Anda di halaman 1dari 15

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

BUKU BESAR DAN SIKLUS PELAPORAN KEUANGAN

Oleh:
Kelompok 6

Ida Ayu Trisna Yudi Asri (1681611001)


Ni Made Sintya Surya Dewi (1681611003)
Made Yessi Puspitha (1681611009)
Ni Made Wiwekandari (1681611010)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
BUKU BESAR DAN SIKLUS PELAPORAN KEUANGAN

I. ARSITEKTUR SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI


Suatu sistem pengolahan transaksi perusahaan dapat dilakukan dengan cara manual atau
komputerisasi. Kedua arsitektur sistem dasar tersebut mempengaruhi sifat dari input,
pemrosesan, output, manajemen data, dan kontrol. Pada pembahasan ini, dijelaskan bagaimana
sistem perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP) mampu mengatasi keterbatasan tradisional
sistem informasi akuntansi terkomputerisasi, serta bagaimana perusahaan bisa mendapatkan
keuntungan dengan menggunakan sistem berbasis web.

I.1 Sistem Pemrosesan Transaksi Manual


Data dari dokumen sumber melibatkan transaksi yang bervolume tinggi seperti penjualan dan
pengeluaran kas, dapat dientry ke dalam jurnal khusus; seluruh transaksi lainnya dientry ke
dalam jurnal umum. Kolom dalam jurnal dijumlahkan untuk memperoleh sejumlah total. Data
dari sumber dokumen bisa juga diposting ke buku tambahan. Total akumulasi dari posting ke
buku tambahan diposting ke Buku Besar, setelah dibandingkan denga perhitungan awal dari
sejumlah total. Kemudian laporan keuangan disiapkan secara manual dari buku besar.

I.2 Sistem Pemrosesan Transaksi Secara Komputerisasi


Kebanyakan perusahaan telah mengkomputerisasi sistem pemrosesan transaksi mereka. Ada
banyak perbedaan dari masing-masing perusahaan, mereka bisa mengerjakan secar periodik
pemrosesan data, ada juga yang langsung. Mereka bisa menggabungkan aplikasi berorientasi file
atau data base yang tersentralisasi.
Keuntungan dan perbedaan dari komputer berbasis sistem buku besar
1. Data transaksi dapat diperoleh oleh alat elektronik dan disimpan di media magnetik, dari
pada dokumen hard copy.
2. Data transaksi dapat diverifikasi oleh check edit yang diprogram, agar untuk mendeteksi
dan mencegah kesalahan, daripada pekerjaan manusia.
3. Data yang ditambahkan dapat dengan mudah diperoleh, agar untuk mengidentifikasi
transaksi dengan karyawan secara individu atau unit secara organisasi.
4. Pemrosesan data, termasuk menjumlahkan jurnal dan buku besar dan menghitung total
neraca percobaan, dapat dilakukan lebih cepat dengan kesalahan lebih sedikit.

1
5. Laporan keuangan dan ringkasan keuangan lainnya dapat disiapkan kapan saja selama
periode akuntansi.
I.3 Sistem Perencanaan Sumberdaya Perusahaan
Keterbatasan yang besar dari sistem pemrosesan transaksi secara komputerisasi adalah
kekurangan integrasi dengan aplikasi lainnya. Masalah secara khusus dihasilkan dari pendekatan
pengembangan terbaik untuk memilih aplikasi. Perusahaan dapat memilih bermacam-macam
aplikasi spesialisasi vendoe berbeda. Karena masing-masing aplikasi biasanya berbeda dalam
arsitektur, user interface, dan model data integrasi adalah sulit. Solusinya adalah sistem
perencanaan sumberdaya perusahaan (ERP System). Sistem terdiri dari aplikasi yang terpadu
untuk bermacam-macam fungsi perusahaan, termasuk akunting, sumber daya manusia,
manufaktur, dan managemen logistik.

