Anda di halaman 1dari 32

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH PENEMUAN TEORI DAN TEKNOLOGI


DALAM BIDANG BIOLOGI

Oleh
Kadek Dedi Santa Putra
1629061030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2017
Sejarah Penemuan Mikroskop

Zacharias Janssen
Menurut sejarah orang yang pertama kali berpikir untuk membuat alat yang
bernama mikroskop ini adalah Zacharias Janssen. Janssen sendiri sehari-harinya adalah
seorang yang kerjanya membuat kacamata. Dibantu oleh Hans Janssen mereka mambuat
mikroskop pertama kali pada tahun 1590. Mikroskop pertama yang dibuat pada saat itu
mampu melihat perbesaran objek hingga dari 150 kali dari ukuran asli.
Temuan mikroskop saat itu mendorong ilmuan lain, seperti Galileo Galilei (Italia),
untuk membuat alat yang sama. Bahkan Galileo mengklaim dririnya sebagai pencipta
pertamanya yang telah membuat alat ini pada tahun 1610. Galileo menyelesaikan
pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan mikroskop yang dibuatnya diberi nama yang
sama dengan penemunya, yaitu mikroskop Galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan
lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik
memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh
limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis,
panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Untuk itu, mikroskop
berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati ukuran di bawah 200 nanometer.
Setelah itu seorang berkebangsaan belanda bernama Antony Van Leeuwenhoek
(1632-1723) terus mengembangkan pembesaran mikroskopis. Antony Van Leeuwenhoek
sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah
sebagai wine terster di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk
mengamati serat-seratpada kain. Tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam
semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi. Leewenhoek mwnggunakan
mikroskopnya yang sangat sederhana untuk mengamati air sungai, air hujan, ludah, feses
dan lain sebagainya. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak
yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan
animalcule yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Penemuan ini
membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih
meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumpuk lebih banyak lensa dan
memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang
mampu memperbesar 200-300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil
pengamatannya tersebut danmengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi
suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan
yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia
menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu
diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan
bakteri. Penemuan-penemuan tersebut membuat dunia sadar akan adanya bentuk
kehidupan yang sangat kecil yang akhirnya melahirkan ilmu mikrobiologi.
Bila Di Eropa, mikroskop sudah dikenal sejak abad ke-17 dan digunakan untuk
melihat binatang-binatang sejenis mikroba. Menariknya, orang Jepang senang
menggunakannya untuk mengamati serangga berukuran kecil, dan hasilnya berupa buku-
buku berisi pemerian tentang serangga secara mendetail. Mikroskop Cahaya Keterbatasan
pada mikroskop Leeuwenhoek adalah pada kekuatan lensa cembung yang digunakan.
Untuk mengatasinya digunakan lensa tambahan yang diletakkan persis didepan mata
pengamat yang disebut eyepiece, sehingga obyek dari lensa pertama (kemudian disebut
lensa obyektif) dapat diperbesar lagi dengan menggunakan lensa ke dua ini. Pada
perkembangan selanjutnya ditambahkan pengatur jarak antara kedua lensa untuk
mempertajam fokus, cermin atau sumber pencahayaan lain, penadah obyek yang dapat
digerakkan dan lain-lain, yang semua ini merupakan dasar dari pengembangan mikroskop
modern yang kemudian disebut mikroskop cahaya Light Microscope (LM). LM modern
mampu memberikan pembesaran (magnifikasi) sampai 1.000 kali dan memungkinkan
mata manusia dapat membedakan dua buah obyek yang berjarak satu sama lain sekitar
0,0002 mm (disebut daya resolusi 0,0002 mm). Seperti diketahui mata manusia yang sehat
disebut-sebut mempunyai daya resolusi 0,2 mm. Pada pengembangan selanjutnya
diketahui bahwa kemampuan lensa cembung untuk memberikan resolusi tinggi sudah
sampai pada batasnya, meskipun kualitas dan jumlah lensanya telah ditingkatkan.
Belakangan diketahui bahwa ternyata panjang gelombang dari sumber cahaya yang
digunakan untuk pencahayaan berpengaruh pada daya resolusi yang lebih tinggi. Diketahui
bahwa daya resolusi tidak dapat lebih pendek dari panjang gelombang cahaya yang
digunakan untuk pengamatan. Penggunaan cahaya dengan panjang gelombang pendek
seperti sinar biru atau ultra violet dapat memberikan sedikit perbaikan, kemudian ditambah
dengan pemanfaatan zat-zat yang mempunyai indeks bias tinggi (seperti minyak), resolusi
dapat ditingkatkan hingga di atas 100 nanometer (nm). Hal ini belum memuaskan peneliti
pada masa itu, sehingga pencarian akan mode baru akan mikroskop terus dilakukan.
Ditemukannya Mikroskop Elektron Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di
mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa
udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali
lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan
magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin terdapat elektron seperti pada lensa gelas
dalam mikroskop cahaya. Untuk melihat benda berukuran di bawah 200 nanometer,
diperlukan mikroskop dengan panjang gelombang pendek. Dari ide inilah, di tahun 1932
mikroskop elektron semakian berkembang lagi. Sebagaimana namanya, mikroskop
elektron menggunakan sinar elektron yang panjang gelombangnya lebih pendek dari
cahaya. Karena itu, mikroskop elektron mempunyai kemampuan pembesaran obyek
(resolusi) yang lebih tinggi dibanding mikroskop optik.
Mikroskop electron mampu pembesaran objek sampai 2 juta kali, yang
menggunakan elektro statik dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan
tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh
lebih bagus daripada mikroskop cahaya. Mikroskop elektron ini menggunakan jauh lebih
banyak energi dan radiasi elektromagnetik yang lebih pendek dibandingkan mikroskop
cahaya. Sebenarnya, dalam fungsi pembesaran obyek, mikroskop elektron juga
menggunakan lensa, namun bukan berasal dari jenis gelas sebagaimana pada mikroskop
optik, tetapi dari jenis magnet. Sifat medan magnet ini bisa mengontrol dan mempengaruhi
elektron yang melaluinya, sehingga bisa berfungsi menggantikan sifat lensa pada
mikroskop optik.
Kekhususan lain dari mikroskop elektron ini adalah pengamatan obyek dalam
kondisi hampa udara (vacuum). Hal ini dilakukan karena sinar elektron akan terhambat
alirannya bila menumbuk molekul-molekul yang ada di udara normal. Dengan membuat
ruang pengamatan obyek berkondisi vacuum, tumbukan elektron-molekul bisa
terhindarkan. Dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x,
kita dapat melihat objek mikroskop dengan lebih detail. Perkembangan mikroskop ini
mendorong berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri, dan
partikel mikroskopis yang akan dipelajari berikut yaitu virus. Penemuan virus melalui
perjalanan panjang dan melibatkan penelitian dari banyak ilmuwan.
Teori Kehidupan Berasal dari Laut

