Anda di halaman 1dari 20

MODUL 1

Ni Putu Amanda Gamayani (13214075)


Asisten: Muhamad Abduh Taufan/13213004
Tanggal Percobaan: 13/02/2017
EL3216-Praktikum Sistem Komunikasi
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB

Abstrak
Pada praktikum ini, akan dilakukan 6 percobaan dasar yakni pengenalan komponen NI ELVIS, pengenalan percobaan
DATEx pada modul, pengenalan soft front-panel control, amplitudo modulasi, DSBSC modulasi, dan pengamatan sinyal AM
dan DSBSC dalam frekuensi domain. Hal yang akan diamati antara lain komponen-komponen dasar NI ELVIS, grafik-
grafik pengaturan komponen melalui software, dan nilai besaran tegangan serta frekeunsi yang didapat. Hasil dari praktikum
ini bersifat kualitatif dan kuantitatif yang direpresentasikan dalam bentuk grafik dan tabel. Analisis yang dilakukan pada
praktikum ini merujuk dari referensi yang digunakan yang bersifat deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kesimpulan
dari laporan ini mengacu dari tujuan dan analisis wajib yang mengacu pada buku praktikum.
Kata kunci: Amplitude Modulation, DATEx, DSBSC Modulation, NI ELVIS.

1. PENDAHULUAN
Sistem Komunikasi adalah salah satu yang penting dalam kehidupan modern saat ini. Banyak aplikasi di
sekitar kita: satelit, radar, sinyal telepon, Wi-fi, 4G, dan sebagainya yang merupakan sebagian kecil dari
sistem komunikasi. Perancangan sistem komunikasi saat ini dimudahkan dengan adanya permodelan
yang didukung oleh software dan alat. NI ELVIS merupakan salah satu perangkat lunak yang mendukung
pengadaan NI Komponen dalam mengukur ketepatan input-input yang diberikan dan hasil yang
dikeluarkan. Mahasiswa Teknik Elektro penting dalam mempelajari implementasi dan aplikasi dari NI
ELVIS ini dalam mempelajari prinsip komunikasi dan telekomunikasi pada mata kuliah Sistem
Komunikasi. Praktikum ini memiliki beberapa tujuan dasar yakni mengenal, memahami,
mengimplementasikan peralatan komunikasi melalui NI ELVIS.

2. STUDI PUSTAKA

2.1 NI ELVIS TRADITIONAL


NI Educational Laboratory Virtual Instrumentation Suite (NI ELVIS) modular platform merupakan perangkat
lunak yang digunakan untuk menjalankan perangkat keras dalam laboratorium. NI ELVIS dapat
didukung oleh perangkat keras NI ELVIS yang telah terintegrasi. NI ELVIS dapat digunakan dalam
mengukur nilai input-input yang diberikan ke perangkat keras. Banyak aplikasi yang digunakan dalam
pengukuran seperti digital multimeter, power supply, osiloskop, generator sinyal, digital analyzer dan
sebagainya. Modul ini akan mengukur data-data yang terjadi pada NI Data Acquisition.

2.2 DATEX EXPERIMENTAL ADD-IN MODULE


The Emona DATEx experimental add-in module digunakan untuk mempelajari komunikasi dan prinsip
telekomunikasi. The Emona DATEx experimental add-in module adalah sebuah diagram blok dalam
dunia nyata yang dapat diubah-ubah sebagaimana yang sering diulas pada mata kuliah Sistem
Komunikasi. Diagram blok digunakan sebagai penjelas operasi dari sistem elektronika tanpa menjelaskan
scara rinci bagaimana blok tersebut dapat bekerja. Setiap blok dalam diagram blok tersebut
representasikan sebuah circuit yang bekerja terhadap sebuah tugas. Pada The Emona DATEx experimental
add-in module ini beberapa blok tersebut sudah tersedia dan dapat dihubungkan dengan kabel-kabel BNC
banana dan dapat diukur hasilnya menggunakan NI ELVIS.