I.4 Sistem Berbasis Web


Bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mampu membayar jaringan pribadi mereka, web
adalah pengganti yang layak. Untuk dapat mengambil keuntungan dari sumber daya yang
tersedia, berbagai aplikasi, termasuk sistem ERP, telah dirancang untuk memungkinkan pengguna
untuk mengakses web, dan perangkat lunak akuntansi. Perusahaan menggunakan sistem berbasis web
untuk memfasilitasi jumlah proses aktivitas transaksi. Sebagai contoh, sebuah sistem berbasis akuntansi
dapat memungkinkan manajer dari mana saja di dunia mendapatkan laporan keuangan yang
sesungguhnya dan langsung mengakses data keuangan lainnya yang diperlukan. Tanpa web,
permintaan serupa memakan waktu beberapa hari untuk dapat terpenuhi.

II. PERAN SENTRAL DARI SIKLUS PELAPORAN KEUANGAN DAN BUKU


BESAR
Input utama ke siklus pelaporan keuangan dan buku besar adalah out put dari seluruh
siklus lainnya. Transaksi dari seluruh siklus dan sistem puncaknya diposting ke buku besar tanpa
memperhatikan luas sistem yang dikomputerisasi. Buku besar menyediakan strukur nomor
pekiraan yang mengkombinasikan sisi keuangan dan manajerial dari akunting.

Tujuan Sistem Buku Besar


Sistem buku besar melakukan pemrosesan transaksi untuk siklus pelaporan keuangan dan
buku besar. Tujuan sistem buku besar:

2
1. Untuk mencatat seluruh transaksi akunting dengan tepat dan akurat.
2. Untuk memposting transaksi-transaksi ini ke perkiraan yang tepat.
3. Untuk menjaga kesamaan saldo debit dan kredit diantara perkiraan.
4. Untuk mengakomodasi kebutuhan ayat jurnal penyesuaian.
5. Untuk menghasilkan pelaporan keuangan yang handal dan tepat waktu terkait masing-
masing periode akunting.

III. NAMA PERKIRAAN AKUN (CHART OF ACCOUNT)

Nama perkiraan akun adalah daftar pengkodean dari perkiraan aktiva, passiva,
pendapatan, biaya-biaya yang terkait dalam perusahaan. Pada tambahan kode akuntansi, masing-
masing nama perkiraan akun menjelaskan makna sebuah akuntansi termasuk transaksi-transaksi
khusus yang mempengaruhi keseimbangan. Susunan pada nama perkiraan akun ditentukan
terutama oleh kebutuhan informasi eksternal dan internal pemakainya. Kebutuhan informasi
akuntansi dipertimbangkan melalui laporan keuangan dan laporan keuangan lainnya yang harus
direncanakan terlebih dahulu. Sehingga menghasilkan output pola pada nama perkiraan akun.
Kebutuhan informasi oleh pemakai juga menentukan jenis dan pengkodean pada nama perkiraan
akun.
III.1 Klasifikasi dalam Nama Perkiraan Akun

Nama perkiraan akun perusahaan seharusnya menyediakan klasifikasi yang memadai untuk
analisis data transaksi sebagaimana dibutuhkan. Contoh, transaksi penjualan harus
dikelompokkan pada cara yang memungkinkan hasil informasi mengenai daerah dimana
penjualan tersebut berada. Pada cara yang sama transaksi biaya bisa dikelompokkan pada pusat
pertanggungjawaban biaya (departemen kredit) bersama dengan kategori biaya (persediaan).
Perusahaan juga harus mempertimbangkan kebutuhan informasi dari pihak eksternal, seperti
untuk pemerintah dan pasar modal. Akhirnya klasifikasi dalam nama perkiraan akun seharusnya
juga menggambarkan aktivitas dan kebiasaan dari industri dalam letak perusahaan.

3
III.2 Pengkodean Nama Perkiraan Akun

Pengkodean menyediakan pengidentifikasi yang unik dan ringkas. Pengidentifikasian kode


berhubungan dengan transaksi yang diproses oleh perusahaan maupun seperti kesatuan
pelanggan dan produk. Kedua kode blok dan kode group dikerjakan secara khusus.

