Anda di halaman 1dari 22

KATA PENGANTAR

Alhamdulilllah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang


telah memberikan kesempatan pada penulis untuk dapat melaksanakan dan
menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan
dan ketidaksempurnaan karena keterbatasan data dan pengetahuan penulis serta
waktu yang ada saat ini, dengan rendah hati penulis makalah ini mengharap kritik
dan saran yang membangun dari kalangan pembimbing untuk kesempurnaan
makalah yang kami kerjakan ini.
Selanjutnya, kami mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya
kepada semua pihak yang telah membantu tersellesaikanya kegiatan ini yang
bejudul Makalah Kosmetologi tentang Sediaan Sabun dan Sediaan Cukur untuk
mata Kuliah Kosmetologi. Terlepas dari semua kekurangan penulisan makalah ini,
baik dalam susunan dan penulisanya yang salah, penulis memohon maaf dan
berharap semoga penulisan makalah ini bermanfaat khususnya kepada kami
selaku penulis dan umumnya kepada pembaca yang budiman.
Akhirnya, semoga Allah senantiasa meberikan rahmat dan hidayah-Nya
kepada siapa saja yang mencintai pendidikan. Amin Ya Robbal Alamin.

Makassar, 13 April 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL..................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN . ... 1

1.1........................................................................................................Latar

Belakang ....................................................................................... 1

1.2........................................................................................................Rumus

an Masalah .................................................................................... 2

1.3........................................................................................................Tujuan

....................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN . .... 3

2.1 Defenisi Sediaan Sabun .................................................................. 3

2.1.1 Fungsi Sediaan Sabun............................................................ 5

2.1.2 Tujuan Penggunaan Sabun Padat........................................... 5

2.1.3 Komposisi Bahan Kimia Sabun Mandi Padat........................ 6

2.1.4 Komposisi Bahan Herbal Sabun Mandi Padat....................... 12

2.1.5 Cara pembuatan Sediaan Sabun ............................................ 15

2.2 Defenisi Sediaan Cukur................................................................... 15

BAB III PENUTUP....................................................................................... 17

3.1 Kesimpulan....................................................................................... 17

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 18

3
4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci dan mengemulsi, terdiri
dari dua komponen utama yaitu asam lemak dengan rantai karbon C16 dan
sodium atau potasium. Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi
kimia antara kalium atau natrium dengan asam lemak dari minyak nabati atau
lemak hewani. Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal dengan sabun keras
(hard soap), sedangkan sabun yang dibuat dengan KOH dikenal dengan sabun
lunak (soft soap). Sabun dibuat dengan dua cara yaitu proses saponifikasi dan
proses netralisasi minyak.
Berbagai jenis sabun telah beredar di pasaran dalam bentuk bervariasi, mulai
dari sabun cuci, sabun mandi, sabun tangan, sabun pembersih peralatan rumah
tangga dalam bentuk krim, padatan atau batangan, bubuk dan dalam bentuk cair.
Sabun cair saat ini banyak diproduksi karena penggunaannya yang lebih praktis
dan bentuk yang menarik dibanding sabun batang.
Sabun mandi padat merupakan jenis sediaan padat, sabun ini biasanya
digunakan untuk mandi karena bersifat ekonomis dan penggunaannya yang relatif
lebih sedikit disbanding sabun cair. Pada prinsipnya, sabun mandi padat terbuat
dari bahan dasar lemak (fatty acid) dan basa kuat melalui proses kimia yang
disebut reaksi substitusi. Pada sabun mandi padat alkali yang digunakan
merupakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair
menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali.
Sabun mandi padat biasanya digunakan sebagai pembersih karena air murni
tidak dapat menghapus atau menghilangkan kotoran pakaian/barang yang
berminyak, atau terkena pengotor organik lainnya

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud sediaan sabun?
2. Bagaimana tujuan penggunaan sabun padat?
3. Apa saja komposisi sabun padat?
4. Apa yang dimaksud dengan sediaan cukur?