Alexander Ivanovich Oparin

Alexander Ivanovich Oparin lahir di uglich, kekaisaran rusia pada 2 maret 1894. Ia
lulus dari universitas negeri moskow pada tahun 1917, di sana ia menjadi profesor
biokimia pada tahun 1927. Banyak tulisan awal bercerita seputar enzim tanaman dan
perannya dalam metabolisme.
Pada tahun 1924 ia mengajukan hipotesis yang menunjukkan bahwa kehidupan di
bumi dikembangkan bertahap melalui evolusi kimia dari karbon berbasis molekul dalam
sup purba bumi. Pada tahun 1935, bersama dengan akademisi alexey bakh ia mendirikan
biokimia institut academy of sciences soviet. Pada tahun 1939, oparin menjadi anggota
dari akademi, dan pada tahun 1946 menjadi anggota penuh. Antara tahun 1940-an dan
1950-an ia mendukung teori pseudo-ilmiah trofim lysenko dan olga lepeshinskaya, yang
membuat klaim tentang "asal-usul sel dari materi noncellular". "mengambil partai line
"membantu memajukan karirnya. Pada tahun 1970 ia terpilih sebagai presiden dari
masyarakat internasional untuk studi origins of life.
Oparin menjadi pahlawan buruh sosialis pada tahun 1969, menerima hadiah lenin
pada tahun 1974 dan dianugerahi medali emas lomonosov pada tahun 1979 "untuk prestasi
luar biasa dalam biokimia". Ia juga penerima lima kali dari order of lenin. Alexander
oparin meninggal pada 21 april 1980 (umur 86) di moskow, rusia rsfs, uni soviet
dimakamkan di pemakaman novodevichy di moskow.
Teori evolusi biokimia
Teori ini mencoba menggali informasi asal usul makhluk hidup dari sisi biokimia.
Menurut oparin dalam bukunya yang berjudul the origin of life (1936) menyatakan bahwa
asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi beserta
atmosfernya. Oparin menjelaskan bahwa pada mulanya atmosfer bumi purba terdiri atas
metana (ch4), amonia (nh3), uap air (h2o), dan gas hidrogen (h2). Oleh karena adanya
pemanasan dan energi alam, berupa sinar kosmis dan halilintar, gas-gas tersebut
mengalami perubahan menjadi molekul organik sederhana, sejenis substansi asam amino.
Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasi di cekungan perairan
membentuk primordial soup, seperti semacam campuran materi-materi di lautan panas.
Tahap selanjutnya, primordial soup ini membentuk monomer. Monomer bergabung
membentuk polimer. Polimer membentuk agregasi berupa protobion. Protobion adalah
bentuk awal sel hidup yang belum mampu bereproduksi, tetapi mampu memelihara
lingkungan kimia dalam tubuhnya. Di samping itu, protobion juga telah memperlihatkan
sifat yang berhubungan dengan makhluk hidup, seperti dapat melakukan metabolisme,
kemampuan menerima r4ngsang, dan bereplikasi sendiri. Terbentuknya polimer dari
monomer-monomer telah dibuktikan oleh sydney w. Fox. Dalam percobaannya, fox
memanaskan 1820 macam asam amino pada titik leburnya dan didapatkan protein.
Pendapat alexander oparin mendapat dukungan dari ahli kimia amerika serikat,
bernama harold urey. Urey menyatakan bahwa atmosfer bumi purba terdiri atas gas-gas
metana (ch4), amonia (nh3), uap air (h2o), dan gas hidrogen (h2). Dengan adanya energi
alam (berupa halilintar dan sinar kosmis), campuran gas-gas tersebut membentuk asam
amino.
Sejarah Teori Evolusi

Charles Robert Darwin


Charles Robert Darwin adalah ahli biologi, geologi dan ekologi Inggris, penemu
teori evolusi, pengarang, penyelidik, dan peneliti alam. Ia adalah seorang naturalis Inggris
yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip
garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai
mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu
hayat).
Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu
kedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia
selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya
menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan
biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia
mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya
bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti
itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada
teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan
munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya. Namun pada 1858 informasi bahwa
Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan
bersama tentang teori Darwin.
Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selection, or The
Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The
Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang.
Buku ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan
ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam. Darwin diangkat menjadi
Fellow of the Royal Society, melanjutkan penelitiannya, dan menulis serangkaian buku
tentang tanaman dan binatang, termasuk manusia, dan yang menonjol adalah The Descent
of Man, and Selection in Relation to S3x dan The Expression of the Emotions in Man and
Animals. Bukunya yang terakhir adalah tentang cacing tanah.
Sejarah Teori Evolusi
Teori evolusi muncul sebagai salah satu jalan untuk mencari tahu asal mula
makhluk hidup. Salah satu tokoh pencetus evolusi adalah darwin. Berikut akan dibahas
mengenai sejarah munculnya teori tersebut. Selama lima tahun darwin menjelajahi
beberapa belahan dunia. Di dalam perjalanannya itu, darwin sangat takjub dengan adanya
beragam spesies burung finch dan kura-kura raksasa di kepulauan galapagos (suatu
kepulauan terletak di sebelah barat daratan amerika selatan). Burung-burung itu memiliki
kemiripan satu sama lain, hanya paruhnya yang berbeda. Menurut dugaan darwin, variasi
pada paruh burung-burung itu disebabkan oleh proses adaptasi habitat. Ketakjuban
terhadap burung-burung finch inilah yang mendasari darwin mengemukakan teori evolusi.
Menurut darwin, burung finch yang terdapat di kepulauan galapagos semula
berasal dari satu spesies burung finch pemakan biji yang terdapat di daratan amerika
selatan. Burung-burung itu bermigrasi karena faktor makanan. Selama bermigrasi burung-
burung itu terdampar di tempat yang berbeda-beda. Burung-burung itu harus mencari
makanan, terutama biji-bijian seperti di daerah asalnya agar dapat bertahan hidup.
Sementara itu, beberapa burung finch mencoba mencari jenis makanan lain, seperti
serangga, madu, kaktus, dan buah. Akibat proses adaptasi terhadap variasi jenis makanan
inilah burung-burung finch itu akhirnya mempunyai bentuk paruh yang bervariasi. Burung
finch pemakan serangga mempunyai paruh tebal, lurus, dan berlidah pendek. Sementara
burung finch pemakan kaktus mempunyai paruh lurus dan agak panjang. Selain burung-
burung finch, darwin juga mengamati kurakura raksasa di kepulauan galapagos.
Darwin melihat adanya dua jenis kura-kura yang sangat berbeda pada kepulauan
itu. Kura-kura galapagos berukuran besar dengan tipe cangkang yang melengkung seperti
kubah. Kura-kura ini ditemukan pada habitat basah. Sementara itu, di kepulauan lain yang
habitatnya kering, ditemukan kura-kura berukuran kecil dengan cangkang berbentuk
pelana (lihat gambar diatas). Menurut darwin, penyebabnya adalah adanya perbedaan
habitat. Dari sini, pemikiran darwin mengenai variasi makhluk hidup mulai berkembang.
Fenomena burung finch dan kura-kura galapagos tersebut menimbulkan gagasan darwin
dan menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan
baik akan mewariskan sifat-sifat mereka yang unggul kepada generasi berikutnya.
Lebih jauh darwin menyatakan bahwa sifat-sifat unggul atau menguntungkan ini
lama-lama terakumulasi dan mengubah populasi menjadi spesies yang sama sekali berbeda
dengan nenek moyangnya. Berdasarkan hal ini pula darwin menganggap manusia
merupakan spesies paling maju. Melalui mekanisme ini pula spesies baru akan terbentuk.
Oleh darwin, mekanisme ini dinamakan evolusi melalui seleksi alam dan
mempublikasikan pandangannya tersebut dalam bukunya yang berjudul the origin of
species, by means of natural selection pada tahun 1859. Darwin banyak mempelajari
buku-buku karya ilmuwan lain untuk memperkuat hipotesisnya. Buku-buku tersebut di
antaranya buku principles of geology karya charles lyell (17971875) yang terbit pada
tahun 1830 dan buku the principles of population karya thomas malthus yang terbit pada
tahun 1798.
Berdasarkan tulisan charles lyell, darwin mendapat masukan bahwa bumi
mengalami perubahan terus-menerus, sehingga hal ini menyebabkan adanya variasi karena
pengaruh alam. Sementara itu dalam tulisan malthus, dikatakan bahwa populasi tumbuhan
dan hewan (termasuk manusia) cenderung mengalami peningkatan secara geometri,
sedangkan persediaan pangan cenderung meningkat secara aritmatis. Keadaan ini
mengakibatkan pangan yang tersedia lebih sedikit daripada yang membutuhkan.
Akibatnya, terjadilah perebutan makanan di antara makhluk hidup yang memiliki jenis
makanan sama. Berdasarkan pandangan tersebut, darwin menyimpulkan adanya seleksi
alam berdasarkan ketersediaan pangan. Di samping itu, ada juga seleksi alam berdasarkan
kondisi habitat, iklim, dan lain-lain. Makhluk hidup yang memenangkan persaingan dapat
melangsungkan kehidupannya. Sebaliknya, yang kalah dalam persaingan akan mengalami
kepunahan. Sebelum mempublikasikan pendapatnya, darwin mendapat dukungan pula dari
ilmuwan inggris yaitu alfred russel wallace (18231913). Wallace mengirimkan
makalahnya kepada darwin dari malaysia. Dalam makalahnya, wallace juga membahas
tentang evolusi oleh seleksi alam. Akan tetapi, teori wallace ini berkembang tanpa
terpengaruh oleh darwin. Artinya, kedua ilmuwan itu mengemukakan pendapat yang sama,
yaitu adanya evolusi oleh seleksi alam.
Seperti halnya darwin, teori wallace ini dipengaruhi juga oleh makalah malthus
yang diterbitkan tahun 1798 (the principles of population). Sebenarnya hipotesis darwin
tentang evolusi terilhami oleh pernyataan ahli biologi prancis yaitu j.b. de lamarck (1744
1829). Lamarck mengajukan teori evolusi jauh sebelum darwin mengemukakan tentang
teori evolusinya. Lamarck mengemukakan teorinya yang dikenal dengan paham
digunakan dan tidak digunakan, dalam bentuk postulat sebagai berikut.
1. Semua organisme mempunyai kemampuan menjadi organisme yang lebih
kompleks.
2. Organisme dapat berubah sebagai respon terhadap lingkungan.
3. Organ tubuh makhluk hidup yang sering digunakan akan berkembang terus,
sedangkan organ yang tidak sering digunakan akan mengalami atropi (penyusutan) dan
bahkan mereduksi (hilang).
Selain itu, menurut lamarck, makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang diperoleh
selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya sehingga terjadilah evolusi.
Dalam bukunya yang berjudul philosophie zoologique, lamarck menjelaskan tentang
evolusi jerapah menurut lamarck, jerapah berevolusi dari binatang sejenis antelop.
Perubahan mulai terjadi ketika binatang-binatang itu memanjangkan lehernya sedikit demi
sedikit dan dari generasi ke generasi untuk meraih dedaunan yang lebih tinggi sebagai
makanannya.
Akhirnya binatang itu memiliki leher panjang seperti yang kita lihat pada leher
jerapah saat ini. Namun, teori evolusi lamarck ternyata tidak benar karena sifat yang
diperoleh setelah lahir tidak dapat diwariskan kepada keturunannya. Darwin menggunakan
hipotesis tentang pewarisan sifat-sifat yang diperoleh sebagai faktor yang menyebabkan
makhluk hidup berevolusi. Secara ringkas teori evolusi yang dikemukakan darwin memuat
dua hal pokok berikut.
1. Spesies yang berkembang sekarang berasal dari spesies-spesies yang hidup
pada masa lampau.
2. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
Teori Tentang Sel (Schwan Cells)