2.3 AMPLITUDE MODULATION


Amplitude modulation (AM) merupakan proses memodulasikan sinyal carrier oleh sinyal message
sehingga amplitudo sinyal carrier berubah sesuai dengan perubahan simpangan sinyal message. Pada AM,

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro STEI ITB 1


amplituda sinyal carrier yang diubah-ubah secara proporsional terhadap amplituda sesaat sinyal message,
sedangkan nilai frekuensinya tidak berubah. Berikut blok sistem untuk AM :

Gambar 2-1 Blok Sistem AM


Dari blok sistem ini, kita lihat bahwa sinyal message m(t) melewati adder dan multiplier yang kemudian
menghasilkan sinyal hasil modulasi. Berikut persamaan dari sinyal hasil modulasi:
() = ( + ()) cos( )
Dengan memisalkan sinyal message m(t) adalah () = cos( ) , kita peroleh persamaan lengkap
dari sinyal hasil modulasi sebagai berikut :
() = ( + cos( )) cos( )
() = cos( ) + cos( ) cos( )

() = cos( ) + cos( ( + )) + cos( ( ))
2 2
Persamaan lengkap ini disebut juga Double Sideband Amplitude Modulation (DSBAM). Berikut bentuk sinyal
DSBAM:

(a) (b)
Gambar 2-2 (a) DSBAM dalam domain waktu (b) spektrum DSBAM dalam domain frekuensi

2.4 MODULATION DEPTH OF AMPLITUDE MODULATION


Amplitudo Modulasi (AM) indeks modulasi merupakan salah satu parameter yang terpenting. Indeks
modulasi adalah rasio antara amplitudo sinyal message terhadap amplitudo sinyal tegangan offset DC
yang diberikan. Indeks modulasi berfungsi untuk menentukan apakah sinyal hasil modulasi mengalami
pembalikan fasa atau tidak. Namun, kondisi sinyal yang diinginkan bukan sinyal dengan fasa terbalik,
melainkan sinyal dengan fasa tidak terbalik agar sinyal message tidak berubah. Berikut persamaan
lengkap dari sinyal hasil modulasi yang telah diubah bentuknya:

() = (1 + cos( )) cos( )

Dari persamaan di atas, diketahui modulation depth (m),

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 2

=

Jika diketahui gambar sinyal

Gambar 2-3 sinyal AM dalam domain waktu


modulation depth (m) dapat dihitung dengan :
2 2
=
2 + 2
Dengan 2 = 2( + ) dan 2 = 2( ) sehingga m,
2( + ) 2( ) 4
= = =
2( + ) + 2( ) 4
Dari nilai modulation depth, m amplitude modulation dapat dibedakan menjadi 3:
a. DSBAM jika 1 tercapai untuk
b. DSBDimC jika > 1 tercapai untuk <
c. DSBSC jika = tercapai untuk = 0

3 HASIL DAN ANALISIS

3.1 AN INTRODUCTION TO THE NI ELVIS TEST EQUIPMENT


Part A Getting Started
Komputer tersabung dengan NI Data Acquisition unit (DAQ) dan software NI ELVIS Traditional
berhasil dijalankan. Berikut adalah tampilan NI ELVIS Traditional.

Gambar 3-1-1 Tampilan NI ELVIS Traditional

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 3
Part B The NI ELVIS digital multimeter and DC power supplies
Setiap function control dibuka, akan terdengar bunyi dari perangkat keras NI ELVIS maupun saat
function control berpindah ke fungsi yang lain. Hal ini disebabkan adanya relay pada perangkat
keras NI ELVIS yang merespon adanya function control tertentu yang sedang diaktifkan. Pada mode
single, DMMs readout-nya tidak berubah meskipun telah berpindah function control. Mode single ini
berfungsi dalam melakukan freeze tampilan readout agar konstan.
Tabel 3-1-1 Nilai Minimum dan Maksimum Variabel Power Supply negatif dan positif

Power Minimum output voltage Maximum output voltage


Supply
Yang terbaca pada PC Nilai Yang terbaca pada PC Nilai

Positif 13,838 mV 12,744 V


(+)
output

Negatif -12,541 V 10,029 mV


(-)
output

Berdasarkan tabel di atas, DC Variabel Power Supply menghasilkan tegangan catu data dari -12.5V
sampai 12.5V. Bila diamati dengan saksama, tabel di atas menunjukkan range setting mode auto akan
secara otomatis menyesuaikan hasil pengukuran dengan mode range-nya (20V, 10V, 1V, 100mV)
sehingga DMMs readout selalu memiliki nilai. Praktikan sempat melakukan perubahan pada range
setting sehingga ketika harus mengukur besarnya tegangan di atas 10 V namun menggunakan range
1 V maka akan muncul tampilan over pada DMMs readout, dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 3-1-2 DMMs readout mode range bukan auto