Kode Perkiraan Blok adalah sistem pengkodean yang digunakan untuk membentuk
kerangka kerja yang luas dalam sebuah nama perkiraan akun adalah tipe blok. Sebuah kode
perkiraan blok menunjukkan rentang dari angka-angka yang berurutan yang mempresentasikan
klasifikasi perkiraan yang signifikan. Keuntungan kode block adalah akun baru atau sub divisi
dari akun aktiva lancar bisa disisipkan.

Kode Perkiraan Group adalah sistem pengkodean group yang dapat menyediakan
penambahan arti ke kode perkiraan individual. Makna tersebut bisa berbentuk hierarki vertikal
(dari atas ke bawah). Maka dari itu semakin ke kiri digit bisa menunjukkan pada kategori yang
utama (contoh : aktiva). Digit angka tengah-tengah dikelompokkan sebagai aktiva tetap dan
semakin ke kanan digit bisa menunjukkan pada kategori khusus (contoh : jenis aktiva). Sebagai
contoh, kode akun 112 dapat mengacu pada aktiva tetap berupa bangunan.

Kode akun buku besar dapat dikombinasikan dengan kode lainnya pada saat pencatatan
transaksi. Sebagai contoh, ketika pencatatan transaksi melibatkan biaya tenaga kerja langsung,
kita juga dapat mencatat pusat pertanggungjawaban yang menimbulkan biaya tersebut. Oleh
karena itu, jika akun biaya tenaga kerja langsung dikodekan 762, dan departemen produksi yang
menimbulkan biaya tersebut dikodekan 1333, jumlah debet akan diidentifikasi melalui kode 762-
1333. Struktur pengkodean kelompok seperti itu, yang mana dapat menggambarkan beberapa
aspek penting berkaitan dengan transaksi, sangat berguna ketika menyiapkan analisis data
transaksi.

Perlu diingat bahwa pengilustrasian struktur pengkodean kelompok memiliki bagian yang
mengidentifikasi akun jurnal pembantu dan pusat pertanggungjawaban seperti halnya pada akun
buku besar. Format umum untuk struktur pengkodean kelompok ini, dimulai dengan kode akun
buku besar, seperti berikut ini:

AAA-BBBB-CC

4
Jika infoage menggunakan format pengkodean ini, dapat dicatat 121-5634-00 untuk
mengidentifikasi jumlah debet dari transaksi dan 820-1738-08 untuk mengidentifikasi jumlah
kredit. 121 dan 820 mengacu pada akun buku besar yang disebut Piutang dan Penjualan. 5634
mengacu pada akun pelanggan yang merupakan lawan dari penjualan kredit, dan 1738 mengacu
pada penjual, yang akunnya dikreditkan pada jurnal pembayaran komisi. 00 mengindikasikan
bahwa akun Piutang menghubungkan keseluruhan perusahaan, daripada digunakan untuk pusat
pertanggungjawaban tertentu. Pada akhirnya, 08 mengacu pada bagian penjualan (pusat
pertanggungjawaban) dimana penjualan dilakukan.

IV. DATA INPUT


IV.1 Sumber Input
Transaksi yang diposting ke dalam buku besar dari sebuah perusahaan dapat diklasifikasikan
sebagai pemasukan rutin, non-rutin, penyesuaian, pembalik dan penutup. Tipe-tipe utama dibagi
menjadi sebagai berikut:
a. Transaksi eksternal rutin timbul selama sebuah periode akuntansi dari pertukaran dengan
pihak indenpenden yang ada di lingkungan. Misalnya penjualan kredit.
b. Transaksi internal rutin timbul selama sebuah periode akuntansi dari kegiatan internal.
Misalnya dalam perusahaan manufaktur terjadi transfer dari persediaan bahan baku ke
persediaan dalam proses.
c. Transaksi yang tidak rutin muncul, biasanya sekali-sekali dan secara eksternal selama
sebuah periode akuntansi dari kegiatan non rutin, misalnya mendebet aktiva tetap yang
akan menggambarkan pertukaran truk menjadi modal saham (bisa juga dikreditkan).
d. Jurnal Penyesuaian biasanya berulang pada akhir-akhir periode akuntansi (meskipun
beberapa sering dan mengambil tempat selama periode). Empat tipe jurnal penyesuaian
adalah akrual, penangguhan, revaluasi, dan koreksi.
a) Akrual adalah entri berulang yang timbul dari berlalunya waktu dan mencerminkan
jumlah akrual pada akhir periode akuntansi.
b) Deferral adalah entri berulang yang juga muncul dari berlalunya waktu tetapi
mencerminkan jumlah yang belum jatuh tempo atau diperoleh.
c) Revaluasi adalah entri yang tidak berulang terjadi ketika nilai suatu barang fisik tidak
cocok dengan nilai yang tercermin dalam catatan akuntansi atau jika metode
pengukuran akuntansi berubah.

