Anda di halaman 1dari 8

Dispersi dalam komunikasi serat optik adalah proses penyebaran pulsa optik ketika mereka

berjalan melewati serat optik. Penyebaran ini terjadi karena kecepatan pulsa optik tidak sama.
Ketidaksamaan ini disebabkan oleh indeks bias yang berbeda.
dispersi Modal Dispersion (gambar 2.2). Modal dispersion terjadi karena tiap mode dalam
fiber optik memiliki jarak dan jalur perambatan yang berbeda, sehingga ketika sampai di
photodetector, mereka tidak berbarengan. Modal dispersion hanya terjadi pada multi mode
fiber. Dengan single mode fiber, hal ini dapat diatasi. Karena single mode hanya memiliki
satu jalur perambatan.
Yang kedua adalah Material Dispersion. Material dispersion berasal dari fakta bahwa indeks
bias fiber optik berubah sesuai dengan panjang gelombangnya (Keiser, 1990). Ketika indeks
refraksi berbeda, kecepatan perambatan juga berbeda. Karena sebuah transmitter tidak
mungkin menghasilkan satu panjang gelombang saja (pasti memiliki lebar spektrum), maka
sinyal optik pasti akan terdispersi ketika melewati fiber optik.
Yang ketiga adalah Waveguide Dispersion. Prinsipnya sama seperti material dispersion. Ada
sinyal optik yang masuk ke cladding. Karena indeks bias cladding berbeda dengan indeks
bias core, maka kecepatannya akan berbeda. Sehingga tidak sampai ke photodetector secara
berbarengan. Dispersi ini hanya signifikan pada single mode fiber.
Polarization Mode Dispersion terjadi karena sinyal optik yang memiliki polarisasi berbeda
akan memiliki kecepatan perambatan yang sedikit berbeda. Namun polarization mode
dispersion biasanya kecil. Dispersi ini hanya signifikan apabila dispersi yang lain sangat
kecil.
QoS adalah kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang baik dengan
menyediakan bandwith, mengatasi jitter dan delay.
Packet loss
Merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah
total paket yang hilang, dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan dan hal
ini berpengaruh pada semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan
secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi aplikasi
tersebut.
Delay
Adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat
dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama.
Throughput
Yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Throughput merupakan
jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada tujuan selama interval waktu
tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.
3.4 AnalisisJaringan GPON

Setelahmengetahuiperangkatdankonfigurasijaringan,
untukmengetahuikelayakansistemmakaakan di analisis parameter power link budget dan rise
time budget.

3.4.1 Power Link Budget


Perhitunganpower link budgetuntukmengetahuibatasanredaman total yang
antaradayakeluaranpemancardansensitivitaspenerima, apakahsesuaidenganbatasanredaman
yang telahditentukan. Perhitunganpower link budgetdilakukanberdasarkanstandarisasi ITU-T
G.984 danjugaperaturan yang diterapkan PT. TELKOM yaitujaraktidaklebih 20 km
danredaman max 28 dB / min 13 dB.

Data data yang digunakanpadaperhitunganantaralain :


Tabel 3.8Data- data perhitunganPower Link Budget
Data Besarannya
DayakeluaranSumber 5 dBm
optic (OLT/ONU)
Sensitivitas detector -29dBM
(OLT/ONU)
Redamanseratoptik (0.35, 0.28)
G.652 (1310/1490) dB/Km
Redamanseratoptik (0.35, 0.28)
G.657 (1310/1490) dB/Km
Redaman Splice 0.05 dB/splice
Konektor 0.2 dB
Jenis Splitter
1:4 7.8 dB
1:8 11 dB
Jumlahsambungan 5 buah
Jumlahkonektor 5 buah
Sumber : Telkom 2013

Perhitunganlink power budgetpada GPON akandibagimenjadiduabagian,


dimanadipengaruhiterhadapjarak STO dengan ONT. Dikarenakanteknologi GPON
memilikipanjanggelombangasimetrikdalamtransmisinya. Panjanggelombanguntuk uplink
sekitar 1310 nm sedangkanuntuk downlink sekitar 1490 nm.
Sehinggaperhitungannyasebagaiberikut :
Uplink :
Jarak STO TubanKutamenuju ONT Bank Mandiri OSO adalah 4 km dimanadari STO ke
ODC 3 km, dari ODC ke ODP 0.9 km, dan ODP ke ONT 0.1 km.
tot =L. serat + Nc . c + Ns . s + Sp+ Redaman Instalasi

tot =( 4 0.35 ) + ( 0.9 0.35 )+ ( 0.1 0.35 ) + ( 5 0.2 ) + ( 5 0.05 ) +(11+7.8)+2.9


tot = 24.7 dB

Untukperhitungan margin dayadapatdicarisebagaiberikut :