Theodore Schwann
Theodore Schwann (1810-1882) adalah ahli fisiologi, histology, dan sitologi dari
jerman. Ia lahir di neuss tanggal 8 desember tahun 1810. Schwan bekerja pada jaringan
saraf dan jaringan otot. Ia juga pernah menemukan selaput pada benang-benang saraf.
Theodor Schwann lahir pada tahun 1810 di dusseldorf di dekat dsseldorf (jerman).
Setelah sekolah menengah di college jesuit dari cologne, ia memasuki universitas bonn
pada 1829, di mana ia belajar ilmu-ilmu alam dan kedokteran. Di sana ia pertama kali
bertemu johannes peter muller, pelopor metode eksperimental di perbandingan anatomi
dan fisiologi. Dia mulai pelatihan klinis di wrzburg dan dua tahun kemudian, pindah ke
universitas berlin di mana mller telah ditunjuk profesor anatomi dan fisiologi. Di bawah
nya pengawasan, ia menyiapkan tesis tentang peran oksigen yang diperlukan dalam
perkembangan embrio ayam. Pada tahun 1834, ia memperoleh md dan menjadi asisten
mller. Dia kemudian memulai serangkaian besar mikroskopis dan fisiologis studi tentang
saraf, otot dan pembuluh darah. Nya percobaan pada otot, membangun diagram tegangan-
panjang pertama, membuka jalan bagi baru eksperimental pendekatan dalam
neuromuskuler fisiologi, yang akan membuat berlin terkenal laboratorium dengan du bois-
reymond dan helmholtz. Yang pertama antara murid-murid mller, schwann menyatakan
perlunya suatu mekanistik penjelasan dari fenomena kehidupan.
Pada tahun 1835, sementara meneliti proses pencernaan, schwann mengisolasi zat
yang bertanggung jawab untuk pencernaan dalam perut dan menamakannya pepsin. Ia juga
mengidentifikasi peran yang dimainkan oleh mikroorganisme dalam fermentasi alkohol
dan proses pembusukan. Pekerjaan ini mengantisipasi penelitian pasteur. Istilah lain yang
sangat terkenal adalah studi fisiologis, metabolik, yang diciptakan oleh schwann untuk
mengkarakterisasi perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam jaringan hidup.
Pada 1838, ahli botani temannya matthias schleiden jerman, yang bekerja di
universitas jena, menerbitkan sebuah artikel membahas struktur dan asal sel tumbuhan.
Dalam sebuah sintesis yang luar biasa, schwann bergabung dengan semua pengamatan
histologis sebelumnya dan mengembangkan prinsip umum, dikenal sebagai teori sel:
semua jaringan, dari tanaman atau hewan, terdiri dari struktur dasar unit sel.
Teori ini diuraikan dalam bukunya penelitian mikroskopik ke dalam struktur sesuai
dan pertumbuhan hewan dan tanaman yang muncul di jerman pada tahun 1839 dan
diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh masyarakat sydenham pada tahun 1847. Teori
ini adalah titik awal bagi teori histologis, fisiologis, dan bekerja patologis. Seperti
dikandung oleh schwann, teori yang terkandung ketidakakuratan dan kesalahan, khususnya
mengenai pembentukan sel dan reproduksi. Selama dekade berikutnya, rudolf virchow
akan mengoreksi dan memperluas teori schwann, baik secara konseptual dan dalam
sejumlah besar details.3 sebuah professorship belgia dan sebuah karir akademik keras
setelah bertahun-tahun berbuah dari jenius dewasa sebelum waktunya, schwann akademis
yang panjang karir muncul agak mengecewakan.
Pada tahun 1882, tiga tahun setelah pensiun, ia meninggal di cologne. An terkenal
internasional schwann kontribusi untuk ilmu pengetahuan secara luas diakui selama
hidupnya. Pada tahun 1878, 40 tahun mengajar dirayakan dengan keangkuhan di lige dan
paling para ahli biologi terbesar dari semua negara bergabung dalam perayaan.
Karya Theodore Schwann
Salah satu karya terbesarnya untuk biologi adalah teori tentang sel (schwan cells)
pada sistem saraf. Suatu hari schwan makan malam bersama dengan schleiden dan mereka
membicarakan kemiripan yang ada pada struktur terkecil hewan dan tumbuhan. Setelah
pembicaraan itu, tanpa menunda-nunda mereka mempublikasikan kemiripan teori mereka
pada artikel microscopic investigations on the accordance in the structure and growth of
plants and animals (berlin, 1839; trans. Sydenham society, 1847). Setelah itu, schwann
berhasil membuktikan asal-usul sel dan perkembangannya menjadi jaringan pada kuku,
rambut, dan email gigi.
Teori ini dikemukakan oleh jacob schleiden (18041881) dan theodor schwan
(18101882). Tahun 1839 schleiden, ahli botani berkebangsaan jerman, mengadakan
pengamatan mikroskopis terhadap sel tumbuhan. Pada waktu yang bersamaan theodor
schwan melakukan pengamatan terhadap sel hewan. Dari hasil pengamatannya mereka
menarik kesimpulan sebagai berikut.
1) tiap makhluk hidup terdiri dari sel.
2) sel merupakan unit struktural terkecil pada makhluk hidup.
3) organisme bersel tunggal terdiri dari sebuah sel, organisme lain yang tersusun
lebih dari satu sel disebut organisme bersel banyak.
Beberapa Penemuan Sel Menurut Para Ahli,
Robert Hooke