5
d) Koreksi adalah entri yang membalikkan efek dari kesalahan sehingga mengembalikan
akun yang terkena dampak ke saldo yang tepat.
e. Jurnal Pembalik dimasukkan pada awal periode akuntansi untuk cadangan dari efek
jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode sebelumnya.
f. Jurnal penutup mentransfer seluruh jumlah akun sementara ke akun ekuitas pemilik yang
tepat, dan meninggalkan akun sementara dengan saldo nol.

V. BENTUK INPUT (FORMS OF INPUT)


1. Voucher Jurnal, adalah dokumen sumber utama ke sistem buku besar. Bentuk input ini
mengintisarikan secara detail untuk mendukung posting ke buku besar umum. Sebuah
voucher jurnal tunggal secara umum berfokus juga pada:
1) Transaksi non rutin, penyesuaian, pembalik, atau koreksi seperti transaksi untuk
mengamortisasi porsi setahun dari biaya patent.
2) Ringkasan jumlah dari transaksi rutin.
2. Input Berorientasi Komputer, Data juga dapat dimasukkan ke dalam sistem berbasis
komputer dengan menggunakan formulir batch entry dan layar yang terformat secara online.
The batch-entry journal voucher menggantikan jurnal khusus. Akibatnya, batch jurnal
voucher sebagai kombinasi jurnal khusus dan jurnal voucher.

VI. PEMROSESAN DATA

Pada bagian ini, digambarkan pengolahan data dalam sistem buku besar umum digunakan
oleh infoage. Sistem ini menggabungkan fitur dari kedua pendekatan batch processing (periodik)
dan pengolahan online (langsung). Pemrosesan data dibagi kedalam proses harian dan proses
akhir periode.
1. Proses Harian Data Transaksi
Proses ini menangani transaksi volume tinggi termasuk transaksi penjualan, penerimaan
kas, pembelian, pencairan uang tunai, dan penggajian.
2. Proses Akhir Periode dari Ayat Jurnal Penyesuaian
Dua group ayat jurnal yang terlibat adalah, jurnal standar, dan jurnal penyesuaian yang
cukup sering digunakan di dalam transaksi ini.

VII. OUTPUT INFORMASI

6
Pelaporan keuangan dapat diklasifikasikan menjadi analisa buku besar, laporan keuangan
dan laporan menajerial.

VII.1 Analisa Buku Besar


Dua analisis yang digunakan di dalam analisa buku besar adalah daftar jurnal umum dan
laporan perubahan buku besar.
VII.2 Laporan Keuangan

