Anda di halaman 1dari 27

SISTEM KELAMIN BETINA

UNGGAS
Sistem kelamin betina unggas terdiri
dari :
Ovarium

Oviduk :
- Infundibulum
- Magnum
- Ismus
- Kelenjar cangkang (uterus)
- Vagina
OVARIUM
Tidak sekompak ovarium mamalia
Ovarium dan oviduk kiri tetap bertahan
Terdiri dari korteks di bagian luar
dan medula di bagian dalam
Korteks
Diselubungi epitelium
germinalis: berupa selapis
sel pipih atau kuboid.
Di bawah epitelium
germinalis terdapat tunika
albugenia yang berisi
jaringan ikat kolagen padat
Dibawah tunika albugenia
terdapat stroma tersusun
atas jaringan ikat longgar.
Terdapat folikel dalam
berbagai tahap
perkembangan
Folikel tidak
memiliki antrum .
Folikel tersusun atas:
oosit primer,
membrana
perivitelin, satu lapis
sel membrana
granulosa, teka
folikuli interna dan
teka folikuli eksterna.
Teka interna tipis, seperempat tebal
teka eksterna, dan dibangun lapisan
padat dari sel kumparan atau pipih.

Teka eksterna adalah jaringan ikat


padat berisi kumpulan sel interstisial
(luteal) yang pucat
Membrana granulosa terdiri selapis
sel kuboid di dalam folikel terkecil
dan terbesar, pada ukuran sedang
mempunyai epitelium
pseudokompleks kolumner
Korteks ovarium dewasa
mempunyai sel vakuolaris
berisi lipid. Pada sel ini
ditemukan banyak vakuola
lipid dalam sitoplasma dan
nukleusnya piknotik. Sel
tersebut dipercaya sebagai
regresi folikel post-ovulasi.

Granulosit sering ditemui pada


folikel masak. Mempuyai
granula asidofilik dan
banyak di area korteks
Pada tipe folikel atresi, sel
membrana granulosa
proliferasi dan membentuk
beberapa lapisan ireguler
oosit. Oosit mengecil dan
digantikan oleh sel
granulosa, jaringan parut
juga digantikan sel
granulosa
Pada burung tua, oosit
dikelilingi sel interstitial
(luteal) yang mengalami
hiperplasi dan hipertrofi.
Oosit dan sel membrana
granulosa akhirnya
degenerasi
OVIDUK
Organ yang berliku-liku dan berotot.
Dari luar ke dalam, dinding oviduk tersusun
atas: tunika serosa, tunika muskularis (otot
polos; lapisan eksternal: longitudinal dan
internal: sirkuler), tunika mukosa yang terdiri
dari lamina propria dan lamina epitelialis.
Dari anterior ke posterior dibagi menjadi 5
bagian:
infundibulum,
magnum,
ismus,
kelenjar cangkang (uterus)
vagina
. Infundibulum
Berupa dinding tipis
berbentuk corong dan
bagian leher.
Tunika mukosa Sangat
berlipat-lipat
Di bagian kranial, lipatan
pendek dan dibatasi sel-
sel bersilia non
sekretorik.
Di kaudal,
vaskularisasinya tinggi.
Sel epitel sekretorik dan
celah epitelium tunika
mukosa diganti kelenjar
tubuler pada peralihan
infundibulum dan
magnum.
Terdapat plika primer,
sekunder, tertier
- Lamina epitelialis
mukosae epitelium
kolumner simpleks
bersilia atau
pseudokompleks kolumner
bersilia.
Ke arah kaudal jumlah silia
berkurang
-lamina propria-submukosa
berupa jaringan kolagen
longgar, jaringan limfatik
difus.

Tunika muskularis:
terdiri dari lamina sirkuler
dan lamina longitudinal.

Tunika serosa menciri


2. Magnum

Bagian terpanjang dari oviduk,


mempunyai kelenjar tubuler
yang menghasilkan albumin.
Tunika mukosa:
Plika mukosa primer lebih
tinggi dan luas daripada
infundibulum.
- Lamina epitelialis mukosae
epitelium kolumner
simpleks bersilia dan tanpa
silia atau pseudokompleks
kolumner dari sel kolumner
bersilia dan sel piala.
Sel kolumner mempunyai inti
oval dan terletak apikal sel.
Sel piala (sekretorik)
mempunyai inti bulat dan
terletak di basal sel
- Lamina propria
mukosae mempunyai
kelenjar tubuler
bercabang dibatas sel
kuboid atau kolumner.
Ada 3 tahap aktivitas
kelenjar magnum:
fase regenerasi, fase
sekretorik dan fase
istirahat
Fase kelenjar magnum:
a. Kelenjar
magnum fase
regenerasi:
kelenjar berbentuk
tubuler,
mempunyai lumen
jelas, lumen
dibatasi sel kuboid.
b. Kelenjar magnum fase
sekretorik:
inti di basal dan piknotik,
seluruh sitoplasma
diisi granula asidofilik
kuat, lumen penuh
dengan sekret albumen.
c. Kelenjar magnum fase
istirahat:
sitoplasma berbusa dan
lumennya tidak jelas.
- lamina propria-submukosa terdiri
dari jaringan kolagen longgar dan
jaringan limfatik difus.

Tunika muskularis dan tunika


serosa menciri
3. Ismus
Plika longitudinal
mempunyai banyak plika
sekunder
Tunika mukosa
- Lamina epitelialis mukosae
epitelium
pseudokompleks
kolumner bersilia dan sel
sekretorik
- lamina propria mukosae
mempunyai kelenjar tubuler
bercabang.
Lapisan lain sama dengan magnum.
Ismus menghasilkan membran
cangkang dan mungkin albuminoid.
4. Uterus
- Membuat cangkang telur
dan mengencerkan
albuminoid.
- Dibagi 2 bagian yaitu
kelenjar cangkang tubuler
dan kantung kelenjar
cangkang.
- Mempunyai plika
longitudinal berbentuk daun
- Lamina epitelialis mukosae
epitelium pseudokompleks
kolumner bersilia berseling.
- Sel basal mempunyai inti
dekat membran basalis dan
mengandung vakuola di
atas dan bawah inti.
- Sel apikal mempunyai inti di
tengah dan mengandung
banyak granula sebelum
mengeluarkan sekretnya.
- dibawah epitelium terdapat
jaringan ikat dan kelenjar tubuler
bercabang menggulung.
Duktusnya dibentuk dari sel kelenjar
poligonal
- Tunika muskularis berkembang
khususnya lamina longitudinal
5. Vagina
- Mempunyai plika yang
sempit dan panjang. Plika
primer mempunyai banyak
dan langsing, plika
sekunder
kecil.
- Lamina epitelialis mukosae
epitelium
pseudokompleks
kolumner dan sel mukosa.
- Pada perbatasan dengan
kantung kelenjar cangkang
mempunyai kelenjar yang
disebut kelenjar rumah tinggal
sperma (fungsi : untuk
menyimpan dan memberi nutrien
sperma). Kelenjar ini berbentuk
tubuler simpleks dibatasi sel
kolumner tinggi yang
mengandung lipid dan bahan non
glikogen.
- Tunika muskularis berkembang
khususnya lamina sirkuler