Teorinya merupakan penemu sel, setelah mengamati sayatan gabus kering. Pada
awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert
Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri.
Kata sel berasal dari katabahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Pada tahun
1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan
dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena
itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Max Schultze
Teorinya yaitu sel merupakan kesauan fungsional. Namanya sangat dikenal karena
karyanya pada teori sel. Dengan menggabungkan teori Felix Dujardin dari konsep
sarcode pada binatang dengan Hugo von Mohl dengan protoplasma pada sayuran, ia
menyatukan keduanya, dan dua hal itu termasuk di bawah nama umum protoplasma,
mendefinisikan sel sebagai nucleated massa dari protoplasma dengan atau tanpa sel-
dinding (Das Protoplasma der Rhizopoden und der Pflanzenzellen; ein Beitrg zur Theorie
der Zelle,1863).

Rudholf Virchow

Teorinya yaitu sel merupakan kesatuan pertumbuhan (omne cellulae e cellula).


Virchow berperan dalam banyak penemuan penting. Meskipun dia dan Theodor Schwann
tidak disebutkan bersamaan, dia paling banyak diketahui karena theorinya tentang sel. Ia
adalah orang pertama yang menemukan sel-sel leukemia. Dia adalah orang pertama yang
menerima dan menjiplak hasil kerja Robert Remak yang memnyatakan asalu usul sel
adalah pembagian unsur sebelumnya. Teori ini ia tuangkan dalam epigram Omnis cellula e
cellula (setiap sel berasal dari sel sebelumnya) yang dipublikasikan tahun 1858.
(epigram ini sebenarnya ditemukan Franois-Vincent Raspail tapi dipopulerkan oleh
Virchow). Ini adalah penolakan terhadap konsep generasi spontan (spontaneous
generation), yang menyatakan organisme berasal dari benda mati.
Robert Brown

Pada sel terdapat inti sel ( Nukleus ) adalah botanis Skotlandia yang memberikan
sumbangan penting terhadap botani melalui penemuan inti sel dan aliran sitoplasma,
pengamatan pertama dari Gerakan Brown, penelitian awal terhadap penyerbukan dan
pembuahan tumbuhan. Brown juga salah satu yang pertama mengenali perbedaan
mendasar antara tumbuhan gimnosperma dan angiosperma, dan melakukan studi
awal palinologi. Dia juga memberikan banyak sumbangan terhadap taksonomi tumbuhan,
termasuk penggolongan sejumlah familia tumbuhan yang masih diterima saat ini, dan
banyak marga dan spesies tumbuhan Australia, hasil penjelajahannya beserta Matthew
Flinders

Felix Dujardin

Flix Dujardin adalah seorang ahli biologi Perancis . Dia dikenang untuk
penelitiannya tentang protozoa, konsepnya tentang Protoplasma dan invertebrata lainnya.
Pada tahun 1850 dia adalah orang pertama yang menggambarkan badan jamur seranga
yang merupakan kunci dalam sistem struktur saraf serangga. Felix Dujardin lahir 5 April
1802 di Tours, Perancis. Ia merupakan anggota dari akademi sains yang terkenal di
Prancis. Pada tahun 1840 ia ditunjuk sebagai profesor dari geologi dan mineralogi di
Universitas Toulouse. Dan pada tahun 1841, dia juga menjadi seorang profesor dari
zoology dan botani di Rennes. Sebagian besar latar belakang pendidikannya didapat secara
otodidak.
Ia dikenal dikenal karena karyanya dalam kehidupan binatang mikroskopis. Pada
tahun 1834 ia mengusulkan bahwa kelompok baru organisme bersel satu yang disebut "
Rhizopoda "; yang berarti "akar-kaki". Nama itu kemudian berubah menjadi " Protozoa ".
Dia membantah konsep seorang naturali,s Christian Gottfried Ehrenberg yang
menyebutkan bahwa organisme mikroskopis "organisme lengkap" yang mirip dengan
hewan yang lebih tinggi. Selain studi tentang mikroskopis, ia melakukan penelitian yang
luas dari kelompok invertebrata termasuk echinodermata, cacing dan cnidari.
Pada tahun 1835 Felix Dujardin menyatakan bahwa bagian terpenting dalam sel adalah
protoplasma, yang merupakan cairan yang terdapat di dalam lumen (ruang) sel. Peryataan
ini merupakan penegasan dari pendapat MaxSchultze (1825-1914) yang menyatakan
bahwa protoplasma merupakan struktur dasar organisme dan merupakan bagian penting
dari sel. Di Foraminifera, ia menemukan zat hidup yang tak berbentuk yang ia beri nama
" sarcode ", kemudian berganti nama menjadi protoplasma oleh Hugo von Mohl (1805-
1872).
Setelah meneliti protozoa, Felix Dujardin berani membantah konsep naturalis
Gottfries Ehrenberg yang menyatakan bahwa mikro organisme adalah organisme lengkap
yang mirip dengan makro organisme. Felix Dujardin menyatakan bahwa mikroorganisme
adalah suatu organisme bersel satu yang tidak memiliki kelengkapan organ dan sistem
organ seperti makhluk-makhluk makrokospis bersel banyak. Felix Dujardin juga
melakukan penelitian yang luas, termasuk penelitian terhadap kelompok hewan tidak
bertulang punggung (Invertebrata) Echinoderms, Helminths dan Cnidarians.

