Anda di halaman 1dari 11

1.

Sejarah Internasional Development Association (IDA)

Asosiasi Pembangunan Internasional di dirikan pada tanggal 24 September 1960,

Selama 1940-an dan 1950-an, Negara-negara berkembang dengan pendapatan

termiskin mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi mampu untuk meminjam

modal dan diperlukan persyaratan pinjaman yang lebih menguntungkan dari pada yang

ditawarkan oleh BankInternasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD).

Negara-negara berkembang tumbuh semakin frustrasi dengan tidak mampu

membayar pinjaman IBRD dan dirasakan Marshall Plan sebagai hadiah relatif murah

hati kepada Eropa negara. Pada akhir 1940-an dan awal 1950-an, negara-negara

berkembang mulai menyerukan PBB (PBB) untuk menciptakan sebuah badan

pembangunan yang akan menawarkan dukungan teknis dan pembiayaan konsesi,

dengan keinginan tertentu bahwa badan tersebut mematuhi konvensi badan PBB

lainnya 'masing-masing negara memiliki satu suara sebagai lawan suara.

Kemudian Presiden IBRD Eugene R. Black, Sr yang pada saat itu melihat dan

menelaah untuk mengatasi hal tersebut untuk membentuk dan membuat gagasan untuk

membentuk Asosiasi Pembangunan Internasional yang berafiliasi dengan IBRD atau

yang lebih di kenal sebagai Bank Dunia ,dan pada akhir Januari 1960 ,lima belas

Negara menandatangani perjanjian awal untuk mendirikan Asosiasi Pembangunan

Internasional dan diluncurkan pada 24 September 1960 dengan anggaran awal sebesar

$ 913.000.000 (US $ 7,1 miliar pada 2012 dolar ). Selama delapan bulan ke depan

setelah peluncurannya, IDA tumbuh menjadi 51 negara anggota dan dipinjamkan $

101.000.000 ($ 784.200.000 pada tahun 2012 dolar) ke empat negara berkembang.


2.Status Hukum Internasional Development Association (IDA)

Asosiasi Pembangunan Internasional merupakan organisasi internasional yang

mempunyai status hukum dalam menjalankan kinerja organisasi tersebut dengan

Status hukum Perjanjian dengan masing masing Negara anggotanya dengan Negara

donor.

3.Fungsi dan Tujuan Internasional Development Association (IDA)

Pada hakekatnya kegiatan IDA merupakan pelengkap kegiatan IBRD. Kredit IDA

terutama diperuntukkan bagi negara-negara anggota yang mempunyai pendapatan per

kapita di bawah US$1.506 per tahun. Namun demikian, negara anggota yang

mendapatkan kredit selama ini adalah negara dengan pendapatan rata-rata per kapita di

bawah US$925.

Negara-negara berkembang yang dikelompokkan dalam kategori rich

(Developing Country Governments/DCGs) hanya dapat memperoleh pinjaman dalam

bentuk hard loan window dari IBRD, sedang negara-negara berkembang yang

miskin dapat meminjam dalam bentuk concessionary loan window dari IDA. Selain

itu, terdapat pula negara yang masuk kategori kaya dan miskin atau blend country

dan dapat memperoleh pinjaman dari kedua window tersebut.

Fungsi IDA sendiri diantaranya adalah :

Sebagai bagian dari lembaga Bank Dunia untuk menyalurkan bantuan

Mendorong dan mendukung pembangunan Negara berkembang

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia internasional

Membantu Kegiatan Bank Dunia

Sebagai operasional dari kelompok Bank Dunia


Sebagai pemberi pinjaman lunak kepada Negara berkembang

Dan yang paling penting adalah Asosiasi Pembangunan Internasional begitu

Penting dan saling terkait dengan fungsi Bank Dunia dalam berbagai kegiatannya

untuk mengatasi berbagai krisis pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat

di Negara berkembang dengan penghasilan rendah.

Adapun tujuan dari di bentuknya Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA)

diantaranya yaitu bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dengan memberikan

pinjaman (disebut "kredit") dan hibah untuk program-program yang mendorong

pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan, dan memperbaiki kondisi hidup

masyarakat, serta IDA juga memberikan hibah kepada Negara- Negara beresiko

tertekan utang,begitupun IDA menyediakan tingkat signifikan keringanan utang

melalui Negara-negara Miskin Heavily Indebted (HIPC) Initiative dan Multilateral

Debt Relief Initiative (MDRI) .