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 4
Part C The NI ELVIS oscilloscope

Gambar 3-1-2 Tampilan Osiloskop

Tabel 3-1-2 Hasil Pengukuran Osiloskop

RMS voltage 1.339V

Frequency 2.083 kHz

Pk-Pk voltage 3.777 V

Period 480 us

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa NI ELVIS memiliki fitur osiloskop yang sangat
praktis dengan langsung menampilkan nilai-nilai besaran pengukuran yang biasa ada di osiloskop
pada umumnya melalui pengaktifan mode MEAS.

Part D The NI ELVIS function generator


Tabel 3-1-3 Nilai Minimum dan Maksimum Output Function Generator

Posisi Function Tampilan pada PC Nilai


Generator

Minimum 11.13mVpp
output V

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 5
Maximum 4.893Vpp
output V

Berdasarkan tabel di atas, didapatkan nilai rentang function generator NI ELVIS yang dapat terukur
melalui function osiloscope yakni sekitar 0Vpp sampai 5Vpp.

3.2 AN INTRODUCTION TO DATEX EXPERIMENTAL ADD-IN MODULE


PART A - The Master Signals module
Tabel 3-2-1 Pengukuran Output voltage dan frekuensi master sinyal

Jenis Master Tampilan Osiloskop Output Frequency


Signal Voltage (kHz)
(V)

2kHz SINE 3,776 2.083

100kHz 3.991 100,001


COSINE

100kHz SINE 3.789 100,001

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 6
Frekuensi master sinyal hasil pengukuran dengan osiloskop telah sesuai dengan frekuensi master sinyal
analog yang digunakan. Ketika menggunakan channel B dan channel A secara bersamaan pada master
sinyal didapat hasil tampilan osiloskop

Gambar 3-2-1 Tampilan Osiloskop Channel adan B terhubung dengan master signal
Terlihat tampilan osiloskop yang tidak menunjukkan sinyal sinusoid. Hal ini terjadi karena
keterbatasan dari NI ELVIA Osciloscope dan Data Acquisition unit. Sebenarnya sinyal yang
dihasilkan master sinyal tetaplah sinuosid, ditorsi terjadi pada pengukuran NI ELVIS.

PART B - Speech module

(a) (b)
Gambar 3-2-2 (a) Ketika mengatakan hum (b) Ketika mengatakan sa
Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 7
Berdasarkan gambar di atas, terlihat bahwa NI ELVIS dapat menerima suara dari luar yang dapat diolah
dan diukur baik tegangan maupun frekuensinya.

PART C Amplifier module


Tabel 3-2-2 Pengukuran Input-Output voltage melalui modul Penguat

Setting Graph Input Output


Voltage Voltage (V)
(V)

Amplifier 3,807 21,029


Module Gain
Fully
Clockwise
(2kHz sine)

Amplifier 3,764 604,43 . 10-3


Module Gain
Fully Anti
Clockwise
(2kHz sine)

Amplifier 3,483 1,050


Module Gain
Fully
Clockwise
(100kHz sine)

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 8
Amplifier 3,534 639,12 . 10-3
Module Gain
Fully Anti
Clockwise
(100kHz sine)

Amplifier 3,817 21,029


Module Gain

Amplifier 3,790 11,639


Module Gain
little bit Anti
Clockwise

Berdasarkan gambar di atas, terlihat bahwa NI ELVIS memiliki fitur amplifier (penguat) yang dapat
menguatkan secara maksimum dan minimum (dapat diatur sesuai dengan kebutuhan) yang nilainya
dapat dibaca melalui osiloskop NI ELVIS.
PART D Adder module
Tabel 3-2-3 Pengukuran Input-Output voltage dan penguatnya melalui Adder Module

Pengaturan Grafik Keterangan Pengaturan Grafik Keterangan

Adder Output: Adder Gain: 1


module (g 3,641 V module
CH A :
control fully changing A
3,627 V
anticlockwise; and B fully
G control in clockwise CH B :
the middle) 7,591 V

