Anda di halaman 1dari 10

KABUPATEN

GRESIK

I. KONDISI UMUM WILAYAH wilayah kepulauan, yaitu Pulau Bawean dan beberapa
pulau kecil di sekitarnya.

A. Luas dan Batas Wilayah Wilayah Kabupaten Gresik sebelah utara berba-
Lokasi Kabupaten Gresik terletak disebelah barat tasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan
laut Kota Surabaya yang merupakan Ibukota Provinsi dengan Selat Madura dan Kota Surabaya, sebelah
Jawa Timur dengan luas wilayah 1.191,25 km yang selatan berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo, Kabu-
terbagi dalam 18 Kecamatan dan terdiri dari 330 Desa paten Mojokerto, dan sebelah barat berbatasan den-
dan 26 Kelurahan. Kabupaten Gresik juga mempunyai gan Kabupaten Lamongan.

P
Potensi
Po
Potensi
oteenssi da
ddan
dan
an P
Pr
Produk
Produk
rod
o uk
uk U
Unggulan
Unggulan
nngggguula
lan Ja
JJawa
Jawa
wa TTimur
Timur
im
mur
ur 01
B. Letak dan Kondisi
Geografis
Secara geografis wilayah Kabupaten
Gresik terletak antara 112 sampai 113
Bujur Timur dan 7 samapai 8 Lintang
Selatan. Sebagian besar wilayahnya
merupakan dataran rendah dengan ket-
inggian 2 sampai 12 meter diatas permu-
kaan air laut kecuali Kecamatan Panceng
yang mempunyai ketinggian 25 meter
diatas permukaan air laut.
Hampir sepertiga bagian dari wilayah
Kabupaten Gresik merupakan daerah
pesisir pantai, yaitu sepanjang 140 Km
meliputi Kecamatan Kebomas, Gresik,
Manyar, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah,
dan Panceng serta Kecamatan Tambak
dan Sangkapura yang berada di Pulau
Bawean.
Pada wilayah pesisir Kabupaten
Gresik telah difasilitasi dengan pelabuhan
umum dan pelabuhan/dermaga khusus,
sehingga Kabupaten Gresik memiliki ak-
ses perdagangan regional dan nasional.
Keunggulan geografis ini menjadikan
Gresik sebagai alternatif terbaik untuk in-
vestasi atau penanaman modal.

C. Topografi
Sebagian wilayah Kabupaten Gresik
mempunyai dataran tinggi diatas 25 me-
ter diatas permukaan laut, mempunyai