IDA juga bertujuan untuk pembiayan pembiayan pembangunan infrastuktur

jalan ,air bersih dan dalam bidang peningkatan pendidikan untuk Negara- Negara yang

berkembang

Serta tujuan dari IDA adalah untuk memajukan perkembangan ekonomi,

meningkatkan produktifitas dan juga menaikkan standar hidup penduduk di negara

miskin di dunia termasuk negara yang menjadi anggota asosiasi, khususnya dengan

membiayai untuk keperluan pembangunan penting mereka dengan jangka waktu yang

lebih fleksibel dan memberikan beban yang lebih ringan pada neraca pembayaran

mereka dibandingkan dengan pinjaman lainnya, sehingga dengan demikian membantu


mengembangkan tujuan dari Intenational Bank for Reconstruction and Development

(yang selanjutnya disebut sebagai Bank) dan mendukung aktifitasnya.

4.Yuridiksi Internasional Development Association (IDA)

Status IDA memiliki kapasitas hukum penuh dan pada khususnya, kemampuan untuk:

membuat kontrak perjanjian;

mendapatkan dan melepaskan hak atas harta bergerak dan tidak bergerak;

mengambil tindakan hukum.

Tindakan yang mungkin diambil terhadap asosiasi hanya dalam pengadilan yang

mempunyai yuridiksi kompeten di dalam wilayah negara anggota di mana IDA

berkantor, menunjuk agen untuk tujuan menerima jasa atau pemberitahuan proses, atau

menerbitkan atau menjamin surat berharga. Anggota atau individu yang bertindak atas

nama pembawa klaim tidak dapat mengajukan gugatan. Harta atau properti dan aset

IDA ,dimanapun berada atau di tangan siapapun, memiliki kekebalan hukum terhadap

segala bentuk penyitaan, penyertaan atau eksekusi sebelum ada keputusan final dari

pengadilan terhadap IDA.

A. KEANGGOTAAN

IDA memiliki 172 negara anggota yang membayar iuran setiap tiga tahun sebagai

pengisian kembali dari modal The IDA meminjamkan untuk 81 negara peminjam,

hampir setengah dari yang di Afrika Keanggotaan dalam IDA tersedia hanya untuk

Negara-negara yang termasuk anggota dari Bank Dunia, terutama IBRD. Sepanjang

hidupnya, 36 negara peminjam telah lulus dari asosiasi, meskipun sejumlah negara-

negara ini kambuh sebagai peminjam setelah tidak mempertahankan status lulus
mereka, Keanggotaan terbuka untuk anggota lain di luar anggota Bank Dunia

berdasarkan waktu dan ketentuan yang ditentukan oleh IDA.

Dengan anggota awal adalah :

Australi, Canada,China,Germany,India,Italy, Malaysia, Norwegia, Pakistan,

Sudan Swedia, Thailand,United kingdom,United States, Vietnam.

Agar memenuhi syarat untuk dukungan dari IDA, negara-negara yang dinilai dari

tingkat kemiskinan dan kurangnya kredit untuk pinjaman komersial dan IBRD.

Asosiasi menilai negara berdasarkan pendapatan mereka per kapita, dan kurangnya

akses ke swasta pasar modal , dan kebijakan kinerja dalam melaksanakan pro-

pertumbuhan dan anti-kemiskinan reformasi ekonomi dan sosial. Pada 2012 , untuk

meminjam dari program pinjaman lunak IDA, negara bruto penghasilan (GNI) per

kapita nasional harus tidak melebihi $ 1.175 (dalam 2.010 dolar).

Setiap anggota dapat melakukan penarikan setiap saat dengan menyerahkan

pemberitahuan tertulis kepada asosiasi yang dialamatkan pada kantor

pusatnya. Penarikan dapat dilakukan per tanggal surat pemberitahuan diterima.

