Anda di halaman 1dari 2

Danendra Garuda Wisda

111140015
Teknik Geologi

PESAN MORAL MAHABARATA

Nilai Kesetiaan

Cerita Mahabharata mengandung lima nilai kesetiaan (satya) yang diwakili oleh Yudhistira
sulung pandawa. Pertama, satya wacana artinya setia atau jujur dalam berkata-kata, tidak
berdusta, tidak mengucapkan kata-kata yang tidak sopan. Kedua, satya hredaya, artinya setia
akan kata hati, berpendirian teguh dan tak terombang-ambing, dalam menegakkan kebenaran.
Ketiga, satya laksana, artinya setia dan jujur mengakui dan bertanggung jawab terhadap apa
yang pernah diperbuat. Keempat, satya mitra, artinya setia kepada teman/sahabat. Kelima,
satya semaya, artinya setia kepada janji. Nilai kesetiaan/satya sesungguhnya merupakan
media penyucian pikiran.

Nilai Pendidikan

Sistem pendidikan yang di terapkan dalam cerita Mahabharata lebih menekankan pada
penguasaan satu bidang keilmuan yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Artinya
seorang guru dituntut memiliki kepekaan untuk mengetahui bakat dan kemampuan masing-
masing siswanya. Korban suci dan keiklasan yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud
tidak mementingkan diri sendiri dan menggalang kebahagiaan bersama adalah pelaksanaan
ajaran dharma yang tertinggi.

Nilai Dharma

Inti pokok cerita Mahabharata adalah konflik perang antara saudara sepupu (Pandawa
melawan seratus Korawa) keturunan Bharata. Konflik antara Dharma (kebenaran/kebajikan)
yang diperankan oeh Panca Pandawa dengan Adharma (kejahatan/kebatilan) yang diperankan
oleh Seratus Korawa. Dharma merupakan kebajikan tertinggi yang senantiasa diketengahkan
dalam cerita Mahabharata. Dalam setiap gerak tokoh Pandawa lima, dharma senantiasa
menemaninya. Setiap hal yang ditimbulkan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan,
menyenangkan hati diri sendiri, sesama manusia maupun mahluk lain, inilah yang pertama
dan utama Kebenaran itu sama dengan sebatang pohon subur yang menghasilkan buah yang
semakin lama semakin banyak jika kita terus memupuknya. Panca Pandawa dalam
menegakkan dharma, pada setiap langkahnya selalu mendapat ujian berat, memuncak pada
perang Bharatayuddha. Bagi siapa saja yang berlindung pada Dharma, Tuhan akan
melindunginya dan memberikan kemenangan serta kebahagiaan. Hanya kebenaran yang
menang.