02 Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur


sangat potensial karena mampu mencip-
takan lahan yang cocok untuk industri,
perikanan, perkebunan, dan permukiman.
Potensi bahan-bahan galian di wilayah ini
cukup potensial terutama dengan adanya
beberapa jenis bahan galian mineral non
logam. Sebagian dari bahan mineral non
logam ini telah dieksplorasi, dan sebagian
lainnya sudah dalam taraf eksploitasi.
b. Kabupaten Gresik bagian Tengah
(meliputi wilayah; Duduk Sampeyan, Ba-
long Panggang, Benjeng, Cerme, Gresik,
Kebomas ) merupakan kawasan den-
gan tanah relatif subur. Di wilayah ini ter-
dapat sungai-sungai kecil, antara lain Kali
Lamong, Kali Corong, Kali Manyar, sehing-
kelerengan 2-15 %, serta adanya faktor pembatas
ga di bagian tengah wilayah ini merupakan
alam berupa bentuk-bentuk batuan yang relatif sulit
daerah yang cocok untuk pertanian dan perikanan.
menyerap air (tanah clay) yang terdapat di Kecamatan
c. Kabupaten Gresik bagian Selatan ( meliputi Men-
Bungah dan Kecamatan Dukun.
ganti, Kedamean, Driyorejo dan Wringin Anom) adalah
Sebagian kawasan pantai terdapat kawasan yang
merupakan sebagian dataran rendah yang cukup
terabrasi dan intrusi air laut. Abrasi yang terjadi meliputi
subur dan sebagian merupakan daerah berbukit se-
Kecamatan Bungah, Ujung Pangkah, Panceng, Sang-
hingga di bagian selatan wilayah ini merupakan daerah
kapura dan Tambak, Sedangkan Intrusi air laut terjadi
yang cocok untuk industri, permukiman dan pertanian.
di wilayah kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Bun-
Potensi bahan-bahan galian di wilayah ini cukup po-
gah, Sidayu dan Ujung Pangkah. Hal ini juga diper-
tensial terutama dengan adanya beberapa jenis bahan
parah dengan adanya kawasan budidaya terbangun
galian mineral non logam. Sebagian dari bahan mineral
yang berbatasan langsung dengan garis pantai tanpa
non logam ini telah dieksplorasi, dan sebagian lainnya
memperhatikan sempadan pantai yang semestinya be-
sudah dalam taraf eksploitasi.
bas dari bangunan.
d. Wilayah kepulauan Kabupaten Gresik berada di
Pulau Bawean dan pulau kecil sekitarnya yang meliputi
D. Geologi wilayah Kecamatan Sangkapura dan Tambak adalah
Sebagian besar tanah di wilayah Kabupaten Gresik merupakan sebagian dataran rendah yang cukup
terdiri dari jenis Aluvial, Grumusol, Mediteran Merah subur dengan jenis tanah mediteran coklat kemerahan
dan Litosol. Curah hujan di Kabupaten Gresik adalah dan sebagian merupakan daerah berbukit sehingga di
relatif rendah, yaitu rata-rata 2.245 mm per t ahun. bagian wilayah ini merupakan daerah yang cocok un-
Berdasarkan ciri-ciri fisik tanahnya, Kabupaten tuk pertanian, pariwisata, dan perikanan. Potensi bah-
Gresik dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu: an-bahan galian di wilayah ini cukup potensial dengan
a. Kabupaten Gresik bagian Utara ( meliputi wilayah adanya jenis bahan galian mineral non logam spesifik
Panceng, Ujung Pangkah, Sidayu, Bungah, Dukun, (batu onyx).
Manyar) adalah bagian dari daera h pegunungan
Kapur Utara yang memiliki tanah relatif kurang subur
E. Hidrologi
(wilayah Kecamatan Panceng). Sebagian dari daerah
Keadaan permukaan air tanah di Wilayah Kabupat-
ini adalah daerah hilir aliran Bengawan Solo yang ber-
en Gresik pada umumnya relatif dalam, hanya daerah-
muara di pantai Utara Kabupaten Gresik/Kecamatan
daerah tertentu di sekitar sungai atau rawa-rawa saja
Ujungpangkah. Daerah hilir Bengawan solo tersebut

Potensi
P
Pooten
teennssi
Potensi sidan
dda
dan
anProduk
Pr
P
Produk
rod
oduk
ukUnggulan
Ung
U
Unggulan
nggguulaanJawa
ng JJa
Jawa
awa
waTimur
TTim
Timur
iim
mu
mur
ur 03
yang mempunyai permukaan air tanah agak dangkal.
Pola aliran sungai di Kabupten Gresik memperli-
hatkan wilayah Gresik merupakan daerah muara Sun-
gai Bengawan Solo dan Kali Lamong dan juga dilalui
oleh Kali Surabaya di Wilayah Selatan. Sungai-sungai
ini mempunyai sifat aliran dan kandungan unsur hara
yang berbeda. Sungai Bengawan Solo mempunyai
debit air yang cukup tinggi dengan membawa sedimen
lebih banyak dibandingkan dengan Kali Lamong, se-
hingga pendangkalan di Sungai Bengawan Solo lebih
cepat. Dengan adanya peristiwa tersebut mengaki-
batkan timbulnya tanah-tanah oloran yang seringkali
oleh penduduk dimanfaatkan untuk lahan perikanan.
Selain dialiri oleh sungai-sungai tersebut diatas II. POTENSI
keadaan hidrologi Kabupaten Gresik juga ditentukan PENGEMBANGAN WILAYAH
oleh adanya waduk, embung, mata air, pompa air dan sumur bor. 1. WILAYAH GRESIK UTARA
a.Pengembangan agropolitan (mangga)
F. Klimatologi b. Industri pengolahan dolomit
Iklim Kabupaten Gresik termasuk tropis dengan temperatur rata- c. Minapolitan (Bandeng dan Udang)
rata 28,5 C dan kelembaban udara rata-rata 75%. Curah hujan rela- d. Kawasan agroindustri dan industri
tif rendah, yaitu rata-rata 2.245 mm per tahun. manufacture
e. Pariwisata Pantai Dalegan