Memberhentikan Keanggotaan :

(a) Jika satu negara anggota tidak memenuhi kewajibannya terhadap asosiasi,

asosiasi dapat menghentikan keanggotaannya berdasarkan mayoritas gubernur,

berdasarkan mayoritas seluruh suara. Anggota tersebut akan dihentikan

keanggotaannya selama satu tahun dari tanggal penghentian kecuali ada keputusan

berdasarkan mayoritas yang sama untuk mengembalikan keanggotaan negara

tersebut.
(b) Selama berada dalam masa penghentian, anggota tersebut tidak dapat

menggunakan haknya kecuali hak untuk melakukan penarikan, tapi tetap

berkewajiban untuk memenuhi kewajibannya.

Anggota yang diberhentikan keanggoataannya dari Bank Dunia secara otomatis

keanggotaannya juga akan dihentikan atau dibekukan dari IDA.

B. STRUKTUR KELEMBAGAAN

IDA diatur oleh Dewan Bank Dunia, Gubernur yang bertemu setiap tahun dan

terdiri dari satu gubernur per Negara anggota (menteri keuangan Negara atau menteri

keuangan). Dewan Gubernur sebagai delegasi sebagian besar kewenangan atas

masalah sehari-hari seperti pinjaman dan operasional kepada Dewan Direksi. Direksi

terdiri dari 25 direktur eksekutif dan diketuai oleh Presiden Kelompok Bank Dunia .

Para direktur eksekutif secara kolektif mewakili semua 187 negara anggota Bank

Dunia, meskipun keputusan mengenai hal IDA hanya menyangkut 172 negara anggota

IDA. Presiden mengawasi arah keseluruhan IDA dan operasi sehari-hari Pada Juli

2012 , Jim Yong Kim menjabat sebagai Presiden Kelompok Bank Dunia. Asosiasi dan

IBRD beroperasi dengan staf sekitar 10.000 karyawan,yang berakantor pusat di

Washington, DC Amerika Serikat.

Dalam struktur kelembangaan organisasi ini ,IDA sendiri termasuk di Badan

Khusus PBB yaitu di Dewan Ekonomi, IDA adalah termasuk di dalam kelompok Bank

dunia. Bank Dunia adalah suatu kelompok lembaga keuangan internasional, yang

terdiri atas :

:1. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD);