1
5. Apa saja klasifikasi sediaan cukur?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui defenisi sediaan sabun
2. Untuk mengetahui tujuan penggunaan sabun padat
3. Untuk mengetahui komposisi sabun padat
4. Untuk mengetahui defenisi sediaan cukur
5. Untuk mengetahui klasifikasi sediaan cukur

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sediaan Sabun


2.1.1 Pengertian sabun
Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci dan mengemulsi,
terdiri dari dua komponen utama yaitu asam lemak dengan rantai karbon C16
dan sodium atau potasium. Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan
reaksi kimia antara kalium atau natrium dengan asam lemak dari minyak nabati
atau lemak hewani. Sabun yang dibuat dengan NaOH dikenal dengan sabun
keras (hard soap), sedangkan sabun yang dibuat dengan KOH dikenal dengan
sabun lunak (soft soap). Sabun dibuat dengan dua cara yaitu proses saponifikasi
dan proses netralisasi minyak. Proses saponifikasi minyak akan memperoleh
produk sampingan yaitu gliserol, sedangkan proses netralisasi tidak akan
memperoleh gliserol. Proses saponifikasi terjadi karena reaksi antara trigliserida
dengan alkali, sedangkan proses netralisasi terjadi karena reaksi asam lemak
bebas dengan alkali.
Sabun merupakan senyawa garam dari asam-asam lemak tinggi, seperti
natrium stearat, C17H35COONa+. Aksi pencucian dari sabun banyak dihasilkan
dari kekuatan pengemulsian dan kemampuan menurunkan tegangan permukaan
dari air. Konsep ini dapat di pahami dengan mengingat kedua sifat dari anion
sabun.Berikut ini adalah skema reaksi penyabunan dalam proses pembuatan
sabun.

C3H5(OOCR)3 + 3 NaOH => C3H5(OH)3 + 3 NaOOCR

Sabun memiliki kelarutan yang tinggi dalam air, tetapi sabun tidak larut
menjadi partikel yang lebih kecil, melainkan larut dalam bentuk ion. Sabun
pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun padat. Perbedaan
utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang digunakan dalam reaksi
pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik
(NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai
alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga mempengaruhi wujud sabun

3
yang dihasilkan. Dalam sabun terdapat zat aktif yang di sebut surfaktan. Zat
aktif ini merupakan zat aktif permukaan yang mempunyai ujung berbeda yaitu
hidrofil (suka air) dan hidrofob (suka lemak). Bahan aktif ini berfungsi
menurunkantegangan permukaan air sehingga dapat melepaskan kotoran yang
menempel pada permukaan bahan.
Sabun sudah terkenal sejak zaman dahulu kala. Sekelompok pakar
arkheologi menemukan sabun dalam bentuk tabung saat melakukan penggalian
dan setelah di teliti ternyata benda tersebut berasal dari zaman pras sejarah yaitu
2800 tahun sebelum masehi. Ini membuktikan bahwa sabun sudah di kenal
orang sejak zaman dahulu. Kemudian setelah di tilik balik melalui dokumen-
dokumen peninggalan sejarah, di ketahui bahwa sabun sudah di kenal di zaman
Musa, di zaman Yunani Kuno, Mesir Kuno hingga peradaban roma di mana
orang mulai kerajingan mandi sebagai salah satu bentuk menjaga kebersihan
diri.
Di zaman modern, pembuatan sabun telah dikenal sejak abad 15. Di
Prancis di produksi sabun buatan tangan ber merk Marseilles. Lalu pada masa
revolusi Industri, Andrew Pears pada tahun 1789 menciptakan sabun transparan
berkualitas tinggi. Tahun 1865, William Shepphard menciptakan sabun cair.
Tahun 1898, B.J. Johnson mengembangkan sabun Palmolive yang pertama dan
yang paling terkenal di dunia. Bahkan hingga sekarang merek sabun Palmolive
ini masih dapat kita jumpai di pasaran. Meski tentu saja bukan palmolive yang
itu.
Teknologi pembuatan sabun dunia terus menerus berkembang dan
mencapai titik puncaknya di masa perang dunia kedua. Ketika deterjen di
ciptakan oleh ilmuwan Amerika. Deterjen memiliki daya cuci yang tinggi karena
mengandung surfaktan sehingga dapat membersihkan baju dengan tingkat
kekotoran yang tinggi.
Hingga saat ini, kita sering menemui jenis-jenis sabun yang sering kita
gunakan di rumah tangga. baik untuk mencuci piring, mandi ataupun bersih-
bersih. Berdasarkan kegunaannya sabun di bedakan menjadi 3, yaitu:

4
1. Sabun cuci, adalah sabun yang digunakan untuk mencuci. Ada yang
berbentuk batang, cair ataupun detergen.
2. Sabun mandi, adalah sabun yang digunakan untuk mandi. Biasanya
berbentu padat dan cair.
3. Sabun cukur, adalah sabun yang digunakan saat bercukur. Biasanya
memiliki busa yang banyak dan tahan lam.
2.1.2 Fungsi Sabun
Fungsi sabun dalam anekaragam cara adalah sebagai bahan pembersih.
Sabun menurunkan tegangan permukaan air, sehingga memungkinkan air itu
membasahi bahan yang dicuci dengan lebih efektif, sabun bertindak sebagai
suatu zat pengemulsi untuk mendispersikan minyak dan gemuk; dan sabun
teradsorpsi pada butiran kotoran.
2.1.3 Tujuan Penggunaan Sabun Mandi Padat

Sabun mandi padat merupakan surfaktan yang digunakan dengan air


untuk mencuci dan membersihkan. Jika diterapkan pada suatu permukaan, air
bersabun secara mengikat partkel dalam suspense mudah dibawah oleh air
bersih. Sabun mandi padat merupakan jenis sediaan padat, sabun ini biasanya
digunakan untuk mandi karena bersifat ekonomis dan penggunaannya yang
relatif lebih sedikit disbanding sabun cair. Pada prinsipnya, sabun mandi padat
terbuat dari bahan dasar lemak (fatty acid) dan basa kuat melalui proses kimia
yang disebut reaksi substitusi. Pada sabun mandi padat alkali yang digunakan
merupakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair
menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Pembahasan mengenai
pembuatan sabun mandi padat akan dijelaskan pada nanti pada subbab proses
pembuatan sabun mandi padat.
Sabun mandi padat biasanya digunakan sebagai pembersih karena air
murni tidak dapat menghapus atau menghilangkan kotoran pakaian/barang yang
berminyak, atau terkena pengotor organik lainnya. Pada dasarnya, sabun
memungkinkan minyak dan air untuk bercampur sehingga kotoran berminyak
dapat dihilangkan selama pencucian. Saat percampuran terjadi, sabun sediaan
apapun (seperti padat atau cair) akan mempunyai sifat yang sama dalam hal

5
membersihkan. Tetapi, jika kita membedakan jenis-jenis sediaan yang ada itu
akan berpengaruh terhadap faktor higienitas, kelembaban, dan harga dari sabun
tersebut.
Sifat-sifat sabun:
a) Sabun merupakan garam alkali dari asam lemak suku tinggi sehingga
akan dihidrolisi parsial oleh air yang menyebabkan larutan sabun
dalam air bersifat basa

b) Jika larutan sabun dalam air diaduk maka akan menghasilkan buih,
peristiwa ini tidak akan terjadi dari air sadah. Sabun menghasilkan
buih setelah garam-garam Mg atau Ca dalam air mengendap

c) Sabun mempunyai sifat membersihkan

2.1.4 Komposisi Bahan Kimia Sabun Mandi Padat


Sabun pada umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun cair dan sabun
padat. Perbedaan utama dari kedua wujud sabun ini adalah alkali yang
digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium
hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium
hidroksida (KOH) sebagai alkali. Selain itu, jenis minyak yang digunakan juga
mempengaruhi wujud sabun yang dihasilkan. Minyak kelapa akan menghasilkan
sabun yang lebih keras dari pada minyak kedelai, minyak kacang, dan minyak
biji katun.
Sebenarnya setiap sabun yang ada dipasaran memilki komposisi bahan
yang berbeda-beda. Namun, bahan aktif yang digunakan selalu sama yaitu suatu
minyak/lemak dan alkali.
1) Minyak/Lemak
Minyak/lemak merupakan senyawa lipid yang memiliki struktur
berupa ester dari gliserol. Pada proses pembuatan sabun, jenis minyak atau
lemak yang digunakan adalah minyak nabati atau lemak hewan. Perbedaan
antara minyak dan lemak adalah wujud keduanya dalam keadaan ruang.