G. Penggunaan Lahan 2. WILAYAH GRESIK KOTA


a. Industri makanan khas Gresik
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten
b. Industri garmen (busana muslim)
Gresik Tahun 2010-2030 rencana peruntukan penggunaan lahan di
c. Industri handycraft
Kabupaten Gresik adalah sebagai berikut :
a. Kawasan peruntukan hutan produksi 1.017 hektar;
ktar;
b. Kawasan peruntukan pertanian 42.831,843 hektar;
ktar;
c. Kawasan peruntukan perikanan 21.678,358
hektar;
d. Kawasan peruntukan pertambangan 817.249
hektar;
e. Kawasan peruntukan industri 12.448,026
hektar;
f. Kawasan peruntukan pariwisata 82.851 hektar;
g. Kawasan peruntukan pemukiman 26.097,091
hektar;
h. Kawasan andalan 8.555 hektar; dan
i. Kawasan peruntukan lainnya 6.644,010 hektar.

04 Potensi
Po
P oteennssi da
Potensi ddan
an Pr
danP
Produk
rod
oduukk U
oduk
Produk Unggulan
nggguulan
Unggulanlan JJa
la Jawa
aw
waa TTimur
Jawa imur
im
mur
u
Timur
d. Industri pariwisata budaya 2. KAWASAN RAWAN EROSI DAS
e. Kawasan industri (DAERAH ALIRAN SUNGAI)
3. WILAYAH GRESIK SELATAN Terdapat di Kecamatan Wringinanom, Kecamatan
a. Industri mamin berbasis TOGA Driyorejo, Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik, Ke-
b. Industri pengolahan berbasis peternakan camatan Manyar, Kecamatan Bungah, Kecamatan Pan-
c. Industri tekstil (Sarung ATBM) ceng, Kecamatan Ujungpangkah, Kecamatan Sangkapu-
d. Industri pengolahan rotan ra, dan Kecamatan Tambak.
e. Industri agrobisnis (tanaman hias)
3.WILAYAH BAWEAN 3. KAWASAN RAWAN ABRASI
a. Industri pariwisata Terdapat di Kecamatan Kebomas, Kecamatan Gresik,
b. Industri pengolahan Batu Onix Kecamatan Manyar, Kecamatan Panceng, dan Keca-
c. Industri pengolahan ikan (krupuk)
matan Ujungpangkah.
d. Industri kerajinan anyaman pandan
e. Industri pengolahan aren, kelapa (gula merah,
minyak kelapa) 4. KAWASAN LAHAN KRITIS YANG SEMULA
DIGUNAKAN PENAMBANGAN
III. WILAYAH RAWAN BENCANA Terdapat di Kecamatan Bungah, Kecamatan Ujung
Wilayah atau kawasan rawan bencana terdiri atas : Pangkah, dan Kecamatan Panceng

1. KAWASAN RAWAN BENCANA BANJIR


Kawasan rawan bencana banjir seluas kurang lebih
9.426,115 Ha yang terdapat di Kecamatan Ujungpang-
kah, Kecamatan Sidayu, Kecamatan Bungah, Keca-
matan Dukun untuk DAS Sungai Bengawan Solo, serta
Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Benjeng, Ke-
camatan Kedamean, Kecamatan Cerme dan Kecamatan
Menganti untuk DAS Kali Lamong.

Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur 05


IV. DEMOGRAFI
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan,
Catatan Sipil dan Sosial Kabupaten Gresik, jumlah
penduduk Kabupaten Gresik pada akhir tahun 2011
sebesar 1.248.177 jiwa dan terdiri dari 628.702 la-
ki-laki dan 619.457 perempuan, sedangkan pada
tahun 2010 sebesar 1.237.264 jiwa sehingga dari
tahun 2010 ke tahun 2011 terjadi kenaikan jumlah
penduduk sebesar 10.913 jiwa atau 0,88%.
Pada tahun 2011 jumlah keluarga di Kabupaten
Gresik sebesar 270.264 keluarga dan kepadatan
penduduk Kabupaten Gresik pada tahun 2011
sebesar 1.047 jiwa/Km. Sedangkan angka rasio
jenis kelamin laki-laki dibanding perempuan pada
tahun 2011 sebesar 101%.

PERTUMBUHAN EKONOMI/PDRB
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabu-
paten Gresik, pertumbuhan ekonomi Kabupaten
Gresik pada Tahun 2011 mencapai 7,36%, lebih
tinggi jika dibanding Tahun 2010 sebesar 6,89%.
Sedangkan inflasi pada Tahun 2011 sebesar
6,53%, lebih rendah dibanding pada Tahun 2010
sebesar 9,65%.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas
Dasar Harga Berlaku pada Tahun 2010 sebesar
Rp.38.761.526.200.000,00, kemudian pada Tahun
2011 meningkat menjadi Rp.44.330.663.550.000,00.
Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto
Atas Dasar Harga Konstan 2000 tada Tahun
2010 sebesar Rp.16.837.438.370.000,00, ke-
mudian pada Tahun 2011 meningkat menjadi
Rp.18.076.663.840.000,00.
Struktur ekonomi Kaupaten Gresik berdasarkan ton dan kedelai sebanyak 1.388,70 ton. Sedangkan areal
Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga panen padi seluas 54.028 hektar, areal produksi jagung se-
Berlaku pada tahun 2010 didominasi oleh Sektor luas 18.349 dan areal produksi kedelai seluas 1.151 hektar.
Industri Pengolahan dengan kontribusi sebesar
50,92%, Sektor Perdagangan Hotel dan Restoran
sebesar 21,94%, dan Sektor Pertanian sebesar B. PERKEBUNAN
9,24%. Demikian pula pada Tahun 2011 (angka Dalam bidang perkebunan di Kabupaten Gresik pada ta-
sementara) juga didominasi oleh Sektor Industri hun 2011, jumlah produksi kopi sebanyak 59,40 ton, Kakao
Pengolahan dengan kontribusi sebesar 50,16%, sebanyak 5,01 ton, tebu sebanyak 12.177 ton, mente seban-
Sektor Perdagangan Hotel dan Restoran sebesar yak 35.520 ton, dan kelapa sebanyak 2.191,60 ton. Sedan-
23,09%, dan Sektor Pertanian sebesar 8,94%. Se- gkan areal produksi kopi seluas 59,40 hektar, tebu seluas
hingga secara ekonomi abupaten Gresik adalah 3.690 hektar, kakao seluas 11 hektar, mente seluas 119 hek-
Daerah Industri dan Perdagangan dengan didu- tar, dan kepala seluas 2.738 hektar.
kung Pertanian yang mantap.
C. PETERNAKAN
Jumlah populasi ternak di Kabupaten Gresik pada tahun
V. POTENSI UNGGULAN 2011 sebanyak 3.555.178 ekor yang terdiri dari sapi 52.939
ekor, sapi perah 587 ekor, kerbau 176 ekor, kuda 236 ekor,
A. PERTANIAN kambing 57.511 ekor, domba 30.134 ekor, ayam ras petelur
Pada bidang pertanian di Kabupaten Gresik ta-
hun 2011, jumlah produksi gabah kering giling se- 133.045, ayam bukan ras 640.840 ekor, ayam ras pedag-
banyak 296.886,32 ton, jagung sebanyak 76.366,27 ing 2.600.000 ekor, itik 26.450 ekor, entok dan angsa 13.260

