanya sebagian ostium uteri internum

tertutup Plasenta.
3) Plasenta Previa lateralis apabila hanya tepi Plasenta yang menutupi ostium

uteri internum.
4) Plasenta Previa letak rendah apabila Plasenta berimplantasi di segmen

bawah rahim tetapi tidak ada bagian yang menutupi ostium uteri internum.

g. Penatalaksanaan medis

Harus dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas operasi.

Sebelum di rujuk :

1) Anjurkan pasien untuk tirah baring total dengan menghadap ke kiri, tidak

melakukan senggama, dan menghindari peningkatan tekanan rongga perut

(misal batuk, mengedan karena sulit buang air besar).


2) Pasang infus NaCl fisiologis, bila tidak memungkinkan beri cairan peroral.
3) Pantau tekanan darah dan frekuensi nadi pasien secara teratur tiap 15

menit untuk mendeteksi adanya hipotensi atau syok akibat perdarahan.


4) Bila terjadi renjatan, segera lakukan resusitasi cairan dan transfusi darah.
Penanganan di rumah sakit dilakukan sesuai dengan

kehamilan, pengelolaan Plasenta Previa tergantung dari

banyaknya perdarahan, umur kehamilan dan derajat Plasenta

previa. Setiap ibu yang di curigai Plasenta Previa harus dikirim

ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk tranfusi darah dan

operasi.
Sebelum penderita syok, pasang infus NaCl/RL sebanyak 2-

3 kali jumlah darah yang hilang. Jangan melakukan pemeriksaan

dalam atau tampon vagina, karena akan memperbanyak

perdarahan dan menyebabkan infeksi. (Sujuyati, 2009).

Syarat untuk dilakukan penatalaksanaan secara konservatif adalah :


1) Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit yang kemudian

berhenti.
2) Belum ada tanda inpartu.
3) Keadaan umum ibu cukup baik (kadar hemoglobin dalam batas

normal)
4) Janin masih hidup.

Syarat untuk dilakukan penatalaksanaan secara aktif :

1) Janin matur.
2) Janin mati atau menderita animaly atau keadaan yang mengurangi

kelangsungan hidupnya (misalnya anensefali).


3) Pada perdarahan aktif dan banyak, segera dilakukan terapi aktif tanpa

memandang maturitas janin (Saifuddin, 2002).

Secara konservatif : Bila umur kehamilan kurang dari 37 minggu

1) Perdarahan sedikit keadaan ibu dan anak baik maka biasanya penanganan

konservatif sampai umur kehamilan aterm. Penanganan berupa tirah

baring, hematinik, antibiotika dan tokolitik bila ada his. Bila selama 3 hari

tidak ada perdarahan pasien mobilisasi bertahap. Bila setelah pasien

berjalan tetap tidak ada perdarahan pasien boleh pulang. Pasien dianjurkan

agar tidak koitus, tidak bekerja keras dan segera ke rumah sakit jika terjadi

perdarahan. Nasehat ini juga dianjurkan untuk pasien yang di diagnosis

Plasenta Previa dengan USG namun tidak mengalami perdarahan. Jika

perdarahan banyak dan di perkirakan membahayakan ibu dan janin maka

dilakukan resusitasi cairan dan penanganan secara aktif. (Sujiyati, 2009).


2) Secara aktif : Bila umur kehamilan 37 minggu atau lebih, pada kondisi ini

maka dilakukan penanganan secara aktif yaitu segera mengakhiri

kehamilan, baik secara pervaginam/perabdominal. Persalinan pervaginam


di indikasikan pada Plasenta Previa marginalis, Plasenta Previa letak

rendah dan Plasenta Previa lateralis dengan pembukaan 4 cm/lebih. Pada

kasus tersebut bila tidak banyak perdarahan maka dapat dilakukan

pemecahan ketuban agar bagian bawah anak dapat masuk pintu atas

panggul menekan Plasenta yang berdarah. Namun bila perdarahan tetap

ada maka dilakukan seksio ceasar.


3) Persalinan dengan seksio ceasar di indikasikan untuk Plasenta Previa

totalis baik janin mati maupun hidup, Plasenta previa lateralis dimana

pembukaan penentuan jenis Plasenta Previa dapat dilakukan dengan USG

dan pemeriksaan dalam atau spekulum di kamar operasi.

(Sujuyatini,2009).

h. Komplikasi pada Plasenta Previa

1) Komplikasi pada ibu :


a) Perdarahan dapat menimbulkan :
1) Variasi turunnya tekanan darah sampai keadaan syik.
2) Perdarahan tidak sesuai dengan keadaan penderita

anemis sampai syok.


3) Kesadaran bervariasi dari baik sampai koma.

b) Gangguan pembekuan darah


1) Masuknya trobloplastin ke dalam sirkulasi darah

menyebabkan pembekuan darah intravaskular dan

disertai hemolisis.
2) Terjadi penurunan fibrinogen sehingga fibrinogen dapat

mengganggu pembekuan darah.

c) Perdarahan Postpartum
(1) Pada Plasenta Previa karena kurang kuatnya kontraksi

segmen bawah rahim.


(2) Kegagalan pembekuan darah menambah beratnya

perdarahan.

2) Komplikasi pada janin

a) Perdarahan yang tertimbun dibelakang Plasenta mengganggu

sirkulasi dan nutrisi kearah janin sehingga dapat

menimbulkan asfiksia ringan sampai berat dan kematian

dalam rahim.

b) Prematuritas
Pada ibu yang mengalami Plasenta Previa komplikasi yang

dialami oleh janin adalah salah satunya yaitu prematuritas

disini dikarenakan pada pasien Plasenta Previa ibu

mengalami perdarahan yang hebat sehingga mendorong

untuk dilakukannya operasi walaupun umur kehamilannya

belum mencukupi.
c). Gawat janin
Dengan adanya Plasenta Previa totalis atau marginalis yang

menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim sehingga

pembuluh darah besar yang ada di mulut rahim akan tertutup

pleh implantasi Plasenta yang tidak sempurna. Dengan

bertambah nya umur kehamilan maka akan terjadi

pembentukan segmen bawah rahim yang mengakibatkan

pergeseran Plasenta, sehingga akan menyebabkan terjadinya

perdarahan, dan dengan terjadinya perdarahan akan


menyebabkan peredaran darah janin terganggu dan sirkulasi

darah ibu juga terganggu sehingga menyebabkan terjadinya

gawat janin. (Sujiyatini, 2009).


d) Kematian

1) Pemeriksaan penunjang

(1) Laboratorium : Hemoglobin : Untuk mengetahui kadar

Hb
(2) Doppler, Laennec untuk mengetahui keadaan denyut

jantung janin, apakah janin mengalami fetal distres

atau tidak.
(3) USG untuk menilai letak/implantasi Plasenta, usia

kehamilan dan keadaan janin secara keseluruhan.