Sejarah Penemuan Kloning


Sejarah kloning muncul pertama kali pada tahun 1960 oleh gurdon, percobaan
gurdon yang pertama kali dilakukanya terhadap berudu, yaitu dengan menaruh gen ke
dalam sel berudu tersebut. Percobaan ini berhasil melahirkan berudu baru namun berudu
tersebut tidak bisa tumbuh menjadi katak dewasa dan akhirnya mati terurai oleh air.
Pada tahun 1980 percobaan dilanjutkan oleh para ilmuwan di granada yang
melakukan transfer nukleus pada sapi ternak untuk memperbanyak produksi daging pada
sapi miliknya. Steen willadsen memiliki reputasi brilian untuk memasuki bidang baru yaitu
pada tahun 1980, dia berhasil di pusat riset hewan cambridge, ia menerapkan teknik
kloning gurdon pada katak dipeternaka. Orang yang pertama menggunakan embrio domba
lalu menanamnya kedalam sel telur domba dengan membuang nukleusnya. Ia adalah orang
yang pertama kali menemukan lima embrio domba kloning pertama. Willadsen ingin
mengembangkan teknik ini secara komersil ia bergabung dengan perusahaan ternak di
texas, granada corporation. Ia mencoba menerapkan kloning pada sapi.
Dr. Charles looney dan dr. Frank barnes di ajak ke granada corporation untuk
mengembangkan penelitian yang dimulai oleh steen willadsen, bersama ian wilmuth
mereka berhasil mengkloning sapi, akan tetapi ada sisi sedihnya bahwa anak sapi ini ada
yang tidak normal ketika melahirkan anak sapi tersebut sangat besar dan ada sapi yang
berbobot 180 pound. Dua kali berat normal. Anak sapi ini banyak yang mati. Sehingga
menyebabkan penelitian ini tidak dapat dilanjutkan hingga ditemukan penyebab kenaikan
bobot sapi tersebut. Banyak sapi yang terkena diabetes. Sebagian memiliki jantung yang
membesar,dan mengalami penyakit diabetes sejak lahir.
Percobaan ini berhasil melahirkan 1000 sapi dari 3000 sel hasil transfer nukleus.
Selanjutnya, hewan kloning baru yang dihasilkan lewat penelitian dr. Ian willmut seorang
ilmuwan skotlandia pada 23 februari 1997, untuk pertama kali membuktikan bahwa
kloning dapat dilakukan pada hewan mamalia dewasa yaitu domba. Domba itu diberi nama
domba dolly. Kloning domba dolly merupakan peristiwa penting dalam sejarah kloning.
Dolly dapat direproduksi tanpa bantuan domba jantan, melainkan diciptakan dari sebuah
sel kelenjar susu yang di ambil dari seekor domba betina. Dalam proses ini dr. Ian willmut
menggunakan sel kelenjar susu domba finndorset sebagai donor inti sel dan sel telur
domba blackface sebagi resepien. Sel telur domba blackface dihilangkan intinya dengan
cara mengisap nukleusnya keluar dari selnya menggunakan pipet mikro pada. Kemudian,
sel kelenjar susu domba finndorset didifusikan (digabungkan) dengan sel telur domba
blackface yang tanpa nukleus.
Dalam proses penggabungan ini dibantu oleh tegangan listrik sebesar 25 volt,
sehingga terbentuk fusi antara sel telur domba blackface tanpa nucleus dengan sel kelenjar
susu domba finndorsat. Hasil dari fusi ini kemudian berkembang menjadi embrio dalam
tabung percobaan dan kemudian dipindahkan ke rahim domba blackface. Kemudian
embrio berkembang dan lahir dengan ciri-ciri sama dengan domba finndorset. Kuncinya
yaitu proses transfer nukleus dilakukan pada fase diam sel sehingga tidak merusak siklus
nukleus dan sub protein yang mengelilinginya. Pada percobaan tersebut telah dilakukan
sebanyak 277 kali percobaan untuk mendapatkan kloning tersebut.

Sejarah Penemuan Vaksinasi


Louis Pasteur

Louis Pasteur adalah Ilmuwan kelahiran Prancis. Sebagai ilmuwan ia berhasil


menemukan cara mencegah pembusukan makanan hingga beberapa waktu lamanya
dengan proses pemanasan yang biasa disebut pasteurisasi. Louis Pasteur memulai
kariernya sebagai ahli fisika di sebuah sekolah lanjutan atas. Pada usia 26 tahun ia sudah
menjadi profesor di Universitas Strasbourg, kemudian ia pindah ke Universitas Lille dan di
sana pada tahun 1856 ia melakukan penemuan yang berarti sangat besar bagi bidang
kedokteran.
Perkembangan teknologi dan budaya manusia di dunia berkembang cepat.
ebutuhan hidup penduduk dunia bertambah sangat luat biasa. Perkembangan yang sangat
fantastis merubah kehidupan di sepanjang sejarah ummat manusia. Pengetahuan modern
dan dunia kedokteran khususnya penemuan vaksinasi dan pasteurisasi sangat berperanan
dalam kehidupan manusia hingga jaman modern ini. Penemuan awalnya adalah
pasteurisasi yaitu mematikan bakteri yang ada di susu dengan pemanasan. Pasteur lahir 27
Desember 1822 dan meninggal 28 September 1895 pada umur 72 tahun.
Pasteur juga membuat obat untuk pencegah penyakit antraks dan suntikan
melawan penyakit anjing gila rabies. Pada waktu itu orang yang digigit oleh anjing gila
akan menderita penyakit yang disebut hidrofobia. Suntikan rabies Pasteur tidak hanya
mencegah tetapi juga mengobati penyakit tersebut. Pada hari ulang tahunnya yang ke 70
para dokter dan ilmuwan dari seluruh dunia berkunjung ke Paris untuk menghormatinya.
Sejak tahun 1888 karya Pasteur dilanjutkan di Institut Pasteur di Paris. Kini institut itu
mempunyai cabang di 60 negara. Makamnya terdapat di bawah Institut tersebut,
jenazahnya dimasukkan ke dalam peti mati terbuat dari marmer dan granit
Sebagai mahasiswa di Paris dia memperdalam ilmu pengetahuan. Kegeniusannya
belum tampak tatkala jadi mahasiswa bahkan salah seorang mahagurunya menganggap
Pasteur sedang-sedang saja dalam ilmu kimia. Baru sesudah dia meraih gelar Doktor di
tahun 1847, Pasteur membuktikan ucapan profesornya keliru besar. Penyelidikannya
tentang asam traktat (tartaric acid) pada kaca mengangkat derajatnya ke tingkat ahli kimia
yang tersohor di saat umurnya baru dua puluh enam tahun. Kemudian dia mengalihkan
perhatiannya kepada penyelidikan tentang peragian dan membuktikan bahwa proses ini
persis seperti proses yang terjadi pada sejenis mikro organisme lainnya dapat memprodusir
hasil-hasil yang tidak dikehendaki dalam hal peragian minuman. Pendapat ini segera
menuntunnya kegagasan lain bahwa semacam mikro organisme dapat pula menghasilkan
hal-hal yang tidak diharapkan dan dapat membawa pengaruh baik terhadap manusia
maupun hewan.
Pasteur bukanlah orang pertama yang memasalahkan teori baksil penyakit.
Hipotesa serupa telah pernah dikembangkan lebih dulu oleh Girolamo Fracastoro,
Friedrich Henle dan banyak lainnya lagi. Tetapi, Pasteurlah yang paling menonjol dalam
hal teori kuman penyakit yang dibuktikannya lewat serentetan percobaan dan demonstrasi
yang merupakan faktor utama dan meyakinkan masyarakat cerdik pandai bahwa teorinya
benar. Apabila penyakit disebabkan oleh baksil, tampaknya masuk akal bahwa dengan
mencegah masuknya baksil itu ke dalam tubuh manusia, penyakit itu bisa dihindari.
Karena itu Pasteur menekankan pentingnya metode antiseptik buat para dokter, dan dia
punya pengaruh besar terhadap Joseph Lister yang memperkenalkan cara antiseptik
kedalam bidang pembedahan. Bakteri yang berbahaya dapat memasuki tubuh manusia
lewat makanan dan minuman. Pasteur mengembangkan teknik (biasa disebut pasteurisasi)
untuk memusnahkan mikro organisme dalam minuman. Teknik ini, jika dipraktekkan,
dapat membinasakan susu yang kejangkitan hama sebagai penyebab infeksi.
Tatkala umurnya mendekati pertengahan lima puluhan, Pasteur beralih lagi
perhatiannya kepada penyelidikan baksil penyakit ternak, sejenis penyakit infeksi serius
yang menyerang binatang ternak dan binatang-binatang lain, tidak kecuali manusia.
Pasteur mampu menunjukkan bahwa sejenis baksil menjadi sebab sesuatu penyakit. Karya
lebih penting lainnya ialah pengembangan tekniknya memproduksi corak baksil penyakit
ternak yang sudah dilemahkan. Dengan cara disuntikkan ke tubuh ternak, baksil penyakit
yang sudah dilemahkan ini dapat menimbulkan penyakit yang ringan dan tidak
mengakibatkan fatal sehingga memungkinkan ternak-ternak itu memperoleh kekebalan
untuk menghadapi penyakit normal. Demonstrasi Pasteur di depan umum mengenai
efektivitas teknik mengebalkan hewan dari baksil penyakit ternak menimbulkan
kegemparan. Segera disadari bahwa metode umum dapat digunakan untuk pencegahan
rupa-rupa penyakit masyarakat.
Penemuan pribadi Pasteur yang paling termasyhur adalah pengembangan teknik
penyuntikan terhadap manusia untuk mencegah penyakit Rabies yang ditakuti. Lain-lain
ilmuwan, dengan meniru gagasan dasar Pasteur, sejak itu mengembangkan vaksin untuk
mencegah lain-lain penyakit berat seperti tifus dan poliomyelitis. Pasteur, seorang yang
suka kerja luar biasa banyak, menciptakan penemuan-penemuan kurang penting namun
tetap berguna bagi keharuman namanya. Adalah tak lain dari penemuannya melebihi arti
penemuan orang-orang lain yang secara meyakinkan mendemonstrasikan bahwa mikro
organisme tidak tumbuh lewat pembiakan. Pasteur juga menemukan fenomena
anaerobiosis, misalnya sesuatu mikro organisme dapat hidup dalam ketiadaan udara
maupun oksigen. Karya Pasteur mengenai penyakit ulat sutera mendatangkan nilai
komersial yang tinggi. Penemuan lainnya adalah pengembangan vaksin untuk mencegah
berjangkitnya penyakit kolera pada ayam dan penyakit yang menyerang unggas. Pasteur
menghembuskan nafas terakhir di dekat Paris tahun 1895.
Orang sering membuat bandingan antara Pasteur dengan Edward Jenner, ahli
fisika Inggris yang mengembangkan vaksin untuk pencegahan cacar. Meskipun Jenner
melakukannya 80 tahun sebelum Pasteur, saya menganggap arti penting Jenner tidaklah
sebesar Pasteur, karena sistem pengebalannya berlaku hanya untuk satu jenis penyakit saja,
sedangkan sistem Pasteur dapat dan telah terbukti ampuh untuk mengebalkan terhadap
banyak penyakit.