Input:
Input: 2kHz disconnect
sine
2kHz sine

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 9
Adder Gain: 1 Adder Gain: 1
module (g module
CH A : CH A :
control fully changing A
3,639 V 3,652 V
anticlockwise; and B fully
G control in CH B : anti CH B :
the middle) 3,777 V clockwise 129,55 mV
and CH B
active
Input:
disconnect
Input: 2kHz 2kHz sine
sine

Adder Gain : Adder Gain :


module (g module A
CH A : CH A :
control fully and B with
3,636 V 3,488 V
anticlockwise; sine input
G control to CH B : fully CH B :
right) and CH 4,746 V clockwise 14,589 V
B active

Input:
Input: 2kHz 2kHz sine
sine

Adder Gain : Adder Gain :


module (g module A
CH A : CH A :
control fully and B with
3,643 V 3,532 V
anticlockwise; sine input
G control to CH B : fully CH B :
left) and CH 2,505 V clockwise 226,97 mV
B active

Input:
Input: 2kHz 2kHz sine
sine

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa adder module berfungsi dalam menjumlahkan kedua sinyal
yang dapat diatur berapa besar sinyal hasil dari penjumlahan kedua sinyal.
PART E Phase Shifter module
Tabel 3-2-4 Phase Shifter module

Pengaturan Grafik

Phase
Shifter
Module

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 1
0
Phase
Shifter
Module;
180 degree
position

Phase
Shifter
Module;
varying

Phase
Shifter
Module;
fully
clockwise

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa Phase Shifter module berfungsi dalam menggeser sinyal
sesuai dengan apa yang diinginkan. Apabila awalnya dipasang menjadi posisi 0 derajat (posisi sinyal A
sedikit mendahului B), maka ketika diputar menuju 360 derajat, maka posisi sinyal B sedikit mendahului
sinyal A.
PART F Voltage Controlled Oscillator (VCO)
Tabel 3-2-5 Voltage Controlled Oscillator

Pengaturan Grafik

VCO pada
keadaan awal

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 11
VCO pada saat
50kHz

VCO pada saat


500kHz

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa Voltage Controlled Oscillator berfungsi untuk mengatur
frekuensi keluaran yang diinginkan dengan mengatur tegangan eksternal. Saat diset 5kHz, terbaca pada
function generator sebesar 3,13kHz. Lalu apabila disetting pada 50 kHz, terbaca frekuensinya sebesar
53,841 kHz sedangkan saat disetting 500 Hz, terbaca 565,555 Hz.

3.3 AN INTRODUCTION TO SOFT FRONT-PANEL CONTROL


PART A Soft Control of NI ELVIS Variable Power Supplies and Function Generator

Gambar 3-3-1 Keadaan awal dari Function Generator (data ini diambil dari Hansen 13214079)

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 12
Gambar 3-3-2 Variable Supply (kanan untuk positif dan kiri untuk negatif) (data ini diambil dari Hansen
13214079)

Gambar 3-3-3 Variable Supply (kiri untuk positif dan kanan untuk negatif) (data ini diambil dari Hansen
13214079)
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat pengaturan awal fungsi generator melalui PC berhasil dilakukan
dengan sinyal output berupa sinyal segitiga dengan tegangan 3,810 Vpp dan frekuensi 2,499 kHz.

PART B Soft Control of Emona DATEx

Gambar 3-3-4 Hasil pengamatan Sinyal Modul Amplifier (data ini diambil dari Hansen 13214079)

Gambar 3-3-5 Hasil pengamatan Sinyal Modul Amplifier saat minimum dan sebagian (data ini diambil dari Hansen
13214079)

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 13
Gambar 3-3-5 Hasil pengamatan Sinyal Modul Amplifier saat phase shifter (data ini diambil dari Hansen
13214079)
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, dapat dilihat bahwa pengukuran modul amplifier dan phase
shifting berhasil dengan nilai penguatan sebesar 2 dan pergeseran fasa sebesar 180 derajat.

3.4 AMPLITUDE MODULATION


Pada praktikum ini digunakan DATEX soft front-panel pada mode PC Programeer di board DATEx.
Part A Generating an AM signal using a simple message

Gambar 3-4-1 Tampilan Osiloskop message signal +VDC


Hasil di atas telah sesuai dengan diagram blok berikut :

Master signal adalah sinyal sinusoid 1Vpp 2kHz (0.5 sin 4000 t) dan Vdc = 1V DC. Diperoleh hasil
keluaran sinyal
() + = 0.5 sin 4000 + 1
Persamaan di atas telah sesuai dengan tampilan osiloskop pada gambar di atas.