(Achadiat, 2004).

3. Riwayat Seksio Caesarea

Riwayat persalinan saesarea akan meningkatkan risiko terjadinya

Plasenta Previa yaitu (3,9 %) lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka (1,9

%) untuk keseluruhan populasi obstetric ( Cunningham, 2010 )

Seksio saesarea yaitu pembedahan untuk melahirkan janin dengan

membuka dinding perut dan dinding uterus (Prawirohardjo, 2011).

Dalam hubungan ini perlu diingat bahwa seorang ibu yang telah mengalami

pembedahan itu merupakan seorang yang mempunyai perut dalam uterus dan

tiap kehamilan serta persalinan berikut memerlukan pengawasan yang cermat

berhubung dengan bahaya rupture uteri.


Sectio caesarea yaitu suatu cara melahirkan janin dengan membuat

sayatan pada dinding uterus melalui depan perut atau vagina. Atau disebut juga

histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim. (Mochtar,2009)

Kejadian Plasenta Previa meningkat pada ibu dengan riwayat seksio saesarea

disebabkan karena endometrium yang cacat akibat bekas luka sayatan.

4. Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa

Paritas lebih dari 3 juga menyebabkan faktor utama Plasenta

Previa,disebabkan oleh endometrium yang belum sempat tumbuh, faktor

endometrium di fundus belum siap menerima implantasi, endometrium,

vaskularisasi yang kurang pada desidua, riwayat obsetri. Hal tersebut jika

dibiarkan begitu saja akan mengakibatkan terjadinya komplikasi baik pada ibu

maupun pada janinnya. Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan

Plasenta Previa adalah perdarahan dan mengakibatkan syok, anemia karena

perdarahan, plasentitis, prematuritas janin dan asfiksia berat, peningkatan

mortalitas janin, perdarahan pascapartum karena perdarahan pada tempat

pelekatan Plasenta. Pada tempat tersebut, kontraksi serat otot uterus kurang

efektif, sindrom sheehan dan efek pembekuan dapat terjadi, namun lebih sering

terjadi pada abrupsio Plasenta. (Mochtar, 1998).

Paritas dapat berhubungan dengan terjadinya plasenta Previa. Menurut

Mochtar (1998, faktor-faktor predisposisi Plasenta Previa yaitu) :

1. Umur dan paritas. Pada paritas tinggi lebih sering dari paritas rendah. Di

Indonesia, Plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas
kecil. Hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda

dimana endometrium masih belum matang.


2. Endometrium yang cacat. Endomatrium yang hipoplastis pada kawin dan

hamil muda, endometrium bekas persalinan berulang-ulang dengan jarak

yang pendek (< 2 tahun), bekas operasi, curatage, manual Plasenta, dan

corpus luteum bereaksi lambat, karena endometrium belum siap menerima

hasil konsepsi.
3. Hipoplasia endometrium : Bila kawin dan hamil pada umur muda.

5. Hubungan Riwayat Seksio Caesarea dengan Kejadian Plasenta Previa

Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan Plasenta Previa adalah

perdarahan dan mengakibatkan syok, anemia karena perdarahan, plasentitis,

prematuritas janin dan asfiksia berat, peningkatan mortalitas janin, perdarahan

pascapartum karena perdarahan pada tempat pelekatan plasenta. Pada tempat

tersebut, kontraksi serat otot uterus kurang efektif, sindrom Sheehan dan efek

pembekuan dapat terjadi, namun lebih sering terjadi pada abrupsio plasenta

(Mochtar, 2010).

Riwayat Sectio Caesarea dapat berhubungan dengan terjadinya plasenta

previa. Faktor faktor predisposisi plasenta previa yaitu :

1. Umur dan paritas. Pada paritas tinggi lebih sering dari paritas rendah. Di

Indonesia, plasenta previa banyak dijumpai pada umur muda dan paritas

kecil. Hal ini disebabkan banyak wanita Indonesia menikah pada usia muda

dimana endometrium masih belum matang.

2. Endometrium yang cacat. Endometrium yang hipoplastis pada kawin dan

hamil muda, endometrium bekas persalinan berulang ulang dengan jarak


yang pendek (< 2 tahun ), bekas operasi, curatage, dan manual plasenta, dan

corpus luteum bereaksi lambat, karena endometrium belum siap menerima

hasil konsepsi.

3. Hipoplasia endometrium. Bila kawin dan hamil pada umur muda.

Untuk mempersingkat lamanya perdarahan dan mencegah

terjadinya robekan serviks dan segmen bawah rahim maka perlu dilakukan

sectio caesarea. Sectio caesarea dilakukan pada plasenta previa totalis dan

plasenta previa lainnya jika perdarahan heba. Selain dapat mengurangi

kematian bayi pada plasenta previa, sectio caesarea juga dilakukan untuk

kepentingan ibu, sehingga sectio caesarea dilakukan pada plasenta previa

walaupun anak sudah mati.

B. Kerangka Konsep

Kerangka konsep yang digunakan dala penelitian ini adalah Variabel

Independen dan Variabel Dependen. Variabel Independen adalah paritas dan

riwayat sectio caesarea ibu bersalin. Sedangkan Variabel Dependen adalah

kejadian Plasenta Previa. (Notoatmodjo, 2005).

Variabel Independen Variabel Dependen

Paritas

Kejadian Plasenta
Previa
Riwayat Sectio
Caesarea
Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian
Hubungan Paritas dan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta
Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat Tahun 2015

C. Hipotesa Penelitian

Hipotesa yang di uji adalah :

Ha : Terdapat hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian Plasenta

Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Pasaman Barat

Tahun 2015.

Ho : Tidak terdapat hubungan paritas ibu bersalin dengan kejadian

Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Pasaman

Barat Tahun 2015.

Ha : Terdapat hubungan riwayat sectio caesarea dengan kejadian

Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Pasaman

Barat Tahun 2015.

Ho : Tidak terdapat hubungan riwayat sectio caesarea dengan kejadian

Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Pasaman

Barat Tahun 2015.


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian adalah deskriptif analitik, yaitu penelitian yang

menggambarkan dan menganalisa hubungan Variabel Independen dan

Dependen.

Desain penelitian adalah cross secsional, yaitu metode pangambilan data

yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan dengan subjek yang berbeda.

B. Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2016 di RSI

Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

1) Populasi

Populasi adalah keseluruhan dari objek yang akan diteliti atau yang

akan diselidiki (Notoatmojo, 2009). Populasi dalam penelitian ini adalah

semua ibu bersalin multipara di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Tahun 2015

yaitu 1.463 orang.

2) Sampel

Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian

jumlah dari karakteristik yang dimiliki populasi. (Hidayat, 2010).

Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah

teknik Total Sampling yaitu seluruh ibu bersalin multipara sebanyak 813

dengan plasenta previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat yaitu 213 orang.

Dengan kriteria sampel sebagai berikut :

1. Kriteria Inklusi :

a. Semua ibu bersalin multipara di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat

Pasaman Barat Tahun 2015.

b. Semua data yang dibutuhkan tercatat pada rekam medik pasien.

2. Kriteria Eksklusi

a. Tidak bersalin multipara di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat

Pasaman Barat.

b. Pencatatan rekam medik tidak lengkap.


D. Definisi Operasional

Tabel II
Hubungan Paritas dan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta
Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat Tahun 2015

N Variabel Definisi Alat Ukur Cara Hasil Ukur Skala


o Operasional Ukur Ukur
1 Paritas Jumlah anak Daftar Study Beresiko : Paritas>3 Nominal
. yang telah cheklis dokum Skor (1)
dilahirkan ibu, entasi
baik yang Dokumen Tidak beresiko :
hidup maupun rekammed Paritas3 Skor (0)
yang mati ic
2 Riwayat Ibu dengan Daftar Study Ya : Nominal
. Seksio bekas seksio cheklist dokum Jika ditemukan ada
Caesarea saesarea entasi riwayat persalinan
sebelumnya. Dokumen dengan sectio caesarea
rekammed pada persalinan
ic sebelumnya pada
dokumentasi rekam
medik
Skor (1)

Tidak :
Jika tidak ditemukan
ada riwayat persalinan
dengan sectio caesarea
pada dokumentasi
rekam medik
Skor (1)
3 Plasenta Plasenta yang Daftar Study Ya : Nominal
. Previa letaknya cheklis dokum jika ditemukan ada
abnormal yaitu entasi diagnosa Plasenta
pada segmen Dokumen Previa pada
bawah uterus rekam dokumentasi rekam
sehingga dapat medik medik
menutupi Skor (1)
sebagian atau
seluruh Tidak :
pembukaan jika tidak ditemukan
jalan lahir. ada diagnosa Plasenta
Previa pada
dokumentasi rekam
medik
skor (0)

E. Metode Pengumpulan Data

Data sekunder

Dalam penelitian ini akan diperoleh melalui study dokumen dengan

pencarian data dalam literatur dan dokumentasi RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang

Empat Pasaman Barat Tahun 2015.

F. Instrumen Penelitian

Untuk memperoleh data responden, peneliti menggunakan alat cheklist

Hubungan Paritas dan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta

Previa di RSI Ibnu Sina Simpang Empat Pasaman Barat Tahun 2015.

G. Pengolahan dan Analisis Data

a. Pengolahan Data

Dalam pengolahan data, peneliti menggunakan langkah-langkah

sebagai berikut :

1) Editing (Pemeriksaan Data)


Editing digunakan setelah semua data dikumpulkan dan dilakukan

pemeriksaan pada setiap rekam medik ibu.


2) Coding (Pengkodean Data)

Pemberian tanda / kode pada setiap rekam medik ibu agar mudah

dalam pengolahan data.


3) Entry

Memasukkan data dalam program komputer yang sesuai.

4) Clearning (Pembersihan Data)

Setelah di entry, data diperiksa kembali sehingga benar-benar bersih

dari kesalahan.

5) Processing ( Proses )
Memproses data serta memberikan nilai atau skor yang telah

ditetapkan.

b. Analisis Data

1) Analisis Univariat

Analisis ini digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi

masing-masing variabel yang diteliti, yaitu :

(1) Paritas

Beresiko : Skor 1

Tidak beresiko : Skor 0

(2) Riwayat Sectio Caesarea

Ya : Skor 1

Tidak : Skor 0

(3) Plasenta Previa

Ya : Skor 1

Tidak : Skor 0
2) Analisis Bivariat

Analisis Bivariat ini dilakukan terhadap Variabel Independen

dan Dependen yang diduga berhubungan. Untuk menganalisis

hubungan antara kedua Variabel Independen dan Variabel dependen

dilakukan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%

menggunakan program SPSS, dengan kesimpulan kedua variabel

berhubungan signifikan apabila nilai p0,05 dan tidak berhubungan

apabila nilai p>0,05 (Notoadmodjo, 2005).

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Analisa Univariat

a. Gambaran Paritas Ibu

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh

gambaran distribusi frekuensi Paritas di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang

Empat seperti terdapat pada tabel II dibawah ini :

Tabel II
Distribusi Frekuensi Paritas Ibu Bersalin di RSI Ibnu Sina Yarsi
Simpang Empat Tahun 2016

No Paritas f %

1. Beresiko 108 13,3

2. Tidak Beresiko 705 86,7

Jumlah 813 100

Berdasarkan tabel II diatas, dapat dilihat bahwa dari 813 responden


sebanyak 108 responden (13,3%) ibu paritas yang beresiko.

b. Gambaran Riwayat Sectio Caesarea Ibu

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh

gambaran distribusi frekuensi Riwayat Sectio Caesarea di RSI Ibnu

Sina Yarsi Simpang Empat seperti terdapat pada tabel III dibawah ini :

Tabel III
Distribusi Frekuensi Riwayat Sectio Caesarea di RSI Ibnu Sina Yarsi
Simpang Empat Tahun 2016

No Riwayat Sectio Caesarea f %

1. Ya 301 37

2. Tidak 512 63

Jumlah 813 100


Berdasarkan dari tabel III diatas, dapat dilihat bahwa dari 813

responden sebanyak 301 responden (37 %) ibu yang mengalami riwayat

sectio caesarea.

c. Gambaran Kejadian Plasenta Previa

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh

gambaran frekuensi Kejadian Plasenta Previa seperti terdapat pada tabel

IV dibawah ini :

Tabel IV
Distribusi Frekuensi Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina Yarsi
Simpang Empat Tahun 2016

No Kejadian Plasenta Previa f %


1. Ya 128 15,7

2. Tidak 685 84,3

Jumlah 813 100

Berdasarkan tabel IV diatas, dapat dilihat bahwa dari 813 responden

sebanyak 128 responden (15,7%) ibu mengalami kejadian plasenta previa.