Sejarah Penemuan Insulin


Pada 1920, Dr Frederick Banting bereksperimen untuk membuat ekstrak pankreas
yang diharapkan akan memiliki kualitas anti-diabetes. Sejarah Penemuan Insulin 150x150
Sejarah Penemuan Insulin Pada tahun 1921, di Universitas Toronto, Kanada, bersama
dengan mahasiswa kedokteran bernama Charles Best, mereka berhasil membuat ekstrak
pankreas. Metode yang mereka gunakan adalah dengan mengikatkan tali di saluran
pancrease. Ketika diperiksa beberapa minggu kemudian, sel-sel pencernaan pankreas telah
mati dan diserap oleh sistem kekebalan tubuh.
Sejak insulin ditemukan pada tahun 1921, telah menjadi salah satu yang paling
menyeluruh dipelajari molekul dalam sejarah ilmu pengetahuan. Diabetes telah diakui
sebagai kondisi medis yang berbeda untuk setidaknya 3.500 tahun, tapi penyebabnya
adalah misteri sampai awal abad ini. Pada awal 1920-an, peneliti diduga kuat bahwa
diabetes disebabkan oleh kerusakan dalam sistem pencernaan yang berhubungan dengan
kelenjar pankreas, organ kecil yang duduk di atas hati. Pada saat itu, satu-satunya cara
untuk diabetes "kontrol" adalah melalui diet rendah karbohidrat dan gula, dan tinggi lemak
dan protein. Alih-alih mati tak lama setelah diagnosis, diet ini memungkinkan penderita
diabetes untuk hidup - tapi hanya selama sekitar satu tahun. Persis apa yang salah, atau
hilang, dalam metabolisme jalur gula penderita diabetes tidak diketahui sampai
sekelompok peneliti Kanada dimurnikan insulin pada tahun 1921 dan membuktikan bahwa
diabetes merupakan penyakit kekurangan insulin.
Seperti kebanyakan penemuan ilmiah utama, dasar bagi penemuan insulin, telah
diletakkan oleh beberapa orang lain sebelum peneliti Kanada terisolasi. Pada tahun 1889,
dua peneliti Eropa, Minkowski dan von Mering, menemukan bahwa ketika kelenjar
pankreas telah dihapus dari anjing, mereka mengembangkan semua gejala diabetes dan
meninggal segera setelah itu. Minkowski dan von Mering mengusulkan bahwa pankreas
sangat penting untuk metabolisme gula. Kemudian peneliti mempersempit pencarian ke
pulau Langerhans-kelompok sel khusus dalam pankreas. Pada tahun 1910, Sharpey-Shafer
dari Edinburgh menyarankan kimia tunggal hilang dari pankreas pada orang diabetes. Ia
mengusulkan memanggil kimia ini "insulin," dan kemudian peneliti Kanada berhasil
membawanya atas saran. Sementara itu, ilmuwan Amerika EL Scott setengah berhasil
mengekstraksi insulin dengan alkohol. RC Paulesco, Rumania seorang, membuat ekstrak
dari pankreas yang menurunkan glukosa darah anjing. Beberapa Paulesco klaim adalah
orang pertama yang menemukan insulin.
Terobosan terbesar datang pada tahun 1921 ketika Frederick Banting dan Charles
Best melakukan serangkaian percobaan satu musim panas di laboratorium JJ R. Macleod
di Universitas Toronto. Seperti Minkowski dan von Mering, mereka menunjukkan bahwa
menghapus pankreas dari anjing membuat mereka diabetes. Kemudian mereka pergi
langkah lebih lanjut dan susah payah mengambil cairan dari Islets anjing sehat
'Langerhans, disuntikkan ke anjing diabetes dan dikembalikan ke normal - selama mereka
memiliki extract.With bantuan rekan ahli biokimia bernama JB Collip, mereka kemudian
mampu mengekstrak formula cukup murni insulin dari pankreas sapi dari rumah
pemotongan hewan.
Pada bulan Januari 1922, seorang remaja diabetes di rumah sakit Toronto bernama
Leonard Thompson menjadi orang pertama yang menerima suntikan insulin. Dia
meningkat secara dramatis, dan berita tentang insulin menyebar ke seluruh dunia seperti
api. Untuk pekerjaan mereka, Banting dan Macleod menerima Hadiah Nobel dalam
Kedokteran pada tahun berikutnya, pada tahun 1923. Banting berbagi bagiannya dari
hadiah uang dengan Best, dan Macleod berbagi dengan Collip. The University of Toronto
segera memberi perusahaan farmasi lisensi untuk memproduksi insulin bebas royalti. Pada
awal 1923, sekitar satu tahun setelah injeksi tes pertama, insulin menjadi tersedia secara
luas, dan menyelamatkan hidup orang banyak. Insulin adalah salah satu protein pertama
yang mengkristal dalam bentuk murni, pada tahun 1926. Bentuk kristal memungkinkan
peneliti untuk mempelajari struktur dengan teknik yang disebut x-ray kristalografi dan
perkiraan bentuk tiga dimensi. Mengetahui bentuk molekul membantu memahami cara
kerjanya dalam tubuh dan sejak itu para ilmuwan telah mencoba untuk memilah-milah
bagaimana insulin bertindak dan apa molekul lain mungkin berinteraksi dengan.
Pada tahun 1955, insulin menjadi protein pertama yang sepenuhnya diurutkan.
Pekerjaan yang menghasilkan Hadiah Nobel 1959 untuk Frederick Sanger. Melalui kerja
Sanger kita sekarang tahu bahwa semua protein manusia memiliki urutan yang unik dari
salah satu atau semua dari 20 jenis asam amino. Asam-asam amino dirangkai menjadi
rantai yang disebut peptida, agak seperti huruf menggabungkan ke dalam kata-kata
panjang. Banyak protein memiliki lebih dari satu rantai, bergabung bersama dengan cara
tertentu. Insulin manusia memiliki dua peptida. The Sebuah rantai (untuk asam) memiliki
21 asam amino dan rantai B (untuk dasar) memiliki 30 asam amino. Dua rantai yang
dihubungkan oleh dua jembatan disulfida, obligasi terbentuk antara atom belerang dalam
asam amino yang sistin. Rantai A juga memiliki sebuah jembatan disulfida internal yang
ketiga. Jembatan disulfida memegang molekul bersama-sama. Tanpa mereka, protein
mungkin tidak akan aktif dalam tubuh.
Setelah urutan protein yang dikenal, adalah mungkin, dalam teori, untuk
menciptakan itu sintetis. Bahkan, insulin adalah protein pertama yang secara kimia
disintesis di laboratorium, pada tahun 1963. Namun para peneliti tidak dapat menghasilkan
