Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MATA KULIAH

PERALATAN TEGANGAN TINGGI

BAB. I
PENDAHULUAN

Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) adalah suatu peralatan saklar /
switching mekanis yang mampu menutup, mengalirkan dan memutus arus beban dalam
kondisi normal dan mampu untuk menutup, mengalirkan beban dalam periode waktu
tertentu dan memutus arus beban dalam kondisi abnormal / gangguan seperti kondisi
short circuit / hubung singkat.

Fungsi utamanya adalah sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik
dalam kondisi berbeban serta mampu untuk membuka atau menutup saat terjadi arus
gangguan atau hubung singkat pada jaringan atau peralatan lain.

Saat terjadinya pemutusan beban, akan terjadi proses switching yang menimbulkan
busur api yang besar dan terjadi di dalam ruang pemutusan (Interupting Chamber).
Munculnya busur api didalam ruang pemutusan tersebut harus dipadamkan karena
dapat merusak sistem isolasi pada isolator PMT.

Untuk memadamkan busur api tersebut, dibutuhkan suatu media atau bahan yang
disebut gas SF6 (Sulphur Hexafluoride). Pada temperatur diatas 150C, gas SF6
mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam bahan yang
umumnya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi. Sifat lain dari gas SF6
ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat, setelah arus bunga api
listrik melalui titik nol.

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 1


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

BAB. II
LANDASAN TEORI

Pemutus tenaga (PMT) adalah salah satu peralatan yang terpasang di gardu induk,
berfungsi untuk memutus atau menghubungkan arus beban dan arus gangguan sesuai
dengan ratingnya.

Kecepatan untuk memutus ataupun menghubungkan beban dengan sumber tergantung


pada kecepatan PMT tersebut. Waktu antara tripping coil mulai dienergized sampai
kontak PMT bergerak disebut waktu buka (opening time). Waktu antara kontak PMT
bergerak sampai busur api padam disebut waktu busur api (arcing time). Jumlah waktu
dari tripping coil mulai dienergized sampai sampai busur api padam disebut total waktu
buka (total break time).

Proses pemutusan suatu rangkaian yang terjadi didalam PMT dapat diperhatikan pada
gambar dibawah ini :

Kontak Tertutup Kontak Terpisah Kontak Terpisah


Rangkaian Tertutup Rangkaian Terbuka
Gambar 1.a Gambar 1.b Gambar 1.c

Busur Api Padam dan Tidak Berulang Busur Api Padam dan Terulang Lagi
Gambar 1.d Gambar 1.e

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 2


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

Jika kontak tertutup sempurna, maka tahanan antar kontak sangat kecil sehingga
tegangan antar kontak dapat diabaikan.

Ketika kontak pemutus daya dibuka saat t = t (gambar 1.d), maka keadaan rangkaian
menjadi seperti ditunjukkan gambar 1.b. Sesaat setelah pembukaan kontak akan timbul
busur api di antara kontak, sehingga arus tetap mengalir pada rangkaian. Arus ini
menimbulkan jatuh tegangan pada kontak, yaitu sebesar perkalian arus dengan
tahanan busur api. Jatuh tegangan ini sangat kecil dibandingkan dengan puncak
tegangan sumber dan berlangsung dalam selang waktu t - tb.

Selanjutnya pada saat t = tb (gambar 1.e) arus akan menjadi nol dan pada saat yang
bersamaan tegangan antar kontak menjadi sama dengan tegangan sumber (vs=vk) dan
berangsur naik menuju harga maksimal.

Adanya beda tegangan di antara kontak dapat mengulangi terjadinya busur api.
Misalnya pada saat t = tc (gambar 1.e) timbul lagi busur api, maka arus kembali
mengalir pada rangkaian meskipun sebenarnya kontak pemutus daya sudah terpisah.
Tegangan antar kontak yang menimbulkan pengulangan busur api adalah tegangan
sumber saat t = tc dan disebut tegangan terpaan balik (restrike voltage).

Hubungan rangkaian benar benar terputus setelah busur api padam dan tidak
berulang lagi. Dalam hal ini tegangan dan arus sesaat ditunjukkan pada gambar 1.e
dan rangkaiannya ditunjukkan pada gambar 1.c.

Jika PMT digunakan untuk memutus arus bolak balik, maka ada saatnya arus berharga
nol dan pada saat itu busur api padam. Selanjutnya media sela kontak akan
memulihkan dirinya menjadi isolasi, yaitu dengan berangsur angsur menaikkan
kekuatan dielektriknya. Pada saat bersamaan, tegangan disela kontak dipulihkan dari
harga yang sangat kecil ke suatu harga tegangan yang seharusnya terjadi pada sela
kontak terbuka. Tegangan sela kontak selama busur api padam disebut tegangan
pemulihan (recovery voltage).

