Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN KEPERAWATAN

GASTRITIS
Untuk memenuhi tugas mata kuliah KMB 1

Disusun oleh :

1. Depika Mei Andiani 6. Diyah Setyaningrum


7. Dwi Novita Sari
2. Desi Ratna Sari
8. Dyah Christiyana
3. Dewi Nur Afriani
9. Elga Maydio R
4. Dian Pratiwi
10. Enggar Mayning
5. Dita Purnama Sari
PRODI. D III KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2014
ASUHAN KEPERAWATAN

I. PENGKAJIAN
- Riwayat kesehatan adanya nyeri ulu hati, tidak dapat makan, mual dan
muntah.
- Kaji waktu terjadinya gejala, apakah berhubungan dengan ansietas, stress,
alergi, makan atau minum terlalu banyak atau makan terlalu cepat.
- Bagaimana gejala hilang.
- Adakah riwayat penyakit lambung sebelumnya atau pembedahan lambung.
- Riwayat diet dan jenis diet yang dilakukan.
- Pemeriksaan fisik mencakup nyeri tekan abdomen, dehidrasi (perubahan
turgor kulit, membran mukosa kering).

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Nyeri b.d mukosa lambung teriritasi.
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d masukan nutrien yang tidak adekuat.
3. Risiko kekurangan volume cairan b.d masukan cairan tidak adekuat
dan kehilangan cairan berlebihan karena muntah.
4. Ansietas b.d pengobatan.

III. PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI


1. Nyeri b.d mukosa lambung teriritasi
Tujuan : Nyeri berkurang atau terkontrol.
Intervensi :
a. Bina hubungan saling percaya
Rasional : mempermudah dalam memberi intervensi yang
selanjutnya.
b. Catat keluhan nyeri, termasuk lokasi, lamanya, intensitas (skala 0-
10).
Rasional : Nyeri tidak selalu ada, tetapi bila ada harus
dibandingkan dengan gejala nyeri pasien sebelumnya.
c. Kaji ulang faktor yang meningkatkan atau yang menurunkan nyeri.
Rasional : Membantu dalam membuat diagnosa dan kebutuhan
terapi.
d. Berikan makanan sedikit tapi sering sesuai indikasi.
Rasional : Makanan mempunyai efek penetralisis asam, juga
menghancurkan kandungan gaster. Makan sedikit mencegah
distensi dan haluaran gastrin.
e. Identifikasi dan batasi makanan yang dapat menimbulkan iritasi
lambung.
Rasional : Makanan tersebut dapat meningkatkan iritasi lambung
sehingga nyeri meningkat.
f. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi, mis: analgesik dan
antasida.
Rasional : Analgesik dapat menghilangkan nyeri dan antasida
dapat menurunkan keasaman gaster dengan absorpsi atau netralisis
Zat kimia.

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan b.d masukan nutrien yang tidak adekuat.
Tujuan : Menghindari makanan pengiritasi atau minuman yang
mengandung kafein dan alkohol.
Intervensi :
a. Bina hubungan saling percaya
Rasional : mempermudah dalam memberi intervensi yang
selanjutnya.
b. Catat masukan nutrisi.
Rasional : Mengidentifikasi kebutuhan diet.
c. Berikan perawatan oral teratur.
Rasional : Mencegah ketidaknyamanan karena mulut kering dan
berbau.
d. Auskultasi bunyi usus dan catat pasase flatus.
Rasional : Peristaltik kembali normal menunjukkan kesiapan untuk
memulai makanan yang lain.
e. Catat berat badan saat masuk dan bandingkan dengan saat
berikutnya.
Rasional : Memberikan informasi tentang keadekuatan masukan
diet atau penentuan kebutuhan nutrisi.
f. Kolaborasi pemberian protein sesuai indikasi.
Rasional : Protein tambahan dapat membantu perbaikan dan
penyembuhan.

3. Risiko kekurangan volume cairan b.d masukan cairan tidak adekuat


dan kehilangan cairan berlebihan karena muntah.
Tujuan : Mempertahankan volume cairan adekuat dibuktikan oleh
membran mukosa lembab, turgor kulit baik.
Intervensi :
a. Bina hubungan saling percaya
Rasional : mempermudah dalam memberi intervensi yang
selanjutnya.
b. Awasi masukan dan haluaran, karakter dan frekuensi muntah.
Rasional : Memberikan informasi tentang keseimbangan cairan.
c. Kaji tanda-tanda vital.
Rasional : Menunjukkan kehilangan cairan berlebihan atau
dehidrasi.
d. Ukur berat badan tiap hari.
Rasional : Indikator cairan status nutrisi.
e. Kolaborasi pemberian antiemetik pada keadaan akut.
Rasional : Mengontrol mual dan muntah pada keadaan akut.

4. Ansietas b.d pengobatan.


Tujuan : Ansietas teratasi/berkurang.

Intervensi :
a. Bina hubungan saling percaya
Rasional : mempermudah dalam memberi intervensi yang
selanjutnya.
b. Catat petunjuk perilaku, mis: gelisah, peka rangsang.
Rasional : Indikator derajat ansietas.
c. Motivasi menyatakan pernyataan, berikan umpan balik.
Rasional : Membuat hubungan terapeutik, membantu pasien/orang
terdekat dalam mengidentifikasi masalah yang menyebabkan
stress.
d. Akui bahwa ansietas dan masalah mirip dengan yang dipersepsikan
orang lain.
Rasional : Validasi bahwa perasaan normal dapat membantu
menurunkan stress.
e. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku koping yang
digunakan pada masa lalu.
Rasional : Perilaku yang berhasil dapat diikutkan pada penerimaan
masalah saat ini, meningkatkan rasa kontrol dingin pasien.
f. Bantu pasien belajar mekanisme koping yang efektif.
Rasional : Belajar cara memecahkan masalah dapat membantu
dalam menurunkan stress dan ansietas.

IV. EVALUASI
1. Nyeri berkurang atau terkontrol.
2. Menunjukkan adanya masukan nutrisi yang adekuat
3. Mempertahankan volume cairan adekuat dibuktikan oleh membran
mukosa lembab, turgor kulit baik.
4. Ansietas teratasi/berkurang.

DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Ed. 8 Vol 2. Penerbit
Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Charles, J.Reeves, dkk. 2001. Buku 1 Keperawatan Medikal Bedah Ed. I. Salemba
Medika. Jakarta.

Slamet suyono, dkk. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Ed.3. Balai
Penerbit FKUI. Jakarta.