06 Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur


ekor. Adapun produksi hasil ternak pada
tahun 2011 sebanyak 13.099,17 ton yang
terdiri dari telur 2.464,38 ton, susu se-
banyak 299,67 ton dan daging sebanyak
10.335,12 ton.

D. PERIKANAN
Produksi bidang perikanan di Kabu-
paten Gresik pada tahun 2011 mencapai
43.954,66 ton yang terdiri dari penangkapan
di laut sebesar 19.492,84 ton, sungai/sal-
uran air sebesar 93,03 ton, waduk sebesarr
257,40 ton, budidaya tambak payau sebesarr
24.032,03 ton, kolam sebesar 56,65 ton, dan n
tambak tawar sebesar 22.714,26 ton. Jumlah ah
perahu/kapal penagkap ikan sebanyak 4.478 78
unit dan areal budidaya seluas 32.565,02 hektar
tar
yang terdiri dari tambak payau seluas 17.835,02
02
hektar, tambak tawar seluas 14.629,05 hektar, du, Desa Wedari Kecamatan Cerme dan Desa
kolam seluas 100,95 hektar. Jogodalu Kecamatan Benjeng.
Rumah produksi sebanyak 7 unit.

E. INDUSTRI Kapasitas masing-masing rumah produksi berkisar

Dalam bidang industri pada tahun 2011 di Kabupaten 100-200 kodi/bulan.


Gresik telah diterbitkan 61 Tanda Daftar Industri (TDI) den- Daerah pemasaran meliputi; Gresik, Surabaya,

gan nilai investasi sebesar Rp.9.793.010.000,00 yang me- Medan, Sulawesi Selatan dan Arab Saudi.
nyerap 573 otang tenaga kerja dan nilai produksi sebesar 2. KERAJINAN KULIT / IMITASI
Rp.10.211.469.645,00. Sentra produksi terdapat di Desa Peganden Ke-
Disamping industri skala besar, di Kabupaten Gresik camatan Manyar dan Desa Banter Kecamatan
juga terdapat industri kecil yang perannya dalam struktur Benjeng.
PDRB juga sangat penting. Industri kecil itu meliputi indus- Rumah produksi sebanyak 3 unit
tri kerajinan dan makanan. Daerah pemasaran meliputi; Gresik, Surabaya
dan ekspor ke Hongkong
INDUSTRI KERAJINAN 3. ANEKA KERAJINAN ROTAN DAN PELEPAH PISANG
Sentra produksi terdapat di Desa Sumeng-
1. SARUNG TENUN TRADISIONAL (ATBM)
Sentra produksi terdapat di Desa Cagak Agung, Dusun ko, Kesamben Kulon, Sooko dan Wates Tanjung Ke-
Jambu Desa Semampir, Desa Kambingan, Desa Pan- camatan Wringinaom.
Rumah produksi sebanyak 13 unit.
Daerah pemasaran meliputi; barang jadi
Gresik, Sidoarjo, Surabaya, Cirebon, Solo,
Jawa Barat, Bali dan Jepang. Sedangkan
barang setengah jadi dikirim ke perusahaan
besar.
4. MEBEL ROTAN
Sentra produksi terdapat di Desa Sumeng-
ko, Wates Tanjung, Pasinan Lemah Poteh,
dan Desa Pedagangan Kecamatan Wringi-
nanom, Desa Beton Kecamatan Menganti
dan Desa Doudo Kecamatan Panceng.
Rumah Produksi sebanyak 13 Unit.
Daerah pemasaran meliputi; Gresik, Suraba-
ya, Sidoarjo, Malang, Banyuwangi, Sa-
marinda, Makasar, Bali, Bandung, Jakarta,
Amerika, Philipina, Eropa, Singapura, India,

Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur 07


8. DAMAR KURUNG
Merupakan kerajinan khas
Gresik yang tidak terdapat di
tempat lain.
Sentra produksi terdapat di Ke-
lurahan Tlogo Pojok, dan Ke-
lurahan Sukorame kecamatan
Gresik.
Rumah produksi sebanyak 2
unit.
Daerah pemasaran meliputi;
Surabaya, Malang, Jogjakarta,
Semarang dan Jakarta.
Australia dan Dubai.
5. KERAJINAN UKIR DAN MEBEL
Jenis produksi seperti kerajinan perak, logam INDUSTRI KERAJINAN
kuningan, kerajinan ukir (perpaduan seni lu- 1. MAKANAN/JAJANAN KHAS GRESIK
kis), pintu dn jendela. Jenis produksi seperti; Pudak, Ayas, Jubung, dan
Sentra produksi terdapat di Desa Giri Keca- Otak-Otak Bandeng.
matan Kebomas, Desa Kepuh Klagen di Ke- Sentra produksi terdapat di kelurahan Sukodono,
camatan Wringinanom, Desa Asem Papak di Kelurahan Lumpur, dan Kelurahan Kroman Ke-
Kecamatan Sidayu dan Desa Cagak Agung di camatan Gresik.
Kecamatan Cerme. Rumah produksi sebanyak 6 unit.
Rumah produksi sebanyak 4 unit. Daerah pemasran meliputi; Gresik dan sekitarnya
Daerah pemasaran meliput; Yogyakarta, Bali, serta sebagai buah tangan/oleh-oleh khas
Jepang dan Amerika. Gresik.
6. KERAJINAN SONGKOK 2. KERUPUK
Gresik dikenal sebagai sentra produksi song- Jenis kerupuk seperti; Kerupuk ikan, kerupuk
kok, salah satu merek yang terkenal yautu Aw- udang dan kerupuk bandeng.
ing. Sentra produksi terdapat di Kecamatan Ujung-
Sentra prduksi terdapat di Kecamatan Gresik, pangkah, Duduksampeyan, Cerme, Sangkapura
Bungah dan Manyar. dan Tambak.
Rumah produksi sebanyak 6 unit (yang terdata). Rumah produksi sebanyak 12 unit.
Daerah pemasaran meliputi; Jawa Barat, DKI Daerah pemasaran meliputi; Gresik, Surabaya,
Jakarta, Makasar dan lain-lain. Malang, Singapura dan Malaysia.
7. KERAJINAN GARMEN
Jenis produksi seperti kerudung, bordir, sulam,
peyet, perlengkapan haji, busana muslim, dan
perlengkapan sholat.
Sentra produksi terdapat di Desa Dukun Anyar,
Padang Bandung, Kalirejo, Sembungan Kidul
di Kecamatan Dukun, Desa Peganden, Keca-
matan Cerme dan Desa Pangkah Kulon Keca-
matan Ujungpangkah.
Pumah rpoduksi sebanyak 6 unit.
Daerah pemasaran meliputi; Jawa Timur, Jawa
Tengah, Jogjakarta, Jawa Barat, NTB, Kali-
mantan dan Aceh.

08 Potensidan
Potensi danProduk
ProdukUnggulan
UnggulanJawa
JawaTimur
Timur
3. MAKANAN RINGAN (SNACK)
Sentra produksi terdapat di Desa Morowu-
di Kecamatn Cerme dan Desa Peganden
Kecamatan Manyar.
Rumah produksi sebanyak 8 unit.
Daerah pemasaran meliputi; Gresik,
Surabaya, Sidoarjo, Madura, Mojokerto, H. POTENSI PARIWISATA
Jombang, Malang, Kalimantan, Bali, Jawa
Tengah dan Jakarta. 1. OBYEK WISATA ALAM