2. International Development Association (IDA)


3. International Financial Corporation (IFC);

4. Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA); dan

5. International Center for the Settlement of Investment Disputes (ICSID).

Dewan Gubernur

(a) segala kuasa asosisasi diserahkan pada Dewan Gubernur


(b) tiap gubernur Bank dan wakilnya yang ditunjuk oleh anggota Bank yang juga
merupakan anggota asosiasi secara ex officio menjadi gubernur dan wakil
gubernur asosiasi. Wakil gubernur tidak mempunyai hak suara kecuali bila
gubernur yang diwakilinya berhalangan. Ketua Dewan Gubernur Bank secara ex
officio menjadi Ketua Dewan Gubernur asosiasi kecuali bila Dewan Gubernur
Bank merupakan perwakilan dari negara yang bukan merupakan anggota asosiasi,
Dewan Gubernur akan memilih seorang dari Gubernur untuk menjadi
ketua. Gubernur dan wakilnya akan terhenti dari tanggung jawabnya jika negara
yang dia wakili dihentikan dari keanggotaan asosiasi.
(c) Dewan Gubernur dapat memberikan kuasanya pada Direktur Eksekutif kecuali
untuk:
i. menerima anggota baru dan menentukan persyaratan penerimaannya;
ii. mensahkan sumbangan tambahan dan menentukan syarat-syarat untuknya;
iii. memberhentikan anggota;
iv. memutuskan permohonan Eksekutif Direktur dari interpretasi perjanjian ini;
v. membuat susunan ketentuan berdasarkan ayat 7 untuk bekerja sama dengan
organisasi internasional (selain ketentuan informal badan administratif
sementara);
vi. memutuskan secara permanen kegiatan asosiasi dan membagikan asetnya;
vii. menentukan pembagian pendapatan asosiasi berdasarkan ayat 7; dan
viii. menyetujui usulan amandemen untuk pejanjian ini.
(d) Dewan Gubernur mengadakan pertemuan tahunan dan pertemuan lainnya yang
dapat dibuat oleh Dewan Gubernur atau diminta oleh Direktur Eksekutif.
(e) Pertemuan tahunan Dewan Gubernur merupakan mayoritas suara dari para
gubernur, diambil dari tidak kurang dari 2/3 total suara.
(f) Asosoiasi dapat menyusun prosedur berdasarkan peraturan di mana Direktur
Eksekutif dapat menerima suara para gubernur untuk suatu pertanyaan tertentu
tanpa meminta pertemuan Dewan Gubernur.
(g) Dewan Gubernur, dan para Direktur Eksekutif pada taraf yang disahkan, dapat
menerapkan peraturan yang dianggap perlu atau tepat untuk menjalankan usaha
asosiasi.
(h) Gubernur dan para wakilnya akan bertindak sepenuhnya sebagai asosiasi.
Direktur Eksekutif
(a) Direktur Eksekutif bertanggung jawab untuk menjalankan kegiatan umum
asosiasi, dan untuk tujuan ini akan menjalankan semua kuasa yang diberikan
padanya lewat perjanjian ini atau yang diturunkan oleh Dewan Gubernur.
(b) Direktur Eksekutif yang terbentuk secara ex officio dari Direktur Eksekutif Bank
akan (i) ditunjuk oleh anggota Bank yang juga merupakan anggota asosiasi,
atau (ii) terpilih dalam pemilihan di mana minimal suara satu orang anggota Bank
yang juga merupakan anggota asosiasi akan dihitung dalam pemilihannya. Wakil
dari Direktur eksekutif Bank juga secara ex officio merupakan wakil dari
asosiasi. Direktur akan dibebaskan dari tugasnya jika negara anggota di mana dia
ditunjuk, atau yang suaranya diberikan dalam pemilihannya, diberhentikan
keanggotaannya dari asosiasi.
(c) Setiap direktur yang ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif Bank berhak atas suara
di mana negara anggota yang menunjuknya berhak untuk memberikan suaranya
dalam asosiasi. Setiap direktur yang merupakan direktur eksekutif terpilih berhak
untuk memberikan suaranya di mana anggota asosoasi yang suaranya dihitung
dalam pemilihannya di Bank berhak memberikan suaranya di asosiasi. Semua
suara yang berhak diberikan oleh direktur akan dihitung sebagai unit/satuan.
(d) Wakil direktur akan memiliki kuasa penuh jika direktur berhalangan. Jika
direktur hadir, wakilnya dapat ikut serta dalam pertemuan tetapi tidak memiliki
suara dalam pertemuan tersebut.
(e) Quorum untuk pertemuan direktur eksekutif merupakan mayoritas suara direktur
yang tidak kurang dari 1 dari jumlah keseluruhan suara.
(f) Direktur eksekutif mengadakan pertemuan sebanyak yang diperlukan oleh
asosiasi.
(g) Dewan gubernur dapat menerapkan peraturan untuk anggota di mana seorang
anggota asosiasi tidak berhak untuk menunjuk direktur eksekutif Bank dapat
mengirim perwakilannya untuk menghadiri pertemuan direktur eksekutif asosiasi
jika diminta oleh atau jika mempengaruhi secara khusus.
Presiden dan Staff
(a) Presiden Bank secara ex officio merupakan Presiden asosiasi. Presiden
merupakan ketua dari direktur eksekutif asosiasi tapi tidak memiliki hak suara
kecuali dalam pemilihan untuk kasus yang setara dengan posisinya. Presiden
dapat ikut serta dalam pertemuan dewan gubernur tapi tidak akan mempunyai
suara dalam pertemuan tersebut.
(b) Presiden merupakan ketua dari staff operasi asosiasi. Di bawah pengawasan
direktur eksekutif presiden menjalankan kegiatan usaha umum asosiasi dan di
bawah pengawasan umum mereka bertanggung jawab untuk organisasi,
penunjukkan dan pemberhentian petugas dan staff. Pada tingkat yang
dimungkinkan, petugas dan staff Bank dapat juga ditunjuk secara bersamaan
sebagai staff dan petugas asosiasi.
(c) Presiden, petugas dan staff asosiasi, dalam menjalankan tugas mereka
bertanggung jawab pada asosiasi dan bukan kekuasaan lain. Setiap anggota
asosiasi mengakui sifat tugas ini dan tidak akan mempengaruhi mereka dalam
menjalankan tugas mereka.
(d) Dalam menunjuk petugas dan staff, presiden berdasarkan kepentingan untuk
melindungi standar tertinggi efisiensi dan kemampuan teknis, memperhatikan
merekrut personel berdasarkan faktor geografis.