Pr Pt tot 6

Pr 524.76

Pr 25.7 dBm

M =( PT PR ) tot SM

M =( 5+29 ) 25.76

M =2.3 dBm

Downlink :
Jarak STO TubanKutamenuju ONT Bank Mandiri OSO adalah 4 km dimanadari STO ke
ODC 3 km, dari ODC ke ODP 0.9 km, dan ODP ke ONT 0.1 km.
tot =L. serat + Nc . c + Ns . s + Sp+ Redaman Instalasi

tot =( 4 0.28 ) + ( 0.9 0.28 )+ ( 0.1 0.28 ) + ( 5 0.2 ) + ( 5 0.05 )+(11+7.8)+2.9

tot = 24.35 dB

Untukperhitungan margin dayadapatdicarisebagaiberikut :


Pr Pt tot 6

Pr 524.356

Pr 25.35 dBm

M =( PT P R ) tot SM

M =( 5+29 ) 25.356

M =2.65 dBm

3.4.2 Rise Time Budget


Rise time budgetmerupakanmetodeuntukmenentukanbatasan disperse suatu link
seratoptik. Metodeinisangatbergunauntukmenganalisasistemtransmisi digital.
Tujuannyaadalahmenganilisisapakahkinerjajaringansecarakeseluruhantelahtercapaidanmamp
umemenuhikapasitaskanal yang di inginkan. Umumnyadegradasitotal waktutransisidari link
digital tidakmelebihi 70% darisatuperiode bit untukReturn to Zero. Satuperiode bit
didefinisikansebagairesiprokaldaridata rate.
Tabel 3.9Data - dataperhitunganrise time budget
Data Besarannya
PanjangGelombang 1310 nm dan 1490 nm
LebarSpektral 1 nm/ 1 nm

OLT/ONU (
Rise time sumbercahaya 150x10-3/ 200x10-3ns
OLT/ONU (ttx )
Dispersi material (Dm) 0.00356/0.01364
(1310/1490) ns/nm.Km
Rise time receiver -
OLT/ONU (trx)
Pengkodean NRZ -
Menggunakan Single -
Mode
Indeks bias inti (n1) 1.465
Indek bias selubung (n2) 1.46
Jari-jariinti (a) 4.5 m
Sumber : Telkom 2013

Sehinggaperhitungannyasebagaiberikut :
Uplink :

Jarak STO TubanKutamenuju ONT Bank Mandiri OSO adalah 4 km dimanadari STO ke
ODC 3 km, dari ODC ke ODP 0.9 km, dan ODP ke ONT 0.1 km.
Bit rate uplink (Br) = 1.2 Gbps (NRZ)
70 0.7
tr= = =0.5833 ns
Br 1.2 10 9

menentukan t intramodal
T material = L Dm

ns
1nm 3 Km 0.00356 =0.01068 ns
nm. Km
n 1n 2
s=
n1

1.4651.46

1.465

3.412 103

2 a
V= n1 ( 2 s )1 /2

( 2 3.14 ) 4.5 m 1/2


V= 1.465 ( 2 3.412 103 )
1.31 m

V = 2.6081

uc =2 v 1 /2

1 /2
uc =(2 2.6081)

uc =2.283

d ( vbdv )=1+(u c
2
/v 2 )

d ( vbdv )=1+(2.283 /2.6081 ) 2 2

d ( vbdv )=1.77
L vb
t waveguide=
C
[n2 +n2 d
dv
] ( )
3
t waveguide= 8
[ 1.46 +( 1.46 3.412 103 ) 1.77 ]
3 10

t waveguide=1.47 108 ns

Sehinggabesarnyauntukseratoptic singlemode :
1
2 2 2 2 2
t total =( t rx +t intramodal +t intermodal +t rx )
1

[ 2 8 2
t total = (0.2) + { ( 1.47 10 ) +0.01068 } +0 +0.15
2 2 2 2
]
1
2
t total =(0.06261)