Bagian terpenting dalam laporan keuangan adalah neraca, laporan laba/rugi dan laporan
aliran kas. Laporan tersebut dibentuk awalnya oleh informasi pada buku besar yang akan
diberikan kepada pengguna informasi di luar perusahaan untuk mengambil keputusan strategis
yang berkaitan dengan investasi mereka di dalam perusahaan. Berbagai variasi laporan keuangan
dibuat untuk memenuhi aspek legalitas dari perusahaan di dalam suatu negara. Sistem Informasi
Akuntansi (SIA) berfungsi untuk memastikan bahwa laporan yang dibuat oleh masing-masing
perusahaan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berterima umum. SIA juga memastikan
kepatuhan perusahaan terhadap pajak daerah ataupun pemerintah pusat sebagai salah satu unsur
pemenuhan dari perusahaan terhadap negara. Laporan Keuangan dengan informasi tambahan
akan membantu para penerima informasi tersebut. Misalnya laporan keuangan menyajikan data
keuangan yang memperbandingkan dengan menggunakan dasar periodisasi dari tahun ke tahun.
Atau menggunakan perbandingan antara budget dengan realisasinya. Variasi lainya dapat
digunakan adalah dalam laporan laba rugi dapat menampilkan persentase agar dapat
diperbandingkan besaran peningkatan atau penurunan suatu pendapatan atau biaya.

VII.3 Laporan Managerial


Data yang dipergunakan untuk menyusun laporan keuangan, juga dapat dipergunakan untuk
menyusun laporan manajerial. Bentuk laporan ini biasanya bersifat lebih detail dan analitikal
dibandingkan dengan laporan yang disajikan untuk pihak luar perusahaan. Terdapat 2 pendekatan
analisis dalam penyusunan laporan manajerial antara lain:
a. Analisis yang berorientasi pada account.
Analisis didasarkan pada masing-masing akun buku besar umum yang sering disiapkan
untuk keperluan manajer. Contohnya analisis penjualan yang dijabarkan berdasarkan produk
atau pangsa pasar, analisis kas yang dijabarkan ke tipe penerimaan dan peneluaran, dan

7
analisis piutang yang dijabarkan berdasarkan pelanggan dan usia piutang . Analisis seperti ini
diperlukan manajer dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan operasi pengendalian.
b. Laporan Berorientasi pada Pertanggungjawaban.

Laporan pertanggungjawaban diperlukan untuk mengevaluasi kinerja. Laporan


pertanggungjawaban yang efektif adalah laporan yang dapat menelusuri komponen biaya dan
pendapatan secara individual yang tidak efisien sehingga dapat diambil langkah perbaikan ke
depan. Laporan pertanggungjawaban diperlukan untuk pusat pertanggungjawaban dilevel
yang berbeda dalam suatu perusahaan. Dengan demikian dapat disusun suatu sistem
akuntansi pertanggungjawaban yang dimulai dari unit terkecil dalam organisasi perusahaan
hingga top manajemen yang memiliki hirarki pertanggungjawaban masing-masing. Sistem
pengkodean merupakan hal yang kritikal untuk suksesnya penerapan sistem akuntansi
pertanggungjawaban.

VIII. PELAPORAN KEUANGAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI


Perkembangan teknologi informasi membuat pelaporan keuangan mulai dikembangkan
dengan berbagai cara. Dengan dukungan perangkat komputer yang semakin canggih, manajer
dan jaringan yang memadai membuat perkembangan laporan tidak lagi hanya berbasis hard copy
tetapi sudah mampu memasuki era digital, sehingga distribusi informasi keuangan semakin cepat
dan mudah untuk diakses oleh pengguna informasi itu sendiri. Selain itu mulai banyak
dikembangkan beragam perangkat lunak yang lebih nyaman dan bersahabat untuk digunakan
khususnya aplikasi untuk pengelolaan biaya dan pendapatan dalam rangka menghasilkan suatu
bentuk laporan keuangan. Dengan sistem web based tidak ada lagi kendala jarak dalam
melakukan pengiriman data dengan syarat adanya jaringan internet. Sistem informasi akuntansi
memberikan manajer perkembangan data yang terintegrasi dan konsisten. Mereka dapat
mengakses informasi dengan aplikasi yang berbeda dan tidak ada batasan untuk informasi
akuntansi.

IX. MANAJEMEN DATA

Pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas mengenai dua pendekatan umum
dalam manajemen data yaitu pendekatan orientasi file dan pendekatan orientasi database. Pada

8
pembahasan berikut kita akan membahas keduanya dalam hubungannya dengan siklus buku
besar dan siklus pelaporan keuangan.