C. Pemberhentian dan Suksesi IDA

Setiap anggota dapat melakukan penarikan setiap saat dengan menyerahkan

pemberitahuan tertulis kepada asosiasi yang dialamatkan pada kantor

pusatnya. Penarikan dapat dilakukan per tanggal surat pemberitahuan diterima.


Penarikan kembali dana oleh anggota

Memberhentikan Keanggotaan

(a) Jika satu negara anggota tidak memenuhi kewajibannya terhadap asosiasi,
asosiasi dapat menghentikan keanggotaannya berdasarkan mayoritas gubernur,
berdasarkan mayoritas seluruh suara. Anggota tersebut akan dihentikan
keanggotaannya selama satu tahun dari tanggal penghentian kecuali ada keputusan
berdasarkan mayoritas yang sama untuk mengembalikan keanggotaan negara
tersebut.
(b) Selama berada dalam masa penghentian, anggota tersebut tidak dapat
menggunakan haknya kecuali hak untuk melakukan penarikan, tapi tetap
berkewajiban untuk memenuhi kewajibannya.
Penghentian Keanggotaan Bank
Anggota yang diberhentikan keanggoataannya dari Bank secara otomatis
keanggotaannya juga akan dihentikan atau dibekukan dari asosiasi.
D. Manfaat Internasionl Development Assosiation terhadap Indonesia

Sejak krisis ekonomi 1997, Indonesia hanya memenuhi syarat untuk memperoleh

pinjaman IDA. Krisis ekonomi telah menyebabkan merosotnya GNP. Meskipun

penyehatan ekonomi Indonesia dilakukan secara komprehensif guna mendorong

pertumbuhan ekonomi, GNP per kapita Indonesia diperkirakan tetap akan berada di

bawah persyaratan minimum negara yang berhak menerima bantuan IDA.

Pinjaman IDA kepada Indonesia dibatasi hanya untuk membiayai proyek-proyek

yang digunakan untuk mengatasi kemiskinan dan gejolak sosial, sehingga kurang

berdampak positip terhadap pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang telah dicapai

sebelumnya. Bantuan itu hanya berpengaruh pada pengurangan kemerosotan jasa-jasa

sosial dasar, seperti pendidikan dan kesehatan penduduk miskin Indonesia.


Pinjaman IDA terutama ditujukan kepada negara-negara termiskin dan kadang-

kadang kepada negara-negara berpenghasilan rendah-menengah untuk program-

program tertentu yang berfokus pada pengentasan kemiskinan. Pinjaman IDA tidak

dikenakan bunga dan masa pengembalian pinjaman selama 35-40 tahun, termasuk

masa tenggang 10 tahun. Karena alasan inilah pinjaman ini disebut kredit. Selama

masa CAS saat ini atau sejak tahun 2004, Indonesia telah menerima kredit IDA senilai

$948 juta dan US$362 juta lagi untuk tahun 2008. Kredit-kredit baru mempunyai masa

jatuh tempo 35 tahun dengan masa tenggang 10 tahun. Pinjaman pokok akan dibayar

sebesar 2,5 persen per tahun selama tahun ke 11-20 dan sebesar 5 persen per tahun

selama tahun ke 21-35, sehingga kredit IDA menjadi sumber yang paling kompetitif

untuk mendukung pembangunan.

Dalam hal stabilitas makro ekonomi, Indonesia telah berhasil mencapai banyak

target fiscal, termasuk secara signifikan menurunkan rasio utang terhadap produk

domestik bruto dari 61 persen di tahun 2003 menjadi 24 persen pada tahun 2012.

Adapun kegiatan yang masih berjalan sampai sekarang dengan Bank Dunia adalah:

Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas)


PNPM (program nasional pemberdayaan masyarakat desa)
Projek penjamin insfratruktur di Indonesia. Dll