Anda di halaman 1dari 3

SOP

INJEKSI VITAMIN K
Pengertian Vitamin K

Vitamin K adalah vitamin yang dapat di larutkan di dalam lemak dan terdapat pada
umbuh-tumbuhan seperti wortel, bayam, kubis. Hati dan ikan juga mengandung vitamin
tersebut. vitamin K juga dapat disintis dalam usus manusia dalam berbagai kuman yang
terdapat dalam usus besar seperti eschericha colli dan sebagainya, vitamin K diserap oleh
usus bersama-sama dengan lemak (Pudjianti, 2005, hlm. 11).
Vitamin K merupakan bahan pembentuk faktor pembekuan darah. Karena itu,
vitamin K sangat berperan penting dalam proses pembekuanan darah. Kekurangan
vitamin K dapat memperpanjang proses pembekuan darah pada kulit, selaput lendir dan
organ lain dalam tubuh (Utami, 2006, hlm. 28).

MacamMacam Vitamin K
Ada tiga bentuk vitamin K yaitu:
1. Vitamin K1 (phyloquninone) = yang terdapat pada sayuran hijau.
2. Vitamin K2 (menaquinones) = yang disintesis oleh flora usus normal seperti
bacteroodes fragilis.
3. Vitamin K3 (menodione) = merupakan vitamin K sintetik (tiruan yang terdapat di
alam) (Savitri. 2006.hlm.18)

Fungsi Vitamin K
Fungsi vitamin K pada bayi baru lahir adalah mencegah terjadinya perdarahan pada
otak, selain itu merupakan bahan pembentuk faktor pembekuan darah pada kulit, selaput
lendir, dan organ lain dalam tubuh bayi (Utami, 2008, hlm. 28).

Dosis Pemberian Vitamin K Pada Bayi Baru Lahir.

Dosis Vitamin K1 (phytomenadione) pada bayi baru lahir adalah: 10 mg/ml dosis
tunggal, suntik IM (intra muskular), atau oral, 3 kali @2mg, diberikan pada waktu bayi
baru lahir, umur 3 sampai 7 hari, dan pada saat bayi berumur 1 - 2 bulan. Untuk bayi
yang lahir ditolong oleh dukun maka diwajibkan pemberian profilaksis vitamin K1
secara oral.
Peralatan dan Perlengkapan Dalam Pemberian Vitamin K

1. Vitamin K injeksi
2. Sarung tangan satu pasang
3. Sepuit seteril 1 cc (sepuit kecil)
4. Bak instrumen
5. Kom
6. Bengkok
7. Kapas basah (DTT)
8. Kapas kering
9. Waskom berisi larutan chlorin 0,5 %
10. Safety box
11. Wastafel/ tempat cucu tangan
12. Sabun biasa/ antiseptik
13. Handuk/ lap tangan

Prosedur pelaksanaan pemberian vitamin K

1. Sapa ibu dan bayi dengan ramah dan menginformasikan bahwa bayinya akan di
suntik
2. Cek kembali kepastian vitamin K injeksi.
3. Jelaskan hal-hal yang berkaitan denngan ijeksi yang akan di berikan pada ibu:
manfaat, efek samping, tempat injeksi, dan lain-lain.
4. Cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, keringkan dengan handuk
5. Siapkan vitamin K injeksi yang akan diberikan dengan mendekatkan meja yang
tidak terkena matahari langsung.
6. Pakai sarung tangan (tidak perlu seteril hanya untuk melindungi petugas dari
infeksi).
7. Ambil vitamin K injeksi kemudian buka (patahkan) tutupnya.
8. Lepaskan tutup sepuit dengan tidak menyentuh jarum sepuit.
9. Masukkan vitamin K injeksi ke dalam sepuit kecil 1cc.
10. Keluarkan gelembung udara, pegang sepit tegak lurus dan tarik penyumbatnya
kemudian masukan perlahan.
11. Tentukan tempat injeksi di paha anterolateral di vastus lateralis.
12. Desinfeksi tempat penyuntikan dengan kapas (bukan kapas alkohol).
13. Suntikkan vitamin K injeksi secara intramuskuler tegangkan kulit dengan ibu
jari dan jari telunjuk tangan kiri (tangan yang tidak dominan) tusukkan jarum
kedalam kulit membentuk sudut 900. hapus darah dilokasi penyuntikan dengan
kapas kering.
14. Masukan sepuit kedalam larutan kelorin, hisap larutan larutan kelori ke dalam
sepuit.
15. Buang sampah spuit ke dalam safety box.
16. Beritahu ibu tentang relaksasi lokal yang mungkin timbul rasa sakit atau
kemerahan dan pembengakan di sekitr tempat penyuntikan. Relaksasi yang
terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah dua hari.
17. Bereskan semua peralatan yang digunakan dan pisahkan sampah kering dan
sampah basah
18. Cuci tangan di wadah larutan kelorin 0,5%, bersihkan sarungtangan dan lepaskan
secara terbalik
19. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk.
20. Amati reaksi pasca penyuntikan.
21. Ingatkan ibu untuk kunjungan ulang imunisasi
22. Pedokumentasian (yuli. 2009. hal. 41-43).

Daftar Pustaka : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19361/4/Chapter%20II.pdf