2. Analisa Bivariat

a. Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh

hubungan antara Paritas dengan kejadian plasenta previa seperti pada

tabel V berikut ini :

Tabel V
Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina
Yarsi Simpang Empat Tahun 2016

No Paritas Kejadian Plasenta Previa Jumlah OR


Ya Tidak
f % F % f %

1. Beresiko 79 73,1 29 26,9 108 100


36,740
2. Tidak 49 6,9 656 93,3 705 100
Beresiko

Total 128 15,7 685 84,3 813 100

P = 0,000

Berdasarkan tabel V, didapatkan bahwa ibu paritas yang beresiko

lebih banyak yang mengalami kejadian plasenta previa yaitu 79

responden (73,1%), dibandingkan dengan ibu paritas tidak beresiko

yaitu 49 responden (6,9%).

Setelah dilakukan uji statistik dengan analisa chi-square maka

didapatkan hasil p < 0.05 (P=0,000), berarti Ha diterima dan Ho ditolak,

sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna

antara paritas ibu dengan kejadian plasenta previa.

Hasil analisis diperoleh nilai OR = 36,740 artinya responden

dengan paritas beresiko mempunyai peluang 37 kali untuk terjadinya

plasenta previa dibandingkan dengan ibu paritas tidak beresiko.

b. Hubungan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta

Previa
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh

hubungan antara riwayat sectio caesarea dengan kejadian plasenta

previa seperti pada tabel VI berikut ini :

TABEL VI
HUBUNGAN RIWAYAT SECTIO CAESAREA DENGAN
KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSI IBNU SINA
YARSI SIMPANG EMPAT TAHUN 2016

Riwayat
No Sectio Kejadian Plasenta Previa Jumlah OR
Caesarea
Ya Tidak

f % F % F %
2,283
1. Ya 69 53,9 59 46,1 128 100

2. Tidak 232 33,9 453 66,1 685 100

Total 301 15,7 512 84,3 813 100

P= 0,000

Berdasarkan tabel VI, didapatkan bahwa responden yang memiliki

riwayat sectio caesarea yang beresiko lebih banyak mengalami kejadian

plasenta previa yaitu 69 responden ( 53,9 % ), dibandingkan dengan ibu

yang tidak memiliki riwayat sectio caesarea tidak beresiko yaitu 232

responden ( 33,9 % )

Setelah dilakukan uji statistik dengan analisa chi-square maka

didapatkan hasil P < 0,05 ( P=0,000), berarti Ha diterima dan Ho ditolak,

sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna

antara riwayat sectio caesarea dengan kejadian plasenta previa.


Hasil analisa diperoleh nilai OR = 2,283 artinya responden dengan

riwayat sectio caesarea beresiko mempunyai peluang 2 kali untuk

terjadinya plasenta previa dibandingkan dengan ibu yang memiliki riwayat

sectio caesarea yang tidak beresiko.

B. Pembahasan

1. Analisa Bivariat

a. Paritas Responden Bersalin

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa dari 813

responden sebanyak 109 responden (13,4 %) merupakan paritas yang

beresiko.

Hasil penelitian ini lebih rendah dari hasil penelitian yang

dilakukan oleh Nelli Safitri (2012) yang berjudul Hubungan Usia dan

Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Plasenta Previa di RSUD Lubuk

Basung Tahun 2012, dengan hasil responden dengan paritas beresiko

yaitu 44,7 %.

Menurut Wiknjosastro (2008) paritas adalah jumlah anak

yang dilahirkan, termasuk yang meninggal dengan usia kehamilan 36

minggu. Paritas 1-3 merupakan paritas yang paling aman bagi

kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan.

Berdasarkan hasil penelitian yang talah di dapatkan dari

data RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat dapat dilihat lebih dari

separuh ibu paritas beresiko. Banyaknya ibu paritas yang beresiko,


biasanya dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, dukungan keluarga

yang kurang, pola pikir yang buruk, masih beranggapan banyak anak

banyak rezeky sehingga ibu memilih untuk memiliki banyak anak dan

sering melahirkan.

Menurut asumsi peneliti, ibu paritas yang beresiko

memilih untuk memiliki banyak anak karena adanya pola pikir dan

pemahamannya tentang bahaya nya melahirkan anak lebih dari 3

kurang mereka pahami, sehingga ibu berfikir selagi ekonomi masih

mampu ibu lebih senang memiliki banyak anak.

b. Riwayat Sectio Caesarea Ibu Bersalin

Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat bahwa dari 813

responden sebanyak 302 responden (37,1%) merupakan yang beresiko

riwayat sectio caesarea.

Menurut Cunningham (2010 ) Riwayat persalinan saesarea

akan meningkatkan risiko terjadinya Plasenta Previa yaitu (3,9 %)

lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka (1,9 %) untuk

keseluruhan populasi obstetric.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di dapatkan dari

data RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat dapat dilihat masih banyak

ibu hamil yang beresiko mengalami riwayat sectio caesarea umumnya

di anak yang pertama. Tapi didalam penelitian ini penulis hanya

memasukkan ibu hamil yang multipara yaitu ibu anaknya >1, gunanya

untuk melihat riwayat persalinan yang sebelumunya.


Hal ini mungkin disebabkan oleh bermacam-macam faktor

seperti : pendidikan yang rendah karena ibu memiliki status

pendidikan kurang dari SMA, serta kurangnya informasi yang

didapatkan dari petugas kesehatan menyangkut tentang resiko tinggi

pada kehamilan sebelumnya yang mengalami riwayat sectio

caesarea,sehingga ibu-ibu tidak terlalu mengetahui apa akibat jika ibu

hamil dan bersalin dengan jarak yang dekat dalam riwayat sectio

caesarea yang beresiko.

Menurut asumsi peneliti, ibu hamil banyak yang kurang

peduli dengan bahaya yang akan timbul jika hamil dengan jarak dekat

dalam riwayat sectio caesarea yang beresiko, padahal umumnya ibu

hamil sudah tahu apa saja akibat yang timbul dan bahkan dapat

menyebabkan kematian.

c. Kejadian Plasenta Previa

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 813

responden sebanyak 128 responden (15,7 %) mengalami kejadian

plasenta previa.

Hasil penelitian ini lebih rendah dari hasil penelitian yang

dilakukan oleh Nelli Safitri (2012) yang berjudul Hubungan Usia dab

Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian Plasenta Previa di RSUD Lubuk

Basung tahun 2012, dengan hasil ibu yang mengalami kejadian

plesenta previa adalah 58,4%.