Tegangan pemulihan ini menimbulkan menimbulkan terpaan medan elektrik disela


kontak. Kenaikan kuat medan elektrik yang ditimbulkannya tergantung pada kenaikan
tegangan pemulihan. Jika kenaikan terpaan medan elektrik lebih cepat daripada

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 3


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

kenaikan kekuatan dielektrik sela, maka media sela kontak akan akan tembus listrik
sehingga busur api timbul lagi.

Dengan demikian kenaikan tegangan pemulihan pada suatu PMT perlu diketahui
sehingga dapat ditentukan media sela kontak yang cocok untuk PMT tersebut.

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 4


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

BAB. III
PEMBAHASAN

3.1. BAGIAN BAGIAN PMT 150 KV MEDIA GAS SF6

Fix contact terminal

Interupting chamber

Moving contact terminal

Post insulator

Operating mechanisme

Density monitor of SF6

Inlet filling of SF6

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 5


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

3.2. PROSES PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN PMT 150 KV MEDIA GAS SF6
Proses Kerja Pembukaan PMT media Gas SF6

Proses pembukaan PMT media gas SF6

Pada gambar (a) terlihat posisi PMT dalam keadaan masuk (close), dimana arus
mengalir dari terminal atas ke fixed contact (6), main fingers (7) ke arcing fingers
(14), cylinder (9) , arcurdion contact (10), moving contact support (11) dan ke
terminal bawah.

Pada proses membuka (open) dimana main finger (7) terlepas dari fixed contact (6)
maka arus mengalir melalui arcing-rod (13), arcing finger (14), cylinder (9),
accurdeon contact dan kontak diam (11).
Bersamaan dengan pergerakan cylinder (9) kebawah maka ruang antara kontak
diam (11) dan cylider (9) akan mengecil dan gas SF6 didalamnya akan tiupkan
melalui arcing rod (13) dan blocking the opening of nozzle (12) lihat gambar (b).

Saat arcing finger (14) terlepas dari arcing rod (13) bersamaan terjadi busur api
antara dua bagian itu, namun bersamaan dengan itu terjadi hembusan gas melalui

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 6


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

nozzle (12) akibat mengecilnya ruang antara kontak diam (11) dan cylider (9) dan
busur api akan padam dan PMT terbuka (Open) lihat gambar (c) dan gambar (d).

Proses Kerja Pemasukan PMT media gas SF6

Proses pemasukan PMT dengan media pemadam gas SF6

Proses penutupan PMT media gas SF6

Pada proses pemasukan (closing) pertama ujung moving contact (6) terhubung
dengan ujung kontak dari closing resistor (7) maka closing resistor (8) terhubung,
namun Arcing contact (16) dan main contact (9) belum terhubung. Arus mengalir dari
dari moving contact (10), arcurdion contact (11) cylinder (12) ujung closing resistor
(7), ujung moving contact (6), closing resistor (8), tutup atas PMT (14) dan terminal
atas (15). Lihat gambar ( a ).

Selanjutnya terjadi proses penghubungan antara arcing finger (16) dengan arcing rod
(17) maka arus sekarang mengalir dari tangkai moving contact (10), arcurdion
contact (11), cylinder (12), arcing rod (17), terminal atas (15). Lihat gambar (b).

Selanjutnya main finger (9) terhubung dengan fixed contact tip (18), maka arus
sekarang mengalir melalui dari tangkai moving contact (10), arcurdion contact (11),
cylinder (12), arcing finger (16), arcing rod (17), main finger (9) , fixed contact tip (18)

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 7


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

dan terminal atas (15). Maka PMT posisi masuk (close) Lihat gambar (c). Selama ini
pegas (19) menekan piston (20) keatas maka ruang basting SF6 tertutup (21).

3.3. GAS SF6


Sifat sifat fisik Gas SF6 murni ( pada tekanan absolut = 1013 mbar dan temperatur
= 200 C ) adalah sebagai berikut :
1. Tidak berwarna, tidak berbau
2. Tidak beracun
3. Berat isi 6,14 kg / m3
4. Bentuk fisik dari gas SF6 akan berobah sesuai dengan perubahan suhu dan
tekanan absolutnya
5. Tegangan tembus (disruptive voltage) gas SF6 akan semakin tinggi, jika tekanan
absolut gas SF6 semakin besar

Sifat kimiawi dari gas SF6 adalah sangat stabil, pada ambient temperatur dapat
berupa gas netral dan juga sifat pemanasannya sangat stabil. Pada temperatur
diatas 150 o C mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam
bahan yang umumya digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.

Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektik yang tinggi, 2,35 kali
kekuatan dielektrik udara dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan
tekanan dan mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat setelah arus
bunga api listrik terjadi.

Sifat-sifat dari gas SF 6 sebagai pemadam busur api sebagai berikut :


1. Cepat untuk membentuk kembali kekuatan dielektrik ( dielektrik strength )
2. Tidak terjadi karbon selama terjadi busur api ( arcing )
3. Tidak mudah terbakar
4. Thermal conductivity yang baik
5. Tidak menimbulkan bunyi yang besar pada saat pemutus tenaga menutup
atau membuka

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 8


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

Kurva tekanan absolut gas SF6

Sesuai standard IEC 376, batasan kandungan unsur kimia lain dalam gas Sf6 baru
ditunjukkan pada tabel berikut :

NO URAIAN BATASAN
1 SF6 ( Sulphure Hexa Fluoride ) > 99,5 wt %
2 CF4 ( Carbon tetrafluoride ) < 0,05 wt %
3 H2O ( Hydrogen / air ) < 8 wt. Ppm
4 N2 ( Nitrogen ) < 0,05 wt %
5 O2 ( Oxygen ) < 0,01 wt %
6 Mineral Oil < 5 wt %
7 Acidity HF < 0,3 wt %
8 Hydrolysable fluorides < 1 wt %

Untuk mengetahui kwalitas gas SF6, maka dilakukan pengujian karakteristik untuk
mengetahui kondisi gas tersebut. Pengujian pengujian tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Kemurnian ( Impurity test )
2. Kelembaban ( Dew point test )
3. Dekomposisi Product (Decomposition Products test)

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 9


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

Pengujian kemurnian gas SF6 dilaksanakan untuk mengetahui perubahan


kandungan gas SF6 setelah mengalami penguraian setelah sekian kali / lama
berfungsi memadamkan busur api listrik.

Pengujian kelembaban ( moisture ) dilakukan untuk mengetahui kandungan


kelembaban didalam gas SF6 yang terjadi karena pengaruh perubahan temperatur
dan proses pemuaian saat terjadi pemadaman busur api listrik.

Selama pengisian, gas SF6 akan menjadi dingin jika keluar dari tangki penyimpanan
dan akan panas kembali jika dipompakan untuk pengisian ke dalam bagian / ruang
pemutus tenaga. Oleh karena itu gas SF6 perlu diadakan pengaturan tekanannya
beberapa jam setelah pengisian pada saat gas SF6 pada suhu lingkungan.

Untuk pengisian gas SF6 pada suhu kerja lainnya, maka untuk menentukan
besarnya tekanan absolut gas SF 6 dapat digunakan kurva sebagai berikut :

Kurva tekanan absolut terhadap suhu

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 10


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

BAB. IV
KESIMPULAN

Untuk memadamkan busur api yang besar pada proses switching yang terjadi di dalam
ruang pemutusan (Interupting Chamber) maka dibutuhkan suatu media atau bahan
yang disebut gas SF6 (Sulphur Hexafluoride). Sebagai isolasi listrik, gas SF6
mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi ( 2,35 kali udara ) dan kekuatan dielektrik ini
bertambah dengan pertambahan tekanan.

Saat terjadi proses pemutusan beban, yaitu terlepasnya arcing finger dari arcing rod
maka akan muncul busur api antara dua bagian tersebut. Namun pada saat yang
bersamaan melalui nozzle, gas SF6 dihembuskan. Penghembusan gas ini terjadi akibat
mengecilnya ruang antara fix contact dan cylinder.

Untuk mengetahui kwalitas gas SF6 pada instalasi listrik yang beroperasi, maka
dilakukan pengujian karakteristik gas meliputi : Kemurnian (Impurity test), Kelembaban
(Dew point test) dan Dekomposisi product (Decomposition Products test).

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 11


TUGAS MATA KULIAH
PERALATAN TEGANGAN TINGGI

REFERENSI

1. Bonggas L Tobing, Peralatan Tegangan Tinggi , Jakarta : Gramedia Pustaka

Utama, 2003.

2. Buku Panduan Diklat PMT, PMS dan Kompressor, Jakarta : PT. PLN (Persero)

Pusat pendidikan dan pelatihan, 2009.

3. Buku Petunjuk Batasan Operasi dan Pemeliharaan Penyaluran Tenaga Listrik

SK DIR 114 No. Dokumen : 2-22/HARLUR-PST/2009, Jakarta : PT. PLN

(Persero), 2009.

PMT 150 KV DENGAN PEMADAM BUSUR API GAS SF6 Page 12