banyak. Selama 60 tahun setelah kelompok insulin terisolasi Banting, penderita diabetes
mengandalkan hormon dimurnikan dari hewan, terutama sapi dan babi. Hewan insulin
bekerja dengan baik secara keseluruhan, namun tidak sama persis dengan hormon manusia
dan kadang-kadang menyebabkan reaksi yang merugikan, misalnya, ruam kulit. Pada
tahun 1978 insulin menjadi protein manusia pertama yang diproduksi melalui
bioteknologi. Sebuah tim peneliti dari City of Hope National Medical Center dan
perusahaan bioteknologi Genentech masih muda berhasil mensintesis insulin manusia di
laboratorium menggunakan proses yang bisa menghasilkan jumlah besar.
Tim dimasukkan gen untuk insulin manusia ke dalam DNA bakteri, dan
menggunakan bakteri sebagai miniatur pabrik untuk membuat rantai A dan B protein
secara terpisah. Pada tahap kedua, proses kimia menggabungkannya. Hasilnya adalah
insulin manusia, tanpa masalah insulin hewan kadang-kadang menyebabkan. Humulin,
sebagai produk komersial disebut, merevolusi pengobatan diabetes ketika menjadi tersedia
secara luas pada awal tahun 1980. Hari ini, hampir semua orang diabetes menggunakan
insulin rekombinan manusia bukan hewan insulin.
Para peneliti diabetes awal tidak tahu betapa beruntungnya mereka. Ternyata
urutan asam amino insulin hampir persis sama pada spesies hewan yang berbeda, sehingga
insulin dari sapi dan babi juga bekerja pada manusia. Struktur dasar insulin - dua rantai
peptida dengan tiga jembatan disulfida - dikonservasi dalam semua hampir 100 spesies
yang berbeda diselidiki sejauh ini. Melihat enzim secara lebih rinci, urutan babi (babi)
insulin dan insulin manusia hampir identik, tetapi tidak benar - itu berbeda dengan satu
asam amino. Bovine (sapi) insulin yang berbeda dengan tiga asam amino dari manusia.
Inilah sebabnya mengapa orang mampu menggunakan insulin dari sapi di tahun 1920,
meskipun mereka tidak tahu pada saat itu. Pada tahun 1996 Food and Drug Administration
telah menyetujui insulin manusia diubah disebut Humalog, yang khusus dikembangkan
untuk menjadi aktif sangat cepat setelah injeksi.
Indikasi terapi dengan insulin
1. Semua penyandang DM tipe I memerlukan insulin eksogen karena produksi insulin
oleh sel beta tidak ada atau hampir tidak ada.
2. Penyandang DM tipe II tertentu mungkin membutuhkan insulin bila terapi jenis
lain tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah.
3. Keadaan stress berat, seperti pada infeksi berat, tindakan pembedahan, infark
miokard akut atau stroke.
4. DM gestasional dan penyandang DM yang hamil membutuhkan insulin bila diet
saja tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah.
5. Ketoasidosis diabetik.
6. Hiperglikemik hiperosmolar non ketotik.
7. Penyandang DM yang mendapat nutrisi parenteral atau yang memerlukan
suplemen tinggi kalori, untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat, secara
bertahap akan memerlukan insulin eksogen untuk mempertahankan kadar glukosa
darah mendekati normal selama periode resistensi insulin atau ketika terjadi
peningkatan kebutuhan insulin.
8. Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
9. Kontra indikasi atau alergi terhadap obat hipoglikemi oral.

Sejarah Penemuan DNA Heliks Ganda


Rosalind Elsie Franklin
Rosalind Elsie Franklin adalah seorang Inggris ahli kimia dan crystallographer
Sinar-X yang sangat berperan besar dalam penemuan struktur molekul halus DNA
(deoxyribonucleic acid), RNA, virus, batubara, dan grafit. Penelitian DNA membuatnya
terkenal karena DNA memainkan peran penting dalam metabolisme sel dan genetika, dan
penemuan struktur membantu rekan-rekan kerjanya memahami bagaimana informasi
genetik diturunkan dari orang tua kepada keturunannya. Bersama dengan Francis Crick,
James Watson dan Maurice Wilkins, Franklin meneliti struktur DNA dengan difraksi sinar
X.
Franklin terkenal karena karyanya pada gambar difraksi sinar-X dari DNA yang
menyebabkan penemuan DNA heliks ganda. Menurut Francis Crick, datanya merupakan
kunci dalam menentukan struktur dan merumuskan Model Crick dan Watson 1953
mengenai struktur DNA. gambar Franklin dari difraksi Sinar X mengkonfirmasikan
struktur heliks DNA yang ditampilkan untuk Watson tanpa persetujuannya atau
pengetahuan. Gambar ini memberikan wawasan yang berharga ke dalam struktur DNA,
namun kontribusi ilmiah Franklin pada penemuan double helix sering diabaikan.
Penelitian
Eksperimen DNA dimulai Ketika Franklin bekerja di Kings College, meskipun
sebelumnya Franklin hanya fokus di bidang Sinar -X pada protein dan lemak. Awalnya
sebelum Franklin datang ke Kings College, sudah ada Maurice Wilkins dan Raymond
Gosling yang mengerjakan proyek DNA tersebut. Akan tetapi, tanpa sepengetahuan
Wilkins, Randall meminta Franklin untuk membimbing Gosling dalam menyelesaikan
thesis doktoralnya tentang difraksi DNA. Berawal dari situlah, hubungan antara Franklin
dan Wilkins menjadi tidak baik dan sering terjadi kesalahpahaman.
Pada saat itu ditemukan bahwa pada 2 bentukan DNA, yaitu pada saat basah serat
DNA akan menjadi panjang dan tipis. Sedangkan pada saat kering serat DNA akan
berbentuk pendek dan berisi. Dua macam data DNA tersebut diistilahkan sebagai DNA A
dan B. Sehingga Franklin dan Wilkins membagi pekerjaan tersebut, Franklin memilih
data DNA A sedangkan Wilkins adalah DNA B. Kemudian pada akhirnya Franklin dan
Gosling berhasil mendapatkan data gambar hasil difraksi X-Ray DNA A tersebut. Hingga
seorang ilmuwan J. D. Bernal berpendapat bahwa, The most beautiful X-ray photographs
of any substance ever taken. Dan foto ini terkenal dengan nama Photo 51.