6
Minyak akan berwujud cair pada temperatur ruang ( 28C), sedangkan
lemak akan berwujud padat.
Minyak tumbuhan maupun lemak hewan merupakan senyawa
trigliserida. Trigliserida yang umum digunakan sebagai bahan baku
pembuatan sabun memiliki asam lemak dengan panjang rantai karbon antara
12 sampai 18. Asam lemak dengan panjang rantai karbon kurang dari 12
akan menimbulkan iritasi pada kulit, sedangkan rantai karbon lebih dari 18
akan membuat sabun menjadi keras dan sulit terlarut dalam air. Kandungan
asam lemak tak jenuh, seperti oleat, linoleat, dan linolenat yang terlalu
banyak akan menyebabkan sabun mudah teroksidasi pada keadaan
atmosferik sehingga sabun menjadi tengik. Asam lemak tak jenuh memiliki
ikatan rangkap sehingga titik lelehnya lebih rendah daripada asam lemak
jenuh yang tak memiliki ikatan rangkap, sehingga sabun yang dihasilkan
juga akan lebih lembek dan mudah meleleh pada temperatur tinggi.
a) Jenis-jenis Minyak
Jumlah minyak atau lemak yang digunakan dalam proses pembuatan
sabun harus dibatasi karena berbagai alasan, seperti : kelayakan ekonomi,
spesifikasi produk (sabun tidak mudah teroksidasi, mudah berbusa, dan
mudah larut), dan lain-lain. Beberapa jenis minyak atau lemak yang biasa
dipakai dalam proses pembuatan sabun di antaranya :
1. Tallow. Tallow adalah lemak sapi atau domba yang dihasilkan oleh
industri pengolahan daging sebagai hasil samping. Kualitas dari tallow
ditentukan dari warna, titer (temperatur solidifikasi dari asam lemak),
kandungan FFA, bilangan saponifikasi, dan bilangan iodin. Tallow
dengan kualitas baik biasanya digunakan dalam pembuatan sabun
mandi dan tallow dengan kualitas rendah digunakan dalam pembuatan
sabun cuci. Oleat dan stearat adalah asam lemak yang paling banyak
terdapat dalam tallow. Jumlah FFA dari tallow berkisar antara 0,75-7,0
%. Titer pada tallow umumnya di atas 40C. Tallow dengan titer di
bawah 40C dikenal dengan nama grease.

7
2. Lard. Lard merupakan minyak babi yang masih banyak mengandung
asam lemak tak jenuh seperti oleat (60 ~ 65%) dan asam lemak jenuh
seperti stearat (35 ~ 40%). Jika digunakan sebagai pengganti tallow,
lard harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu untuk mengurangi
ketidakjenuhannya. Sabun yang dihasilkan dari lard berwarna putih dan
mudah berbusa.
3. Palm Oil (minyak kelapa sawit). Minyak kelapa sawit umumnya
digunakan sebagai pengganti tallow. Minyak kelapa sawit dapat
diperoleh dari pemasakan buah kelapa sawit. Minyak kelapa sawit
berwarna jingga kemerahan karena adanya kandungan zat warna
karotenoid sehingga jika akan digunakan sebagai bahan baku
pembuatan sabun harus dipucatkan terlebih dahulu. Sabun yang terbuat
dari 100% minyak kelapa sawit akan bersifat keras dan sulit berbusa.
Maka dari itu, jika akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan
sabun, minyak kelapa sawit harus dicampur dengan bahan lainnya.
4. Coconut Oil (minyak kelapa). Minyak kelapa merupakan minyak nabati
yang sering digunakan dalam industri pembuatan sabun. Minyak kelapa
berwarna kuning pucat dan diperoleh melalui ekstraksi daging buah
yang dikeringkan (kopra). Minyak kelapa memiliki kandungan asam
lemak jenuh yang tinggi, terutama asam laurat, sehingga minyak kelapa
tahan terhadap oksidasi yang menimbulkan bau tengik. Minyak kelapa
juga memiliki kandungan asam lemak kaproat, kaprilat, dan kaprat.
5. Palm Kernel Oil (minyak inti kelapa sawit). Minyak inti kelapa sawit
diperoleh dari biji kelapa sawit. Minyak inti sawit memiliki kandungan
asam lemak yang mirip dengan minyak kelapa sehingga dapat
digunakan sebagai pengganti minyak kelapa. Minyak inti sawit
memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih tinggi dan asam lemak
rantai pendek lebih rendah daripada minyak kelapa.
6. Palm Oil Stearine (minyak sawit stearin). Minyak sawit stearin adalah
minyak yang dihasilkan dari ekstraksi asam-asam lemak dari minyak