1
t total =(0.06261) 2

t total =0.25 ns

Downlink :
Jarak STO TubanKutamenuju ONT Bank Mandiri OSO adalah 4 km dimanadari STO ke
ODC 3 km, dari ODC ke ODP 0.9 km, dan ODP ke ONT 0.1 km.
Bit rate downlink (Br) = 2.4 Gbps (NRZ)
70 0.7
tr= = =0.2917 ns
Br 2.4 109

menentukan t intramodal
T material = L Dm

ns
1nm 3 Km 0.01364 =0.04092ns
nm . Km

n 1n 2
s=
n1

1.4651.46

1.465

3
3.412 10

2 a
V= n1 ( 2 s )1 /2

( 2 3.14 ) 4.5 m 3 1/2


V= 1.465 ( 2 3.412 10 )
1.49 m

V = 2.296
1 /2
uc =2 v
1/ 2
uc =(2 2.296)

uc =2.142

d ( vbdv )=1+(u c
2
/v 2 )

d ( vbdv )=1+(2.142 /2.296 ) 2 2

d ( vbdv )=1.870
L vb
t waveguide=
C
[n2 +n2 d
dv
] ( )
3
t waveguide= 8
[ 1.46 + ( 1.46 3.412 103 ) 1.870 ]
3 10

t waveguide=1.47 108 ns

Sehinggabesarnyauntukseratoptic singlemode :
1
2 2 2 2 2
t total =( t rx +t intramodal +t intermodal +t rx )
1

[ 2 8 2
t total = (0.2) + { ( 1.47 10 ) +0.04092 }+ 0 +0.15 2 2
]
2 2

1
t total =(0.0641)2

t total =0.2533 ns

3.5 AnalisaPerhitungan
Setelahdilakukanperhitunganpower link budgetdanrise time budget padajaringan
GPON dari STO TubanmenujupelangganMandiri OSO
Kutadapatdisimpulkandalamanalisasebagaiberikut :

3.5.1 Analisa Power Link Budget


Pada perhitungan power link budget GPON pada link STO Tuban kepelanggan Bank

Mandiri OSO yang memiliki 4 km. Diperoleh hasil uplink yaitu 2.3 dBm yang

merupakan nilai M dimana nilai tersebut berada diatas 0 dBm dan total redaman 24.7 dB
(dimana nilai yang ditetapkan oleh Telkom yaitu minimal 13 dB dan maksimal 28 dB),
sehingga hasil nilai tersebut masuk dalam katagori layak power link budget. Dan pada

perhitungan downlink power link budget diperoleh hasil 2.65 dBm yang merupakan nilai

M dimana nilai tersebut berada diatas 0 dBm dan total redaman 24.35 dB (dimana nilai yang
ditetapkan oleh Telkom yaitu minimal 13 dB dan maksimal 28 dB),sehingga hasil nilai
tersebut masuk dalam katagori layak power link budget. Dari hasil analisa pada perhitungan
di atas, dapat mebuktikan bahwa tingkat kinerja pada pemasangan jaringan sudah baik
dimana sesuai dengan standart total redaman perangkat jaringan GPON yang di berikan oleh
PT. Telekomunikasi, tbk .

3.5.2 Analisa Rise Time Budget

Pada perhitungan rise rime budget,total batasan disperse time rise budget GPON pada
link STO Tuban ke pelanggan Bank Mandiri OSO yang memiliki 4 km. Untuk uplink
disperse total yaitu 0.25 dimana dibawah maksimum rise time dan bit rate NRZ yaitu 0.5833,
dan untuk downlink disperse total yaitu 0.2533 dimana dibawah maksimum rise time dan bit
rate NRZ yaitu 0.5833, dan untuk downlink disperse total. Dari hasil analisa perhitungan rise
time budget di atas dapat dipastikan kemungkinan terjadinya degradasi (penurunan) sinyal
digital sepanjang jaringan transmisi yang disebabkan oleh komponen yang digunakan tidak
ada, dikarenakan jumlah rise time budget yang di peroleh di bawah standart yang telah
ditentukan yaitu 0.5833 (standar bit rate NRZ). Sehingga jaringan GPON STO Tuban Kuta
memiliki standar sistem yang baik pada rise time budget sehingga informasi dalam jaringan
serat optic tetap terjamin dan system dapat melewatkan bit rate yang ditransmisikan.