1. Pendekatan File Oriented

Masing masing aplikasi dibentuk berdasarkan file. File merupakan tipe yang tersusun
untuk keperluan khusus kelompok user tertentu. Beberapa hal yang mewakili file yang
dikembangkan di dalam siklus buku besar dan siklus pelaporan keuangan antara lain:
a. Master File Buku Besar. Ini adalah inti dari database akuntansi. Masing masing
pencatatan akan menunjukan status dari akun buku besar, dan juga ringkasan dari efek
transaksi terhadap account. File ini disimpan dalam harddisk dengan menggunakan kunci
utama adalah kode account. File ini merupakan dasar dalam persiapan penyusunan
laporan keuangan.
b. Current Journal Voucer File (jurnal voucer saat ini). Transaksi ini terdiri atas semua
urusan detail dari tiap transaksi yang diposting ke buku besar pada periode sekarang.
Sebagai tambahan untuk transaksi yang tidak rutin, ini termasuk sejumlah voucer
mengenai transaksi rutin dan jurnal penyesuaian. Pada beberapa perekaman, nomer
jurnal voucer adalah kuncinya, tanggal transaksi, inisial dari pembuat, akun yang di
debit, akun yang dikredit, jumlah yang berkaitan dan penjelasan dari transaksi.
Pengaruhnya, file jurnal voucer adalah gabungan dari seluruh jurnal voucer pada satu
periode. Ini dapat di cetak seperti jurnal umum yang menyediakan perintah untuk sistem
buku besar. Untuk menyediakan keberlangsungan perusahaan dapat menyimpan hasil
cetakan sebagai jurnal voucer history.
c. File Buku Besar Historis. File ini berisi data buku besar masing masing bulan untuk
tahun tahun sebelumnya. Ini dapat digunakan membuat laporan keuangan dan
informasi trend keuangan yang berkaitan.
d. File Master Pusat Pertanggungjawaban. File ini berisi pendapatan dan biaya aktual
dari berbagai divisi, departemen, pusat kerja, dan pusat pertanggungjawaban yang lain
dalam perusahaan. File ini dipergunakan untuk mempersiapkan laporan
pertanggungjawaban untuk manajer.

9
e. File Master Budget (Anggaran). File ini berisi nilai yang dianggarkan dalam aset,
kewajiban, pendapatan, dan beban yang dialokasikan pada pusat pertanggungjawaban
dalam perusahaan.
f. File Bentuk Laporan Keuangan. File ini berisi informasi yang biasa digunakan untuk
membentuk berbagai variasi format laporan keuangan.

2. Pendekatan Data Base


Keterbatasan utama dari pendekatan yang berorientasi pada file adalah tidak fleksibel
khususnya berhubungan dengan keperluan akan laporan dari pengguna itu sendiri. Laporan
dalam bentuk baru akan sulit disusun karena keperluan data dan bentuk laporan tidak
tersedia. Dalam hubungannya dengan data base, isi dalam siklus buku besar dan pelaporan
keuangan adalah sama. Bagaimanapun juga data dalam tiap file dalam data base akan diatur
sebagai catatan yang terstruktur atau tabel yang saling berhubungan. Misalnya di dalam
journal voucher entry bagian terpenting antara lain ; nomer jurnal, tanggal transaksi, kode
akun, nilai dan inisial lainnya akan saling terkait antara satu dengan yang lain. Hubungan
data base akan memberikan bentuk yang lebih fleksibel karena keterkaitan antara tabel.
Misalnya catatan jurnal akan terkait dengan akun di dalam master file buku besar.
Selanjutnya, masing-masing item yaitu debet dan kredit yang bisa dihubungkan ke rekaman
jurnal voucher melalui nomer jurnal voucher.