8
sawit dengan pelarut aseton dan heksana. Kandungan asam lemak
terbesar dalam minyak ini adalah stearin.
7. Marine Oil. Marine oil berasal dari mamalia laut (paus) dan ikan laut.
Marine oil memiliki kandungan asam lemak tak jenuh yang cukup
tinggi, sehingga harus dihidrogenasi parsial terlebih dahulu sebelum
digunakan sebagai bahan baku.
8. Castor Oil (minyak jarak). Minyak ini berasal dari biji pohon jarak dan
digunakan untuk membuat sabun transparan.
9. Olive oil (minyak zaitun). Minyak zaitun berasal dari ekstraksi buah
zaitun. Minyak zaitun dengan kualitas tinggi memiliki warna
kekuningan. Sabun yang berasal dari minyak zaitun memiliki sifat yang
keras tapi lembut bagi kulit.
10. Campuran minyak dan lemak. Industri pembuat sabun umumnya
membuat sabun yang berasal dari campuran minyak dan lemak yang
berbeda. Minyak kelapa sering dicampur dengan tallow karena
memiliki sifat yang saling melengkapi. Minyak kelapa memiliki
kandungan asam laurat dan miristat yang tinggi dan dapat membuat
sabun mudah larut dan berbusa. Kandungan stearat dan dan palmitat
yang tinggi dari tallow akan memperkeras struktur sabun.

9
2) Alkali
Jenis alkali yang umum digunakan dalam proses saponifikasi adalah
NaOH, KOH, Na2CO3, NH4OH, dan ethanolamines. NaOH, atau yang biasa
dikenal dengan soda kaustik dalam industri sabun, merupakan alkali yang
paling banyak digunakan dalam pembuatan sabun keras. KOH banyak
digunakan dalam pembuatan sabun cair karena sifatnya yang mudah larut
dalam air. Na2CO3 (abu soda/natrium karbonat) merupakan alkali yang murah
dan dapat menyabunkan asam lemak, tetapi tidak dapat menyabunkan
trigliserida (minyak atau lemak).
Ethanolamines merupakan golongan senyawa amin alkohol. Senyawa
tersebut dapat digunakan untuk membuat sabun dari asam lemak. Sabun yang
dihasilkan sangat mudah larut dalam air, mudah berbusa, dan mampu
menurunkan kesadahan air. Sabun yang terbuat dari ethanolamines dan minyak
kelapa menunjukkan sifat mudah berbusa tetapi sabun tersebut lebih umum
digunakan sebagai sabun industri dan deterjen, bukan sebagai sabun rumah
tangga. Pencampuran alkali yang berbeda sering dilakukan oleh industri sabun
dengan tujuan untuk mendapatkan sabun dengan keunggulan tertentu.
Bahan Pendukung
Bahan baku pendukung digunakan untuk membantu proses
penyempurnaan sabun hasil saponifikasi (pegendapan sabun dan pengambilan
gliserin) sampai sabun menjadi produk yang siap dipasarkan. Bahan-bahan
tersebut adalah NaCl (garam) dan bahan-bahan aditif.
1. NaCl. NaCl merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun.
Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl
yang terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras struktur sabun.
NaCl yang digunakan umumnya berbentuk air garam (brine) atau padatan
(kristal). NaCl digunakan untuk memisahkan produk sabun dan gliserin.
Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine karena kelarutannya
yang tinggi, sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus bebas dari
besi, kalsium, dan magnesium agar diperoleh sabun yang berkualitas.