Photo 51

Dikarenakan suatu hal, akhirnya kelompok ilmuwan yang juga terdapat Franklin di
dalamnya harus berantakan. Akhirnya ia mengepalai kelompok risetnya sendiri di
Birkbeck College London. Dari situlah, penemuan Franklin dan kelompok ilmuwannya
dijadikan dasar ilmu virologi struktural.
Karya lainnya
Selain penelitian, Franklin juga menerbitkan sejumlah buku panduan penelitian.
Dia juga menjadi pelopor penggunaan metode difraksi sinar X untuk membuat gambar zat
padat yang dikristalkan dan dengan metode ini, ilmuwan juga dapat menganalisis bahan
yang rumit dan tidak teratur seperti molekul biologis besar.
Sebuah electronmicrograph dari mosaik virus tembakau
Hadiah Nobel
Seperti kita ketahui James D. Watson dan Francis Crick ialah orang yang
menemukan struktur DNA dan hingga tahun 1962 mereka mendapatkan Nobel Prize dalam
Physiology or Medicice. Akan tetapi, hanya sedikit yang tahu bahwa ternyata penemuan
ini penuh dengan persaingan dan intrik di kalangan ilmuwan saat itu. Dan salah satu
ilmuwan yang sebenarnya yang sangat berperan besar dalam penemuan struktur DNA
adalah Rosalind Franklin. Setelah menyelesaikan bagiannya bekerja pada DNA, Franklin
memimpin pekerjaan perintis pada virus mosaik tembakau dan virus polio.
Penemu Struktur Genetik Virus

Alfred Day Hershey


Alfred Day Hershey ialah seorang bakteriolog dan genetikawan Amerika Serikat.
Pada tahun 1952, Alfred Hershey dan Martha Chase menemukan bahwa DNA adalah
materi genetic pada fag T2 yang menginfeksi bakteri Escherichia Coli. Hershey
merupakan salah satu penerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun
1969 untuk "penemuan tentang struktur genetik virus". Pada tahun 1950 ia pindah ke
Carnegie Institute di bagian genetika di Washington DC. Untuk karyanya pada mekanisme
replikasi virus dan struktur genetikanya ia menerima Penghargaan Nobel Fisiologi atau
Kedokteran pada tahun 1969 bersama dengan Salvador Luria dan Max Ludwig Henning
Delbrck.
Alfred Day Hershey lahir 4 Desember 1908 di Owosso, Michigan. Ia menerima
gelar BS dalam kimia di Michigan State University pada tahun 1930 dan mendapatkan
gelar doktor (gelar Ph.D.) dalam bakteriologi pada tahun 1934 dari Universitas Michigan.
kemudian bekerja di di Departemen Bakteriologi di Washington University di St Louis.
Pada tahun 1950 ia pindah dengan asistennya Martha Chase ke Cold Spring Harbor, New
York, untuk bergabung dengan Carnegie Institution of Washington Department 's Genetika,
di sana ia dan Chase melakukan percobaan terkenal yakni Hershey-Chase pada tahun
1952. Penelitian ini memberikan bukti tambahan yakni DNA, adalah materi genetik
kehidupan.
Ia menjadi direktur Carnegie Institution pada tahun 1962 dan dianugerahi
Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1969, bersama dengan
Salvador Luria dan Max Delbrck untuk penemuan mereka pada replikasi dan struktur
genetik virus. Hershey memiliki 1 anak dengan istrinya Harriet (sering disebut Jill) (1918-
2000). Alfred dan "Jill" memiliki seorang putra bernama Peter. Keluarga itu aktif di
jaringan sosial dari Cold Spring Harbor Laboratorium.
Percobaan Hershey-Chase
Percobaan Hershey-Chase adalah serangkaian percobaan yang dilakukan pada
tahun 1952 oleh Alfred Hershey dan Martha Chase, yang mengkonfirmasi bahwa DNA
merupakan bahan genetik, yang pertama kali didemonstrasikan oleh Avery, MacLeod dan
McCarty. Meskipun DNA telah dikenal oleh para biologiwan sejak 1869, pada saat itu
kebanyakan orang menganggap bahwa proteinlah yang membawa informasi dalam
pewarisan sifat.

Garis besar percobaan (klik gambar untuk memperbesar)

Sebelumnya, para ilmuwan biologi telah mengetahui bahwa T2, seperti kebanyakan
virus, tersusun atas protein dan DNA. T2 juga dapat memerintahkan sel-sel E. Coli untuk
memproduksi virus-virus baru. Tetapi belum diketahui komponen apakah yang
bertanggung jawab atas pemrogaman ulang sel-sel bakteri tersebut, protein atau DNA.
Hershey dan Chase melakukan percobaan mereka pada fag T2, virus yang strukturnya saat
itu telah diketahui lewat mikroskop elektron. Fag ini terdiri hanya dari cangkang protein
yang berisi bahan genetik. Fag ini menginfeksi bakteri dengan menempel pada membran
luar bakteri dan menyuntikkan bahan genetiknya lalu meninggalkan cangkang kosongnya
tetap menempel pada permukaan bakteri. Infeksi bahan genetik ini mengakibatkan mesin
genetik bakteri tersebut memperbanyak virus.

Struktur umum fag T2


Struktur umum fag T2 (klik gambar untuk memperbesar)

Pada percobaan pertama, Hershey dan Chase melabeli DNA fag dengan unsur
fosfor-32 radioaktif (unsur fosfor ada dalam DNA tapi tidak ditemukan dalam satu pun
asam amino yang menjadi komponen dasar protein). Mereka menginfeksi bakteri E. coli
dengan fag tersebut, lalu menyingkirkan cangkang protein dari sel terinfeksi dengan
blender dan sentrifuga. Mereka menemukan bahwa perunut radioaktif tersebut hanya
terlihat dalam sel-sel bakteri, dan tidak ditemukan pada cangkang protein.
Pada percobaan kedua mereka melabeli fag dengan belerang-35 radioaktif
(belerang ditemukan pada asam amino sisteina dan metionina, tapi tidak ditemukan dalam
DNA). Setelah pemisahan, perunut radioaktif ditemukan dalam cangkang protein, tapi
tidak dalam bakteri terinfeksi. Ini mengkonfirmasi bahwa bahan genetik yang menginfeksi
bakteri adalah DNA.