X. PENGENDALIAN INTERNAL
X.1Risk Exposures
Buku besar menunjukkan berbagai bentuk risiko, yang dapat menyebabkan
ketidakakuratan laporan keuangan dan laporan lain yang berhubungan. Baik disengaja atau tidak
sengaja. Aset dapat dinilai overstated dan kewajiban dapat dinilai understated. Selain kerugian
keuangan dan penilaian dari laporan tidak dapat diandalkan, risk exposure dapat memiliki
konsekuensi yang merugikan seperti "kebocoran" data keuangan yang penting bagi pesaing dan
ditambah biaya merekonstruksi data transaksi yang hilang.
Beberapa risiko dari buku besar yang dapat terjadi :
1. Jurnal tidak balance akibat ketidakakuratan penghitungan.
2. Kesalahan memposting jurnal ke buku besar, baik sehubungan dengan jumlah debit /
kredit atau periode akuntansi.
3. Transaksi yang tidak tercatat ke dalam jurnal atau tidak diposting ke dalam buku besar.
10
4. Ayat jurnal tidak diotorisasi dengan tepat, apakah karena kelalaian atau maksud penipuan.
5. Saldo di account control tidak seimbang dengan total saldo buku besar pembantu.
6. Ketidakseimbangan isi saldo di debit dan kredit.
7. Kerusakan pada sistem audit trail yang menghubungkan antara saldo buku besar dengan
sumber dokumen, menjadi tidak dapat ditelusuri.
8. Cegatan transmini data via web
9. Mengakses dan melihat data via web yang rahasia tanpa otorisasi.
10. Merubah data keuangan perusahaan via web tanpa otorisasi.
11. Kerusakan web server tanpa diduga.

XI. PENGENDALIAN UMUM


1. Pengendalian Organisasi fungsi memposting voucher jurnal ke dalam buku besar harus
dipisahkan dari fungsi menyiapkan dan mengakui/menyetujui voucher jurnal, gudang, dan
menyiapkan neraca saldo. Jika sistem manual, fungsi pencatatan jurnal dan buku besar
pembantu juga harus dipisahkan dari fungsi-fungsi di atas.
2. Pengendalian Dokumen kelengkapan dan kemutahiran dokumentasi seharusnya menjadi
perhatian pada siklus buku besar dan pelaporan keuangan, dan dalam dokumentasi tersebut
harus dilengkapi penjelasan bagan akun, prosedur manual buku besar, copy dari voucher
jurnal dan dokumen sumber lainnya, diagram alur, rancangan pencatatan, dan laporan-
laporan.
3. Pengendalian Pertanggungjawaban Aset buku besar pembantu harus dibuat dengan
cukup. Total saldo pada semua buku besar pembantu harus direkonsiliasi secara periodic ke
saldo buku besar.
4. Pengendalian Praktek Manajemen kebijakan dan praktik harus dikembangkan dan
dipatuhi oleh sumber daya manusia yang ada di area buku besar, untuk mengoperasikan
anggaran dan pertangungjawaban akuntansi, dan untuk mengaudit aktivitas buku besar.
5. Pengendalian Pusat Data Informasi skedul pemrosesan komputer harus ditetapkan secara
jelas, termasuk yang berhubungan dengan prosedur akhir periode. Personel sistem informasi
dan akunting harus disupervisi dan direview.
6. Pengendalian Otorisasi voucher jurnal sebagai sumber utama dalam prosedur buku besar,
begitu pula koreksi terhadap transaksi, jurnal penyesuaian, dan ayat penutup harus diotorisasi

11
oleh manajer yang memiliki pengetahuan yang memadai di departemen dimana transaksi
tersebut terjadi.
7. Pengendalian Akses pengendalian akses dan langkah-langkah keamanan diperlukan,
misalnya :
a. password, diperlukan sebelum pegawai dapat mengakses catatan dalam sistem buku besar
dan maenginput jurnal.
b. special terminals, dicadangkan untuk masuknya jurnal voucher data.
c. akses login, digunakan untuk memantau semua akses dan entri.
d. login pada saat memasukkan jurnal transaksi
e. semua catatan buku besar sering dimasukkan magnetic tape untuk backup.