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 14
Gambar 3-4-2 Channel A (m(t)+Vdc) dan Channel B sinyal AM
Hasil tampilan channel B sesuai dengan AM sinya diagram blok berikut :

Sinyal AM, () = (() + )sinyal carrier = (0.5 sin 4000 + 1)2 sin(200000)
Dari tampilan osiloskop di atas terlihat dilakukan amplitude modulation. Hal ini teramati ketika sinyal
m(t)+Vdc overlapping dengan sinyal AM-nya.
Part B Generating an AM signal using speech
Ketika digunakan sinyal message berasal dari masukan speech (mic) diperoleh hasil tampilan
osiloskop :

Gambar 3-4-3 Tampilan Osiloskop AM dengan input speech


Berdasarkan hasil diatas terlihat sinyal AM sesuai dengan harapan saat berikan input message dari
master sinyal serta speech. Hasilnya sesuai dengan teori yang ada.
Part C Investigating depth of modulation
Dengan menggunakan konfigurasi sinyal AM seperti part A. Dapat dihitung dari tabel pengukuran
dibawah ini :

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 15
Gambar 3-4-4 Hasil Pengamatan Modulation Depth pada Osiloskop

Tabel 3-4-1 Pengukuran m

P dimension Q dimension m

2,34 V 1.4 V 0.25134

Modulation depth dihitung dengan rumus :



=
+
Berdasarkan perhitungan dan data yang teramati di atas, saat nilai m dari hasil pengukuran di atas
mendekati hasil perhitungan sesuai teori namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika
terjadi phase reversal yang menyebabkan nilai Q tidak begitu besar. Apabila didapatkan nilai m
lebih kecil daripada 1 maka kita sebut modulasi AM penuh.
Berikut merupakan hasil yang teramati ketika amplitudo sinyal message diperbesar hingga menuju
nilai maksimum.

Gambar 3-4-5 Hasil Pengamatan AM dengan G maksimum


Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa sinyak akan semakin kuat saat amplitudo sinyal message
diperbesar dan nilai m juga menjadi besar mencapai 1,85. Berdasarkan nilai tersebut didapatkan
fenomena modulasi AM yang dinamakan DSBDimC yang amplitudo sinyal messagenya lebih besar
dari nilai DC sinyal carriernya.
Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 16
3.5 DSBSC MODULATION
Part A Generating a DSBSC signal using a simple message

Gambar 3-5-1 Tampilan Osiloskop DSBSC dengan simple message


Berdasarkan gambat di atas terlihat adanya DSBSC yang dapat dibangkitkan dengan sinyal master
2kHz. DSBSC yakni merupakan hasil perkalian antara sinyal 4 Vpp 2kHz dan sinyal carrier 4 Vpp
100kHz dalam persamaan dinyatakan
DSBSC = 4Vpp 2kHz sin x 4Vpp 100kHz sin
() = 2 sin(4000) 2 sin(200000)
Berdasarkan diagram blok dan hasil sinyalnya, perbedaan antara DSBSC dan DSBAM ialah pada
nilai Vdc-nya. Pada DSBSC tidak ada tambahan Vdc (diset menjadi nol) sehingga s(t) murni
merupakan perkalian m(t) dan c(t). Oleh karena itu percobaan ini sesuai dengan harapan.
Part B Generating a DSBSC signal using a speech

Gambar 3-5-2 Tampilan Osiloskop DSBSC menggunaka simple message


Berdasarkan hasil yang teramati di atas, dengan merubbah sumber message menjadi sumber suara
dihasilkan nilai sinyal AM yang mengikuti suara pada mikropon. Hasil sesuai dengan harapan.