Menurut Prawirohardjo (2009). Plasenta adalah organ

sementara yang menghubungkan ibu dan fetus dan mengirim oksigen

dan nutrisi-nutrisi dari ibu ke fetus. Plasenta berbentuk cakram dan

pada masa sepenuhnya berukuran kira-kira tujuh inches dala

diameternya (garis tengahnya).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan dari

data RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat dapat dilihat masih banyak

khasus plasenta previa yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh faktor

umur saat hamil, paritas, serta adanya riwayat plasenta previa dan

bekas operasi.

Menurut asumsi peneliti, sebagian ibu mengalami kejadian

plasenta previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat, dikarenakan

adanya kondisi rahim yang bermasalah, menikah di umur muda yaitu

20 tahun, sudah memiliki banyak anak dan adanya riwayat operasi

lebih dari 2 kali.

2. Analisis Bivariat

a. Hubungan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa

Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa ibu paritas

yang beresiko lebih banyak yang mengalami kejadian plasenta


previa yaitu 79 responden ( 73,1%), dibandingkan dengan ibu

paritas yang tidak beresiko yaitu 49 responden ( 6,9%).

Setelah dilakukan uji statistik dengan analisa chi-square

maka didapatkan hasil p < 0,05 ( p = 0,000 ), berarti Ha diterima

dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat

hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian

plasenta previa.

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang

dilakukan oleh Nelli Safitri (2012), dengan judul Hubungan Usia

dan Paritas Ibu Bersalin dengam Kejadian Plasenta Previa di

RSUD Lubuk Basung Tahun 2012, dengan hasil terdapat hubungan

yang bermakna antara Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian

Plasenta Previa.

Menurut Mochtar (2009), Paritas lebih dari 3 juga

menyebabkan faktor utama Plasenta Previa, disebabkan oleh

endometrium yang belum sempat tumbuh, faktor endometrium di

fundus belum siap menerima implantasi, endometrium,

vaskularisasi yang kurang pada desidua, riwayat obstetri.

Paritas dapat berhubungan dengan terjadinya plasenta previa. Hal

tersebut jika dibiarkan begitu saja akan mengakibatkan terjadinya

komplikasi baik pada ibu maupun pada janinnya.


b. Hubungan Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta

Previa

berdasarkan hasil penelitian, didapatkan ibu riwayat sectio

caesarea yang beresiko lebih banyak yang mengalami kejadian

plasenta previa yaitu 69 responden (53,9%), dibandingkan dengan

ibu riwayat sectio caesarea yang tidak beresiko yaitu 232

responden (33,9%).

Setelah dilakukan uji statistik dengan analisa chi-square

maka didapatkan hasil p < 0,05 ( p=0,000), berarti Ha diterima dan

Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan

yang bermakna antara riwayat sectio caesarea dengan kejadian

plasenta previa.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di dapatkan dari

data RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat dapat dilihat masih

banyak ibu hamil yang beresiko mengalami riwayat sectio caesarea

umumnya di anak yang pertama. Tapi didalam penelitian ini

penulis hanya memasukkan ibu hamil yang multipara yaitu ibu

anaknya >1, gunanya untuk melihat persalinan yang sebelumunya.

Menurut Cunningham (2010 ) Riwayat persalinan saesarea

akan meningkatkan risiko terjadinya Plasenta Previa yaitu (3,9 %)

lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka (1,9 %) untuk

keseluruhan populasi obstetric.


Kejadian Plasenta Previa meningkat pada ibu dengan riwayat sectio

caesarea disebabkan karena endometrium yang cacat akibat bekas

luka sayatan.

Menurut asumsi peneliti, riwayat sectio caesarea memang

menjadi salah satu faktor terjadinya plasenta previa, tetapi bukan

hanya riwayat sectio caesarea yang beresiko yang bisa

menyebabkan plasenta previa. Salah satu faktor lainnya adalah usia

dan paritas dengan keadaan sistem reproduksi yang tidak normal.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Hubungan antara Paritas dan

Riwayat Sectio Caesarea dengan Kejadian Plasenta Previa di RSI Ibnu Sina

Yarsi Simpang Empat Tahun 2016 yaitu :

1. Terdapat 13,3% ibu melahirkan dengan paritas beresiko di RSI Inu Sina

Yarsi Simpang Empat Tahun 2016.


2. Terdapat 37% ibu mengalami riwayat sectio caesarea di RSI Ibnu Sina

Yarsi Simpang Empat Tahun 2016.


3. Terdapat 15,7% ibu mengalami plasenta previa di RSI Ibnu Sina Yarsi

Simpang Empat Tahun 2016.


4. Terdapat hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian

plasenta previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Tahun 2016.
5. Terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat sectio caesarea dengan

kejadian plasenta previa di RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat Tahun

2016.

B. Saran

1. Bagi Peneliti Selanjutnya


Diharapkan penelitian selanjutnya dapat melanjutkan penelitian di tempat

yang berbeda sehingga banyak mendapatkan perbedaan masalah, sehingga

dapat mengatasi masalah tentang faktor paritas yang mempengaruhi

kejadian plasenta previa.


2. Bagi Ibu
Untuk selalu ikut serta dalam kegiatan posyandu dan mendengarkan

penyuluhan tentang kehamilan dan bahaya apa saja yang terdapat jika

terjadi plasenta previa dan faktor apa sajakah yang menyebabkan

terjadinya plasenta previa tersebut.


3. Bagi Tenaga Kesehatan
Untuk tenaga kesehatan RSI Ibnu Sina Yarsi Simpang Empat agar mampu

melaksanakan dan meningkatkan promosi kesehatan secara menyeluruh


agar informasi yang diperoleh mengenai kejadian plasenta previa dapat

dipahami oleh ibu-ibu dan juga dapat mencegah terjadinta bahaya

kehamilan dan persalinan.

DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2010. Plasenta Previa. Blogspot. com diakses tanggal 18 April 2016

AKBID PASBAR. 2015. Panduan Umum Penyusunan KTI. AKBID PASBAR

Dhaneswari dkk, 2008. Perdarahan Pasca Persalinan. Jakarta : Penerbit, Buku

Kedokteran EGC Dhaneswari 2008

Depkes RI 2010. Rencana Strategi Kementrian Kesehatan. Jakarta :

Departemen Kesehatan RI
Depkes RI 2012. Survey Demokrafi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta :

Kemenkes RI

Depkes RI 2014. Informasi Lembaga Kesehatan. Jakarta : Profil Kesehatan

Indonesia

Dinkes tahun 2013. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat

Dinkes tahun 2013. Profil Dinas kesehatan Pasaman Barat

Et. Al. 2009. Evaluasi Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : ECG

FK Unpad 2008. Anastesiologi. Hasan Sadikin Bandung : FK Unpad

Harry, 2010. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Harlock. 2004. Biologi Reproduksi. Jakarta : FKMUI

Manuba. 2009. Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta: EGC

2010. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC

2011. Ilmu Kebidanan Maternal dan Neonatal. Jakarta: EGC

Mochtar. 2009. Majalah Obstetri Ginekologi. Diakses dari

http://id.shvoong/1878637/[18April 2016]

Nugrahaeny. 2009. Asuhan kebidanan Patologi. Pustaka Rihama. Jokjakarta

Notoadmodjo. 2005. Pendidikan dan Prilaku Kesehatan Jakarta: Rineka Cipta

. 2007. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta

. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta


Prawiroharjo. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Sarwono

Prawiroharjo

Sarwono. 2010. Ilmu kandungan, cetakan ke-4. Jakarta :PT.Gramed

Sastrawinata, 2009. Maternal Adaption, Obstetri Fisiologi, Bandung

Sujuyatini, 2008. Asuhan Patologi Kebidanan. Jakarta Nuhamedika

Saifudin, AB. 2009. Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan

Neonatal.Jakarta. EGC

Tobing. 2010. Biologi Reproduksi. Diakses dari 18 April 2016

Varney. 2008. Varneys Midwifery. Fourth Edition. Jones N Barnett Publiser. New

York

AKBID PASBAR, 2016. Panduan Umum Penyusunan KTI. AKBID PASBAR

Nelli Safitri, 2012. Hubungan Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Kejadian

Plasenta Previa di RSUD Lubuk Basung Tahun 2012.

Lampiran 3

DAFTAR CHECKLIST
HUBUNGAN PARITAS DAN RIWAYAT PLASENTA PREVIA DENGAN
KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSI IBNU SINA
SIMPANG EMPAT PASAMAN BARAT
TAHUN 2015

Paritas Ibu Riwayat Sectio Plasenta


No No. MR Caesarea Previa
Paritas Beresiko Tidak Ya Tidak Ya Tidak
beresiko
1 135736 3
2 111709 2