XII. PENGENDALIAN APLIKASI


1. Prosedur pengendalian berikut ini berlaku untuk transaksi buku besar dan laporan keuangan
yang diatur oleh kategori pengolahan input dan output. Tahapan Pengendalian Input antara
lain :
a. Mempersiapkan prenumber dan desain voucher yang disetujui orang-orang yang tepat.
Misalnya, pada voucher jurnal mencerminkan pembagian deviden ole si A kemudian akan
oleh Bendahara kantor dan akan disetujui oleh bendahara.
b. Validasi data pada voucher jurnal, untuk menyediakan jaminan bahwa kesalahan dan
kelalaian terdeteksi sebelum pemrosesan.
c. Mendeteksi kesalahan yang terdeteksi sebelum diposting ke buku besar. Prosedur koreksi
kesalahan harus sesuai dengan jenis sistem pengolahan yang digunakan.
d. Kompilasi standar jurnal penyesuaian pada file megnetic disk.
e. Perhitungan awal total pengendalian batch. Berkaitan dengan standar jurnal penyesuaian
dan entri non rutin. Total batch akan dibandingkan dengan total posting selama fase
pengolahan (proses).
2. Tahapan Pengendalian Proses antara lain ;
a. Memposting jurnal ke akun-akun buku besar, yang dicek sebelum dan setelah posting.
b. Jumlahkan nilai pada tiap akun di buku besar dan bandingkan total yang diposting ke
total batch control yang dihitung di awal.
c. Bentuk dan pelihara sistem audit trail.
3. Tahapan Pengendalian Output antara lain ;

12
a. Menyiapkan neraca saldo periode, dengan perbedaan antara jumlah debit dan kredit yang
sedang diselidiki.
b. Merawat log atau file dari kupon jurnal sesuai nomor dan secara berkala memeriksa
untuk memastikan bahwa urutan nomor tersebut lengkap.
c. Mencetak daftar akhir periode dan laporan perubahan, untuk ditinjau oleh akuntan
sebelum laporan keuangan disusun. Laporan perubahan buku besar dengan awal dan
akhir berakhir pada saldo rekening ditambah perubahan terjadi untuk setiap akun selama
periode tersebut. Dicatat bahwa laporan tersebut meliputi total kontrol di bagian bawah
yang berkaitan dengan neraca saldo dan jumlah transaksi. Jenis laporan merupakan cara
lain untuk memberikan jejak audit yang lengkap.
d. Memeriksa laporan keuangan dan hasil lainnya untuk memeriksa kebenaran dan
kewajaran. Pada tahapan ini terutama harus melibatkan fungsi dari setiap manajemen
sebuah departemen dimana entri jurnal berasal.
e. Prosedur mengaudit buku besar.

XIII. PROSEDUR KEAMANAN WEB


1. Autentifikasi - Sebuah nomer identifikasi pengguna dan password diperlukan untuk jaringan
pribadi.
2. Otorisasi - Perusahaan harus menerapkan daftar kontrol akses, yang terdiri dari identifikasi
otorisasi pengguna dan luasnya otorisasi yang dimiliki oleh pengguna.
3. Akuntabilitas - Perubahan yang dibuat untuk pencatatan laporan keuangan melalui Web
harus didokumentasikan. Untuk menetapkan pertanggungjawaban untuk berbagai modifikasi
yang dibuat, sebuah server log Web harus dijaga.
4. Pengiriman Data - Untuk memelihara kerahasiaan dan integritas dari pengiriman data
melalui Web, penyandian harus dilakukan.
5. Antisipasi Bencana dan Rencana Pemulihan Prosedur backup yang tepat mencakup
toleransi kesalahan harus ditetapkan untuk meminimalisasi interupsi yang tidak diharapkan.
Rencana pemulihan harus dirancang untuk memastikan rekonstruksi terhadap data yang
hilang.

13
DAFTAR PUSTAKA

Wilkinson, Joseph W., Michael J. Cerullo, Vasant Raval, dan Bernard Wong-On-Wing. 2000.
Accounting Information System: Essential Concepts and Applications 4th Edition. New
York: John Wiley and Sons.

14