Anda di halaman 1dari 4

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAKSANAAN

PONED

No. Kode : SPO/UKP/RJ/01 Ditetapkan Oleh


Terbitan : 01 Kepala Puskesmas
LOGO No. Revisi : 00
Tgl. Mulai Berlaku : 16/5/2015
SPO Halaman :

Dr. C James
Kalengkongan
NIP:196502201999031
002

Pengertian Pedoman program PONED adalah acuan atau


standar yang diperuntukan bagi Kementrian
Kesehatan, dinas kesehatan provinsi dan
kabupaten/kota, organisasi profesi dan seminat,
lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan
masyarakat dalam mengelola penyelenggaraan
puskesmas mampu PONED.
Tujuan Tujuan Umum: Tersedianya pedoman
penyelenggaraan puskesmas mampu PONED.
Tujuan Khusus:
1. Diketahuinya langkah-langkah persiapan
perencanaan dalam meningkatkan fungsi
puskesmas menjadi puskesmas mampu
PONED.
2. Diketahuinya fungsi puskesmas mampu
PONED dalam upaya penyelenggaraan
pelayanan kesehatan obstetri dan
neonatal emergensi/komplikasi tingkat
dasar.
3. Diketahuinya fungsi puskesmas mampu
PONED sebagai pusat rujukan antara dari
puskesmas di sekitarnya dalam bentuk
satu kesatuan jejaring/sistem rujukan
regional untuk kasus obstetri dan
neonatal emergensi/komplikasi di tingkat
kecamatan dan atau di kabupaten/kota.
4. Adanya acuan dalam membentuk satu
sistem rujukan obstetri dan neonatal
emergensi dasar akan mendukung
berfungsinya rumah sakit PONED
sebagai rujukan obstetri dan neonatal
emergensi/komplikasi di wilayah
kabupaten bersangkutan.
Kebijakan Landasan hukum yang terkait dengan pedoman
program PONED adalah:
1. UU No.29 tahun 2004 tentang Praktik
kedokteran.
2. UU No.32 tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah.
3. UU No.40 tahun 2004 tentang Sistem
Jaminan Sosial Nasional (SJSN)
4. UU No.25 tahun 2009 tentang Layanan
Publik.
5. UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan
6. UU No.44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
7. UU No.24 tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Referensi Keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya
Kesehatan Nomor HK.02.03/II/1911/2013
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Puskesmas
mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi
Dasar (PONED)
Diakses di: http://www.gizikia.depkes.go.id/wp-
content/uploads/downloads/2014/03/PEDOMAN-
PUSKESMAS-PONED-2013.pdf
Referensi Tambahan (buku-buku) terkait
penyelenggaraan PONED:
1. Keputusan Menteri Kesehatan R.I
No.1428 tahun 2006 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan
Puskesmas.
2. Buku saku Pelayanan Kesehatan
Neonatal Esensial, Pedoman Teknis
Pelayanan Kesehatan Dasar, Kementerian
Kesehatan bersama WHO, IDAI dan
UNICEF, 2010.
3. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan
Obstetri Neonatal Emergensi
Komprehensif (PONEK) 24 jam di
Rumah Sakit, Kementerian Kesehatan
R.I, 2012.
Penatalaksanaan 1. Langkah pertama: Dinas Kesehatan
kabupaten/kota memilih Puskesmas rawat
inap yang ada di wilayahnya untuk
dikembangkan menjadi Puskesmas
mampu PONED.
2. Langkah kedua: Memperhitungkan
jumlah pasien yang akan dilayani
3. Langkah ketiga: Mempersiapkan
kebutuhan sumber daya kesehatan yang
dibutuhkan untuk penyelenggaraan
PONED
4. Langkah keempat: Mempersiapkan
bangunan fasilitas pelayanan rawat jalan
dan rawat inap di Puskesmas mampu
PONED dan kelengkapan sarana dan
prasarananya
5. Langkah kelima: Mempersiapkan
peralatan untuk penyelenggaraan PONED
6. Langkah keenam: Mempersiapkan obat
dan bahan habis pakai
7. Langkah ketujuh: Penataan Area
Lingkungan
8. Langkah kedelapan: Mempersiapkan
sarana pendukung pelayanan PONED
9. Langkah kesembilan: Memfungsikan
PONED di Puskesmas dan upaya
pemantapan selanjutnya
Hal-hal yang perlu diperhatikan -
Unit terkait 1. Puskesmas mmpu PONED dengan
jejaring sistem rujukannya
2. Puskesmas non PONED disekitarnya
dengan jejaring rujukannya
3. Rumah Sakit Rujukan Spesalistik
Obstetri-Neonatal (RS PONEK/ Rumah
Sakit Sayang Ibu Bayi)
4. Pemerintahan Daerah Provinsi dan
Kabupaten/Kota
5. Dinas Kesehatan Provinsi dan
Kabupaten/Kota
6. Lintas Sektor terkait, tingkat Provinsi,
Kabupaten/Kota, Kecamatan
7. Organisasi Profesi, LSM dan Masyarakat
peduli, Media Massa