Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENYALURAN ENERGI

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Keperawatan Jiwa
Yang Diampu Oleh:
Bram Burmanajaya

Disusun Oleh:
Dara Cervia Septi AK
Kania Dwi Jatnika
Sabrina Farah Ghassani
Tingkat III-A

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BOGOR


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI BANDUNG
2016
PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK PENYALURAN ENERGI

A. Latar Belakang
Klien yang dirawat di rumah sakit jiwa atau ruang jiwa umumnya dengan
keluhan tidak dapat diatur di rumah, misalnya amuk, diam saja, tidak mandi,
keluyuran, mengganggu orang lain dan sebagainya. Setelah berada dan
dirawat di rumah sakit, hal yang sama sering terjadi banyak klien diam,
menyendiri tanpa ada kegiatan. Hari hari perawatan dilalui dengan makan,
minum obat dan tidur.
Terapi aktivitas kelompok merupakan salah satu tindakan keperawatan
untuk klien gangguan jiwa. Terapi ini adalah terapi yang pelaksanaannya
merupakan tanggung jawab penuh dari seorang perawat. Oleh karena itu
seorang perawat khususnya perawaat jiwa haruslah mampu melakukan terapi
aktivitas kelompok secara tepat dan benar.
Untuk mencapai hal tersebut di atas perlu dibuat suatu pedoman pelaksanaan
terapi aktivitas kelompok seperti terapi aktivitas kelompok sosialisasi,
penyaluran energi, stimulasi sensori dan orientasi realitas.

B. Topik
Terapi aktivitas kelompok penyaluran energy pada klien dengan gangguan
halusinasI.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien dapat berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus terapi aktivitas kelompok dengan penyaluran energi
a. Klien mampu berinteraksi dengan orang lain
b. Klien mampu melatih gerak tubuh
c. Klien mampu melatih konsentrasi dan meminimalkan penggunaan
energy serta emosional untuk aktivitas
d. Klien mampu mengeluarkan energinya untuk melakukan kegiatan
positif
e. Klien mampu focus mencontoh gerakan senam yang diajarkan perawat
dan fasilitator
f. Klien mampu menyelaraskan dan menyeimbangkan emosi dengan
melakukan kegiatan positif.

D. Karakteristik Klien
1. Klien dengan gangguan halusinasi pendengaran.
2. Klien yang tidak terlalu gelisah
3. Klien yang bisa kooperatif dan tidak memngganggu berlangsungnya
terapiaktifitas kelompok
4. Klien tenang dan kooperatif
5. Kondisi fisik dalam keadaan baik
6. Mau mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok.

E. Proses Seleksi
1. Berdasarkan observasi prilaku sehari hari klien yang dikelola oleh
perawat,yaitu:
a. Klien dengan gangguan halusinasi pendengaran.
b. Klien yang tidak terlalu gelisah
c. Klien yang bisa kooperatif dan tidak memngganggu berlangsungnya
terapiaktifitas kelompok
d. Klien tenang dan kooperatif
e. Kondisi fisik dalam keadaan baik
f. Mau mengikuti kegiatan terapi aktivitas kelompok.
2. Berdasarkan informasi dan diskusi dengan tim perawat mengenai prilaku
kliendengan amuk.
a. Melakukan kontak mata pada klien untuk mengikuti aktivitas yang
akan dilakukan.
b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d. Membuat kontrak dengan klien untuk mengikuti TAK meliputi :
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.

F. Pengorganisasian
1. Waktu
Kegiatan terapi aktivitas kelompok penyaluran energy pada pasien dengan
gangguan halusinasi pendengaran akan dilaksanakan selama 20 menit
yaitu pada :
Hari / tanggal : Jumat, 7 Juni 2013
Jam : 11.00 - 11.20 WIB
Lama Kegiatan :
Perkenalan dan pengarahan (5 menit)
Permainan dan diskusi (10 menit)
Evaluasi dan penutup (5 menit)
Jumlah perawat : 6 orang
2. Tempat
Ruang Gatot Kaca RSJ Mardzoeki Mahdi Bogor
3. Tim terapi
a. Leader : Kania Dwi Jatnika
Tugas:
1) Menyusun rencana TAK
2) Mengarahkan kelompok mencapai tujuan
3) Sebagai role model
4) Memimpin acara TAK supaya tertib
5) Menyelesaikan masalah yang timbul
b. Co-leader : Dara Cervia Septi AK
Tugas:
1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan
2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang
c. Observer : Sabrina Farah Ghassani
1) Tugas: Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan
waktu, tempat, dan jalannya acara./
2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua anggota
kelompok dengan evaluasi kelompok
d. Fasilitator : Inaya Verly, Silvia Nusantara
Tugas :
1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok
2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan
3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan
4. Setting
1) Klien dan terapis berdiri dengan posisi terapis berdiri di belakang
klien.
2) Ruangan menjadi tempat senam/ olahraga.
5. Alat
1) Speaker dan kabel data
2) Handphone dengan music untuk senam.
6. Metode
1) Dinamika kelompok
2) Diskusi dan Tanya jawab
3) Bermain peran ( senam )

G. Proses Pelaksanaan
1. Perkenalan dan pengarahan
a. Mempersiapkan lingkungan, fasilitas pendukung TAK dan klien.
b. Mempersiapkan tempat : pengaturan posisi tempat berbaris, leader
berdiri di depan dan berkomunikasi dengan seluruh anggota kelompok
c. Mempersiapkan anggota kelompok : membuat kontrak kembali dengan
klien untuk mengikuti terapi aktifitas kelompok.
2. Pembukaan
a. Leader memperkenalkan diri dan juga co leader, observer dan
fasilitator.
b. Leader menjelaskan tujuan terapi aktifitas kelompok
c. Membuat kontrak waktu dengan klien dan lamanya permainan
berlangsung
d. Leader menjelaskan peraturan kegiatan dalam kelompok antara lain :
jika klien ingin ke kamar mandi atau toilet harus minta ijin kepada
leader, bila ingin menjawab pertanyaan klien diminta untuk
mengacungkan tangan dan diharapkan klien mengikuti kegiatan dari
awal sampai akhir
3. Role play
Permainan dimulai dengan durasi waktu 10 menit. Leader dan co leader
mamimpin jalannya permainan, sedang fasilitator mempersiapkan music
dan memimpin senam dan observer mengamati jalannya permainan serta
ikut serta mendampingi klien senam.
4. Permainan
Klien diminta mengikuti setiap gerakan senam yang diperagakan oleh
fasilitator yang memimpin senam.
5. Evaluasi
a. Leader ataupun co leader mengevaluasikan perasaan setelah senam
b. Leader ataupun co leader memberi kesempatan bertannya kepada klien
6. Hasil yang diharapkan :
75% klien di harapkan bergerak aktiv mengikuti gerakan senam yang
diperagakan.

H. Antisipasi Masalah
1. Klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok penanganannya adalah
dengan memberikan motivasi oleh fasilitator.
2. Bila klien meninggalkan permainan tanpa ijin, panggil nama klien,
tanyakan alasan klien meninggalkan permainan, berikan motivasi agar
klien kembali mengikuti permainan.
3. Klien lain yang ingin mengikuti permainan, beri penjelasan pada klien
tersebut bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang dipilih, katakan
pada klien lain tersebut bahwa akan ada waktu khusus untuk mereka.