3 133754 2

4 074174 3

5 133209 2

6 133940 4

7 133797 3

8 135820 2

9 135822 2

10 133579 2

11 135878 2

12 050161 3

13 111000 2

14 110068 4

15 135919 2

16 097504 2

17 135929 5

18 122146 2

19 089615 2

20 135958 2

21 110632 3

22 133544 2
23 135329 3

24 135954 2

25 135978 2

26 129248 2

27 123142 3

28 126887 4

29 134402 2

30 136088 2

31 136090 3

32 130786 2

33 106289 3

34 136095 6

35 136147 3

36 136179 2

37 135620 3

38 081408 2

39 079756 2

40 136219 3

41 136228 3

42 136243 2
43 134406 2

44 132779 3

45 134429 2

46 070164 3

47 060006 2

48 116723 3

49 136118 2

50 136325 2

51 136331 3

52 121631 3

53 136381 2

54 132964 5

55 100368 4

56 134793 2

57 136412 2

58 136427 2

59 112740 2

60 136456 3

61 067277 2

62 134668 2

63 109996 5
64 113673 3

65 127891 2

66 104588 3

67 136479 2

68 121321 10

69 085224 2

70 135000 3

71 136439 2

72 117331 4

73 125810 2

74 135505 2

75 083021 2

76 107302 5

77 100724 3

78 136665 2

79 136670 2

80 135498 3

81 134082 3

82 132011 2

83 102074 2
84 135569 3

85 136729 3

86 136735 2

87 136764 2

88 088809 2

89 136739 3

90 136757 3

91 112018 3

92 130793 2

93 082900 4

94 136820 3

95 136832 2

96 136856 3

97 133934 2

98 136875 3

99 083443 3

100 135503 2

101 131174 3

102 136549 2

103 131954 8

104 136517 6
105 136476 2

106 103543 2

107 129497 3

108 136955 2

109 136794 3

110 136978 5

111 136988 2

112 129243 3

113 137047 3

114 137054 4

115 136445 2

116 137029 2

117 137082 2

118 137066 3

119 133762 3

120 133155 2

121 119933 6

122 131250 2

123 069800 3

124 134586 2
125 137152 3

126 135833 3

127 137156 2

128 132146 3

129 102169 3

130 137176 4

131 136108 2

132 081095 2

133 137240 3

134 137263 3

135 118606 2

136 137265 3

137 137269 2

138 080316 2

139 073818 3

140 122274 2

141 137325 2

142 134339 3

143 137332 4

144 135537 2

145 137388 4
146 105690 3

147 137412 2

148 177439 3

149 137442 3

150 136964 2

151 137410 2

152 137425 3

153 137448 2

154 136939 2

155 137842 4

156 074449 2

157 137462 3

158 137406 3

159 137500 2

160 137502 2

161 111576 7

162 137513 3

163 137521 2

164 137523 2

165 094353 6
166 136871 3

167 137538 2

168 137535 2

169 137547 2

170 137563 3

171 090092 3

172 137575 4

173 137626 3

174 092221 2

175 137327 3

176 136933 2

177 135493 2

178 130013 3

179 137406 3

180 137733 4

181 131382 2

182 137758 2

183 137734 3

184 085633 2

185 096160 2

186 137811 3
187 118724 4

188 136344 2

189 137820 2

190 137845 3

191 137856 2

192 137864 3

193 135131 2

194 130481 2

195 135902 3

196 137922 2

197 106294 2

198 084380 2

199 109643 2

200 137898 3

201 137186 6

202 137940 2

203 137979 2

204 137990 2

205 098906 2

206 137982 2
207 138022 3

208 116596 2

209 137130 2

210 138070 3

211 138078 3

212 138081 2

213 084141 4

214 138076 2

215 137263 2

216 138001 3

217 121871 2

218 095523 2

219 138153 3

220 138155 3

221 138159 5

222 094238 3

223 083200 3

224 098915 2

225 138256 2

226 128906 3

227 138182 2
228 137341 2

229 130028 2

230 132424 5

231 067030 3

232 135152 2

233 115602 3

234 132336 2

235 135741 2

236 138326 4

237 138335 2

238 138383 3

239 138341 2

240 138316 3

241 138325 5

242 138397 3

243 138374 3

244 130840 2

245 130397 2

246 120679 3

247 138457 8
248 122994 2

249 138446 3

250 103415 2

251 138486 3

252 135782 2

253 138489 4

254 116064 3

255 130857 2

256 138534 3

257 138589 2

258 120656 3

259 137372 5

260 138631 3

261 138629 2

262 067198 3

263 138502 3

264 137740 2

265 137494 3

266 073037 2

267 138229 4

268 138684 3
269 137838 2

270 106794 2

271 138699 3

272 126872 3

273 138715 2

274 136934 3

275 138718 3

276 138720 2

277 138738 6

278 138768 2

279 138765 3

280 138649 3

281 104888 2

282 138785 3

283 138761 2

284 138782 4

285 133176 2

286 138829 2

287 138824 3

288 074858 2
289 130014 3

290 078946 2

291 138843 3

292 098097 4

293 118401 2

294 136851 2

295 138441 3

296 113245 2

297 120643 2

298 121686 5

299 138950 3

300 138955 6

301 075329 2

302 138972 2

303 138939 3

304 061296 2

305 138991 2

306 097164 3

307 139003 3

308 103800 6

309 139076 2
310 139060 2

311 105361 6

312 121898 3

313 139126 2

314 136400 6

315 139181 3

316 137772 3

317 076490 3

318 070436 2

319 139168 2

320 070780 2

321 139178 3

322 112658 3

323 107853 2

324 139212 3

325 139216 2

326 136834 3

327 084487 2

328 077115 3

329 134207 3
330 139242 2

331 138938 4

332 135187 2

333 075935 3

334 139248 3

335 139263 2

336 138493 2

337 081394 4

338 124511 3

339 139335 2

340 132398 3

341 139312 6

342 139325 2

343 139369 3

344 126965 4

345 139184 2

346 139380 5

347 137872 2

348 102178 3

349 135589 3

350 108512 3
351 139363 3

352 139478 5

353 139475 3

354 139473 2

355 139097 2

356 110135 3

357 067766 2

358 093822 3

359 139519 3

360 139443 4

361 080373 4

362 113945 2

363 139547 2

364 078009 5

365 139555 3

366 139549 3

367 139561 2

368 111971 2

369 139566 2

370 139569 5
371 097308 3

372 139599 2

373 139623 3

374 137160 2

375 139643 2

376 139651 3

377 139608 3

378 072444 2

379 139673 2

380 139676 2

381 139673 3

382 139685 2

383 050766 2

384 087600 3

385 086728 3

386 106669 2

387 098856 3

388 138549 4

389 075520 2

390 115179 3

391 139758 3
392 139378 2

393 139779 3

394 139807 4

395 139828 2

396 139822 2

397 086140 3

398 139232 2

399 139348 3

400 139869 2

401 139712 3

402 139877 2

403 100081 2

404 139919 3

405 139922 2

406 134389 2

407 139961 3

408 127089 2

409 091463 6

410 128159 3

411 140000 2
412 119037 4

413 124720 3

414 140023 2

415 070084 2

416 140031 5

417 124566 2

418 140042 3

419 133235 2

420 140049 3

421 140064 4

422 140066 2

423 140081 3

424 140096 3

425 123184 2

426 103622 2

427 140134 2

428 050259 3

429 140159 4

430 140185 3

431 120036 2

432 140196 2
433 140198 2

434 140214 3

435 106123 3

436 140234 2

437 093555 2

438 140137 3

439 107183 5

440 078859 2

441 115760 2

442 135535 3

443 124505 3

444 087224 2

445 114424 2

446 126784 3

447 140313 3

448 106139 4

449 140320 3

450 140328 2

451 140332 2

452 133095 2
453 140354 3

454 140352 2

455 140358 7

456 160665 3

457 140442 2

458 138049 3

459 138268 2

460 190424 2

461 114045 3

462 035173 2

463 140444 2

464 140449 4

465 024482 3

466 138456 3

467 140487 5

468 139850 2

469 136037 2

470 140493 3

471 119574 2

472 140500 3

473 099860 3
474 450528 2

475 080430 3

476 098798 2

477 140500 2

478 117868 3

479 102857 2

480 140501 3

481 140453 3

482 108236 2

483 140590 5

484 132849 2

485 140623 2

486 111287 2

487 069497 2

488 138756 3

489 086224 2

490 140666 3

491 071370 4

492 140673 2

493 121252 2
494 139151 2

495 100436 3

496 140716 3

497 140740 2

498 070073 2

499 119311 3

500 140664 2

501 140760 2

502 140767 3

503 104644 3

504 140766 2

505 141076 2

506 140548 5

507 125985 2

508 141010 3

509 141019 2

510 077737 3

511 138745 2

512 093147 2