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 17
Part C Investigating depth of modulation

Gambar 3-5-3 Tampilan Osiloskop perhitungan m DSBSC


Berdasarkan hasil yang teramati di atas, nilai amplitudo sinyal message selalu naik agar P+Q
konstan yakni bernilai nol. Nilai P pada grafik di atas terus meningkat hingga mencapai saturasi
pada 21 V (dibatasi oleh catu daya). Pada keadaan itu, nilai m akan tak terhingga. Berdasarkan teori
dari nilai m DSBSC sendiri adalah

= = =
0

3.6 OBSERVATION OF AM AND DSBSC SINGNALS IN THE FREQUENCY DOMAIN


Part A Setting Up the AM modulator

Gambar 3-6-1 Hasil pengamatan Sinyal AM Domain Frekuensi 10KHz (data ini diambil dari Hansen 13214079)

Part B Setting Up the NI ELVIS Dynamic Signal Analyzer

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 18
Gambar 3-5-2 Hasil pengamatan Sinyal DSBC Domain Frekuensi dengan Frekuensi Message 10KHz (data ini
diambil dari Hansen 13214079)
Part C Spectrum Analysis of an AM signal

Gambar 3-5-3 Hasil pengamatan Sinyal AM Domain Frekuensi dengan Frekuensi Message 20KHz (data ini
diambil dari Hansen 13214079)

Part D Setting Up the DSBSC modulator

Gambar 3-5-4 Hasil pengamatan Sinyal DSBSC Domain Frekuensi dengan Frekuensi Message 10KHz (data ini
diambil dari Hansen 13214079)

Part E Spectrum Analysis of a DSBSC signal

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 19
Gambar 3-5-5 Hasil pengamatan Sinyal DSBSC Domain Frekuensi dengan Frekuensi Message 10KHz (data ini
diambil dari Hansen 13214079)
Berdasarkan hasil pengamatan di atas, terlihat bahwa plot sinyal hasil modulasi terdiri dari 2 bagian
yakni sinyal message ada upped dan lower band dan sinyal tengah dari sinyal carrier. Pada percobaan
diatas, di 10kHz, terlihat bandwidth nya melebar dari bandwidth sebelumnya yang disebabkan adanya
keterbatasan alat dari NI ELVIS dalam mendeteksi sinyal secara akurat. Hal ini terjadi juga pada frekuensi
20 kHz. Pada percobaan DSBC terlihat spektrum memiliki frekuensi message yang mirip dengan
modulasi AM. Bedanya hanya pada komponen frekuensi carrier yang tidak teramati pada Signal
Analyzer. Hal ini menunjukkan pada percobaan ini kita dapat melihat spektrum sinyal dari DSBSC.
Secara keseluruhan hasil percobaan ini sesuai dengan harapan.

4 KESIMPULAN
Pada praktikum ini dapat disimpulkan beberapa hal yakni
NI ELVIS memiliki banyak fitur dalam melakukan pengukuran dan perancangan pendukung
sistem komunikasi seperti adanya fungsi Digital Multimeter, Osiloskop, Function, dan Generator.
DATEx experimental add-in modul memiliki beberapa fitur penting seperti amplifier, adder,
phase shifter dan sebagainya yang dapat digunakan secara personal maupun terintegrasi dengan
modul lain. Dalam pemrosesan hasil pengukuran dilakukan oleh NI ELVIS pada modul board
DATEx. DATEx juga berfungsi untuk memudahkan dalam mengontrol knop dan hardware yang
terpasang secara software sehingga sangat memudahkan pengguna.
Ada beberapa fungsi yang memiliki fitur dapat dioperasikan secara manual melalui knop
maupun dikontrol secara software melalui fitur function generator dan power supply variabel.
Sinyal AM dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan nilai Vdc dan modulation depth-nya antara lain
DSBAM (sinyal AM dengan Vdc >= Vm, maka m <=1; output sinyal ini merupakan perkalian
sinyal carrier dengan sinyal message, lalu ditambah nilai Vdc), DSBDimC (sinyal AM dengan Vdc
< Vm, maka m>1; outputnya akan terlihat bentuk up and low side yang saling overlapping), dan
DSBSC (sinyal AM dengan Vdc = 0, dengan m=; outputnya langsung dari perkalian sinyal
message dan carrier).

DAFTAR PUSTAKA
[1] Anonim, Buku Petunjuk Praktikum Sistem Komunikasi, Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer,
Bandung, 2017.
[2] Ziemer, R., Principle of Communication 5th ed, Wiley, Inc, United State of America, 2002.

Laporan Praktikum - Laboratorium Sistem Kendali dan Komputer Teknik Elektro STEI ITB 2
0