Anda di halaman 1dari 2

Home

Home cerpen Kumpulan Cerpen Lucu Humor Pendek Tergokil

Kumpulan Cerpen Lucu Humor Pendek


Tergokil
di Selasa, November 22, 2016
Cerpen lucu kali ini dibuat dari kompilasi cerita pendek lucu dan gokil yang bisa anda saksikan
saat berselancar di dunia maya. Harapannya cerpen lucu ini mampu menyegarkan pikiran anda
dan memberikan inspirasi ... silahkan disimak.

Kompilasi Cerpen Lucu

Telpon Iseng
Telepon berdering di kantor pusat FBI.
"Halo?"
"Halo, apakah ini FBI?"
"Ya. Apa yang Anda inginkan?"
"Saya menelepon untuk melaporkan tetangga saya Adrian Thibodeaux. Dia memiliki narkoba
yang disembunyikan di dalam kayu bakarnya!"
"Terima kasih banyak untuk informasinya, Pak."
Hari berikutnya, para agen FBI turun di rumah Thibodeaux. Mereka mencari kayu bakar di
gudang. Menggunakan kapak, mereka membelah setiap potong kayu, tetapi tidak menemukan
narkoba. Mereka meminta maaf kepada Thibodeaux dan pergi.
Telepon berdering di rumah Thibodeaux.
"Hei, Adrian! Apakah FBI datang?"
"Yeah!"
"Apakah mereka memotong kayu bakar Anda?"
"Yap"
"Bagus, sekarang giliran Anda untuk menelepon, saya perlu taman saya untuk dicangkuli."
gimana?

SALAH NURUNIN RESLETING


Tumini seorang wanita dewasa pegawai sebuah kantor swasta asing pagi itu mau berangkat kerja
dan lagi menunggu bus kota di mulut gang rumahnya. Seperti biasa pakaian yang dikenakan
cukup ketat, roknya semi-mini, sehingga bodinya yang seksi semakin kelihatan lekuk likunya.

Bus kota datang, tumini berusaha naik lewat pintu belakang, tapi kakinya kok tidak sampai di
tangga bus. Menyadari keketatan roknya, tangan kiri menjulur ke belakang untuk menurunkan
sedikit resleting roknya supaya agak longgar.

Tapi, ough, masih juga belum bisa naik. Ia mengulangi untuk menurunkan lagi resleting roknya.
Belum bisa naik juga ke tangga bus. Untuk usaha yang ketiga kalinya, belum sampai dia
menurunkan lagi resleting roknya, tiba-tiba ada tangan kuat mendorong pantatnya dari belakang
sampai Marini terloncat dan masuk ke dalam bus.

Tumini melihat ke belakang ingin tahu siapa yang mendorongnya, ternyata ada pemuda
gondrong yang cengar-cengir melihat Tumini.

Hei, kurang ajar kau. Berani-beraninya nggak sopan pegang-pegang pantat orang!

Si pemuda menjawab kalem, Yang nggak sopan itu situ, Mbak. Masak belum kenal aja berani-
beraninya nurunin resleting celana gue.