10
2. Bahan aditif. Bahan aditif merupakan bahan-bahan yang ditambahkan ke
dalam sabun yang bertujuan untuk mempertinggi kualitas produk sabun
sehingga menarik konsumen. Bahan-bahan aditif tersebut antara lain :
Builders, Fillers inert, Anti oksidan, Pewarna,dan parfum.
a. Builders (Bahan Penguat)
Builders digunakan untuk melunakkan air sadah dengan cara
mengikat mineral mineral yang terlarut pada air, sehingga bahan bahan
lain yang berfungsi untuk mengikat lemak dan membasahi permukaan
dapat berkonsentrasi pada fungsi utamanya. Builder juga membantu
menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat
berlangsung lebih baik serta membantu mendispersikan dan
mensuspensikan kotoran yang telah lepas. Yang sering digunakan sebagai
builder adalah senyawa senyawa kompleks fosfat, natrium sitrat, natrium
karbonat, natrium silikat atau zeolit.

b. Fillers Inert (Bahan Pengisi)


Bahan ini berfungsi sebagai pengisi dari seluruh campuran bahan
baku. Pemberian bahan ini berguna untuk memperbanyak atau
memperbesar volume. Keberadaan bahan ini dalam campuran bahan baku
sabun semata mata ditinjau dari aspek ekonomis. Pada umumnya, sebagai
bahan pengisi sabun digunakan sodium sulfat. Bahan lain yang sering
digunakan sebagai bahan pengisi, yaitu tetra sodium pyrophosphate dan
sodium sitrat. Bahan pengisi ini berwarna putih, berbentuk bubuk, dan
mudah larut dalam air.
c. Pewarna
Bahan ini berfungsi untuk memberikan warna kepada sabun. Ini
ditujukan agar memberikan efek yang menarik bagi konsumen untuk
mencoba sabun ataupun membeli sabun dengan warna yang menarik.
Biasanya warna-warna sabun itu terdiri dari warna merah, putih, hijau
maupun orange.

11
d. Parfum
Parfum termasuk bahan pendukung. Keberadaaan parfum
memegang peranan besar dalam hal keterkaitan konsumen akan produk
sabun. Artinya, walaupun secara kualitas sabun yang ditawarkan bagus,
tetapi bila salah memberi parfum akan berakibat fatal dalam penjualannya.
Parfum untuk sabun berbentuk cairan berwarna kekuning kuningan dengan
berat jenis 0,9. Dalam perhitungan, berat parfum dalam gram (g) dapat
dikonversikan ke mililiter. Sebagai patokan 1 g parfum = 1,1ml. Pada
dasarnya, jenis parfum untuk sabun dapat dibagi ke dalam dua jenis, yaitu
parfum umum dan parfum ekslusif. Parfum umum mempunyai aroma yang
sudah dikenal umum di masyarakat seperti aroma mawar dan aroma
kenanga. Pada umumnya, produsen sabun menggunakan jenis parfum
yang ekslusif. Artinya, aroma dari parfum tersebut sangat khas dan tidak
ada produsen lain yang menggunakannya. Kekhasan parfum ekslusif ini
diimbangi dengan harganya yang lebih mahal dari jenis parfum umum.
Beberapa nama parfum yang digunakan dalam pembuatan sabun
diantaranya bouquct deep water, alpine, dan spring flower.
2.1.5 Komposisi Bahan Herbal Sabun Mandi Padat
Pada dasarnya bahan herbal merupakan bahan alami yang dapat digunakan
menjadi sabun. Konsep yang dimiliki juga tidak jauh berbeda yaitu adalah
sebuah minyak dicampurkan dengan sebuah senyawa alkali. Kita dapat melihat
pada tabel 1.1 bahan-bahan yang biasanya digunakan dalam sabun-sabun herbal.