F. POTENSI PERDAGANGAN No Obyek Wisata Lokasi Kecamatan


Alam
Dalam bidang perdagangan di Kabupaten
Gresik Tahun 2011 telah diterbitkan 973 Surat 1 2 3 4
Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang terdiri 1. Danau Kastoba
Ds. Peromaan
dari 738 SIUP Penanaman Modal, 160 SIUP 2. Pantai Labuhan
Ds. Tanjungori
3. Pantai Mayangkara
Perusahaan Menengah, dan 69 SIUP Perusa- Ds. Kepuhteluk Tambak
4. Pantai Pulau Cina
Ds. Teluk Jati Dawang
haan Besar. Jumlah tenaga kerja yang diserap 5. Pantai Pasir Putih/
Ds. Sokaoneng
sebanyak 12.271 Orang dengan nilai investasi Hutan Lindung
sebesar Rp. 367.500.000,00. 6. Pulau Gili Timur Ds. Sidogedung Batu
7. Pantai Pulau Noko Ds.Sidogedung Batu
8. Pulau Gili Barat Ds. Suwari
G. INVESTASI 9. Air Terjun Patar Selamat Ds. Patar Selamat
10. Air Terjun Pudakit Barat Ds. Pudakit Barat Sangkapura
Investasi daerah di Kabupaten Gresik pada 11. Air Terjun Laccar Ds. Balik Terus
Tahun 2010 berdasarkan realisasi persetujuan 12. Air Panas Kebun Daya Ds. Sawah Mulya
Penanaman Modal Dalam Negeri sebesar 13. Pantai Tanjung Anyar Ds. Lebak
14. Tanjung Gaan Ds. Kumalasa
Rp.8.603.131.280.000,00 dan pada Tahun 2011
meningkat menjadi Rp.8.843.227.680.000,00. 15. Goa Lowo Ds. Suci Manyar
Keberhasilan dalam peningkatan investasi 16. Goa Gelang Agung Ds. Melirang Bungah
tersebut didukung oleh adanya potensi daerah, 17. Pantai Dalegan Ds. Dalegan Panceng
infrastruktur yang memadai dan iklim investasi
18. Pantai Ujungpangkah Ds. Ujungpangkah Ujungpangkah
yang kondusif serta pelayanan perizinan yang
semakin baik.

Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur 09


2. OBYEK WISATA BUDAYA
No Obyek Wisata Budaya Lokasi Kecamatan
1 2 3 4
1. Makam Maulana Malik Ds. Gapuro Gresik
Ibrahim
2. Makam Pusponegoro Ds. Gapuro
3. Makam Raden Santri Jl. Raden Santri
4. Makam Nyi Ageng Ds. Kebungson
Pinatih
5. Makam Sunan Giri Ds. Giri Kebomas
6. Makam Sunan Prapen Ds. Giri
7. Makam Kawis Guwo Ds. Giri
8. Makam Panembahan Ds. Giri
Agung
9. Makam Dewi Sekardadu Ds. Giri
10. Makam Siti Fatimah Ds. Leran Manyar
BintiMaimun 3. Obyek Wisata Minat Khusus
11. Petilasan Sunan Ds. Surowiti Panceng
Kalijogo Makam Empu
Obyek Wisata
Supo No Lokasi Kecamatan
Budaya
12. Makam Panjang Dora/ Ds. Lebak Sangkapura
Sembodo 1 2 3 4

13. Makam Waliyah Siti Ds. Diponggo Tambak 1. Kampung Kemasan


Zaenab 2. Kampung Arab
3. Kampung Kemuteran
Dalam
4. Wisata Industri Gresik
Kota
5. Wisata Bisnis
6. Wisata Kerajinan
7. Giri Wana Tirta

8. Tambang Batu Onix


9. Kerajinan Anyaman
Sangkapura
10. Tikar
Kerajinan Pembuatan
Gula Merah

10 Potensi dan Produk Unggulan Jawa Timur