513 138671 2

514 141058 2
515 141063 3

516 136153 2

517 130038 3

518 082088 3

519 141152 3

520 141139 2

521 141155 3

522 034027 2

523 141021 3

524 137175 2

525 091161 2

526 141107 2

527 141209 4

528 141192 6

529 136760 2

530 140643 3

531 114419 2

532 141249 3

533 116109 3

534 140690 3
535 141159 2

536 141263 6

537 135957 2

538 112003 3

539 141283 3

540 127312 2

541 131927 2

542 138740 2

543 138759 2

544 131818 3

545 135878 2

546 139665 4

547 141336 3

548 105769 7

549 141332 3

550 141349 2

551 141354 3

552 140395 2

553 141357 3

554 139767 4

555 060835 2
556 141359 2

557 141388 3

558 069682 2

559 133177 2

560 139344 3

561 141411 2

562 118180 3

563 100978 2

564 141450 2

565 141452 2

566 131337 3

567 134107 3

568 139887 2

569 141487 2

570 141493 2

571 141498 2

572 141506 6

573 138358 2

574 141300 2

575 093999 2
576 141532 2

577 140203 3

578 145945 2

579 136472 4

580 068702 2

581 141571 3

582 094276 3

583 099672 2

584 112782 2

585 096185 3

586 141590 2

587 140601 3

588 141 605 3

589 094283 2

590 141617 2

591 078798 6

592 050836 6

593 141636 3

594 082167 3

595 095528 2

596 119848 3
597 125233 5

598 129313 2

599 134575 2

600 141691 2

601 141882 2

602 131693 3

603 141728 2

604 133667 3

605 113597 3

606 141742 3

607 111475 3

608 101732 4

609 101679 2

610 130507 2

611 141771 3

612 141778 6

613 117246 3

614 084452 4

615 079821 2

616 141809 2
617 101234 3

618 141834 3

619 139943 2

620 136264 5

621 141850 2

622 140407 3

623 141177 2

624 141868 3

625 141872 3

626 140168 2

627 141890 2

628 122803 3

629 141894 3

630 141896 3

631 139146 2

632 141903 2

633 141936 2

634 141944 4

635 141938 3

636 141328 2

637 138843 3
638 141977 2

639 141980 3

640 141984 7

641 108199 2

642 141724 3

643 142006 3

644 131141 2

645 100592 3

646 142040 2

647 142048 2

648 087376 3

649 130123 2

650 086373 2

651 105724 2

652 129887 2

653 142086 3

654 142107 2

655 142120 3

656 133705 2

657 109329 3
658 131908 2

659 136567 3

660 102563 6

661 117363 2

662 075884 2

663 102303 3

664 086370 4

665 142370 3

666 142372 3

667 117920 5

668 142400 2

669 142379 3

670 052823 2

671 123568 3

672 156611 3

673 106391 2

674 134988 3

675 126667 2

676 142413 3

677 122354 2

678 054323 4
679 054323 2

680 126170 3

681 142460 3

682 142456 2

683 141253 3

684 142454 5

685 142399 2

686 142466 3

687 103254 2

688 142493 2

689 142005 2

690 112050 3

691 142508 2

692 142515 2

693 115288 2

694 141399 2

695 142211 2

696 142539 3

697 142542 2

698 142591 3
699 010155 3

700 109587 2

701 052574 5

702 071784 3

703 142572 3

704 142603 2

705 099130 3

706 099154 2

707 053456 6

708 142639 3

709 080690 3

710 075404 2

711 127659 3

712 142664 6

713 140687 3

714 182689 2

715 142719 3

716 140570 8

717 141161 3

718 142735 3

719 142740 2
720 140509 3

721 112287 4

722 071960 2

723 142771 2

724 131211 2

725 096056 3

726 113516 2

727 051221 3

728 142790 3

729 142811 2

730 140670 2

731 142846 2

732 108270 4

733 142586 3

734 142613 3

735 081550 2

736 141125 6

737 133982 2

738 143094 2

739 070957 3
740 138795 2

741 143132 3

742 112367 2

743 143134 2

744 142215 3

745 142196 2

746 143156 3

747 143172 2

748 974907 3

749 143165 3

750 143204 2

751 070517 3

752 142633 5

753 143231 2

754 143235 3

755 139073 3

756 128888 2

757 143272 2

758 143270 2

759 094443 4

760 105145 2
761 143302 2

762 139757 2

763 143335 4

764 139942 3

765 143007 2

766 128928 2

767 143408 2

768 143305 3

769 141295 2

770 082506 3

771 142745 2

772 143439 2

773 077254 2

774 143467 3

775 133709 3

776 143530 3

777 128194 3

778 143537 4

779 140512 3

780 143581 2
781 066236 2

782 118138 3

783 143589 2

784 143607 3

785 143611 2

786 143614 3

787 143619 2

788 143672 3

789 126347 2

790 117950 4

791 143681 3

792 143648 3

793 143733 4

794 142554 2

795 143752 3

796 121010 2

797 143777 3

798 143775 2

799 102567 3

800 143828 3

801 102209 2
802 001414 5

803 143859 3

804 143870 3

805 142855 2

806 143863 3

807 143891 2

808 143889 3

809 143899 5

810 143907 3

811 105242 2

812 088855 2

813 143944 3

Lampiran 5

Hasil Pengolahan Data SPSS


Frequency Table

paritas

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak beresiko 705 86,7 86,7 86,7
beresiko 108 13,3 13,3 100,0
Total 813 100,0 100,0

riwayat sectio caesarea

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 512 63,0 63,0 63,0
ya 301 37,0 37,0 100,0
Total 813 100,0 100,0

plasenta previa

Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid tidak 685 84,3 84,3 84,3
ya 128 15,7 15,7 100,0
Total 813 100,0 100,0

Crosstabs

paritas * plasenta previa


Crosstab

plasenta previa Total


tidak ya tidak
paritas tidak beresiko Count 656 49 705
% within paritas 93,0% 7,0% 100,0%
% within plasenta previa 95,8% 38,3% 86,7%
% of Total 80,7% 6,0% 86,7%
beresiko Count 29 79 108
% within paritas 26,9% 73,1% 100,0%
% within plasenta previa 4,2% 61,7% 13,3%
% of Total 3,6% 9,7% 13,3%
Total Count 685 128 813
% within paritas 84,3% 15,7% 100,0%
% within plasenta previa 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 84,3% 15,7% 100,0%

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 309,378(b) 1 ,000
Continuity
304,408 1 ,000
Correction(a)
Likelihood Ratio 226,483 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by-Linear
Association 308,998 1 ,000
N of Valid Cases 813
a Computed only for a 2x2 table
b 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 17,00.

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper Lower


Odds Ratio for paritas
(tidak beresiko / beresiko) 36,470 21,788 61,045
For cohort plasenta previa
= tidak 3,465 2,537 4,734
For cohort plasenta previa
= ya ,095 ,071 ,127
N of Valid Cases 813

riwayat sectio caesarea * plasenta previa

Crosstab

plasenta previa Total


tidak ya tidak
riwayat sectio tidak Count 453 59 512
caesarea % within riwayat sectio
caesarea 88,5% 11,5% 100,0%
% within plasenta previa 66,1% 46,1% 63,0%
% of Total 55,7% 7,3% 63,0%
ya Count 232 69 301
% within riwayat sectio
caesarea 77,1% 22,9% 100,0%
% within plasenta previa 33,9% 53,9% 37,0%
% of Total 28,5% 8,5% 37,0%
Total Count 685 128 813
% within riwayat sectio
caesarea 84,3% 15,7% 100,0%
% within plasenta previa 100,0% 100,0% 100,0%
% of Total 84,3% 15,7% 100,0%

Chi-Square Tests

Asymp. Sig. Exact Sig. Exact Sig.


Value df (2-sided) (2-sided) (1-sided)
Pearson Chi-Square 18,572(b) 1 ,000
Continuity
17,722 1 ,000
Correction(a)
Likelihood Ratio 17,981 1 ,000
Fisher's Exact Test ,000 ,000
Linear-by-Linear
Association 18,549 1 ,000
N of Valid Cases 813
a Computed only for a 2x2 table
b 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 47,39.

Risk Estimate

Value 95% Confidence Interval

Lower Upper Lower


Odds Ratio for riwayat
sectio caesarea (tidak 2,284 1,559 3,345
/ ya)
For cohort plasenta
previa = tidak 1,148 1,071 1,230
For cohort plasenta
previa = ya ,503 ,366 ,690
N of Valid Cases 813