No Jenis Keterangan

Lulur
1 Menghaluskan dan mengangkat sel kulit mati
Lemon

2 Apel Mencegah kerut dan komedo pada kulit

3 Bengkoang Memutihkan kulit

4 Coklat Mengangkat sel kulit mati

5 Kemangi Mengharumkan dan merawat organ vital wanita

12
Mengencangkan dan mengurangi kadar minyak
6 Ketimun
pada kulit

Menghaluskan kulit, menyembuhkan luka,


7 Kopi
menyamarkan selulit

8 Kunyit Menghilangkan jamur, gatal, dan kutu air

9 Lengkuas Membasmi jamur dan panu pada kulit

10 Limau Menghilangkan jerawat

11 Alpukat Melembabkan dan merawat kulit

12 Madu Meremajakan kulit dan menghilangkan flek

13 Pegagan Mencegah dan mengurang selulit

14 Sereh Menghilangkan capek, pegal, dan gejala rematik

Antibiotok alami, menyegarkan dan


15 Sirih
menghilangkan bau badan

16 Strawberry Mengencangkan otot payudara dan kulit

Memutihkan , mencegah flek, dan kaki pecah-


17 Susu
pecah

18 The hijau Mencerahkan kulit

Nutrisi & Antioksidan alami bagi kulit serta


19 Wortel
mencegah kanker kulit

20 Zaitun Melembabkan dan menghaluskan kulit

Membantu melarutkan lemak dan melangsingkan


21 Anggur
tubuh

22 Kayu Mencegah dan mengobati jerawat, mencerahkan


manis kulit, melembabkan dan melembutkan kulit
Mengendalikan minyak berlebih, mencegah dan
23 Aloevera
menghilangkan jerawat

Melindungi kulit dari bahaya sinar UV, exfiolating,


24 Beras
dan membuat kulit menjadi lebih cerah

Biji bunga Mengurangi & mencegah keriput, serta bercak flek


25
matahari hitam, menghaluskan dan meregenerasi kulit wajah

26 Cengkeh Menghangatkan tubuh dan mencegah infeksi

13
kuman

Labu
27 Sebagai anti peradangan dan sumber vitamin C
kuning

Mengurangi keriput pada kulit dan mengangkat sel-


28 Rosella
sel kulit mati

Sebagai mencerahkan, menjaga kelembutan dan


29 Kopi Susu kelembaban kulit, menghilangkan selulit, dan
mengikis lemak dibawah kulit

Sebagai anti oksidan dan sumber vitamin C,


30 Mix Fruit
menjaga kelembutan dan kelembaban kulit

Untuk mengatasi jerawat, pemutih, pencerah kulit,


31 Pepaya
bekas luka dan bintik hitam

32 Brokoli Mengurangi kerusakan dan peradangan kulit

Menormalkan kulit berminyak dan mengangkat sel


33 Jahe
kulit mati

Mengecilkan pori-pori dan membuat kulit


34 Tomat
bercahaya

Menghaluskan kulit terutama anak diatas satu tahun


35 Secang
karena biang keringat, & menyenyakan tidur

2.1.6 Cara Pembuatan Sabun Mandi Padat


Dalam proses pembuatan/manufaktor sabun mandi padat cair, terdapat
beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu: persiapan bahan baku, persiapan alat,
dan cara pembuatannya.
3 Persiapan Bahan Baku
a) Minyak atau Lemak Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat
menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak
Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai
b) NaOH / KOH Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa
beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
c) Air Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum
kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.

14
d) Essential dan Fragrance Oils Sebagai pengharum. Pewarna Untuk
mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
e) Zat Aditif Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat
ditambahkan pada saat trace.
4 Persiapan Alat
a) Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH /
KOH saja.
b) Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
c) Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
d) Botol plastik - Untuk wadah air.
e) Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
f) Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
g) Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan
NaOH / KOH dan mengaduknya.
h) Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan
NaOH/KOH dengan air.
i) Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
j) Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
k) Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
l) Cetakan.
m) Blender dengan tutupnya.
n) Kain - Untuk menutup blender.
Cara Pembuatan Sabun Padat
Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki,
baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki.
Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan
sabun
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton
yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan
pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet
gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah

15
mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang
bulat.
2.2 Sediaan Cukur
Sediaan cukur (shaving) adalah sediaan kosmetika yang digunakan sebelum,
selama dan sesudah cukur rambut, baik rambut kepala, rambut kumis, jambang
ataupun rambut janggut.
Klasifikasi dari sediaan cukur dibedakan atas:
1) Sediaan pra cukur
Sediaan pra cukur adalah sediaan kosmetika yang digunakan sebelum
cukur rambut, baik rambut kepala, rambut jambang, kumis dan janggut.
Tujuan penggunaan kosmetika ini untuk mempersiapkan rambut dan
kulitnya menjadi lebih sempurna dan efektif dibandingkan dengan jika
hanya menggunakan sediaan cukur saja.

Komposisi:
- Duponal WAT 20,0
- Aerosol OT-100% 0,1
- Karbinol 3,0
- Etanol, terutama denaturasi 8,0
- Air 68,9
2) Sediaan cukur
Sediaan cukur basah adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk
pencukuran basah, baik rambut kepala, jambang, kumis dan janggut.
Biasanya terdapat dalam bentuk: emulsi atau krim, stik, aerosol, sabun,
cair.
Komposisi: Krim cukur aerosol
- Larutan sabun
- Trietanolamina stearat 8,0
- Trietanolamina palmitat 2,0
- Air 90,0
- Produk akhir

16
- Larutan sabun (seperti di atas) 93,4
- Propelan-12 2,6
- Propelan-14 4,0
3) Sediaan pasca cukur
Sediaan pasca cukur adalah kosmetika yang digunakan untuk
memberikan rasa nyaman dan mempunyai antiseptika, membebaskan
kulit dari infeksi bakteri yang disebabkan kulit tergores selama
pencukuran. Biasanya terdapat dalam bentuk: bubuk, gel, krim, lotion.
Komposisi: Bubuk pasca cukur
- Talek 89,9
- Magnesium stearat 10,0
- Heksa klorofen 0,1
- Zat warna, parfum secukupnya

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

1. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk mencuci dan mengemulsi,


terdiri dari dua komponen utama yaitu asam lemak dengan rantai karbon
C16 dan sodium atau potasium

2. Sabun mandi padat merupakan sediaan sabun berbentuk padat yang


biasanya menggunakan senyawa alkali natrium hidroksida (NaOH).

3. Komposisi utama bahan kimia dari sabun mandi padat yaitu


minyak/lemak, senyawa alkali, dan senyawa tambahan (pewangi,
antikuman). Sedangkan komposisi bahan alami dari sabun mandi padat
yaitu lulur lemon, bengkoang, apel, dll.

17
4. Sediaan cukur adalah sediaan kosmetika yang digunakan sebelum, selama
dan sesudah cukur rambut, baik rambut kepala, rambut kumis, jambang
ataupun rambut janggut.

5. Klasifikasi sediaan cukur:

a. Sediaan pra cukur

b. Sediaan cukur

c. Sediaan pra cukur

DAFTAR PUSTAKA

Anneken, David J, 2006. Encyclopedia of Industrial Chemistry. 1st ed. Weinheim:


Wiley-VCH.

Anonim, 2014. Cara Membuat Sabun Mandi.


(http://kerajinanhomeindustry.blogspot.com/2013/)

Cavitch, Susan Miller, 1994. The Natural Soap Book. 1st ed. Houston: Storey
Publicing.

18
Dewi Anggriani, dkk. 2010.Identifikasi Kemasan Pangan. Supervisor Jaminan
Mutu Pangandirektorat Program Diplomainstitut Pertanian Bogor 2010
Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru

Willcox, Michael, 1996. Poucher's Perfumes, Cosmetics, and Soaps. 5th ed.
Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

19